HomeReviewReview Pragmata (PC): Dad In Space

Review Pragmata (PC): Dad In Space

Saat ini jarang ada developer yang membuat game action shooter mengedepankan elemen singleplayer. Ketika semuanya menjauhi formula tersebut, Capcom justru meracik sebuah game dengan pendekatan ini, dan hasilnya melampaui ekspektasi.

Inilah Pragmata, game yang awalnya membuat kami sangsi karena terus berulang mengalami penundaan. Namun setelah mencoba versi demonya, kami bisa diyakinkan kalau game ini akan menjadi kejutan di 2026, dan ternyata terbukti.

Berikut adalah review Pragmata dari pengalaman yang kami rasakan selama memainkan gamenya di PC.

Semuanya Terjadi di Bulan

Review Pragmata bulan

Dalam Pragmata pemain akan berperan sebagai Hugh Williams, seorang astronot yang terdampar di stasiun luar angkasa bernama The Cradle di bulan. Pada awalnya Hugh datang bersama dengan anggota tim, namun karena peristiwa gempa atau Moonquake, semua anggota tim tewas dan hanya menyisakan dirinya.

Hugh beruntung. Ia diselamatkan oleh android misterius bernama Diana. Keduanya lalu memutuskan untuk menjadi partner dan bertualang bersama. Untuk Hugh, Diana adalah kunci agar ia bisa kembali ke bumi. Sedangkan Diana layaknya seorang anak-anak (Padahal bukan), hanya ingin bersenang-senang dengan Hugh.

Review Pragmata hugh dan diana

Pragmata juga menyorot hubungan antara Hugh dan Diana. Dimulai yang dari hanya sekedar saling menguntungkan, berkembang menjadi lebih dari itu. Hugh awalnya hanya memandang Diana sebagai mesin, namun lambat laun bisa memiliki ikatan emosional yang kuat. Begitu pula dengan Diana yang dalam petualangannya bersama Hugh mulai perlahan mengerti tentang perasaan manusia.

Pragmata menyajikan hal yang sulit ditemukan di game sejenis, yaitu alur cerita yang menarik untuk diikuti. Developer juga bisa dengan baik memanfaatkan kelucuan, kepolosan, keluguan yang dimiliki oleh Diana. Tidak pernah ada momen dengan Diana yang garing di game ini. Semuanya selalu meninggalkan kesan “Awww lutunya”, plus membuat kami betah mengikuti cerita meski alurnya sudah bisa ditebak dari awal.

Salut dengan RE Engine

Review Pragmata new york di bulan

Dari segi grafis, kualitas yang disajikan dalam Pragmata pantas diberikan jempolan. RE Engine yang digunakan untuk membangun game ini tidak perlu diragukan lagi kemampuannya.

Kami tidak pernah bosan menjelajahi stasiun luar angkasa yang memiliki desain futuristik. Pada beberapa bagian pemain akan melihat pemandangan yang sudah sering divisualisasikan dalam game sejenis. Misalnya lorong panjang dan tertutup, gudang berisi boks dan tabung yang tidak tahu apa isinya, atau ruangan penelitian dengan kaca besar anti peluru.

Ada juga pemandangan yang cukup unik di game ini. Seperti tiruan dari kota New York yang dibangun di stasiun luar angkasa dengan menggunakan teknologi 3D Printin berbahan Lunafilament. Begitu juga dengan hutan yang dipenuhi pepohonan hasil dari teknologi yang sama.

Keputusan developer untuk mengintegrasikan teknologi 3D Printing yang terapannya sudah ada saat ini ke dalam game Pragmata, adalah sesuatu yang visioner. Ini memberikan pandangan seberapa jauh kemampuan teknologi ini kedepan.

Review Pragmata: Gameplay Unik

Review Pragmata mekanisme gameplay

Pragmata memiliki gameplay yang unik karena memanfaatkan kedua karakter, Hugh dan Diana. Hugh akan menggunakan beragam senjata api untuk menhabisi musuh. Sedangkan Diana mengeksploitasi musuh dengan kemampuan hacking. Keduanya saling melengkapi dan menjadi aspek vital dari mekanisme gameplay Pragmata.

Pada awal permainan, Hugh hanya memiliki dengan senjata dasar yang menyerupai handgun. Seiring waktu dan progress, pemain akan menemukan senjata lain yang bisa digunakan oleh Hugh. Mulai dari Shockwave Gun yang seperti shotgun, lalu ada Stasis Net yang bisa digunakan untuk menjerat musuh, dan Decoy Generator yang sesuai namanya bisa memunculkan versi hologram Hugh sebagai pengalih perhatian.

Setiap jenis senjata juga dibagi berdasarkan role, untuk menyerang, support, maupun bertahan. Pergantian senjata juga bisa dilakukan secara instan saat bermain, sehingga memberikan fleksibilitas dan juga rasa seru ketika pemain berhadapan dengan musuh kuat.

Peluru untuk senjata dasar akan beregenerasi secara otomotis sehingga tidak ada istilah kehabisan peluru. Sedangkan untuk tipe senjatalain bisa habis dan cara satu-satunya untuk reload adalah menemukan senjata baru.

Diana Si Hacker Jenius

Review Pragmata gameplay diana

Jika Hugh bertugas untuk menghabisi musuh, tugas Diana adalah menemukan kelemahannya. Karena setiap musuh di Pragmata tidak bisa dihancurkan hanya dengan menggunakan senjata biasa.

Setiap kali pemain membuat Hugh menarget musuh, pemain akan melihat semacam papan puzzle yang digunakan oleh Diana untuk melakukan hacking. Target pemain adalah node hijau untuk membuka armor musuh. Begitu node hijau berhasil dihack, beberapa bagian badan musuh akan terbuka yang merupakan titik lemah. Bagian ini harus ditembak oleh Hugh sampai HP musuh habis dan hancur.

Diana juga bisa memberikan buff kepada musuh melalui kemampuan hacking. Ada node bernama Decode yang bisa digunakan untuk mengurangi defense musuh. Jika berhadapan dengan musuh dalam jumlah banyak, Diana juga bisa mengakses node Multihack untuk menghack semua musuh secara bersamaan. Ada juga node untuk memberikan status effect seperti confusion.

Jika meteran hacking sudah penuh, Diana juga bisa membuat serangan ultimate attack yaitu Overdrive Protocol yang tidak hanya memberikan damage, tapi juga membuat semua musuh stun.

Review Pragmata diana ultimate attack

Mekanisme ini memberikan lapisan baru dalam gameplay action shooter, membuatnya jadi lebih strategis dan juga menantang. Karena ketika sedang melakukan hacking dengan Diana, Hugh akan rentan diserang oleh musuh. Jadi setiap memulai sesi combat, pemain selalu dituntut untuk membuat keputusan. Apakah akan menghabiskan waktu untuk menyelesaikan hacking atau melarikan diri agar tidak diserang.

Tempat Bernama Shelter

Review Pragmata shelter

Pragmata memiliki tempat bernama Shelter yang fungsinya mirip Central Hub. Setiap kali pemain menyelesaikan stage maka secara otomatis akan kembali ke Shelter. Begitu juga ketika mengakses shortcut yang ada di setiap stage.

Fungsi pertama Shelter adalah sebagai tempat untuk mengatur persiapan. Disini pemain bisa melakukan upgrade untuk senjata, skill, mengganti kostum, dan juga berinteraksi dengan Diana.

Pemain bisa membuat Hugh ngobrol dengan Diana, layaknya ayah dengan putrinya. Diana akan memberikan pertanyaan dan Hugh dengan sabar menjawab. Diana juga bisa bermain dengan replika dari objek-objek yang biasa ditemui di bumi atau REM. Misalnya papan seluncuran dimana Diana yang seperti anak-anak malah naik dari bagian seluncuran, bukan dari tangga. Ketika mendapatkan tiang basket, Diana bisa bermain dengan bola basket yang kadang-kadang dilempar ke Hugh.

Setiap kali mencapai batas tertentu, Diana akan memberikan hadiah kepada Hugh. Hadiah ini biasanya berupa gambar yang melambangkan semakin dekatnya hubungan Hugh dan Diana. Kami banyak menghabiskan waktu di Shelter hanya untuk melihat interaksi Hugh dan Diana. Proses transformasi Diana dari robot lama-kelamaan menunjukkan sisi kemanusiaannya menarik untuk diikuti. Begitu juga dengan Hugh yang semakin lama semakin peduli dengan Diana. Perkembangan hubungan mereka tidak bisa dipungkiri adalah daya tarik utama dari Pragmata.

Review Pragmata cabin

Tidak lupa, di Shelter pemain juga bisa bertemu dengan robot ramah bernama Cabin. Ia menyediakan fitur Jukebox untuk mendengarkan berbagai musik game, atau mengasah kemampuan pemain dalam Simulator. Salah satu hadiah yang bisa didapat dari Simulator adalah Bingo Coin yang bisa digunakan di Bingo Board. Mengisi Bingo Board akan memberikan pemain beragam hadiah, salah satunya adalah kostum alternatif.

Pragmata Dari Segi Teknis

Pragmata memiliki grafis dan visual yang menawan, apalagi jika dimainkan dengan setting high ke atas. Game ini juga memaksimalkan teknologi terkini yang ditawarkan oleh kartu grafis zaman sekarang seperti ray tracing dan path tracing.

Selama memainkan versi review Pragmata di PC, kami menggunakan setting high dengan beberapa pilihan special effect yang agak diturunkan. Ini adalah spesifikasi PC yang kami gunakan: CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB. Kami juga mengaktifkan DLSS yang dipasang di balance. Untuk FPS kami batasi di 60.

Hasilnya kami bisa memainkan Pragmata dengan lancar tanpa ada masalah. Frame rate juga tetap stabil meski berada di tempat atau momen yang banyak special effect.

Kesimpulan Review Pragmata

Kesimpulan kami untuk review Pragmata adalah game ini sangat meyakinkan untuk sebuah IP baru. Game ini juga memberikan napas baru untuk genre action shooter, membuktikan elemen singleplayer jika diracik dengan baik tidak kalah dengan multiplayer.

Gameplay Pragmata yang taktis juga memberi jaminan kepada pemainnya agar selalu waspada saat bertarung. Hampir tidak ada pertarungan yang tidak seru di Pragmata, karena pemain selalu dituntut selalu kreatif untuk menemukan solusi terbaik. Apakah harus menyelesaikan hacking Diana atau lari karena musuh semakin dekat, semua keputusan berada di tangan pemain.

Namun sesungguhnya kekuatan utama dari Pragmata adalah hubungan antara Hugh dan Diana. Bagaimana hubungan ini berkembang menjadi jalinan batin yang melampaui bentuk fisik keduanya, daging dan mesin. Jika kamu mencari game yang bisa memberikan perasaan seperti ini, Pragmata wajib masuk dalam daftar.

Pragmata sudah tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC. Versi Nintendo Switch 2 menyusul di 24 April 2026.

*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer

REVIEW OVERVIEW

Visual & Grafis
Storyline
Gameplay
Sound (Soundtrack & sound effect)
Replay Value
Aryo
Aryo
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X
RELATED ARTICLES

Terpopuler

Saat ini jarang ada developer yang membuat game action shooter mengedepankan elemen singleplayer. Ketika semuanya menjauhi formula tersebut, Capcom justru meracik sebuah game dengan pendekatan ini, dan hasilnya melampaui ekspektasi. Inilah Pragmata, game yang awalnya membuat kami sangsi karena terus berulang mengalami penundaan. Namun setelah...Review Pragmata (PC): Dad In Space