Capcom membuat kejutan di event New York Comic-Con dengan memperlihatkan senjata baru yang digunakan Dante di game Devil May Cry 5. Ada tiga senjata yang diperlihatkan. Dua merupakan senjata baru yang baru dimunculkan di game ini. Satu senjata lagi sudah digunakan oleh Dante sejak game Devil May Cry 3.
Untung aksi Dante dengan senjata barunya ini telah diabadikan ke dalam video oleh seseorang bernama R K. Mari kita lihat seperti apa senjatanya dimulai dari yang klasik:
Video di atas memperlihatkan senjata nunchaku yang dinamai Cerberus. Senjata ini memiliki tiga elemen, yaitu ice, fire, dan lighting. Setiap berganti elemen, bentuk dari senjata ini juga berubah. Senjata ini didapat oleh Dante pada game Devil May Cry 3. Untuk mendapatkan senjata ini, Dante terlebih dahulu harus melawan anjing berkepala tiga, Cerberus. Untuk senjata berikutnya, bersiaplah untuk tercengang.
Kamu tidak salah lihat. Di Devil May Cry 5 Dante bisa menggunakan topi sebagai senjata. Topi ini dinamai Faust Hat dan memiliki kekuatan magic. Jika menggunakan topi ini Dante bisa menembakkan energi sihir ke musuhnya, bahkan memanggil meteor. Agar bisa mengeluarkan magic, diperlukan red orb dalam jumlah tertentu.
Ini cukup menarik karena Capcom membuat red orb di Devil May Cry 5 dapat dibeli dengan uang asli. Apakah adanya Faust Hat merupakan salah satu alasan kenapa Capcom mengimplementasi microtransaction di game ini?
Senjata terakhir bernama Balrog. Senjata ini memang diadaptasi dari salah satu karakter game Street Fighter. Balrog terdiri dari tiga pasang item, yaitu sarung tangan, pundak, dan sepatu. Jika menggunakan Balrog, Dante bisa menyerang musuh bak seorang petinju.
Devil May Cry 5 baru rampung pada tanggal 8 Maret 2019. Game ini akan dirilis di PS4, Xbox One, dan PC.
Kabar baik buat kamu yang doyan game MMORPG gratis. Mulai bulan ini tepatnya pada tanggal 23 Oktober mendatang, game Bless Online akan digratiskan. Tidak percaya, kamu bisa melihat langsung pengumumannya di halaman resmi Steam.
Saat ini Bless Online masih masuk dalam kategori Early Access di Steam. Game ini sudah bisa dimainkan semenjak bulan Mei 2018. Sebelum tanggal 23 Oktober, model bisnis Bless Online masih B2P (Buy To Play).
Dalam Bless Online pemain bisa menciptakan karakternya sendiri. Game ini memiliki 7 ras, yaitu Habicht Sylvan Elf, Lupus, Amistad, Aqua Elf, Pantera, dan Mascu. Untuk job class yang disediakan ada Guardian, Berserker, Mage, Paladin, Ranger, dan Assassin. Untuk konten PVE, Bless Online memiki dungeon dan raid. Untuk PVP ada mode 100vs100 dalam pertarungan realm vs realm.
Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mencoba Bless Online?
Nasib game The Walking Dead: The Final Season akhirnya jelas. Setelah terancam tidak selesai karena ditinggal oleh Telltale, game ini akhirnya menemukan rumah baru. Publisher Skybound Games telah mengumumkan bakal mengambil alih game tersebut. Mereka berjanji bakal menamatkan petualangan Clementine.
Skybound telah memastikan kabar tersebut melalui akun Twitternya (@skyboundgames). Mereka berjanji akan mengumumkan informasi baru seputar pengerjaan The Walking Dead: The Final Season dalam waktu dekat.
We’re SO happy to announce that we’ve reached a deal with @telltalegames that will allow Skybound to continue #TheWalkingDead: The Final Season! Let’s wrap up Clem’s story right! More details to come soon. pic.twitter.com/ShyREw65iq
Skybound merupakan publisher game dan bagian dari Skybound Entertainment. Founder perusahaan ini ternyata adalah Robert Kirkman, orang yang berada di belakang serial televisi The Walking Dead. Jadi jika The Walking Dead: The Final Season diibaratkan sebagai perantau, ia akhirnya bisa kembali ke rumahnya. Skybound juga bekerjasama dengan Overkill dalam pembuatan game The Walking Dead yang lain.
