ViewSonic telah memperkenalkan monitor gaming terbarunya yaitu XG2536. Dirancang untuk para gamer yang ingin mencapai level profesional, ViewSonic Gaming XG2536 dengan ultra-fast refresh rates, waktu respons yang sangat rendah, dan visual yang mendekati nyata. Monitor ini menghadirkan pengalaman gaming yang mulus dan hidup, mendorong para gamer untuk mengeluarkan potensi mereka sepenuhnya.
“Kami percaya bahwa XG2536 akan menjadi monitor gaming yang ideal,” ujar Eko Handoko Wijaya, Country Manager ViewSonic Indonesia. “XG2536 yang baru ini sangat cocok bagi para gamer yang ingin unggul dalam gaming kompetitif, membantu mereka mengeluarkan potensi penuh mereka—baik saat berlatih di ruang pribadi, berkompetisi di klub esports sekolah, atau merancang strategi bersama tim. XG2536 mendorong para gamer untuk berkembang dari penantang menjadi juara.” sambungnya.
Pengalaman Gaming yang Hidup dan Presisi
Monitor gaming XG2536 memiliki kecepatan refresh rates hingga 280Hz, yang menghadirkan ketajaman dan kejernihan yang luar biasa. Kecepatan refresh ini menghidupkan setiap detail favorit para gamer dengan visual yang jernih dan lancar. Para gamer juga dapat bermain dengan akurasi yang sangat tepat, bebas dari blur gerakan dan ghosting karena waktu respons yang sangat singkat yaitu 0,5ms (MPRT).
Gaming Tanpa Gangguan dengan Visual yang Nyata
Untuk menjaga fokus gamer dan menjadi yang terdepan dalam kompetisi, XG2536 dilengkapi dengan teknologi AMD FreeSync™ Premium. Teknologi ini menyinkronkan kecepatan refresh monitor dengan frame rate dari kartu grafis, menghilangkan screen tearing dan stuttering. XG2536 juga dilengkapi dengan teknologi panel SuperClear® IPS, yang menghadirkan warna-warna yang nyata dan sudut pandang luas yang nyaman. Baik saat Anda sedang asyik bermain game kompetitif atau menikmati film, Seri XG2536 menawan dengan setiap detailnya.
Pengaturan Meja yang Dapat Disesuaikan untuk Setiap Gamer
Seri XG2536 menawarkan opsi pengaturan meja yang serbaguna, memadukan pencahayaan RGB dinamis dengan desain ergonomis untuk memenuhi kebutuhan setiap gamer. Dengan spektrum warna yang dapat disesuaikan, gamer dapat mengkustomisasi pencahayaan RGB untuk menciptakan suasana yang sempurna untuk setiap sesi permainan, baik itu aksi intens atau penjelajahan yang tenang. Dengan penyesuaian tinggi, kemiringan, putaran, dan swivel, desain ergonomis XG2536 memastikan gamer tetap nyaman dan fokus, bahkan selama sesi permainan yang panjang.
XG2536 menawarkan berbagai opsi konektivitas yang serbaguna, termasuk HDMI, DisplayPort, dan USB-C. Port USB-C juga menyediakan daya, memungkinkan gamer untuk mengisi daya perangkat mereka saat bermain.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai monitor ViewSonic GAMING XG2536 bisa dilihat di sini.
Game sepak bola EA Sports FC 25 sudah bisa mulai dimainkan bagi gamer yang memiliki status early access. Akses ini sudah tersedia sejak 20 September kemarin.
Early Access EA Sports FC 25 hanya bisa didapatkan dengan membeli Ultimate Edition. Sedangkan untuk edisi standard EA Sports FC 25 baru akan tersedia pada tanggal 27 September 2024 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC (Via Steam dan Epic Games Store).
Dibuat dengan Frostbite Engine, akan memaksimalkan teknologi dari HyperMotionV dan PlayStyles. Selain itu game ini juga akan mengimplementasikan FC IQ yang menghadirkan perombakan pada fondasi taktis dalam setiap pertandingan dengan memberikan kontrol strategis kepada pemain yang lebih besar.
