Capcom akhirnya resmi mengumumkan Leon S. Kennedy sebagai karakter kedua yang dapat dimainkan di Resident Evil Requiem. Pengumuman ini disampaikan dalam acara The Game Awards 2025.
Peran Leon di Resident Evil Requiem
Kisah Grace Ashford dan Leon S. Kennedy yang saling terkait di Resident Evil Requiem. Keduanya terlibat dalam penyelidikan kasus misterius di hotel terbengkalai, yang mengarah pada rahasia kelam di balik insiden Raccoon City 1998.
Kedua karakter juga akan memiliki gaya bermain berbeda. Grace lebih ke arah survivavl horror klasik, sementara Leon menghadirkan aksi intens khas seri Resident Evil. Kombinasi keduanya menciptakan pengalaman berbeda.
Capcom juga mengumumkan akan menggelar acara “Resident Evil Showcase” pada awal 2026 untuk memperlihatkan detail lebih dalam mengenai Resident Evil Requiem. Gamenya sendiri baru akan rilis di 27 Februari 2026 di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC
CI Games telah memperlihatkan gameplay perdana Lords of the Fallen II di The Game Awards 2025. Game action-RPG yang dibangun dengan menggunakan Unreal Engine 5 ini dijadwalkan rilis pada 2026 untuk PS5, Xbox Series, serta PC via Epic Games Store. Trailer gameplay ini juga menampilkan cover lagu It’s a Sin oleh Ghost.
Lords of the Fallen II Akan Lebih Ambisius
Sekuel ini mengambil latar seribu tahun setelah jatuhnya dewa gelap Adyr. Pemain akan menjelajahi kerajaan yang berjuang melawan kekuatan realm kematian bernama Umbral dan penguasanya. pemain akan berperan sebagai Lampbearer, yang memiliki kemampuan dismemberment untuk mencabik musuh.
Trailer gameplay yang diperlihatkan menyoroti tiga boss utama: yaitu Heartroot Warden: sosok menjulang berlapis armor logam dengan pedang besar berantai, Koydreth: horor bersayap yang menyerang dari cermin berukir rune, dan Lingao the Souring Storm: naga kolosal pengendali angin dan petir.
CI Games menegaskan bahwa Lords of the Fallen II akan menghadirkan desain dunia yang lebih berani, sistem pertarungan lebih cepat dan kejam, serta musuh dan bos yang jauh lebih beragam dibanding pendahulunya.
Game ini dapat dimainkan solo, dalam mode co-op dengan sistem progression bersama, atau PvP multiplayer opsional.
Sambil menunggu, CI Games merilis update besar versi 2.5 untuk Lords of the Fallen (2023). Pembaruan ini membawa peningkatan sistemik dan perilaku musuh serta boss di Legacy Mode dan Veteran Mode.
Tanggal rilis Arknights: Endfield akhirnya diumumkan oleh GRYPHLINE pada ajang The Game Awards 2025. Game 3D strategy RPG ini akan meluncur secara global pada 22 Januari 2026 secara F2P untuk PS5, PC, dan juga perangkat mobile.
Pengumuman tanggal rilis Arknights: Endfield ini juga diwarnai oleh band OneRepublic yang membawakan lagu original berjudul Give Me Something.
Antusiasme Global Arknights: Endfield
Arknights: Endfield telah mencatat lebih dari 30 juta pra-registrasi di seluruh dunia. Angka ini menegaskan bagaimana antusiasmenya komunitas global terhadap game terbaru dalam semesta Arknights. GRYPHLINE juga baru saja menggelar Beta Test II sebagai persiapan, menghadirkan alur cerita yang dibangun ulang, cutscene baru, sistem pertarungan real-time yang diperluas, serta wilayah tambahan untuk dijelajahi.
Arknights: Endfield yang berlatar di dunia Talos-III akan menghadirkan elemen eksplorasi, pembangunan, dan juga pertarungan strategi real-time. Pemain dapat mengendalikan tim berisi hingga empat Operator, mengombinasikan skill, elemen, dan taktik terkoordinasi dalam pertempuran cepat.
Umamusume: Pretty Derby berhasil menjadi pemenang nominasi Best Mobile Game di ajang The Game Awards 2025. Kemenangan ini merupakan pencapaian besar, sekaligus menjadi tonggak penting bagi franchise multimedia populer ini.
