Kami ingat Total War: Shogun 2 adalah entry level bagi kami untuk berkenalan dengan game bergenre strategi. Pada waktu itu kami masih memainkannya di desktop berlayar tabung yang menggunakan Windows 7. Kualitas grafis game ini membuat kami kaget, apalagi ketika sedang berada di medan perang. Memberikan perintah kepada ratusan Samurai untuk bertarung merupakan sensasi yang tidak bisa dilupakan.
Setelah 15 tahun sejak game orisinalnya keluar, developer Creative Assembly merilis ulang game tersebut dalam satu bundle bersama semua konten tambahan dan ekspansi, sekaligus peningkatan dari segi visual dan juga optimalisasi fitur yang sudah ada. Hasilnya adalah Total War: Shogun 2 – Complete Edition.
Bagi kami yang sekarang sudah merasakan seri Total War: Warhammer, bisa kembali lagi memainkan seri klasik Total War yang dulu menjadi favorit justru membuat kami merasa canggung. Total War: Warhammer telah membawa Total War ke level tertinggi, dan pastinya harapan untuk game berikutnya dari franchise ini sampai ke level yang sama itu ada. Apakah ekspektasi ini bisa tercapai di Total War: Shogun 2 – Complete Edition?
Inilah pengalaman yang kami rasakan selama memainkan versi review Total War: Shogun 2 – Complete Edition.
Edisi Lengkap

Apa yang membuat Total War: Shogun 2 – Complete Edition berbeda dengan game orisinal? Dari main campaign, Total War: Shogun 2 – Complete Edition sudah mencakup base game sekaligus DLC Rise of Samurai dan Fall of Samurai.
Ketiga campaign ini bisa langsung dipilih dan dimainkan oleh pemain. Jika ingin mengetahui awal mula dari semuanya bisa dimulai dengan Rise of Samurai. Sedangkan untuk cerita utama game tentang persaingan para Daimyo di Jepang untuk menjadi pemimpin adalah Shogun 2.
Menurut kami yang paling menarik dari semuanya adalah Fall of Samurai. Cerita dari campaign ini terjadi pada era dimulainya modernisasi Jepang oleh budaya barat, yang menyebabkan terjadinya perang saudara antara pendukung Shogun dan pendukung kaisar. Pada campaign ini pemain bisa memilih menjadi salah satu klan dari kedua belah pihak, dan harus membawa pihaknya menjadi pemenang di perang saudara ini.

Fall of Samurai juga memiliki mekanisme yang menarik dari segi pembangunan. Pemain harus bisa menyesuaikan infrastruktur yang akan dibangun dengan keinginan rakyat. Jika rakyat masih belum bisa menerima modernisasi, maka pemain harus melakukan secara bertahap. Jika terlalu cepat bisa menurunkan public order dan memicu timbulnya pemberontakan.
Menariknya adalah pemain tidak cuma bisa memilih untuk menggunakan klan besar saja. Jika ingin lebih menantang, pemain bisa menggunakan klan kecil. Total jumlahnya ada 50 klan, dan tersebar di tiga campaign dalam game. Tidak cuma menjadi fooder, sekarang klan kecil juga bisa memiliki ceritanya sendiri. Bayangkan satu klan kecil yang tidak dikenal mendadak menjadi penguasa dari seluruh Jepang.
Menjadi Seorang Daimyo

Ketika sudah memilih campaign mana yang akan dimainkan, pemain akan dibawa ke world map yang merupakan miniatur dari benua Jepang. Di sini pemain akan diberikan kesempatan untuk menjalankan roda pemerintahan sebagai Daimyo.
Pemain bisa menentukan infrastruktur apa saja yang harus dibangun di wilayahnya. Apakah itu untuk memperkuat ekonomi atau justru mendukung perang. Caranya cukup dengan mengklik deretan menu taskbar yang ada di bagian kiri bawah layar. Dalam kondisi default, menurut kami UI bagian ini terlalu kecil sehingga agak sulit untuk dibaca. Untungnya UI ini bisa diatur ukurannya di bagian setting.
Berbeda dengan Total War: Warhammer yang memiliki beragam jenis infrasruktur, Total War: Shogun 2 – Complete Edition justru lebih sederhana dan streamline. Pastikan saja wilayah yang dikuasai memiliki bangunan farm dan port. Keduanya bisa dengan cepat mendatangkan uang setiap musimnya.

