Shaun Escayg yang merupakan Creative Director sekaligus Writer game Uncharted: Lost Legacy dikabarkan telah meninggalkan Naughty Dog.
Escayg bergabung pertama kali bersama Naughty Dog saat mengerjakan stage awal game The Last of Us dan dirinya telah banyak terlibat dalam pengembangan pyoyek utama Naughty Dog setelah itu, termasuk pembuatan DLC Left Behind, Uncharted 4 dan Lost Legacy. Lewat akun Twitter pribadinya Escayg mengkonfirmasi kabar kepergiannya ini dan setelah itu dirinya mengunggah logo Avengers di akun Instagram pribadinya dengan menyebutkan kalimat mengenai petualangan baru. Dari apa yang dia utarakan nampaknya Escayg akan bergabung dengan perusahaan game Crystal Dynamics (masih belum pasti).
Oke, semoga Escayg kedepannya dapat bergabung bersama perusahaan game yang bisa membuatnya menciptakan karya terbaik.
Game MOBA 2D kepunyaan Nexon, Hyper Universe akhirnya akan menjadi game F2P alias gratisan. Menurut keterangan resminya, sistem F2P ini akan mulai berjalan pada pertengahan bulan Januari 2018 tepatnya tanggal 17 Januari 2018.
Kabar baik lainnya adalah game ini bisa dimainkan oleh gamer Indonesia tanpa harus khawatir akan IP block. Menurut keterangan ini, Nexon akan melayani gamer dari wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Oseania, dan Asia Tenggara. Jadi, kamu tidak memerlukan VPN untuk memainkan Hyper Universe di Steam.
Buat kamu yang belum tahu, Hyper Universe pertama diluncurkan di Steam pada bulan Agustus 2017 lalu dengan program early access. Konsep Hyper Universe sendiri bisa dibilang cukup menarik karena menawarkan MOBA dengan konsep yang berbeda. Selain memiliki tampilan 2D dengan grafis yang cukup baik, game ini juga membatasi jumlah pemain 4 vs 4.
Belum lama ini World Health Organization atau WHO telah menggolongkan kecanduan main game sebagai penyakit mental. Keputusan ini rupanya telah dibantah oleh asosiasi industri game Amerika, ESA (Entertainment Software Association).
Menurut ESA, dengan adanya keputusan tersebut, WHO justru mengesampingkan penyakit mental sesungguhnya. “Seharusnya WHO mengurus masalah yang lebih penting, seperti depresi dan social anxiety. Penderita penyakit ini justru lebih memerlukan perhatian dan perawatan,” kata ESA.
Mengenai penelitian dan survei yang dilakukan telah dilakukan oleh WHO, ESA mengatakan jika penelitian tersebut tidak masuk akal. “Kami (ESA) telah bekerja dalam industri game dalam waktu yang sangat lama. Berdasarkan pemikiran logis maupun penelitian, kami percaya jika bermain video game tidak membuat seseorang kecanduan seperti yang disimpulkan oleh WHO,” kata ESA.
Saran dari ESA adalah agar WHO merubah kebijakan tersebut sebelum keputusannya difinalisasi. Bagaimana menurut kamu? Apa kamu setuju dengan statement ESA jika bermain game tidak bisa membuat kecanduan dan menjadi penyakit mental?
Teka-teki kapan versi PC Monster Hunter: World dirilis mulai menemukan titik cerah. Producer Ryozo Tsujimoto mengatakan jika mereka telah memiliki deadline-nya. Rencananya game tersebut baru akan rilis pada musim gugur tahun 2018. Detailnya bisa kamu lihat pada video berikut ini:
Menurut Tsujimoto, tim pengembang sedang berusaha keras untuk mengoptimalisasikan versi PC Monster Hunter: World. Ia juga berjanji untuk terus memberikan update terbaru sekaligus memohon kesabaran gamer PC untuk tetap menunggu. Versi PS4 dari Monster Hunter: World akan meluncur lebih dulu, yaitu pada tanggal 26 Januari 2017 di PS4 dan Xbox One.