Berkembangnya Popularitas Global
Buat kalian yang belum tahu, Umamusume: Pretty Derby merupakan bagian dari proyek multimedia yang mencakup anime, manga, musik, dan juga game. Karakter di dalamnya terinspirasi dari kuda pacu legendaris, dengan cerita yang berfokus pada perjuangan mereka bersama pelatih dan rekan kelas untuk meraih mimpi besar: memenangkan Twinkle Series.
Motohiro Okubo, CEO Cygames America, menyampaikan rasa terima kasih kepada komunitas global atas dukungan luar biasa yang diberikan. Ia menegaskan bahwa penghargaan Best Mobile Game tidak akan tercapai tanpa dedikasi tim pengembang dan operasi, serta loyalitas para pemain. Okubo menambahkan bahwa Cygames berkomitmen menghadirkan pengalaman hiburan inovatif yang mampu menyentuh audiens di seluruh dunia.
Ace Combat 8 resmi diumumkan oleh Bandai Namco Entertainment di ajang The Game Awards 2025. Judul resmi dari game ini adalah Ace Combat 8: Wings of Theve.
Dikembangkan oleh Bandai Namco Aces Inc. dan memanfaatkan kekuatan Unreal Engine 5, game ini dijanjikan bakal menghadirkan pengalaman simulasi udara yang ultra-realistis.
Detail Game Ace Combat Terbaru
Mode campaign atau singleplayer akan menceritakan tentang pilot (Karakter pemain) dengan julukan “Wings of Theve” dari Federation of Central Usea (FCU). Pemain akan menghadapi tekanan dan juga keputusan sulit dalam perjuangan mempertahankan tanah air dari agresi yang dilakukan oleh Republic of Sotoa.
Selain singleplayer, game ini juga akan menghadirkan mode multiplayer yang memungkinkan pemain terlibat dalam dogfight udara melawan teman maupun lawan.
Game ini dijadwalkan rilis pada 2026 untuk PS5, Xbox Series, dan PC via Steam.
Total War: Warhammer 40.000 resmi diumumkan Sega bersama Creative Assembly pada ajang The Game Awards 2025. Game strategi ini nantinya akan hadir di PC, dan juga untuk pertama kalinya di PS5 dan Xbox Series.
Trailer perdana yang tayang di The Game Awards 2025 dibawakan oleh aktor David Harbour, yang juga akan memerankan karakter misterius di dalam game.
Detail Total War: Warhammer 40.000
Untuk pertama kalinya, Total War melangkah ke masa depan dengan membawa perpaduan strategi dan perang cinematic khasnya ke Warhammer 40k. Pemain akan menjelajahi sandbox berbentuk galaksi yang luas, menaklukkan planet, mengelola armada, hingga membangun ekonomi perang demi dominasi.
Game ini memungkinkan pemain memimpin empat faksi besar: Space Marines, Astra Militarum, Orks, dan Aeldari. Setiap faksi menawarkan gaya bermain unik, mulai dari presisi taktis, kekuatan brutal, hingga kemampuan psikis.
Pertempuran dalam game akan berlangsung dalam skala besar. Medan pertempuran bisa hancur ketika pemain mengerahkan mesin perang raksasa untuk menghancurkan musuh. Selain itu, untuk pertama kalinya dalam seri Total War ada fitur kustomisasi. Pemain bisa menyesuaikan identitas pasukan mereka, mulai dari nama, lambang, hingga perlengkapan perang.
Update Baru Monster Hunter Wilds berjudul Free Tit;e Update 4 akan rilis pada tanggal 16 Desember 2025. Dalam ini, pemain akan menghadapi Elder Dragon Gogmazios lewat quest khusus yang bisa dimainkan hingga delapan hunter sekaligus. Update ini juga membawa fitur baru untuk senjata dan armor, serta konten musiman di Grand Hub.
Update Baru Monster Hunter Wilds Tambahkan Gogmazios
Gogmazios akan muncul dalam quest spesial. Quest ini memungkinkan empat hunter bergabung dengan Support Hunter sehingga total delapan pemain bisa bertarung bersama. Gogmazios hanya bisa diakses setelah menyelesaikan misi utama “A First Cry.” Selain itu, material dari Gogmazios dapat digunakan untuk meng-upgrade Rarity 8 Artian Weapons menjadi Gogma Artian Weapons.
