Home Blog Page 17

Buat Kartu dan Sticker Lebaran Lewat Creative Studio di Samsung Galaxy S26 Series

0
Buat Kartu dan Sticker Lebaran Lewat Creative Studio di Samsung Galaxy S26 Series

Menjelang Idul Fitri 2026, Creative Studio di Galaxy S26 Series hadir di Indonesia untuk membantu pengguna membuat ucapan Lebaran yang lebih personal, menarik, dan praktis langsung dari ponsel.

Fitur ini diperkenalkan sebagai jawaban atas kebutuhan banyak orang yang ingin berbagi kartu ucapan digital, stiker, hingga visual kreatif tanpa harus memiliki kemampuan desain. Melalui dukungan Galaxy AI, pengguna cukup memakai foto, sketsa, atau teks untuk menghasilkan konten yang siap dibagikan saat momen silaturahmi.

Creative Studio di Galaxy S26 Series untuk ucapan Lebaran

Tren ucapan Lebaran kini tidak lagi sebatas pesan teks biasa. Banyak yang ingin membuat kartu ucapan yang lebih estetik dan personal, tetapi sering terkendala waktu dan proses desain yang terasa rumit. Karena itu, Creative Studio disematkan pada Galaxy S26 Series agar ide tersebut bisa langsung diolah menjadi visual kreatif dari perangkat.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan: “Banyak orang ingin membuat ucapan Lebaran yang lebih personal, tetapi sering terhambat oleh proses desain yang terasa rumit. Melalui fitur ini, pengguna bisa memiliki ruang desain pribadi yang selalu ada di saku mereka.” Katanya.

Untuk mengaksesnya, pengguna bisa membuka Settings, masuk ke menu Galaxy AI, lalu mengaktifkan Creative Studio. Setelah itu, fitur dapat dibuka lewat Edge Panel.

Khusus Galaxy S26 Ultra, akses juga tersedia melalui ikon pensil saat S Pen dilepaskan. Dari sana, pengguna dapat memilih opsi pembuatan kartu ucapan dan memasukkan prompt seperti visual masjid bernuansa emas saat senja.

Cara Bikin Sticker dan Edit Foto Lebih Praktis

Selain kartu ucapan, Creative Studio juga mendukung pembuatan stiker dari foto di galeri. Pengguna hanya perlu memilih foto, menekan opsi Generate, lalu menambahkan elemen visual sesuai tema Idul Fitri. Hasilnya bisa disimpan sebagai Sticker Set dan langsung terhubung ke Samsung Keyboard untuk dipakai di aplikasi chat.

Galaxy S26 Series juga dibekali Photo Assist untuk merapikan foto keluarga saat Lebaran. Fitur ini membantu menghapus objek yang mengganggu, memperbaiki komposisi, serta menyempurnakan hasil foto lewat perintah sederhana. Fitur undo dan redo membuat proses edit terasa lebih fleksibel sehingga konten yang dibuat lewat Creative Studio dan Photo Assist bisa tampil lebih rapi.

Harga Galaxy S26 Series

Untuk harga Galaxy S26 Ultra varian 16GB/1TB dibanderol Rp31.999.000, sedangkan varian 12GB/512GB dijual dengan harga Rp27.499.000, dan untuk varian 12GB/256GB dijual dengan harga Rp24.499.000.

Untuk Galaxy S26+ harganya adalah Rp22.499.000 untuk varian 12GB/512GB, dan Rp19.499.000 untuk varian 12GB/256GB. Sementara Galaxy S26 dijual dengan harga Rp19.499.000 untuk varian 12GB/512GB, dan Rp16.499.000 untuk varian 12GB/256GB.

Untuk detailnya bisa dilihat di sini.

Ubisoft Buat Game Monopoli Star Wars

0
Ubisoft Buat Game Monopoli Star Wars

Ubisoft telah mengumumkan tanggal rilis untuk game monopili Star Wars yang berjudul Monopoly: Star Wars Heroes vs. Villains. Game ini direncanakan rilis resmi pada tanggal 11 Juni 2026 untuk PS5, Xbox Series, Switch, Switch 2, serta PC.

Mekanisme Game Monopoli Star Wars: Ubah Formula Klasik

Dalam Monopoly: Star Wars Heroes vs. Villains, pemain akan diajak masuk ke galaksi Star Wars lewat papan permainan khusus yang dipenuhi lokasi ikonik dari franchise tersebut. Gameplay klasik monopoli tetap menjadi core gameplay, tetapi kali ini dikemas ulang dengan elemen sinematik.

Pemain bisa memilih berbagai karakter hero dan villain terkenal Star Wars. Mulai dari Luke Skywalker dan Princess Leia hingga Darth Vader dan Darth Maul. Masing-masing karakter membawa kemampuan unik yang dapat memengaruhi strategi tim.

Salah satu hal yang paling menonjol dari game monopoli Star Wars ini adalah kehadiran mode 2v2 dan 3v3. Mode ini tersedia secara online maupun lewat couch co-op, sehingga pemain bisa bermain bersama teman dalam satu ruangan atau lewat koneksi internet

Bagaimana menurutmu?

