Fade to Silence, game PC milik THQ Nordic kelihatannya cukup menjanjikan jika dilihat dari trailer perdananya. Daerah yang dipenuhi salju, kehadiran monster-monster aneh, belum lagi unsur survivor, yaitu harus bisa bertahan hidup dengan cara apapun. Kamu bisa melihat sendiri di trailer berikut ini:
Berdasarkan halaman Steam resminya, Fade to Silence adalah game bergenre survivor yang ditujukan untuk single-player. Karakter utama dari game ini bernama Ash. Ia adalah seorang pemimpin dari kelompok yang berhasil bertahan hidup dalam dunia yang dipenuhi salju. Dunia yang ditinggali oleh Ash sebenarnya adalah bumi yang telah hancur dan entah bagaimana membeku karena musim dingin yang tidak ada habisnya.
Unsur crafting dengan membuat senjata dan alat-alat perlengkapan lainnya bisa ditemukan dalam Fade to Silence. Untuk membuatnya, Ash bisa merakitnya sendiri atau merekrut berbagai macam NPC untuk membantunya. Semakin hebat NPC yang direkrut, semakin bagus pula pemukiman yang ditinggali oleh kelompok milik Ash.
Perubahan cuaca juga harus mendapat perhatian. Ada saatnya dimana cuaca tenang lalu mendadak datang badai. Ash harus membuat keputusan yang tepat bagi dirinya dan kelompoknya pada saat hal itu terjadi.
Map yang bisa dieksplorasi diklaim cukup besar, mulai dari daerah hutan sampai sungai dan delta. Untuk menjelajah, Ash bisa mengajak NPC untuk menemaninya. Namun, Ash harus berhati-hati dengan monster ganas yang bisa muncul kapan saja.
Bagaimana? Cukup menarik bukan? Kelihatannya ada sedikit kesamaan konsep dengan game zombie State of Decay. Tertarik untuk mencobanya? Early Access Fade to Silence akan dimulai dari tanggal 14 Desember mendatang. Berikut adalah spesifikasinya:
Campo Santo, studio yang mengembangkan game Firewatch telah mengumumkan game barunya yang berjudul In the Valley of Gods. Game ini masih dalam tahap awal pengembangan dan diprediksi baru rampung pada tahun 2019 nanti. Game ini nantinya akan rilis di PC dan saat ini sudah memiliki halaman Steam resminya.
Seperti yang kamu lihat pada trailer di atas, In the Valley of Gods kelihatannya akan mengutamakan cerita dan eksplorasi. Genre tersebut juga diperlihatkan dalam game Firewatch. Game ini akan menceritakan kisah seorang pembuat film bernama Rashida untuk membuat film dokumenter mengenai sejarah Mesir. Bersama dengan rekannya, Zora, Rashida bertualang ke makam kuno di Mesir.
Apakah keduanya akan berjumpa dengan mumi yang hidup kembali? Kita lihat saja nanti.
Tidak membingungkan, maka bukan Death Stranding namanya. Pada acara The Game Awards 2017, Hideo Kojima kembali membawa karyanya tersebut untuk dipamerkan. Bukannya membuat semakin jelas, trailer baru Death Stranding ini malah membuat orang yang melihatnya semakin bingung. Berikut adalah trailer perdananya:
Aktor Norman Reedus kembali menjadi tokoh sentral dari trailer Death Stranding terbaru. Norman dalam game ini digambarkan sebagai seorang peneliti bernama Sam. Bersama dengan peneliti lainnya, Sam sepertinya mengalami kecelakaan saat sedang meneliti sesuatu. Ia dan rekan-rekannya lalu bertemu dengan sosok misterius yang memiliki kemampuan menghilang. Keberadaan mahluk ini sepertinya hanya bisa dideteksi oleh radar yang dibawa oleh Sam. Untuk detail lainnya sangat sulit untuk dimengerti.
Belakangan Hideo Kojima melalui akun Twitternya mengunggah poster resmi dari Death Stranding. Seperti ini bentuknya:
Sayangnya aktor Mad Mikkelsen dan sutradara Guillermo del Torro kali ini tidak muncul dalam trailer terbaru Death Stranding. Mungkinkah pada trailer lainnya nanti ketiga karakter ini akhirnya akan saling bertemu dan mengungkap maksud dari Death Stranding? Kita lihat saja nanti.
Situs Humble Bundle tiada hentinya membagikan game PC secara gratis. Sekarang giliran game perang Homefront yang diberikan secara cuma-cuma. Untuk informasi lebih jelasnya bisa kamu lihat di sini.
