Home Blog Page 96

Kreator Silent Hill Tidak Tertarik Buat Sekuel Slitterhead

0
kreator Silent Hill Keiichi Toyama tidak tertarik untuk membuat sekuel Slitterhead

Kreatore Silent Hill dan SIREN, Keiichi Toyama telah memastikan untuk tidak mengembangkan sekuel Slitterhead. Ia dan timnya di Bokeh Game Studio memang sedang mempersiapkan proyek baru, tapi tidak melanjutkan cerita game tersebut.

Informasi ini terungkap dalam sesi wawancara eksklusif dengan Famitsu (Diterjemahkan oleh Automaton).

Pertimbangan Untuk Tidak Membuat Sekuel Slitterhead

Slitterhead dirilis pada tahun 2024 dan dikenal sebagai game Action Horror dengan pendekatan unik. Sayangnya keunikan ini justru gagal membuat game tersebut mencapai audiens seluas yang diharapkan. Tentunya ini juga berdampak dengan angka penjualan

“Awalnya saya ingin membuat Slitterhead bisa terjual lebih banyak karena itu akan mempermudah hal-hal ke depannya. Namun pada akhirnya, seperti biasa, game ini malah menjadi semacam karya kultus.” Kata Toyama.

Menurutnya, kritik yang diterima Slitterhead sebagian besar datang dari kebingungan soal genre. Banyak pemain mempertanyakan apakah game ini merupakan game Horror murni atau justru sebuah game Actioon. Faktor ini diakui oleh Toyama sebagai pelajaran penting untuk proyek-proyek selanjutnya.

Meski begitu, ia tidak menyesal telah merilis Slitterhead. Menurutnya justru game ini adalah perwujudan dari hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh studio besar karena mencerminkan langsung keinginan developernya.

Tim Bokeh Game Studio Memilih Proyek Baru

Setelah mempertimbangkan, Toyama dan timbnya memutuskan untuk tidak berminat membuat sekuel Slitterhead. Ia menegaskan bahwa arah studio saat ini fokus pada proyek berbeda yang bisa dibilang lebih matang.

“Saat ini kami sedang bekerja keras menghadapi proyek berikutnya dengan seluruh kekuatan tim. Jika sudah siap, saya bisa membagikan detailnya lebih banyak,” Ungkap Toyama.

Bagaimana menurut kalian?

Troublemaker Akan Rilis di Nintendo Switch

0
troublemaker akan rilis di nintendo switch

Troublemaker untuk Nintendo Switch telah mendapatkan tanggal rilis. Game Action Adventure yang dikembangkan oleh Gamecom Team asal Indonesia ini akan tersedia untuk Nintendo Switch mulai dari tanggal 31 Juli 2025.

Perilisan Troublemaker di Nintendo Switch merupakan hasil kerjasama dari Gamecom Team, Soft Source, dan indie.io.

Petualangan Seru Troublemaker di Nintendo Switch

Buat kalian yang belum tahu, Troublemaker terinspirasi dari dua franchise ternama: Yakuza dari RGG Studio dan Bully dari Rockstar Games. Namun, yang membedakan adalah nuansa khas Indonesia.

Pemain akan diajak untuk menjelajahi dunia SMA di Indonesia dari sudut pandang siswa baru bernama Budi. Pemain harus menghadapi berbagai tantangan khas anak sekolah, mulai dari mencari teman baru, menyelesaikan konflik, hingga menjaga nama baik keluarga agar tidak dikeluarkan dari sekolah.

Elemen Combat menjadi salah satu daya tarik utama game ini. Dengan lebih dari 30 gerakan ikonik, pemain bisa bertarung di lingkungan sekolah yang sarat dengan aksi. Setiap gerakan terasa Over-the-top, namun tetap seru.

Sebelum rilis di Nintendo Switch, game ini sudah tersedia lebih dulu di PC (Steam) sejak 2023.

Bagaimana menurut kalian?

