Gamer Indonesia pasti sudah tidak asing dengan Captain Tsubasa. Dari animenya sampai dengan gamenya, pesepakbola dengan nomor punggung 10 ini telah memiliki tempat bagi fansnya di Indonesia.
Captain Tsubasa 2: World Fighters adalah seri game terbaru dari franchise ini. Game ini juga dibuat dengan teknologi terbaru yaitu Unreal Engine 5. Daya tarik utamanya yaitu jurus spektakuler dan dramatis yang bisa dilakukan oleh Tsubasa dan teman-temannya di lapangan hijau dipastikan masih ada, bahkan meningkat dari segi visual. Sayangnya masalah yang sering menghantui game hasil adaptasi anime populer masih tetap ada.
Berikut adalah pengalaman dan kesan yang kami rasakan selama memainkan versi review Captain Tsubasa 2: World Fighters di PC.
Kaya Akan Referensi

Captain Tsubasa 2: World Fighters menawarkan dua mode utama, yaitu Story dan Versus. Mode utama yaitu Story akan merangkum hampir semua cerita (Ditambah cerita original) dari Captain Tsubasa dalam satu game. Sedangkan dalam mode Versus, pemain bisa memilih untuk melawan AI atau pemain lain baik online maupun local.
Game ini juga menyediakan Practice, tempat pemain untuk mengenal mekanisme di dalam game. Kehadiran mode ini sangat berguna terutama bagi gamer yang baru mengenal Captain Tsubasa. Meski kelihatannya mudah, ada beberapa mekanik yang menurut kami agak sulit untuk dimengerti. Practice adalah tempat yang tepat untuk memahaminya.

Story dimulai dengan pemain membuat karakternya sendiri. Personalisasi yang ditawarkan cukup beragam. Jika tidak mau bosan, kamu bisa mempertimbangkan untuk membuat karakter dengan desain unik atau lucu. Karakter pemainan nantinya akan menjadi salah satu pemain muda Jepang, dan ikut bertanding bersama Tsubasa dan teman-temannya dari klub sampai tim nasional.
Game ini juga memberikan pemain kebebasan untuk menentukan pilihan dialog. Menariknya ada pilihan dialog yang biasanya diutarakan oleh antagonis. Tapi dialog apapun yang dipilih tidak akan berdampak dengan jalannya cerita.

Bagi fans, mode Story akan menjadi salah satu daya tarik terbesar game ini. Mereka bisa melihat karakter favorit mereka muncul dan berinteraksi dengan karakter lainnya. Beberapa karakter bahkan dieksplorasi lebih jauh, memperlihatkan sisi lain yang sebelumnya mungkin tidak pernah dilihat. Bagi gamer baru, mode Story bisa dijadikan sebagai pintu untuk mengenal dunia Captain Tsubasa.
Menurut kami hanya satu kekurangan dari bagian ini, yaitu terlalu banyak dialog dan momen yang tidak penting dipaksa muncul. Selain itu, game ini juga memiliki masalah umum yang diderita oleh game adaptasi anime. Captain Tsubasa 2: World Fighters miskin kreativitas.
Pemain hanya disajikan oleh visual static karakter yang hanya berdiri dan sesekali mengepalkan tangan saat mereka sedang berbicara. Game ini bahkan membuat meme Captain Tsubasa seperti perlu episode seminggu untuk sampai ke gawang musuh terealisasi. Jika ingin lebih kreatif, developer seharusnya memasukkan bagian cuplikan dari anime sebagai bumbu.

Chapter dalam mode Story ini juga cukup banyak. Untungnya developer sudah mengimplementasi fitur skip bagi yang tidak ingin buang-buang waktu. Karena mode ini merupakan satu-satunya cara untuk membuka tim lain agar bisa dimainkan dalam mode Versus atau Practice.
Mekanik Bonding

Setiap kali menyelesaikan satu chapter dalam Story, pemain akan mendapat kesempatan untuk melakukan bonding. Karakter buatan pemain akan berinteraksi dengan karakter ikonik, menjadikan mereka sebagai teman atau rival, dan berkesempatan untuk mendapatkan tekniknya.
Fitur ini sangat berperan dalam segi personalisasi karakter, karena kamu bisa memasang berbagai teknik dari karakter ikonik di game ini sebagai teknik andalan karaktermu. Meski begitu, mekanik bonding ini menurut kami belum dimanfaatkan secara maksimal.
Jika developer ingin lebih kreatif, proses bonding seharusnya tidak hanya sekedar ngobrol saja, tapi bisa dilanjutkan dengan menjadi sesi latihan khusus satu lawan satu. Disinilah pemain baru bisa mendapatkan tekniknya. Lebih menarik bukan?
Tendangan Harimau

