Cuplikan gameplay “off-screen” seri game populer terbaru besutan Natsume, Harvest Moon: Light of Hope, hari ini mengudara di dunia maya.
Game yang pertama kali kehadirannya diumumkan bulan Mei lalu ini dijanjikan akan membawa semangat seri game Harvest Moon yang kini usianya sudah menginjak angka 20 tahun. Garis besar cerita dari game ini sama dengan para pendahulunya, namun pastinya dibumbui dengan hal-hal serta elemen baru. Fans seri game Harvest Moon pastinya tidak akan asing dengan apa yang akan dihadirkan dalam Harvest Moon: Light of Hope nanti.
Harvest Moon: Light of Hope dijadwalkan rilis ke PS4, Nintendo Switch dan PC pada musih gugur tahun ini.
Capcom baru saja mengumumkan pihaknya akan merilis Resident Evil: Revelations versi PS4 dan Xbox One wilayah Amerika Utara dan Eropa pada tanggal 29 Agustus 2017 berbanderol USD 19,99.
Karakter game yang akan gamer temui dalam game ini antara lain adalah ; Chris Redfield, Jill Valentine, Parker Luciani, Clive R. O’Brian dan Jessica Sherawat. Karena dirilis untuk konsol “masa kini”, tentu saja ada sejumlah peningkatan dibandingkan versi aslinya seperti resolusi yang lebih tinggi (mendukung sampe dengan 1080p), peningkatan pada detil lingkungan dan perbaikan pada pergerakan musuh. Informasi detil lainnya mengenai Resident Evil: Revelations versi PS4 dan Xbox One bisa kamu cek lewat situs resminya di sini.
Saksikan trailer terbaru game pada video di bawah ini.
Pembuat Game asal Bandung, Agate Studio merilis game terbaru yang diberi nama Dungeon Chef. Dungeon Chef menghadirkan nuansa yang unik dan berbeda dari biasanya dengan penggabungan dua jenis game popular seperti genre cooking dan Role Playing Game (RPG).
Game ini bercerita tentang seseorang yang diwarisi sebuah restoran oleh kakeknya. Restoran tersebut dahulu merupakan restoran yang sangat terkenal tetapi berhenti beroperasi akibat sang pemilik restoran hilang saat melawan monster yang kuat. Akan tetapi, sang leluhur berkeinginan untuk mengembalikan masa kejayaan dari restoran terpopuler di tavern tersebut.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, para pemain diajak hanyut kedalam game dan berperan sebagai pengelola restoran yang baru. Pemain akan diajarkan bagaimana caranya membuat masakan paling enak, hingga bertarung melawan monster-monster runtuk mendapatkan bahan makanan yang akan disajikan untuk para penghuni tavern. Jika pemain mampu menyelesaikan sebuah pesanan, maka level pun akan bertambah. Pada game ini, pemain juga bisa mendapatkan bonus harian di dalam gamenya dengan cara rutin mengambil bonus dari daily login.
Game Dungeon Chef tidak hanya dirilis di Indonesia namun juga akan dirilis di Jepang melalui platform Android dan iOS. “Jepang merupakan negara penghasil keuntungan kedua terbanyak dalam segi mobile games dan banyak pemain mobile game di sana. Kami melihat kesempatan tersebut dan berniat untuk masuk kepasar Jepang melalui Dungeon Chef karena tema game ini cukup populer di sana.” ungkap Andrew Budi Pratomo, selaku Product Manager dari Dungeon Chef. Dungeon Chef sendiri dibantu oleh beberapa pihak dari Jepang dan telah dirilis di pasar Jepang dan global pada akhir bulan Juli 2017 kemarin melalui Google Play Store dan Apple AppStore. “Harapannya, game ini bisa diterima oleh pemain mobile game di Jepang karena tema yang kami bawakan sudah sangat populer di sana”, sambung Andrew.