“Kami tidak bisa membiarkan para fans kehilangan Andrew Lincoln dan Clementine pada tahun yang sama. Oleh karena itu kami memutuskan untuk bernegosiasi dengan Telltale untuk menyelesaikan The Walking Dead: The Final Season,” kata Robert Kirkman kepada Variety di acara New York Comic-Con 2018.
Bak anak tiri, banyak orang yang melupakan manfaat dari bermain video game. Hal yang biasa mereka ingat justru sisi negatifnya saja. “Video game bisa membuat kecanduan,” atau “Video game bisa memicu terjadinya kekerasan,” itulah hal-hal yang biasanya dipikirkan orang saat membicarakan video game. Padahal tanpa disadari, video game juga memiliki manfaat yang berguna.
Sebagai seorang gamer, saya sering sedih jika mendengar orang hanya membicarakan keburukan video game saja. Padahal ada juga manfaat positifnya juga. Agar orang-orang skeptis ini bisa mendapat pencerahan, saya akan menjabarkan sedikit mengenai manfaat dari bermain video game.
1. Untuk Hiburan Dan Menghilangkan Stress
Inilah sebenarnya merupakan manfaat utama dari video game. Saat kamu sedang dalam keadaan tertekan, cobalah gunakan beberapa waktu kamu untuk memainkan video game. Tujuannya adalah untuk melepas stress yang menghantui pikiranmu.
Game yang bisa dimainkan adalah game casual. Jenis game ini cenderung lebih santai dan tidak banyak menuntut pemainnya. Jangan malah memilih game sulit atau yang kompetitif. Justru yang ada malah kamu menimbun beban pikiran.
2. Melatih Refleks
Bermain game kompetitif seperti game MOBA atau FPS bisa membantu pemainnya untuk melatih refleks. Pada dua game tersebut kecepatan jari-jari tangan memang menjadi yang utama. Lambat sedikit, karaktermu akan dibantai oleh musuh. Bagi atlit eSport, refleks ini terus dilatih. Semakin cepat mereka bisa bereaksi, semakin bagus pula performanya.
3. Mempertajam Konsentrasi Dan Pikiran
Selain melatih refleks jari-jari tangan, bermain video game juga bisa melatih konsentrasi pikiran. Tangan boleh cepat, tapi jika pikiran tidak sinkron maka hasilnya akan sia-sia. Game kompetitif bisa menjadi tempat untuk melatih konsentrasi.
Selain game kompetitif, game strategi dan game RPG (Kebanyakan RPG klasik) juga bisa digunakan untuk mempertajam pemikiran. Kedua jenis game tersebut biasanya menuntut pemainnya untuk berpikir sebelum membuat keputusan. Pola berpikir seperti ini juga akan berguna bagimu saat melakukan sesuatu di dunia nyata.
4. Memperluas Pergaulan
Jujur saja, salah satu cara saya untuk mendapat teman baru adalah dengan bermain game online. Tidak hanya teman dari negara yang sama, kamu juga bisa mendapatkan teman beda negara. Untungnya game jaman now biasanya sudah dilengkapi oleh fitur online, entah itu mode multiplayer atau mode yang lain. Meski begitu, tetap tidak ada yang bisa mengalahkan game online dalam urusan pertemanan. Bukan hanya teman, siapa tahu kamu juga bisa dapat pacar berkat game online.
5. Untuk Kesehatan
Kebanyakan game memang dimainkan dengan posisi diam atau duduk. Tapi ada beberapa game yang membuat pemainnya bergerak. Game jenis ini sering dibuat oleh Nintendo.
Misalnya game Mario Power Tennis untuk Nintendo Wii. Game ini menggunakan kontroler spesial yaitu nunchuk yang bentuknya mirip dengan gagang raket. Jadi saat memainkan game ini pemain menjadi terpancing untuk berdiri dan beraksi layaknya seorang petenis di lapangan. Akhirnya tidak hanya tangan, tapi semua anggota badan pun jadi ikut bergerak.
6. Mencari Uang
Bagi gamer zaman now, game juga bisa dijadikan mata pencarian. YouTubers spesialis game adalah contoh bagaimana orang menggunakan video game untuk mencari uang. Hanya dengan membuat video kreatif dan kocak, YouTubers bisa mendapatkan uang banyak dari bermain game saja. Saya yakin kamu semua pasti mau punya profesi seperti ini.
Itulah beberapa manfaat dari bermain video game. Sebenarnya segala hal yang dilakukan oleh manusia ada manfaatnya. Asal tidak melanggar hukum dan kebablasan. Setuju?
