Sony dan Insomniac Games telah mengumumkan tanggal rilis dari DLC kedua game Marvel’s Spider-Man. DLC berjudul Turf Wars ini akan dirilis pada tanggal 20 November. Berikut adalah trailernya:
Pada DLC Turf Wars ini, Spider-Man akan berhadapan dengan Hammerhead. Villain yang satu ini dikenal melalui kepalanya yang telah dimodifikasi sehingga bisa menjadi senjata. Bersama dengan anak buahnya, Hammerhead berniat untuk menantang kelompok mafia Magia untuk menguasai New York.
Selain cerita baru, DLC ini juga menyertakan kostum baru untuk Spider-Man. Ada tiga kostum, yaitu Iron Spider Armor, Spider-Armor MK I, dan Spider Clan Suit.
Jika dihitung, sudah dua DLC Marvel’s Spider-Man yang dirilis. Pertama adalah The Heist yang menampilkan Black Cat lalu Turf Wars dengan Hammerhead. DLC ketiga adalah Silver Lining dan rencananya akan dirilis bulan Desember tahun ini.
Akhir tahun 2018 akan segera tiba. Ini merupakan penanda akan dimulainya acara penghargaan The Game Award 2018. Acara tahunan ini akan berlangsung pada bulan Desember mendatang, namun judul game yang masuk dalam nominasi sudah diumumkan melalui website resmi.
Seperti yang sudah diprediksi, game AAA seperti God of War, Red Dead Redemption 2, Assassin’s Creed Odyssey, Monster Hunter: World masuk dalam nominasi di beberapa kategori sekaligus. Biar kamu tidak penasaran, berikut adalah daftar dari kategori dan nominasi di The Game Award 2018:
The Missing: J.J. Macfield and the Island of Memories
Best Audio Design:
Call of Duty: Black Ops 4
Forza Horizon 4
God of War
Marvel’s Spider-Man
Red Dead Redemption 2
Best Debut Indie Game:
Donut County
florence
Moss
The Messenger
Yoku’s Island Express
Best Mobile Game:
Donut County
florence
Fortnite
PlayerUnknown’s Battlegrounds
Reigns: Game of Thrones
Best VR / AR Game:
Astro Bot Rescue Mission
Beat Saber
Firewall: Zero Hour
Moss
Tetris Effect
Best Action Game:
Call of Duty: Black Ops 4
Dead Cells
Destiny 2: Forsaken
Far Cry 5
Mega Man 11
Best Action / Adventure Game:
Assassin’s Creed Odyssey
God of War
Marvel’s Spider-Man
Red Dead Redemption 2
Shadow of the Tomb Raider
Best RPG:
Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age
Monster Hunter: World
Ni no Kuni II: Revenant Kingdom
Octopath Traveler
Pillars of Eternity II: Deadfire
Best Fighting Game:
BlazBlue: Cross Tag Battle
Dragon Ball FighterZ
Soul Calibur VI
Street Fighter V: Arcade Edition
Best Family Game:
Mario Tennis Aces
Nintendo Labo
Overcooked! 2
Starlink: Battle for Atlas
Super Mario Party
Best Strategy Game:
Battletech
Frostpunk
Into the Breach
The Banner Saga 3
Valkyria Chronicles 4
Best Sports / Racing Game:
FIFA ‘19
Forza Horizon 4
Mario Tennis Aces
NBA 2K19
PES 2019
Best Multiplayer Game:
Call of Duty: Black Ops 4 (Treyarch)
Destiny 2: Forsaken (Bungie)
Fortnite (Epic Games)
Monster Hunter: World (Capcom)
Sea of Thieves (Rare)
Best eSports Player:
Dominique “SonicFox” McLean
Hajime “Tokido” Taniguchi
Jian “Uzi” Zihao
Alexander “s1mple” Kostylev
Bang “JJoNak” Sung-hyeon
Best eSports Team:
Fnatic (League of Legends)
Astralis (Counter-Strike: Global Offensive)
Cloud9 (League of Legends)
London Spitfire (Overwatch)
OG (DOTA 2)
Best eSports Coach:
“Reapered” (Cloud9)