Sebelumnya Agate juga telah bekerjasama dengan perusahaan game terkenal asal Jepang bernama SquareEnix dan merilis web game bernama Sengoku IXA yang telah dirilis pada tahun 2013 dan mendapat respons positif di masyarakat dan juga gamers.
Memasuki bulan kedua setelah rilis, game mobile MOBA yang dipasarkan oleh Garena, Mobile Arena, resmi berganti nama menjadi Arena of Valor (AOV). Pergantian nama ini merupakan bagian dari langkah komprehensif yang dilakukan oleh developer AOV, Tencent, untuk menyatukan para pemain AOV di seluruh dunia. Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi negara pertama yang menggunakan nama dan logo baru ini.
Valor membawa arti kata keberanian seorang pahlawan dalam menghadapi mara bahaya, khususnya dalam pertarungan di medan perang. Dalam setiap arena pertarungan, para challengers (sebutan untuk pemain AOV) harus memiliki kombinasi yang baik antara skill, kerja sama tim, dan tentunya keberanian untuk dapat meraih kemenangan.
Dalam waktu kurang dari dua bulan setelah rilis, game mobile MOBA dengan jumlah pemain terbanyak di dunia ini telah mencapai satu juta downloads di Indonesia. Dalam rentang waktu ini pula, beragam event menarik telah digelar, seperti turnamen online perdana, MO-Cup, yang diikuti oleh lebih dari 400 tim, community gathering di berbagai kota dan banyak lagi event-event yang diadakan baik di dalam game, di kanal sosial media maupun di situs resmi Arena of Valor.
Perubahan nama menjadi Arena of Valor tidak akan menghapus data akun maupun perkembangan yang telah dicapai para challengers. Bahkan kedepannya, akan ada semakin banyak event menarik seperti hero-hero baru, turnamen eSports berstandar internasional, penambahan fitur-fitur in-game dan beragam event online maupun offline lainnya.
Perubahan nama secara menyeluruh akan dimulai tanggal 2 Agustus 2017. Arena of Valor dapat di-download secara gratis di Play Store untuk Android, App Store untuk iOS dan situs resminya yaitu aov.co.id.
Melalui perhelatan tahunan ChinaJoy 2017 di China, Tencent Game kembali unjuk gigi dengan menghadirkan sebuah terobosan dalam game MMORPG mereka yakni Lineage II: Revolution. Dalam booth-nya, Tencent memamerkan versi Virtual Reality dari Lineage II: Revolution.
Para pemain juga bisa mencoba langsung memainkannya. Tetapi bisa saja ini menjadi salah satu alat pemasaran Tencent untuk menarik perhatian para pemain agar berkunjung ke booth-nya. Dalam demo ini pemain hanya bisa menyerang dan memblok serangan, tetapi tidak bisa bergerak atau menggunakan skill.
Di pojok kanan pada demo ini tertulis SteamVR, jadi apakah pengembangan VR ini akan bisa terjadi di beberapa waktu ke depan? Simak terus playcubic untuk perkembangannya.
Perayaan satu tahun Pokemon GO adalah bukti jika tidak semua pesta ulang tahun bisa berlangsung meriah. Niantic selaku developer dari game Pokemon memiliki ide mulia untuk merayakan hari penting tersebut, yaitu mengundang para fans untuk berpesta bersama. Tidak hanya itu, Niantic juga memanfaatkan momen tersebut untuk memperkenalkan fitur baru yang dinamakan raid dengan Legendary Pokemon Lugia sebagai boss utama.
Serunya Pokemon GO Fest
Dari ide-ide tersebut, dicetuskanlah event Pokemon GO Fest yang diselenggarakan pada hari Sabtu (22/07/17) di kota San Diego, California. Tentunya event ini tidaklah gratis. Untuk berpartisipasi dalam Pokemon Go Fest, seseorang harus membayar $20 belum lagi ongkos perjalanan jika datang dari luar wilayah tersebut. Harapan para fans adalah event perayaan satu tahun ini berjalan dengan lancar. Namun, apa yang diharapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.
