Home Blog Page 159

Review Ace Attorney Investigations Collection (Switch): Sidang di Luar Pengadilan

0

Ace Attorney Investigations Collection menghadirkan dua game spin-off dari franchise Ace Attorney, yaitu Ace Attorney Investigations: Miles Edgeworth dan Ace Attorney Investigations 2: Prosecutor’s Gambit. Bagi pemilik Nintendo DS, judul game pertama mungkin terasa sudah dikenal karena memang sudah ada versi bahasa Inggrisnya. Sedangkan untuk judul game kedua hanya tersedia di Jepang. Ini yang membuat Ace Attorney Investigations Collection menjadi menarik, karena menawarkan cerita baru yang belum dikenal oleh fansnya.

Playcubic mendapatkan kesempatan dari Capcom untuk memainkan versi review Ace Attorney Investigations Collection. Sebelumnya saya juga sudah memainkan game Ace Attorney original yang menampilkan Phoenix Wright. Bisa memainkan game dengan karakter yang seringnya muncul sebagai lawan dari Phoenix membuat saya penasaran.

Rival Jadi Karakter Utama

Dalam Ace Attorney Investigations Collection, pemain akan berperan sebagai Miles Edgeworth. Ia adalah seorang jaksa terkenal sekaligus rival dari Phoenix Wright. Seperti game Ace Attorney lainnya, Ace Attorney Investigations Collection juga merupakan game bergenre point-and-click. Perbedaan utamanya justru terletak pada peran karakter utama. jika Phoenix lebih banyak beraksi di ruang sidang, Miles akan terjun langsung dalam penyelidikan lapangan untuk memecahkan kasus.

Dari segi grafis, Capcom memberikan pemain opsi untuk memilih visual yang diinginkannya. Pemain bisa menggunakan presentasi visual HD hasil remaster atau memainkan game dengan tampilan sprite piksel yang mirip dengan versi aslinya di Nintendo DS.

TKP Menjadi Latar Permainan

Saat menyelidiki Tempat Kejadian Perkara (TKP), Miles akan dibantu oleh asisten pribadinya yang bernama Kay. Ia memiliki alat yang dapat menciptakan ulang adegan virtual berdasarkan foto dan juga ingatan. Teknologi ini akan membantu Miles memeriksa kembali kejadian untuk mendapatkan sudut pandang baru. Fitur ini cukup menarik karena adegan yang diproyeksikan dapat berubah berdasarkan pernyataan dari saksi atau dari hasil penyelidikan. Fitur ini juga membuat pemain menyadari bahwa area yang sebelumnya terabaikan, justru bisa memberikan petunjuk baru untuk memecahkan kasus.

Selain itu Miles juga memiliki mekanik Logic yang memungkinkan pemain untuk menyatukan dua bukti. Untuk mengaktifkannya pemain biasanya harus lebih dulu melakukan interogasi. Ada kepuasan tersendiri saat berhasil menghubungkan dua bukti, melihat hasilnya, dan menyaksikan bagaimana misteri utama yang tersembunyi semakin dekat untuk terpecahkan.

Tantangan untuk berpikir akan semakin menarik di game kedua, Ace Attorney Investigations 2: Prosecutor’s Gambit. Game ini akan memperkenalkan mekanik baru yaitu Mind Chess.

Mekanik Mind Chess bisa sedikit rumit dan memerlukan waktu untuk dikuasai. Jika diaktifkan, Miles akan beradu kecerdasan dengan orang yang ia interogasi di dalam ruang catur virtual. Sebagai Miles, pemain harus menggunakan celah dalam kesaksian dan logika untuk mengalahkan lawan.

Hal yang menarik dari mekanik ini adalah ada beberapa situasi di mana pemain bisa membuat Miles untuk tetap diam. Langkah ini pada dasarnya adalah Miles menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Ia akan membiarkan lawan untuk menjebak diri mereka sendiri. Mekanik ini meski sederhana, namun unik dan jarang ditemukan dalam game sejenis.

