Nintendo hari ini merilis trailer terbaru untuk mempromosikan game Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia.
Trailer berdurasi 7 menit ini memperlihatkan kepada gamers pengaturan dalam game, karakter, sistem pertarungan, berbagai kelas karakter seperti Mercenary, Cavalier, Pegasus Knight, Archer, Mage, dan Cleric, pengembangan karakter, pergantian kelas karakter, skill bertarung, dunia dalam game, percakapan dalam game, dungeon, tingkat kesulitan Classic dan Casual Mode, serta banyak lagi lainnya.
Game Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia dijadwalkan rilis ke 3DS wilayah Jepang tanggal 20 April 2017, dan ke wilayah Amerika Utara dan Eropa tanggal 19 Mei 2017.
Setelah sempat digosipkan, proyek StarCraft Remastered akhirnya resmi diumumkan oleh Blizzard. Informasi ini langsung diberikan oleh Presiden Blizzard, Mike Morhaime di acara I <3 StarCraft yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan akhir minggu kemarin. Blizzard juga telah meluncurkan website resminya. Kamu bisa melihatnya di sini.
Perbaikan dari game klasik ini akan difokuskan dalam tampilan grafis dan juga suara. Gambar nantinya bisa ditampilkan dengan tingkat resolusi 4K, begitu juga dengan cutscenes yang dapat berjalan 1080p. Mode multiplayer online juga akan diimplementasi Blizzard dalam game ini. Untuk gameplay, Blizzard berjanji untuk tidak mengubahnya.
Rencananya StarCraft Remastered akan diluncurkan pada musim panas tahun ini. Game ini hanya akan tersedia di PC. Tidak hanya itu, game StarCraft dan ekspansinya Brood War juga bisa diunduh secara gratis mulai akhir bulan Maret. Ketika StarCraft Remastered rilis, gamers bisa membawa data dari kedua game tersebut.
Jika kamu belum sempat mencoba StarCraft pertama, ini adalah saatnya bagi kamu untuk menjajalnya.
Minggu kemarin Gamevil telah menggelar tahap testing terbuka untuk game mobile barunya, ArcheAge Begins CBT. Padahal pada minggu sebelumnya, War of Crown yang juga dibuat oleh Gamevil baru memulai tahap CBT. Benar-benar minggu yang melelahkan bagi Gamevil tapi menyenangkan bagi gamers. Siapa yang gak senang coba bisa memainkan game mobile baru yang diadaptasi dari MMORPG terkenal.
ArcheAge Begins bisa dibilang adalah versi spin-off dari ArcheAge. Pengembangnya pun sama yaitu Xlgames. Nah kira-kira seperti apa sih ArcheAge Begins ini? Katanya sih game mobile ini akan menggunakan fitur-fitur game PCnya. Daripada menebak-nebak, yuk simak first impression ArcheAge Begins CBT oleh Playcubic:
Desain karakternya mantap
Hal pertama yang mencuri perhatian Playcubic saat mencoba ArcheAge Begins adalah desain karakternya. Dari semua game mobile yang pernah Playcubic jajal, baru game ini yang membuat Playcubic bisa bilang wah! Apalagi jika kamu sudah melihat karakter-karakter yang masih terkunci oleh dinding transaksi micro.
Tidak pernah dapat karakter baru, Playcubic stuck dengan mereka
Sayangnya untuk mendapatkan karakter-karakter baru dalam game ini tidaklah mudah. Kamu masih bisa mendapatkannya dari free gacha atau memancing(!?) tapi presentasenya sangat kecil. Jika mau cepat, kamu harus siap mengeluarkan uang.
Memancing, beternak dan membangun rumah
Ketika Playcubic menyebut memancing, Playcubic tidak bercanda. Hal-hal seperti itu bisa dilakukan di ArcheAge Begins. Selain memancing, ada juga beternak, membangun rumah, menjadi pedagang.
