Home Blog Page 777

DLC Pertama Assassin’s Creed Odyssey Rilis Bulan Depan

0

Ubisoft telah mengungkap DLC pertama Assassin’s Creed Odyssey. DLC ini berjudul Legacy of the First Blade dan rencananya akan dirilis tanggal 4 Desember 2018 serentak di konsol dan PC.

Legacy of the First Blade akan menceritakan kisah dari Darius. Ia adalah assassin pertama yang menggunakan senjata ikonik wrist blade. Selain para diktator, rupanya Darius juga mengincar orang-orang dengan keturunan khusus seperti Kassandra dan Alexios.

Legacy of the First Blade bukan satu-satunya DLC Assassin’s Creed Odyssey. Ubisoft masih merencanakan dua DLC lagi. Kedua DLC ini baru dirilis tahun 2019 mendatang. Jadi bisa dipastikan game ini akan tetap sibuk sampai tahun depan.

Kenshin dan Shishio Bertarung di Trailer Baru Jump force

0

Bersiaplah wahai para fans Samurai X! Pertempuran epic antara Kenshin Himura melawan Shishio Makoto bisa kamu lihat lagi dalam game Jump Force. Setelah memberikan teaser screenshot, Bandai Namco akhirnya mengunggah trailer yang memperlihatkan pertarungan antara Kenshin dengan Shishio.

Seperti yang kamu lihat di atas, Kenshin dan Shishio memiliki kemampuan pedang yang sama dengan versi manga dan animenya. Jurus pamungkas dari Kenshin adalah amakakeru ryu no hirameki, sedangkan Shishio dengan jurus pedang apinya. Selain Kenshin dan Shishio, Bandai Namco sempat mengumumkan jika Piccolo dan Cell juga akan bergabung di Jump Force.

Game Jump Force akan dirilis pada tanggal 15 Februari 2019 di PS4, Xbox One, dan PC. Game ini cocok sebagai pemanasan di tahun 2019.

Red Dead Online Bakal Punya Mode Battle Royale

0

Tahap beta Red Dead Online game Red Dead Redemption 2 telah dimulai. Salah satu fitur baru yang diimplementasi oleh Rockstar dalam Red Dead Online ini tidak lain adalah battle royale. Ibarat racun, genre yang satu ini mulai banyak digunakan oleh publisher dan developer besar agar gamenya laku di pasar.

Mode battle royale di Red Dead Online ini dinamakan Make It Count. Sistemnya sama dengan mode battle royale di game lain. Para pemain harus saling bunuh dengan area pertempuran yang terus mengecil. Pemenangnya adalah pemain yang terakhir hidup atau last standing. Selain battle royale, Red Dead Online masih memiliki 4 mode lagi:

  • Shoout dan Team Shootout:  Pemain dan tim yang membunuh paling banyak akan jadi pemenangnya
  • Most Wanted: Pemain berlomba mencari poin untuk menjadi nomor satu di scoreboard.
  • Hostile Territory: Merupakan capture mode, dimana tim harus menguasai wilayah untuk mendapatkan poin.
  • Name Your Weapon: Pemain akan mendapat senjata baru setiap mencapai poin tertentu.

Untuk mengakses 5 mode di atas, pemain bisa menggunakan Showdown Series signpost untuk memulai matchmaking. Selain PvP, di Red Dead Online pemain juga bisa menjalankan mission yang bisa dilakukan sendiri atau bersama pemain lain.

Pada Red Dead Online, Rockstar mengimplementasi sistem honor.Sistem ini mirip dengan karma dimana bisa naik atau turun sesuai dengan keputusan yang dibuat pemain. Sistem honor ini juga berpengaruh dengan mission yang bisa dilakukan oleh pemain.

Semua ini sudah bisa dicoba pada tahap beta Red Dead Online yang dimulai dari tanggal 27 November. Untuk detailnya bisa kamu baca di sini.

Thanks IGN

4 Alasan Gamer Masih Doyan Main Game Pay to Win

0

Keberadaan in-game shop dalam game (Terutama game online) adalah hal yang lumrah saat ini. Toko ini menjual berbagai macam item, mulai dari booster, equipment, dan lain-lain. Untuk membeli barang-barang tersebut, kamu bisa menggunakan mata uang dalam game dan uang asli.

Tipe gamer yang sering menggunakan uang asli untuk membeli barang dalam game biasanya dikenal dengan istilah “Whale“. Gamer tipe ini tidak akan segan untuk mengeluarkan banyak uang agar karakternya dalam game bisa lebih baik dari karakter pemain lainnya.

Keberadaan whale ini secara tidak langsung mengancam gamer yang pas-pasan. Apalagi jika gamenya memang dirancang sebagai game P2W (Pay to Win). Jelas ini lebih menguntungkan para whale.

Tapi tidak perlu khawatir. Bukan berarti di game P2W, gamer pas-pasan tidak bisa berkutik. Buktinya masih banyak gamer yang senang memainkan game-game Pay to Win. Agar kamu lebih yakin, saya akan jabarkan alasannya:

1. Karena Sudah Nyaman dengan Gamenya

Kenyamanan adalah alasan kenapa gamer masih doyan memainkan game P2W. Awalnya hanya coba-coba, lalu tanpa disadari sudah main berminggu-minggu. Ini buktinya jika gamer itu sudah nyaman dengan game yang dimainkan.

Coba saya tanya, kamu pasti tidak mau meninggalkan karakter yang sudah kamu buat begitu saja. Apalagi jika kamu sudah banyak mengorbankan waktu dan jerih payah untuk mengembangkan karakter tersebut, tidak peduli game itu adalah game P2W.

Hal lain yang juga berpengaruh adalah gameplay dan komunitas dari game tersebut. Jika semuanya terpenuhi, buat apa kamu mencari game lain?

2. Pembuktian Diri

Berada diantara whale sebetulnya bisa menjadi motivasi kamu agar. Tanamkan dalam diri kamu jika suatu saat (Entah kapan), kamu bisa mengalahkan mereka. Meski kelihatannya tidak masuk akal, kamu bisa menang jika memang berdedikasi dan berusaha sekuat mungkin.

Bayangkan, karaktermu yang dibuat hanya dengan modal pas-pasan bisa mengalahkan karakter bling-bling. Rasakan sensasinya!

3. Capek Melawan Arus? Ikuti Arusnya

Ketika kamu sudah merasa lelah dan tidak mampu lagi, tidak ada salahnya untuk berhenti melawan dan mengikuti arus. Menjadi whale bukan berarti kamu harus memberikan segala uang yang dimiliki. Jadilah whale yang bijak dan hanya membeli item yang diperlukan saja.

4. Ingin Terlihat Seperti Sultan

Ada juga gamer yang sengaja memainkan game P2W agar terlihat keren di depan teman-temannya. Bayangkan teman-teman kamu semua memainkan game modal jempol gratisan, sedangkan kamu sendiri yang main game P2W. Secara tidak langsung kamu akan terlihat seperti sultan oleh teman kamu.

Intinya adalah tidak ada untuk memainkan game jenis P2W. Tidak ada salahnya juga menjadi gamer whale, tapi dengan catatan kamu harus bijak dalam mengeluarkan uang. Ingat, tujuan bermain game itu adalah untuk having fun, bukannya malah menjadi tempat bersaing. Jika ingin bersaing menjadi yang terbaik, lakukanlah di dunia nyata.

PlayStation Awards 2018 Akan Ditayangkan Langsung Lewat YouTube, Catat Tanggalnya!

0

Bulan Desember adalah bulannya penghargaan. Sony sebagai salah satu nama besar di kancah industri game dunia juga akan melangsungkan acara penghargaannya pada bulan Desember.

Acara PlayStation Awards 2018 rencananya akan digelar di Jepang pada tanggal 3 Desember 2018. Kamu juga bisa langsung ikut menonton melalui YouTube LIVE. Acara ini akan mulai ditayangkan pada pukul 17:00 JST (Japan Standard Time) atau sekitar pukul 15:00 WIB di Indonesia. Acara livestream ini akan dibawakan oleh Jon Kabira dan Hatsune Matsushima.

Akankah ada pengumuman game baru di acara PlayStation Awards 2018 ini? Kita lihat saja nanti.

Rockstar Gelar Tahap Beta Red Dead Online, Kapan?

0

Setelah game Red Dead Redemption 2 meluncur, Rockstar langsung mengerjakan tahap berikutnya yaitu Red Dead Online. Ini merupakan fitur tambahan dimana pemain bisa mengakses mode multiplayer untuk bermain bersama pemain lainnya. Kapan fitur ini diluncurkan? Ternyata mulai dari tanggal 27 November 2018 tahap beta dari Red Dead Online sudah mulai digelar.

Tahap beta Red Dead Online ini akan dilakukan dalam beberapa fase, mulai dari tanggal 27 s/d 30 November 2018. Berikut adalah jadwalnya:

  • 27 November 2018 bagi pemilik Red Dead Redemption 2: Ultimate Edition (Pemilik versi fisik harus terlebih dahulu menggunakan kode yang tertera untuk ikut serta).
  • 28 November 2018 bagi pemilik Red Dead Redemption 2 yang mulai bermain mulai dari tanggal 26 Oktober 2018.
  • 29 November 2018 bagi pemilik Red Dead Redemption 2 yang mulai bermain mulai dari tanggal 26 s/d 29 Oktober 2018.
  • 30 November bagi semua pemilik Red Dead Redemption 2.

Jika kamu tertarik untuk ikut serta tahap beta Red Dead Online, kamu hanya perlu mencatat di fase yang mana kamu terdaftar. Selamat mencoba.

Vitality, Tim Esports Asal Eropa Raih Pendanaan USD 22,7 Juta

0

Vitality, tim esports yang cukup terkenal di Eropa menerima pendanaan dari pengusaha Tej Kohli sebesar USD 22,7 juta. Ini merupakan investasi terbesar yang pernah diterima tim esports di Eropa.

