Home Blog Page 769

6 Game Capcom yang Wajib Diremake

0

Telah menghasilkan ratusan game berkualitas, Capcom tentu banyak dikenang dihati para gamer. Telah melahirkan game-game legendaris yang sejak dulu, Capcom telah menemani keseharian gamer di berbagai konsol game. Namun ternyata dari sekian banyak game laris besutan Capcom, ada beberapa yang dirasa perlu untuk diremake.

Bukan karena sembarang alasan, game-game ini memang perlu untuk diremake agar bisa kembali berjaya dan bikin tambah menarik. Kali ini ada 6 game terpilih yang memang harus diremake dan dirilis kembali. Nah 6 game inilah yang diharapkan dapat membawa nuansa baru dan sekaligus bisa bikin nostalgia. Kira-kira game apa saja ya yang patut diadakan remake?

1. Resident Evil 4

Hebatnya game ini telah dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang telah diraih oleh Resident Evil 4. Gak Cuma itu saja, penjualan RE4 juga menembus angka jutaan unit dan banyak menuai decak kagum pemain. Bahkan banyak yang mengusulkan untuk diadakan versi remake demi mengenang petualangan epic melawan monster dan mayat hidup mengenaskan.

2. Killer 7

Berkisahkan tentang tujuh pembunuh bayaran yang beraksi atas nama pemerintahan Amerka, ternyata ada rahasia dan konflik yang hadir dari para pembunuh bayaran ini. Ternyata bukan tujuh pembunuh bayaran yang bekerja melainkan hanya satu orang saja. Bingung? Ketujuh pembunuh bayaran ini merupakan identitas dari seorang pembunuh bayaran yang mengidap gangguan identitas.

Killer 7 dikenal dengan game yang tak biasa dan punya gameplay yang menarik kala itu. Jalan cerita dan pembawaan dari masing-masing karakter membuat kamu tak percaya kalau ternyata hal ini dilakukan oleh satu orang saja.

3. Devil May Cry

Kejayaan Devil May Cry seakan tak lekang oleh waktu. Kala itu saja, Devil May Cry telah menerapkan gameplay dan visual keren dengan rentetan bos yang seru untuk dilawan. Hingga saat ini Devil May Cry pernah dirilis ulang pada PlayStation 3 dan PlayStation4 dengan tak lupa meningkatkan grafis dan konten tambahan lainnya.

4. Resident Evil 3: Nemesis

Racoon City merupakan lokasi legendaris dan hanya bisa ditemui pada game Resident Evil. Capcom telah melakukan kerja yang bagus dalam membawakan karakter utama seperti Leon dan Claire dengan penyempurnaan dari model wajah yang terlihat lebih nyata. Maka dari itu, gak ada salahnya untuk Capcom dalam melakukan remake agar lebih bisa memuaskan player Resident Evil 3.

5. Onimusha 3: Demon Siege

Pernah main PlayStation 2? Kalau begitu sudah tak asing lagi dong dengan game yang sati ini. Sebagai seorang kesatria pedang, kamu diharuskan untuk membunuh Nobunaga Oda yang memiliki prajurit iblis tak terkalahkan. Dalam menjalankan misi, kamu akan melihat bahwa Onimusha 3 sudah mengadopsi grafis 3 Dimensi yang terkesan realistis. Gak cuma dari segi grafis, pembawaan strategi dan teka-teki yang ada juga menjadi alasan Capcom untuk melakukan remake pada game ini.

6. Dino Crisis 2

Dari banyaknya kandidant game yang patut diremake oleh Capcom, Dino Crisis 2 gak boleh kelewatan. Jalan cerita apik dan mode survival yang legendaris, seakan membawa pemain memasuki dunia yang penuh dengan hewan prasejarah ini. Bayangkan saja kalau game ini benar-benar akan di remake, grafis mumpuni dengan elemen nostalgia pasti banyak memikat para pemain game jadul.

