Melalui perhelatan tahunan ChinaJoy 2017 di China, Tencent Game kembali unjuk gigi dengan menghadirkan sebuah terobosan dalam game MMORPG mereka yakni Lineage II: Revolution. Dalam booth-nya, Tencent memamerkan versi Virtual Reality dari Lineage II: Revolution.
Para pemain juga bisa mencoba langsung memainkannya. Tetapi bisa saja ini menjadi salah satu alat pemasaran Tencent untuk menarik perhatian para pemain agar berkunjung ke booth-nya. Dalam demo ini pemain hanya bisa menyerang dan memblok serangan, tetapi tidak bisa bergerak atau menggunakan skill.
Di pojok kanan pada demo ini tertulis SteamVR, jadi apakah pengembangan VR ini akan bisa terjadi di beberapa waktu ke depan? Simak terus playcubic untuk perkembangannya.
Perayaan satu tahun Pokemon GO adalah bukti jika tidak semua pesta ulang tahun bisa berlangsung meriah. Niantic selaku developer dari game Pokemon memiliki ide mulia untuk merayakan hari penting tersebut, yaitu mengundang para fans untuk berpesta bersama. Tidak hanya itu, Niantic juga memanfaatkan momen tersebut untuk memperkenalkan fitur baru yang dinamakan raid dengan Legendary Pokemon Lugia sebagai boss utama.
Serunya Pokemon GO Fest
Dari ide-ide tersebut, dicetuskanlah event Pokemon GO Fest yang diselenggarakan pada hari Sabtu (22/07/17) di kota San Diego, California. Tentunya event ini tidaklah gratis. Untuk berpartisipasi dalam Pokemon Go Fest, seseorang harus membayar $20 belum lagi ongkos perjalanan jika datang dari luar wilayah tersebut. Harapan para fans adalah event perayaan satu tahun ini berjalan dengan lancar. Namun, apa yang diharapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.
Harapan dari Niantic akan Pokemon GO Fest
Dilaporkan oleh Polygon, Pokemon Go Festberubah menjadi ajang kekecewaan ketika para pemain tidak bisa tersambung ke server. Bukan hanya kesal karena tidak bisa mengumpulkan Pokemon, para pemain juga tidak dapat berpartisipasi dalam event Legendary Raid melawan Lugia.
Kekecewaan ini lantas dilampiaskan kepada CEO dari Niantic, John Hanke. Ketika ia naik ke atas panggung, para penonton justru menyorakinya, memintanya untuk membenahi server. Nasi sudah menjadi bubur, akhirnya Pokemon Go Fest harus berakhir dengan kegagalan.
Kenyataanya…
Merespon peristiwa memalukan tersebut, Niantic akhirnya buka suara. Dikutip dari Polygon, juru bicara Niantic mengatakan jika mereka merasa malu karena telah menyajikan event gagal kepada para fans. “Seluruh staf kami merasakan takut dengan apa yang sudah terjadi. Kam berjanji untuk tidak mengulanginya lagi dan akan belajar dari hari tersebut,” ucap perwakilan Niantic.
Permintaan maaf tersebut juga disertai oleh kompensasi berupa pengembalian uang tiket secara penuh. Niantic juga menghadiakan Lugia kepada orang-orang yang telah membeli tiket serta in-game money senilai $100. Sayangnya kompensasi ini masih belum cukup untuk sebagian orang.
Free Lugia
Dilansir dari Polygon, Jaksa Penuntut Thomas Zimmerman mengatakan jika ia akan menuntut Niantic karena dianggap telah merugikan orang lain secara finansial. “Klien saya menuntut Niantic bukan karena tidak bisa menangkap Pokemon, tapi karena Niantic tidak mengganti biaya yang dikeluarkan oleh klien saya untuk datang ke Chicago,” katanya.
Pokemon GO Fest sebenarnya adalah ide yang sangat baik. Namun, Niantic gagal mengantisipasi ledakan jumlah pemain yang akhirnya berdampak pada server. Apakah mereka sama sekali tidak belajar dari awal-awal Pokemon GO diluncurkan?
Event China Digital Entertainment Expo & Conference (Chinajoy) menjadi momen bagi Sony untuk pamer kehebatan game Dynasty Warriors 9. Ada tiga video baru yang diperlihatkan Sony yaitu gameplay dari ketiga karakter veteran Dynasty Warriors, Guan Yu, Cheng Pu, dan Xiahou Dun.