Game Mobile Dissidia Duellum Final Fantasy Dapat Tanggal Rilis

0
Game Mobile Dissidia Duellum Final Fantasy Dapat Tanggal Rilis

Square Enix telah memastikan Dissidia Duellum Final Fantasy akan rilis pada tanggal 24 Maret untuk iOS melalui App Store dan Android lewat Google Play.

Pengumuman ini disampaikan melalui trailer terbaru yang juga berisi tanggal rilis game. Perilisan ini kemungkinan hanya dilakukan di beberapa wilayah saja, karena dari pemantauan tim Playcubic, game ini tidak tersedia di Google Play dan App Store Indonesia.

Dissidia Duellum Final Fantasy Bawa Enam Karakter Tambahan

Melalui trailer terbarunya, Dissidia Duellum Final Fantasy memperlihatkan enam karakter baru yang akan meramaikan roster. Mereka adalah Firion dari Final Fantasy II, Onion Knight dari Final Fantasy III, Rikku dari Final Fantasy X, Iroha dari Final Fantasy XI, Balthier dari Final Fantasy XII, dan Clive Rosfield dari Final Fantasy XVI.

Berbeda dengan seri utamanya, Dissidia Duellum Final Fantasy mengusung sistem mode 3v3 team boss battle arena. Dua tim akan bertarung di satu lokasi yang juga dihuni monster dan satu boss utama. Kemenangan ditentukan oleh seberapa cepat tim mampu mengalahkan bos dibanding rival mereka.

Game ini juga menawarkan latar cerita baru yang mengambil tempat di Tokyo modern. Kisahnya dimulai saat sebuah kristal raksasa tiba-tiba muncul di tengah kota. Pada awalnya kristal itu dianggap hal biasa, tetapi situasi berubah ketika energi misterius mulai mencemarinya dan memunculkan ancaman yang menebar ketakutan.

Game ini juga memiliki semacam episode pendek yang memperlihatkan keseharian para petarung di luar medan pertempuran. Pemain juga mengubah tampilan karakter dengan kostum originak maupun pakaian bergaya dunia modern.

Bagaimana menurutmu?

Review John Carpenter’s Toxic Commando (PC): Gelombang Zombie

0
Review John Carpenter’s Toxic Commando Thumbnail

Kamu pernah main game World War Z, Left 4 Dead, atau sejenisnya? John Carpenter’s Toxic Commando tidak berbeda dengan game-game tersebut, yaitu game shooter co-op dimana pemain akan dihadapkan dengan zombies. Ya betul zombies bukan zombie, karena yang dilawan adalah horde.

Developer Saber Interactive yang sebelumnya membuat World War Z, membawa beberapa elemen dari game tersebut ke Toxic Commando. Tentunya dengan tambahan elemen baru dan jug aplot twist yang lebih dalam, karena game ini ikut dibuat oleh pembuat film misteri terkenal, John Carpenter.

Kami telah memainkan versi review John Carpenter’s Toxic Commando di PC. Sebagai fans dari World War Z, kami sudah mengantisipasi apa saja yang akan diberikan oleh game ini kepada pemainnya. Berikut adalah pengalaman dan kesan yang kami dapatkan selama memainkan gamenya.

Berawal Dari Perusahaan Tamak

Review John Carpenter’s Toxic Commando Thumbnail Sludge God

Cerita John Carpenter’s Toxic Commando terjadi masa depan, dimana perusahaan teknologi bernama Obsidian mencoba menyelesaikan krisis energi dunia dengan cara mengebor langsung ke inti bumi. Seperti yang sudah ditebak, apa yang ditemukan oleh Obsidian di dalam perut bumi tidak seperti yang diharapkan. Proyek itu justru membangunkan entitas raksasa yang mampu mengubah manusia menjadi zombie, dan melumuri bumi dengan lumpur terkontaminasi yang berwarna hitam pekat.

Untuk mengatasi masalah ini, direkrutlah sekelompok tentara bayaran yang nantinya menjadi karakter pemain. Mereka tidak menyangka apa yang dihadapi bukanlah sekedar masalah biasa, melainkan pembawa pesan dari kiamat itu sendiri. Hal yang lebih baik adalah, keempat tentara bayaran ini juga terkontaminasi namun tidak berubah menjadi zombie, melainkan menjadi manusia spesial yang memiliki kekuatan.

Review John Carpenter’s Toxic Commando Karakter Utama

Dari segi cerita, pemain akan mengikuti perjalanan keempat karakter ini dari awal ketika mereka berkenalan dengan kekuatan masing-masing, sampai akhirnya menyerang akar dari semua masalah, Sludge God. Cerita akan dikemas dengan gaya ala film horor klasik buatan John Carpenter. Jika kamu pernah melihat film The Thing atau Halloween, inilah hasil karya dari John Carpenter.

Namun, meski melibatkan Director terkenal, sayangnya cerita dalam game ini hanya sekedar menempel. Menurut kami cerita ini tidak lebih dari penyambung untuk menyatukan semua misi dalam game menjadi menjadi satu alur cerita. Ibaratnya adalah pengantar untuk masuk ke dalam setiap medan pertempuran, ketimbang elemen yang benar-benar meninggalkan kesan.