IGX 2025 Resmi Dibuka, Angkat Kolaborasi Teknologi dan Budaya

0
IGX 2025 telah dimulai

IGX 2025 resmi dibuka hari ini di Tangcity Mall, Tangerang. Acara ini akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2025.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha TIK Nasional) dan AGKDI (Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia), dengan dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Mengusung tema besar “Kolaborasi Budaya, Teknologi, Game Developer, dan Industri Kreatif”, gelaran ini bertujuan memperkuat transformasi ekonomi digital yang berakar pada kearifan lokal.

IGX 2025 Jadi Penggerak Industri Game dan Kreatif Nasional

Pembukaan IGX 2025 dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, seperti Ir. Soegiharto Santoso, S.H. dari APTIKNAS, Ahmad Mahendra dari Kemendikbud, dan H. Deden Apriandhi H., Sekda Provinsi Banten.

Hari pertama acara diramaikan oleh TECHSUMMIT bertema “Empowering Banten with Smart Technology”, yang menyoroti potensi cloud dan kecerdasan buatan (AI) untuk membentuk masa depan provinsi yang lebih cerdas. Sementara untuk hari kedua menghadirkan topik “Industri Game dan Animasi sebagai Pilar Ekonomi Kreatif”, yang membahas ekosistem game, penerbitan digital, hingga aspek hukum industri tersebut.

Selain seminar, IGX 2025 juga menyuguhkan berbagai aktivitas menarik yang terbuka untuk umum. Salah satunya adalah kompetisi eSports dengan total hadiah Rp50juta, yang mempertandingkan game populer seperti Free Fire, Mobile Legends, Valorant, Point Blank, dan AyoDance. Registrasi dibuka secara gratis dan terbuka bagi semua kalangan, menjadikan acara ini inklusif dan meriah.

Cosplay Parade

Sebagai penutup, tanggal 20 Juli akan digelar Cosplay Parade yang mempersembahkan aksi dari para cosplayer berbakat dari seluruh Indonesia. Mereka akan menampilkan karakter-karakter ikonik dari anime, game, dan budaya pop, menjadi wujud nyata kreativitas generasi muda dalam ranah budaya digital.

IGX 2025 mendapat dukungan besar dari berbagai pihak, termasuk Taiwan Excellence sebagai Platinum Sponsor, serta brand ternama seperti AMD, Samsung, Lexar, ASRock, dan Telkomsel. Dukungan juga datang dari publisher dan developer game seperti Zepetto, MEGAXUS, LINE GAME, hingga Santai Games.

Bagaimana menurut kalian?

Spesifikasi PC Wuchang: Fallen Feathers Diungkap Jelang Perilisan

0
spesifikasi pc wuchang: fallen feathers telah diungkap

Spesifikasi PC Wuchang: Fallen Feathers telah diungkap oleh Leenzee Games. Informasi inio dibagikan menjelang perilisan game yang dijadwalkan pada 24 Juli 2025.

Wuchang: Fallen Feathers nantinya tersedia di PS5, Xbox Series, dan PC melalui Steam dan Epic Games Store. Game ini juga dapat dimainkan lewat Xbox Game Pass pada hari peluncurannya.

Spesifikasi PC Wuchang: Fallen Feathers

Leenzee Games membagikan dua kategori spesifikasi, yakni untuk minimum dan yang direkomendasikan. Berikut adalah keterangannya yang dikutip dari akun resmi media sosial X:

Minimum:

  • OS: Windows 10 64-bit
  • Prosesor: Intel Core i5-8400 / AMD Ryzen 5 1600
  • RAM: 16 GB
  • GPU: NVIDIA GeForce GTX 1060 6GB / AMD Radeon RX 580 8GB
  • DirectX: Versi 12
  • Penyimpanan: 60GB HDD didukung, namun SSD disarankan

Recommended:

  • OS: Windows 10/11 64-bit
  • Prosesor: Intel Core i7-9700 / AMD Ryzen 5 5500
  • RAM: 16GB
  • GPU: NVIDIA GeForce RTX 2070 / AMD Radeon RX 5700 XT / Intel Arc A750
  • DirectX: Versi 12
  • Penyimpanan: 60GB SSD

Dunia Gelap Dinasti Ming

Wuchang: Fallen Feather berlatar di masa akhir Dinasti Ming. Game Soulslike ini mengikuti kisah Bai Wuchang, seorang bajak laut yang menderita amnesia serta penyakit misterius bernama Feathering Disease. Ia harus menjelajah wilayah Shu yang dilanda perang untuk mengungkap masa lalunya dan menghadapi makhluk-makhluk mengerikan yang menyebar di seluruh negeri.