Aktivitas-aktivitas di atas bisa dibilang merupakan fitur crafting dalam game ini. Item yang dihasilkan dari crafting bisa digunakan untuk membuka skill, karakter baru atau berjualan. Kamu juga bisa mendapatkan experience point jika melakukan crafting. Ngomong-ngomong mengenai experience point, naik level dalam game ini luar biasa sulit lho.
Di game ini, leveling dengan melawan musuh saja tidak cukup
Gameplay otomatis
Kenapa otomatis? Karena dalam pertempuran karaktermu akan bergerak dan menyerang sendiri. Yang perlu kamu lakukan hanya tinggal menonton dan sesekali men-swipe layar untuk mengeluarkan skill.
Skill aktif memang hanya satu, tapi setiap karakter memiliki talent tree. Semakin banyak talent tree yang terbuka, semakin kuat pula karaktermu. Jangan lupa juga untuk membuat armor dan meng-upgrade senjata.
Talent tree
Sistem upgrade senjata dan armor
Well seperti itulah ArcheAge Begins CBT menurut Playcubic. Masih banyak fitur lain yang belum Playcubic coba seperti dungeon, mode Legacy of Heroes dari setiap karakter. Kenapa Playcubic belum bisa mengakses fitur-fitur tersebut? Karena menaikkan level di game ini sangat melelahkan. Terlalu malas untuk grinding. Akibatnya saat ini Playcubic masih tertahan di map 2-5 hehe…
Apa-apa saja yang bisa kamu lakukan di game ini
Jika kamu tertarik untuk mencoba ArcheAge Begins CBT, kamu bisa turut berpartisipasi dengan mengunduhnya di sini.
Salah satu game yang masuk dalam daftar must play milik Playcubic, yaitu JRPG Shiness: The Lightning Kingdom akhirnya mendapat jadwal rilis. Focus Home selaku publisher dari game tersebut telah mengumumkan jika game ini akan dirilis pada tanggal 18 April 2017.
Shiness: The Lightning Kingdom akan menceritakan kisah Chado bersama teman-temannya yang terlibat dalam perebutan kekuasaan di planet bernama Mahera. Dari videonya, sang developer Enigami terinspirasi dari game JRPG lawas semacam Dark Cloud dan Rogue Galaxy. Gameplay dari Shiness: The Lightning Kingdom akan menggunakan konsep dari game fighting. Kamu bisa memblock serangan lawan dan mengeluarkan super move.
Jika kamu gemar dengan game JRPG lawas yang berwarna-warni, Playcubic menyarankan untuk mencoba Shiness: The Lightning Kingdom. Game ini akan tersedia di PS4, Xbox One dan PC.
Akankah Call of Duty kembali ke tema awalnya yaitu World War II? Meskipun Activision belum mengungkap tema yang digunakan dalam game Call of Duty baru nanti, netizen justru sudah ramai membicarakan bocorannya. Dikabarkan jika Call of Duty terbaru nanti akan kembali mengangkat tema Perang Dunia ke-2.
Bocoran terbaru dari game FPS ini diungkap oleh YouTubers TheFamilyVideoGamers. Melalui videonya, ia mengklaim jika telah mendapat bocoran dari seseorang yang tidak dikenal. Bocoran ini berupa gambar dan poster yang akan digunakan Activision untuk memasarkan game Call of Duty baru. Salah satu poster secara terang-terangan memperlihatkan tulisan “Call of Duty WWII”.
Hal yang menarik adalah pada bulan Februari kemarin, Activision mengatakan jika Call of Duty akan kembali ke tema asalnya. Menurut Activision, tema futuristik yang digunakan dalam game tersebut dirasa kurang menarik perhatian gamers. Jika melihat ke belakang, memang puncak kesuksesan Call of Duty adalah ketika game tersebut masih mengangkat tema World War II.
Seandainya kabar ini benar, maka Call of Duty sekali lagi harus siap bersaing dengan Battlefield yang juga mengangkat peristiwa Perang Dunia sebagai temanya. Kira-kira siapakah yang akan menjadi pemenangnya?
Bandai Namco akhirnya mengumumkan kapan gamers di kawasan Asia Tenggara bisa mulai memainkan Summer Lesson. Game khusus PlayStation VR ini akan dirilis pada tanggal 27 April 2017 dalam format digital maupun fisik. Senang rasanya mendengar ada publisher yang mengutamakan kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Dalam rangka merayakan peluncuran Summer Lesson di kawasan Asia Tenggara, Bandai Namco juga menyediakan versi fisik dari Miyamoto Hikari Edition. Buat kamu yang ingin memiliki semua DLC dari game Summer Lesson, edisi season pass ini cocok untukmu. Miyamoto Hikari Edition ini berisi:
Summer Lesson: Miyamoto Hikari Seven Days Room (Base Game)
Summer Lesson: Miyamoto Hikari Second Feel (DLC 1)
Summer Lesson: Miyamoto Hikari Day Out (DLC 2)
Summer Lesson: Miyamoto Hikari Extra Scene: Cafe (Outfit & Situation)
Summer Lesson: Miyamoto Hikari Extra Scene: Grand Fireworks (Outfit & Situation)
Nah sambil menunggu perilisan Summer Lesson di Indonesia, yuk simak dulu trailer terbarunya:
Meskipun versi androidnya sudah diluncurkan kemarin, Super Mario Run ternyata masih kurang menguntungkan bagi Nintendo. Penyebabnya adalah sistem pay-to-play yang diimplementasi dalam game tersebut.
Dikutip dari Nikkei, Presiden Nintendo Tatsumi Kimishima mengatakan jika keuntungan dari game tersebut tidak seperti yaang diharapkan. Padahal jika dilihat dari jumlah downloadnya, Super Mario Run versi android bisa dibilang berhasil. Ketika diluncurkan game ini langsung menduduki puncak teratas Google Play Store di beberapa wilayah.
Justru hasil yang berbeda diraih oleh game Fire Emblem Heroes. Game yang menggunakan konsep freemium ini justru laku keras. Sistem gacha yang menjadi sapi perah dalam game ini berhasil membuat orang mau membelanjakan uangnya. Sampai sekarang Playcubic masih heran kenapa game ini hanya dirilis di wilayah tertentu saja, bukannya seluruh dunia.
Meskipun Super Mario Run kurang menguntungkan, Nintendo tidak berniat untuk mengganti sistem pay-to-play. Mereka masih berpikir jika model seperti itu lebih baik dibandingkan freemium. Apakah suatu saat Nintendo akan merubah pikiran kolotnya ini, kita lihat saja nanti.
Saat yang ditunggu telah tiba! Playcubic akan mengumumkan para pemenang event giveaway voucher Ezytopup senilai Rp 50.000. Berikut adalah nama para pemenangnya:
frist***@gmail.com
Arbi.qod***@gmail.com
juwanreape***@gmail.com
jerrymkz***@gmail.com
newe***@gmail.com
athanasius.3la***@gmail.com
ryan.blaugr***@gmail.com
julius.chroni***@gmail.com
mar2103***@yahoo.com
Sdedek***@gmail.com
muktiperma***@gmail.com
findmyself***@yahoo.com
anandad***@gmail.com
yogikr***@gmail.com
tommye***@yahoo.co.id
edward_xave****@hotmail.com
zach.j***@gmail.com
scudsto***@gmail.com
nilamfebriyant***@gmail.com
johc2***@gmail.com
Selamat bagi para pemenang! Saldo akan ditop up selambat-lambatnya H+2 (Hari Kerja) setelah pengumuman.
Abaikan email yang mengatasnamakan Ezytopup dan Playcubic selain email resmi kami (cs@rajagame.co.id dan redaksi@playcubic.com).
Apa yang membuat Playcubic tertarik mengikuti War of Crown CBT? Ketika membaca press releasenya, disebutkan jika game ini menggunakan konsep Final Fantasy Tactics. Nah game itu merupakan salah satu game favorit Playcubic ketika masih zamannya PSOne. Mendengar ada game dengan gaya yang sama, Playcubic langsung penasaran ingin mencobanya.