Jadi, kalau kamu berharap bisa mendapatkan kisah yang dalam atau karakter yang kompleks dalam game ini, kamu akan kecewa dengan hasilnya. Bukan ini yang bisa kamu dapatkan dari Toxic Commando.

Dunia Apokaliptik yang Kotor

Review John Carpenter’s Toxic Commando Mobil 1

Dari segi visual dan grafis, John Carpenter’s Toxic Commando cukup berhasil menjual suasana kiamat yang kelam dan penuh dengan kerusakan. Sayangnya game ini lebih banyak berlatar di alam terbuka dibandingkan wilayah urban. Mungkin karena konsep game ini sendiri yang menggunakan sistem open-world lengkap dengan mobil sebagai mekanisme traversal.

Kehadiran mobil ini cukup menjadi pembeda untuk Toxic Commando dengan game segenre lainnya. Mobil tidak hanya digunakan sebagai alat antar, tetapi juga memiliki mekanisme sendiri. Misalnya pemain diminta untuk mendatangi area yang dipenuhi oleh lumpur. Jika yang dikendarai adalah mobil biasa maka pemain akan terjebak di lumpur. Namun jika mobil yang digunakan memiliki alat derek, maka pemain bisa mendereknya keluar dari lumpur.

Pemain juga akan banyak mendatangi area industri di game ini. Semuanya diperlihatkan hancur dan ditutupi oleh lumpur berwarna hitam. Lumpur ini akan menjadi lokasi spawn dari musuh, dan juga tempat tumbuh pohon dengan kristal aneh yang bisa dipetik oleh pemain. Tentakel juga bermunculan dari tanah, dimana beberapa akan menyerang langsung pemain.

Core Gameplay Tidak Berubah

Siapa pun yang pernah memainkan Left 4 Dead, Back 4 Blood, atau World War Z akan langsung akrab dengan core gameplay John Carpenter’s Toxic Commando. Pemain bersama dengan tiga pemain lainnya atau bersama bot ditugaskan untuk menyelesaikan misi dalam satu level. Perbedaannya adalah jika game zombie shooter biasanya memiliki jalur yang linear, Toxic Commando justru memberikan kebebasan untuk menjelajahi semua lokasi di dalam map.

Namun tugas utamanya tetap sama. Pemain diminta untuk menyalakan generator, mengambil peralatan penting, lalu bertahan dari gelombang musuh. Dari segi pacing, game ini tidak terasa terburu-buru. Pemain akan diberikan waktu menjelajah untuk mendapatkan senjata baru, atau memperoleh tools yang bisa digunakan untuk mengaktifkan senjata mesin atau pagar listrik.

Review John Carpenter’s Toxic Commando Loot Box

Jika semuanya sudah siap, pemain hanya perlu mendatangi lokasi terakhir dan bersiap untuk menghadapi gelombang serangan dari Horde.

Review John Carpenter’s Toxic Commando Horde

Review John Carpenter’s Toxic Commando Horde

Bagian terbaik John Carpenter’s Toxic Commando adalah ketika pertempuran melawan Horde dimulai. Zombie akan datang dalam jumlah besar dan secara perlahan mendekati titik pertahanan yang dibuat oleh pemain. Horde bisa muncul kapan saja, namun untuk yang terbesar pasti selalu diakhir misi.

Mereka seakan tumpah dari tebing, atau keluar dari celah-celah reruntuhan, menimbulkan kekacauan yang terorganisir. Situasi ini akan memberikan tekanan kepada pemain, apalagi ketika jumlah peluru dari senjata yang dipakai mulai menipis, tapi gelombang zombie tidak berhenti.

Zombie di Toxic Commando juga memiliki desain yang mengintimidasi, namun ini akan terlupakan dengan begitu banyaknya semprotan darah atau bagian tubuh zombie yang hancur, ketika pemain asyik menghabisi mereka dengan machine gun atau mortir.

Diantara ratusan zombie yang muncul, akan ada zombie spesial. Sama seperti di Left 4 Dead atau World War Z, zombie spesial ini memiliki kemampuan unik dan juga desain yang berbeda dari segi visual maupun audio.

Misalnya zombie bernama Stalker yang bisa menembak dengan proyektil memiliki mata yang menyala, dan suara seperti besetan gitar listrik. Ada juga Snare yang bisa menarik pemain, seperti Smoker di Left 4 Dead. Toxic Commando juga memiliki zombie tipe Tank yang dinamai Slob. Ketika monster ini menyerbu, sudah pasti formasi pemain akan berantakan. Kehadiran zombie spesial ini harus diwaspadai, terutama dalam tingkat kesulitan hard dan diatasnya. Satu anggota tim lengah, permainan bisa berakhir.

Berbicara soal tim, pemain bisa menikmati John Carpenter’s Toxic Commando dengan bermain solo tanpa pemain lain. Dalam mode ini, pemain akan didampingi oleh tiga anggota tim lain yang digerakkan oleh AI. Mereka hanya akan mengikuti pemain dan bisa diperintah untuk menyerang target tertentu, atau mengambil item yang ditemukan.