Homefront dirilis pada tahun 2011. Game ini meNceritakan negara adidaya Amerika Serikat yang diserang dan dikuasai oleh Korea bersatu. Pada awalnya game ini dikembangkan oleh THQ. Tapi, karena THQ bangkrut, IP dari Homefront lalu dijual ke Crytek. Sayang, Crytek pun tidak mampu mengerjakan Homefront dan akhirnya harus bekerjasama dengan Deep Silver. Hasilnya adalah Homefront: The Revolution yang dirilis tahun 2016 lalu.
Terarik untuk mencoba Homefront? Masa iya mau menolak game gratisan. Ingat! Waktunya terbatas jadi klaim sekarang sebelum terlambat.
Diungkap dalam acara The Game Awards 2017, game World War Z memperlihatkan serbuan zombie yang seakan tidak ada habisnya. Para zombie ini atau yang biasa disebut sebagai horde terlihat sangat ganas. Mereka bisa berlari dengan cepat, bisa memanjat bangunan, seakan-akan mereka adalah representasi dari kekuatan alam yang tidak bisa dibendung oleh manusia.
Dalam wawancaranya dengan Dualshockers, pengembang dari World War Z, Saber Interactive mengatakan jika game ini memang terinspirasi dari filmnya yang dibintangi oleh Brad Pitt. Fokus utama dari game ini adalah mode co-op yang mempertemukan empat pemain sekaligus melawan para zombie. Melihat deskripsinya, kemungkinan besar World War Z akan mirip dengan Left 4 Dead atau Warhammer: End Times-Vermintide.
World War Z rencananya akan dirilis pada tahun 2018 mendatang di konsol PS4, Xbox One, dan PC. Menurutmu apakah game ini akan menjadi hits saat rilis nanti?
Gintama Rumble akan diluncurkan tidak lama lagi, yaitu pada tanggal 18 Januari 2017. Untuk mempersiapkan jadwal peluncuran yang semakin dekat, Bandai Namco merilis trailer terbaru yang berisi informasi komplit seputar game tersebut. Mulai dari gameplay, fitur, karakter, alur cerita, semuanya dirangkum dalam trailer berikut ini:
Dari gameplay, Gintama Rumble adalah game action dengan gaya hack and slash seperti Dynasty Warriors. Selain berhadapan dengan gelombang musuh, pemain juga akan berhadapan dengan boss 1-on-1. Setiap boss yang dikalahkan nantinya bisa menjadi asisten pemain
Karakter yang bisa digunakan dalam Gintama Rumble bermacam-macam. Gintoki, Kagura, Shinpachi akan menjadi karakter utama. Selain itu ada juga Kondo, Hijikata, Sougo, Tsukuyo, dan masih banyak lahi. Setiap karakter akan memiliki special skill yang berbeda-beda dan pastinya nyeleneh ala Gintama.
Gintama Rumble nantinya akan tersedia di konsol PS4 dan handheld PS Vita. Untuk sementara game ini akan diluncurkan di Jepang dan kawasan Asia (Sudah memiliki subtitle bahasa Inggris) saja. Tertarik untuk menjajal game kocak ini saat rilis nanti?
Industri game sedang diserang oleh fansnya sendiri karena fitur microtransaction dan loot box. Kehadiran fitur-fitur tersebut dianggap sebagai perwujudan dari sifat maruk publisher yang lebih mengutamakan uang daripada kepuasan konsumennya.
Loot box yang menjadi kontroversi di Star Wars Battlefront 2
Mulai dari Blizzard/Activision sampai dengan EA telah menjadi sasaran gamer yang marah dengan pola bisnis seperti itu. Namun, ternyata ada juga publisher yang malah memanfaatkan momen tersebut untuk memasarkan produknya. Bethesda, publisher di belakang game Fallout dan Elder Scrolls adalah pelakunya. Ketika industri game sedang diserang, Bethesda malah mendukung gamer bukan rekan-rekannya.
Dalam acara The Game Award 2017, Bethesda merilis video sosialisasi akan pentingnya mendukung mode single-player dalam game. Video ini menampilkan salah satu aktris pengisi suara di game Bethesda, Lynda Carter. Dalam video, Lynda mengingatkan gamer jika saat ini game single-player berkualitas sudah jarang dijumpai (Kecuali game milik Bethesda). Tidak lupa, video kampanye ini juga dibubuhi #saveplayer1 dengan harapan bisa menjadi trending di internet.