Gameplay adalah bagian yang pastinya sudah ditunggu-tunggu. Semua fans sudah tahu jika Tsubasa dan teman-temannya memiliki kemampuan yang spektakuler sekaligus menggelikan saat bermain bola.
Special Moves seperti Drive Shot milik Tsubasa atau Tiger Shot kepunyaan Hyuga Kojiro bisa dieksekusi dari tengah lapangan, dan kemungkinan besar akan mencetak gol secara dramatis. Tapi teknik ini tidak bisa digunakan setiap saat. Pemain harus lebih dulu mengisi energinya, dengan cara mengumpulkan poin melalui Chain System.
Selain tendangan, masih ada varias Special Moves lain di Captain Tsubasa II: World Fighters. Ada Super Passing, Dribble, Block, Tackle, bahkan sampai Follow-Up Attack yang merupakan serangan kombinasi. Pada awalnya kami mengira game ini hanya sekedar menendang bola dengan animasi yang spektakuler dan gol. Tapi ternyata setelah memainkannya kami terkejut karena mekanismenya cukup kompleks.
Misalnya saat melawan kembar Tachibana yang membela Akita High School. Mereka bisa melakukan serangan kombinasi bernama Skylab, tapi di game ini teknik tersebut diperkuat dalam Follow-Up Attack. Si kembar akan bekerjasama dengan penjaga gawang tim Keizinho yang berlari ke tengah lapangan untuk menendang bola sebagai finisher.

Tapi jika pada pertandingan itu sudah ada Genzo Wakabayashi. Serangan dahsyat ini bisa dicounter dengan tekniknya SGGK (Super Great Goal Keeper).
Tapi tidak masalah juga jika pemain tidak ingin memahami semua teknik yang ada di dalam game. Captain Tsubasa II: World Fighters bisa dimainkan seperti game sepak bola pada umumnya. Oper bola, dribble, bawa bola ke dekat gawang musuh, lalu shot.
Jika ingin presentasi gol yang lebih besar, kamu bisa menahan tombol shot sampai energy bar penuh dan bisa menggunakan Signature Shot. Penjaga gawang dalam game ini juga memiliki Health Point, yang jika tidak sampai 0 tidak akan gol. Cara paling efektif untuk menguranginya adalah dengan menggunakan Special Moves atau Signature Shot.
Review Captain Tsubasa 2: World Fighters: Kekurangan Dari Sebuah Fantasi

Jika kamu berharap game ini paling tidak bisa mirip seperti eFootball atau EA Sports FC, itu terlalu berlebihan.
Pertama, Captain Tsubasa II: World Fighters tidak memiliki wasit. Setiap mengambil bola dengan cara tackle yang keras (Satu-satunya cara untuk mengambil bola di game), tidak pernah ada pelanggaran. Throw-in juga tidak berjalan dengan semestinya.
Kami juga memperhatikan adanya delay setelah melakukan dribble jika tidak ada lawan yang dilewati. Kelemahan ini bisa diekploitasi, terutama jika melawan pemain lain. Lalu setiap kali akan masuk dalam bagian cutscene saat pertandingan, masih ada menu loading yang mengganggu.
Mode Versus

Setelah menguasai mekanisme permainan, pemain dapat beralih menuju Versus untuk menghadapi pemain lain secara online. Disinilah pemahaman akan teknik, dan juga eksploitasi dari kelemahan sistem akan diuji.
Untuk yang kompetitif, game ini menyediakan sistem ranked match. Semakin sering kamu menang, semakin tinggi rankingnya dan berdampak dengan pemain yang jadi lawan. Jika hanya ingin ketawa-ketawa bareng teman, bisa dengan membuat Private Match. Kamu dan temanmu juga bisa main bareng langsung di konsol atau platform yang sama.
Review Captain Tsubasa II: World Fighters Dari Segi Teknis
Kami memainkan versi review Captain Tsubasa II: World Fighters di PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU NVIDIA GeForce RTX 4070 Ti, dan RAM 32GB.
Selama bermain kami tidak pernah mengalami masalah teknis. Secara performa game ini tidak membutuhkan spesifikasi yang tinggi untuk bisa dimainkan dengan optimal di PC.
Kesimpulan Review Captain Tsubasa II: World Fighters
Kesimpulan kami setelah memainkan versi review Captain Tsubasa 2: World Fighters adalah game ini cocok bagi mereka yang ingin bermain game sepak bola dengan sentuhan fantasi. Tidak perlu berpikir tentang strategi, formasi, atau hal-hal sulit lainnya.
Cukup dengan mengumpulkan poin dari Chain System dengan tackle, dribble, pass, dan shoot, kamu bisa mengeluarkan teknik tidak masuk akal tapi spektakuler. Untuk dibuat ketawa-tawa karena absurd atau mengeksploitasi kelemahan sistem, game ini menurut kami sudah ok.
Story Mode game ini mirip seperti perpustakaan. Fans dari Captain Tsubasa akan sangat menikmatinya karena berbagai referensi, rivalitas, serta momen yang diangkat dari sejarah panjang franchise ini akan disajikan. Hal yang disayangkan adalah presentasinya ditampilkan secara monoton dan kurang kreatif, berujung jadi membosankan.
Hasil akhirnya adalah sebuah sekuel setelah enam tahun dari game sebelumnya, Captain Tsubasa II: World Fighters menyajikan game sepak bola yang enak untuk sekedar having fun, tapi juga masih meninggalkan banyak hal yang harus ditingkatkan.
Captain Tsubasa 2: World Fighters tersedia di PS5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan PC.
*Disclaimer: Game untuk review disediakan oleh publisher/developer