Kami sangat menyarankan untuk bermain dengan pemain lain karena pengalamannya lebih menyenangkan, setidaknya dengan satu atau dua teman. Jika semuanya adalah pemain yang tidak saling kenal, akan ada kecendrungan permainan berjalan kurang seru karena tidak ada komunikasi. Apalagi jika salah satunya adalah pemain baru yang belum paham betul dengan mekansime game.

Tidak perlu khawatir pengalaman untuk multiplayer dibatasi, karena game ini sudah dilengkapi fitur crossplay antar platform, ditambah dengan dedicated server untuk meminimalisir lag.

Gunplay Sangat Memuaskan

Sensasi menembaki zombie dengan beragam jenis senjata di John Carpenter’s Toxic Commando sangat memuaskan. Variasi senjata di game ini sangat banyak, mulai dari handgun, assault rifle, shotgun, dan yang lainnya. Setiap tipe senjata akan memiliki keunggulan tersendiri. Misalnya assault rifle cocok untuk menghabisi musuh dalam jumlah banyak karena punya banyak peluru. Shotgun cocok digunakan oleh pemain yang suka bermain dalam jarak dekat.

Sistem menembaknya juga tidak rumit. Pemain tidak perlu terlalu mengkhawatirkan efek recoil dan semacamnya, karena hal seperti ini minim dalam game. Setiap senjata juga bisa dikustomisasi dengan menambahkan scope misalnya agar lebih presisi, atau memperluas magazine agar bisa membawa lebih banyak amunisi. Variasi ini membuat pemain ingin terus mencoba berbagai kombinasi senjata yang ada.

Selain variasi senjata, karakter pemain juga bisa memilih satu dari empat role yang tersedia. Game ini membaginya menjadi Striker (Damage Dealer), Medic, Defender, dan Operator. Keempatnya memiliki skill tree yang berisi berbagai macam skill dan juga bonus atribut. Tidak lupa, setiap role juga memiliki active skill yang bisa diaktifkan saat sedang bertempur melawan horde.

Hal yang kami rasakan adalah peran dari role ini seakan kabur saat permainan sedang berlangsung. Karena pada akhirnya, setiap pemain akan lebih mengandalkan senjata yang dibawa dibandingkan active skill dari role masing-masing. Bahkan kamu bisa bermain sebagai healer tetapi tetap berada di paling depan untuk membantai musuh.

John Carpenter’s Toxic Commando Dari Segi Teknis

Kami memainkan John Carpenter’s Toxic Commando di PC. Selama memainkan gamenya, kami tidak pernah mengalami masalah teknis. Apalagi mengingat game ini memiliki sistem horde yang memunculkan banyak objek sekaligus di dalam satu tempat. Namun tidak pernah ada masalah seperti lag atau bahkan FPS yang tiba-tiba drop.

Spesifikasi PC yang kami gunakan adalah CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Setting grafis yang kami pakai adalah high.

Kesimpulan Review John Carpenter’s Toxic Commando

Kesimpulan kami untuk review John Carpenter’s Toxic Commando adalah game ini tidak mencoba untuk merevolusi game zombie shooter. Game ini juga tidak mencoba tampil sebagai game yang menitikberatkan kepada cerita yang dalam dan filosofis. Sebaliknya, game ini justru tampil apa adanya dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh gamer yang menyukai genre ini.

Sistem horde yang muncul di game ini memang mengesankan, tapi sebetulnya bukanlah suatu hal yang baru karena sudah ada di World War Z. Sama halnya dengan sistem gunplay. Fitur yang lumayan menjadi pembeda adalah bagaimana developer membuat mobil tidak hanya menjadi sekedar pengantar, tapi sebagai anggota tim kelima.

Initnya jika kamu sedang mencari game dengan pengalaman co-op yang seru dan tidak ribet, Toxic Commando bisa dijadikan sebagai salah satu pilihannya.

John Carpenter’s Toxic Commando sudah tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

Sega Umumkan Karakter Tamu Baru di Sonic Racing: CrossWorlds

0
Sega Umumkan Karakter Tamu Baru di Sonic Racing: CrossWorlds

Sega telah mengumumkan Sonic Racing: CrossWorlds akan kedatangan karakter tamu baru gratis dalam update selanjutnya. Para tamu ini adalah Red dari Angry Birds, Goro Majima versi Captain Majima, danArle dari Puyo Puyo.

Tanggal Rilis Karakter Baru Sonic Racing: CrossWorlds

Red dan Goro Majima dijadwalkan meluncur pada April 2026. Sementara itu, Arle dari Puyo Puyo akan menyusul pada Mei 2026.

Red dari Angry Birds hadir dengan kendaraan bernama Super Roaster. Lalu Captain Majima membawa mesin Goromaru yang terinspirasi dari dunia Like a Dragon dan Yakuza. Arle yang berasal dari Puyo Puyo akan melakukan debut balapnya dengan kendaraan Twinkle Bayoen.