Nah kira-kira seperti apakah first impression dari game mobile buatan Gamevil ini? Yuk langsung simak laporannya:
Memang mirip Final Fantasy Tactics
Dari gameplay, Playcubic sangat menikmatinya. Fitur-fitur Final Fantasy Tactics yang Playcubic ada dalam game ini. Kotak-kotak dalam map yang menjadi penanda jumlah langkah setiap karakter, sistem turn based dimana kamu bisa melihat giliran siapa yang menyerang. Sistem grinding untuk menaikkan level karakter juga ada dalam game ini.
Map dalam War of Crown memiliki ukuran yang lumayan besar. Selain itu bentuk kontur tanahnya juga bermacam-macam. Ada bagian yang tinggi, ada juga bagian yang rendah. Karakter seperti archer bisa memanfaatkan daerah yang tinggi ini untuk memperjauh jarak tembaknya.
Game ini juga memiliki sistem elemen. Setiap elemen memiliki kelemahannya sendiri, misalnya air bisa mengalahkan api. Jadinya dalam pertarungan kamu harus selalu memikirkan strategi. Apakah karakter yang digunakan untuk menyerang sudah tepat atau belum. Jangan lupa juga untuk memasukkan healer dalam tim jika tidak mau dibantai oleh musuh.
Kekurangan dari gameplay adalah skill yang dimiliki setiap hero sangat terbatas. Setiap hero hanya memiliki tiga skill. Kamu juga tidak bisa menggunakan item seperti potion dalam pertempuran.
Karakter yang bisa digunakan banyak
Selain karakter manusia/humanoid, kamu juga bisa memiliki karakter monster dalam tim. Jika melihat bestiary-nya, ada berbagai jenis monster yang bisa dijadikan anggota tim. Desain dari monster-monsternya juga menarik apalagi orcnya.
Untuk merekrut karakter baru bisa melalui drop dari memenangkan pertempuran atau gacha. Jika ingin gampang, Playcubic menyarankan kamu untuk menggunakan gacha tapi ada syaratnya yaitu hoki harus selangit.
Sistem equipmentnya mengganggu
Jujur saja, Playcubic kurang menyukai sistem equipment War of Crown. Setiap kali kamu ingin melepas equipment yang dikenakan oleh karaktermu, kamu harus membayarnya dengan crystal. Masa setiap kali mengganti equip harus membayar? Padahal di game lainnya justru gratis.
Sebenarnya masih banyak fitur lain yang bisa dicoba dari War of Crown. Misalnya PvP yang belum sempat Playcubic jajal. Ada juga raid dungeon, fusion untuk karakter dan juga equipment.
Berhubung masih CBT, masih ada beberapa bug yang harus dibenahi oleh developer. Misalnya pada waktu itu Playcubic pernah mengalami bug aneh dimana semua bahasa berubah dengan sendirinya. Untungnya bisa benar kembali dengan sendirinya.
Well seperti itulah kesan Playcubic setelah mencoba War of Crown CBT. Jika kamu tertarik untuk mencobanya, maka bisa langsung mengunduhnya di sini. Masa CBT ini akan terus berlangsung sampai dengan tanggal 27 Maret 2017.
Game remake Wonder Boy: The Dragon’s Trap besutan DotEmu dan Lizardcube ternyata tidak hanya akan menghadirkan Wonder Boy saja sebagai karakter yang dapat dimainkan, tertapi juga karakter Wonder Girl. Karakter Wonder Girl adalah karakter baru yang tidak ada di versi originalnya.
Lewat PlayStation Blog, art director Lizardcube, Ben Fiquet, mengungkapkan ide dan cara dirinya mendesain ulang game bergrafis 8-bit ini agar bisa dinikmati oleh seluruh gamers di abad ke-21 ini. Wonder Boy: The Dragon’s Trap rencananya akan dirilis ke PS4, Xbox One dan Nintendo Switch pada tanggal 18 April 2017. Game versi PC juga sedang dikembangkan dan akan dirilis lewat Steam “beberapa minggu setelah peluncuran game versi konsol.”
Saksikan trailer pengumuman kehadiran karakter Wonder Girl lewat video di bawah.