“Zonic” (Astralis)
Dylan Falco (Fnatic)
Yamato Cannon (Team Fatality)
“YNk” (MiBR)
“ppasarel” (OG)
Best eSports Event:
Overwatch League Grand Finals
League of Legends World Championship 2018
ELEAGUE Boston 2018
The International 2018
EVO 2018
Best eSports Host:
Eefje “sjokz” Depoortere
Alex “Machine” Richardson
Paul “Redeye” Chaloner
Anders Blume
Alex “Goldenboy” Mendez
Best eSports Moment:
OG upset at DOTA 2 finals
KT vs IG base race at League of Legends World Championship
Cloud9 comeback win in triple overtime at ELEAGUE Boston 2018
G2 Esports beating Royal Never Give Up at League of Legends World Championship
SonicFox side switch vs GO1 in Dragon Ball FighterZ at EVO 2018
Best Content Creator:
DrLupo
Myth
Ninja
Pokimane
Willyrex
Best Student Game:
Combat 2018 (Inland Norway University of Applied Sciences)
Dash Quasar (University of California, Santa Cruz)
Jera (DigiPen Institute of Technology)
LIFF (iStart Digital)
Recharge (MIT)
Best Ongoing Game:
Destiny 2
Fortnite
No Man’s Sky
Overwatch
Tom Clancy’s Rainbow Six Siege
Game of the Year:
Assassin’s Creed Odyssey (Ubisoft Montreal)
Celeste (Matt Makes Games)
God of War (SIE Santa Monica)
Marvel’s Spider-Man (Insomniac Games)
Monster Hunter: World (Capcom)
Red Dead Redemption 2 (Rockstar)
Acara The Game Award 2018 akan berlangsung pada tanggal 6 Desember 2018. Kamu juga bisa berpartisipasi dalam voting di website resmi untuk membuat game pilihanmu menang.
PlayerUnknown’s Battlegrounds akan hadir di PS4 pada tanggal 7 Desember 2018. Bersamaan dengan itu akan diluncurkan juga tiga peta, yaitu Erangel, Miramar, dan Sanhok yang mencakup semua fitur utama, sistem peringkat, mode acara, pencapaian, dan lainnya.
Kendati masih rilis bulan Desember nanti, Gamers sudah bisa melakukan pre-order mulai sekarang dan akan mendapat bonus dua digital skin eksklusif, yaitu pakaian Nathan Drake dari seri Uncharted dan tas punggung Ellie dari The Last of Us.
Melalui rilis resminya, Sony Interactive Entertainment mengumumkan bahwa game Sekiro: Shadows Die Twice akan dirilis untuk ke seluruh dunia termasuk Indonesia pada tanggal 22 Maret 2019 mendatang.
Game yang dikembangkan oleh FromSoftware bekerjasama dengan Activision Publishing, Inc ini nantinya akan tersedia untuk konsol PS4 dalam bahasa Inggris, Cina, Jepang, Korea dan Thailand.
Game peraih penghargaan Best of Gamescom 2018 ini merupakan game action adventure dengan elemen RPG yang memiliki tema pertempuran Shinobi pada Periode Sengoku, salah satu masa paling berdarah dalam sejarah Jepang. Game ini juga menampilkan aksi-aksi pertarungan pedang (swordfights) yang ciamik.
Versi Collector’s Edition game Sekiro: Shadows Die Twice.
Sekiro: Shadows Die Twice akan dirilis dalam 3 macam versi, yaitu :
1. Versi Collector’s Edition seharga IDR 1,799,000. Pembelian versi terbatas ini sudah termasuk bonus patung setinggi 18cm, art book, peta, Steelbook, koin permainan replika, dan original soundtrack.
2. Versi Fisik (Blu-ray Disc) seharga IDR 729,000. Bonus karya seni digital yang menampilkan konsep game dan original mini soundtrack.
3. Versi Digital seharga IDR 664,000. Jika melakukan pre-order sebelum tanggal 21 Maret 2019, akan mendapatkan bonus original theme.
