Siapa bilang game Final Fantasy dengan gaya klasik sudah tidak diminati lagi sekarang. Final Fantasy Resonance membuktikan bahwa fans Final Fantasy masih haus akan game yang masih memiliki gaya klasik-modern.
Final Fantasy Resonance dibangun menggunakan kerangka dari game mobile Final Fantasy: Brave Exvius yang telah dipensiunkan. Fondasi yang sudah ada ini lalu dipoles lagi dengan pembaruan dan juga fitur modern menjadi Final Fantasy Resonance.
Berikut adalah pengalaman dan kesan yang kami rasakan selama memainkan versi review Final Fantasy Resonance di PS5.
Diadaptasi Dari Chapter Pertama Brave Exvius

Cerita Final Fantasy Resonance diadaptasi dari chapter pertama Final Fantasy: Brave Exvius. Pemain akan menjadi Rain dan Laswell, dua protagonis yang adalah pemimpin Airship Squadron Knight dari Grandshelt Kingdom.
Petualangan keduanya dimulai ketika mereka diminta untuk melakukan investigasi di Earth Shrine. Pada tempat ini mereka bertemu dengan Veritas of the Dark yang menghancurkan Earth Crystal lalu menyerang Grandshelt Kingdom.
Ketika akhirnya berhadapan dengan Veritas bersama anak buahnya, Sworn Six, Rain dan Laswell kewalahan. Pada situasi yang terjepit ini, mereka diselamatkan oleh gadis misterius bernama Fina yang secara kebetulan kehilangan ingatannya.
Ketiganya lalu berjanji untuk menghentikan Sworn Six dengan melakukan perjalanan keliling dunia. Untuk kami yang belum pernah memainkan game mobilenya, cerita ini betul-betul baru.

Overall cerita dari Final Fantasy Resonance memiliki alur sama dengan RPG kebanyakan, petualangan sambil menemukan jati diri. Dalam cerita Final Fantasy Resonance, pemain juga akan mengetahui latar belakang dari Fina. Cerita dalam game ini juga bisa lebih didalami karena para karakter utamanya sudah memiliki voice over.
Ada beberapa adegan dalam game ini yang mengingatkan kami dengan karakter dari seri Final Fantasy lain. Hojo misalnya dari Final Fantasy VII memiliki kembaran di game ini yaitu Dr. Lazarov. Keduanya memiliki hobi favorit yang sama, yaitu bereksperimen dengan manusia. Kehadiran karakter ini juga bersamaan dengan alur cerita yang cukup tragis, membuat kami bersemangat untuk mengikuti Final Fantasy Resonance sampai akhir.
Bukti HD-2D Masih Diinginkan Gamer

Final Fantasy Resonance dikemas dengan gaya HD-2D, gaya yang naik daun berkat Octopath Traveler dan juga Dragon Quest. Tidak hanya memberikan nuansa klasik, gaya ini juga menjadi variasi dalam industri game masa kini yang didominasi oleh 3D.
Perubahan lainnya yang noticeable dari Final Fantasy Resonance adalah sekarang pemain bisa menjelajahi World Map. Ketika masih menjadi Final Fantasy: Brave Exvius, pemain tidak diizinkan untuk mengaksesnya. Fitur baru ini memberikan pemain keleluasaan untuk menjelajahi dunia, entah untuk mencapai destinasi selanjutnya, mencari harta karun, atau menemukan lokasi tersembunyi.

Kami juga berterima kasih kepada developer yang membuat tidak semua NPC bisa diajak berinteraksi. Bagi kebanyakan gamer, ini mungkin bukan sesuati besar. Tapi untuk kami yang entah kenapa selalu ingin mengajak NPC berbicara, perubahan ini menjadi penting. Karena itulah kami tidak perlu lagi untuk berbicara dengan semua NPC yang ada.
Review Final Fantasy Resonance: Selamat Tinggal Gacha, Halo Visions

