Dibelakangnya, video gameplay berdurasi 13 menit ini juga menghadirkan sesi wawancara dengan director game Dead or Alive 6, Yohei Shimbori, yang menjawab berbagai macam pertanyaan seputar fitur game. Ketika disinggung tentang potensi hadirnya Dead or Alive 6 di Switch, Shimbori menegaskan bahwa saat ini pihaknya tidak memiliki rencana untuk merilis game ke platform teranyar milik Nintendo itu. Shimbori mengungkapkan pula bahwa Dead or Alive 6 dipastikan berjalan pada resolusi 4K di PlayStation 4 Pro.
Dead or Alive 6 dijadwalkan rilis ke PS4, Xbox One, dan PC seluruh wilayan dunia pada tahun 2019 mendatang.
Siapa bilang FIFA 19 hanya memilih mesin next gen seperti PS4 dan Xbox One? Ternyata game tersebut juga akan dirilis di konsol lawas PS3 dan Xbox 360. Padahal produksi dari kedua mesin tersebut sudah berhenti (Di Wilayah Amerika Utara) semenjak tahun lalu.
Dilansir dari Polygon, informasi tersebut diungkap oleh perwakilan EA. Ia mengatakan jika selain PS4, Xbox One, PC, dan Switch, FIFA 19 juga akan rilis di PS3 dan Xbox 360. Tentunya ini adalah kabar baik bagi gamer yang belum memiliki konsol next gen.
Fitur baru yang diimplementasi dalam FIFA 19 adalah pemain bisa mengikuti kompetisi bergengsi Champions League. Kompetisi ini bisa diikuti melalui career mode atau UEFA Champions League. FIFA 19 juga akan mengungkap akhir cerita dari Alex Hunter, pesepakbola yang menjadi karakter utama dalam story mode game FIFA.
FIFA 19 akan dirlis pada tanggal 28 September mendatang. Apakah versi PS3 dan Xbox 360 akan diluncurkan pada tanggal yang sama dengan versi next gen belum diketahui.
Anthem bukanlah rahasia lagi. Semua gamer pastinya sudah tahu mengenai game shooter satu ini. Hal yang kurang hanyalah detailnya. Pada acara E3 2018, Bioware selaku developer dari Anthem akhirnya membeberkan lebih banyak informasi termasuk trailer baru yang ciamik.
Video di atas memperlihatkan seperti apa dunia yang menjadi setting game Anthem. Menurut Bioware, peradaban manusia dalam Anthem telah terancam punah. Satu-satunya yang menjaga agar hal tersebut tidak terjadi adalah mesin yang dinamakan Anthem of Creation.
Pemain akan berperan sebagai Freelancers, semacam satuan khusus yang menggunakan kostum exoskeleton bernama Javelin. Tugas Freelancers adalah melawan kelompok bernama Dominion. Merekalah yang akan menjadi karakter antagonis dalam game Anthem.
Nantinya akan ada empat jenis Javelin yang bisa dipilih pemain, yaitu Ranger, Storm, Colossus, dan Interceptor. Setiap Javelin memiliki peran yang berbeda. Jika dalam game MMORPG, keempat Javelin ini mungkin mirip dengan tank, dps, magician, dan support.
Bioware sebelumnya sempat menyebut jika Anthem adalah game multiplayer. Apakah artinya game ini tidak memiliki mode singleplayer? Ternyata jawabannya adalah Anthem bisa dimainkan sendirian sampai tamat. Mungkin mode multiplayer ini hanya pilihan tambahan saja dan digunakan jika diperlukan, misalnya untuk menyelesaikan misi yang sulit. Bioware juga mengkonfirmasi jika Anthem memiliki mode PVP, namun mode ini tidak langsung tersedia saat game diluncurkan.
Informasi terakhir yang tidak kalah penting adalah mengenai microtramsaction. Bioware telah mengkonfirmasi jika Anthem tidak memiliki loot box. Item yang bisa dibeli juga hanya berupa kosmetik yang tidak memiliki dampak apa-apa dengan gameplay.
Anthem rencananya akan dirilis pada tanggal 22 Februari 2019 di PS4, Xbox One, dan PC.
EA ternyata belum ingin berhenti memproduksi game Star Wars. Pada tahun 2019 nanti, gamer akan kedatangan game Star Wars baru yang berjudul Star Wars Jedi: Fallen Order. Game ini akan dikerjakan oleh Respawn yang selama ini dikenal dengan game Titanfall.
Dalam acara EA Play di E3 2018, Co-Founder Respawn, Vince Zampella mengungkap sedikit mengenai game Star Wars Jedi: Fallen Order. Ia mengatakan jika dalam game tersebut, pemain akan berperan sebagai seorang Jedi Padawan. Informasi lebih lanjut diungkap dalam websiter resmi Fallen Order. Disebutkan jika game tersebut akan mengambil setting cerita setelah Star Wars Episode III: Revenge of the Sith. Untuk detail lainnya mengenai game ini masih belum diketahui.