Perilisan Valthirian Arc: Hero School Story sesungguhnya bukan sekadar peluncuran game biasa untuk Agate. Melalui Valthirian Arc, Agate mencapai batu loncatan pertumbuhan lainnya. Selain menjadi judul pertama yang rilis untuk gim konsol, Valthirian Arc juga didapuk sebagai game konsol pertama ciptaan anak bangsa yang didistribusikan dalam cetakan disk fisik untuk PlayStation 4. Agate mencapai titik tersebut berkat kerja sama dengan perusahaan publikasi game berbasis Inggris, PQube. Melalui PQube, seri teranyar Valthirian Arc pun didistribusikan secara global.
Seri Valthirian Arc berawal dari proyek kecil antara Agate dan Lucidrine (yang kemudian bergabung secara utuh dengan Agate) di masa awal pembentukan Agate sebagai sebuah perusahaan game. Saat seri pertamanya dirilis, Valthirian Arc sama sekali berbeda dengan seri Valthirian Arc: Hero School Story yang beberapa waktu lalu dirilis secara global. Pada masa itu, Valthirian Arc dikembangkan dalam bentuk game flash yang dapat dimainkan dengan gratis di Kongregate. Namun, melalui seri pertama tersebut, Valthirian Arc perlahan mengumpulkan basis penggemarnya.
Dari popularitas tersebut, Agate memutuskan untuk menciptakan sekuelnya, Valthirian Arc 2. Kini, Agate kembali lagi dengan salah satu judul ikoniknya, Valthirian Arc, tetapi dengan lompatan pengembangan yang cukup jauh, baik dari segi teknologi, ilustrasi, dan mekanisme gamenya.
Melalui sebuah wawancara dengan beberapa kru Agate yang terlibat dalam pengembangan gim Valthirian Arc: Hero School Story, mereka mengisahkan lika-liku pengembangannya. Dari masa pembuatan konsep dan perencanaan awal, hingga banyaknya revisi di titik-titik akhir pengembangan agar dapat memenuhi standar dan ketentuan Nintendo dan PlayStation.
Namun, perjuangan tersebut perlahan memberikan hasil. Respons yang memuaskan datang bertubi-tubi dari para pemain—mereka yang mengikuti seri Valthirian Arc dan mereka yang baru memainkannya. Tidak hanya itu, Valthirian Arc: Hero School Story juga menduduki posisi kedua terpopuler untuk kategori New Game Release di Steam regional Inggris. Tentunya hal ini menjadi buah yang sangat manis bagi seluruh tim developer yang terlibat, juga sebuah kebanggaan bagi Agate.
Dengan suka cita yang sedemikian melimpahnya berkat keberhasilan Valthirian Arc: Hero School Story, hal ini menjadi titik perjalanan Agate lainnya untuk tidak pernah berhenti berkembang. Perjalanan Agate diharapkan menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan game lokal lainnya, karena Agate juga dimulai dari sebuah mimpi yang tertuang melalui sebuah inisiatif, #PemudaMeraihMimpi. Agate berharap agar inisiatif ini tak hanya mengobarkan kembali api kreativitas anak muda, tetapi juga dapat menjadi langkah awal untuk membantu perkembangan industri game di Indonesia.
Dua minggu belakang ini saya sering ditanya dan bertanya kepada teman-teman seperjuangan, “Apa sudah coba main Red Dead Redemption 2? Gimana sih grafisnya? Gameplaynya nagih? Emang bener gede ya hampir 100GB?” dan banyak lagi pertanyaan menarik lainnya seputar game ini. Menjawab pertanyaan seperti itu tentunya tidak afdol jika hanya berdasarkan pantauan gameplay di YouTube saja seperti rekan kerja saya yang merupakan gamer PC 😀 (yep, game hanya tersedia di konsol saja). Untuk itu beberapa hari ini saya coba memainkan game ini dan merasakan sendiri feel dari sekuel Red Dead Redemption yang baru saja dirilis Rockstar Games tanggal 26 Oktober lalu ini.
