Dotemu selaku penerbit dan Lizardcube selaku pengembang game kemarin merilis screenshots baru dan juga gameplay GIF untuk mempromosikan game Streets of Rage 4 lewat artikel IGN First.
Simak screenshots game pada kumpulan gambar di bawah dan simak gameplay GIF lewat link berikut ini.
Flyhigh Works (penerbit game), Skipmore dan Kan-Kikuchi (pengembang game) mengumumkan bahwa Picontier versi PC yang tadinya dijadwalkan rilis pada musim dingin tahun ini, ditunda peluncurannya sampai tahun 2019.
FYI, Picontier juga pernah diumumkan akan dirilis ke PS4, Nintendo Switch dan 3DS. Picontier sendiri dideskripsikan sebagai game bertema pixel art slow living miniscape RPG yang memungkinkan gamer merasakan enaknya hidup tenang di sebuah pulau. Waktu kalian bisa dihabiskan untuk bertani, membuat barang, menambang, memancing dan bisa melawan berbagai macam monster di dungeon.
Cerita dalam game akan mengalir sejalan dengan komunikasi kalian ke para penghuni pulau. Oh iya, nantinya game ini akan hadir dalam dua bahasa, Jepang dan Inggris. Selamat menunggu 🙂
Setelah belakangan hanya beredar rumor kehadiran update terbaru Persona 5 akhirnya Atlus selaku pengembang mengumumkan secara resmi kebenarah hal tersebut. Hal ini ditandai dengan dikeluarkan trailer Persona 5 R kemarin.
Namun dalam video tersebut hanya tercantum logo PlayStation padahal beberapa pemain mengharapkan versi terbaru ini juga akan keluar untuk platform lain misalnya Switch.
Juga masih belum ada info detail akan seperti apa Persona 5 R ini. Bahkan Playcubic menunjungi situs p5r.jp seperti yang muncul dalam trailer tapi tidak ada info apapaun di sana kecuali video ini.
Namun sejumlah pihak menduga Persona 5 R akan jadi versi Persona 5 yang lebih sempurna dengan berbagai perbaikan dan konten baru seperti Persona 4 Golden yang merupakan versi update dari Persona 4.
Untuk diketahui, Persona 5 sudah terjual lebih dari 1,5 juta kopi di seluruh dunia. Ketika rilis di Jepang pada tahun 2016 lalu, game ini telah laku 550.000 kopi.
Monster Hunter: World menghadirkan event crossover dengan tema Assassin’s Creed. Kolaborasi ini bisa kamu nikmati langsung hari ini namun untuk versi konsol saja. Sedangkan untuk versi PC masih belum diketahui kapan akan diadakan juga
Dalam game, nantinya pemain akan diminta untuk menyelesaikan misi baru yang cukup rumit bernama “SDF: Silent, Deadly, and Fierce“, dimana akan membunuh monster tingkat tinggi. Jika berhasil menamatkan maka ppemain akan mendapatkan reward berupa Senu Feather. Jika berhasil memiliki dua item tersebut maka pemain bisa menukarnya dengan Layered Armor yang biasa digunakan Bayek of Siwa dan Assassin’s Hood milik Ezio Auditore da Firenze dalam game Assassin’s Creed.
Saat dikenakan, armor dan hoody tersebut bisa meningkatkan damage saat menyerang dalam mode stealth, serta bisa lebih cepat saat berlari atau memanjat. Kamu bisa melihat detail event crossover ini pada video di atas.
Tahun ini banyak orang hanya tahu dan fokus bahwa game besutan pengembang From Software hanyalah Sekiro: Shadows Die Twice dan Deracine. Namun ternyata pengembang game asal Jepang tersebut ternyata juga tengah mengembangkan dua game lain.