Game SoulCalibur VI kembali kedatangan karakter baru dan ia bukan karakter sembarangan. Karakter baru ini adalah Inferno, monster dengan tubuh yang diselimuti api. Berikut adalah trailernya:
Dalam game SoulCalibur/SoulEdge, Inferno sebetulnya bukanlah karakter baru. Pada tiga game pertama Inferno adalah boss terakhir yang harus dilawan dalam story mode. Ia adalah sosok jahat yang berasal dari senjata Soul Edge. Inferno tidak memiliki gaya bertarung khas. Ia hanya meniru gerakan karakter lain tergantung dari senjata yang digunakan. Musuh utama Inferno adalah Elysium. Jika Inferno merupakan manifestasi dari Soul Edge, Elysium berasal dari Soul Calibur.
SoulCalibur VI akan diluncurkan pada bulan Oktober ini, tepatnya pada tanggal 19 Oktober mendatang. Game fighting ini akan dirilis di PS4, Xbox One, dan PC.
Superstar sepak bola Christiano Ronaldo sedang tersandung masalah. Dirinya dituduh telah memperkosa seorang wanita bernama Kathryn Mayorga pada tahun 2009. Ronaldo sendiri sudah membantah berita tersebut, namun dampaknya bisa dirasakan dimana-mana termasuk dalam game FIFA 19.
Akibat kasus tersebut game FIFA 19 yang menggunakan Ronaldo sebagai maskot terpaksa mengambil langkah drastis. Wajah Ronaldo terpaksa diturunkan dari halaman media sosial FIFA 19. Tampilan banner pada halaman Twitter dan FacebookFIFA 19 tidak lagi menampilkan wajah dari Ronaldo. Padahal pada sebelumnya wajah Ronaldolah yang menghias banner kedua media sosial itu. EA sendiri sudah memberikan komentar atas peristiwa yang menimpa Ronaldo.
Dilansir dari Eurogamer, EA akan mengawasi secara dekat kasus yang menimpa Ronaldo. Ketika ditanya apakah keputusan tersebut berkaitan dengan digantinya banner di media sosial FIFA 19, EA hanya menjawab jika hal tersebut dilakukan untuk pemasaran.
Jelas tersandung Ronaldo dalam kasus ini bisa membuat EA rugi besar. Pasalnya pemain yang baru saja pindah ke tim Juventus ini bisa dibilang wajah dari FIFA 19. Mulai dari trailer, pemasaran, cover untuk game, semuanya memakai embel-embel Ronaldo.
Koei Tecmo telah mengungkap pegulat wanita yang akan bergabung di game Dead or Alive 6. Ia adalah Tina Armstrong! Ia juga tidak sendiri karena ditemani oleh ayahnya Bass. Keduanya akan bergabung dalam tag team bernama THE MUSCLE.
Selain Tina dan Bass, video di atas juga mengungkap karakter lain yaitu Mila. Ia bukan pegulat seperti Tina melainkan seorang petarung MMA. Setelah berhasil menjuarai MMA, Mila memiliki keinginan untuk bertarung melawan Bass. Pada turnamen Dead or Alive 6 ini merupakan momen bagi Mila untuk mewujudkan mimpinya. Kelihatannya Bass bakal mengalami kesulitan ketika melawan wanita ini. Tidak hanya skill saja, Mila juga memiliki gaya bertarung yang membuat lawannya tidak fokus.
Bersamaan dengan hadirnya Tina dan Bass, Koei Tecmo juga mengungkap stage khusus berbentuk ring gulat. Ring ini dilengkapi oleh peralatan ekstrem seperti tiang listrik. Jadi lebih memilih yang mana, dibanting di ring atau tersetrum saat kabur?
Ring gulat ekstrem
Dead or Alive 6 akan dirilis pada tanggal 15 Februari tahun depan di PS4, Xbox One, dan PC.
Pada awalnya saya sempat bingung ketika pertama kali memainkan Valthirian Arc: Hero School Story tanpa lebih dulu membaca deskripsi game ataupun membaca artikelnya disejumlah media online. Genre apa sih sebenarnya yang diusung oleh game besutan Agate, studio game yang bermarkas di Bandung ini? Bagaimana tidak bingung, pada awal permainan tampilan awal membuat saya hampir yakin bahwa ini adalah game bertema visual novel, lalu tidak lama gameplay berubah menjadi mode RPG dan terakhir malah berubah menjadi game simulasi membangun akademi! Luar biasa, pusing tapi kok makin penasaran.