Update Baru Monster Hunter Wilds juga menghadirkan sistem Armor Transcendence bagi hunter dengan HR 100+. Fitur ini memungkinkan armor ditingkatkan lebih jauh, membuka batas upgrade Armor Sphere, serta memperkuat slot Decoration pada Armor Rarity 5 dan 6.
Tidak hanya itu, hadir pula Support Hunter baru: Nadia dengan light bowgun, dan Griffin dengan great sword dari Ferrum Unit, dan Nightmist dengan light bowgun dari Aurora Unit. Mereka akan membantu dalam pertempuran melawan Gogmazios.
Konten Musiman dan Roadmap Performa PC
Grand Hub juga akan tampil dengan nuansa musim dingin, lengkap dengan hidangan spesial, equipment baru, gesture, dan dekorasi camp. Selain itu, Capcom juga menambahkan Arch-Tempered Jin Dahaad mulai 24 Desember 2025.
Dari sisi teknis, Capcom berkomitmen untuk terus memperbaiki performa Monster Hunter Wilds di PC hingga tahun 2026. Perbaikan dimulai dari optimalisasi CPU/GPU mulai dari 16 Desember 2025, lalu update khusus untuk PC di Januari 2026 guna mengatasi masalah VRAM, serta tambahan update pada Februari 2026 untuk peningkatan performa lebih lanjut.
Studio indie asal Amerika Utara, Little Legendary, resmi mengumumkan bahwa proyek Metroidvania bergaya cyber-fantasy mereka, SHADE Protocol, akan meluncurkan kampanye Kickstarter pada Musim Semi 2026. Game yang kini menjadi salah satu judul wishlist terbesar di Steam ini akan mengandalkan dukungan crowdfunding untuk mewujudkan rencana ambisius—mulai dari port konsol, percepatan pengembangan, tambahan konten, hingga menggandeng guest composers dari game-game ternama.
Pengumuman ini disertai dengan trailer terbaru yang menampilkan gameplay in-engine penuh aksi dan estetika cyber-fantasy yang kental. Trailer tersebut pertama kali tayang di Latin American Game Awards, salah satu bagian dari rangkaian The Game Awards. Lihat trailernya di sini:
Sebuah Metroidvania Cyber-Fantasy dengan Gaya yang Unik
SHADE Protocol dikembangkan oleh tim kecil beranggotakan 5 orang, namun ambisi yang mereka bawa jelas bukan main-main. Dalam beberapa bulan terakhir, tim telah mengerjakan berbagai peningkatan sistem gameplay, terutama pada salah satu fitur paling “gila” dan orisinal—kemampuan untuk membelah dunia menjadi dua bagian.
Tidak hanya dunia yang bisa dipotong, tetapi juga musuh, proyektil, hingga elemen lingkungan, menghadirkan sensasi power fantasy yang jarang terlihat di game Metroidvania lain.
Menurut sang Game Director, Kendall Quinones, antusiasme besar dari pemain membuat tim semakin bertekad menghadirkan pengalaman yang luar biasa:
“Sejak mengumumkan SHADE Protocol beberapa bulan lalu, game ini langsung menjadi salah satu judul paling banyak di-wishlist. Ini menunjukkan bahwa kami punya sesuatu yang spesial dan harus membidik lebih tinggi. Dukungan kalian melalui Kickstarter akan sangat berarti bagi kami untuk menjaga kreativitas dan membuat game terbaik yang kami bisa.”
Dunia di Ambang Kehancuran, musik, kode, dan pertempuran yang saling bertubrukan
SHADE Protocol mengajak pemain menjelajahi dunia di mana musik, kode, dan pertempuran saling bertabrakan. Pemain dapat berganti secara instan antara dua wujud, yaitu:
DAWN Form – gaya pertempuran lebih presisi, penuh kontrol, dan berfokus pada teknik.
SHADE Form – mode agresif penuh kehancuran dengan serangan cepat dan brutal.
Setiap bentuk membawa kemampuan unik yang memengaruhi gaya bertarung, eksplorasi, hingga interaksi dengan lingkungan.