Dianggap Terlalu Vulgar, Netizen Munculkan Petisi Online untuk Kimi Hime

0

Nama Kimi Hime bukanlah nama yang asing lagi di Indonesia. YouTuber gaming wanita ini terkenal karena gayanya yang sensual saat dalam video. Tidak hanya itu, gambar thumbnail dan caption pada beberapa videonya juga bisa dibilang vulgar. Dampaknya adalah Kimi Hime diprotes oleh netizen bahkan sampai berujung dengan munculnya petisi online.

Petisi online ini pertama kali dibuat oleh seseorang bernama Arik Setiawan. Dalam petisi buatannya, Arik menginginkan agar YouTube menghapus konten negatif dari video yang dibuat oleh Kimi Hime. Sampai berita ini dibuat, jumlah netizen yang mendukung petisi online buatan Arik Setiawan sudah mencapai 54.739 orang.

YouTube sendiri sebenarnya telah melarang content creator untuk mengunggah konten yang mengandung konten pornografi. Tidak hanya itu, YouTube juga melarang clickbait baik dengan judul maupun thumbnail. Detail mengenai kedua aturan tersebut bisa kamu lihat di sini.

Seandainya pun Kimi Hime ingin tetap melanjutkan membuat konten seperti itu, sebaiknya ia menggunakan sistem age-restricted content. Konten ini bisa membantu agar video miliknya tidak dilihat secara langsung.

Akankah Kimi Hime berubah dengan adanya petisi ini atau malah jalan terus tanpa menghiraukan? Bagaimana menurut kamu?

Amazon Kembangkan Platform Dimana Game Grafis Tinggi Bisa Dimainkan Tanpa Komputer Atau Konsol

0

Perusaahaan internet raksasa Amazon dilaporkan tengah mengembangkan layanan streaming video game. Namun platform baru akan diluncurkan paa 2020 nanti.

Dikutip dari situs GamesIndustry.biz, platform ini digadang-gadang dapat melakukan render dan menjalankan video game dengan kebutuhan grafis tinggi melalui infrastruktur pusat data milik mereka sehingga gamers tidak memerlukan lagi perangkat bermain game yang memiliki spesifikasi tinggi dan mahal seperti laptop, PC bahkan konsol. Wow!

Sebagai gantinya, game-game tersebut bisa dimainkan hanya menggunakan perangkat mobile atau TV Pintar.

Saat ini, Amazon dilaporkan mulai berbicara dengan penerbit game untuk mendistribusikan berbagai judul melalui platform ini.

Apakah “ancaman” ini yang membuat Presiden Nintendo jiper dan mengungkapkan kemungkinan berhenti memproduksi konsol.

Game.ly dan Moonton Indonesia Menggelar MLBB RISING STARS

0

Semakin tingginya antusiasme para gamer di Indonesia menunjukkan kebolehannya bermain game, Game.ly bersama Moonton Indonesia menggelar sebuah ajang pencarian bakat yang disebut MLBB Rising Stars. Kompetisi yang bertujuan untuk mendorong perkembangan industri game dengan menggali potensi para pemain sehingga menciptakan bintang-bintang baru terutama para bintang Mobile Legends: Bang Bang.

Game.ly dan Moonton Indonesia mengusung konsep bermain MLBB serta disiarkan di aplikasi Game.ly secara langsung. Kompetisi MLBB Rising Stars akan diadakan melalui 2 tahapan yang berlangsung pada tanggal 15 Januari hingga 24 Februari 2019. Setiap peserta harus melakukan pendaftaran di dalam aplikasi Game.ly. Pendaftaran mulai dibuka pada tanggal 13 Januari 2019 hingga 4 Februari 2019.

“Kompetisi ini adalah salah satu bentuk komitmen Game.ly untuk mendorong para gamer terutama streamer pada aplikasi Game.ly untuk berani menunjukkan kemampuannya sehingga membuahkan sebuah prestasi.” ungkap Ryan Lymn, Vice President Game.ly.