Menurut saya Mind Chess pada awalnya membingungkan. Saya perlu beberapa kali mencoba dan belajar dari kesalahan yang saya buat untuk akhirnya bisa mengerti (Meski belum sepenuhnya). Jika game utama Apollo Justice lebih mengedepankan drama di ruang sidang, Ace Attorney Investigations Collection sebetulnya sudah memiliki identitasnya sendiri. Salah satunya adalah dengan fitur Mind Chess ini.

Kemudahan Dalam Bermain

Selain mekanisme dalam gameplay, Capcom juga menambahkan fitur baru untuk pemain mengatur bagaimana mereka menjalankan gamenya. Story Mode adalah pilihan yang cocok jika kalian hanya ini mengikuti cerita di dalam game tanpa harus repot-repot memecahkan misterinya. Bisa dibilang mode ini akan memainkan gamenya untuk pemain. Dialog akan berjalan otomatis, karakter akan bergerak sendiri, semua bukti sudah disajikan, dan Miles Edgeworth akan mengambil semua keputusan sesuai jalur ceritanya.

Seperti kompilasi game Ace Attorney sebelumnya, Ace Attorney Investigations Collection juga akan memberikan pemain akses untuk masuk ke dalam galeri. Pemain bisa melihat bagaimana sketsa karakter yang dibuat oleh developer, menonton clip tertentu, mendengarkan musik, dan masih banyak lagi. Cocok bagi fans Ace Attorney yang ingin bernostalgia.

Kesimpulan

Ace Attorney Investigations Collection pada dasarnya masih menggunakan blueprint Ace Attorney. Seperti game visual novel lainnya, alur cerita di dalam game yang menghadirkan drama kriminal akan disukai oleh fans dan mereka yang menyukai cerita detektif.

Hal yang membedakan adalah bagaimana Miles Edgeworth memecahkan kasus dengan cara yang berbeda. Daya tarik dari Miles adalah bagaimana ia memiliki pandangannya sendiri tentang keadilan dan cara untuk mencapainya. Seiiring cerita, kalian bisa melihat bagaimana Miles secara perlahan mulai menyadari bahwa filosofi yang digunakan oleh rivalnya yaitu Phoenix Wright ada betulnya juga.

ASUS Republic of Gaming Luncurkan Power Supply ROG Strix Series

0

ASUS Republic of Gamers (ROG) telah meluncurkan PSU ROG Strix Platinum series sebagai power supply yang ideal untuk PC gaming. Perangkat dengan efisiensi tinggi ini tersedia dalam versi 1200-watt, 1000-watt, dan 850-watt. Ketiganya menyuguhkan kemampuan yang tinggi melalui suhu koneksi yang lebih rendah, fitur intelligent wattage delivery, ATX 3.1 dengan pengujian laboratorium Intel®, serta garansi 10 tahun.

Desain Cerdas, Pengoperasian Efisien

PSU ROG Strix Platinum series siap mendukung beragam rakitan PC dengan berbagai kartu grafis yang digunakan pengguna. Hal tersebut dapat dilakukan karena PSU tersebut dibekali dengan GPU-First intelligent voltage stabilizer (IVS). Fitur tersebut memastikan bahwa kartu grafis hasil overclock pun akan memiliki aliran daya yang stabil untuk beroperasi pada kapasitas puncak selama sesi gaming yang intens. Hasilnya, PSU ini dapat memberikan aliran yang lebih stabil ke GPU hingga 45% jika dibandingkan tanpa stabilizer. Selain itu, jika pengguna lebih memilih menggunakan sensor tegangan yang berfokus pada CPU konvensional, mereka hanya perlu mencabut kabel Strix Platinum IVS dengan mudah.