Keunikan utama dari EA Sports FC 25 adalah Rush. Mode ini akan menghadirkan pengalaman 5v5 yang sepenuhnya memanfaatkan kontrol permainan dan mekanik yang sama seperti 11v11. Tersedia di Football Ultimate Team, Clubs, dan Kick-Off, Rush dirancang khusus untuk dimainkan bersama teman, memungkinkan kelompok beranggotakan empat orang untuk bergabung dan bermain di lapangan bersama dengan kiper yang dikendalikan oleh AI.
Sega telah mengumumkan adanya acara Sonic Central 2024 yang akan tayang malam ini. Menurut keterangan di media sosial X, acara Sonic Central akan membahas roadmap di tahun 2025 untuk si Landak Biru. Mulai dari kolaborasi, event, dan juga proyek terbaru yang kemungkinan besar adalah game dan juga film.
Pada tahun ini, Sega akan menelurkan game Sonic baru yang berjudul Sonic X Shadow Generations. Game yang akan rilis pada tanggal 25 Oktober 2024 ini akan menampilkan duo Sonic dan Shadow. Lalu pada bulan tanggal 20 Desember 2024, Sega bekerjasama dengan Paramount Pictures akan menayangkan film Sonic the Hedgehog 3. Film juga akan menampilkan Shadow yang diperankan oleh Keanu Reeves.
Sony Interactive Entertainment telah mengumumkan adanya acara State of Play yang akan ditayangkan besok pagi di YouTube dan Twitch. Dalam acara berdurasi 30 menit ini, Sony akan mengumumkan setidaknya 20 game di acara ini untuk PS5 dan PS VR2.
Pengumuman State of Play ini mendapatkan berbagai respon dari netizen. Kebanyakan berharap bahwa Sony akan mengumumkan game yang “layak” di acara ini. Salah satunya adalah sekuel dari Bloodborne atau setidaknya versi remaster dari game tersebut. Ada juga yang berharap akan ada kejelasan dari Sony dan developer Firewalk Studio tentang masa depan dari Concord.
Riot Games mengumumkan Linkin Park akan menjadi musisi yang membawakan anthem League of Legends World Championship 2024. Judul dari lagu ini adalah “Heavy Is The Crown.” Video musik “Heavy Is The Crown” akan dapat dinikmati oleh penggemar di YouTube atau platform musik lainnya mulai hari Selasa, 24 September pukul 22:00 WIB.
“Heavy Is The Crown” merupakan single terbaru Linkin Park berjudul “The Emptiness Machine” yang menjadi lagu pertama mereka dalam tujuh tahun terakhir. Album Linkin Park ke-8 yang berjudul “From Zero” akan dirilis pada 15 November 2024 melalui Warner Records.
“Menjadi partner Riot untuk membawakan anthem ini kepada komunitas global League of Legends adalah pengalaman yang luar biasa bagi kami,” kata Mike Shinoda, personel Linkin Park.
“Lagu ini benar-benar menjadi salah satu bagian penting dari era baru kami, memadukan suara khas kami dengan energi yang segar. Kami sangat bersemangat agar para penggemar dan pemain juga bisa merasakannya,” Katanya.
“Worlds anthem adalah salah satu momen musik yang paling dinantikan oleh para pemain League setiap tahunnya dan telah menjadi sorotan besar dalam dunia musik global,” ucap Maria Egan, Global Head of Music, Riot Games.
“Saat band ini memasuki babak baru yang seru, kami merasa terhormat untuk bisa bersama dengan mereka untuk anthem tahun ini. Lirik ‘Heavy Is The Crown’ begitu sempurna menggambarkan narasi Worlds tahun ini dan sangat cocok untuk tema video musik kami,” Tambahnya.
League of Legends World Championship 2024 akan dimulai dari tanggal 25 September 2024 sampai dengan 2 November 2024. Turnamen eSport ini akan berlangsung diberbagai kota di Eropa, dengan Inggris sebagai lokasi untuk Grand Finalnya.