Ketika mulai bermain, perasaan yang saya dapat adalah dingin… sedikit ngantuk namun penasaran. Perasaan semacam itu didapat dari chapter game yang diawali kehidupan para koboi pada musim dingin dengan salju yang sangat lebat. Arthur Morgan (karakter yang kita mainkan) dan Dutch van der Linde (ketua geng Van der Linde) serta beberapa anggota koboi lainnya dari koloni yang tengah kita “lindungi” ini tengah mencari perlindungan sementara dari incaran kelompok lain dan ancaman cuaca yang sangat buruk. Untunglah keberuntungan memihak kepada kelompok ini hingga akhirnya bisa melewati musim salju yang sangat dingin.
Kok ngantuk? Yap, alur permainan Read Dead Redemption 2 berjalan cukup lambat alias slow paced. Buat kalian sudah terbiasa dengan seri GTA V dari Rockstar Games mungkin akan sedikit lemes-lemes sedap mengikutu alur permainan yang santai namun penuh pemandangan indah ini. Menunggang kuda mungkin adalah salah satu fitur mengasyikkan dari banyak fitur keren dalam game ini. Kontrol menunggang kuda berjalan sangat mulus namun memang perlu sedikit berlatih agar tidak sering bertabrakan ataupun berlari terlalu kencang melewati anggota koboi lainnya. Jujur hal pertama yang saya pikirkan ketika mencoba game ini sebenarnya adalah keyakinan bahwa Read Dead Redemption 2 seperti “gerbang masuk” ke GTA 6 (atau apapun namanya nanti).
Klik untuk memperbesar gambar
Setelah melewati chapter awal banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan karakter ataupun membuat koloni koboi kita menjadi semakin besar dan kuat baik secara finansial maupun sosial. Game ini cukup banyak menghadirkan “pengalih” agar kita tidak fokus menyelesaikan misi utama (hehehe), salah satunya adalah binatang legenda yang bisa diburu dan tersebar di map game. Ada lebih dari 15 binatang legendaris yang bisa kalian temui dan buru dalam game ini, diantara adalah Legendary Panther, Legendary Wolf dan Legendary Fox. Oh iya, sistem crafting di RDR2 juga akan menjadi pengalih utama kalian dalam menyelesaikan misi utama lho, jadi “hati-hati” ketagihan.
Klik untuk memperbesar gambar
Dalam perjalan ke suatu misi, biasanya kalian juga akan menemukan event tak terduga, seperti misalnya dihadang oleh serigala kelaparan, ataupun bertemu orang lain yang membutuhkan bantuan. Semakin sering kalian berbuat kebaikan, maka kalian juga akan terkenal dengan citra yang baik dikalangan koboi lainnya. Jika harus menentukan pilihan untuk menghabisi ataupun melepaskan seseorang yang sedang bermasalah dengan Arthur, sebaiknya sih pilih lepaskan saja jika kalian memang ingin jadi koboi insyaf, namun kalau ingin di cap sebagai koboi bandel, langsung saja habisi orang tersebut.
Wanted level kalian akan naik jika sering melakukan kegaduhan di kota, apalagi jika sampai membunuh orang. Maka dari itu sebisa mungkin hindari perselisihan dengan orang-orang, namun jika terpaksa ya apa boleh buat. Tenang saja, kalian bisa menghapus “dosa” kalian tersebut dengan membayar sejumlah uang di kantor pos agar tidak dicari-cari oleh para pemburu hadiah. Daripada mencari-cari masalah, lebih kalian masuk ke dalam hotel dan mandi bersama gadis-gadis hehe… 😀 Oh iya, jangan lupa untuk sumbangkan sebagian uang atau barang yang kalian temukan ke camp agar bisa mendapatkan keuntungan-keuntungan selama berpetualang.
Klik untuk memperbesar gambar
Layaknya game open world buatan Rockstar Games lainnya, kalian bisa terus menjelahi map yang ada dan menemukan banyak rahasia. Itu semua bisa kalian cari sambil menyelesaikan misi ataupun memang fokus mencari rahasia-rahasia tersebut baru setelah itu menyelesaikan misi utama. Singkat kata “game ini kelewat bebas”, makanya silahkan bermain sesuka kalian. Nah, daripada kalian penasaran dan gregetan, silahkan beli sendiri RDR2 versi PS4 ataupun Xbox One di toko game ataupun online di toko digital masing-masing konsol.