Selain mengumumkan pembalap baru, Sega juga mengkonfirmasi fitur baru yang tersedia pada versi demo game. Versi demo ini akan mendapatkan fitur Extreme Gear Machines mulai dari tanggal 19 Maret 2026.

Bagaimana menurutmu?

Sebagian Saham Capcom Telah Dibeli Oleh Investor Arab Saudi

0
Sebagian Saham Capcom Telah Dibeli Oleh Investor Arab Saudi

Saham Capcom telah dibeli sebagian oleh investor yang terafiliasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman. Dilaporkan bahwa setidaknya sekitar 5 persen saham telah dibeli oleh Electronic Gaming Development Company atau EGDC.

Saham Capcom Sebagian Sudah Dimiliki oleh Arab Saudi

Berdasarkan laporan Gamebiz, EGDC membeli 26.788.500 lembar saham. Jumlah itu setara dengan sekitar 5,03 persen dari total saham perusahaan. EGDC sendiri merupakan anak perusahaan dari Misk Foundation, yang juga dikenal sebagai Mohammed Bin Salman Foundation.

Masuknya EGDC ke dalam struktur pemegang saham ini disebut sebagai investasi murni. Artinya, pembelian ini bukan diarahkan untuk mengambil alih kendali perusahaan, melainkan untuk mendapatkan keuntungan.

Saat ini EGDC telah mengakuisisi 96 persen saham milik SNK, studio game Jepang yang dikenal lewat seri King of Fighters dan Fatal Fury. Kedepannya bukan tidak mungkin jika jumlah saham yang dimiliki oleh EGDC di Capcom semakin bertambah dan bertambah, sampai akhirnya menjadi seperti SNK.

Bagaimana menurutmu?

Square Enix March Sale untuk PC Segera Dimulai di Steam, Diskon Game Populer Hingga 60%

0

Kabar baik bagi para gamer PC yang gemar memainkan game RPG berkualitas. Square Enix resmi mengumumkan program promo tahunan “SQUARE ENIX MARCH SALE For PC”, yang akan segera hadir di platform Steam.

Melalui event diskon ini, berbagai judul populer dari Square Enix akan mendapatkan potongan harga menarik dalam bentuk digital download. Mulai dari seri klasik Dragon Quest, RPG modern seperti Octopath Traveler, hingga blockbuster terbaru dari franchise Final Fantasy, semuanya hadir dengan diskon yang cukup besar.

Bagi para penggemar RPG Jepang atau JRPG, promo ini bisa menjadi kesempatan terbaik untuk menambah koleksi game di PC dengan harga lebih terjangkau.

Daftar Game Pilihan dalam Square Enix March Sale

Dalam pengumuman resminya, Square Enix juga menyoroti beberapa judul unggulan yang mendapatkan diskon spesial selama promo berlangsung.

Dragon Quest I & II HD-2D Remaster – Diskon 25%

Salah satu judul yang menarik perhatian adalah Dragon Quest I & II HD-2D Remaster, versi remake dari dua game klasik dalam franchise Dragon Quest.

Game ini menghadirkan visual bergaya HD-2D, yaitu kombinasi sprite klasik dengan efek pencahayaan modern yang membuat dunia game terlihat lebih hidup tanpa meninggalkan nuansa retro.

Dalam event sale ini, game tersebut mendapatkan diskon hingga 25% di Steam, sehingga menjadi kesempatan menarik bagi pemain yang ingin merasakan kembali petualangan klasik dalam tampilan modern.

Octopath Traveler 0 – Diskon 25%

Judul lain yang ikut mendapatkan potongan harga adalah Octopath Traveler 0, game RPG terbaru dalam franchise Octopath Traveler.

Seri ini dikenal dengan gaya visual HD-2D yang unik serta sistem cerita multi-karakter yang memungkinkan pemain mengikuti berbagai kisah berbeda dalam satu dunia yang saling terhubung.

Selama promo berlangsung, Octopath Traveler 0 juga mendapatkan diskon 25% di Steam.

Final Fantasy VII Rebirth – Diskon 40%

Bagi penggemar franchise Final Fantasy, salah satu penawaran paling menarik datang dari Final Fantasy VII Rebirth.

Game ini merupakan kelanjutan dari proyek remake epik Final Fantasy VII, yang membawa pemain kembali mengikuti perjalanan Cloud Strife dan teman-temannya dalam petualangan besar melawan ancaman Shinra dan misteri yang lebih besar di balik dunia mereka.

Selama Square Enix March Sale, game ini mendapatkan diskon hingga 40% di Steam.

Stranger of Paradise: Final Fantasy Origin – Diskon 60%

Jika kalian mencari game action RPG dengan harga lebih terjangkau, Stranger of Paradise: Final Fantasy Origin menjadi salah satu penawaran terbaik.

Game yang mengusung gameplay action cepat ini menghadirkan reinterpretasi cerita klasik Final Fantasy dengan pendekatan yang lebih gelap dan penuh aksi.