Semakin masuk lebih dalam menggentayangi game ini dan membaca artikelnya di sana-sini, akhirnya saya sadar bahwa game ini mengandung unsur hybrid. Yap, Valthirian Arc: Hero School Story ternyata memang memadukan dua genre sekaligus yaitu tactical RPG adventures dan simulation. Jika kalian pernah memainkan game The Legend of Zelda atau setidaknya Oceanhorn, kalian pasti akan mudah untuk menyukai dan terbiasa dengan gameplay Valthirian Arc: Hero School Story, terutama saat masuk dalam misi RPG adventures-nya.
Singkat kata, dalam game ini kalian berperan sebagai kepala sekolah yang baru saja diangkat. Tugas gamer dalam game Valthirian Arc: Hero School Story adalah membangun dan mengelola sekolah untuk melatih para pahlawan, penyihir dan juga petualang masa depan. Dalam game ini gamer bisa menemukan tiga inti job dengan enam sub-kelas khusus yaitu Knight, Magi, Scout, Arc Draconus, Arquebusier, Scholarsage, Harlequin, Paladin dan Medica. Saat pertama kali bermain kita akan disambut oleh karakter bernama Jeanne, lalu lambat laun cerita akan bergulir dengan penuh drama dan intrik antara para ratu.
Game ini memperbolehkan kita menentukan nama akademi, memilih frame, background dan juga simbol sendiri. Pada awal permainan kita juga akan diperkenalkan dengan 4 karakter yang diantaranya adalah memiliki job Knight bernama Peter dan Mage mage bernama Amaria. Hal yang paling saya suka dalam game ini adalah saat kita masuk ke area tertentu untuk menyelesaikan misi, karena gameplaynya sangat natural dan tidak membosankan. Kita bisa menebas tong kayu, rumput dan tentu saja monster yang sebagian besar nampak imut. Semua hal seru dalam sistem pertarungan terlihat manis karena dipadukan dengan model karakter imut alias chibi.
Klik untuk memperbesar gambar
Saat masuk ke mode pertarungan di area map ataupun dungeon, kita bisa memilih Tactical mode sendiri yang terdiri dari Defensive (menaikkan pertahanan namun menurunkan daya serang), Aggressive (kebalikan dari Defensive) dan juga Focus (Meningkatkan kecepatan serang). Untuk Tactical Mode ini saya lebih menyukai mode Focus. Saat sedang bertarung dengan anggota party lainnya (total ada 4 karakter dalam 1 party), kita bisa mengganti-ganti karakter game sesuka hati. Mengganti karakter berguna saat karakter yang kita gunakan sudah terpakai skill khususnya dan skill tersebut masuk dalam masa cool down. Sambil menunggu skill muncul lagi, kita bisa mengganti karakter lain dan menggunakan skill karakter tersebut.
Hm… gameplay RPG terus yang dibahas, bagaimana dengan simulasinya? Untuk ini saya tidak bisa menceritakan banyak hal, karena memang biasa saja dan saya kurang menyukainya. Dalam mode simulasi kita bisa membuat bangunan sekolah, ruangan sekolah, memasukkan murid baru, meluluskan murid (setelah minimal level 10), membuat senjata dan aksesoris, merubah job karakter (minimal lvl 10 dan sudah punya bangunan serta mentornya) dan banyak lagi lainnya yang sifatnya tinggal “pencet tombol” saja. Intinya saat masuk dalam mode simulasi, jangan lupa untuk memeriksa Principal Task dan jangan lupa pula mengambil rewardnya. Oh iya, jika kita berhasil meluluskan murid dalam waktu pas, kita akan mendapatkan reward yang lumayan besar lho! Jadi jangan lupa luluskan murid-murid kalian yah 😀
Klik untuk memperbesar gambar
Untuk sisi grafis dan kontrol game, saya tidak merasa ada yang perlu dikritik, namun untuk musik saat di map pertarungan, saya kadang mendengar musik yang mengalun seperti diulang-ulang. Ini hanya perasaan saya atau memang kuping dan otak saya yang kurang sinkron?