Hal tersebut diungkapkan Hidetaka Miyazaki, Direktur Form Software dalam sebuah wawancara dengan 4Gamer.net yang kami kutip dari Gematsu. Kendati tidak mau mengungkapkan judul dan informasi lebih detail lain, namun dirinya memastikan bahwa style game tersebut tidak akan berbeda jauh dengan sejumlah game lain yang telah perusahaannya buat seperti Dark Souls dan Bloodborne.
Pernyataan ini menimbulkan beberapa spekulasi dan diskusi hangat dari media dan gamer, apakah game tersebut merupakan sekuel dari kedua game di atas atau judul baru lagi.
“Kita perlu sedikit waktu lagi, tetapi kita akan dapat memberi tahu semua orang lebih banyak informasinya begitu ini sudah terbentuk,” pungkas Miyazaki. Wah, jadi penasaran ya. Bagaimana menurut kamu?
Ray Muzyka dan Greg Zeschuk, dua founder studio game BioWare dinobatkan sebagai anggota Order of Canada yang merupakan gelar kehormatan bagi warga sipil Kanada yang telah dinilai memberikan kontribusi kepada masyarakat. Keduanya adalah dua dari 100 orang yang akan dianugerahkan penghargaan tersebut.
Gubernur Jenderal Kanada Julie Payette menyatakan bahwa pemberian gelar ini kepada Zeschuk dan Muzyka memang tak lepas dari kontribusi “revolusioner” untuk industri video game di Kanada.
Dikutip dari wawancara dengan CBC News, Zeschuk mengungkapkan memang berkembangnya industri video game di Alberta, Kanada memang berkat berdirinya BioWare.
Tetapi, walau merupakan pendiri studio namun mereka saat ini telah pensiun dari industri game. Keduanya resign dari Bioware pada tahun 2012.
Sampai saat ini, sejumlah game populer telah dikembangkan studio yang kini dimiliki oleh Electronic Arts tersebut. Sebut saja Dragon Age, Baldur’s Gate, Mass Effect serta yang akan rilis, Anthem.
Celeste, pemenang penghargaan game indie terbaik pada The Game Awards 2018 akan menrilis paket edisi kolektor pada tahun 1 Januri 2019 mendatang. Edisi ini hanya tersedia 2,500 buah saja dan dibanderol seharga 74,99 Dolar AS untuk versi PlayStation 4 dan 79,99 Dolar AS untuk versi Swicth.
Paket ini akan berisi salinan fisik game Celeste sendiri, konten patch Mountain, poster dan kartu pos, Steelbook case, plush (boneka bantal) berbentuk stroberi yang merupakan buah yang sangat berharga dalam game dimana jika mendapatkannya nyawa pemain bisa bertambah.
Untuk soundtrack, pembeli bisa menikmatinya dalam bentuk kaset pita, namun juga tersedia alamat dan kode untuk mengunduh versi digitalnya.
Gambar: Celeste Official
Untuk diketahui, Celeste merupakan game bergenre platformer 2D sudah rilis sejak tanggal 25 Januari 2018 kemarin untuk platform PC, PS4, Xbox One, dan Switch. Menceritakan tentang petualangan Madeline yang punya misi rahasia dalam mendaki sebuah gunung misterius yang bernama sama dengan judul gamenya. Game indie ini berhasil terjual lebih dari 500.000 salinan dan berhasil menyabet dua penghargaan pada The Game Awards 2018 kemarin.
Jika sebelumnya Tim Playcubic membicarakan mengenai game yang mengecewakan di 2018, sekarang giliran game yang memuaskan di 2018.
Tahun 2018 adalah tahun yang telah dinanti-nantikan oleh gamer. Kenapa? Karena game-game yang dibuat dalam jangka waktu lama, banyak dirilis di 2018. Misalnya God of War yang seri terakhirnya dirilis pada 2015. Lalu Red Dead Redemption 2 yang merupakan sequel dari game pertamanya, Red Dead Redemption yang dirilis tahun 2010. Rockstar perlu waktu 8 tahun untuk mengembangkannya.
Proses pembuatan yang lama ini akhirnya membuat game-game berikut ini menjadi matang. Ibarat buah, rasanya pasti akan enak saat dimakan karena sudah ranum.