Bagaimana menurut kalian?

Anak Perusahaan Ubisoft Akan Dipimpin Oleh Dua Co-CEO

0
anak perusahaan ubisoft akan dipimpin dua ceo

Ubisoft telah resmi menunjuk Christophe Derennes dan Charlie Guillemot sebagai co-CEO untuk anak perusahaannya. Untuk informasi, anak perusahaan ini didukung oleh raksasa teknologi China, Tencent.

Pada bulan Maret, Tencent telah menyuntikkan dana sebesar 1,16 miliar euro atau sekitar 1,25 miliar dolar AS untuk mendukung operasional dan ekspansi anak perusahaan ini.

Perjalanan Karier Dua Co-CEO Ubisoft

Dilaporkan oleh Variety, kedua co-CEO bukanlah orang baru. Christophe Derennes adalah veteran Ubisoft dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, termasuk sebagai pendiri dan mantan kepala studio Ubisoft Montreal. Sebelum penunjukan ini, ia menjabat sebagai Managing Director untuk wilayah Amerika Utara.

Sementara itu, Charlie Guillemot adalah putra dari pendiri sekaligus CEO Ubisoft, Yves Guillemot. Ia sebelumnya memimpin studio Owlient yang juga dimiliki oleh Ubisoft. Setelah itu, ia baru kembali ke perusahaan induk untuk ikut serta dalam komite transformasi internal.

Anak Perusahaan Disiapkan untuk Tiga IP Utama

Pengumuman pembentukan anak perusahaan ini telah dilakukan pada bulan Maret lalu. Perusahaan baru ini akan fokus untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan tiga IP terbesar Ubisoft: Assassin’s Creed, Far Cry, dan Tom Clancy’s Rainbow Six.

Dalam rencananya, anak perusahaan ini akan mengembangkan berbagai konsep baru yang akan diterapkan ke dalam game mereka. Fokus utama termasuk peningkatan kualitas pengalaman naratif untuk game singleplayer, penguatan fitur multiplayer melalui pembaruan konten berkala, serta integrasi fitur sosial dan penerapan model bisnis free-to-play.

Bagaimana menurut kalian?

EA Sports FC 26 Dapat Tanggal Rilis

0
ea sports fc 26 akan rilis tanggal 26 September 2025

EA Sports FC 26 telah mendapatkan tanggal rilis. EA telah mengumumkan game tersebut akan rilis pada tanggal 26 September 2025. Game ini akan tersedia di platform PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, dan PC.

Jika untuk Ultimate Edition Zlatan Ibrahimovic terpilih sebagai cover, maka untuk cover official akan menampilkan Jude Bellingham dan Jamal Musiala.

Fitur Unggulan EA SPORTS FC 26 yang Wajib Diketahui

EA Sports FC 26 akan memperkenalkan berbagai fitur baru. Mulai dari Manager Live Challenges, fitur inovatif dalam mode Manager Career. Pemain kini bisa merasakan tantangan yang didasarkan pada skenario nyata dunia sepak bola.

Lalu untuk Mode Football Ultimate Team juga mengalami banyak perubahan signifikan. Hadirnya Live Events dan Tournament modes terbaru, membuat pemain bisa menikmati berbagai format permainan yang lebih kompetitif dan dinamis. Mode Rivals dan Champs juga mengalami penyegaran,

Fitur baru yang menarik adalah sistem Archetypes. Sistem ini terinspirasi dari para legenda sepak bola dunia, menambah dimensi baru dalam mode Clubs dan Player Career. Pemain bisa mengembangkan karakter yang benar-benar unik dan lebih personal.

