Home Blog

Review Super Bomberman Collection (Nintendo Switch): Nostalgia Meledak

0

Kalau kita bicara soal game multiplayer klasik, satu nama yang tidak pernah absen dari percakapan adalah Bomberman. Franchise yang dulu identik dengan NES dan Super Nintendo ini sekarang kembali lewat paket kompilasi terbaru dari Konami berjudul Super Bomberman Collection.

Pertanyaannya sederhana, apakah koleksi ini sekadar nostalgia jualan nama, atau benar-benar perayaan layak untuk salah satu franchise multiplayer paling legendaris sepanjang masa? Mari kita cari jawabannya bersama.

Oh iya, saya mendapatkan kopi game ini dari Konami untuk versi Nintendo Switch-nya.

Paket Lengkap Era 16-Bit (Plus Dua Pendahulunya)

Super Bomberman Collection menghadirkan tujuh game klasik dalam satu paket:

  • Bomberman (1985)

  • Bomberman II (1991)

  • Super Bomberman (1993)

  • Super Bomberman 2

  • Super Bomberman 3

  • Super Bomberman 4

  • Super Bomberman 5

Khusus Super Bomberman 4 dan 5, ini menjadi kesempatan emas bagi banyak pemain untuk merasakan versi yang dulu eksklusif Jepang, kini hadir dengan lokalisasi bahasa Inggris.

Oh iya, game favorit pribadi saya pada koleksi ini adalah Bomberman original yang ada di NES, serta Bomberman 2 dan 4 yang ada di SNES

Sebagai koleksi arsip sejarah, ini solid. Kita benar-benar bisa melihat evolusi desain gameplay Bomberman dari format labirin NES yang kaku hingga formula SNES yang lebih dinamis dan penuh variasi.

Gameplay Yang Sederhana dan  Brutal

Konsepnya tidak pernah berubah: taruh bom, hancurkan blok, jebak musuh, dan jangan sampai mati oleh ledakan sendiri. Tapi justru di situlah letak kejeniusannya.

Bomberman adalah pelajaran tentang positioning, anajemen ruang dan Perhitungan waktu.

Satu bom salah tempat, salah hitung radius ledakan, bahkan terlalu percaya diri, maka selesai sudah.

Desainnya sederhana, tapi sulit dikuasai. Dan hingga hari ini, gameplay itu masih bekerja dengan sangat baik.

Kalian yang penasaran bisa melihat bagaimana serunya saya menjajal game ini pada video di bawah :

Setiap seri membawa variasi unik. Super Bomberman 2 memperhalus kontrol. Super Bomberman 3 memperkenalkan mount yang memberi kemampuan khusus. Super Bomberman 4 dan 5 memperluas struktur stage dan menghadirkan pendekatan yang lebih fleksibel dalam progresi level.

Boss fight juga menjadi daya tarik tersendiri. Pola serangan yang unik memaksa pemain membaca situasi dengan cepat. Ini bukan sekadar game puzzle ringan—ini soal refleks dan ketepatan strategi.

Fitur Modern Yaitu Save Anytime & Rewind

Sebagai koleksi modern, Konami menambahkan fitur quality-of-life yang sangat membantu:

  • Save/Load Anytime

  • Rewind Function

Fitur rewind sangat berguna ketika kita salah langkah—dan percayalah, itu sering terjadi. Namun perlu dicatat, fitur ini tidak berlaku di mode Boss Rush. Tambahan ini membuat game jauh lebih ramah pemain modern tanpa merusak pengalaman klasiknya.

Boss Rush: Ini Mode Permainan Yang Sangat Menantang

Setiap game Super Bomberman dalam koleksi ini kini memiliki mode Boss Rush. Pemain bisa langsung menghadapi para boss secara beruntun dalam format Time Attack, dengan tiga tingkat kesulitan: Easy, Normal, dan Nightmare.

Ini tambahan kecil, tapi efektif. Buat yang ingin tantangan langsung tanpa harus menyelesaikan stage satu per satu, mode ini jadi bonus yang menyenangkan.