ROG Strix Platinum PSU juga dilengkapi MOSFET galium nitrida (GaN) yang meningkatkan efisiensi daya, mengurangi pemakaian energi, dan meningkatkan optimalisasi pengiriman daya hingga 30% dibandingkan generasi sebelumnya. Ukuran kecil GaN MOSFET mendukung tata letak komponen internal yang sederhana, sehingga menyediakan ruang lebih luas untuk peningkatan pembuangan panas, penempatan heatsink dengan tugas yang berat, serta aliran udara yang superior.

Lebih dari itu, dual ball bearing pada kipas PSU memiliki masa pakai hingga 80.000 jam untuk memastikan power supply tetap beroperasi, berapa pun game yang dimainkan pengguna. Saat mode 0dB diaktifkan dan beban PSU hanya 40% atau lebih rendah, kipas akan dimatikan secara pintar setelah mencapai suhu yang idel agar PC tetap senyap. Bahkan saat tidak dalam mode 0dB, model ROG Strix 1000W Platinum hanya menghasilkan suara kurang dari 20 dB. Nilai tersebut cukup rendah sehingga mendapatkan sertifikasi A+ Cybenetics Lambda untuk level akustik yang sangat senyap.

PSU series ini juga memiliki sertifikasi 80 PLUS Platinum dan uji lab Intel. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa baik beban ringan atau berat, pengguna akan  mendapatkan efisiensi setidaknya 89%. Raihan tersebut didapatkan salah satunya karena kapasitor kelas atas buatan Jepang yang dapat bertahan hingga dua kali lebih lama dibandingkan kapasitor standar. Peringkat Platinum juga menunjukkan penggunaan energi yang sangat efisien sekaligus kisaran suhu yang rendah yang berdampak pada akustik yang senyap dan penghematan tagihan listrik. Selain itu, high-performance copper pin pada konektor PCIe yang diperbarui meningkatkan konduktivitas termal dan mengurangi suhu konektor.

Power supply Untuk Perakit DIY

Penerapan filosofi modular adalah bagian penting yang membuat ROG Strix Platinum series sebagai solusi daya generasi terbaru. Di samping fitur yang mengesankan, proses pemasangan dan pengaturan PSU ini juga sangat mudah dengan adanya kabel modular fleksibel dan berpola yang beroperasi pada suhu hingga 50 C di bawah batas aman. Kabel ini juga memiliki sertifikasi UL758 dan telah memenuhi standar uji nyala api UL1581. Artinya, Strix Platinum dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna secara aman dan berkelanjutan.

ASUS juga telah mengintegrasikan kabel daya CPU yang inovatif pada ROG Strix Platinum series sebagai keunggulan lain bagi para perakit PC DIY. Kabel ini dibekali dengan pola warna yang unik dan klip khusus agar mudah dikenali. Dengan fitur ini, pengguna akan segera mengetahui kabel mana yang harus dihubungkan ke prosesor.

Setiap PSU Platinum series juga dibekali stiker ROG Strix, sehingga pengguna dapat menambahkan sentuhan gaya khusus melalui opsi tampilan yang dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. Meskipun PSU yang ramping dan angular ini hadir dengan logo ROG sebagai simbol perangkat gaming terbaik, sentuhan warna tambahan juga diberikan untuk memperlihatkan gaya yang unik.

PSU ROG Strix Platinum Ciptakan Standar Power Supply Gaming Terbaru

Pengguna ingin CPU atau GPU canggih terbarunya didukung oleh power supply yang dapat diandalkan. Mereka harus melindung keduanya dengan PSU yang memiliki kualitas premium seperti hardware tersebut. Dengan tingkat kebisingan yang senyap, pengoperasian yang efisien, dan pengiriman daya yang kencang, ROG Strix Platinum PSU series menghadirkan opsi yang dibutuhkan pengguna untuk membangun PC gaming generasi berikutnya.