Pesepakbola CR7 alias Cristiano Ronaldo telah membuat heboh dunia game! Beberapa hari yang lalu, akun media sosial CR7 telah membagikan teaser foto dan juga video yang mempromosikan game fighting Fatal Fury: City of the Wolves.
Teaser ini tidak menjelaskan informasi apapun, hanya caption bertuliskan “Sesuatu yang menakjubkan sedang dibuat”. Netizen yang kebingungan melihat postingan Ronaldo ini membuat berbagai macam teori. Ada yang mengatakan bahwa Ronaldo akan menjadi salah satu karakter di Fatal Fury: City of the Wolves. Ada juga menganggap Ronaldo hanya mengiklankan saja.
Selain dengan SNK dan Fatal Fury, Ronaldo juga berkolaborasi dengan game sepak bola UFL. Ia bahkan disebut merupakan salah satu investor di game tersebut.
Fatal Fury: City of the Wolves rencananya akan dirilis pada tanggal 24 April 2025 di PS4, PS5, Xbox Series, dan PC.
Bandai Namco telah merilis trailer baru untuk Sword Art Online: Fractured Daydream. Video ini menjelaskan mode dalam game yang dibagi menjadi dua: Story Mode yang adalah singleplayer dan Online Mode yang merupakan mode multiplayer.
Dalam Story Mode, pemain bisa mengikuti cerita yang terjadi di Sword Art Online: Fractured Daydream. Pemain juga dapat membuka karakter-karakter baru di dalam mode ini yang nantinya bisa digunakan dalam Online Mode.
Pada Online Mode, pemain bisa bergabung ke dalam tim yang berisi tiga pemain lain. Nantinya tim akan akan bergabung dengan 20 pemain lainnya untuk menyelesaikan quest atau mengalahkan raid boss. Ada juga mode Free Roam dimana pemain bisa dengan bebas menjelajahi wilayah tertentu. Karakter yang tersedia di game ini akan berasal dari semua franchise Sword Art Online dimana masing-masing akan memiliki gaya bermain yang berbeda.
Sword Art Online: Fractured Daydream tersedia pada tanggal 3 Oktober 2024 untuk PS5, Xbox Series, dan Nintendo Switch. Untuk versi PC (Steam) menyusul pada tanggal 4 Oktober 2024 untuk PC melalui Steam.
Bandai Namco telah mengumumkan versi mobile Naruto: Ultimate Ninja Storm. Game ini akan dirilis pada tanggal 25 September 2024 di perangkat android dan iOS.
Naruto: Ultimate Ninja Storm merupakan game pertama untuk franchise ini. Dirilis pertama kali di tahun 2008 di PS3, Naruto: Ultimate Ninja Storm berhasil menarik perhatian gamer dan juga fans Naruto. Karena kepopulerannya, Naruto: Ultimate Ninja Storm sudah dirilis ulang di berbagai platform, termasuk mobile.
Karena didesain untuk mobile, Naruto: Ultimate Ninja Storm sudah dilengkapi oleh fitur yang mendukung platform tersebut. Seperti penyederhanaan sistem control, interface, dan juga sistem autosave.
Square Enix dan FuturLab telah mengumumkan DLC baru untuk PowerWash Simulator. Dalam DLC baru ini pemain akan bisa mengakses rawa yang merupakan tempat tinggal Shrek. Kolaborasi antara PowerWash Simulator dengna Shrek akan tersedia pada tanggal 10 Oktober 2024.
PowerWash Simulator merupakan game simulasi dimana pemain akan menjadi seorang pembersih. Tugas pemain adalah membersihkan objek-objek yang kotor, mulai dari yang sederhana seperti mobil sampai yang kompleks seperti rumah. PowerWash Simulator juga sering berkolaborasi dengan brand dan pop culture lain. Hasilnya adalah DLC seperti Shrek, Spongebob, dan masih banyak lagi.
