Sony Interactive Entertainment Japan Asia dan Square Enix resmi mengumumkan kehadiran konsol PS4 dengan corak baru yaitu “PlayStation 4 NieR: Automata Emil Edition.”
PS4 ini menghadirkan tema game NieR: Automata dengan gambar kepala Emil pada bagian cover atasnya. Gamers wilayah Jepang mulai bisa membeli PS4 corak ini plus game NieR: Automata pada tanggal 23 Februari 2017. Dengan menebus seharga JPY 33.480, gamer bisa mendapatkan PS4 corak NieR: Automata berkapasitas HDD 500GB, atau membayar JPY 38.480 untuk menebus versi 1 TB-nya.
PS4 corak NieR: Automata berisi seluruh kelengkapan yang terdapat dalam edisi PS4 Jet Black standar (kontroler DualShock 4 Jet Black, headset, power cord, kabel HDMI dan kabel USB) dengan tambahan theme NieR: Automata original PlayStation 4 dan NieR: Automata-themed original packaging. Pemesanan konsol bisa dilakukan di sini.
Tanggal 3 – 5 Februari 2017 nanti, SNK mengumumkan akan menggelar event test game The King of Fighters XIV Arade Ver. di Taito Stations Tokyo, Osaka dan Fukuoka antara pukul 10 pagi sampai tengah malam setiap harinya.
Ini jadwal toko yang akan mengadakan event test game seperti Playcubic informasinya dari Famitsu:
Taito Station Machida (Tokyo, Machida, Haramachida)
Taito Station Osaka Nihonbashi (Osaka, Naniwa Ward, Nipponbashi)
Taito Station Fukuoka Tenjin (Fukuoka, Chuo Ward, Tenjin)
Untuk bisa bermain, gamers dikenakan tarif seharga JPY 100. Gamers yang hadir di lokasi test game bisa mengisi lembaran survey untuk mendapatkan stiker spesial NESiCA. Pengumuman kehadiran The King of Fighters XIV versi mesin arcade sendiri dilakukan pada bulan Oktober tahun lalu. Saat ini gamers juga bisa memainkan The King of Fighters XIV di konsol PS4.
Koe Tecmo merilis video cuplikan event game Nioh terbaru untuk memperlihatkan karakter protagonist William Adams bertemu dengan seorang musuh bernama Edward Kelley.
Nioh sendiri dijadwalkan rilis ke PS4 wilayah Amerika Utara tanggal 7 Februari 2017, ke wilayah Eropa tanggal 8 Februari 2017 dan sehari setelahnya ke wilayah Jepang.
Arc System Works mengumumkanDouble Dragon IV versi PS4 edisi wilayah Jepang terpaksa ditunda peluncurannya sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan karena alasan “”situasi tak terduga”.
Untungnya game versi Steam (PC) masih dijadwalkan rilis ke wilayah Jepang pada tanggal 31 Januari 2017 (hari ini). Dari informasi yang Playcubic terima, penundaan perilisan game versi PS4 dicantumkan oleh Arc System Works secara spesifik hanya untuk edisi wilayah Jepang saja, jadi nampaknya peluncuran game versi PS4 ke wilayah lain tidak mengalami penundaan. Double Dragon IV sendiri dijadwalkan rilis ke PS4 dan Steam wilayah Barat hari ini.
Seri terbaru dari game side-scrolling action legendaris ini akan tetap menggunakan gaya visual 80-an, tentunya dengan beragam fitur baru. Setiap mode permainan nantinya dapat dimainkan oleh dua orang pemain secara bersama-sama. Cerita dalam game diambil setelah Shadow Warriors dikalahkan dalam seri Double Dragon II.
Game ini dikembangkan oleh staff asli yang mengerjakan pengembangan Double Dragon versi arcade yaitu: produser Takaomi Kaneko, sutradara Yoshihisa Kishimoto, character designer Koji Ogata, komposer Kazunaka Yamane dan programmer Kei Oyama.