“Kegiatan MLBB Rising Stars diharapkan dapat menjadi wadah bagi siapapun untuk menjadi seorang influencer atau seorang public figure game Mobile Legends: Bang Bang, dan menciptakan generasi baru untuk influencer Mobile Legends.” ucap Noppy Angreani, Community Manager Moonton Indonesia.

Tahap pertama akan berlangsung pada tanggal 15 Januari hingga 12 Februari 2019. Dalam tahap ini, akan dipilih 20 peserta sebagai TOP 20 MLBB Rising Stars. Pemilihan berdasarkan akumulasi fans dan gift yang diterima selama periode tersebut dan tertera pada leaderboard dalam aplikasi Game.ly. Peserta yang terpilih akan melanjutkan ke tahap kedua.

Tahap kedua atau yang disebut Final Stage akan berlangsung pada tanggal 22 hingga 24 Februari 2019. TOP 20 MLBB Rising Stars yang berhasil lolos pada tahap pertama akan dinilai oleh juri berdasarkan skill dan cara berinteraksi dengan penonton. Akumulasi penilaian juri dan leaderboard akan menentukan ranking dari para TOP 20 MLBB Rising Stars.

TOP 20 MLBB Rising Stars berkesempatan menjalin kontrak eksklusif dengan Game.ly selama 1 tahun dan Moonton Indonesia selama 2-3 tahun. Selain itu, mendapatkan kesempatan berkolaborasi bersama para streamer populer Game.ly dan mendapatkan berbagai hadiah menarik lainnya yang didukung oleh Huawei Technologies Co. Ltd.

Game Horor Psikologis Devotion Dijadwalkan Rilis Bulan Depan

0

Red Candle Games, studio game asal Taiwan yang mengembangkan game Detention dikabarkan akan merilis game horor terbaru berjudul Devotion.

Game horor psikologis ini akan membawa pemain menjelajahi kompleks sebuah apartemen di Taiwan tahun 1980-an yang ternyata berangsur-angsur berubah menjadi sebuah mimpi buruk. Latar belakang cerita game ini mengisahkan keluarga yang telah membuat berbagai sumpah yang berbeda berdasarkan keyakinan mereka.

Ketika menjelajahi rumah kosong milik mereka, pemain akan diajak memecahkan teka-teki dan berusaha mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga tersebut. Game ini sendiri hanyak akan tersedia untuk PC dan dijadwalkan rilis tanggal 19 Februari mendatang.

ASUS Pimpin Pasar Laptop Indonesia dengan 41,8 Persen

0

ASUS kembali mendominasi pasar dan menjadi brand laptop nomor satu di Indonesia. Menurut lembaga riset GfK, hingga bulan November 2018 ASUS menguasai pasar sebesar 41,8 persen untuk laptop consumer. Angka tersebut naik dari 41,2 persen di tahun sebelumnya. Kenaikan ini didukung oleh penjualan notebook ultrathin serta gaming yang mengalami pertumbuhan sepanjang 2018.

“ASUS menutup tahun dengan gemilang dan memperkuatposisi sebagai brand laptop nomor satu di Indonesia,” ucapJimmy Lin, Regional Director ASUS South East Asia. “Inovasi merupakan kunci keberhasilan ASUS kali ini. Berbagai teknologi baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna telah dihadirkan di jajaran laptop ASUS sepanjang tahun lalu,” ucapnya.

Pencapaian tertinggi diraih ASUS di segmen notebook ultrathin yang menurut GfK berhasil mencatat penguasaan pasar sebesar 23 persen, meningkat hampir empat kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 5,4 persen. Catatan juga menunjukkan seri ZenBook dan VivoBook mulai mendapatkan banyak perhatian di kalangan masyarakat Indonesia.

ASUS juga kembali menorehkan prestasi di pasar laptop gaming berbasis Nvidia GTX. Melalui seri Republic of Gamers dan TUF Gaming, ASUS berhasil meningkatkan eksistensinya dengan penguasaan pasar mencapai 60,1  persen. Di pasar laptop gaming ASUS juga menjadi yang terdepan dalam hal penjualan laptop berbasis GPU Nvidia GeForce GTX 1050, GTX 1050Ti, dan GTX 1060.