Jadi buat kamu gamer PC, apakah kamu akan tetap setia menunggu, atau malah beralih ke game lain? Ada banyak loh game PC yang mirip-mirip, tapi kualitasnya tidak kalah dengan Monster Hunter: World.
Square Enix mengumumkan telah bekerjasama dengan Amazon untuk menyelenggarakan Dissidia Final Fantasy NT Finals Tournament pada tanggal 17 Januari 2018.
Turnamen ini nantinya akan memperlihatkan para game streamer bergenre fighting papan atas dari seluruh dunia berkompetisi lewat game fighting Final Fantasy terbaru. Oh iya, gamer yang memesan Dissidia Final Fantasy NT lewat Amazon akan mendapatkan DLC eksklusif Cloud Strife Nail Bat. Selain itu gamer yang memesan game lewat Amazon juga akan mendapatkan sebuah kode yang bisa dimasukkan lewat situs resmi Dissidia Final Fantasy NT Finals Tournament mulai hari ini. Dengan memasukkan kode tersebut maka gamer bisa ikut memprediksi hasil turnamen dan berkesempatan untuk mendapatkan berbagai macam hadiah menarik yang salah satunya adalah arcade cabinet Dissidia Final Fantasy NT.
Dissidia Final Fantasy NT dijadwalkan rilis ke PS4 wilayah Jepang pada tanggal 11 Januari 2018. Wilayah Barat akan mendapatkan game ini pada tanggal 30 Januari 2018. Saksikan trailer pengumuman Dissidia Final Fantasy NT Finals Tournament lewat video di bawah.
Rideon sang pengembang game Mercenaries Saga Chroniclesmengumumkan bahwa pihaknya akan merilis game besutannya yang bergaya pixelated tersebut ke Nintendo Switch wilayah Jepang pada tanggal 18 Januari 2018 nanti.
Game trilogi ini kan berisi judul Mercenaries Saga, Mercenaries Saga 2: Order of the Silver Eagle, dan Mercenaries Saga 3: Gray Wolves of War. Dua judul game yang disebutkan terakhir baru-baru ini tersedia dalam bahasa Inggris di platform iOS, Android, 3DS, sementara Mercenaries Saga original saat ini hanya tersedia dalam bahasa Jepang saja di platform iOS dan Android. Nah, ini berarti pertama kalinya Mercenaries Saga original akan diluncurkan dalam bahasa Inggris.
Game shooter LawBreakers yang awalnya digadang-gadang sebagai “terobosan baru”, ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan. Game yang dikembangkan oleh pencipta game Gears of War, Cliff Bleszinski ini gagal total. Nexon, selaku publisher dari game tersebut ternyata memiliki ide tentang siapa yang bertanggung jawab dalam kegagalan LawBreakers.
Dalam laporan Q3 2017, CFO Nexon, Shiro Uemura mengatakan secara gamblang jika LawBreakers gagal bersaing dengan PUBG. “Hasil penjualan di wilayah Amerika Utara tidak berjalan seperti yang diharapkan. Saat LawBreakers dirilis, kami harus berhadapan dengan game fenomenal PUBG. Ini menyebabkan persaingan menjadi semakin ketat dan tidak menguntungkan bagi kami,” katanya.
Padahal menurut Uemura, LawBreakers memiliki potensi untuk menjadi hits. Sayang, kesempatan tersebut melayang begitu saja karena kemunculan PUBG.
Apa yang dilaporkan oleh Nexon ini membuktikan jika PUBG memiliki dampak yang sangat besar dalam industri game. Jadi, wajar saja jika Fortnite sampai “menjiplak” PUBG. Mereka tidak mau mengalami nasib yang sama dengan LawBreakers.
Bagaimana menurut kamu? Apakah alasan Nexon ini tepat atau hanya sekedar mengada-ada saja?
Rencana Pearl Abyss untuk meluncurkan game Black Desert Mobile terus berjalan. Game ini rencananya akan diluncurkan pada tahun 2018 di wilayah Korea lebih dulu, baru setelah itu menyusul di wilayah barat. Bila kamu termasuk gamer yang sudah menantikan game satu ini, kamu wajib tahu spesifikasinya.