Selain gameplay, game ini juga menjanjikan tingkat realisme yang belum pernah ada sebelumnya. Game ini menghadirkan lebih dari 20.000 pemain asli dari liga-liga top dunia, semuanya didukung oleh data pertandingan yang otentik.

Fitur Dual Entitlement

Bagi pemain yang berencana untuk beralih ke konsol generasi terbaru, fitur Dual Entitlement di game ini bisa menjadi nilai plus. Pemilik game di PS4 bisa mengupgrade gamenya ke PS5. Begitu juga dari Xbox One ke Xbox Series. Semua ini bisa dilakukan tanpa biaya tambahan.

Bagaimana menurut kalian?

First Impression Once Human: Mimpi Buruk yang Menjadi Nyata di Game Survival Horror MMO Ini

0

Saat dunia kiamat, mutasi alien, dan elemen mimpi buruk bertabrakan dalam sebuah game survival, maka lahirlah Once Human, sebuah game survival open-world bertema horor supernatural dari NetEase yang baru saja mendapatkan update besar lewat Annual Version 2.0. Dalam ulasan first impression kali ini, saya akan mengajak kalian menyelami dunia Once Human, mulai dari kesan pertama, keunikan gameplay, kualitas teknis, hingga seberapa besar potensi game ini di masa depan. Game ini tersedia di PC dan mobile, dan kedua platform bisa main bareng dalam satu server.

Once Human adalah game survival MMO yang mengambil latar dunia pasca-apokaliptik. Game ini memadukan unsur crafting, looting, base-building, PvE, PvP, dan bahkan sedikit sentuhan RPG. Sekilas mirip dengan game seperti Fallout 76 atau Rust, namun yang membuat Once Human terasa berbeda adalah dunia yang dibentuk dari mimpi buruk dan invasi alien. Visual biomekanikal aneh, monster-monster yang absurd, dan atmosfer yang menegangkan menjadikan game ini seperti campuran horor, sci-fi, dan fantasi surealis.

Sunyi, Gelap, Menegangkan

Begitu masuk ke dalam game, hal pertama yang terasa adalah kesunyiannya. Dunia yang luas terasa kosong, sepi, namun justru di situlah atmosfer horornya hidup. Tidak ada jump scare murahan. Suara-suara ambient, hembusan angin, dan langkah kaki di tanah basah benar-benar membuat bulu kuduk merinding. Soundtrack-nya tenang tapi mencekam, membawa perasaan tidak nyaman yang pas untuk setting kiamat.

*Klik untuk memperbesar gambar

Dari segi grafik, Once Human memberikan kualitas visual yang cukup mengesankan, khususnya untuk game yang bisa dimainkan di mobile. Meski tekstur lingkungan seperti pohon dan beton kadang terkesan repetitif, desain musuh dan makhluk alien benar-benar standout. Ada yang punya kepala bohlam, bus berkaki banyak, hingga boneka beruang ber-TV di perutnya, semua seperti hasil dari mimpi buruk seorang anak kecil yang terlalu banyak menonton film horor.

Gameplay

Gameplay Once Human adalah gabungan eksplorasi, crafting, pertarungan, dan pembangunan basis. Misi utama terkesan linier dan sederhana, cari area, aktifkan rift anchor, kalahkan bos. Tapi yang membuat saya bertahan bermain adalah sensasi bertahan hidup dan kebebasan menjelajah.

Sistem pertarungan cukup responsif meskipun tergolong sederhana. Kalian bisa menggunakan berbagai senjata melee dan jarak jauh seperti panah, pistol, dan shotgun. Ada juga special skill, tapi yang paling menyenangkan adalah melawan bos alien aneh dengan mekanik unik, seperti membunuh spawner untuk membuat bos jadi rentan.

*Klik untuk memperbesar gambar

Crafting & building sangat penting di sini. Sistem bangunan memungkinkan kalian membangun rumah impian, walau kadang sulit menyusun atap atau memutar dinding. Fitur blueprint sangat membantu untuk menyalin bangunan di lokasi baru. Ada juga makhluk peliharaan alien bernama Deviants yang bisa membantu kalian bertarung atau mengurus rumah. Bayangkan Pokemon versi alien kiamat, seperti Festering Gel yang bisa jadi perisai darurat atau Digby Boy yang membantu menambang.