Membentuk jalur perdagangan juga tidak kalah penting. Caranya bisa dengan membuat perjanjian dengan klan lain yang memiliki hubungan baik, atau melalui jalur perdagangan laut. Jalur laut rawan disabotase, jadi pastikan membentuk armada laut untuk menjaga rute ini.
Jika bagian ekonomi sudah berjalan, ini saatnya memulai membangun infrastruktur untuk perang. Setiap infrastruktur memungkin pemain untuk bisa merekrut unit tempur yang berbeda. Semuanya diawali dari dojo atau miltary camp yang merupakan tempat untuk merekrut unit tempur dasar, sebelum bisa mengakses infrastruktur yang lebih kompleks dengan unit lebih canggih.

Pemain juga bisa membangun infrastruktur spesial untuk mendapatkan unit tipe officer. Unit ini tidak seperti unit tempur biasa yang datang dalam jumlah besar, melainkan hanya satu. Mereka juga memiliki fungsi yang berbeda yaitu sebagai support. Officer seperti Geisha misalnya bisa membuat loyalitas jenderal musuh menurun, dan sebaliknya membuat loyalitas jenderal pemain naik. Ada juga Ninja yang bisa digunakan untuk membunuh langsung officer milik musuh, atau merusak pertahanan sehingga lebih memudahkan saat invasi.

Berbicara soal loyalitas, pemain bisa memberikan berbagai macam gelar kepada jenderal yang melayani pemain. Selain memberikan bonus atribut, gelar ini juga membuat loyalitas jenderal kepada Daimyo bisa tetap terjaga. Total War: Shogun 2 – Complete Edition juga memiliki mekanik saudara dan keturunan. Anak atau saudara dari Daimyo akan lebih banyak mendapatkan privilege dibandingkan jenderal. Mereka juga berpontesi dapat menjadi pewaris Daimyo yang meninggal karena usia atau di medan perang.
Mekanisme ini cukup kompleks dan tidak bisa dikuasai secara sekejap. Bahkan untuk kami yang sudah bisa dibilang khatam dengan Total War: Warhammer agak kagok ketika memainkan Total War: Shogun 2 – Complete Edition. Mekanisme game ini bisa dibilang lebih mendekati kenyataan.
Untungnya selama permainan, pemain akan diberikan bantuan dan arahan oleh asisten, yang siap untuk menjelaskan berbagai fitur di Total War: Shogun 2 – Complete Edition. Asisten ini juga sudah dilengkapi oleh voice actor sehingga pemain cukup perlu mendengarkannya saja. Untuk keterangan yang lebih detail, pemain bisa membuka bagian Encylopedia. Bagian ini tidak menjelaskan fitur-fitur yang ada di dalam game, tapi juga sejarah Jepang.
Kami sangat menyarankan sebelum memulai campaign di Total War: Shogun 2 – Complete Edition, coba dulu bagian tutorial sebagai pengenalan. Meski tidak menjelaskan semua aspek di dalam game, tutorial ini sudah sangat membantu bagi pemain untuk mengerti cara kerja mekanik dasar.
Medan Perang di Total War: Shogun 2 – Complete Edition

Perang adalah bagian yang paling menyenangkan di semua game Total War, tidak terkecuali Total War: Shogun 2 – Complete Edition. Dalam bagian ini, pemain akan diposisikan sebagai seorang jenderal yang memimpin ratusan hingga ribuan tentara untuk mencapai satu tujuan, yaitu menang.
Perang di Total War: Shogun 2 – Complete Edition masih sama dengan versi orisinal, namun sudah mendapatkan berbagai macam peningkatan. Mulai dari visual, hingga optimalisasi fitur untuk pengalaman bermain yang lebih baik. Sekarang pemain bisa memutar sudut pandang, atau menjadikannya sebagai bird-view agar bisa melihat medan perang secara jelas.
Sebelum perang dimulai, pemain bisa mengatur penempatan unit tempur. Idealnya adalah pasukan pasukan melee berada di posisi depan, dengan pemanah berada di belakangnya. Sementara itu pasukan kuda atau cavalry bisa diletakkan agak jauh, sehingga siap untuk menabrak pemanah musuh yang berada di belakang. Setidaknya inilah formasi ideal kami berdasarkan pengalaman bermain Total War: Warhammer. Bagi yang tidak ingin ribet bisa juga menggunakan taktik otomatis yang sudah disediakan oleh game.