Presentasi Cukup, Tapi Seperti Ada Yang Kurang

Di sinilah mulai terasa ada yang kurang. Sebagai koleksi franchise sebesar Bomberman, ekspektasi kita mungkin lebih tinggi. Ada Gallery dengan sekitar 200 ilustrasi karakter, manual digital, dan BOMB Radio untuk mendengarkan soundtrack klasik. Ada juga opsi visual seperti filter CRT, pixel perfect, widescreen, frame dekoratif. Semuanya berfungsi baik, stabil dan aman, tapi terasa standar.

Bandingkan dengan koleksi retro lain yang benar-benar menggali arsip sejarah lengkap dengan dokumen pengembangan, wawancara, timeline produksi, dan konten dokumenter, di sini terasa lebih seperti paket game yang biasa saja ketimbang merayakan suatu waralaba yang punya nama besar. Kontennya banyak namun seperti paket hemat.

Multiplayer Yang Hanya Lokal Saja

Bomberman hidup dan bernafas lewat multiplayer lokal. Duduk bareng teman, saling menjebak di lorong sempit, pura-pura tidak bersalah sebelum menutup jalan keluar, itu pengalaman ikonik. Mode Battle masih se-chaotic dulu. Seru. Kompetitif. Mengundang teriakan.

Namun, absennya online multiplayer native adalah keputusan yang sulit dimaklumi di era sekarang. Mungkin pada Versi Nintendo Switch 2 memang mendukung GameShare. PC bisa “mengakali” dengan metode tertentu. Tapi tidak ada dukungan online resmi yang terintegrasi secara penuh. Satu hal yang pasti saya cukup puas bisa memainkan game ini di Nintendo Switch Oled saya dengan fps yang solid dan warna yang mantap, saya juga tentunya juga bisa memainkan game ini di layar besar dan juga jika sedang malas bisa memainkan game ini sambil rebahan di mode handheld.

Yah mungkin memang akan lebih lengkap jika Super Bomberman Collection menghadirkan mode multiplayer online.

Apakah Super Bomberman Collection Layak Dibeli?

Jawabannya tergantung ekspektasi kalian Kalau kalian ingin nostalgia , akses lengkap seri Super Bomberman klasik dan multiplayer lokal seru bareng keluarga, maka ini adalah paket game yang mantap.

Tapi kalau kalian berharap mode online modern, fitur kustomisasi kontrol yang fleksibel atau malah inovasi signifikan, mungkin ini adalah kompilasi game yang bukan kalian cari. Oh iya, jika kalian memiliki Nintendo Switch, kalian bisa membeli game versi digital di sini : Beli Disini.

Kesimpulan

Super Bomberman Collection adalah kapsul waktu. Ia tidak mencoba menjadi reboot, tidak berusaha menjadi remake ambisius, dan tidak mengubah dasar yang sudah kokoh selama puluhan tahun. Hanya mengumpulkan, merapikan, dan menyajikan kembali.

Bomberman membuktikan satu hal yang jarang kita temui di industri modern bahwa desain sederhana bisa abadi. Tidak perlu narasi sinematik puluhan jam atau sistem crafting kompleks untuk menciptakan keseruan.

Project Windless Punya Mekanisme Mirip Dynasty Warriors

0
Project Windless

Krafton telah mengumumkan Project Windless, game action RPG open-world terbaru yang berlatar dunia fantasi The Bird That Drinks Tears. Game ini diungkap melalui trailer perdana yang ditayangkan pada acara Sony State of Play kemarin.

Pengembangan Project Windless dilakukan Krafton Montréal Studio, yang bekerjasama dengan tim Krafton di Korea Selatan. Game yang dikembangkan dengan Unreal Engine 5 ini dirancang sebagai game premium single-player, tanpa elemen multiplayer maupun live-service. Krafton belum mengumumkan jadwal rilis game, tapi sudah mengkonfirmasi kalau game ini nantinya akan tersedia konsol dan PC.