Sebelum menjelaskan lebih lanjut, kamu pasti bingung kenapa multiplayer jadi dipermasalahkan? Bukankah multiplayer adalah suatu hal yang wajar di dalam game? Jawabannya ya jika game itu memang dibuat untuk dimainkan secara bersama. Tapi, jika game tersebut sebenarnya adalah game single-player yang dipaksa memiliki mode multiplayer, itu jelas salah. Praktik seperti ini tidak ada bedanya dengan microtransaction dan loot box, yaitu memaksa pemain mengeluarkan uang lebih.
Destiny, single-player nomor dua, multiplayer dan microtransaction nomor satu
Kembali lagi ke Bethesda, jargon ‘menyelamatkan single player’ sudah berjalan bahkan sebelum acara The Game Awards 2017. Gamesindustry.biz pernah mewawancarai dua publisher yang berada di bawah Bethesda, Tango Gameworks (The Evil Within 2) dan Machine Games (Wolfenstein 2: The New Colossus). Keduanya jelas-jelas memuji Bethesda karena masih mengedepankan cerita dalam game single-player.
Wolfenstein 2: The New Colossus contoh game yang anti multiplayer
Dunia bisnis itu memang keji. Ketika ada produk yang sedang dihujat, kompetitor lain bisa ikut menghujat tentunya demi keuntungan sekaligus mempopulerkan brand mereka. Inilah yang saat ini sedang dilakukan oleh Bethesda dengan jargon kampanyenya #saveplayer1.
Pada acara The Game Awards 2017, Bandai Namco mengumumkan kehadiran game Soul Calibur VI. Game ini akan dirilis pada tahun 2018 di konsol PS4, Xbox One, dan PC. Berikut adalah trailer perdana Soul Calibur VI menampilkan dua karakter yang sudah tidak asing lagi:
Soulcalibur VI dikembangkan oleh Motohori Okubo, producer yang juga terlibat dalam pembuatan Tekken 7. Detail lainnya dari game ini masih dirahasiakan oleh Bandai Namco. Salah satu fitur baru yang akan diperkenalkan dalam game ini bernama reversal edge. Fitur ini memungkinkan pemain untuk membalas serangan lawannya, mirip dengan counter attack.
Seri Soul Calibur atau yang dulu dikenal dengan nama Soul Edge merupakan salah satu pionir dari game fighting di konsol PlayStation. Dirilis pertama kali pada tahun 1996, Soul Edge langsung menjadi game favorit gamer PlayStation (Termasuk penulis). Jika dihitung sampai seri yang terbaru, Soul Calibur sudah memiliki 5 seri, belum termasuk spin-off. Apakah kembalinya Soul Calibur VI bisa diterima oleh gamer, kita lihat saja nanti.
Meski sudah eksis selama 30 tahun, pasti masih ada fakta-fakta yang belum diketahui oleh gamer tentang si robot biru Mega Man. Mungkin selama ini yang kita ketahui tentang Mega Man hanya sekedar informasi umumnya saja. Padahal di balik itu ada hal-hal lain yang kesannya sederhana, tapi menarik untuk diketahui.
Dalam artikel ini penulis akan merangkum beragam fakta dari Mega Man. Apa sajakah fakta-fakta tersembunyi ini?
Nama “Mega Man”
Ketika dilahirkan pertama kali pada tahun 1987, Mega Man tidak langsung menyandang nama Mega Man. Sempat terjadi gonta-ganti nama, mulai dari Battle Kid, Mighty Kid, Knuckle Kid, bahkan nama yang terkesan absurd The Battle Rainbow Rockman. Akhirnya Rockman terpilih menjadi nama resmi saat dirilis pertama kali di Jepang. Nama Mega Man sendiri baru dipakai saat gamenya dirilis di Amerika.
Bapak Mega Man ternyata adalah…
Sering ada kesalahpahaman tentang sosok pencipta dari Mega Man. Keiji Inafune yang selama ini digadang-gadang sebagai bapak dari Mega Man ternyata bukanlah pencipta sesungguhnya. Pencipta Mega Man sebenarnya adalah sosok bernama Akira Kitamura. Setelah menggarap game Mega Man dan Mega Man 2, Kitamura memutuskan untuk meninggalkan Capcom. Dari sinilah Inafune mulai mengambil alih Mega Man.
Kenapa harus biru?
Alasan kenapa warna Mega Man berwarna biru sebenarnya sangat sederhana. Konsol Nintendo Entertainment System (NES) yang menjadi platform pertama game Mega Man hanya bisa menampilkan 54 jenis warna saja dan mayoritas didominasi oleh variasi warna biru. Capcom sendiri ingin sprite karakter Mega Man mendetail tapi dengan satu warna yang mencolok. Inilah yang membuat kenapa Mega Man akhirnya berwarna biru.