Nah, masuk ke kesimpulan. Kalian yang ingin mencoba game dengan genre campuran dan suka dengan game berkarakter imut-imut plus setting zaman dimana Knight, Mage dan para monster masih eksis, game ini patut untuk kalian coba. Agate meramu game ini dengan cukup bumbu dan rasa yang asik, tidak terlalu ringan, tapi juga tidak terlalu berat. Oh iya, game ini sempat masuk ke dalam posisi game terlaris ke dua di Steam wilayah Inggris lho! Sekarang game ini juga masih didiskon sebesar 10 persen untuk versi Steam-nya. Jadi untuk kalian yang penasaran dan tidak percaya dengan review ini, silahkan coba sendiri deh.
Sony Interactive Entertainment Hong Kong Limited Singapore Branch (SIES) baru saja mengumumkan bahwa pihaknya siap merilis “PlayStation®4 Pro Red Dead Redemption 2 Bundle Pack” secara resmi ke Indonesia dengan banderol IDR 7.899.000.
Paket PS4 spesial ini berisi satu unit konsol PlayStation®4 Pro (PS4™ Pro) Jet Black dengan kapasitas HDD 1TB, sebuah DUALSHOCK®4 wireless controller, dan 1 kopi game Red Dead Redemption 2 Special Edition. Gamer yang membeli bundel ini berisi konten bonus digital “The War Horse” dan “The Outlaw Survival Kit”.
Nah, bagi kalian yang ingin memiliki paket konsol ini, siapkan isi dompet yah mulai dari sekarang 😀
Netmarble sedang mempersiapkan layanan game cerdas untuk merintis era baru dari industri game berbasis AI (Artificial Intelligence). Game cerdas mengacu pada pemahaman karakteristik permainan dan keterampilan pemain melalui teknologi AI untuk menstimulasi minat, memberitahukan taktik saat menghadapi rintangan, dan bermain dengan pemain sesuai dengan level mereka. Tujuannya adalah untuk mempelajari pola permainan pemain, guna memberikan elemen yang lebih menyenangkan bagi para pemain yang pastinya tiap pemain memiliki poin berbeda dalam merasakan kesenangan.
Pada konferensi pers tahunan Netmarble yang telah diadakan di bulan Februari tahun ini, Bang Jun-Hyuk, Direktur Utama dari Netmarble mengatakan, “Alpha Go telah menunjukkan bahwa AI mampu mengalahkan pemain terbaik di dunia. Ketika diterapkan ke dalam game, AI akan bisa bermain langsung dengan para pemain. Anggap saja kamu bermain sepak bola dengan murid kelas dua, akan sulit bagi mereka untuk bermain dengan skill yang mereka miliki. Game berbasis AI akan bisa diarahkan untuk bermain dengan para pemain sesuai dengan level mereka.”
Untuk menyediakan layanan game pintar, Netmarble mendirikan Netmarble AI Revolution Center (NARC) di bulan Maret tahun ini dan merekrut Dr. Lee Juhn-Young sebagai Kepala dari NARC. Dr. Lee memiliki 20 tahun pengalaman penelitian di IBM Watson Research Center, yang memfokuskan penelitiannya pada Artificial Intelligence, Cloud, dan Big Data. Dr. Lee dan timnya sekarang bekerja untuk mengembangkan “Project Columbus” dan “Project Magellan”, tugas utama NARC untuk membawa game cerdas ke dunia nyata.
“Project Columbus” adalah proyek teknologi AI untuk otomatisasi pada operasi game dan marketing berdasarkan data besar. Sistem yang telah ada saat ini membuat event in-game yang sama dan menyediakan notifikasi, serta item toko yang menawarkan item serupa kepada seluruh pemain. Namun, ketika “Columbus” diterapkan, preferensi pribadi per individu akan dianalisa untuk event serta marketing personal yang cocok. Proyek ini pun telah diterapkan di beberapa game dan akan diperluas ke berbagai area.
“Project Magellan” adalah proyek teknologi AI untuk kecerdasan konten dan efisiensi pengembangan game. Teknologi ini menyediakan konten game individu untuk mereka yang memiliki tingkat pembelajaran relatif rendah atau konten panduan yang lebih cocok untuk pemain individual.
Selain itu, NARC juga mengembangkan teknologinya untuk otomatisasi dan mempersingkat proses pengembangan game dengan menggabungkan AI ke dalam karya seni dan Quality Assurance (QA), yang membutuhkan banyak waktu dan usaha.
Netmarble mengatakan, “Dalam penelitian teknologi AI kami, tidak hanya untuk memberikan pengalaman baru untuk para pemain, tapi juga memberi inovasi dalam pengembangan game dan operasi pelayanan di seluruh industri game.”