Cerita The Bird That Drinks Tears di Project Windless

Project Windless Punya Mekanisme Mirip Dynasty Warriors

Dunia Project Windless berakar dari seri novel fantasi Korea berjudul The Bird That Drinks Tears karya Lee Yeong-do. Namun, game ini bukan adaptasi langsung, melainkan berlatar sekitar 1.500 tahun sebelum kisah utama di novelnya.

Pemain akan berperan sebagai Hero King, sosok legenda dari ras Rekon. Rekon digambarkan sebagai humanoid burung raksasa dengan kekuatan brutal dan sifat ganas. Ia menggunakan dua pedang bernama Star-Forged yang mampu menghabisi banyak musuh sekaligus.

Daya tarik utama Project Windless ada pada Mass Technology. Sistem yang memungkinkan ribuan prajurit dan monster besar bertarung secara real-time di medan perang. Pemain sebagai Hero King akan ikut terjun langsung di tengah-tengah pertempuran. Hasilnya adalah pengalaman one-versus-many. Jika dibandingkan, pengalaman ini mungkin mirip seperti yang disajikan oleh franchise Dynasty/Samurai Warriors milik Koei Tecmo.

Bagaimana menurut kalian?

Akan Segera Rilis, Infinix Note 60 Hadirkan Kampanye Spesial

0
Infinix Note 60

Dalam rangka mempromosikan Infinix Note 60, Infinix telah menggulirkan kampanye “It’s NOTE What You Think” melalui teaser di ruang publik dan kanal digital.

Infinix menyebut Note 60 series ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan smartphone performa tinggi dengan desain yang mewah.

Infinix Note 60 Disebut Bawa Standar Baru

Akan Segera Rilis, Infinix Note 60 Hadirkan Kampanye Spesial

Infinix mengungkap ada dua kolaborasi strategis yang membuat Note 60 terasa naik kelas. Varian yang menjadi sorotan adalah Note 60 Ultra, yang dikabarkan membawa sentuhan desain dari Pininfarina. Rumah desain legendaris asal Italia ini dikenal lewat karya di dunia otomotif, sehingga kolaborasi tersebut diposisikan untuk menghadirkan estetika kelas dunia dan menjadikan smartphone sebagai pernyataan gaya.

Untuk pertama kalinya, Infinix akan mengintegrasikan Snapdragon ke dalam lini Note, lalu memadukannya dengan teknologi Active Matrix terbaru. Kombinasi ini digambarkan bakal menghasilkan performa yang lebih presisi dan mulus, sekaligus menghadirkan interaksi yang lebih responsif saat digunakan untuk aktivitas harian.

Waktu Pre-Order

Infinix sudah membuka program pre-order untuk Note 60 pada 10–18 Februari 2026 melalui Infinix Official Store dan mitra ritel tertentu. Pada Infinix Official Store, tersedia promo “Triple Zero” untuk pembelian Note 60 Series, Note Edge, dan XPAD Edge melalui Kredivo dan Home Credit, dengan DP Rp0, biaya admin Rp0, serta cicilan 0% selama 9–12 bulan untuk 10.000 transaksi pertama.

Untuk bonus pre-order, pemesan urutan 1–1.000 mendapatkan Infinix Powerbank, sedangkan urutan 1.001–3.000 memperoleh XBUDS N4 Pro. Sementara itu, Erafone dan Eraspace menawarkan cicilan 0% hingga 24 bulan, jaminan bebas tukar 30 hari, serta Vidio Lite hingga 3 bulan untuk member tertentu. Digiplus juga menyiapkan bonus hingga 250.000 MAPCLUB points.

Bagaimana menurut kalian?

Tiga Produk Audio Sony Meluncur di Indonesia, TWS Hingga LinkBuds Clip

0
Tiga Produk Audio Sony Meluncur di Indonesia

Produk Audio Sony terbaru di Indonesia telah resmi diperkenalkan. Ada tiga produk yaitu WF-1000XM6, WH-1000XM6 warna Sand Pink, dan LinkBuds Clip. Peluncuran ini dilakukan untuk memperkuat platform “For the Music” sekaligus menghadirkan inovasi baru di segmen earbuds dan headphone noise cancelling. Ketiga perangkat ini menawarkan pendekatan berbeda, mulai dari noise cancelling terbaik, desain fashion-forward, hingga konsep open-ear.