Bukan sekedar boss biasa
Sudah menjadi tradisi dalam game Mega Man jika setiap stage akan memiliki boss yang harus dikalahkan. Ketika dirilis pertama kali pada tahun 1987, para boss ini diberi julukan “The Robot Master”. Uniknya setelah game pertama, The Robot Master tidak lagi dibuat oleh developer, melainkan fans.
Capcom mengadakan lomba dimana para fans diminta untuk mengirimkan gambar desain dari The Robot Master buatan mereka. Desain yang terpilih akan dimasukkan ke dalam game untuk menjadi lawan Mega Man. Praktik ini terus berlanjut sampai game Mega Man 8.
Dr. Light dan Dr. Willy
Dalam game Mega Man ada dua orang profesor yang bernama Dr. Thomas Light dan Dr. Albert Willy. Nama dari Dr. Light diadaptasi dari penemu bola lampu, Thomas Alva Edison. Sebaliknya, nama Dr. Willy diambil dari penemu nuklir, Albert Einstein. Keduanya memiliki ideologi yang berbeda. Dr. Light menginginkan perdamaian sedang Dr. Willy mengacaukan dunia.
Hubungan Mega Man dan Mega Man X
Kenapa bisa ada dua game Mega Man? Game Mega Man dibuat khusus untuk konsol NES, sedangkan Mega Man X untuk konsol SNES. Dua game ini sebenarnya dibuat untuk menunjukkan proses kedewasaan Mega Man, dari anak-anak menjadi dewasa.
Hadouken!
Meski telah menjadi salah satu maskot dari Capcom, rupanya Mega Man masih dipengaruhi oleh game Street Fighter. Buktinya dalam game Mega Man X ada beberapa jurus yang merupakan referensi dari Street Fighter.
Pada game Mega Man X ada jurus Hadouken, lalu Mega Man X2 mempunyai jurus Shoryuken. Malah pada game Mega Man X4 ada boss bernama Magma Dragoon yang bisa mengeluarkan jurus Shoryuken dan Hadouken.
Rock and roll
Dalam game Mega Man X5, semua nama boss merupakan referensi dari setiap nama anggota grup band Gun ‘n Roses. Contoh: Axl the Red adalah Axl Rose, lalu Grizzly Slash dari gitaris fenomenal Slash. Uniknya kejadian ini terjadi saat game Mega Man X5 versi Amerika saja.
Adalah penerjemah bernama Alyson Court yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Alyson mengaku ia sama sekali tidak tahu mengenai game Mega Man. Saat menerjemahkan Mega Man X5, ia memasukkan nama-nama tersebut karena soundtrack yang ia dengar memiliki unsur rock and roll.
Ending dari Mega Man X
Perdebatan untuk menentukan ending dari game Mega Man X seakan tidak ada habisnya. Jika dilihat dari sudut pandang Capcom, Mega Man X terus berjalan sampai dengan Mega Man X8. Namun, dari sudut pandang developer, Mega Man X berakhir di Mega Man X5 dengan kematian Zero yang nantinya berlanjut ke game baru, Mega Man Zero.
Ada versi sepak bola, RPG, bahkan serial televisi
Popularitas Mega Man membuat Capcom mencoba untuk bereksperimen. Pada 1994, Capcom mencoba mengeksploitasi franchise Mega Man denga membuat game sepak bola yang berjudul Mega Man Soccer serta serial televisi. Tidak hanya itu, Capcom juga pernah membuat versi action RPG yang berjudul Mega Man Legends pada 1997.
Dengan diumumkannya seri Mega Man 11, franchise ini seakan bereinkarnasi kembali. Sayang, Keiji Inafune tidak lagi mengerjakan game tersebut dan digantikan oleh Koji Oda. Mudah-mudahan saja di bawah arahan Oda, Mega Man 11 tidak mengecewakan para fansnya.
Setelah memberikan teaser perdana pada peluncuran Vivo V7 November lalu, Vivo akan melanjutkan kolaborasinya bersama Moonton sebagai Official Game Partner dengan mengumumkan siap diluncurkannya smartphone V7 edisi eksklusif Mobile Legends: Bang Bang untuk konsumen Indonesia. Membawa inovasi khusus untuk memberikan pengalaman bermain game yang lebih memuaskan, smartphone terbaru Vivo ini akan diperkenalkan pada Desember 2017.
Edy Kusuma, Brand Manager PT Vivo Mobile Indonesia memberikan konfirmasi hadirnya smartphone terbaru Vivo ini, “Edisi terbaru Vivo V7 Mobile Legends akan kami perkenalkan pada Desember ini untuk mewujudkan keinginan konsumen Indonesia dalam memaksimalkan berbagai aktivitas dan minat mereka termasuk gaming, dan menyambut populernya mobile games ini di Indonesia. Melengkapi keunggulan V7, para gamer juga akan semakin dimanjakan dengan berbagai fitur khusus pada smartphone eksklusif Vivo ini”, ungkap Edy.