Harapan penulis adalah game Star Wars ini tidak tercemar oleh microtransaction seperti yang terjadi pada Star Wars Battlefront II. Bagaimana menurut kamu?
Apa yang terjadi kepadamu Command & Conquer? Dulu kau adalah penguasa genre RTS, sekarang kau malah jadi game mobile ala-ala. Itulah pendapat penulis setelah melihat demo game Command & Conquer baru di acara E3 2018 milik EA.
Game ini diberi nama Command & Conquer Rivals. Game ini akan kembali menghadirkan dua kubu yang memang sudah menjadi ciri khas dari game Command & Conquer, yaitu GDI dan Brotherhood of Nood. Jika dulu pertempuran keduanya divisualisasikan dalam map yang luas, sekarang keduanya berhadapan dalam map kecil. Misi utama dalam game ini juga sangat sederhana. Pihak mana yang berhasil menguasai lebih dulu instalasi rudal nuklir akan jadi pemenangnya setelah meratakan markas lawan dengan tanah.
EA menjanjikan jika Command & Conquer Rivals akan menyajikan permainan cepat serta kompetitif. EA bahkan mengundang dua gamer profesional lengkap bersama komentator untuk mempromosikan game tersebut.
Sekedar informasi, game Command & Conquer Rivals ini adalah game kedua Command & Conquer yang diadaptasi menjadi game mobile. Di China, Tencent tengah menggarap Red Alert Online. Game ini juga ditujukan untuk perangkat mobile.
Saat ini EA tengah menggelar tahap pra-registrasi untuk versi Android dan iOS. Bagaimana menurut kamu dengan Command & Conquer Rivals? Mengejutkan atau mengecewakan?
Pertanyaan apakah Battlefield V memiliki mode battle royale akhirnya terjawab! Dalam acara EA Play yang dilangsungkan pada event E3 2018, EA telah mengkonfirmasinya. Mode ini dinamakan “Royale”. Mengenai detail dari mode tersebut masih dirahasiakan oleh EA.
Selain “hal yang tidak lagi mengejutkan” itu, EA juga menampilkan video ciamik yang merupakan bayangan dari mode multiplayer Battlefield V nanti. Pemain bisa menghancurkan bangunan tempat bersembunyi dengan tank misalnya. Untuk mempertahankan titik tertentu, pemain juga bisa memasang senjata turret. Berikut adalah videonya:
Battlefield V akan dirilis pada tanggal 19 Oktober mendatang di PS4, Xbox One, dan PS4.
Kabar tidak mengenakkan untuk kamu gamer PC yang tengah menunggu kehadiran game New Gundam Breaker. Tampaknya jadwal rilis versi PC game ini akan mengalami penundaan. Informasi ini diungkap langsung oleh Bandai Namco di halaman Twitternya:
NEW GUNDAM BREAKER for PC Steam is postponed to a later date during summer 2018. we decided that extra development time was needed to achieve a qualitative experience for the first game of the Gundam Breaker series on PC. The PS4 version release date remains on June 22nd. pic.twitter.com/E7WAXLvWuU
— BANDAI NAMCO Europe (@BandaiNamcoEU) June 8, 2018
Menurut keterangan Bandai Namco, penundaan ini dikarenakan developer masih harus mengoptimalkan game tersebut sebelum rilis di PC. Untungnya jadwal rilis New Gundam Breaker versi PS4 tidak mengalami perubahan, yaitu pada tanggal 22 Juni nanti.
New Gundam Breaker merupakan salah satu game yang menjadin sorotan tahun ini. Kenapa? Karena game ini tidak hanya menampilkan berbagai jenis gundam dan zaku saja, melainkan juga mengizinkan pemain untuk memodifikasi robotnya sesuka hati. Artinya pemain bisa memiliki gundam dengan kepala zaku. Siapa yang tidak ingin menjadi pilot dari robot seperti itu.
Bukan rahasia lagi jika Dead or Alive lebih mirip peragaan busana yang dipenuhi oleh model seksi daripada sebuah game fighting. Ketika Dead or Alive 6 diumumkan, bayangan penulis adalah para karakter wanita dalam game ini pastinya akan lebih “wah”. Itu memang benar, namun tidak seperti yang dibayangkan.
Dalam wawancaranya dengan IGN, producer Dead or Alive 6, Yohei Shimbori mengatakan jika game ini telah dewasa. “Kami ingin membuat game Dead or Alive yang lebih dewasa. Oleh karena itu, kami akan mencoba merubah design karakter dalam game ini agar mereka tidak terlihat terlalu seksi,” katanya.
