HomeBesideKeuntungan Steam Ternyata Datang Dari Penjualan Game Lama

Keuntungan Steam Ternyata Datang Dari Penjualan Game Lama

Fakta baru tentang Steam telah terungkap. Pertama, platform milik Valve ini telah mencatat periode paling menguntungkan dengan meraup keuntungan sekitar US$11 miliar atau setara Rp198,5 triliun dari periode Januari hingga Juni 2026.

Menurut data yang dilampirkan oleh Alinea Analytics, pertumbuhan pengguna baru di Asia khusunya China merupakan salah satu faktor yang mendorong pendapatan Steam. China menjadi salah satu pasar yang mengalami peningkatan jumlah pengguna cukup besar.

Fakta kedua adalah angka tersebut mayoritas disumbang dari penjualan game lama, bukan game baru.

Game Lama Mendominasi Pendapatan Steam

Tren pembelian game lama yang mengalami penurunan harga atau diskon ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Buktinya adalah presentase pembelian game keluaran lama jauh lebih besar dibandingkan judul terbaru.

Menurut data dari Alinea Analytics, presentase total pembelian game di Steam untuk 2026 selama Januari hingga Juni mayoritas adalah judul lama dengan jumlah sebesar 79 persen. Sedangkan game baru yang memang dirilis di 2026 hanya menyumbang sekitar 21 persen dari seluruh pembelian. Kondisi ini menunjukkan bahwa katalog lama tetap memiliki nilai komersial yang sangat besar bagi Steam.

Tren tersebut sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, hanya 29 persen pendapatan yang berasal dari game keluaran tahun yang sama. Hal yang sama juga terjadi di 2025 dengan presentase 27 persen.

Banyak pemain tampaknya lebih memilih menunggu diskon sebelum membeli game. Selain itu, publisher dan developer juga semakin aktif menawarkan katalog lama melalui promosi, paket bundel, pembaruan konten, dan juga peluncuran ulang.

Game Baru 2026 dengan Angka Penjualan Terbesar

Meskipun game lama mendominasi jumlah pembelian secara keseluruhan, beberapa rilisan 2026 tetap berada di posisi teratas sebagai penghasil pendapatan terbesar.

Forza Horizon 6 menempati posisi pertama dengan pendapatan sekitar US$197,6 juta atau setara Rp3,57 triliun. Posisi kedua ditempati Resident Evil Requiem dengan pemasukan US$194,5 juta atau sekitar Rp3,51 triliun.

Sementara itu, Crimson Desert berada di posisi ketiga setelah menghasilkan sekitar US$190,1 juta. Diikuti oleh Slay the Spire II, Subnautica 2, dan game viral Meccha Chameleon.

Angka tersebut membuktikan bahwa game baru tetap mampu menghasilkan pemasukan sangat tinggi. Namun, kontribusi gabungan dari ribuan game lama masih menjadi fondasi utama bisnis Steam.

Bagaimana menurutmu?

Aryo
Aryo
Editor Playcubic. Gamer dengan cita-cita punya PC kelas dewa. Disamping PCnya ada PS5 dan Xbox Series X
RELATED ARTICLES

Terpopuler