FYI, penjualan RDR2 berhasil mencapai lebih dari USD 725 juta hanya dari minggu pertama penjualannya dan dikapalkan keseluruh wilayah dunia sebanyak 17 juta kopi hanya dalam waktu 12 hari. Selamat Rockstar Games!
Klik untuk memperbesar gambar
Akhir kata, selamat bermain dan selamat menjalani hidup sebagai koboi sejati!
*Saya memainkan versi PS4-nya
Nah, agar lebih aman dan nyaman, beli PSN Card lewat tombol di bawah ini :
Hari ini Sony Interactive Entertainment Hong Kong Limited Singapore Branch (SIES) mengumumkan kehadiran dua paket terbaru konsol PlayStation 4, yaitu PS4 “HITS” dan “Party”, yang akan dirilis pada tanggal 15 November 2018 mendatang.
Paket PS4 HITS yang berisi satu unit konsol PS4 warna hitam dengan HDD 500GB, tiga judul game keluaran Sony Interactive Entertainment Worldwide Studio yaitu God of War (fisik), Detroit: Become Human Standard Edition (fisik) dan The Last of Us Remastered (digital), dibanderol seharga IDR 5.199.000. Sedangkan PS4 paket Party yang berisi satu unit konsol PS4 berwarna hitam dengan HDD 500GB, dua judul game yaitu FIFA 19 (fisik) dan Overcooked! 2 (digital), dibanderol dengan harga IDR 5.699.000.
Informasi detil mengenai mengenai promo di atas bisa kalian lihat lewat situs resmi PlayStation wilayah Asia di sini.
Nah, agar lebih aman dan nyaman, beli PSN Card lewat tombol di bawah ini :
Nah, agar lebih aman dan nyaman, beli PSN Card lewat tombol di bawah ini :
Sedangkan untuk membeli Voucher Google Play bisa lewat tombol di bawah ini :
Buat kamu gamer PC, Steam Wallet bisa kamu beli lewat tombol di bawah ini :
Publisher Activision baru saja membeberkan laporan keuangan untuk kuartal ketiga. Laporan ini berisi data-data performa dari tiap game yang dimiliki oleh Activision. Destiny 2 yang dikembangkan oleh Bungie masuk dalam sorotan dan hasilnya kurang baik.
Dilansir dari IGN, Activision menyatakan jika performa Destiny 2 tidak sebaik dengan yang diharapkan. Menurut publisher ini game tersebut tidak berhasil mencapai angka penjualan yang telah ditargetkan. DLC terbaru Destiny 2, Forsaken juga tidak berhasil seperti diharapkan. Seharusnya Forsaken membuat para pemain hardcore dari Destiny 2 kembali bermain. Namun hasilnya malah sebaliknya.
Salah satu langkah dari Activision untuk membuat Destiny 2 kembali diminati adalah membagikannya secara gratis. Baik gamer PC dan PS4 sudah merasakan promo gratis ini. Cara ini berdampak dengan meningkatnya jumlah pemain, tapi sayang dari segi penjualan masih belum sesuai.
Berbeda nasibnya dengan Destiny 2, game-game lain milik Activision justru berhasil mencapai target. Game seperti Call of Duty: Black Ops 4 dan World of Warcraft: Battle of Azeroth disebut oleh Activision laris manis terjual.
Apakah laporan keuangan ini merupakan pertanda jika Activision tidak lagi akan mengerjakan seri game Destiny? Kita lihat saja nanti.