Gamer zaman now akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mencoba game Dead Rising pertama dengan dukungan teknologi kekinian. Dead Rising Deluxe Remaster merupakan versi remaster dari game Dead Rising pertama yang rilis di tahun 2006.
Saya sendiri termasuk dalam kategori gamer yang belum pernah memainkan game Dead Rising pertama. Perkenalan saya dengan franchise ini justru diawali dengan Dead Rising 2. Kehadiran Dead Rising Deluxe Remaster ini adalah momen bagi saya untuk merasakan bagaimana awal dari franchise ini dimulai.
Setelah memainkan versi review Dead Rising Deluxe Remaster di PC yang diberikan oleh Capcom, saya mengakui bahwa tampilan grafis dan performa game ini sudah menjadi lebih baik. Tapi ada juga beberapa hal yang menghilang dan membuat saya merasa agak aneh.
Frank West dan Willamette
Dalam Dead Rising Deluxe Remaster, pemain akan mengikuti petualangan Frank West, seorang jurnalis yang ditugaskan untuk menyelidiki peristiwa misterius yang terjadi di Willamette. Terbang ke kota tersebut dengan harapan mendapatkan berita yang sensasional, Frank justru menemukan bahwa Willamette telah dikarantina oleh militer dan warganya telah berubah menjadi zombie.
Bersama pilot helikopternya, Frank mendarat di Willamette Parkview Mall, sebuah mall besar yang juga merupakan tempat perlindungan dari sekelompok survivor. Frank akhirnya terjun ke dalam aksi yang ia cari sambil menyelamatkan korban yang terjebak. Ia juga akan mengungkap kisah kelam yang mengancam kota tersebut.
Sebagai seorang reporter, Frank West lebih mementingkan foto yang ia dapatkan dibandingkan menolong orang lain. Saat orang-orang mengalami kematian yang mengerikan akibat serangan zombie, Frank justru dengan santai mengambil foto-fotonya. Seiring jalannya cerita akan ada perkembangan karakter dari Frank, dimana ia akhirnya mau mengulurkan tangannya untuk membantu.
Dari segi grafis, Dead Rising Deluxe Remaster terlihat lebih mengkilap dibandingkan game aslinya. Capcom membangun game ini dengan menggunakan RE Engine, teknologi yang sama dengan yang digunakan dalam semua remake Resident Evil. Hasilnya adalah peningkatan visual yang sangat signifikan dan animasi wajah karakter yang jauh lebih baik. Kombinasi ini membuat adegan cutscene menjadi lebih imersif.
Tidak hanya itu, Capcom juga memberikan banyak NPC di dalam game yang awalnya “bisu” di game originalnya, sekarang memiliki voice actor. Sayangnya semua pengisi suara di dalam game original Dead Rising tidak lagi dipakai dalam versi remaster.
Gameplay yang Sudah Diremaster
Dalam Dead Rising Deluxe Remaster, perubahan yang paling krusial terletak pada pengalaman bermain yang lebih baik. Salah satu fitur baru yang menarik adalah kemampuan untuk bergerak sambil mengarahkan senjata. Pemain juga sekarang bisa menjawab panggilan radio dan memberikan perintah kepada NPC yang mengikutinya cukup dengan menekan tombol analog. Meski kesannya kecil, perubahan ini memudahkan pemain dari segi mobilitas.
Untuk mengalahkan zombie dan para psikopat, Frank bisa memakai berbagai benda yang ada disekitarnya. Mulai dari menghantam kepala dengan tongkat baseball, membelah dengan Katana, atau melempar boks. Frank juga memiliki berbagai macam keterampilan atau skill yang bisa dipelajari setiap ia naik level.
Pengumpulan poin experience yang didapatkan oleh Frank ketika menjepret foto dengan kameranya di versi Remaster juga dipercepat. Hal ini memungkinkan Frank dapat menjadi kuat dengan sangat cepat meski masih di hari awal.