*Klik untuk memperbesar gambar

Update Annual Version 2.0 dan Endless Dream

Update terbaru Annual Version 2.0 menambahkan mode PvE baru bernama Endless Dream. Ini adalah dunia mimpi surreal yang terbagi jadi Dream Zone dan Nightmare Area. Tidak seperti mode lain, seluruh peta bisa diakses sejak awal, dan kalian bebas membangun tanpa batasan wilayah.

*Klik untuk memperbesar gambar

Musuh baru juga diperkenalkan, seperti Agony yang bisa mengeluarkan listrik, Misery yang meledakkan bunga dari tubuhnya, dan Naivety, boneka menyeramkan dengan TV di perutnya. Di mode ini, pemain bisa membuka Trait tambahan dan mencapai ending yang berbeda tergantung seberapa baik kalian membersihkan mimpi buruk.

Secara teknis, Once Human saya rasa masih butuh cukup banyak perhatian. Di beberapa perangkat, lag, overheating, dan crash masih sering terjadi. Belum lagi UI yang terlalu padat dan minimnya dukungan controller. Sistem kontrol di mobile terasa tidak responsif, dan untuk pemain pemula, proses building bisa terasa tidak intuitif.

Game ini juga memiliki sistem monetisasi yang aman dari pay-to-win, tapi loot box kosmetik bisa membuat kalian menghabiskan cukup banyak uang hanya untuk skin tertentu. Untungnya, battle pass dan iAP lebih fokus ke item kosmetik.

Komunitas dan Potensi Masa Depan

Potensi komunitas Once Human cukup besar. Mode PvP seperti Evolution’s Call memungkinkan pertempuran player vs player yang kompetitif, walau hanya tersedia 3 kali seminggu. Ada juga Eternaland, dunia bebas wipe tempat kalian bisa membangun dan memamerkan rumah tanpa khawatir kehilangan progres. Fitur ini sangat cocok untuk pemain kasual yang tidak suka sistem seasonal wipe seperti Escape from Tarkov.

*Klik untuk memperbesar gambar

Sayangnya, sistem seasonal wipe tetap bisa jadi deal-breaker bagi banyak pemain, terutama yang tidak suka mengulang progres dari awal setiap 6 minggu.

Kesimpulan

Once Human adalah game survival MMO ambisius dengan nuansa horor yang kuat. Meskipun secara teknis belum sempurna, dan sistem progresnya masih memicu perdebatan, game ini punya identitas unik, monster keren, dan gameplay yang adiktif. Jika kamu suka game survival dengan twist alien, crafting seru, dan dunia yang terasa menyeramkan dan misterius, Once Human layak untuk dicoba.

Kalian bisa mengunduh game melalui

Steam : https://store.steampowered.com/app/2139460/Once_Human/

Appstore : https://apps.apple.com/us/app/once-human/id1573906210

Google Play: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.h73.jhqyna&hl=en

Trailer Perdana Game Si Buta Dari Gua Hantu Muncul

0
game si buta dari gua hantu aka the blind warrior

Trailer game Si Buta dari Gua Hantu akhirnya dirilis. Memiliki judul resmi The Blind Warrior, game ini menghadirkan kisah heroik Barda Mandrawata dalam game bergenre Action Adventure.

Trailer ini memberikan gambaran seperti apa nantinya gameplay dari game dengan gaya Third Person ini. Kalian juga bisa melihat sosok musuh yang akan dihadapi oleh Barda, yaitu penjajah Belanda. Untuk informasi, The Blind Warrior dikembangkan oleh studio lokal, Rizerio Studio.

Trailer Game Si Buta dari Gua Hantu Perkenalkan Pahlawan Legendaris dalam Format Modern

Cerita dari The Blind Warrior berawal dari Barda Mandrawata yang kehilangan orang yang dicintainya. Barda yang bertekad untuk membalas dendam lalu berkelana ke berbagai wilayah. Ia juga berlatih di gua bersama roh leluhur, kehilangan penglihatan, namun mendapatkan kekuatan supranatural dan meningkatkan kemampuan indera lainnya. Inilah yang membuat Barda mendapatkan gelar Si Buta Dari Gua Hantu.