Jangan kaget jika kamu masih melihat banyak bug dalam game tersebut. Saat ini Dynasty Warriors 9 masih dalam tahap pengembangan. Setidaknya kamu sudah bisa menyaksikan betapa luasnya map dalam Dynasty Warriors 9. Dalam map raksasa ini ada terdapat kastil, ladang peperangan bahkan sungai raksasa Yangtze lengkap dengan perahunya. Selain berperang, pemain juga bisa menikmati side mission seperti memancing.
Dynasty Warriors 9 akan dirilis di PS4 pada akhir tahun 2017 di Jepang. Versi internasional rencananya baru akan menyusul setelahnya.
BEKRAF Game Prime 2017 yang digelar dari tanggal 29-30 Juli 2017 di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta cukup banyak menyedot perhatian para pecinta, pemerhati sampai mereka yang memang mencari penghidupan di dunia game. dari dua hari acara tersebut digelar, ruangan dan booth di Kartika Expo selalu penuh sesak dengan pengunjung.
Selain turnamen game dan segudang acara seru lainnya, ada satu booth yang membuat Playcubic penasaran yaitu booth Republic Games & Collectors Indonesia (RGCI). Pada saat booth lain memamerkan game dengan teknologi terbaru, RGCI menawarkan sesuatu yang beda yaitu nostalgia. Pada booth RGCI kamu bisa memainkan berbagai game klasik sekaligus mencoba konsol lawasnya. Mulai dari mesin arcade alias dindong, Sega Mega Drive, Super Nintendo, Famicom, Gamecube dan masih banyak lagi. Selain konsol retro, ada juga handheld retro yang dipamerkan di etalase.
Ketika memainkan kembali game-game klasik langsung di konsolnya, mendadak muncul rasa nostalgia. Playcubic ingat dulu saat masih SD pernah memainkan game tersebut. Bahkan konsolnya pun Playcubic masih punya meskipun sudah rusak dan tertimbun di gudang.
Sensasi lain yang Playcubic rasakan adalah betapa sulitnya memainkan game dulu dibandingkan zaman sekarang. Game dulu tidak memiliki fitur autosave. Artinya jika kamu kalah, maka mau tidak mau harus mengulang dari awal. Tingkat difficulty serta mobilitas dalam game yang masih terbatas juga kadang menjadi masalah. Inilah yang membuat game klasik menjadi super sulit. Bahkan Playcubic yang dulu bisa menyelesaikannya, sekarang saat mencobanya lagi justru keteteran.
Inilah sensasi dari memainkan game klasik di konsol retro yang tidak terlupakan. Buat kamu yang penasaran dengan RGCI bisa langsung mengunjungi halaman Facebooknya di sini. RGCI juga menyediakan lapak buat kamu yang ingin memiliki konsol atau game lawas di rumah.
Untuk BEKRAF Game Prime 2017, tema tahun ini mengusung konsep “bermain game seharian”. Artinya, kamu bisa bebas bermain game, mencicipi board game, merasakan pengalaman VR, bertemu dengan komunitas game, atau mengikuti serunya turnamen eSports. Pokoknya mantap dan lengkap!
Naruto to Boruto: Shinobi Striker sepertinya akan menjadi game ninja yang paling mengesankan. Dalam video terbaru yang ditampilkan di Chinajoy 2017, Bandai Namco memperlihatkan apa jadinya jika Naruto cs bisa bergerak secara bebas tanpa batasan.
Dalam video di atas kamu bisa melihat aksi Naruto, seperti berlari di dinding serta menembakkan jurus andalannya Rasengan. Video tersebut juga menampilkan si kodok raksasa Gamabunta serta Shukaku, Bijuu milik Garaa. Kamu juga bisa melihat bagaimana mode multiplayer diimplementasi dalam Shinobi Striker. Selain Naruto, ada juga Sakura, Sasuke, dan Kakashi.
Naruto to Boruto: Shinobi Striker rencananya akan dirilis pada tahun 2018 mendatang di PS4, Xbox One serta PC.
Kamen Rider Ex-Aid saat ini sedang tayang dan untuk movie-nya akan tayang pada Agustus tahun ini. Uniknya Kamen Rider yang menggunakan tema game ini nantinya akan menggunakan perangkat Virtual Reality (VR) milik PS4 untuk mengalahkan musuhnya.
Melalui video singkat ini para pemerannya Hiroki Ijima (Emu/Ex-Aid), Toshiki Seto (Hiro/Brave), Ukyo Matsumoto (Taiga/Snipe), Tetsuya Iwanaga (Dan Kuroto/Genm) dan Ruka Matsuda (Poppipopapo/Asuna Karino) akan memainkan sebuah game yang berjudul Monster Escape. Disini terlihat para dokter ini sangat menikmati perangkat VR tersebut mulai dari Emu hingga Kuroto bergantian menjadi monster sedangkan yang lain menjadi para tokoh jagoan yang nantinya bisa “henshin” untuk mengalahkan sang monster.