Heboh Studio Lokal Brandoville Disebut Tindas Pegawainya

0

Kabar kurang baik datang dari industri game tanah air. Salah satu studio animasi lokal yang bernama Brandoville sedang ramai dirujak oleh netizen di media sosial. Penyebabnya adalah aksi penindasan dan juga kekerasan yang disebut dilakukan oleh pemilik studio kepada pegawainya.

Informasi ini muncul karena diungkap oleh netizen bernama Bisher Dokkmak yang mengungkap kondisi toxic yang terjadi di dalam Brandoville. Ia mengatakan bahwa co-owner dari Brandoville, Cherry Lai sering membully pegawainya. Cherry merupakan istri dari Ken Lai yang merupakan pemilik Brandoville.

Beberapa tindakan tidak masuk akal yang dilakukan oleh Cherry Lai adalah tidak mengizinkan cuti meski ada anggota keluarga yang meninggal dunia, memaksa bekerja di luar jam kerja, ancaman memotong gaji, bahkan sampai dengan verbal abuse. Kalian bisa melihat hal apa saja yang menimpa pegawai Brandoville dalam bentuk screenshot dan video di sini.

Brandoville sendiri memiliki latar belakang yang cukup baik karena pernah terpilih untuk ikut mengerjakan proyek game AAA seperti The Last of Us dan Final Fantasy VII Remake. Pada Agustus 2024, studio yang berbasis di Jakarta ini mengumumkan telah gulung tikar. Barulah setelah itu para mantan pegawai Brandoville mulai menyuarakan tentang situasi yang terjadi di dalam studio tersebut. Baik dari pihak Ken Lai dan Cherry Lai belum angkat bicara mengenai kasus ini.

Diungkap juga pasca penutupan Brandoville, Cherry Lai dan suaminya Ken Lai telah membuka studio baru bernama Lailai. Studio ini bahkan sedang melakukan proses perekrutan.

Bagaimana menurut kalian?

IGX 2024 Resmi Digelar di Mangga Dua Square, Jakarta

0

Setelah sukses di Tangerang pada Agustus 2024, Indonesia Game Experience (IGX) 2024 kembali hadir di Mangga Dua Square, Jakarta, dari tanggal 13 hingga 16 September 2024.

IGX 2024 siap menghadirkan pengalaman yang seru dengan berbagai turnamen game, kegiatan pop culture, seminar edukatif, dan juga gathering komunitas. IGX bukan hanya ditujukan untuk para gamers, tetapi juga untuk penggemar pop culture, animasi, dan industri IT.

Soegiharto Santoso, Ketua Umum DPP APTIKNAS, mengatakan: “Dengan rebranding besar-besaran, IGX 2024 tidak lagi sekadar event lokal, tetapi juga telah berkembang ke kota-kota besar di Indonesia,” ujarnya.

Amy Hsiao, Direktur TAITRA Jakarta, juga memberikan dukungan terhadap acara ini. Menurutnya, Taiwan sebagai pemimpin dalam industri teknologi, terutama perangkat gaming, akan terus mendukung pertumbuhan eSports di Indonesia. Selain itu, dukungan datang dari berbagai pihak seperti Dandit Hardianto dari PT Finnet Indonesia dan Angelika Putri dari APGI, yang berharap IGX dapat menjadi ajang untuk mendorong inovasi digital, terutama dalam bidang pembayaran.

“Indonesia Game Experience mencerminkan pertumbuhan pesat industri game di Indonesia. Acara ini adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk mengeksplorasi, berinovasi, dan menjadi jembatan antara developer game dengan penggemarnya. Kami sangat antusias melihat bagaimana IGX 2024 akan mendorong industri ini maju dan memberikan inspirasi bagi banyak orang,” Kata Raymond Thela, Chief Operating Officer Mangga Dua Square.