Di tahun 2018 ASUS gencar megadopsi teknologi NanoEdge Display dan ErgoLift Design. Tidak hanya untuk segmen laptop premium, teknologi eksklusif tersebut juga hadir di laptop mainstream seperti VivoBook S430 yang dirilis akhir 2018. Penerapan teknologi layar hampir tanpa bezel (bezeless) juga terdapat di lini laptop gaming, menjadikan jajaran ROG dan TUF Gaming terbaru tampil lebih ringkas dari kompetitornya.

Inovasi ASUS di 2019

Sebagai bukti komitmen untuk menghadirkan yang terbaik, ASUS sudah mempersiapkan berbagai inovasi yang membuat jajaran laptop ASUS sebagai pilihan terbaik penggunanya. Salah satu inovasi terbaru ASUS pada awal tahun ini telah dipamerkan di CES 2019.

Di ajang pameran elektronik terkemuka tersebut ASUS memperkenalkan jajaran laptop gaming pertama di dunia yang menggunakan GPU Nvidia GeForce RTX. Tidak tanggung-tanggung, ASUS menghadirkan GPU GeForce RTX ke semua lini laptop ROG mulai dari ROG Strix, ROG Zephyrus, ROG G703, serta ROG Mothership.

“Meluncurnya laptop ROG berbasis GeForce RTX membuat 2019 sebagai tahun istimewa untuk para gamer,” jelas Jimmy. “GeForce RTX menawarkan performa grafis yang sangat tinggi dan belum pernah ada di laptop gaming sebelumnya. Melalui lini produk ROG, gamer dipastikan akan mendapatkan pengalaman bermain terbaik, tidak hanya dari spesifikasi kelas atas yang dihadirkan tetapi juga dari beragam teknologi dan inovasi yang hanya ada di laptop gaming ROG, jelasnya.”

Khusus untuk laptop consumer, ASUS terus mengembangkan teknologi yang dapat membuat laptop menjadi lebih ringkas dan mudah dibawa bepergian. Seri ZenBook terbaru yang akan dirilis tanggal 17 Januari di Indonesia adalah salah satu contohnya. Laptop terbaru ini tampil sebagai laptop paling ringkas di dunia dengan ukuran tidak lebih dari kertas A4.

Tidak hanya di kelas consumer, laptop profesional juga hadir dengan desain super ringkas. ASUS StudioBook yang diumumkan di CES 2019 merupakan contohnya. StudioBook merupakan mobile workstation yang ditenagai oleh prosesor Intel Xeon dan GPU Nvidia Quadro. Laptop ini dirancang khusus untuk para profesional yang membutuhkan performa komputasi serta mobilitas tinggi.

17 Januari, Indonesia Jadi Saksi Kehadiran Laptop Paling Ringkas di Dunia

0

Tanggal 17 Januari mendatang akan menjadi hari bersejarah bagi industri laptop ultraportable di Indonesia. ASUS mengumumkan akan merilis seri ZenBook terbaru yang merupakan laptop ultraportable premium dengan bodi paling ringkas di dunia bahkan ukuran bodinya tidak lebih dari kertas A4.

Seri ASUS ZenBook terbaru tersebut, hadir dalam ukuran layar 13, 14 dan 15 inci, akan menjadi standar baru di industri laptop ultraportable.

“Bersiaplah untuk menyambut laptop paling ringkas di dunia,” ujar Jimmy Lin,Regional Director ASUS South East Asia. “Dengan ukurannya yang lebih ringkas dari kertas A4, seri ZenBook terbaru kali ini akan menjadi standar baru untuk ultraportable laptop dengan dimensinya yang ringkas, bobotnya yang ringan dan ukurannya yang tipis,” ujarnya.