Pada akhir video, mereka juga tidak lupa mempromosikan film mereka yang diberi judul “Kamen Rider Ex-Aid Movie: True Ending”. Trailer tersebut juga dinikmati para pemerannya dengan perangkat VR. Bagaimana keseruannya? Yuk simak video dibawah ini.
Arc System Works hari ini merilis opening movie baru BlazBlue: Central Fiction versi arcade untuk mengantisipasi peluncuran update versi 2.0 tanggal 3 Agustus 2017 nanti.
Update 2.0 menambahkan dukungan terhadap sistem NESiCAxLive dan NESiCAxLive2 termasuk “countrywide store-to-store battles” di NESiCAxLive2, karakter baru Jubei dan penyempurnaan pada sistem serta karakter game. Jubei juga akan hadir dalam DLC karakter untuk game versi PlayStation 4, PlayStation 3, dan PC yang akan dirilis musim panas tahun ini.
Blue Mammoth Games (pengembang game) mengumumkanBrawlhalla akan dirilis ke PS4 pada tanggal 1 Agustus 2017 dengan paket eksklusif “Founders Pack”.
Gamer yang membeli Founders Pack bisa mengakses 32 karakter game, ditambah… semua karakter game yang akan dirilis dikemudian hari. Selain itu, paket spesial ini juga akan berisi konten Personal Sentry IV, Founder’s Signet dan Founder’s Insignia. Tanggal 1 Agustus 2017 nanti juga akan membuka gitur Mallhalla dalam Brawlhalla. Fitur ini adalah toko in-game, tempat dimana game bisa menggunakan gold, rank points, dan Mammoth Coins untuk membeli skin, color schemes, KO fx dan banyak lagi konten digital keren lainnya. Selain itu akan muncul juga daftar teman serta kehadiran karakter Caspian.
Saat dirilis ke konsol nanti, Blue Mammoth Games mengungkapkan bahwa Brawlhalla memiliki fitur cross-play antara platform PS4 dan PC. Saat ini gamer masih bisa melakukan pendaftaran untuk mengakses beta test Brawlhalla. Saksikan trailer terbaru game pada video di bawah ini.
Jenis senjata apa sajakah yang bisa digunakan oleh para hunter dalam game Monster Hunter World? Video terbaru yang dirilis oleh Capcom memperlihatkan 14 jenis senjata yang bisa digunakan sekaligus seperti apa gaya serangannya.
Ke-14 jenis senjata ini adalah bow, charge blade, dual blades, great sword, gunlance, hammer, heavy bowgun, hunting horn, insect glaive, lance, light bowgun, long sword, switch axe, sword and shield. Meskipun bervariasi, senjata-senjata tersebut bukanlah senjata baru karena sudah ada dalam game Monster Hunter sebelumnya. Jangan sedih dulu karena setiap senjata akan dilengkapi oleh moves baru.
Monster Hunter World merupakan salah satu game yang kehadirannya paling ditunggu-tunggu gamer. Selain muncul di PS4 dan Xbox One, Monster Hunter World juga akan hadir di PC.
Akhirnya Square Enix akan memulai tahap beta dari mode multiplayer Final Fantasy XV. Mode ini akan diberi judul Comrades. Rencananya tahap beta ini akan dimulai dari tanggal 3-8 Agustus 2017 dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memainkannya. Maksud dari orang-orang tertentu ini adalah mereka yang berlangganan PlayStation Plus atau Xbox Live Gold. Mereka juga harus memiliki season pass dari Final Fantasy XV.
Untuk tahap beta ini, Square Enix mengizinkan para tester untuk membuat delapan karakter. Setiap karakter bisa menggunakan satu Royal Sigil. Setelah game ini dirilis, Noctis, Gladiolus, Prompto dan Ignis akan bisa digunakan sebagai karakter.
Senjata yang digunakan dalam tahap beta juga terbatas yaitu katana, club, shuriken dan dagger. Quest yang tersedia dalam tahap beta hanya akan dibatasi menjadi tiga. Tester nantinya akan bisa bermain dengan pemain lain secara online dengan matchmaking. Akan ada item baru yang dinamakan Meteorshards. Item ini baru akan berguna ketika full version dari Comrades dirilis.
Jujur saja, Playcubic merasa heran game Final Fantasy (Kecuali Final Fantasy XIV A Realm Reborn) yang terkenal dengan mode singleplayer sekarang malah memiliki mode multiplayer. Mudah-mudahan saja mode ini sudah sesuai dengan harapan fans. Kapan pastinya full version dari Comrades akan dirilis masih belum diketahui.