The Blind Warrior tidak hanya menitikberatkan pada elemen aksi saja, tetapi juga pada pembangunan cerita dan dunia yang kaya akan sejarah. Dimulai dari masa penjajahan kolonial Belanda hingga keberadaan mitos lokal Indonesia.

Gameplay dan Spesifikasi PC The Blind Warrior

Menurut keterangan di Steam, The Blind Warrior menitikberatkan pada pertarungan jarak dekat. Pemain sebagai Barda akan menggunakan berbagai senjata serta teknik bela diri seperti serangan kombinasi, block, parry, dan juga stealth attack.

Game ini juga akan memiliki fitur yang menarik dari segi visualnya. Karena Barda tidak bisa melihat, pemain akan menggunakan indra keenam untuk merasakan musuh dan lingkungan disekitarnya.

Detail mengenai spesifikasi PCnya juga sudah diungkap:

Minimum

  • OS: Windows 7/8.1/10 (64-bit versions)
  • Processor: Intel Core i5 or Equivalent
  • Memory: 16 GB RAM
  • Graphics: RTX 3060 Ti Or Above
  • DirectX: Version 12
  • Storage: 5 GB available space

Recommended

  • OS: MacOS (64-bit versions)
  • Processor: Intel Core i5 or Equivalent
  • Memory: 16 MB RAM
  • Graphics: RTX 3060 Ti Or Above
  • DirectX: Version 12
  • Storage: 5 GB available space

Mengenai tanggal rilis The Blind Warrior masih belum diumumkan.

Review Patapon 1+2 Replay (PC): Tabuh Genderang Perang

0

Bagi kalian yang memiliki PSP, nama Patapon mungkin menyimpan nostalgia tersendiri. Game bergenre Rhythm ini merupakan salah satu dari karya kreatif yang pernah dibuat oleh Sony. Kini, Bandai Namco menghidupkan kembali game tersebut lewat Patapon 1 + 2 Replay, kompilasi remaster yang menyatukan dua judul klasik dalam satu bundle.

Ini bukan pertamanya Patapon dirilis ulang. Game ini sebelumnya juga sudah pernah ada di PS4, meski dari segi standar masih kurang yang diharapkan dari sebuah remaster. Belajar dari pengalaman ini, Patapon 1+2 Replay ini hadir dengan sejumlah peningkatan dan juga fitur baru yang membuat pengalaman bermain lebih nyaman.

Kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan review Patapon 1+2 Replay di PC. Inilah pengalaman yang kami rasakan selama memainkan gamenya.

Review Patapon 1+2 Replay yang Masih Tetap Unik

review patapon 1+2 replay pc bagian cerita

Pada intinya, Patapon adalah game dengan berbasis ritme atau Rhythm. Hal yang membuat unik adalah balutan elemen strateginya. Kalian akan mengendalikan pasukan makhluk bermata satu atau Patapon. melalui tabuhan drum dengan pola tertentu, kalian bisa memerintahkan pasukan untuk maju, menyerang, atau bertahan.

Cerita bukanlah daya tarik utama game ini, melainkan hanya menjadi latar saja. Tugas pemain sebagai Kami atau dewa adalah memimpin para Patapon menuju “Earth End”, tempat yang menjadi tujuan utama mereka. Sepanjang jalan, kalian akan berhadapan dengan berbagai macam rintangan. Mulai dari bertarung melawan pasukan Ziggotan dan berburu monster raksasa.

Hal yang agak disayangkan menurut kami adalah remaster ini tidak menambahkan voice actor. Akibatnya, beberapa adegan dalam cutscene terasa kurang hidup dan terasa mengambang.

Justru yang akan terus terngiang-ngiang adalah musiknya. Irama ketukan drum dan sorakan “Pata Pata Pata Pon”, kami jamin akan melekat kuat di kepala. Musik game ini akan membangkitkan semangat dan membuat kalian ingin terus bermain, meski berkali-kali gagal.