Senjata utama dalam game ini disebut Instruments, yaitu persenjataan berbasis kode yang terinspirasi oleh alat musik. Setiap Instrument bukan hanya alat perang, tetapi juga alat penjelajahan dengan aksi-aksi spesial yang memungkinkan pemain mengakses area baru atau melakukan kombo spektakuler.
Sistem Gameplay yang Penuh Kebebasan: Mengodekan Gaya Bertarungmu Sendiri
Salah satu elemen paling menarik dalam SHADE Protocol adalah Protocol System, sebuah mekanik yang memungkinkan pemain:
Menggabungkan berbagai protokol & fragment kode
Mengubah perilaku serangan
Mengatur sistem pertahanan
Bahkan meretas ulang musuh, memodifikasi pola serangan mereka agar lebih mudah dikalahkan
Ini bukan sekadar Metroidvania biasa—ini adalah game di mana pemain bisa menulis ulang realitas sesuai gaya bertarung yang mereka inginkan.
Jelajahi Bastions: Dunia Luas yang Terhubung dan Penuh Misteri
Dunia SHADE Protocol hadir melalui wilayah besar bernama Bastions, area yang saling terhubung dan penuh rahasia. Setiap penemuan, setiap jalur baru yang terbuka, dan setiap momen penting yang di-relive melalui sistem UNISON akan berdampak langsung pada nasib perang antara dua faksi:
SHADEs, kekuatan gelap yang mengancam melahap segalanya
Xaviors, para pejuang yang berusaha mempertahankan keseimbangan
Perpaduan narasi cyber-fantasy, sistem aksi cepat, dan dunia yang padat akan membuat SHADE Protocol menjadi salah satu Metroidvania paling ambisius dari tim indie dalam beberapa tahun terakhir.
Fitur Utama SHADE Protocol
Dynamic Combat System
Nikmati perpaduan pertarungan jarak dekat presisi dengan Instrument yang memiliki kemampuan spesifik. Lakukan kombo, parry, dan counter—serta berpindah antara mode DAWN dan SHADE secara real-time.
UNISON System – Rewrite Reality
Dunia di sini adalah kode. Manipulasi peristiwa masa lalu, ubah hasil kejadian, dan bentuk nasib faksi-faksi yang bertarung.
Unique Defensive Mechanics
Parry dan counter yang tepat akan mengembalikan Echo, energi penting untuk serangan dan kemampuan Instrument yang lebih kuat.
Instruments – Senjata yang Bernyanyi
Gunakan senjata musikal seperti:
Twilight Spear
Sunrise Great Axe
Midnight Chakram
Setiap senjata memiliki fungsi unik untuk pertarungan dan eksplorasi.
Dengan gameplay penuh inovasi, estetika cyber-fantasy yang elegan, dan ambisi besar dari tim kecil yang penuh semangat, SHADE Protocol siap menjadi salah satu Metroidvania paling dinantikan di tahun 2026. Trailer terbaru ini menjadi langkah awal menuju kampanye Kickstarter yang akan menentukan masa depan proyek ambisius ini.
Bandai Namco Entertainment Asia akhirnya merilis trailer terbaru bertajuk The One-Armed Resurgence Offspring untuk game action RPG yang sangat dinanti, CODE VEIN II. Trailer ini memperlihatkan karakter-karakter baru, wilayah baru, serta deretan senjata mematikan yang akan menjadi bagian penting dalam petualangan gelap para Revenant.
CODE VEIN II dijadwalkan rilis pada 29 Januari 2026 untuk PlayStation®5 dan Xbox Series X|S, serta 30 Januari 2026 untuk PC melalui Steam.
Trailer penuh aura misteri dan drama ini memberikan gambaran lebih dalam mengenai konflik baru yang mengancam dunia, serta hubungan kompleks antar karakter yang terikat oleh darah, nasib, dan tragedi.
Karakter Baru dalam CODE VEIN II
Trailer ini memperkenalkan sejumlah karakter baru yang akan memegang peranan penting dalam cerita CODE VEIN II. Masing-masing hadir dengan latar belakang kuat dan motivasi personal yang memperdalam narasi dunia pasca-Resurgence.