Acara live streaming Square Enix membawa kabar tidak mengenakkan. Director dari game Final Fantasy XV, Hajime Tabata, resmi mengundurkan diri dari Square Enix. Pengunduran diri Tabata ini juga berdampak kepada dihentikannya pengembangan DLC dari game tersebut. Berikut adalah video livestream lengkapnya:
Pada bulan April lalu, Square Enix mengungkap adanya 4 DLC baru dari Final Fantasy XV. DLC ini adalah Episode Ardyn, Episode Aranea, Episode Lunafreya, dan Episode Noctis. Semua DLC tersebut akan dirilis pada musim semi tahun 2019 mendatang. Tapi karena pengunduran diri Hajime Tabata, DLC tersebut terpaksa dibatalkan kecuali Episode Ardyn. Rencananya DLC ini akan dirilis pada bulan Maret 2019 di PS4, Xbox One, dan PC. Berikut adalah teaser trailernya:
Dalam keterangan resminya, Hajime Tabata mengatakan jika Episode Ardyn adalah karya terakhirnya di Square Enix. Alasan ia mengundurkan diri adalah karena ingin mengejar “mimpi” yang lain. “Bekerja Square Enix memberikan saya banyak pengalaman. Final Fantasy XV adalah karya milik saya yang spesial. Namun saya memiliki rencana lain dengan masa depan saya. Oleh karena itu saya memutuskan untuk meninggalkan Square Enix dan memulai perusahaan saya sendiri. Terima kasih dukungannya selama ini,” tulisnya.
Hajime Tabata sendiri tidak hadir dalam acara livestream tersebut. Keterangan pengunduran dirinya dibacakan oleh Global Brand Director untuk Final Fantasy XV, Akio Fuji. Selain mengenai Tabata, Fuji juga menjelaskan mengenai rencana kedepan dari Final Fantasy XV. Salah satunya adalah mengenai Luminous Productions, studio bentukan Square Enix yang ditujukan untuk pengerjaan game AAA. Fuji mengatakan jika saat ini studio tersebut tengah mengerjakan “sesuatu”.
Pengumuman lainnya adalah mengenai mode multiplayer Final Fantasy XV yaitu Comrades. Game standalone ini akan dirilis pada tanggal 12 Desember mendatang di PS4 dan Xbox One. Sayangnya versi PC tidak akan mendapat update tersebut. Bagi pemilik DLC Comrades, game standalone ini bisa diunduh gratis. Akan terdapat konten tambahan, yaitu 10 boss, kostum, dan senjata baru.
Informasi lainnya adalah mengenai kolaborasi game Final Fantasy XV dengan Final Fantasy XIV. Pada tanggal 12/13 Desember mendatang, Final Fantasy XV akan kedatangan quest spesial yaitu “Adventurer from Another World”. Jika quest ini berhasil diselesaikan, Noctis cs akan mendapatkan item hadiah.
Terlepas dari kabar buruk, ada kabar baik yang pastinya kamu suka. Dengan dihentikannya produksi Final Fantasy XV, Square Enix bisa mengerjakan proyek lainnya. Kingdom Hearts III juga telah rampung dan akan rilis pada awal tahun 2019. Artinya hanya satu game yang akan menjadi fokus, yaitu Final Fantasy VII Remake. Mudah-mudahan saja pada E3 2019 akan ada titik terang dari game tersebut.
Untuk dapat menarik hati para gamer, publisher dan developer harus bisa membuat trailer game yang menarik. Tujuannya adalah agar gamer tertarik dan akhirnya mau membeli produk game yang dibuat.
Namun, tidak semua game sesuai dengan janji-janji manis yang disuguhkan pada trailernya. Gamer yang membeli game tersebut akhirnya merasa tertipu. Mereka sudah mengeluarkan uang yang jumlahnya tidak sedikit untuk membeli, tapi gamenya tidak sesuai ekspektasi.
Agar kamu tidak terjebak oleh, ada baiknya kamu mengetahui 8 game yang memiliki trailer menipu. Setidaknya kamu sudah mengerti cara membedakan trailer yang fake dan tidak.
1. Watch Dogs
Dalam trailernya Ubisoft memperlihatkan Watch Dogs sebagai game dengan visualisasi canggih dipadu konsep open world futuristik. Di dalam trailer sang karakter utama, Aiden Pearce dapat berinteraksi dan memecahkan masalah hanya dengan ponselnya.