Perubahan Mendasar

Secara visual, Patapon 1+2 Replay tidak mengalami revolusi, tetapi peningkatannya tetap terasa. Gaya minimalis dan penuh warna dari versi originalnya masih dipertahankan, namun dengan tampilan yang lebih bersih dan tajam.

Untuk tambahan fitur modern, Patapon 1+2 Replay sudah dioptimalisasi. Sekarang pemain bisa mengatur tingkat kesulitan game, dan panduan ritme untuk drum juga bisa dimunculkan di layar. Waktu ketukan juga bisa disesuaikan, membuat game menjadi lebih ramah bagi pemain baru tanpa mengorbankan tantangan aslinya.

@playcubic.com

NOSTALGIA OVERLOAD! GAME PSP KLASIK PATAPON HIDUP LAGI! Pernah main game Patapon di PSP? Sekarang gamenya hidup lagi dalam bentuk remaster. Patapon 1 dan 2 dibundle menjadi satu game Patapon 1+2 Replay untuk PS5, Nintendo Switch, dan PC. #fyp #patapon #gamebaru #gamingontiktok #gamerindonesia @bandainamcoentasia

♬ bounce i just wanna dance – фрози & joyful

Dua Judul Dalam Satu Game

Karena terdiri dari dua game, kalian bisa berpindah secara cepat antar Patapon 1 dan Patapon 2. Kedua game dapat diakses dari launcher yang sama, memberikan kesan keduanya adalah satu.

Kesatuan ini sayangnya tidak bisa dipisah pada bagian tutorial. Pada dasarnya tutorial kedua mengajarkan cara yang sama. Ini akan agak sedikit membosankan jika harus berulang, setiap mencoba pertama kali Patapon 1 maupun Patapon 2. Berbicara tentang kedua game, menurut kami Patapon 2 adalah versi yang paling sempurna.

review patapon 1+2 replay pc bagian gameplay

Tidak hanya bisa mengintegrasikan bagian tutorial dengan cerita, Patapon 2 juga memiliki mekanisme gameplay yang lebih kompleks. Kalian bisa mengkustomisasi lebih dalam pasukan Patapon yang akan dibawa ke medan pertempuran.

review patapon 1+2 replay pc bagian kustomisasi

Jika pada game Patapon 1 pemain hanya bisa mengganti senjata dan armor, pada Patapon 2 kalian bisa mengakses Skill Tree untuk mengatur bentuk evolusi dari Patapon. Setiap evolusi akan memiliki pro dan con yang bisa disesuaikan dengan musuh yang dihadapi.

Patapon 2 juga memiliki variasi Job Class yang beragam. Tidak hanya tukang pukul dan pelempar tombak saja, kalian juga bisa menciptakan pasukan yang bisa menggunakan Magic, naik kuda, dan masih banyak lagi. Belum lagi kehadiran dari “Legendary Patapon”, semacam Job Class spesial yang bisa menjadi One Man Army jika digunakan dengan benar.

Hal yang kami rasakan adalah meski sudah memiliki pasukan terkuat pun, setiap permainan masih akan memiliki tantangan. Gameplay yang disajikan menyimpan kedalaman dari segi strategi. Setiap musuh memiliki pola unik yang harus dipelajari. Untuk menentukan keberhasilan juga tergantung kepada konsentrasi pemain. Seberapa bisa mereka selalu presisi untuk menekan tombol sesuai ritme dalam tekanan.

Patapon 1+2 Replay Dari Segi Teknis

Kami memainkan Patapon 1+2 Replay di PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU RTX 3060, RAM 32GB, dan SSD. Selama memainkan sama sekali tidak ada masalah teknis yang terjadi. Karena dari segi spesifikasi juga Patapon 1+2 Replay tidak menuntut banyak alias ringan.

Jika kalian ingin memainkan game ini di PC dengan atmosfir PSP, kami menyarankan untuk menggunakan Steam Deck. Game ini cukup nyaman dimainkan secara Portable, karena durasi setiap sesi permainan berkisar kurang dari 10 menit. Kalian bisa menikmati game ini secara singkat, baik pada saat sedang di luar maupun di dalam rumah.