Lyle McLeish (VA: Atsushi Tamaru)
Seorang Revenant muda dengan talenta pedang yang luar biasa. Saat masih manusia, Lyle tewas dalam konflik antarreventan, namun hidupnya diselamatkan dan dihidupkan kembali oleh Craig, pemimpin Dawn Chorus. Hutang budi itulah yang membuatnya bersumpah mengabdi dan menggunakan kekuatannya demi Craig.
Craig McLeish (VA: Hidenori Takahashi)
Pemimpin Dawn Chorus yang penuh karisma sekaligus tragedi. Craig terusir dari tanah kelahirannya di Corroded Scar akibat sebuah insiden besar. Kini ia memimpin Dawn Chorus untuk merebut kembali tempat yang pernah mereka sebut rumah.
Dawn Chorus
Kelompok pejuang bersenjata yang berkeliaran di dunia penuh kehancuran. Hanya mereka yang membuktikan kekuatan melalui duel yang boleh bergabung. Di bawah kepemimpinan Craig, mereka berjuang keras untuk menjadikan Corroded Scar wilayah mereka.
Lokasi Baru: The Corroded Scar (Present)
Wilayah ini dulunya merupakan area berbahaya tempat asam kuat memancar dari dalam tanah. Para pionir pernah datang mencari sumber energi langka dan menggali lembah penuh misteri ini.
Namun kini pintu masuknya disegel rapat, dan hanya pos terdepan yang terbengkalai berdiri membisu, menyisakan bayang-bayang dari masa lalu. Trailer menyorot atmosfer suram dan beracun yang menjadi ciri khas dunia CODE VEIN II.
Deretan Senjata Baru dan Klasik yang Hadir di CODE VEIN II
Sebagai game action RPG yang menekankan pertarungan taktis dan eksplorasi intens, CODE VEIN II menghadirkan pilihan senjata yang semakin variatif, masing-masing dengan gaya bertarung dan keunggulan khusus.
One-Handed Sword
Serbaguna, cepat, cocok untuk pemula. Menawarkan kombo gesit, tusukan jarak jauh, hingga spinning slash yang mudah dikendalikan.
Two-Handed Sword
Berdaya rusak tinggi dan berjangkauan luas. Serangan tebasan besar bisa diperkuat melalui charge, menghasilkan pukulan mematikan.
Twin Blades (Baru!)
Senjata baru dengan mobilitas ekstrem. Dual-blades ini memungkinkan pemain menembus pertahanan musuh dan menghabisinya dengan kombo cepat yang bersinergi dengan serangan blood drain.
Bayonet
Senjata jarak dekat dan jauh dalam satu paket. Pemain bebas berganti gaya bertarung antara pisau dan tembakan jarak jauh sesuai situasi.
Halberds
Senjata bertangkai panjang yang unggul di jarak menengah. Mampu menyerang banyak musuh sekaligus dan memiliki teknik tebasan lebar serta serangan lonjakan cepat.
Hammers
Lambat namun menghancurkan. Mampu memecah pertahanan musuh dengan satu pukulan dan menghasilkan shockwave yang efektif saat dikerumuni.
Rune Blades (Baru!)
Dua bilah pedang yang melayang menggunakan kekuatan formae. Memungkinkan teknik akrobatik dan sihir serbaguna, sangat cocok untuk pemain yang menyukai gaya bertarung stylish.
CODE VEIN II mengambil latar masa depan distopia setelah dunia hancur akibat peristiwa bernama Resurgence. Umat manusia hanya bertahan berkat keberadaan Revenant—makhluk vampir abadi yang memiliki kekuatan luar biasa namun terancam berubah menjadi monster kanibal akibat munculnya Luna Rapacis.
Pemain berperan sebagai Revenant Hunter, sosok yang bertugas menghentikan kehancuran dunia. Bersama seorang gadis misterius, pemain akan melakukan perjalanan melintasi waktu, 100 tahun ke masa lalu, demi mencegah bencana besar yang menghapus peradaban.