Dalam promo ini, game tersebut mendapatkan diskon besar hingga 60%, menjadikannya salah satu penawaran paling menarik dalam event sale kali ini.

Kesempatan Terbaik untuk Koleksi Game RPG

Event SQUARE ENIX MARCH SALE For PC memberikan kesempatan bagi para gamer untuk menikmati berbagai judul populer dari Square Enix dengan harga yang lebih murah.

Namun seperti biasa dalam event diskon digital, pemain disarankan untuk memastikan bahwa harga yang ditampilkan di halaman toko sudah mencerminkan harga setelah diskon sebelum melakukan pembelian.

Selain itu, ketersediaan diskon dan harga dapat berbeda tergantung wilayah dan waktu promosi yang berlaku di masing-masing toko digital.

Little Nightmares VR: Altered Echoes Resmi Diumumkan, Petualangan Horor VR Baru Rilis April 2026

0

Penggemar game horor atmosferik akhirnya mendapat kabar baru dari dunia Little Nightmares. Bandai Namco Entertainment bersama Bandai Namco Entertainment Asia secara resmi mengumumkan game terbaru berjudul Little Nightmares VR: Altered Echoes, yang akan membawa pengalaman horor ikonik seri ini ke dunia virtual reality.

Game ini dijadwalkan rilis pada 24 April 2026 dan akan hadir untuk PlayStation VR2 di PlayStation 5, serta PC melalui SteamVR dan Meta Horizon Store. Selain itu, game ini juga dapat dimainkan secara standalone di Meta Quest 2 dan Meta Quest 3.

Bersamaan dengan pengumuman ini, trailer terbaru juga dirilis untuk memberikan gambaran awal mengenai pengalaman horor yang lebih imersif dibandingkan seri sebelumnya.

Mengalami Dunia Little Nightmares dari Perspektif Baru

Berbeda dengan game sebelumnya yang menggunakan sudut pandang side-scrolling, Little Nightmares VR: Altered Echoes menghadirkan pengalaman first-person VR penuh. Artinya, pemain benar-benar akan merasakan dunia gelap dan menyeramkan dari seri ini secara langsung.

Game ini dikembangkan oleh Iconik, yang merancang pengalaman VR untuk memaksimalkan atmosfer horor psikologis khas Little Nightmares.

Melalui teknologi VR, pemain akan menyaksikan secara dekat berbagai elemen dunia game yang penuh misteri—mulai dari lingkungan yang menyeramkan, makhluk-makhluk aneh, hingga rahasia yang tersembunyi di balik setiap sudut dunia tersebut.

Pendekatan ini menjadikan Altered Echoes sebagai salah satu pengalaman paling imersif dalam franchise Little Nightmares.

Mengendalikan Dark Six dalam Perjalanan Mencari Jati Diri

Dalam game ini, pemain akan berperan sebagai Dark Six, sosok misterius berbentuk gadis kecil yang memiliki hubungan erat dengan karakter utama seri ini, Six.

Cerita berfokus pada perjalanan Dark Six yang mencoba menemukan kembali bagian dirinya yang hilang. Sepanjang perjalanan tersebut, pemain akan menjelajahi berbagai lokasi baru yang dipenuhi misteri serta petunjuk tentang masa lalu Six dan fenomena misterius yang dikenal sebagai Transmission.

Petualangan ini tidak hanya menghadirkan ancaman dari musuh dan makhluk raksasa yang mengerikan, tetapi juga menggali konflik internal Dark Six sendiri saat ia perlahan berubah.

Puzzle Horor yang Dirancang Khusus untuk VR

Sebagai game adventure-puzzle, Little Nightmares VR: Altered Echoes menghadirkan berbagai teka-teki yang dirancang khusus untuk memanfaatkan mekanisme VR.

Setiap chapter dalam game menghadirkan tantangan yang berbeda, seperti:

  • Menjelajahi lingkungan yang penuh jebakan

  • Memecahkan puzzle kompleks

  • Menghindari makhluk raksasa yang mengintai

  • Mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik dunia game

Desain levelnya juga memanfaatkan perspektif VR untuk menghadirkan rasa tegang yang lebih intens. Pemain harus memperhatikan setiap detail lingkungan karena petunjuk penting sering tersembunyi di tempat yang tidak terduga.

Dunia Suram yang Dipenuhi Misteri

Seperti game sebelumnya dalam seri ini, dunia Little Nightmares VR: Altered Echoes dipenuhi dengan simbolisme gelap dan cerita yang tersirat melalui lingkungan.

Setiap lokasi yang dijelajahi memiliki “gema masa lalu” yang menggambarkan peristiwa yang pernah terjadi di sana. Pemain akan menemukan berbagai petunjuk tentang hubungan antar karakter serta misteri yang lebih besar yang melibatkan dunia Little Nightmares.

Pendekatan narasi ini membuat pemain tidak hanya sekadar bermain, tetapi juga menyusun potongan cerita dari berbagai petunjuk yang ditemukan sepanjang perjalanan.