Tiga varian ZenBook yang akan dihadirkan adalah ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan ZenBook 15 UX533. Ketiganya telah dilengkapi dengan beragam fitur premium seperti NanoEdge Display dan ErgoLift Design. Selain itu, seri ZenBook terbaru akan tampil dengan performa yang lebih baik dari generasi sebelumnya berkat dukungan hardware terkini.

Lebih mewah, lebih ringkas, lebih powerful

ASUS terus mengembangkan cara agar laptop tidak hanya semakin tipis tetapi juga semakin ringkas. Solusi yang ditawarkan ASUS kali ini adalah melalui teknologi eksklusif NanoEdge Display yang membuat bezel pada empat sisi layar laptop dapat dibuat dengan ukuran sangat minimal, yakni hanya 2,8 milimeter hingga 5,9 milimeter saja.

Berkat NanoEdge Display, seri ZenBook terbaru kali ini memiliki bodi yang lebih ringkas dibandingkan dengan laptop sekelasnya saat ini. NanoEdge Display juga membuat laptop tersebut memiliki screen-to-body ratio yang sangat tinggi, yaitu mencapai 92% sehingga layarnya terlihat lebih lega dan hampir tanpa batas.

Selain tampil lebih ringkas, seri ZenBook terbaru ini juga tampil dengan performa yang powerful. Ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-8, ZenBook terbaru dapat diandalkan sebagai laptop untuk bekerja sekaligus hiburan. Bagi yang membutuhkan performa grafis ekstra, ASUS juga menyediakan model dengan GPU Nvidia GeForce.

“ZenBook terbaru kali ini merupakan senjata utama bagi para pengguna on-the-go,” jelas Jimmy. “Bodinya yang ringkas dan mudah dibawa bepergian, serta performanya yang powerful membuatnya menjadi sangat bisa diandalkan, baik untuk bekerja ataupun menikmati konten hiburan kapanpun dan dimanapun pengguna berada,” jelasnya.

Pada 17 Januari mendatang, ASUS Indonesia juga akan menggelar sesi live streaming peluncuran seri ZenBook terbaru yang bisa disaksikan melalui melalui laman media sosial resmi ASUS Indonesia di YouTube, Facebook dan untuk pertamakalinya di Instagram Live.

Trailer Baru Dead or Alive 6 Ungkap Semua Fitur dalam Game

0

Video baru Dead or Alive 6 diunggah oleh Team Ninja dan Koei Tecmo. Video ini merupakan rangkuman dan penjelasan dari berbagai macam fitur yang ada di dalam game.

Battle system dari game Dead or Alive 6 menjadi sorotan utama pada trailer di atas. Fitur triangle combat system membuat setiap petarung di Dead or Alive 6 memiliki kelemahan. Lalu ada fury combo dimana serangan combo bisa dikeluarkan hanya dengan satu tombol saja. Ada break blow, serangan counter yang bisa membuat lawan stun, dan breaks hold untuk keluar dari posisi terdesak.

Tidak ketinggalan, Dead or Alive 6 juga akan memiliki story mode. Game ini juga memiliki fitur customization character melalui fitur DOA Central. Jangan lupakan juga beragam karakter baru yang diperkenalkan di Dead or Alive 6, yaitu Nico dan Diego.

Dead or Alive 6 akan dirilis pada tanggal 1 Maret 2019 mendatang di PS4, Xbox One, dan PC. Gamer PS4 sudah bisa lebih dulu menjajal game ini di tahap beta yang dimulai dari hari ini sampai tanggal 14 Januari.

Tiru Steam, Epic Games Store Punya Regional Pricing dan Refund

0

Epic Games Store terus berbenah agar bisa menyaingi kompetitornya, Steam. Setelah menyempurnakan sistem bagi hasil, sekarang Epic Games Store juga telah mempunyai fitur regional pricing dan refund. Informasi ini diungkap langsung oleh Epic Games Store sendiri.