Buat kalian yang belum tahu, Octopath Traveler 0 bukanlah game baru. Game ini adalah versi pembaruan dari game mobile, Octopath Traveler: Champions of the Continent. Saya cukup terkesima saat menjajal game ini, karena visual HD-2D dan juga soundtrack yang ada sangat mantap. Yang ada dipikiran saja saat pertama kali menjajal Octopath Traveler 0 adalah saya harus menyiapkan banyak waktu untuk bisa menyelesaikan game ini, hahaha…
Nah soal pembaharuan dalam game, kira-kira apa saja pembaruannya? Yang jelas elemen gacha yang menjadi ciri khas game mobile F2P dihilangkan sepenuhnya. Menjelma menjadi Octopath Traveler 0, game ini menawarkan pengalaman premium untuk konsol dan PC dengan alur cerita yang lebih terstruktur. Tidak hanya itu, game ini juga tidak memerlukan pembelian tambahan. Apa yang kalian beli adalah yang kalian dapat.
Saya mendapat kesempatan dari Square Enix untuk memainkan versi Octopath Traveler 0 di PC. Saya juga sudah sempat memainkan dan mereview Octopath Traveler II. Pemikiran Saya awalnya bahwa kedua game akan mirip ternyata salah. Octopath Traveler 0 adalah game yang berbeda, hanya dengan kesamaan pada segi visual saja.
Cerita yang Lebih Terarah
Cerita dari Octopath Traveler 0 akan mengikuti perjalanan dari Ringbearer (Protagonis), seorang biasa yang menjadi pahlawan di benua Osterra. Transformasi ini terjadi bukan tanpa sebab. Kampung halaman sang pahlawan, Wishvale, dibakar habis oleh sekumpulan penjahat yang mencari cincin ajaib, artefak kuno dengan kekuatan luar biasa.
Para penjahat ini dipimpin oleh tiga pemimpin, Tytos yang melambangkan Power, Herminia yang melambangkan Wealth, dan Auguste yang melambangkan Fame. Pemain nantinya akan memburu ketiga karakter ini dengan tujuan untuk menggagalkan rencana mereka, atau memberikan keadilan atas apa yang mereka lakukan pada Wishvale.
Pola cerita Octopath Traveler 0 sangat berbeda dengan game sebelumnya. Tidak ada delapan cerita terpisah yang nantinya saling berhubungan, melainkan fokus dengan mengedepankan dua cerita utama, yaitu pencarian cincin ajaib dan pemulihan Wishvale.
Tentunya ini menjadikan alur cerita Octopath Traveler 0 menjadi lebih mudah diikuti, sekaligus lebih mendalam. Bagi kalian yang baru memulai Octopath Traveler, game ini cocok dijadikan sebagai entry point.
Satu hal yang tidak berubah adalah gaya visual HD-2D khas franchise Octopath Traveler. Baik saat menjelajahi dunia Osterra, atau ketika sedang dalam combat. Gaya visual retro yang ditampilkan tetap membuat kagum.
Beberapa tempat seperti Emberglow yang diselimuti oleh salju akan memiliki efek partikel butiran salju yang jatuh. Begitu juga ketika combat. Efek dari serangan senjata dan sihir elemental tampil mencolok dengan berbagai macam efek.
Saya juga harus memuji desain sprite game ini, apalagi ketika sedang dalam boss fight. Musuh spesial ini memiliki desain sprite yang luar biasa, plus alunan musik yang asik.
Punya Puluhan Karakter
Ada puluhan karakter yang dapat dimainkan di Octopath Traveler 0. Tapi tidak semuanya merupakan bagian dari cerita. Karakter utama game ini sebetulnya hanya ada empat dan semuanya adalah penduduk dari Wishvale. Mereka adalah sang Protagonis, Stia yang adalah seorang arsitek, Phenn si pemburu, dan pendeta Laurana.
Keempatnya akan mendapatkan pengembangan karakter yang lebih banyak dibandingkan karakter lain. Fokus yang lebih sempit pada karakter-karakter ini membuat mereka terasa lebih menarik dibandingkan dengan karakter game Octopath Traveler sebelumnya.
Lalu bagaimana dengan karakter-karakter yang lain? Sayangnya tidak semuanya mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Setelah memenuhi syarat tertentu, pemain dapat memulai merekrut karakter-karakter ini. Sebagian besar dari mereka tidak terlibat dalam cerita utama, sehingga membuatnya terasa seperti tambahan saja.
Salah satu fitur yang menurut saya cukup menghibur adalah interaksi dalam Party Chat. Fitur opsional ini akan memperlihatkan adegan percakapan dari setiap karakter yang sudah direkrut. Meski tidak memberikan manfaat apa-apa, ada beberapa adegan yang lucu dan menarik untuk disimak.