Pada pembukaan acara, Andi Tanudiredja dari Masterdata & Digitalife bersama Hendri Andrigo Sutanto, sebagai penyelenggara, memaparkan potensi besar industri game di Indonesia. Hendri menjelaskan bahwa IGX 2024 menghadirkan berbagai kegiatan menarik, termasuk turnamen e-sport untuk game PC dan mobile. Sementara itu, Andi menambahkan bahwa acara ini telah dipersiapkan dengan matang untuk memberikan pengalaman terbaik bagi semua pengunjung.

Turnamen Game, Cosplay, Seminar, dan Masih Banyak Lagi

Selama IGX 2024 berlangsung, ada tujuh turnamen game yang akan dipertandingkan, yaitu:

  1. Point Blank (PC)
  2. Valorant (PC)
  3. Ayodance (PC)
  4. CS2 (PC)
  5. Free Fire (Mobile)
  6. Mobile Legends (Mobile)
  7. Honor of Kings (Mobile)

Game lokal, Lokapala juga akan menggelar turnamen yang berlangsung dari hari Sabtu, 14 September hingga Senin, 16 September 2024. Battle of Guardians (BOG) juga akan hadir di acara ini.

Bagi penggemar pop culture, IGX 2024 menghadirkan berbagai acara seru seperti Kpop Noraebang MultiFandom, kompetisi cosplay, dan coswalk competition. IGX juga menyediakan kegiatan edukatif yang akan membantumu meningkatkan keterampilan, seperti:

  • Seminar Animasi: “12 Steps of Game Animation” bersama Syarief Syarfuan (CEO Spirits45 Studio) dan Ossy (Animation Supervisor).
  • Seminar IT: “Mastering The Art of Building Your Own Gaming PC” dengan Ronald Susanto (MSI Indonesia), Titin Tan (Lexar Indonesia), dan Jeremy Raditya (Thermaltake Indonesia). Seminar ini cocok banget untuk siswa SMK/SMA dan mahasiswa jurusan IT. Ada juga i-Sertifikat dan merchandise eksklusif yang bisa kamu dapatkan!

Selain itu juga akan ada iCafe Gathering untuk para pemilik iCafe, gamenet, atau warnet se-Jabodetabek.

Bagaimana menurut kalian?

Dragon Ball: Sparking! Zero Masukkan Cerita GT

0

Bandai Namco melalui trailer terbaru Dragon Ball: Sparking! Zero telah mengumumkan kehadiran cerita dari Dragon Ball GT. Akan ada banyak karakter baru yang hadir bersama cerita ini termasuk Son Goku kecil, Baby yang merupakan parasit yang dapat merasuki tubuh mahluk lain, dan juga Syn Shenron yang adalah sosok paling jahat dari kelompok Shadow Dragon.

Dragon Ball: Sparking! Zero merupakan penerus dari seri Budokai Tenkaichi. Pihak developer yaitu Spike Chunsoft memastikan bahwa Dragon Ball: Sparking! Zero akan tetang mengikuti konsep dari seri Budokai Tenkaichi. Game ini memiliki tiga game mode yaitu Episodic Battle, Custom Battle, dan Multplayer Battle.

Dragon Ball: Sparking! Zero akan tersedia pada tanggal 11 Oktober 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC.

Until Dawn Versi PC Wajib Pakai SSD

0

Spesifikasi Until Dawn di PC telah muncul. Menurut keterangan di PlayStation Blog, Until Dawn versi PC memiliki empat spesifikasi. Meski begitu masing-masing spesifikasi tetap mewajibkan SSD:

Minimum:

  • AVG Performance: 720P @ 30 FPS
  • Processor: Intel Core i7 4790K / AMD Ryzen 5 1500X (or similar processor with AVX support)
  • Graphics: NVIDIA GeForce GTX 1660 / Radeon RX 470 (or equivalent card with minimum 6GB VRAM)
  • Memory: 8GB RAM
  • Storage: 70GB on SSD

Recommended:

  • AVG Performance: 1080P @ 60 FPS
  • Processor: Intel Core i5 8600 / AMD Ryzen 7 2700X
  • Graphics: NVIDIA GeForce RTX 2060 / AMD Radeon RX 6600XT
  • Memory: 16GB RAM
  • Storage: 70GB on SSD