Dukungan Banyak Headset VR

Game ini dioptimalkan untuk berbagai perangkat VR modern. Selain PlayStation VR2, game ini juga mendukung berbagai headset PC VR populer, termasuk:

  • Meta Quest 2

  • Meta Quest 3

  • Meta Quest 3S

  • Oculus Rift dan Rift S

  • Pico 4

  • Valve Index

  • HTC Vive

Dukungan luas ini memungkinkan lebih banyak pemain untuk menikmati pengalaman horor VR yang ditawarkan oleh game ini.

Babak Baru dalam Franchise Little Nightmares

Sejak pertama kali dirilis pada 2017, seri Little Nightmares dikenal sebagai salah satu game horor atmosferik paling unik di industri game. Dengan visual bergaya dongeng gelap dan cerita simbolis, franchise ini berhasil membangun basis penggemar yang besar.

Melalui Little Nightmares VR: Altered Echoes, seri ini mencoba membawa pengalaman tersebut ke level berikutnya dengan pendekatan virtual reality penuh.

Dengan gameplay yang lebih imersif, eksplorasi cerita yang lebih dalam, serta perspektif baru yang menempatkan pemain langsung di dunia game, judul ini berpotensi menjadi salah satu game horor VR paling menarik pada tahun 2026.

Siap Menghadapi Mimpi Buruk dalam VR?

Jika kalian pernah merasa dunia Little Nightmares sudah cukup menyeramkan dalam layar biasa, bayangkan mengalaminya secara langsung melalui VR.

Little Nightmares VR: Altered Echoes akan membawa pemain memasuki dunia gelap yang penuh misteri dan bahaya saat game ini resmi dirilis pada 24 April 2026.

Bravely Default Flying Fairy HD Remaster Resmi Rilis di PC dan Xbox, RPG Legendaris Kini Hadir Lebih Modern

0

Kabar baik bagi penggemar RPG klasik. Square Enix resmi merilis BRAVELY DEFAULT FLYING FAIRY HD Remaster secara digital untuk PC dan Xbox. Game yang dikenal sebagai salah satu RPG paling dicintai dalam satu dekade terakhir ini kini tersedia melalui Steam, Xbox Series X|S, serta Xbox on PC, lengkap dengan dukungan Xbox Play Anywhere.

Dengan versi remaster ini, pemain dapat kembali menikmati petualangan epik di dunia Luxendarc dengan visual yang lebih tajam, peningkatan kualitas hidup (quality-of-life improvements), serta sejumlah mini-game baru yang menambah keseruan gameplay.

Menariknya lagi, untuk merayakan perilisan ini, game tersebut juga mendapatkan diskon 20% di platform Steam dan Xbox untuk waktu terbatas.

RPG Legendaris Kini Hadir di Lebih Banyak Platform

Awalnya, BRAVELY DEFAULT FLYING FAIRY HD Remaster dirilis tahun lalu untuk Nintendo Switch 2. Kini, versi terbaru tersebut diperluas ke platform lain sehingga lebih banyak pemain dapat merasakan petualangan klasik yang telah menjadi favorit penggemar RPG di seluruh dunia.

Game ini juga telah dioptimalkan untuk perangkat gaming portabel modern seperti ROG Xbox Ally dan Steam Deck, sehingga pemain dapat menikmati petualangan besar ini secara fleksibel, baik di rumah maupun saat bepergian.

Langkah ini sekaligus memperluas jangkauan salah satu franchise RPG penting dari Square Enix kepada generasi pemain baru.

Kisah Fantasi Epik di Dunia Luxendarc

Cerita dalam BRAVELY DEFAULT FLYING FAIRY HD Remaster mengambil latar di dunia fantasi Luxendarc, sebuah dunia yang dijaga keseimbangannya oleh empat kristal elemen.

Namun kedamaian tersebut runtuh ketika kegelapan muncul dari sebuah jurang misterius yang dikenal sebagai Great Chasm. Peristiwa tersebut mengancam keseimbangan dunia dan memicu petualangan besar untuk memulihkan kekuatan kristal.

Pemain akan mengikuti perjalanan para Warriors of Light, termasuk:

  • Agnès Oblige

  • Tiz Arrior

  • Edea Lee

  • Ringabel

Mereka juga ditemani oleh peri misterius bernama Airy, yang memandu perjalanan mereka untuk memulihkan kristal dan menyelamatkan dunia.

Cerita klasik tentang kristal, persahabatan, dan pengorbanan ini menjadi salah satu alasan mengapa game ini begitu dikenang oleh para penggemar RPG.

Sistem Pertarungan “Brave & Default” yang Ikonik

Salah satu fitur paling ikonik dari seri ini adalah sistem pertarungan Brave & Default.

Mekanisme ini memberikan pendekatan strategis yang unik dalam pertarungan turn-based:

  • Brave memungkinkan karakter menggunakan beberapa aksi sekaligus dalam satu giliran dengan mengonsumsi Brave Points.

  • Default memungkinkan pemain menyimpan giliran sambil meningkatkan pertahanan karakter.

Sistem ini memberikan fleksibilitas strategi yang besar bagi pemain dalam menghadapi berbagai musuh dan boss.