Game Superbeat: Xonic yang sempat dirilis ke PS Vita bulan November 2015 lalu dipastikan juga akan meluncur ke PS4 dalam format fisik dan digital, dan ke Xbox One hanya dalam format digital saja pada musim semi 2017. Acttil adalah penerbit games yang akan membawa Superbeat: Xonic ke wilayah Amerika Utara dan Rising Star Games adalah penerbit games yang akan membawa game tersebut ke Eropa, Australia, Selandia Baru dan juga Timur Tengah.
Versi PS4 dan Xbox One dari rhythm game besutan PM Studios ini berisi 65 track musik mulai dari musik bergenre R&B to rock, techno, sampai K-pop, termasuk track DLC dari game versi PS Vita, ditambah track anyar yang akan dibundel dalam DLC baru.
Fitur penting yang terdapat dalam Superbeat: Xonic versi Xbox One dan PS4 antara lain adalah:
Semua tentang rhythm. Gamers akan menemukan track yang super cepat dalam game ini.
Mode permainan bisa disesuaikan dengan kemampuan gamers. Terdapat sejumlah level skill seperti 4TRAX (beginner), 6TRAX dan 6TRAX FX (master). Gamers yang kesulitan dalam bermain selalu dapat mengakses mode tutorial.
Gamers bisa meningkatkan beat dari track agar gameplay semakin seru.
Berbagai musik baru sudah disiapkan oleh pihak pengambang bagi gamers Xbox One dan PS4.
Terdapat sistem peringkat dunia yang di-update secara real-time.
Ada lebih dari 50 jenis ilustrasi yang pastinya akan memanjakan mata gamers saat bermain sebagai DJ dalam game ini.
Seakan tidak mau kehilangan fans mereka yang bermain Superbeat: Xonic di PS Vita, PM Studios berjanji akan mengumumkan sesuatu yang spesial bagi gamers PS Vita dalam waktu dekat. Apakah kalian sudah pernah memainkan game Superbeat: Xonic?
Beredar kabar Square Enix tinggalkan Deus Ex karena lebih mementingkan kolaborasinya dengan Marvel. Eurogamer telah melaporkan jika Eidos Montreal yang bertanggung jawab dengan pengembangan Deus Ex telah ditarik untuk mengerjakan proyek lain.
Game terbaru Deus Ex yaitu Mankind Divided dirilis pada tahun 2016 kemarin. Sayang performa dari game ini kurang memuaskan. Padahal masih banyak misteri yang belum terjawab dalam game tersebut dan berpotensi untuk dilanjutkan. Mungkin inilah penyebabnya kenapa Square Enix memutuskan untuk menarik Eidos Montreal dari game Deus Ex.
Hal yang menarik justru adalah kolaborasi Square Enix dan Marvel. Selain mengembangkan game The Avengers, kabarnya masih ada satu game Marvel lain sedang dikerjakan oleh Square Enix. Menurut Eurogamer, game kedua ini berhubungan dengan Guardians of the Galaxy. Studio yang dipercaya untuk mengerjakannya tidak lain adalah Eidos Montreal yang sebelumnya membuat Deus Ex.
The Avengers versi Square Enix akankah berhubungan dengan filmnya?
Square Enix sendiri sudah memberikan pernyataan resmi mengenai rumor tersebut. “Sementara kami masih berusaha untuk mengembangkan dunia dari game Deus Ex, kami akan memfokuskan studio kami untuk mengerjakan The Avengers Project dan juga proyek milik Crystal Dynamics,” ucap Square Enix.
Menurut Playcubic, pernyataan tersebut berkesan mencari aman. Jawaban yang diberikan malah mengambang. Jadi, bisa saja rumor yang dihembuskan oleh Eurogamer ini memang benar apa adanya jika dilihat dari respon Square Enix.
Sekedar tambahan, maksud dari “Proyek milik Crystal Dynamics” ini mungkin adalah game Tomb Raider baru. Masih ingatkan kamu dengan kejadian tahun 2016 kemarin ketika salah satu staff Crystal Dynamics tidak sengaja memperlihatkan judul game Tomb Raider baru, Shadow of the Tomb Raider.
Wah kelihatannya untuk tahun-tahun kedepan nanti, game terbaru Square Enix bakalan semakin seru…Jika rumor ini benar yah.
Double Fine Productions hari ini mengkonfirmasiPsychonauts in the Rhombus of Ruin akan dirilis ke PlayStation VR pada tanggal 21 Februari 2017. Game yang merupakan standalone chapter dari saga Psychonauts ini digambarkan sebagai mind-bending adventure puzzle game yang dikembangkan dari dasar khusus untuk perangkat virtual reality dan menghubungkan antara event di Psychonauts dan Psychonauts 2.
Dalam game ini gamers berperan sebagai Raz, seorang psikis muda yang kini menjadi agen tetap Psychonauts internasional. Sudut pandang dalam game mengambil model first-person, gamers dapat mengeluarkan berbagai kekuatan psikis Raz untuk menyelesaikan beragam puzzle. “Clarivoyance” akan memungkinkan gamers untuk melihat lingkungan dari mata karakter lain dan mengidentifikasi lingkungan dalam game, sedangkan kemampuan lain seperti “telekinesis” dan “pyrokinesis” memungkinkan gamers untuk menggerakkan berbagai macam benda dengan tenaga pikirian atau membakar benda tersebut dengan api.
Cerita dalam game Psychonauts in the Rhombus of Ruin berada setelah akhir dari event Psychonauts, dimana Raz, Lili, Sasha, Milla, dan Coach Oleander harus menyelamatkan Truman Zannotto, Grand Head dari Psychonauts. Misi Raz dan kawan-kawan akan membawa mereka ke dalam inti Rhombus of Ruin, bagian misterius dari lautan yang lebih terkenal dengan sebutan “as deadly as two Bermuda Triangles back to back”. Namun misi penyelamatkan menjadi berantakan karena anggota grup Raz malah diculik, nah… disinilah Raz harus menggunakan kekuatan psikisnya untuk mengumpulkan kembali kawan-kawannya lalu meneruskan misi utama yaitu menyelamatkan Truman. Untuk lebih jelasnya, saksikan trailer game pada video di bawah.
Bandai Namco baru saja merilis iklan TV perdana untuk mempromosikan game Dragon Ball Heroes: Ultimate Mission X di wilayah Jepang. Iklan TV ini juga menampilkan cuplikan perdana dari game terbaru 3DS tersebut.
Dalam Dragon Ball Heroes: Ultimate Mission X gamers bisa menggunakan maksimal 5 buah kartu dari total 3.330 kartu dan menikmati pertarungan five-versus-five card-based battles. Gamers bisa memainkan 8 misi Dragon Ball Heroes, 10 Galaxy Missions, 8 Evil Dragon Missions dan 10 God Missions, dengan total keseluruhan 36 misi. Ada lebih dari 240 karakter yang bisa gamers temukan dalam game ini, termasuk sejumlah karakter baru untuk digunakan bertarung.
Dragon Ball Heroes: Ultimate Mission X dijadwalkan rilis ke 3DS wilayah Jepang pada tanggal 27 April 2017. Belum ada informasi kapan game ini akan dirilis ke luar wilayah Jepang.
Dunia game telah kehilangan salah satu pionirnya yaitu Masaya Nakamura, pencipta Namco (Sekarang bernama Bandai Namco). Menurut press release yang diterbitkan oleh Bandai Namco (Diterjemahkan oleh Ars Technica), beliau wafat pada tanggal 22 Januari 2017 pada usia 91 tahun.
Foto Masaya Nakamura (Tengah)
Masaya Nakamura yang dikenal sebagai “Bapak Pac-Man” ini mulai merintis usahanya pada tahun 1955. Perusahaan ini dinamakan Nakamura Manufacturing dan bergerak dalam industri permainan anak-anak yang dioperasikan dengan koin. Setelah sukses, Nakamura kemudian merubah nama perusahaannya menjadi Nakamura Amusement Machine Manufacturing Company atau Namco. Pada saat itulah perusahaan miliknya mulai memproduksi mesin arcade seperti Namco F-1.
Gelar “Bapak Pac-Man” diperoleh Nakamura setelah berhasil membawa game Pac-Man yang dibuat oleh Toru Iwatani pada tahun 1980 ke mesin arcade buatannya. Tidak hanya itu, Namco juga berhasil mengakuisisi Atari Jepang dan memperoleh lisensi dari game Galaxian, Galaga, Pole Position dan Xevious. Pada tahun 2005, Namco akhirnya resmi merger dengan Bandai menjadi Bandai Namco.
Selamat jalan Nakamura-san. Terima atas kontribusimu selama ini untuk industri game.
Resident Evil 7 menakutkan sekaligus memuaskan. Inilah kesan yang didapatkan Playcubic setelah menamatkan game tersebut. Seperti yang sempat Playcubic jelaskan sebelumnya, game ini MEMANG bisa ditamatkan dalam jangka waktu 10 jam saja. Durasi ini sebenarnya tergolong singkat terutama bagi game horor semacam Resident Evil.
Meskipun singkat, Playcubic tetap merasa puas. Bahkan ada keinginan untuk mengulang game ini untuk kedua kalinya dengan tingkat difficulty yang berbeda. Ada sensasi tersendiri saat memainkan game ini. Pada bagian awal, Resident Evil 7 benar-benar mirip dengan Silent Hills P.T. Namun, semakin jauh Playcubic bermain, sensasi Silent Hills ini lama kelamaan memudar. Disinilah ciri khas game Resident Evil justru mulai menunjukkan dirinya.
Inilah yang menurut Playcubic merupakan faktor wow dari Resident Evil 7. Bagaimana Capcom menciptakan suatu game dengan transisi yang baik. Pada bagian awal murni horor, setelah itu berubah menjadi semi action.
Tentunya tanpa didukung oleh yang lainnya, sistem transisi ini tidak akan berhasil. Dimulai dari alur cerita, bagaimana storyline dari Resident Evil 7?
Semua tentang Mia
Dalam game ini kamu akan berperan sebagai Ethan yang sedang mencari istrinya, Mia. Setelah mengirim email perpisahan, Mia mendadak menghilang. Perjalanan Ethan untuk menemukan Mia membawanya ke rumah keluarga Baker di Louisiana. Tanpa diketahui oleh Ethan, baik Mia maupun keluarga Baker ternyata memiliki “rahasia gelap”.
Keluarga Baker seperti yang kamu sering lihat dalam setiap trailer Resident Evil 7 adalah keluarga yang haus darah. Setiap anggota keluarga yang ditemui Ethan selalu berusaha untuk membunuhnya, kecuali satu orang. Siapakah dia? No spoiler here folks.
Menurut Playcubic, dari seluruh anggota keluarga Baker yang paling menakutkan adalah Jack. Ketika berhadapan dengan Jack, rasanya seperti bertemu dengan seorang psikopat. Ingat dengan Nemesis di game Resident Evil 3? Kira-kira seperti itulah Jack.
Jack dari dekat
Mia juga memegang peranan penting dalam Resident Evil 7. Semua yang terjadi di dalam game ini berhubungan dengan dirinya. Hubungannya seperti apa, kamu harus mencari tahu sendiri. No spoiler here.
Sebenarnya alur cerita dari game ini cukup straightforward. Setiap misteri pasti akan terjawab ketika kamu memasuki bagian akhir game. Pertanyaan penting apakah seri ini berhubungan dengan dunia Resident Evil juga akan terungkap. Agar kamu semakin hype, Resident Evil 7 juga memiliki kejutan yang tidak disangka-sangka. Dijamin kamu pasti puas ketika melihatnya.
Raccoon City…Jadi inget sesuatu…
Alur cerita dari game ini mungkin biasa-biasa saja. Tapi, jika berbicara mengenai gameplay, nah itu baru luar biasa.
Gaya baru bermain Resident Evil
Selain transisi cerita, keungulan dari Resident Evil 7 adalah gameplay-nya. Tampilan first person yang sebelumnya tidak pernah ada dalam game Resident Evil membuat game ini menakutkan sekaligus menyenangkan.
Jika biasanya kamu selalu merasa menjadi orang kedua karena gaya third person, pada Resident Evil 7 kamu langsung menjadi Ethan. Setiap hal yang sedang terjadi di dalam game akan kamu rasakan langsung. Gaya first person baru maksimal jika kamu menggunakan headset VR. Jika belum punya, maka Playcubic menyarankan kamu untuk menggunakan headphone. It will work like a charm.
Dalam Resident Evil 7, ada saatnya dimana kamu harus bertarung, berlari atau bersembunyi. Inilah yang membuat genre survival horror begitu terasa. Kamu akan merasakannya pada bagian awal permainan. Jumlah peluru yang terbatas, belum lagi dikejar-kejar oleh keluarga Baker.
Ini saatnya dimana kamu harus LARI!!!
Sayangnya, menjelang bagian akhir gameplay tersebut justru berubah. Jumlah senjata yang diperoleh sudah semakin banyak. Belum lagi kamu bisa menciptakan jenis peluru yang super kuat dengan combining. Genre survival horror akhirnya berubah menjadi semi action. Inilah yang Playcubic maksud sebelumnya dengan sistem transisi. Ada plusnya, ada juga minusnya.
Kangen Water versi RE7
Berbicara mengenai combining, herb hijau, biru dan merah yang merupakan ciri khas dari game Resident Evil dihilangkan dalam game ini. Sebagai gantinya adalah cairan mujizat First Aid Med yang bisa menyembuhkan apa saja, bahkan luka bekas amputasi.
Ethan si manusia super
Ethan bisa diibaratkan sebagai Achiles. Meskipun lawannya adalah monster sekalipun, ia tetap bisa menahan serangannya. Ya, Ethan memiliki skill block. Skill ini sangat berguna apalagi ketika kamu sedang dipojokkan oleh musuh.
Baik Achiles maupun Ethan sama-sama memiliki kelemahan di kaki. Meskipun bisa mem-block serangan musuh, Ethan justru kesulitan saat melarikan diri. Entah kenapa Capcom membuat kemampuan berlari Ethan di bawah rata-rata. Bahkan musuh yang berjalan saja bisa mengejar Ethan.
Puzzle tetap ada tapi lebih sederhana
Backtracking dan puzzle yang merupakan ciri khas dari Resident Evil masih tetap ada, namun sudah disederhanakan. Kamu tidak perlu lagi berputar-putar di suatu tempat hanya untuk menyelesaikan puzzle. Capcom sepertinya mengerti jika gamer sekarang tidak ingin berlama-lama saat memecahkan puzzle. Completely agree Capcom.
Performa game yang baik
Performa Resident Evil 7 menurut Playcubic adalah yang terbaik dari semua seri Resident Evil. Mulai dari desain karakter, ekspresi muka, tekstur kulit yang halus bahkan pengisi suara. Salah satu adegan yang paling menawan menurut Playcubic adalah cutscene bagian awal game, ketika pertama kali memulai Resident Evil 7. Playcubic sempay mengira jika cutscene tersebut menggunakan aktor asli, bukan CGI (Computer Generated Image).
Siapa yang berani naik coba…
Usaha Capcom untuk menciptakan atmosfir yang mencekam juga patut diacungi jempol. Ada saatnya dimana kamu harus berjalan di Lorong yang gelap, dikagetkan oleh suara benda jatuh, jumpscare juga tidak berlebihan dan tepat sasaran.
Ukuran file juga patut menjadi sorotan. Untuk game sekelas Resident Evil 7, ukuran file seharusnya bisa mencapai 50GB atau lebih. Tapi nyatanya, ukuran file game ini ternyata hanya sekitar 25GB saja. Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, settingan grafis yang ada masih tetap bervariasi.
Verdict
Kesimpulan dari review ini adalah it’s one hell of a game! Kembalinya Resident Evil 7 ke genre survival horor merupakan langkah awal yang baik bagi Capcom untuk menebus dosanya. Sudah cukup bapak dari game horor ini dirusak genrenya dengan style ala Hollywood!
Tidak peduli apakah kamu seorang fans Resident Evil atau bukan, kamu wajib mencoba game ini.
Pros:
Genre kembali ke akar, survival horror
Ada transisi di bagian awal dan akhir
First person
Tampilan grafis menawan
Ukuran file tergolong kecil untuk game AAA
Cons:
Karakter utamanya seperti manusia super padahal bukan
* Note: Resident Evil 7 yang direview adalah versi PC