Tej Kohli mengharapkan sektor esports Eropa bisa menyaingi pasar esports Asia dan Amerika Utara.

“Esports adalah masa depan olahraga serta hiburan, dan Vitality adalah salah satu tim Eropa terbesar yang paling menarik,” ucap Kohli.

Vitality akan menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan fasilitas pusat pelatihan yang canggih, serta untuk membangun kantor dan pengembangan kemampuan pemain.

Baru-baru ini, mereka meluncurkan tim untuk Counter Strike: Global Offensive atau biasa dikenal dengan CS: GO. Tim tersebut juga tercatat sebagai pemenang turnamen esports DreamHack Open di Atlanta.

Dengan dukungan Kohli, Vitality berencana untuk terlebih dahulu memperluas kehadirannya di China dan Asia Tenggara untuk menjangkau lebih banyak pemirsa daripada yang ada saat ini. Asia Tenggara selama ini memang dikenal sebagai kawasan dengan pertumbuhan tercepat untuk esports. Dimana perusahaan teknologi seperti Singtel berkomitmen untuk membantu mengembangkan industri ini.

Vitality sendiri didirikan pada tahun 2013 di Perancis oleh Fabien Devide dan Nicolas Maurer. Saat ini memiliki lebih dari 50 pemain dari 11 negara. Memiliki 10 portofolio game, diantaranya League of Legends, CS: GO, Fortnite, PlayerUnknown’s Battlegrounds, Rocket League, dan banyak lagi.

Tej Kohli

Kontroler T.Flight Hotas 4 Akan Hadir Untuk PlayStation 4

0

Produsen gaming peripheral Thrustmaster baru saja mengumumkan bahwa pihaknya akan merilis T.Flight Hotas 4 Ace Combat 7: Skies Unknown Edition untuk PlayStation 4, sebuah kontroler berbentuk kendali pesawat untuk memainkan game Ace Combat 7.

Dikutip dari Venture Beat, kontroler tersebut akan mendukung mode Virtual Reality (VR), mengedepankan tingkat kenyamanan bagi pengguna serta didesain agar pemain dapat merasakan sensasi layaknya mengendalikan pesawat sungguhan.

T.Flight Hotas 4 Ace Combat 7: Skies Unknown Edition akan dirilis pada pada tanggal 17 Januari 2019, bersamaan dengan peluncuran game tersebut, dan dibanderol dengan harga 74,99 Poundsterling.

The Legend of Zelda: Skyward Sword Berpeluang Hadir ke Nintendo Switch

0

The Legend of Zelda: Skyward Sword memiliki peluang untuk hadir ke konsol Nintendo Switch. Saat acara pertujukan konser Nintendo Live di Osaka, Jepang, Direktur seri Legend of Zelda Eiji Aonuma naik ke atas panggung dan membuat pernyataan mengejutkan.

“Saya tahu apa yang Anda tunggu – Skyward Sword for Switch. Benar?” kata Aonuma pada acara tersebut. Sontak hadirin yang ada di sana banyak yang mengabarkan momen ini via twitter.

The Legend of Zelda: Skyward Sword awalnya dirilis untuk Nintendo Wii pada tahun 2011. Permainan ini awalnya menerima reaksi beragam dari penggemar karena ketergantungannya pada kontrol gerak konsol. Menggunakan Wiimote sebagai pedang Link dan nunchuk sebagai perisainya. Tapi ternyata hal tersebut justru menjadi salah satu entri paling sukses dalam seri yang diakui.

Penyataan Aonuma tersebut menimbulkan beragam pertanyaan, misalnya apakah game tersebut akan dipindah ke konsol hibrida sebagai remaster HD, atau justru akan menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Ada juga kemungkinan akan menjadi ground-up remakes seperti game Crash Bandicoot dan Spyro the Dragon.

Kendati begitu, belum ada pernyataan lebih lanjut tentang hal ini, termasuk tanggal rilis sebagaimana diharapkan oleh banyak penggemar Legend of Zelda.

Kolaborasi Sony, Nike dan Paul George Ciptakan Sneaker Bertema Konsol PS1

0

Setelah pada bulan Januari lalu kolaborasi antara Sony PlayStation, Nike dan pemain bola basket Paul George sukses menghasilkan sneaker PG-2 PlayStation Colorway yang cukup booming, kali ini kolaborasi yang sama akan dilangsungkan.

Dilansir dari blog resmi PlayStation, mereka akan merilis sneaker PG 2.5 x PlayStation colorway yang akan memiliki desain PlayStation 1. Dibalut warna abu-abu khas konsol serta akan dihiasi logo yang cukup legendaris di kalangan gamer tersebut.

Sayangnya sampai saat ini masih belum ada rilis resmi mengenai harga serta apakah sneaker tersebut akan dijual di wilayah Asia Tenggara atau Indonesia. Jadi sambil menunggu rilis resminya, silahkan kamu menikmati dulu video dan foto-fotonya berikut.