Produk Audio Sony WF-1000XM6 Punya Fitur Noise Cancelling Terbaik

Sorotan utama dari produk audio Sony kali ini adalah WF-1000XM6, generasi terbaru seri 1000X. Earbuds ini dibekali HD Noise Cancelling Processor QN3e dan Integrated Processor V2 yang diklaim mampu meredam kebisingan hingga 25 persen lebih efektif dibanding pendahulunya. Empat mikrofon di setiap earbud serta Adaptive Noise Cancelling Optimiser membuat performanya tetap optimal dalam berbagai situasi.

Dari sisi audio, WF-1000XM6 mendukung Hi-Res Audio Wireless, DSEE Extreme, hingga 360 Reality Audio. Driver terbaru dengan desain diafragma khusus menghasilkan bass dalam dan frekuensi tinggi yang jernih. Sony juga menggandeng sejumlah sound engineer kelas dunia untuk menyempurnakan kualitas suaranya.

Untuk panggilan, tersedia sensor bone conduction dan teknologi AI beamforming agar suara pengguna tetap jelas di tempat ramai. Baterainya mampu bertahan hingga 8 jam pemakaian dan total 24 jam dengan charging case.

Harga WF-1000XM6 dibanderol Rp 5.499.000 dengan periode pre-order 13 Februari sampai 8 Maret 2026.

WH-1000XM6 Sand Pink dan LinkBuds Clip yang Lebih Fleksibel

Selain earbuds, dihadirkan juga WH-1000XM6 varian warna Sand Pink. Warna baru ini melengkapi pilihan Black, Platinum Silver, dan Midnight Blue. Headphone over-ear ini dipasarkan seharga Rp 7.499.000 dan tersedia tanpa sistem pre-order.

Sony juga merilis LinkBuds Clip dengan desain open-ear clip yang memungkinkan pengguna tetap mendengar lingkungan sekitar. Perangkat ini mendukung DSEE upscaling, EQ 10-band, serta teknologi AI untuk panggilan jernih. LinkBuds ini dijual dengan harga promosi Rp 2.999.000 hingga 28 Februari 2026, sebelum kembali ke harga normal Rp 3.199.000.

Bagaimana menurut kalian?

Game 2D Side-Scrolling God of War: Sons of Sparta Diumumkan

0
Game 2D Side-Scrolling God of War Sons of Sparta

Sony Interactive Entertainment bersama Mega Cat Studios dan Santa Monica Studio telah mengumumkan dua proyek God of War terbaru. Pertama adalah Sons of Sparta, spin-off action side-scrolling yang sudah tersedia sekarang untuk PS5.

God of War: Sons of Sparta Angkat Kisah Masa Lalu Kratos

God of War: Sons of Sparta menceritakan tentang Kratos dan adiknya, Deimos. Game ini berlatar pada masa pelatihan keras mereka sebagai prajurit Sparta.

Semuanya diawali ketika Kratos dan Deimos menjalani pelatihan brutal untuk menjadi prajurit Sparta sejati.  Konflik dimulai ketika seorang rekan mereka menghilang secara misterius. Kratos dan Deimos kemudian bersumpah untuk menemukannya.

Gameplay 2D

Berbeda dari seri utama yang dikenal dengan aksi sinematik 3D, God of War kali ini tampil dalam format 2D side-scrolling. Pemain akan memandu Kratos dan Deimos melewati level yang penuh warna dan variasi desain.

Sepanjang perjalanan, pemain akan menghadapi musuh lama maupun ancaman baru. Tidak ketinggalan, berbagai boss mitologi yang siap menghalangi Kratos dan Deimos.

Versi Remake Juga Diumumkan

Pengumuman kedua adalah God of War Trilogy Remake untuk PS5. Remake ini akan menghadirkan ulang God of War, God of War II, dan God of War III dalam versi yang diperbarui. Pengisi suara Kratos di God of War pertama, TC Carson akan kembali menjadi pengisi suara Dewa Perang ini.