Salah satu perubahan besar di Final Fantasy Resonance terjadi di sistem monetisasi yang berkaitan dengan gameplay. Dulu pemain bisa menggunakan karakter dari game Final Fantasy yang lain lewat gacha dengan membayar uang asli. Pada Final Fantasy Resonance fitur tersebut dihilangkan dan diganti menjadi Visions.
Melalui Visions, pemain bisa meminjam kekuatan dari karakter seperti Cloud, Squall, bahkan Warrior of Light saat sedang bertarung melawan musuh. Visions bisa dibilang seperti talisman yang jika dipakai akan memberikan pemiliknya skill baru. Kemampuan ini ada yang berupa bawaan, ada juga yang berbentuk seperti Mastery, bisa tetap digunakan meskipun tidak memakai Visions yang berkaitan.
Disinilah pemain bisa membentuk build karakter mereka. Final Fantasy Resonance sendiri sudah memiliki semacam Job Class seperti Sentinel yang fungsinya adalah sebagai tank, dan Commando yang memberikan damage sebesar-besarnya kepada musuh. Tapi berkat Visions, pemain bisa mengkustomisasi Job Class default ini menjadi lebih dalam. Misalnya membuat Paladin, tank yang bisa heal dan lain-lain.

Untuk mendapatkan Visions, pemain cukup mengeksplorasi World Map dan menemukan tempat bernama Crystal Sanctum. Setelah menyentuh crystal didalamnya, pemain akan ditanyai oleh tiga pertanyaan. Kami sangat menyukai bagian ini karena pertanyaannya adalah seputar game Final Fantasy dan karakternya yang akan menjadi Visions. Rasanya seperti nostalgia.
Masih Setia dengan Turn-Based

Final Fantasy Resonance menggunakan sistem turn-based klasik yang sudah dimodernisasi. Untuk klasiknya game ini kembali kepada sistem turn-based berdasarkan kepada Speed setiap karakter (Termasuk musuh). Pemain bisa melihat kapan giliran mereka atau musuh untuk bergerak melalui bar yang ada di bagian atas.
Sedangkan untuk elemen modern, Final Fantasy Resonance memilliki mekanik Stagger. Jika bar untuk Stagger habis, musuh akan stun dan menerima damage yang lebih besar jika diserang. Fitur ini memberikan pemain alternatif saat sedang bertarung: Menghabisi HP musuh secara langsung atau melemahkannya lebih dulu dengan Stagger.

Kebanyakan musuh biasa di game ini bisa dikalahkan langsung dengan menghabiskan HP. Tapi untuk Boss yang memiliki HP dan defense besar harus melalui Stagger yang membuat pertarungan menjadi lebih taktis.
Inilah yang membuat skill Libra untuk melihat HP dan juga kelemahan musuh menjadi penting. Karena untuk mengurangi bar Stagger secara efektif adalah dengan menyerang Weakness musuh dengan elemen yang sesuai.
Jika digunakan dalam momen yang tepat, pemain juga bisa men-trigger munculnya semacam Chain Attack kepada musuh yang sedang stun. Chain Attack ini biasanya diakhiri dengan Special Move dari Visions yang dibawa oleh pemain. Serangan spesial ini juga dilengkapi dengan animasi, fan service yang pastinya bakal dinikmati oleh fans Final Fantasy.
Overall, secara gameplay Final Fantasy Resonance telah menjawab keinginan fans akan game Final Fantasy yang kembali ke akarnya. Taktis dan memuaskan jika pemain bisa memanfaatkan semua mekanik yang ada.
Kesimpulan Review Final Fantasy Resonance
Kesimpulan kami untuk review Final Fantasy Resonance adalah game ini merupakan love letter dari developer dan Square Enix untuk fans Final Fantasy. Bisa memainkan lagi game Final Fantasy klasik pada era sekarang ibarat nostalgia bagi fans.
Formula klasik ini juga tidak sepenuhnya jadul, melainkan dipoles dengan gaya modern. Bagi mereka yang belum mengenal Final Fantasy, game ini juga bisa menjadi entry yang ramah.
Proyek ini juga merupakan langkah cerdik Square Enix. Pada satu sisi, game ini bisa menjadi variasi untuk franchise Final Fantasy sendiri. Pada sisi lain, Square Enix tidak perlu repot membuat semuanya karena menggunakan fondasi yang sudah ada. Ini adalah kemenangan bagi Square Enix maupun fans Final Fantasy.
Final Fantasy Resonance tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, dan PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer




