Setelah penantian yang cukup panjang, Digimon Story Time Stranger akhirnya resmi hadir di Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2. Kehadirannya tentu menjadi kabar gembira bagi para penggemar Digimon, terutama mereka yang telah lama menikmati seri Digimon Story: Cyber Sleuth dan berharap mendapatkan penerus yang mampu membawa formula tersebut ke level berikutnya.
Untungnya, harapan itu berhasil diwujudkan oleh Bandai Namco dan Media.Vision. Digimon Story Time Stranger bukan sekadar sekuel biasa, melainkan sebuah evolusi besar yang menyempurnakan hampir seluruh aspek permainan, mulai dari sistem pertarungan, mekanisme mengoleksi Digimon, eksplorasi, hingga kualitas cerita.

Dengan lebih dari 450 Digimon yang dapat direkrut, alur cerita bertema perjalanan waktu yang menarik, sistem Digivolution yang jauh lebih fleksibel, serta gameplay yang sangat adiktif, game ini berpotensi menjadi salah satu JRPG monster collecting terbaik di Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 saat ini.

Oh iya, ngomong-ngomong saya menjajal game ini lebih banyak di Nintendo Switch Oled daripada di Nintendo Switch 2, dan menurut mata saya, tidak banyak perbedaan grafis pada kedua versi tersebut, makanya saya lanjut memainkan di Oled saja. Lantas, apakah Digimon Story Time Stranger benar-benar layak dimainkan? Berikut ulasan lengkapnya.
Perjalanan Waktu yang Menarik
Berbeda dari seri sebelumnya, Digimon Story Time Stranger mengangkat tema perjalanan waktu yang menjadi fondasi utama cerita.
Pemain berperan sebagai agen organisasi rahasia bernama Adamus, sebuah lembaga yang bertugas menyelidiki berbagai fenomena misterius yang terjadi di dunia manusia. Di awal permainan, pemain dapat membuat karakter sendiri dengan memilih jenis kelamin serta memberikan nama sesuai keinginan.

Konflik dimulai ketika sebuah kejadian misterius menyebabkan ledakan besar di Tokyo yang menyerupai bencana nuklir. Peristiwa tersebut melempar sang protagonis kembali ke masa lalu, tepat delapan tahun sebelum tragedi itu terjadi. Menariknya, smartphone milik karakter utama masih dapat berkomunikasi dengan masa depan sehingga membuka banyak misteri sepanjang perjalanan.
Petualangan kemudian membawa pemain menuju dunia digital bernama Iliad, sebuah dunia yang mengambil inspirasi dari mitologi Yunani dengan desain lingkungan yang penuh warna serta karakteristik yang sangat berbeda dari dunia manusia. Cerita berkembang semakin menarik ketika sebuah DigiEgg penting menghilang, muncul sosok Digimon berkekuatan luar biasa yang mampu mengubah nasib dunia, serta hadir berbagai organisasi misterius yang memiliki tujuan masing-masing.
Meski mengangkat tema perjalanan waktu yang cukup kompleks, penyampaian ceritanya terasa mudah dipahami sehingga pemain tetap nyaman mengikuti perkembangan setiap babaknya.
Gameplay-nya adalah Salah Satu yang Terbaik di Genre Monster Collecting
Jika ada satu aspek yang benar-benar bersinar, maka jawabannya adalah gameplay. Digimon Story Time Stranger berhasil menghadirkan sistem monster collecting yang terasa jauh lebih modern dibanding banyak kompetitornya.
Sistem Mendapatkan Digimon yang Lebih Menyenangkan. Alih-alih menangkap monster menggunakan item seperti Poké Ball, pemain cukup mengalahkan Digimon liar untuk memindai data mereka. Setiap kemenangan akan meningkatkan persentase scan. Ketika mencapai angka 100 persen, pemain dapat langsung menciptakan Digimon tersebut.

Yang menarik, proses scan dapat terus ditingkatkan hingga 200 persen. Semakin tinggi persentase scan sebelum Digimon dibuat, semakin baik pula statistik awal yang dimiliki. Mekanisme sederhana ini membuat pemain tetap termotivasi bertarung tanpa merasa dipaksa melakukan grinding berlebihan.
Sistem Digivolution yang Fleksibel
Fitur Digivolution menjadi salah satu peningkatan terbesar dibanding seri sebelumnya. Pemain dapat melihat seluruh jalur evolusi setiap Digimon lengkap dengan syarat yang harus dipenuhi. Jika belum memenuhi persyaratan tertentu, game akan langsung menunjukkan apa saja yang masih kurang sehingga pemain dapat menentukan target perkembangan secara lebih efisien.

Lebih menarik lagi, sistem De-Digivolution tetap dipertahankan. Artinya, pemain bebas mengembalikan Digimon ke bentuk sebelumnya apabila merasa jalur evolusi yang dipilih kurang sesuai. Sistem ini memberikan kebebasan bereksperimen tanpa rasa takut membuat keputusan yang salah.
Pertarungan Turn-Based yang Cepat
Walaupun masih menggunakan sistem turn-based klasik, tempo pertarungan terasa jauh lebih cepat dibanding kebanyakan JRPG modern. Musuh dengan level rendah dapat dikalahkan menggunakan fitur Auto Battle sehingga proses farming berlangsung sangat singkat.

Sebaliknya, ketika menghadapi boss, pemain harus mulai memikirkan komposisi tim, elemen, kemampuan khusus, hingga urutan serangan. Kemenangan dalam pertarungan sulit tidak diperoleh hanya karena level tinggi, melainkan dari kemampuan pemain membangun tim yang efektif. Pendekatan seperti inilah yang membuat setiap Digimon terasa memiliki fungsi masing-masing.
Eksplorasi Bebas dan Nyaman
Aktivitas menjelajah juga mengalami banyak peningkatan. Karakter kini dapat berlari lebih cepat, menghindari musuh apabila tidak ingin bertarung, hingga menggunakan kemampuan Digimon untuk menyerang lawan dari kejauhan sebelum pertempuran dimulai.
Beberapa Digimon bahkan dapat ditunggangi sehingga mobilitas menjadi lebih praktis. Meski fitur kendaraan tersebut belum memiliki fungsi yang terlalu besar selain mempercepat perjalanan, keberadaannya tetap menjadi nilai tambah.

Selain eksplorasi utama, pemain juga akan menemukan berbagai aktivitas sampingan seperti:
- Side quest dengan variasi misi yang cukup beragam.
- Mini game kartu yang cukup menghibur.
- Rahasia tersembunyi di berbagai area.
- Digimon langka yang bisa diperoleh lebih awal apabila berani menjelajah.
Semua aktivitas tersebut membuat dunia permainan terasa hidup dan mendorong pemain untuk terus mengeksplorasi setiap sudut map.
Sistem Bond Membuat Setiap Digimon Lebih Berarti Bagi Kita
Salah satu fitur baru yang menarik adalah hadirnya sistem hubungan atau Bond antara pemain dengan Digimon. Sepanjang permainan, Digimon akan beberapa kali mengajak berbicara.

Pilihan jawaban pemain akan memengaruhi tingkat kedekatan yang nantinya membuka perkembangan pada lima jalur skill tree berbeda. Untungnya, sistem ini dibuat sangat sederhana sehingga tidak membingungkan pemain baru. Jika suatu saat ingin mengubah arah perkembangan karakter, pemain cukup memilih respons yang berbeda pada percakapan berikutnya.
Grafisnya Cukup Saja
Secara grafis, Digimon Story Time Stranger memang belum menjadi JRPG dengan kualitas visual terbaik. Animasi karakter masih terlihat sedikit kaku sebagaimana banyak JRPG buatan Jepang.
Namun, kualitas artistiknya berhasil menutupi kekurangan tersebut. Dunia Iliad tampil sangat berwarna dengan desain lingkungan yang mengingatkan pada seri Persona.

Semakin jauh pemain melanjutkan cerita, kualitas visual juga semakin meningkat. Sayangnya, dungeon pada beberapa jam pertama masih terasa monoton baik dari sisi desain maupun tata letaknya. Untungnya, kondisi tersebut perlahan membaik setelah pemain memasuki area-area berikutnya.
Performa Nintendo Switch 2 dan Nintendo Switch
Performa menjadi salah satu pembahasan penting karena game ini hadir di dua generasi Nintendo Switch. Performance Mode adalah Pilihan Terbaik. Nintendo Switch 2 menyediakan dua mode grafis. Pertama adalah Quality Mode (menawarkan resolusi hingga 4K lengkap dengan HDR) yang sayangnya, frame pacing masih belum stabil sehingga pengalaman bermain terasa kurang nyaman meskipun target frame rate berada di angka 30 FPS.