Bagaimana menurut kalian?Versi

Silent Hill Townfall Gunakan Sudut Pandang First-Person

0
Silent Hill Townfall

Konami telah mengumumkan secara resmi Silent Hill Townfall di Sony State of Play yang dilanjutkan dengan Silent Hill Transmission. Game horor psikologis ini dikembangkan oleh Screen Burn dan diterbitkan bersama Annapurna Interactive.

Game ini dijadwalkan meluncur pada 2026 untuk PS5 dan PC melalui Steam serta Epic Games Store.

Silent Hill Townfall dan Misteri Pulau St. Amelia

Dalam Silent Hill Townfall, pemain berperan sebagai Simon Ordell yang dipanggil secara misterius ke pulau St. Amelia. Begitu tiba, Simon menemukan kota yang sunyi tertutup kabut tebal. Hal yang membuat situasi semakin ganjil adalah Simon tidak membawa apa-apa selain pakaian yang melekat, sebuah kantong infus, dan gelang medis bertuliskan namanya.

Berbeda dari seri sebelumnya, game ini akan menggunakan sudut pandang first-person. Pemain dibekali senjata dan alat yang terbatas, sehingga setiap keputusan terasa lebih menegangkan. Simon juga bisa menggunakan CRTV, alat berupa televisi saku yang dapat digunakan untuk menyetel sinyal tidak stabil.

Bagaimana menurut kalian?

Koei Tecmo Konfirmasi Sedang Kerjakan Dead Or Alive Baru

0
Koei Tecmo Konfirmasi Sedang Kerjakan Dead Or Alive Baru

Koei Tecmo dan Team Ninja telah mengumumkan pengembangan dari game Dead or Alive baru dalam acara Sony State of Play barusan. Kabar ini diumumkan melalui trailer singkat yang memperlihatkan Hayabusa melawan seorang Kunoichi yang “berbudaya”.

Pada saat yang, keduanya juga mengkonfirmasi kehadiran game Dead Or Alive 6 Last Round yang akan rilis pada 25 Juni 2026 untuk PS5, Xbox Series, dan PC via Steam.

Dead or Alive 6 Last Round Adalah Versi Definitif

Dead or Alive 6 Last Round adalah versi definitif sekaligus yang paling lengkap dari game originalnya. Edisi ini menghadirkan 24 karakter dan 5 karakter tambahan dari DLC, yaitu Nyotengu, Phase 4, Momiji, Rachel, dan Tamaki.

Beberapa petarung populer seperti Kasumi dan Marie Rose juga memperoleh lima kostum spesial yang terinspirasi dari judul Team Ninja lainnya seperti Ninja Gaiden 3 Razor’s Edge dan DOA Xtreme Venus Vacation.

Photo Mode di Dead Or Alive 6 Last Round

Salah satu fitur baru yang pastinya akan mencuri perhatian adalah Photo Mode. Mode ini memungkinkan pemain menangkap momen aksi dari berbagai sudut kamera. Tersedia opsi pengaturan posisi karakter dan pemilihan pose sehingga pemain bisa lebih bebas berkreasi.

Menariknya, versi gratis berjudul Dead Or Alive 6 Last Round Core Fighters juga akan meluncur bersamaan dengan edisi standar. Pada saat rilis, pemain dapat menggunakan Kasumi, Marie Rose, Honoka, dan NiCO secara cuma-cuma. Photo Mode serta fitur online seperti DOA Quest dan DOA Central juga sudah bisa diakses di versi ini.

Bagaimana menurut kalian?

Rayman: 30th Anniversary Edition Kumpulkan Lima Game Klasik Jadi Satu

0
Rayman: 30th Anniversary Edition Diumumkan

Rayman: 30th Anniversary Edition telah diumumkan oleh Ubisoft sebagai bentuk perayaan 30 tahun game tersebut sejak rilis pertama kali di 1995. Edisi ini akan tersedia untuk pelanggan Ubisoft+, dan juga di platform PS5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC (Ubisoft Store dan Steam).