Harapan dari Niantic akan Pokemon GO Fest
Dilaporkan oleh Polygon, Pokemon Go Festberubah menjadi ajang kekecewaan ketika para pemain tidak bisa tersambung ke server. Bukan hanya kesal karena tidak bisa mengumpulkan Pokemon, para pemain juga tidak dapat berpartisipasi dalam event Legendary Raid melawan Lugia.
Kekecewaan ini lantas dilampiaskan kepada CEO dari Niantic, John Hanke. Ketika ia naik ke atas panggung, para penonton justru menyorakinya, memintanya untuk membenahi server. Nasi sudah menjadi bubur, akhirnya Pokemon Go Fest harus berakhir dengan kegagalan.
Kenyataanya…
Merespon peristiwa memalukan tersebut, Niantic akhirnya buka suara. Dikutip dari Polygon, juru bicara Niantic mengatakan jika mereka merasa malu karena telah menyajikan event gagal kepada para fans. “Seluruh staf kami merasakan takut dengan apa yang sudah terjadi. Kam berjanji untuk tidak mengulanginya lagi dan akan belajar dari hari tersebut,” ucap perwakilan Niantic.
Permintaan maaf tersebut juga disertai oleh kompensasi berupa pengembalian uang tiket secara penuh. Niantic juga menghadiakan Lugia kepada orang-orang yang telah membeli tiket serta in-game money senilai $100. Sayangnya kompensasi ini masih belum cukup untuk sebagian orang.
Free Lugia
Dilansir dari Polygon, Jaksa Penuntut Thomas Zimmerman mengatakan jika ia akan menuntut Niantic karena dianggap telah merugikan orang lain secara finansial. “Klien saya menuntut Niantic bukan karena tidak bisa menangkap Pokemon, tapi karena Niantic tidak mengganti biaya yang dikeluarkan oleh klien saya untuk datang ke Chicago,” katanya.
Pokemon GO Fest sebenarnya adalah ide yang sangat baik. Namun, Niantic gagal mengantisipasi ledakan jumlah pemain yang akhirnya berdampak pada server. Apakah mereka sama sekali tidak belajar dari awal-awal Pokemon GO diluncurkan?
Event China Digital Entertainment Expo & Conference (Chinajoy) menjadi momen bagi Sony untuk pamer kehebatan game Dynasty Warriors 9. Ada tiga video baru yang diperlihatkan Sony yaitu gameplay dari ketiga karakter veteran Dynasty Warriors, Guan Yu, Cheng Pu, dan Xiahou Dun.
Jangan kaget jika kamu masih melihat banyak bug dalam game tersebut. Saat ini Dynasty Warriors 9 masih dalam tahap pengembangan. Setidaknya kamu sudah bisa menyaksikan betapa luasnya map dalam Dynasty Warriors 9. Dalam map raksasa ini ada terdapat kastil, ladang peperangan bahkan sungai raksasa Yangtze lengkap dengan perahunya. Selain berperang, pemain juga bisa menikmati side mission seperti memancing.
Dynasty Warriors 9 akan dirilis di PS4 pada akhir tahun 2017 di Jepang. Versi internasional rencananya baru akan menyusul setelahnya.
BEKRAF Game Prime 2017 yang digelar dari tanggal 29-30 Juli 2017 di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta cukup banyak menyedot perhatian para pecinta, pemerhati sampai mereka yang memang mencari penghidupan di dunia game. dari dua hari acara tersebut digelar, ruangan dan booth di Kartika Expo selalu penuh sesak dengan pengunjung.
Selain turnamen game dan segudang acara seru lainnya, ada satu booth yang membuat Playcubic penasaran yaitu booth Republic Games & Collectors Indonesia (RGCI). Pada saat booth lain memamerkan game dengan teknologi terbaru, RGCI menawarkan sesuatu yang beda yaitu nostalgia. Pada booth RGCI kamu bisa memainkan berbagai game klasik sekaligus mencoba konsol lawasnya. Mulai dari mesin arcade alias dindong, Sega Mega Drive, Super Nintendo, Famicom, Gamecube dan masih banyak lagi. Selain konsol retro, ada juga handheld retro yang dipamerkan di etalase.