Dalam lembaran Frequently Asked Question (FAQ), Pearl Abyss mengungkap spesifikasi dari game Black Desert Mobile. Menurut keterangannya, game ini memerlukan setidaknya Galaxy S5. Untuk spesifikasi minimum dan maksimum masih belum diketahui.
Informasi lain yang diungkap adalah mengenai fitur cross platform versi mobile dengan PC. Menurut Pearl Abyss, kedua game ini meski dibuat dengan engine yang sama, tapi tetap memiliki perbedaan. “Adalah prioritas kami untuk memberikan kepada gamer performa terbaik dari setiap game,” jadi meski jawabannya mengambang, kelihatannya tidak akan ada fitur cross platform.
Meski begitu, Pearl Abyss berjanji jika gamer yang sudah terbiasa dengan versi Black Desert versi PC, tidak akan mengalami masalah saat memainkan versi mobilenya nanti. Fitur lainnya yang diungkap adalah enhancement untuk equipment, guild, marketplace, item yang memiliki berat, dan job class yang tersedia, yaitu Warrior, Ranger, Giant, Witch, dan Valkyrie.
Jadi semakin tidak sabar rasanya untuk memainkan game Black Desert Mobile. Bagaimana menurutmu?
Sudahkah kamu berpikir akan resolusi tahun 2018? Maksud penulis bukan resolusi biasa, tapi resolusimu sebagai seorang gamer. Hal apa yang ingin kamu perbaiki atau tingkatkan di tahun 2018 untuk menunjang kehidupan gamermu? Jangan-jangan kamu malah belum punya ide sama sekali?
Tidak perlu bingung. Dalam artikel ini penulis akan membantumu untuk menciptakan resolusi di tahun 2018.
5. Bacot Off, Skill On!
Kebiasaan buruk gamer terutama mereka yang gemar game kompetitif adalah lebih jago dalam hal ngebacot. Jika melihat pemain lain berbuat salah langsung trash talk. Ketika dirinya sendiri yang membuat kesalahan malah menyalahkan yang lain.
Masih ingat ketika server SEA DOTA 2 dinobatkan sebagai server yang paling buruk karena kualitas pemainnya? Salah satu penyebabnya adalah trash talk. Jangan cuma memandang gamer pinoy, Indonesia pun termasuk.
Di tahun yang baru ini cobalah untuk mengurangi trash talk. Ya, penulis mengerti jika trash talk adalah salah satu strategi, tapi bukankah lebih baik jika seluruh kemampuan tersebut difokuskan pada skill bermain? Semakin kamu menguasai skill, semakin respect pula orang lain kepada dirimu. Punya skill tinggi juga membuka kesempatanmu untuk direkrut oleh tim eSports.
4. Game Itu Ditamatkan, Jangan Cuma Jadi Koleksi
Meskipun tidak banyak, ada gamer yang memiliki kebiasaan seperti ini. Gamer tipe ini biasanya memiliki segudang game, tapi hanya sebagian yang sudah ditamatkan. Kasarnya, mereka hanya membeli game untuk dikoleksi, bukan untuk dimainkan.
Dalam penelitian yang dibuat oleh Ars Technica, disimpulkan jika 37 persen game yang dibeli dari Steam tidak pernah dimainkan. Game tersebut hanya dibeli dan dibiarkan menumpuk di library. Seandainya pun dimainkan, waktu bermainnya tidak lama. Buat kamu yang gemar belanja melalui Steam, coba lihat library-mu. Apakah kamu sudah menamatkan semua game yang kamu beli?
Adalah hak kamu untuk menentukan nasib dari game yang dimiliki. Apakah hanya ingin jadi pajangan atau diselesaikan sampai 100 persen, semua itu adalah keputusanmu. Tapi, kamu harus ingat jika suatu hal akan lebih baik jika diselesaikan lebih dulu sebelum menyelesaikan yang lain. Betul tidak?