Daya tahan senjata yang dulu tidak jelas, kini ditampilkan dengan jelas. Sistem navigasi di dalam game juga jauh lebih baik. Panah yang dulunya samar, kini digantikan oleh kompas dan juga indikator jarak. Fitur ini sangat membantu pemain dalam memahami lokasi yang menjadi tujuannya. Misalnya menjadi penanda untuk lantai yang berbeda atau memberi tahu jika tujuan sudah dekat.
Tiga Mode Permainan yang Bisa Dipilih
Sama seperti game originalnya, Dead Rising Deluxe Remaster memiliki tiga mode. Untuk mode yang pertama adalah 72 Hours, dimana Frank harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan survivor, mengalahkan para psikopat, serta menyelediki apa yang sedang terjadi di kota Willamette. Salah satu fitur baru yang diimpelementasi di mode ini adalah time skip atau mempercepat waktu. Fitur ini bisa diakses ketika berada di tempat save. Capcom juga mengimplementasikan fitur Autosave yang mempermudah pemain untuk mengulang game ketika membuat kesalahan.
Selain itu Dead Rising Deluxe Remaster juga memiliki mode Overtime. Mode ini merupakan kelanjutan dari 72 Hours dan bisa diakses jika pemain menyelesaikan syarat-syarat tertentu. Mode terakhir adalah Infinity dimana pemain harus bertahan hidup selama mungkin di Willamette Mall dengan persediaan yang terus menipis.
Fitur yang Hilang Dari Dead Rising Deluxe Remaster
Terlepas dari beberapa peningkatan yang diimplementasikan ke dalam game, gameplay di game Dead Rising Deluxe Remake menurut saya agak aneh dan bisa membuat bosan pemainnya dengan cepat. Salah satu penyebabnya adalah sudut pandang pemain yang agak terhalang oleh posisi Frank. Kondisi ini membuat saya merasa kurang nyaman ketika memainkan gamenya.
Selain itu, Dead Rising Deluxe Remaster juga kehilangan fitur combo weapon. Saya mengerti jika fitur ini memang tidak ada di game originalnya juga karena baru diimplementasi di seri-seri selanjutnya. Bagi gamer yang sudah memainkan Dead Rising 2 dan 3 seperti saya, ketiadaan fitur ini sayangnya justru menghilangkan salah satu daya tarik utamanya.
Tidak adanya combo weapon juga membuat variasi combat di dalam game menjadi satu dimensi. Pemain hanya membutuhkan setidaknya 3 atau 4 jenis senjata “overpower” untuk mengalahkan semua musuh di game dengan cepat.
Dead Rising Deluxe Remaster Dari Segi Teknis
Dari segi performa, Dead Rising Deluxe Remastered berjalan dengan lancar di PC saya. Spesifikasi yang saya gunakan adalah CPU Ryzen 7 2700X, VGA GeForce RTX 4070 Ti, RAM 32GB dan SSD. Selama bermain tidak ada penurunan FPS secara signifikan, walaupun Ketika Frank berada ditempat yang dipenuhi oleh zombie. Namun, tekstur bagian rambut beberapa karakter di versi remake seperti Isabela terlihat terlalu glossy sehingga terkesan tidak natural. Sensitivitas kursor mouse untuk Dead Rising Deluxe Remaster juga tergolong responsif, sehingga nyaman digunakan bagi pemain yang memakai mouse dan keyboard.
Kesimpulan
Dead Rising Deluxe Remaster berhasil mempertahankan pengalaman ikonik dari game aslinya sambil menyertakan beberapa penyesuaian modern yang sangat diperlukan dan disambut baik oleh para pemain. Namun, faktor otentik ini justru membuat saya merasa agak hampa ketika memainkan Dead Rising Deluxe Remaster. Sebabnya adalah fitur-fitur yang saya sukai ternyata hanya ada di seri Dead Rising setelahnya.
Jadi untuk proyek remaster selanjutnya, mungkin Capcom harus mempertimbangkan meremaster Dead Rising 2 jika menginginkan hasil yang lebih baik.