Berbicara tentang unit tempur, secara variasi Total War: Shogun 2 – Complete Edition tidak memiliki jumlah unit sebanyak Total War: Warhammer. Semua unit hanya didasarkan pada tiga tipe saja, yaitu militia yang merupakan warga sipil bersenjata, samurai dan tentara yang adalah petarung terlatih, dan unit spesialis yang menggunakan senjata jarak jauh seperti Catapult dan Cannon. Dua tipe pertama bisa dipilih untuk menggunakan senjata jarak dekat dan jauh, sedangkan yang terakhir khusus jarak jauh.

Mengatur kombinasi dan komposisi unit tempur tipe apa yang akan direkrut juga memerlukan pemahaman. Tidak peduli sebesar apa jumlah pasukan yang dibawa, jika tidak ada sinerginya maka hasil yang diperoleh hanya kekalahan.
Satu hal lagi yang perlu diperhatian adalah perubahan musim. Setiap musim akan memberikan efek yang berbeda di medan tempur. Misalnya ketika dalam kondisi hujan, semua senjata dengan mesiu akan kehilangan efektivitasnya. Sedangkan salju akan membuat tentara menjadi lebih cepat lelah.
Perang di Darat dan Laut

Medan perang Total War: Shogun 2 – Complete Edition bisa berada di darat dan juga di laut. Untuk yang di darat selain di ladang terbuka, pemain juga bisa memimpin pasukan untuk menyerbu istana. Berbeda dengan perang di ladang terbuka, perang di istana hanya memiliki satu tujuan yaitu menguasai bagian Keep. Jika bagian ini jatuh, secara otomatis pihak yang bertahan akan kalah.
Perang dalam kondisi ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama secara konvensional dengan mengirim semua pasukan untuk memanjat dinding pertahanan istana. Cara ini akan mengakibatkan banyak korban dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk recovery.
Sedangkan cara kedua yang paling efisien adalah dengan mengirim unit ninja untuk melakukan infiltrasi ke dalam kastil. Mereka bisa menyabotase menara agar tidak menembaki pasukan yang sedang mendekat, atau mengalihkan perhatian pasukan yang sedang bertahan.

Justru perang di laut yang menurut kami lebih seru. Sebabnya perang ini tidak hanya ditentukan dari adu pukul dan tembak saja, melainkan juga dengan menguasai pergerakan air. Kapal yang dinaiki harus disesuaikan dengan posisi dan manuver tertentu agar lebih efektif dalam pertempuran.
Misalnya kapal yang berisi pemanah harus selalu berada di luar jangkauan serangan musuh. Sebabnya jika kapal musuh berhasil mendekat dan melakukan boarding, selesai sudah. Sebaliknya, kapal dengan pasukan tipe jarak dekat yang merupakan spesialis untuk boarding harus bisa memanfaatkan momentum. Sebisa mungkin lapal mereka tidak boleh ditembaki oleh pemanah apalagi jika menggunakan panah api.

Untuk informasi, jika hanya ingin menikmati segmen perangnya saja, pemain bisa mengakses Battle Simulator. Pada mode ini pemain bisa langsung memilih pasukan apa saja yang dibawa, lokasi medan perangnya, serta musuh apa yang akan dilawan.
Review Total War: Shogun 2 – Complete Edition Dari Segi Teknis
Total War: Shogun 2 – Complete Edition untungnya tidak sebesar dan tidak seberat Total War: Warhammer. Spesifikasi PC yang kami pakai adalah CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Dengan spesifikasi ini kami bisa memainkan Total War: Shogun 2 – Complete Edition pada setting grafis high.
Kesimpulan Review Total War: Shogun 2 – Complete Edition
Kesimpulan dari pengalaman yang didapat setelah memainkan versi review Total War: Shogun 2 – Complete Edition di PC adalah game strategi ini tidak hanya menyajikan pengalaman yang lengkap dalam satu game, tetapi juga meningkatkan kualitas grafis dan juga optimalisasi fitur yang sudah ada.
Mengingat versi orisinalnya dulu sempat dinobatkan sebagai salah satu seri Total War terbaik, Total War: Shogun 2 – Complete Edition adalah versi sempurnanya. Cocok bagi fans yang ingin kembali merasakan serunya beradu strategi dengan latar historis Jepang.
Kami juga harus memberikan pujian untuk bagian audio Total War: Shogun 2 – Complete Edition. Saat perang sambil mendengarkan bunyi tabuhan Taiko, dan voice over otentik berbahasa Jepang dari setiap unit yang digerakkan menjadi nilai plus untuk bagian imersif game.
Total War: Shogun 2 – Complete Edition tersedia di PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