High:

  • AVG Performance: 1440p @ 60FPS / 4K @ 30FPS
  • Processor: Intel Core i5 8600 / AMD Ryzen 7 2700X
  • Graphics: NVIDIA GeForce RTX 3080 / AMD Radeon RX 6800XT
  • Memory: 16GB RAM
  • Storage: 70GB on NVMe

Very High:

  • AVG Performance: 4K @ 60FPS
  • Processor: Intel Core i7 11700K / AMD Ryzen 7 5800X3D
  • Graphics: NVIDIA GeForce RTX 3080 Ti / AMD Radeon RX 6800XT
  • Memory: 16GB RAM
  • Storage: 70GB on NVMe

Until Dawn versi PS5 dan PC dibangun dengan menggunakan Unreal Engine 5. Game ini akan mengalami peningkatan pada model karakter, lingkungan, objek interaktif, efek visual, dan juga animasi, Pencahayaan juga telah diracik ulang untuk memanfaatkan fitur raytracing. Selain itu Until Dawn juga sudah mendukung fitur DLSS (Nvidia dan AMD), unlock frame rate, dan ultra wide.

Until Dawn versi PS5 dan PC akan rilis pada tanggal 4 Oktober 2024.

Bagaimana menurut kalian?

Kick Off di Musim Terbaru eFootball

0

Konami Digital Entertainment Limited mengumumkan update terbaru dari seri game sepak bola eFootball™, yang merupakan update pertama untuk musim 2024/2025. Update kali ini akan ada beberapa perubahan fitur dalam game dan juga beragam event in-game yang dapat player nikmati.

Fitur baru dalam gameplay

Update eFootball™ terbaru akan mencakup sejumlah pembaruan pada pengalaman dalam game bagi para penggemar. Setelah menganalisa lebih dalam lagi feedback dari komunitas penggemar, KONAMI kini dapat mengonfirmasi perubahan-perubahan yang akan dilakukan.

Pada update kali ini, limit kontrak telah dihilangkan sehingga player dapat menggunakan semua pemain mereka, tidak peduli kapan mereka menandatanganinya. Pemain yang kontraknya sudah habis juga akan mengalami efek yang sama.

Opsi otomatis telah ditambahkan ke perkembangan pemain. Hal ini memungkinkan player untuk tidak memikirkan kerumitan dalam menyeimbangkan status pemain, sehingga memudahkan dalam urusan melatih pemain. Fitur ini juga dilengkapi dengan kebebasan untuk mengatur ulang perkembangan pemain tanpa perlu mengeluarkan GP.

“Finesse Dribble” juga telah hadir di eFootball™. Player akan lebih mudah menggunakan fitur ini dan akan memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati pertarungan taktis antara menyerang dan bertahan.

Fitur baru “Slot Booster” dihadirkan untuk menyesuaikan atribut pemain, memberi mereka peningkatan statistik ekstra. Dengan mendapatkan dan menggunakan “Random Booster Token” dan “Select Booster Token”, player dapat craft salah satu dari 17 jenis Booster untuk para pemain mereka. Pemain legendaris dunia Ronaldinho Gaúcho, Deco, dan Ludovic Giuly akan muncul sebagai kartu Epic dengan “Booster Slot” di update baru ini.

Event

Update eFootball™ tentunya akan menghadirkan sejumlah event dan bonus baru untuk para player baru dan lama, yang akan membantu memperkuat Tim Impian mereka dan meningkatkan pengalaman bermain baik secara solo maupun dalam mode Co-op.

Player akan menerima kartu Showtime Messi setelah menyelesaikan tutorial “Skill Up”, selain itu juga player dapat memperoleh sebanyak 7 random booster token, 7 skill training program, dan 300  eFootball™ coin sebagai bonus login gratis selama event berlangsung.