Kesimpulan

Inilah Kesimpulan kami untuk review Patapon 1 + 2 Replay di PC. Game ini bukanlah proyek remaster yang ambisius, melainkan hanya bentuk penghormatan sederhana saja. Pembaruan di game hanya sebatas untuk membuat Patapon 1+2 Replay bisa lebih presentable di zaman sekarang, tanpa mengubah formula lamanya.

Bagi kalian yang ingin bernostalgia, game ini sudah sangat tepat untuk dicoba. Untuk pendatang baru yang mungkin sedang mencari sesuatu yang berbeda dari game-game modern, Patapon 1+2 Replay bisa juga dijadikan pilihan. Asalkan kalian tidak keberatan dengan visual yang sederhana.

Selain tersedia di PC, Patapon 1+2 Replay juga tersedia di PS5 dan Nintendo Switch.

Lenny Lin Resmi Pimpin ASUS Indonesia, Akan Ekspansi Laptop AI dan Gaming

0
Lenny Lin pimpin asus indonesia

ASUS telah resmi menunjuk Lenny Lin sebagai Country Manager ASUS Indonesia. Penunjukan ini menjadi langkah strategis ASUS untuk memperkuat dominasinya di pasar laptop Indonesia, baik untuk segmen consumer maupun gaming. Sosok yang sebelumnya memimpin ASUS Malaysia ini dipercaya akan membawa strategi baru yang lebih adaptif, lokal, dan fokus pada teknologi berbasis AI.

Sebagai veteran dengan pengalaman lebih dari 13 tahun di industri teknologi, Lenny Lin telah terbukti sukses dalam memperkuat posisi ASUS di pasar Asia Tenggara. Melalui kepemimpinannya, ASUS berhasil mencatat pertumbuhan signifikan terutama pada lini Zenbook dan seri ROG.

Lenny Lin Bawa Strategi AI dan Copilot+ PC ke Indonesia

Pada era komputasi modern, ASUS terus menjadi pelopor dalam mengadopsi teknologi terbaru. Salah satu fokus utama Lenny Lin di Indonesia adalah mempercepat adopsi laptop berbasis AI, khususnya Copilot+ PC. Teknologi ini memungkinkan perangkat menjalankan fitur kecerdasan buatan secara lokal melalui chip NPU berkecepatan tinggi.

Berbekal pengalaman suksesnya di Malaysia sebagai pionir peluncuran Copilot+ PC, Lenny Lin akan membawa pendekatan serupa ke pasar Indonesia. ASUS telah mulai memperkenalkan lini laptop AI seperti Zenbook, Vivobook, dan ProArt dengan prosesor AMD dan Qualcomm generasi terbaru.

Seluruh laptop AI Copilot+ ASUS juga sudah mendapatkan garansi internasional hingga 3 tahun, termasuk perlindungan kerusakan tak disengaja di tahun pertama. Ini menjadi nilai tambah besar, terutama bagi pelajar dan profesional yang membutuhkan perangkat andal untuk jangka panjang.

Dominasi ASUS di Indonesia Tetap Kuat

Berdasarkan laporan terkini dari Microsoft dan Nvidia, hingga kuartal pertama 2025, ASUS menguasai 36,1% pangsa pasar laptop consumer di Indonesia. Sementara di segmen gaming, lini ROG dan TUF ASUS tetap mendominasi dengan 34,1% market share.

Dengan pengalaman internasional yang luas, Lenny Lin dipandang sebagai sosok tepat untuk mempertahankan dan memperluas dominasi ini. Strateginya mencakup penguatan ekosistem produk, peningkatan layanan purna jual, serta peluncuran program lokal yang menyasar pelajar dan kreator muda.

ASUS juga memperluas layanan garansi hingga tiga tahun untuk lini laptop pelajar seperti Vivobook 14/15 dan Vivobook Go. Kebijakan ini memberikan rasa aman bagi pengguna muda yang mengandalkan laptop sebagai perangkat utama belajar dan berkarya.

Bagaimana menurut kalian?