Karakter di atas adalah Helena yang merupakan tokoh wanita veteran dalam game Dead or Alive. Meski mengenakan pakaian yang terbuka, Helena tidak lagi seperti karakter wanita “fantasi” para pria. Ia malah terlihat lebih natural dan mencerminkan dirinya sebagai seorang petarung. Jangan pula berharap untuk melihat goyangan payudara yang tidak masuk akal di Dead or Alive 6.
Untuk gameplay sendiri, Shimbori mengatakan jika Dead or Alive 6 masih setia dengan gaya aslinya. Namun, dalam game ini Shimbori telah mengimplementasi fitur baru yang dinamakan Fatal Rush. Cukup dengan menekan satu tombol, pemain bisa melancarkan serangan kombo. Fitur ini dimaksudkan untuk menolong pemain biasa agar bisa menyamai para profesional.
Dead or Alive 6 juga memiliki Break Gauge yang jika terisi penuh bisa digunakan untuk melakukan dua serangan spesial. Break Hold adalah serangan counter attack, sedangankan Break Blow adalah serangan spesial. Keduanya bisa diaktifkan cukup dengan menekan satu tombol saja.
Tampilan grafis Dead or Alive 6 tidak perlu diragukan lagi. Sekarang setiap mimik muka karakter akan berubah dalam pertempuran. Mereka bisa terluka dan memperlihatkan wajah kesakitan. Karakter dalam game ini juga bisa berkeringat semakin lama mereka bertarung. Beberapa atribut yang dikenakan juga bisa hancur, misalnya topeng yang dikenakan oleh ninja Hayabusa.
Dead or Alive 6 rencananya akan dirilis pada awal tahun 2019 mendatang di PS4, Xbox One, dan PC. Apakah setelah game ini dirilis akan muncul game Dead or Alive Extreme yang baru? Kita lihat saja nanti.
Sega dan Creative Assembly telah merilis video gameplay perdana dari Total War: Three Kingdoms. Video ini mempertemukan dua jenderal, Cao Cao dengan Lu Bu dalam medan pertempuran. Siapakah yang akan jadi pemenangnya?
Total War: Three Kingdoms sepertinya akan memiliki fitur-fitur baru. Setiap jenderal bisa merekrut dan memimpin pasukannya sendiri dalam pertempuran. Mereka juga memiliki spesialisasi sendiri, misalnya Cao Cao adalah tipe jenderal yang menggunakan strategi sedangkan Lu Bu adalah tipe petarung. Game ini juga memiliki fitur duel, dimana dua jenderal bisa bertarung satu lawan satu saat pertempuran berlangsung.
Total War: Three Kingdoms baru akan dirilis pada musim semi 2019 mendatang di PC. Masuknya franchise Three Kingdom ke dalam game Total War ini tentunya akan membuat game strategi ini menjadi lebih berwarna.
Storm Adventure adalah mobile game RPG dengan para hero terkenal yang berkumpul di dalam game Strom Adventure. Hero-hero yang akan kita temui seperti dari dunia World of Warcraft, Diablo, Starcraft, dan lainnya.
Bercerita tentang petualangan kekacauan dunia dimana seluruh hero mencoba untuk membenarkan time line mereka. Untuk memenangkan pertempuran ini tidaklah mudah kita membutuhkan hero-hero yang tepat serta strategi yang cukup jitu untuk menyusun pasukan hero kita untuk memenangkan setiap pertempuran.
Tampilan karakter yang chibi serta imut menjadikan petualangan di dunia Strom Adventure semakin ‘fun’ dan serta dapat dimainkan oleh semua kalangan gamers di Indonesia.
Tidak hanya bertualang dalam perperangan, Strom Adventure juga memiliki beberapa fitur-fitur menarik untuk kita mainkan. Berikut Fitur – Fitur dari game Strom Adventure :
Selain fitur – fitur masih banyak lagi fitur-fitru yang bisa kalian lakukan dengan gameplay yang menarik dan mudah membuat para pemain. Tidak hanya itu salah satu unggulan Strom Adventure adalah mengumpulkan hero-hero fragment dari berbagai jenis karakter game, salah satunya adalah kita dapat bertemu dengan pikachu dan mario bross. Kumpulkan fragment para hero ini melalui menu summoning ataupun dari perjalanan petualangan kita.
Menyambut ‘Open Beta StromAdventure’ pihak happy play selaku publisher akan memberikan hadiah kepada 2000 register pertama mendapatkan 500 diamond serta karakter Satoshi (dapat summon pikachu) untuk kalian dapatkan. Tidak hanya itu buat kalian yang register dan bermain sekarang berksempatan juga mendapatkan Iphone X, OPPO F7, Logitech Mouse dan Google Play Card ( Periode Event menyambut Open Beta Strom Adventure ini akan berakhir pada 31 Juli 2018 ).
Informasi lebih lanjut mengenai Strom Adventure dapat dilihat di :