Perubahan pada Gameplay
Jumlah karakter yang bengkak mengakibatkan perubahan signifikan di bagian gameplay. Kini pemain dapat menggunakan delapan karakter dalam satu tim, dengan formasi empat karakter di barisan depan dan empat lainnya di belakang. Hal ini memberikan lebih banyak alternatif dalam menciptakan komposisi tim yang saling melengkapi.
Fitur Weakness yang menjadi ciri khas game ini masih dipertahankan, namun lebih mudah dieksploitasi. Octopath Traveler 0 memiliki fitur bernama Equip Action Skills. Kalian bisa menambahkan skill baru yang bahkan tidak dimiliki oleh karakter itu. Adanya fitur ini membuat tebak-tebakan Weakness menjadi lebih mudah karena begitu bervariasinya skill yang dimiliki oleh satu karakter.
Sistem BP (Boost Points) sama seperti di game sebelumnya, masih tetap menjadi andalan dalam combat. Sistem ini memungkinkan pemain untuk melakukan serangan berulang dalam satu giliran atau memperkuat skill tertentu. Kehadiran BP juga membuat combat menjadi lebih menantang. Kalian akan ditantang untuk berpikir dalam setiap langkah. Apakah ini momen yang tepat untuk menggunakan semua BP atau menyimpannya untuk giliran berikutnya.
Ada Mini-Game City Building
Membangun kembali Wishvale dari reruntuhan menjadi seperti sediakala merupakan elemen tambahan yang menarik di Octopath Traveler 0. Bisa dibilang mirip seperti mekanik di game city building, tapi tidak terlalu dalam dan kompleks. Apa yang saya rasakan justru lebih seperti mini-game, tetapi memiliki bobot karena berkaitan dengan alur cerita
Mini-game ini akan menawarkan banyak opsi kustomisasi, meskipun pada awalnya terbatas karena pemain tidak bisa membangun disembarang tempat. Seiring menjalankan cerita utama, semakin besar pula bagian tanah yang dapat dibangun. Begitu juga dengan jenis bangunan, dan objek lainnya. Misalnya membangun Tavern yang dapat digunakan sebagai tempat memasak makanan, atau membangun dojo untuk anggota tim cadangan agar tetap dapat memperoleh experience saat tim utama bertualang di Osterra.
Pemain juga akan diberikan kemampuan untuk merekrut NPC random sebagai warga baru Wishvale. Setiap NPC yang datang nantinya dapat meninggali bangunan yang ditentukan oleh pemain. Mereka juga akan menyumbang berbagai jenis bahan yang dapat digunakan untuk mengembangkan Wishvale.
Octopath Traveler 0 Dari Segi Teknis
Saya memainkan versi review Octopath Traveler 0 di PC. Spesifikasi PC yang digunakan adalah CPU i5-14400F, GPU RTX 3060, RAM 32GB, dan SSD. Selama memainkan game ini saya tidak pernah mengalami masalah teknis. Satu hal yang perlu saya utarakan adalah untuk ukuran game dengan visual HD-2D, Octopath Traveler 0 memiliki pilihan opsi setting yang cukup beragam.
Kesimpulan Review Octopath Traveler 0
Kesimpulan saya untuk review Octopath Traveler 0 adalah game ini adalah contoh yang perlu ditiru dari konversi sebuah game mobile, menjadi game yang menawarkan pengalaman secara penuh di PC dan konsol. Tentunya transformasi ini juga akan memberikan pengalaman yang sedikit berbeda dibandingkan dengan game sebelumnya
Jumlah karakter yang besar memungkinkan pemain mendapatkan lebih banyak variasi dalam komposisi tim. Tidak perlu khawatir berdampak dengan cerita, karena sebetulnya fokus game ini hanya pada empat karakter saja.
Kedepannya mungkin Square Enix bisa mempertimbangkan konsep yang diterapkan pada Octopath Traveler 0 kepada game mobile yang lain. Siapa tahu kedepannya akan lebih banyak lagi proyek-proyek serupa yang patut ditunggu.
Octopath Traveler 0 sudah tersedia di PS4, PS5, Xbox Series, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, dan PC.