Event Startup juga akan menyertakan beberapa hadiah login khusus termasuk Highlight: FC Barcelona Robert Lewandowski, Highlight: FC Bayern Leroy Sané, dan 2 Highlight lottery chance untuk FC Barcelona dan FC Bayern.

Hadiah ini dan serangkaian achievement event serta Tour Event akan memberikan player koleksi item dalam game yang sangat melimpah – yang semuanya akan membantu dalam meraih kemenangan dan kejayaan dalam game simulasi sepak bola gratis paling populer di dunia.

Messi dan Neymar akan tampil dalam “Ambassador Edition” bersama rekan-rekan timnya.

Paket yang termasuk namesake ambassador dengan nama mereka dan 10 pemain kelas dunia yang bermain bersama mereka (Untuk versi mobile dan steam, paket ini disebut ambassador pack).

Promo The Love From Sega Digelar di Playstation Store

0

Saat ini, sedang berlangsung event diskon spesial “The Love from Sega” di PlayStation Store. Dalam waktu terbatas, beberapa judul pilihan untuk PS5 dan PS4 akan tersedia dengan harga yang menarik.

Salah satu game yang akan didiskon selama periode tersebut adalah Persona 3 Reload. Kebetulan saat ini DLC terbaru dari Persona 3 Reload yaitu Episode Aigis juga sudah tersedia. Cerita dari DLC ini merupakan epilog dari Persona 3 Reload dengan fokus pada karakter Aigis.

Selain itu, beberapa game dari Sega lainnya yang juga tersedia dalam harga diskon adalah Deluxe Edition dari Like a Dragon: Infinite Wealth dan Digital Deluxe Edition dari Sonic Superstars. Lalu ada Deluxe Edition dari Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name dan juga Digital Deluxe Edition dari Lost Judgment.

Detail lebih lengkap bisa dilihat di sini.

Trailer Baru Enotria: The Last Song Tayang, Perlihatkan Boss Berbentuk Singa

0

Jyamma Games telah merilis trailer baru untuk Enotria: The Last Song yang tayang di acara Gamescom 2024. Video ini banyak memperlihatkan bagian gameplay dimana pemain sebagai Maskless One akan menghadapi berbagai macam musuh. Salah satunya adalah boss monster yang berbentuk singa dengan memakai topeng.

Enotria: The Last Song terinspirasi dari cerita rakyat dan budaya Italia. Karakter pemain nantinya bisa menggunakan topeng dari musuh yang sudah dikalahkan dan mendapatkan kemampuan baru. Pemain bisa memiliki tiga loadout yang bisa diganti-ganti setiap saat. Enotria: The Last Song juga memiliki mekanik alter reality dengan menggunakan Adore.

Bagaimana menurut kalian?

Steam Families Mudahkan Gamer Berbagi Game AAA

0

Setelah diuji coba selama beberapa waktu, Valve akhirnya meluncurkan fitur Steam Families. Fitur ini akan memudahkan bagi pengguna Steam untuk berbagi game.

Setiap anggota “keluarga” yang bergabung di Steam Families akan dapat mengakses game yang dimiliki oleh anggota yang lain, meskipun ketika pemiliknya sedang online atau memainkan game yang sama. Tidak hanya itu, pemain bisa membuat save data sendiri tanpa mengganggu data yang dimiliki oleh pemilik game.

Steam Families juga akan menghadirkan fitur Parental Control. Orang yang membuat circle dapat menentukan peran sebagai adult atau child bagi anggota yang lain. Adult berfungsi mirip seperti moderator, dimana ia bisa menentukan siapa saja yang bisa bergabung dan memonitor game yang dimainkan oleh anggota lain yang berstatus child.

Namun tidak semua game mendukung fitur Steam Families. Valve memberikan hak kepada developer untuk menentukan apakah akan menggunakan fitur tersebut atau tidak.

Bagaimana menurut kalian?