Ketika gamenya yang dirilis, ternyata visualisasi yang disuguhkan tak seindah trailer. ALur cerita dari game tersebut juga sangat linear.
2. Dead Island
Trailer Dead Island sangatlah menjanjikan. Game ini seakan menawarkan inovasi baru dari game zombie dengan menawarkan cerita yang menyentuh. Bayangkan bagaimana perasaan orang tua yang melihat anaknya menjadi zombie di depan matanya.
Sayangnya cerita tersebut hanya ada di trailer saja. Game Dead Island yang asli justru bertolak belakang dengan trailernya, tapi tetap menyenangkan untuk dimainkan.
3. Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty
Game buatan Hideo Kojima, Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty juga masuk dalam daftar. Pada trailernya diperlihatkan jika Solid Snake menjadi karakter utama game ini. Namun ketika gamenya rilis malah mengecewakan. Solid Snake menghilang! Ia hanya bisa dimainkan pada bagian awal game saja. Selanjutnya pemain akan menggunakan tokoh baru, Raiden sampai tamat.
4. Alien: Colonial Marines
Aliens: Colonial Marines adalah contoh bagaimana pembuat game tidak jujur dengan game buatannya. Dalam trailer awalnya, game ini memperlihatkan visualisasi yang mencengangkan. Bagaimana marines diserang dari segala sisi oleh alien.
Sayang, ekspetasi yang diharapkan gamer ternyata hilang saat memainkan gamenya. Tampilan visual menurun, belum lagi alien yang menjadi bodoh dan tidak sepintar seperti di trailer. Hanya satu kata yang bisa diberikan kepada Alien: Colonial Marines, MENGECEWAKAN!
5. No Man’s Sky
Game eksplorasi No Man’s Sky mungkin masuk dalam sejarah sebagai game dengan trailer menipu paling sukses. Dalam trailer gamer dijanjikan petualangan yang menantang untuk menemukan planet yang jumlahnya sangat banyak. Setiap planet akan memiliki keunikan, mulai dari ekosistem sampai iklim. Belum lagi perang luar angkasa dimana pemain bisa bermain bersama pemain lainnya di mode multiplayer.
Saat gamenya dirilis, fitur-fitur yang dijanjikan tersebut malah menghilang. Unsur sandbox yang dianggap menantang malah membuat game jadi membosankan.
6. Game of Dice
Merasa asing dengan judul game ini? Wajar saja karena trailernya hanya muncul di media sosial seperti Instagram. Trailer ini menunjukkan game bergaya anime dengan beragam karakter. Setiap karakter memiliki peran dan kisahnya sendiri. Tapi saat dimainkan, game ini ternyata hanyalah sebuah game casual dengan karakter chibi. Sangat berbeda dengan trailernya.
7. Final Fantasy XIII
Trailer Final Fantasy XIII benar-benar mencuri perhatian. Sang karakter utama, Lighting tidak hanya cantik tapi juga dapat melakukan gerakan-gerakan akrobat saat bertarung. Sayangnya gameplay Final Fantasy XIII yang asli tidak sesuai dengan trailer. Lighting cs justru “terikat” dalam mode turn-based dan tidak dapat bergerak bebas.
8. Destiny
Trailer Destiny menawarkan kebohongan kepada game. Bungie dan EA memperlihatkan Destiny sebagai game MMO dengan jalan cerita yang kuat. Tapi game aslinya justru berbanding terbalik. Cerita dari Destiny sangatlah singkat dan tidak jelas. Untuk mengetahui ceritanya lebih lanjut, pemain harus membeli DLC.
Itulah 8 judul game dengan trailer yang menipu. Pelajaran yang bisa kamu petik adalah sebelum membeli game, ada baiknya jika kamu melihat gameplay terlebih dahulu dari YouTube atau membaca review dari media game. Jadilah gamer yang pintar.
Nah, agar lebih aman dan nyaman, beli PSN Card lewat tombol di bawah ini :
Sedangkan untuk membeli Voucher Google Play bisa lewat tombol di bawah ini :
Buat kamu gamer PC, Steam Wallet bisa kamu beli lewat tombol di bawah ini :