3. Untuk Gamer PC: Jangan Puas Dengan PC Kentang
Punya PC kentang kok malah bangga? Di tahun yang baru ini kamu harus bisa meningkatkan spek PCmu agar bisa lebih baik. Percayalah, punya PC dengan spek bagus itu sangat berfaedah. Masa kamu mau selamanya memainkan game AAA dengan low resolution atau hanya nonton di YouTube.
Tidak hanya untuk memainkan game, kamu juga bisa mengerjakan berbagai macam hal yang sebelumnya tidak bisa dilakukan oleh PC kentangmu. Misalnya, gamer zaman now biasanya membuat video dan diunggah di YouTube. Seandainya konten yang disajikan bagus, maka gamer tersebut bisa terkenal. Jika pakai PC kentang mana mungkin itu semua terjadi.
Dalam menjalani roda kehidupan kita pasti ingin menjadi lebih baik kedepannya. Sama seperti roda kehidupan, PC yang kamu miliki juga idealnya semakin baik, bukannya malah stagnan alias diam di tempat.
2. Jangan Sedikit-Sedikit Curhat Di Medsos
Bukan hanya gamer yang punya kebiasaan seperti ini, tapi semua anak zaman now. Ketika punya masalah, mereka malah curhat di media sosial. Memang rasanya seperti plong ketika mengutarakan uneg-uneg di Facebook atau Instagram. Tapi, tahukah kamu jika kebiasaan ini sama dengan mengumbar aib? Artinya semua orang akan tahu kamu punya masalah dengan si A atau si B.
Jika punya masalah utamakan cara yang telah digunakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia, yaitu musyawarah. Bicarakan dulu secara baik-baik sebelum memutuskan untuk teriak-teriak di media sosial.
1. Mulailah Membeli Game Original, Jangan Cuma Koleksi Versi Bajakan Saja
Inilah kebiasan yang menurut penulis tidak pernah ada obatnya. Gamer Indonesia lebih memilih game bajakan daripada membeli game original. Bahkan sampai game buatan anak bangsa sendiri ikut dibajak.
Masalah pembajakan di Indonesia bisa dibilang cukup parah. Buat kamu yang belum tahu, Indonesia pernah masuk dalam daftar 10 negara pembajak software di dunia. Pembajakan sangat lazim terjadi di Indonesia bahkan sudah diterima sebagai gaya hidup.
Menurut penulis, menghilangkan kebiasaan membajak adalah suatu dilema. Misalnya, harga game baru apalagi yang berkualitas AAA sangatlah mahal di Indonesia. Sayang rasanya memakai uang untuk membeli sesuatu yang sebenarnya adalah kebutuhan mewah, padahal masih ada keperluan lainnya yang lebih urgent.
Jika kamu sedang berada dalam situasi seperti ini, coba camkan hal ini: Kita senang bisa memiliki barang KW, tapi pembuat asli dari barang tersebut malah menangis karena tidak mendapatkan uang dari hasil kerja kerasnya.
Itulah ide-ide yang bisa kamu jadikan sebagai bahan resolusi 2018. Jadilah gamer pintar dan jangan cepat puas dengan yang kamu miliki sekarang. Setuju?
Kejutan diumumkan oleh Ghosts Games untuk para pemain Need for Speed Payback. Game ini dipastikan bakal mendapat mode free roam. Pengumuman ini diinformasikan melalui akun Twitter @NeedforSpeed. Sayang, kapan pastinya fitur ini diluncurkan masih belum dapat dipastikan.
Online Free Roam coming 2018, Happy New Year from everyone at Need for Speed! ? pic.twitter.com/Ht8cRsvQQA
Maksud dari mode free roam ini adalah pemain dapat dengan bebas menjelajah dunia Need for Speed Payback. Tidak hanya itu, pemain juga bisa melakukannya bersama dengan orang lain secara online. Realisasi ini merupakan jawaban dari tim developer akan permintaan para fansnya ketika game Need for Speed Payback dirilis tahun 2017 lalu.
Sudah pernahkah kamu menjajal game ini? Jujur saja, penulis belum pernah mencobanya dan hanya melihat dari trailer di E3 2017 kemarin.