Game yang bagus tidak hanya visual saja, tapi juga memiliki gameplay menarik dan membuat gamer betah memainkannya. Berikut adalah 10 game paling memuaskan di 2018:
1. God of War
Tidak salah jika God of War dinobatkan menjadi Game of the Year 2018. Game ini merupakan jawaban solid dari developer Santa Monica Studio kepada para gamer yang kangen dengan petualangan Kratos. Peningkatan di game God of War bukan hanya tampilan visual saja, tapi juga gameplay. Kebrutalan Kratos saat menghajar musuhnya masih tetap ada, tapi adegan “esek-esek” dihilangkan.
Kehadiran “putra” Kratos, Atreus juga menambah keseruan saat bermain. Atreus bisa membantu Kratos dengan menembakkan anak panah atau menyerang dengan pedang. Pengisi suara Kratos dan Atreus, yaitu Christopher Judge dan Alastair Duncan juga menjiwai perannya. Tema mitologi skandinavia yang ditawarkan dalam God of War juga membuat seri ini menjadi lebih fresh.
2. Monster Hunter: World
Sekali tepuk, dua lalat mati. Peribahasa ini cocok bagi game Monster Hunter: World kepunyaan Capcom. Bagaimana tidak, game ini berhasil mempesona dua platform yang berbeda, konsol dan PC. Khusus bagi PC, Monster Hunter: World adalah game Monster Hunter yang benar-benar bisa dinikmati oleh gamer PC tanpa kendala bahasa.
Sebagai seri Monster Hunternext-gen pertama, visual dari Monster Hunter: World sungguh luar biasa. Capcom juga menambah berbagai macam fitur baru yang membuat dunia di Monster Hunter: World menjadi hidup. Monster sekarang bisa berburu bahkan berkelahi satu sama lain. Mereka juga bisa dijebak dengan sulur tanaman atau diracun dengan jamur. Jangan lupakan juga, game ini juga memiliki mode multiplayer.
3. Red Dead Redemption 2
Game cowboy Red Dead Redemption 2 juga pantas masuk dalam daftar game yang memuaskan di tahun 2018. Meski masih mengusung konsep yang sama dari game pertamanya, Red Dead Redemption 2 tetap menarik untuk dimainkan. Visual yang indah ditambah cutscene yang dieksekusi dengan baik membuat gamer betah memainkan game ini. Gameplay tembak-tembakan ala cowboy juga menjadi daya tarik, terutama fitur dead eye yang membuat Arthur Morgan menjadi badass.
Konten yang dimiliki oleh Red Dead Redemption 2 juga luar biasa banyak. Bosan dengan main story? Banyak side mission dan aktivitas lain yang bisa dilakukan. Misalnya berburu, memancing, atau merampok bank bersama anggota geng Dutch van der Linde. Red Dead Redemption 2 juga memiliki mode multiplayer buat gamer yang ingin bermain bersama pemain lain.
4. Marvel’s Spider-Man
Batman Arkham akhirnya punya lawan, yaitu Marvel’s Spider-Man yang dibuat oleh Insomniac. Keunggulan utama game ini adalah bagaimana Insomniac berhasil menciptakan feeling yang tepat saat Spidey berayun-ayun di kota New York. Spidey juga bisa melakukan berbagai macam gaya saat berayun menggunakan jaringnya. Mirip dengan Tony Hawk Pro Skater, bedanya Spidey tidak menggunakan skateboard.
Untuk gameplay, Insomniac berhasil membuat Spidey seperti yang dibayangkan, lincah tapi powerfull. Ketika akan diserang musuh, Spidey bisa menghindar lalu melancarkan serangan balik. Ada berbagai jenis gadget yang bisa digunakan oleh Spidey untuk mengalahkan musuhnya. Jika ingin mengalahkan musuh secara stealth, Spidey juga bisa melakukannya. Kehadiran supervillain ikonik serta variasi side mission yang mendampingi main story melengkapi game Marvel’s Spider-Man.
5. Assassin’s Creed Odyssey
Kelebihan utama dari Assassin’s Creed Odyssey adalah konten yang banyak, bahkan bisa dibilang overwhelming. Ada banyak hal yang bisa dilakukan di side mission seperti bounty dimana pemain harus membunuh satu target. Ada juga eksplorasi dengan mendaki gunung atau menyelam di laut demi menemukan harta karun tersembunyi
Selain main story, game ini juga memiliki side mission yang tersebar di berbagai pelosok negara Yunani. Ubisoft tidak hanya membuat dunia Yunani di Assassin’s Creed Odyssey ini indah secara visual, tapi juga luas. Untuk pergi dari satu kota ke kota lainnya harus menggunakan kuda atau kapal. Unsur stealth juga tidak lagi menjadi keharusan dalam combat. Sekarang pemain bisa langsung YOLO dan jangan lupa, Spartan Kick!
6. Dragon Ball FighterZ
Kerjasama Bandai Namco dengan Arc System Works untuk membuat Dragon Ball FighterZ. Game fighting ini sukses mencuri perhatian di tahun 2018. Dibuat dengan format hybrid 2D/3D, Dragon Ball FighterZ justru mendobrak tradisi format murni 3D yang digunakan oleh para pendahulunya. Pertarungan dahsyat di Dragon Ball justru lebih terasa dengan format yang baru.
Ada 21 karakter yang bisa langsung digunakan, belum ditambah oleh karakter DLC. Arc System Works yang terkenal kompleks dalam mendesain combo membuat Dragon Ball FighterZ “lebih lunak”. Sistem auto combo juga tersedia dalam game ini. Selain ramah dengan pemula, Dragon Ball FighterZ juga banyak memiliki fan service untuk fans Dragon Ball. Contohnya fitur Dramatic Finish.
7. Pokemon Let’s GO
Pokemon Let’s GO memang bukan game Pokemon baru yang tengah dinanti fans Pokemon. Game ini tidak lain adalah Pokemon GO setelah di-porting ke Nintendo Switch. Tapi jangan salah, dalam segi visual Pokemon Let’s GO justru merevolusi game Pokemon. Tidak hanya visual saja, Pokemon Let’s GO juga mengimplementasi banyak fitur baru.
Salah satu fitur baru yang disukai di Pokemon Let’s GO adalah Pokemon liar aka tall grass sekarang bisa dilihat. Fitur ini bisa menghemat waktu pemain yang ingin mencari Pokemon tertentu, tidak seperti dulu yang serba random. Pokemon partner (Pikachu dan Evee) juga bisa diajak bermain dan diberi berry.
8. Detroit: Become Human
Menggabungkan film dengan video game adalah hal yang sulit. Detorit: Become Human buatan Quantic Dream adalah contoh bagaimana kombinasi keduanya berhasil menciptakan game yang bagus. Secara komposisi, gameplay di Detroit: Become Human lebih sedikit dibandingkan cutscene. Tapi jangan salah cutscene ini punya tampilan visual yang bagus.
Quantic Dream tidak main-main dalam membuat Detroit: Become Human. Sederet nama terkenal digunakan sebagai mocap sekaligus pengisi suara. Untuk tokoh utama ada Valorie Curry, Bryan Dechart, dan Jesse Williams. Mereka didampingi oleh aktor veteran Clancy Brown dan Lance Henriksen. Main story Detorit Become: Human juga kompleks dan memungkinkan untuk diulang beberapa kali demi mendapatkan ending yang berbeda.
9. Super Smash Bros. Ultimate
Game fighting eksklusif milik Nintendo Switch ini memiliki jumlah karakter yang tidak main-main. Setidaknya ada 74 karakter yang bisa digunakan di Super Smash Bros. Ultimate dan semuanya merupakan karakter ikonik dari berbagai judul game, dari Mario, Donkey Kong, Sonic, Kirby, dan masih banyak lagi. Bisa dibilang Super Smash Bros. Ultimate adalah game crossover terbesar saat ini.