Yang ke dua adalah Performance Mode. Inilah mode yang paling direkomendasikan. Resolusi memang turun ke kisaran 1080p dan HDR dinonaktifkan. Sebagai gantinya, frame rate mampu mencapai hingga 60 FPS dan sebagian besar permainan berjalan sangat stabil. Load time juga terasa sangat cepat sehingga pengalaman bermain menjadi jauh lebih nyaman.
Pada mode handheld, dukungan VRR milik Nintendo Switch 2 membantu menyamarkan penurunan frame rate sehingga permainan terasa sangat mulus.

Sementara itu, versi Nintendo Switch generasi pertama masih dapat dimainkan dengan cukup baik meski frame rate 30 FPS sesekali mengalami penurunan. Tapi karena saya memainkan di Nintendo Switch generasi pertama dengan layer Oled. Maka FPS yang hanya 30 itu tidak mengganggu saya sama sekali. Yang penting dimata permainan nampak bold dan tetap nyaman.
Musik dan Voice Acting
Komposer Masafumi Takada kembali terlibat dalam proyek Digimon Story Time Stranger. Bagi penggemar Digimon Cyber Sleuth maupun Danganronpa, gaya musiknya tentu sudah tidak asing lagi.
Pada awal permainan soundtrack mungkin terdengar biasa saja. Namun semakin jauh cerita berlangsung, kualitas musik meningkat drastis dan berhasil memperkuat suasana setiap adegan.

Voice acting juga tampil memuaskan. Setiap Digimon memiliki suara khas saat menggunakan jurus sehingga pertarungan terasa lebih hidup. Menariknya lagi, pemain bebas mengganti musik yang diputar melalui menu apabila kurang menyukai soundtrack tertentu.
Harga Digimon Story Time Stranger
Bandai Namco menerapkan kebijakan yang sedikit membingungkan. Pemilik versi Nintendo Switch memperoleh upgrade gratis ke Nintendo Switch 2. Namun pembeli versi Nintendo Switch 2 tidak otomatis mendapatkan versi Nintendo Switch.

Selain itu, harga game di Amerika Serikat juga tercatat lebih murah dibanding beberapa wilayah lain. Saya memainkan game versi eShop wilayah Singapura yang kodenya tentu saja didapat dari Bandai Namco.
Meski demikian, melihat durasi permainan yang mampu mencapai sekitar 100 jam, harga tersebut masih terasa cukup sepadan dengan konten yang ditawarkan.
Kesimpulan

Apakah Digimon Story Time Stranger versi Nintendo Switch ini layak dibeli? Jawabannya adalah ya. Digimon Story Time Stranger berhasil menunjukkan bagaimana sebuah game monster collecting seharusnya dibuat.
Bandai Namco tidak hanya menghadirkan ratusan Digimon untuk dikoleksi, tetapi juga menyusun sistem perkembangan karakter, Digivolution, eksplorasi, hingga pertarungan yang terasa sangat memuaskan. Memang masih terdapat beberapa kekurangan, terutama pada performa Quality Mode serta desain dungeon di awal permainan.
Namun setelah melewati beberapa jam pertama, kualitas permainan meningkat secara signifikan. Bagi penggemar Digimon, JRPG, maupun game monster collecting secara umum, Digimon Story Time Stranger merupakan salah satu rilis terbaik yang hadir di Nintendo Switch tahun ini.
Digimon Story Time Stranger membuktikan bahwa seri Digimon masih mampu bersaing di genre monster collecting. Dengan gameplay yang adiktif, cerita yang menarik, sistem Digivolution yang mendalam, serta puluhan jam konten berkualitas, game ini sangat layak masuk ke dalam daftar permainan wajib bagi pemilik Nintendo Switch maupun Nintendo Switch 2.
Kalian bisa mengunduh game versi Nintendo Switch di sini dan versi Nintendo Switch 2 di sini.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer
