Home Blog Page 984

Review: For Honor Membuat Kagum Sekaligus Kecewa

0

Kreasi terbaru Ubisoft yaitu For Honor membuat kagum Playcubic! Ubisof berhasil mendobrak konsep yang selama ini menjadi dasar untuk membuat game bertema ksatria dan perang di abad pertengahan.

Game seperti seri Total War dan Age of Empire merupakan contoh game bertema perang abad pertengahan yang menggunakan sistem real-time strategy (RTS). Jika For Honor dirilis dengan gaya yang sama, mungkin game ini malah basi dan tidak akan laku. Disinilah yang membuat Ubisoft akhirnya berkreasi.

Bagaimana jika For Honor adalah game gado-gado, yaitu memadukan hack’n slash ala Dark Souls dengan team battle kepunyaan Team Fortress, tidak lupa dibumbui pula oleh konsep game fighting? Layaknya gado-gado, perpaduan semuanya ternyata menyajikan game yang benar-benar unik, namun seru saat dimainkan. Inilah kesan dari For Honor menurut Playcubic.

Game Fighting berkedok Hack’n Slash

Seperti yang Playcubic utarakan sebelumnya, fighting merupakan genre sebenarnya dari For Honor. Ini terbukti dari sistem stance yang ada pada game ini. Semakin hebat lawan kalian, maka semakin besar pula kemungkinan seranganmu terus dihentikan dan akhirnya membuatmu frustasi. Untuk itulah kamu harus memahami dulu kelas yang digunakan.

Ada empat tipe kelas di game For Honor, yaitu Vanguard (Warden, Raider, Kensei), Assassin (Peacekeeper, Berserker, Orochi). Heavy (Conqueror, Warlord, Shugoki) dan Hybrid (Lawbringer, Valkyrie, Nobushi). Menurut Playcubic, Vanguard adalah tipe kelas yang paling mudah digunakan. Jika kamu sudah terbiasa, boleh mencoba menggunakan kelas Assassin atau Heavy. Tapi jangan sekali-sekali menggunakan Hybrid karena menurut Playcubic, kelas ini paling sulit digunakan. Hanya pemain yang sudah berpengalaman saja yang bisa menggunakannya.

Ada delapan tipe petarung yang bisa dipilih

Dalam setiap pertempuran terutama satu lawan satu, penguasan kelas mutlak perlu jika kamu tidak mau di-bully. Beberapa karakter seperti Kensei dan Berserker memiliki kemampuan untuk membuat combo dari semua jenis serangan yang dimiliki. Sebaliknya, karakter seperti Warlord dan Conqueror memiliki tipe serangan charge yang tidak bisa diblok, namun dapat dihindari.

Inilah yang membuat kenapa For Honor seru saat dimainkan. Pemahaman dari kelas yang kamu gunakan dan bagaimana memaksimalkannya dalam pertempuran. Untuk menguasai satu kelas saja bisa diperlukan waktu berjam-jam. Coba bayangkan jika kamu ingin menguasai semua kelas yang ada. Replay value confirmed!

Ciptakan seorang petarung yang sesuai dengan seleramu

Fitur customization dalam For Honor sangat lengkap. Kamu bisa dengan bebas mengganti perlengkapan yang digunakan oleh karakter buatanmu. Ingin karaktermu tampil garang dengan armor serba hitam atau ingin membuat wanita petarung seperti Brienne of Tarth dari Game of Thrones, semuanya terserah kepadamu.

Perlengkapan yang digunakan juga memiliki efek kepada atribut pertahanan maupun kekuatan menyerang. Setiap item juga memiliki status negatif yang wajib kamu perhatikan. Semakin besar nilai plusnya, pasti ada satu atribut yang menurun secara besar-besaran.

Kamu bisa memlih execution style mana yang ingin digunakan

Ada juga item yang lebih condong kepada cosmetic. Contohnya aksesoris untuk helm. Kamu juga bisa memilih execution style yang bisa dikeluarkan dengan menggunakan heavy attack saat HP lawan kritis. Item cosmetic lainnya adalah ekspresi. Ingin menghina lawan atau justru memberikan penghormatan, semuanya bisa kamu pilih sesuai dengan selera yang diinginkan.

Mode Multiplayer yang Bervariasi

Ada lima macam mode multiplayer yang bisa kamu mainkan di For Honor, yaitu dominion, elimination, skirmish, brawl dan duel. Setiap mode memiliki gameplay yang berbeda-beda. Jika ingin bertarung secara massal dengan sistem capture the flag, kamu bisa memainkan mode dominion. Untuk deathmatch, kamu bisa memainkan mode skirmish dan elimination. Ketiga mode ini bisa dimainkan oleh delapan pemain. Masing-masing tim akan berisi empat pemain yang bakal saling bunuh demi poin.

Kerusuahan saat memainkan mode dominion

Tidak suka main keroyokan? Kamu bisa mencoba mode yang lebih personal yaitu brawl dan duel. Brawl adalah 2 vs 2, sedangkan duel untuk mano a mano. Dalam mode brawl dan duel, pengalaman dengan kelas yang digunakan sangat penting. Disinilah kemampuanmu sesungguhnya dites, apakah kamu pemain berskill atau kacangan.

Duel 1 vs 1 di For Honor hanya untuk mereka yang jago, bukan kacangan

Menurut Playcubic, mode brawl dan duel inilah yang paling menarik. Nuansa dari game fighting sangat terasa karena kamu langsung berhadapan dengan pemain lain. Selain itu, pada dua mode ini, efek dari item yang digunakan tidak dihitung. Artinya kamu bertarung apa adanya, pure skill and mindgames.

Dari gameplay, For Honor jelas luar biasa. Sayangnya, tradisi Ubisoft menggunakan sistem peer to peer justru merusak segalanya!

Koneksi bermasalah

Masalah terbesar yang ada di game For Honor dan seharusnya segera diselesaikan oleh Ubisoft adalah masalah koneksi. Karena menggunakan sistem peer to peer, game ini memiliki tingkat gangguan koneksi yang menjengkelkan. Buat kamu yang belum tahu, koneksi peer to peer tidak menggunakan server resmi melainkan salah satu pemain dijadikan host untuk server. Artinya jika koneksi pemain tersebut bermasalah, semua pemain bakal terkena dampaknya. Ibaratnya saat makan gado-gado tiba-tiba menggigit pare, seperti itulah rasanya.

Ubisoft sepertinya tidak pernah belajar dari sistem koneksi peer to peer. Game sebelumnya Rainbow Six Siege juga menggunakan sistem koneksi yang sama. Hasilnya, game tersebut tenggelam. Why you never learn Ubisoft!

Jangan berharap banyak dari story mode

For Honor punya story mode namun isinya biasa saja. Sebaiknya kamu jangan berharap banyak dari story mode karena mode multiplayer yang sebenarnya fitur utama dari game ini. Story mode di game ini ibaratnya adalah garnish yang membuat cantik makanan yang akan dimakan.

Pada story mode kamu akan memainkan tiga pihak secara bergantian, mulai dari para ksatria Blackstone Legion, kelompok viking Warborn dan Dawn Empire of the Chosen yang merupakan pihak samurai. Ketiga pihak ini akan saling berperang karena ulah seseorang yang dinamakan Apollyon.

Cerita, desain level dan variasi misi yang ada dalam story mode ini sebenarnya cukup bagus. Sayangnya, pertempuran melawan AI di mode story sangatlah monoton. Hampir seluruh musuh bertipe hero yang ada dalam game ini memiliki HP tebal tapi serangannya monoton. Bukannya seru, akhirnya pertempuran dengan AI ini justru jadi membosankan.

Verdict

Untuk game multiplayer, For Honor memiliki konsep yang menarik. Bahkan bisa dibilang inilah satu-satunya game yang berhasil memadukan beberapa genre sekaligus dalam satu game. Belum lagi ditambah tampilan grafis serta sound effect yang sangat detail.

Sayangnya, sistem koneksi peer to peer dari For Honor merusak segalanya, Sebagai game yang kompetitif dan mengharuskan pemainnya sangat teliti, koneksi yang baik seharusnya menjadi proritas utama Ubisoft.

Kesimpulan Playcubic, For Honor hanya direkomendasikan untuk kamu yang suka dengan game multiplayer kompetitif. Jika kamu tipe gamer yang tidak suka PvP atau sering butt hurt, saran Playcubic jauhi For Honor.

Pros:

  • Gameplay yang unik, menarik dan kompetitif
  • Tampilan grafis dan sound effect yang menawan
  • Mode multiplayer yang bervariasi

Cons:

  • Peer to peer sucks!!!

 

* Note: For Honor yang direview adalah versi PC

Asik Banget, Di Wonder Boy: The Dragon’s Trap Kamu Bisa Mengubah Grafis dari HD ke 8-bit Kapan Saja

0

DotEmu (penerbit game) dan Lizardcube (pengembang game) mengumumkan bahwa dalam game Wonder Boy: The Dragon’s Trap akan terdapat “Retro Feature” yang mengizinkan gamers untuk mengubah grafis dengan penampakan modern HD menjadi mode retro 8-bit kapan pun gamers mau.

Tidak hanya itu, gamers juga bisa memasukkan passwords yang terdapat di game original (keluaran tahun 1989) untuk di load ke data save game. Remake game Wonder Boy III: The Dragon’s Trap rencananya akan dirilis ke PS4, Xbox One, Nintendo Switch dan PC pada musim semi tahun ini. Informasi detil mengenai game bisa kamu temukan lewat situs resminya di sini.

Saksikan trailer yang menjelaskan tentang Retro Feature dalam game pada video di bawah ini.

Demo VR Disaster Report 4 Plus (JP) Ditunda Peluncurannya

0

Peluncuran demo virtual reality Disaster Report 4 Plus: Summer Memories yang sejatinya akan dirilis pada bulan Januari, lalu tidak lama setelah itu ditunda menjadi Februari, kini mengalami penundaan lagi menjadi “setelah bulan Februari 2017”. Kini berarti jadwal peluncuran demo game menjadi semakin tidak jelas alias bisa kapan saja dirilis sesuai keinginan developer atau publisher.

Informasi kurang asik ini datang langsung dari situs resmi game. Secara “diam-diam” Granzella memperbaharui bagian teks di halaman situs game dengan menulis “setelah Februari”. Tidak diketahui kapan tepatnya pihak Granzella mengubah halaman tersebut.

Jika sudah siap dirilis, demo game bisa gamers unduh melalui PlayStation Store wilayah Jepang.

Sony Kaget dengan Rekor Penjualan PlayStation VR

0

Jumlah penjualan PlayStation VR berhasil membuat Sony geleng-geleng kepala. Baru empat bulan diluncurkan, headset VR ini diklaim oleh Sony telah terjual sebanyak 915.000 unit. Padahal sebelumnya Sony sempat tidak yakin dengan PlayStation VR.

Global Chief Executive Sony, Andrew House adalah salah satu petinggi Sony yang mengkhawatirkan produk PlayStation VR. Dalam wawancaranya dengan Nytimes, Andrew menyarankan Sony memproduksi PlayStation VR dengan jumlah yang sedikit karena dikhawatirkan tidak laku. “Ini adalah masalah klasik di perusahaan. Tim marketing sangat yakin jika mereka bisa menjualnya, sedangkan kami yang di belakang justru khawatir,” Katanya.

Ketika PlayStation VR akhirnya dirilis pada bulan Oktober 2016, ketakutan para petinggi Sony termasuk Andrew House hilang. “Orang-orang terutama di Jepang mengantri untuk membeli produk ini, ini luar biasa,” Ucap House. Rencananya Sony akan menambah stok PlayStation VR pada bulan April 2017 nanti.

Wajar saja Sony merasa jumawa dengan PlayStation VR. Kompetitor Sony seperti Oculus maupun HTC Vive belum pernah mengungkap berapa banyak unit yang telah terjual selama ini. Artinya ada kemungkinan penjualan headset VR tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan, mungkin yah.

Shenmue I dan II HD Remaster Akan Dirilis Tahun Ini?

0

Menurut informasi dari “sumber terpercaya” yang dekat dengan Atlus USA dan juga retailer online Rice Digital, versi remaster game Shenmue I dan II kabarnya akan dirilis tahun 2017 ini. Keduanya juga bakal mengalami peningkatan dalam hal grafis alias HD.

Masih menurut sumber yang sama, game Shenmue I dan II versi remaster ini akan dirilis bersamaan (mungkin dalam satu paket) dan tidak dijual terpisah. Perilisan keduanya kemungkinan besar akan dilakukan sebelum peluncuran Shenmue III. Untuk informasi lainnya seperti akan dirilis ke platform apa kedua game ini nantinya masih belum diketahui. Namun Playcubic memprediksi bahwa kedua game ini juga akan dirilis di PC melalui format digital yaitu Steam.

FYI, penulis dari artikel tentang rumor ini pernah membeberkan informasi mengenai kehadiran The King of Fighters XIV beberapa hari sebelum pengumuman resmi. Informasi ini ternyata benar.

Bulan Januari lalu, Sega dikabarkan sempat mendaftarkan domain yang ada hubungannya dengan game Shenmue remaster yaitu ShenmueHD.com dan ShenmueRemastered.com. Jauh sebelum itu, Sega juga diketahui pernah melirik pengembangan versi remaster Shenmue dan II.