Ubisoft juga telah memastikan game ini akan memiliki versi fisik, namun tersedia secara terbatas di sejumlah wilayah tertentu saja pada bulan Juni nanti. Berikut adalah trailer gamenya yang ditayangkan oleh IGN:

Rayman: 30th Anniversary Edition Bawa Nostalgia

Proyek ini dikembangkan oleh Digital Eclipse bekerja sama dengan Ubisoft Montpellier. Dalam edisi perayaan ini, pemain mendapatkan lima versi berbeda dari game Rayman, yaitu versi PlayStation, Atari Jaguar, MS-DOS, Game Boy Advance, dan Game Boy Color.

Sebagai versi Definitive Edition, bundle ini mempertahankan hal-hal yang membuat game Rayman klasik dicintai, sekaligus menambahkan banyak kejutan. Salah satu yang paling menarik adalah prototipe SNES yang sebelumnya tidak pernah bisa dimainkan publik. Selain itu, ada 120 level tambahan yang berasal dari berbagai bonus level pack.

Rayman: 30th Anniversary Edition juga menambahkan fitur modern seperti rewind 60 detik, pilihan nyawa tak terbatas, hingga mode invincibility untuk pemain yang ingin menikmati eksplorasi tanpa frustrasi.

Game ini juga menyertakan dokumenter interaktif eksklusif berdurasi lebih dari 50 menit. Isinya mencakup wawancara dengan para pengembang original, serta materi seperti concept art, sketsa awal, dan dokumen desain yang memperlihatkan evolusi sang pahlawan tanpa tangan dan kaki ini.

Bagaimana menurut kalian?

KILLER INN Resmi Masuk Early Access di Steam, Game Murder Mystery Multiplayer dari Square Enix

0

Square Enix resmi mengumumkan bahwa KILLER INN kini telah tersedia dalam tahap Early Access di PC melalui Steam. Game multiplayer bergenre murder mystery action ini mengajak pemain masuk ke sebuah kastil misterius, penuh rahasia, intrik, dan tentu saja… pengkhianatan.

Peluncuran Early Access ini menjadi langkah awal sebelum perilisan penuh, sekaligus membuka kesempatan bagi komunitas untuk ikut membentuk masa depan game ini.

Misteri, Dusta, dan Pertarungan Psikologis di Dalam Kastil

Dalam KILLER INN, pemain diundang ke sebuah kastil misterius oleh organisasi bayangan bernama Astra. Tujuannya? Memperebutkan kekayaan tak terbayangkan.

Namun, jalan menuju kemenangan tidaklah sederhana.

Pemain harus mengandalkan:

  • Tipu daya

  • Deduksi tajam

  • Dan mungkin… pembunuhan

Atmosfer permainan menekankan ketegangan sosial dan strategi psikologis. Setiap pemain harus membaca situasi, mencurigai orang lain, dan memastikan diri tidak menjadi korban berikutnya.

Early Access: Square Enix Buka Pintu untuk Masukan Pemain

Memasuki fase Early Access, tim pengembang menyatakan akan secara aktif mengumpulkan masukan dari pemain. Feedback komunitas akan digunakan untuk menyempurnakan mekanik gameplay, keseimbangan sistem, serta pengalaman multiplayer sebelum rilis resmi.

Model seperti ini memberi ruang bagi pemain untuk benar-benar terlibat dalam proses pengembangan—bukan sekadar menjadi konsumen, tapi bagian dari evolusi game itu sendiri.

Diskon 10% untuk Dua Edisi Selama Dua Minggu

Untuk merayakan peluncuran Early Access, tersedia dua edisi yang bisa dibeli dengan diskon 10% selama dua minggu pertama, yaitu:

  • Standard Edition

  • Special Supporter Edition

Promo ini berlaku dalam periode terbatas, sehingga pemain yang tertarik disarankan segera memanfaatkan potongan harga sebelum masa promosi berakhir. Detail lengkap terkait diskon dapat dilihat langsung di halaman Steam resmi.

Trailer Early Access Sudah Dirilis

Bersamaan dengan peluncuran Early Access, Square Enix juga merilis Early Access Announcement Trailer yang memperlihatkan atmosfer kastil, dinamika karakter, serta ketegangan khas game deduksi sosial.