Untuk gameplay Super Smash Bros. Ultimate tidak berbeda dengan seri sebelumnya. Ada beberapa mode baru yang diimplementasi dalam game ini, yaitu Smashdown dan Squad Strike. Mode singleplayer dalam Super Smash Bros. Ultimate yaitu World of Light juga menarik untuk dimainkan.
10. Hitman 2
Tidak lagi dirilis perepisode, Hitman 2 dirilis full game. Ini adalah langkah awal yang tepat bagi developer IO Interactive. Sekarang game ini bisa dimainkan dari awal sampai akhir tanpa menunggu-nunggu. Formula dari Hitman 2 tetap tidak berubah, masih seperti game pertamanya. Game ini menantang pemainnya untuk berpikir cara membunuh yang kreatif dan terlihat seperti kecelakaan.
IO Interactive juga telah menambah fitur baru yang bisa dibilang sangat membantu. Fitur ini adalah story mission, dimana Agent 47 akan diberikan petunjuk untuk menyelesaikan misinya. Fitur ini membantu bagi gamer yang mungkin baru memainkan Hitman. Fitur ini juga bisa dimatikan bagi pemain veteran yang ingin tantangan. Game ini juga memiliki replay value karena setiap level bisa diulang untuk menyelesaikan challenge dan feat. Jangan lupa juga, game ini juga memiliki mode multiplayer co-op dan PvP.
Itulah 10 game memuaskan di 2018. Jika ada kesempaatan untuk mencoba salah satu dari game di atas, jangan menolak. Tim Playcubic jamin kamu akan menyesal karena game yang ditolak adalah game bagus.
Blizzard dikabarkan tengah mencoba program moderasi chat baru yang akan diujicoba pada turnamen Overwatch Contenders. Hal tersebut diumumkan dalam sebuah posting pada Rabu kemarin dimana pemain diharuskan untuk menautkan akun Blizzard Battle.net dan Twitch mereka.
Overwatch Contenders adalah seri turnamen untuk calon pemain profesional yang ingin masuk ke Overwatch League. Blizzard akan menguji program moderasi chat selama pertandingan perempat final pada musim ketiga 2018 ini di semua wilayah. Pertandingan-pertandingan itu berlangsung mulai 28 Desember hingga 12 Januari, kemudian akan mengevaluasi efektivitas program demi menciptakan kondisi yang lebih positif bagi penonton.
Hal ini dilakukan Blizzard untuk memerangi toxicity alias tindakan niretika melalui chat yang secara sadar atau tidak sadar dilakukan oleh pemain selama pertandingan. Sebelumnya tujuh pemain telah dikenai hukuman denda hingga penagguhan akun terkait hal tersebut.
Kendari begitu, belum ada kabar tentang apakah Blizzard berencana untuk mengimplementasikan program di Overwatch League atau tidak.
Bloodstained: Ritual of the Night, game baru besutan Koji Igarashi mantan produser Castlevania ini baru saja mengeluarkan pengumuman yang cukup menghebohkan yaitu keputusan bahwa game ini nantinya tidak akan tersedia untuk platform Mac dan Linux.
Hal tersebut diumumkan melalui halaman Kickstarternya. “Bloodstained tidak lagi didukung di Mac dan Linux,” tulis Koji dalam postingan tersebut. Kendati begitu dirinya memastikan bahwa versi untuk PlayStation 4, Windows PC, dan Xbox One tidak akan terganggu.
Sebelumnya, pengembang juga mengumumkan bahwa mereka membatalkan rilisnya untuk platform PS Vita serta menunda rilis game hingga 2019. Dimana hal ini menimbulkan kekecewaan beberapa orang yang ikut urunan dana melalui Kickstarter. Apakah pengumuman kurang menyenangkan ini kembali membuat banyak orang kecewa?