Shenmue III yang kehadirannya sangat dinanti oleh fans seri game Shenmue ini pengembangannya masih dilakukan oleh Ys Net. Rencananya game ini akan dirilis ke PS4 dan PC pada bulan Desember 2017.

Sekuel Shadow of Mordor Bocor, Akankah Menjadi Game Ekslusif Konsol?

0

Perusahaan ritel AS Target tanpa sengaja telah membuat informasi dari sekuel game Shadow of Mordor bocor. Karena kesalahan, Target tanpa sengaja menunggah informasi mengenai game tersebut di websitenya. Kesalahan ini langsung dimanfaatkan oleh user NeoGaf yang akhirnya menyebarluaskan informasinya. Hampir lupa, judul dari sekuel Shadow of Mordor ini adalah Shadow of War.

Dilihat dari kontennya, Shadow of War akan tetap menggunakan konsep yang sama dengan pendahulunya. Sistem nemesis dipastikan bakal kembali. Warner Bros juga telah menambah variasi dari pasukan Orc yang bisa dikendalikan oleh Tallion dan Celebrimbor, dua karakter utama dari game Shadow of War. Informasi yang dibocorkan oleh target juga mencakup berbagai konten DLC, diantaranya adalah The Blade of Galadriel dan The Desolation of Mordor.

Sebelum ikutan hype, kamu harus mengetahui satu hal dulu. Shadow of War yang dibocorkan oleh Target adalah game PS4, tidak ada keterangan mengenai versi lainnya. Warner Bros selaku publisher dari game ini belakangan lebih sering merilis game di versi konsol saja, bukan PC. Game porting milik WB sering bermasalah seperti Batman: Arkham Knight dan juga Mortal Kombat X.

Jadi, apakah Shadow of War akan menjadi game eksklusif konsol dan tidak dirilis di PC?

Neil Druckmann: Naughty Dog belum Membaca Naskah Film Uncharted

0

Pembuatan film Uncharted yang baru saja mendapat titik terang, sekarang justru dihantam oleh badai, what?!?!

Neil Druckmann dari Naughty Dog mempertanyakan naskah film yang kabarnya sudah rampung dibuat oleh Joe Carnahan. Melalui akun Twitternya, Druckmann mengatakan jika belum ada satupun dari pihak Naughty Dog yang telah membaca naskah film tersebut.

Kontroversi film Uncharted tidak berhenti sampai disitu saja. Dalam wawancaranya dengan Collider, Joe Carnahan mengatakan jika ia telah memberikan naskahnya kepada Sony dan responnya sungguh luar biasa. “Ketika pihak Sony membacanya, satu ruangan bertepuk tangan, mereka sangat-sangat senang!” Katanya. Carnahan mengaku jika pihak Naughty Dog juga merasa gembira dengan naskah yang ia buat. Benarkah?

Sekali lagi Druckmann membantah pernyataan Carnahan melalui cuitan Twitternya:

Sebenarnya ada apakah dengan proyek film Uncharted? Apakah Sony membuatnya tanpa restu dari Naughty Dog? Jika memang ini yang terjadi, maka bersiaplah untuk kecewa dengan hasil akhirnya.

Thanks Gameinformer

Perlu PC Spesifikasi Tinggi untuk Memainkan Mass Effect: Andromeda

0

Peringatan: untuk memainkan Mass Effect: Andromeda, kamu memerlukan PC dengan spesifikasi tinggi. Kesimpulan ini dibuat oleh Playcubic setelah menyimak langsung pernyataan resmi EA mengenai. Berikut adalah daftarnya:

Versi minimum:

  • OS: 64-bit Windows 7, Windows 8.1 and Windows 10
  • Processor: Intel Core i5 3570 or AMD FX-6350
  • Memory: 8 GB RAM
  • Video Card: Nvidia GTX 660 2GB, AMD Radeon 7850 2GB
  • Hard Drive: At least 55 GB of free space
  • DirectX: DirectX 11

Versi recommended:

  • OS: 64-bit Windows 7, Windows 8.1 and Windows 10
  • Processor: Intel Core i7-4790 or AMD FX-8350
  • Memory: 16 GB RAM
  • Video Card: NVIDIA GTX 1060 3GB, AMD RX 480 4GB
  • Hard Drive: At least 55 GB of free space
  • DirectX: DirectX 11

Dilihat dari dua spesifikasi di atas, kelihatannya Mass Effect: Andromeda memang ditujukan bagi PC berspesifikasi tinggi. Yah mudah-mudahan spesifikasi yang tinggi ini sesuai dengan kualitas gamenya.