Trailer tersebut memberi gambaran bahwa KILLER INN memadukan elemen aksi, misteri, dan permainan psikologis dalam satu paket yang intens.

Genre multiplayer berbasis deduksi sosial terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Dengan sentuhan produksi khas Square Enix dan konsep misteri dalam latar kastil mewah, KILLER INN memiliki potensi menjadi salah satu judul menarik di ranah tersebut.

eFootball Umumkan Challenger Series Menuju FIFAe World Cup 2026, Diikuti 110+ Negara dan Hadirkan Format 2v2 di Mobile

0

eFootball resmi mengumumkan Challenger Series sebagai rangkaian kompetisi menuju FIFAe World Cup 2026. Turnamen esports sepak bola yang dikembangkan bersama FIFA ini resmi dimulai pada 12 Februari 2026 dan mencatat rekor partisipasi baru dengan lebih dari 110 negara dan wilayah anggota FIFA.

Angka ini melampaui edisi sebelumnya yang telah menarik sekitar 16,51 juta peserta, menjadikannya salah satu aktivitas esports sepak bola terbesar di dunia.

Rekor Partisipasi dan Negara Baru Bergabung

Edisi ketiga kompetisi global ini menghadirkan sejumlah negara baru seperti Kroasia, Kenya, dan Tunisia. Dengan lebih dari 110 negara dan wilayah yang berpartisipasi, Challenger Series 2026 menjadi panggung esports paling ambisius dalam sejarah eFootball.

Yang menarik, tahun ini Mobile Division untuk pertama kalinya mengadopsi format 2v2, menyelaraskan regulasi dengan divisi konsol dan menciptakan dinamika strategi baru bagi pemain. Meski begitu, perlu dicatat bahwa format event Challenger Series sendiri tetap dimainkan dalam skema 1v1, sementara format 2v2 akan berlaku pada tahapan kompetisi berikutnya sesuai regulasi resmi.

Dua Divisi Kompetitif: Console dan Mobile

Challenger Series dibagi menjadi dua divisi utama:

  • Console Division

  • Mobile Division

Seleksi kandidat tim nasional akan didasarkan pada performa pemain di:

  • AI Matches

  • PvP Matches

  • Ranking Event

Namun, hasil Challenger Series tidak menjamin pemain otomatis masuk tim nasional. Federasi sepak bola masing-masing negara tetap memiliki kewenangan penuh dalam menentukan wakil resmi mereka, dengan mempertimbangkan berbagai faktor termasuk performa di Challenger Series.

Format dan Jadwal Challenger Series 2026

Berikut rincian tahapan kompetisi:

Round 1 – Round 2

  • Tanggal: 12 Februari – 19 Februari 2026

  • Mode: Dream Team

  • Tipe Event: Challenge Event (AI & PvP)

Round 3

  • Tanggal: 19 Februari – 22 Februari 2026

  • Mode: Dream Team

  • Tipe Event: Ranking Event (PvP)

Setelah Challenger Series berakhir, turnamen kualifikasi internasional akan digelar untuk menentukan negara mana saja yang melaju ke FIFAe World Cup 2026™ featuring eFootball™, yang akan berlangsung akhir tahun ini.

Highlight Penting Challenger Series 2026

  • Rekor partisipasi: 110+ negara dan wilayah

  • Mobile Division menghadirkan format 2v2 untuk pertama kalinya

  • Hasil kompetisi dipertimbangkan federasi nasional

  • Salah satu turnamen esports sepak bola terbesar di dunia

Momentum Besar untuk Esports Sepak Bola

Dengan skala global yang terus membesar dan format kompetisi yang semakin strategis, Challenger Series 2026 menandai babak baru bagi ekosistem kompetitif eFootball. Bagi pemain Dream Team yang serius menembus panggung dunia, ini adalah jalur resmi menuju FIFAe World Cup.

Informasi lengkap dan pembaruan terbaru dapat diakses melalui situs resmi FIFAGG.