Selain itu, game ini juga menghadirkan lebih dari 20 job class berbeda, yang memungkinkan pemain menciptakan kombinasi kemampuan unik untuk setiap anggota party.

Hal tersebut membuat setiap pemain dapat membangun strategi dan gaya bermain yang berbeda.

Visual HD dan Fitur Modern

Sebagai versi remaster, game ini hadir dengan berbagai peningkatan yang membuat pengalaman bermain terasa lebih modern.

Beberapa peningkatan yang dihadirkan antara lain:

  • Visual yang telah ditingkatkan ke resolusi HD

  • Fitur quality-of-life untuk gameplay yang lebih nyaman

  • Mini-game tambahan yang memberikan variasi aktivitas

  • Kemampuan mempercepat pertarungan turn-based

Semua peningkatan ini dirancang untuk mempertahankan nuansa klasik game aslinya, sekaligus membuatnya tetap relevan bagi pemain masa kini.

Musik Epik dan Desain Karakter Ikonik

Selain gameplay yang solid, BRAVELY DEFAULT FLYING FAIRY HD Remaster juga terkenal karena kualitas artistiknya.

Desain karakter dalam game ini dibuat oleh Akihiko Yoshida, yang juga dikenal lewat karya-karyanya di Final Fantasy Tactics dan NieR: Automata.

Sementara itu, soundtrack epik yang memperkuat atmosfer petualangan digarap oleh komposer Revo, yang dikenal dengan komposisi musik dramatisnya.

Kombinasi visual artistik dan musik megah inilah yang membuat pengalaman bermain terasa semakin berkesan.

Bonus Digital Art Book untuk Pembeli

Square Enix juga memberikan bonus menarik bagi pemain yang membeli game ini. Setiap pembelian akan mendapatkan digital art book yang dapat diakses melalui D-Viewer, berisi berbagai ilustrasi dan materi visual dari proses pengembangan game.

Bonus ini menjadi daya tarik tambahan bagi penggemar yang ingin melihat lebih dalam dunia dan desain artistik di balik game tersebut.

RPG Klasik yang Wajib Dimainkan Kembali

Perlu diketahui bahwa BRAVELY DEFAULT pertama kali dirilis pada tahun 2012 untuk Nintendo 3DS dan menjadi salah satu RPG paling berpengaruh pada masanya. Game ini bahkan menjadi fondasi bagi lahirnya seri RPG populer lainnya seperti Octopath Traveler yang juga dikembangkan oleh Team Asano.

Dengan lebih dari 3 juta unit penjualan di seluruh dunia, franchise ini telah membuktikan dirinya sebagai salah satu RPG modern yang paling dicintai oleh para pemain.

Dengan visual HD yang diperbarui, fitur modern, serta gameplay strategis yang tetap mempertahankan ciri khasnya, BRAVELY DEFAULT FLYING FAIRY HD Remaster menghadirkan kesempatan sempurna bagi pemain lama untuk bernostalgia sekaligus bagi pemain baru untuk merasakan salah satu RPG terbaik dalam satu dekade terakhir.

Game ini kini tersedia untuk PC melalui Steam, Xbox Series X|S, Xbox on PC, serta Nintendo Switch 2.

Kolaborasi Sonic Rumble X The Smurfs Diumumkan

0
Kolaborasi Sonic Rumble X The Smurfs Diumumkan

Kolaborasi Sonic Rumble X The Smurfs akan hadir di mobile dan PC mulai dari 16 Maret 2026. Dalam kolaborasi crossover ini pemain bisa mendapatkan item eksklusif bertema Smurfs, bermain sebagai karakter Smurfs, serta menjajal stage spesial.

Selain itu, Sega juga melakukan pergantian nama game menjadi Sonic Rumble Party karena hadirnya mode baru Party Rumble dan Toy Capsule ke dalam game.

Kolaborasi Sonic Rumble X The Smurfs

Event Sonic Rumble X The Smurfs akan berlangsung mulai 16 Maret 2026. Selama periode ini, pemain dapat memperoleh item crossover eksklusif melalui Event Pass maupun Shop.

Selain event kolaborasi, update terbaru juga memperkenalkan Party Rumble, mode baru 1 ronde yang berfokus pada minigame cepat dan mudah dimainkan dalam grup berisi delapan pemain. Saat dirilis, mode ini akan langsung menyediakan lebih dari 30 stage Party Rumble. Mode tersebut ditujukan bagi pemain yang mencari sesi bermain singkat dan santai, berbeda dari mode yang lebih intens seperti Ring Survival, Squad, dan Co-op Battle.

Ada juga mode Toy Capsule sebagai cara baru untuk mendapatkan hadiah di dalam game. Saat pemain terus menyelesaikan ronde permainan, mereka bisa memperoleh item berharga seperti Skin Fragments.

Sebagai pelengkap, update terbaru juga membawa perbaikan sistem reward. Red Star Rings kini bisa didapatkan lewat Season Pass, percobaan gratis Crane meningkat dari satu kali menjadi empat kali per hari, dan fitur Friends ikut ditingkatkan agar lebih nyaman digunakan.

Bagaimana menurutmu?