Mass Effect: Andromeda akan diluncurkan pada tanggal 21 Maret 2017 di NA dan 23 Maret 2017 di EU. Selain versi PC, game ini juga bakal dirilis di konsol PS4 dan Xbox One.

Pengembangan Mass Effect: Andromeda Sudah Rampung!

0

BioWare hari ini mengumumkan bahwa pengembangan Mass Effect: Andromeda sudah selesai 100 persen. Ini berarti game siap masuk tahap produksi versi fisik dan siap diluncurkan pada hari perilisan nanti.

Cerita dari Mass Effect: Andromeda terjadi ratusan tahun setelah seri game Mass Effect sebelumnya. Ayah dari Rayder bersaudara, Alec merupakan bagian dari tim yang dinamakan Pathfinder. Tugas dari Pathfinder adalah menemukan galaksi lain yang dapat dihuni. Setelah Alec menghilang secara misterius, giliran kedua anaknya yang bergabung dengan Pathfinder untuk menemukan ayahnya kembali. Boiware mengklaim jika Mass Effect: Andromeda adalah gamenya yang paling ambisius. Alasan utamanya adalah game ini akan menggunakan engine terbaru milik EA yaitu Frosbite. Mass Effect: Andromeda dipastikan bakal memiliki tampilan gambar yang ciamik dengan berbagai macam fitur yang menarik.

Mass Effect: Andromeda dijadwalkan rilis ke PS4, Xbox One dan PC wilayah Amerika Utara tanggal 21 Maret 2017 dan ke wilayah Eropa tanggal 23 Maret 2017.

Tidak Disangka, Pegulat John Cena Ternyata Fans Berat Nintendo!

0

Siapa yang menyangka jika pegulat John Cena ternyata fans berat Nintendo. Ketika menghadiri acara pengenalan Nintendo Switch yang digelar oleh Nintendo America, Cena berbicara banyak mengenai kesukaannya terhadap game-game klasik.

Dalam wawancaranya dengan Mashable, John Cena menyebutkan game-game klasik yang menjadi favoritnya dulu. “Saya adalah peninggalan masa lalu. Jika membicarakan mengenai game yang saya sukai maka saya akan mengatakan game 2D klasik,” Ucapnya. Mulai dari Tecmo Super Bowl, Baseball Stars, Castlevania, Ghosts and Goblins, Ninja Gaiden, Ikari, Warriors, Metal Gear, Super Mario Bros sampai Urban Champion merupakan game-game klasik yang menjadi favorit Cena.

Ketika ditanya konsol apakah yang dimiliki Cena pertama kali, ia menjawab Nintendo. “Saya dibesarkan pada era emas Nintendo di tahun 80an jadi konsol pertama saya adalah Nintendo 8-bit. Saya masih ingat ketika Nintendo pertama kali meluncurkan The Wizard. Saya juga ingat dulu pernah dikalahkan oleh seorang anak yang menggunakan kontroler NES dengan tombol turbo. Itu adalah masa-masa yang indah,” Kata Cena.

Saat menjajal kemampuan Nintendo Switch, Cena mengaku jika dirinya sangat terkesan. Menurutnya fitur mobile Switch membuat konsol hybrid itu bisa dimainkan dimana saja. Dua game yang langsung menjadi favorit Cena adalah The Legend of Zelda: Breath of the Wild dan game yang pernah disebut oleh Playcubic sebagai game terburuk Switch, yaitu 1-2 Switch.

Cena mengaku jika saat bermain Breath of the Wild, ia menjadi ingat game Zelda pertamanya. “Ini gila, saya sudah tidak pernah lagi memainkan game Zelda semenjak versi cartridgenya dulu!” Ucapnya.

1-2 Switch yang saat diperkenalkan oleh Nintendo mendapat respon negatif, justru disanjung oleh Cena. Menurutnya konsep 1-2 Switch cocok bagi orang-orang yang suka hang out. “Ini adalah game cocok untuk dibawa saat pesta. Kamu bisa memainkannya bersama teman atau mungkin orang lain yang belum kamu kenal, ini sangat keren!” Kata Cena.

Well, pengakuan John Cena yang ternyata adalah fans berat Nintendo serta kesukaannya terhadap Switch merupakan alasan kenapa kamu harus membeli konsol tersebut, atau setidaknya mencobanya.

Nintendo Switch bakal dirilis pada tanggal 3 Maret 2017. Konsol hybrid ini dipastikan juga bakal tersedia di Indonesia. Bagaimana? Tertarik untuk membeli Switch?