Ketika memainkan kembali game-game klasik langsung di konsolnya, mendadak muncul rasa nostalgia. Playcubic ingat dulu saat masih SD pernah memainkan game tersebut. Bahkan konsolnya pun Playcubic masih punya meskipun sudah rusak dan tertimbun di gudang.
Sensasi lain yang Playcubic rasakan adalah betapa sulitnya memainkan game dulu dibandingkan zaman sekarang. Game dulu tidak memiliki fitur autosave. Artinya jika kamu kalah, maka mau tidak mau harus mengulang dari awal. Tingkat difficulty serta mobilitas dalam game yang masih terbatas juga kadang menjadi masalah. Inilah yang membuat game klasik menjadi super sulit. Bahkan Playcubic yang dulu bisa menyelesaikannya, sekarang saat mencobanya lagi justru keteteran.
Inilah sensasi dari memainkan game klasik di konsol retro yang tidak terlupakan. Buat kamu yang penasaran dengan RGCI bisa langsung mengunjungi halaman Facebooknya di sini. RGCI juga menyediakan lapak buat kamu yang ingin memiliki konsol atau game lawas di rumah.
Untuk BEKRAF Game Prime 2017, tema tahun ini mengusung konsep “bermain game seharian”. Artinya, kamu bisa bebas bermain game, mencicipi board game, merasakan pengalaman VR, bertemu dengan komunitas game, atau mengikuti serunya turnamen eSports. Pokoknya mantap dan lengkap!
Naruto to Boruto: Shinobi Striker sepertinya akan menjadi game ninja yang paling mengesankan. Dalam video terbaru yang ditampilkan di Chinajoy 2017, Bandai Namco memperlihatkan apa jadinya jika Naruto cs bisa bergerak secara bebas tanpa batasan.
Dalam video di atas kamu bisa melihat aksi Naruto, seperti berlari di dinding serta menembakkan jurus andalannya Rasengan. Video tersebut juga menampilkan si kodok raksasa Gamabunta serta Shukaku, Bijuu milik Garaa. Kamu juga bisa melihat bagaimana mode multiplayer diimplementasi dalam Shinobi Striker. Selain Naruto, ada juga Sakura, Sasuke, dan Kakashi.
Naruto to Boruto: Shinobi Striker rencananya akan dirilis pada tahun 2018 mendatang di PS4, Xbox One serta PC.
Kamen Rider Ex-Aid saat ini sedang tayang dan untuk movie-nya akan tayang pada Agustus tahun ini. Uniknya Kamen Rider yang menggunakan tema game ini nantinya akan menggunakan perangkat Virtual Reality (VR) milik PS4 untuk mengalahkan musuhnya.
Melalui video singkat ini para pemerannya Hiroki Ijima (Emu/Ex-Aid), Toshiki Seto (Hiro/Brave), Ukyo Matsumoto (Taiga/Snipe), Tetsuya Iwanaga (Dan Kuroto/Genm) dan Ruka Matsuda (Poppipopapo/Asuna Karino) akan memainkan sebuah game yang berjudul Monster Escape. Disini terlihat para dokter ini sangat menikmati perangkat VR tersebut mulai dari Emu hingga Kuroto bergantian menjadi monster sedangkan yang lain menjadi para tokoh jagoan yang nantinya bisa “henshin” untuk mengalahkan sang monster.
Pada akhir video, mereka juga tidak lupa mempromosikan film mereka yang diberi judul “Kamen Rider Ex-Aid Movie: True Ending”. Trailer tersebut juga dinikmati para pemerannya dengan perangkat VR. Bagaimana keseruannya? Yuk simak video dibawah ini.