Tampilan smartphone Vivo V7 Mobile Legends: Bang Bang yang didesain ekslusif akan langsung menarik perhatian, khususnya bagi para penggemar game berbasis MOBA yang populer di kalangan millennials ini. Hadir dengan tampilan warna black matte yang elegan, sentuhan Mobile Legends langsung terlihat dengan logo game pada bagian belakang smartphone. Aksen warna emas pada tombol sisi smartphone, bezel, maupun logo Mobile Legends: Bang Bang juga menambah keunikan desain smartphone yang telah tampil compact dengan layar penuh FullViewTM Display khas V7 Series.
Layar utama smartphone tampil prima dengan FullViewTM Display 5,7 inci serta rasio screen-to-body smartphone sebesar 83,6%, terasa seperti smartphone layar 5,2 inci yang lebih nyaman digenggam pengguna. Desain layar minim bezel tentu saja mengakomodasi berbagai aktivitas, termasuk bermain game yang banyak melibatkan interaksi antara pengguna dengan layar smartphone, baik untuk mengendalikan maupun menampilkan arena game yang dimainkan.
Bukan hanya pada layar, Vivo V7 Mobile Legends Limited Edition semakin unggul dengan dibenamkannya fitur-fitur khusus untuk aktivitas gaming lebih seru dan maksimal. Adanya fitur Game Mode dengan Customized Optimization memberikan banyak benefit bagi pengguna saat bermain Mobile Legends: Bang Bang, seperti meminimalisir lag saat wartime dengan menjaga stabilitas koneksi internet, menampilkan lebih banyak musuh pada arena permainan, serta tampilan game map yang lebih baik saat menjelajah teritori permainan.
Fitur Game Mode bukan hanya memungkinkan para pengguna untuk bermain tanpa terganggu notifikasi atau panggilan yang tidak diinginkan, namun juga menerima panggilan dan membalas chat, tanpa harus menghentikan battle. Pengguna dapat mendaftarkan kontak pada white list di pengaturan Game Mode, dan panggilan masuk dari kontak dapat dijawab dalam mode loudspeaker. Saat chat dari kontak white list masuk, layar smartphone akan otomatis menampilkan jendela layar baru, dengan layar permainan tetap aktif. Tak perlu memilih antara permainan atau membalas panggilan chat.
Vivo V7 Mobile Legends Limited Edition dilengkapi 64-bit Qualcomm octa-core CPU dan 4GB RAM, untuk performa smartphone yang maksimal tanpa lag. Selain itu, OS Funtouch 3.2 Vivo V7 mendukung lebih banyak aktivitas multitasking, termasuk saat gaming. ROM 32GB yang bisa ditingkatkan hinga 256GB dengan MicroSD slot juga membuat pengguna memiliki lebih banyak ruang untuk berbagai aplikasi. Bagi pengguna yang senang menyesuaikan pilihan sim card saat bermain mobile games tanpa Wi-Fi, Vivo V7 juga memiliki dual slotsim card GSM. Pengguna dapat menyesuaikan pengaturan layanan internet provider yang akan digunakan agar gaming tetap maksimal, kapan pun dan dimana pun.
Saat game battle berakhir, fitur-fitur seru dari Vivo V7 Mobile Legends Limited Edition juga siap memenuhi berbagai kebutuhan lainnya. Sebagai bagian dari V-Series, kamera depan Vivo V7 beresolusi 24MP membuat hasil gambar semakin jernih dan natural. Fitur Face Beauty 7.0 dengan Smart Beauty pada kamera mengidentifikasi gender yang menyesuaikan efek wajah agar tetap natural. Fitur Smart Beauty juga memiliki Intelligent Light Assistant atau Auto Softlight Function yang otomatis menyesuaikan pencahayaan saat mengambil gambar. Selain itu, Vivo V7 juga membenamkan fitur Portrait Mode terbaru yang dapat diaktifkan pada kedua kamera; depan dan belakang. Dengan fitur ini, pengguna dapat menghasilkan efek Bokeh untuk hasil foto yang lebih fokus dan tajam untuk selfie maupun kebutuhan mobile photography lainnya.
Belum dikonfirmasi kapan tepatnya Vivo V7 Mobile Legends Limited Edition akan diluncurkan. Namun, kehadiran smartphone dengan berbagai fitur canggih ini patut ditunggu oleh para pencinta Mobile Legends, maupun konsumen smartphone tanah air.