Director dari Epic Games Store, Sergey Galyonkin mengatakan jika saat ini sudah regional pricing sudah berlaku untuk 30 wilayah (130 negara). Namun untuk harga masih disesuaikan dengan dollar amerika. “Untuk memasukkan mata uang lokal membutuhkan waktu,” tulisnya.

Ia juga mengumumkan mengenai sistem refund yang berlaku di Epic Games Store. Syarat untuk refund di Epic Games Store adalah 14 hari semenjak pembelian dan 2 jam durasi permainan. Peraturan refund ini sama dengan yang diterapkan oleh Steam.

Perubahan dan perbaikan yang dilakukan oleh Epic Games Store adalah tanda-tanda yang positif. Artinya Epic Games Store memang ingin berusaha untuk go internasional dan menjangkau lebih banyak gamer di luar wilayahnya. Apakah pada akhirnya Epic Games Store bisa melawan monopoli Steam? Kita lihat saja nanti.

5 Hal Penting di Demo Resident Evil 2 Remake yang Perlu Diketahui

0

Hari ini demo game Resident Evil 2 Remake resmi dirilis. Buat kamu yang penasaran dengan game tersebut, bisa langsung mencoba. Demo ini tersedia di semua platform, yaitu di PS4, Xbox One, dan PC melalui Steam.

Pada demo Resident Evil 2 Remake, kamu akan memainkan Leon S. Kennedy. Map yang bisa diakses dalam demo ini adalah kantor polisi Racoon Police Departement (RPD). Selain melawan zombie, ada beberapa puzzle yang bisa dicoba dalam demo ini.

Keistimewaan dari versi demo Resident Evil 2 Remake ini adalah dilengkapi oleh timer. Kamu diberikan waktu 30 menit untuk menyelesaikan versi demo ini. Jika waktunya habis, maka kamu tidak bisa lagi memainkannya. Capcom telah menyiapkan “hadiah spesial” bagi gamer yang bisa menyelesaikan demo ini.

Karena inilah tim Playcubic telah menyiapkan beberapa tips mengenai hal-hal apa saja yang harus kamu ketahui soal demo Resident Evil 2 Remake. Cara ini hanya berlaku untuk versi PC di Steam saja. Berhubung gamenya sendiri belum rilis, sebaiknya versi demo ini dimanfaatkan sebaik-baiknya.

1. 30 Menit Bukan Berarti Harus Tamat Dalam Waktu 30 Menit

Banyak yang salah paham soal waktu 30 menit yang diberikan untuk memainkan Resident Evil 2 Remake. Waktu 30 menit ini adalah total waktu secara keseluruhan, bukan untuk satu kali playthrough saja. Artinya setelah demo ini selesai, kamu bisa memainkannya lagi selama belum 30 menit. Jika sudah lebih dari 30 menit, barulah demo ini terkunci dan tidak bisa dimainkan lagi.

2. Tips Menghemat Waktu

Karena dikejar oleh waktu, ada baiknya kamu mempercepat permainan. Cara pertama adalah terus lari dari zombie. Meski tidak lama, membunuh zombie tetap memakan waktu. Jika memang diperlukan atau kamu tidak bisa menghindar lagi, baru gunakan senjatamu untuk membunuh mereka. Cara kedua adalah menskip cutscene. Cara kedua ini sedikt merugikan. Kenapa? Karena cutscene sebetulnya menarik untuk dilihat.

3. Eksplorasi

Ternyata selain kantor RPD, kamu juga bisa menjelajah keluar. Ini adalah kesempatan untuk melihat seperti kondisi kota Racoon City yang hancur. Ada beberapa area yang wajib kamu kunjungi saat berada di luar. Misalnya halaman kantor RPD yang telah dibarikade dan zombie berusaha masuk dari luar. Sayangnya tidak semua lokasi bisa diakses dalam versi demo ini.

Ada beberapa bagian di dalam kantor polisi RPD yang wajib kamu kunjungi. Bagian pertama adalah ruang senjata. Di ruang ini kamu bisa mengupgrade senjata shotgun. Kuncinya bisa kamu dapatkan di salah satu ruangan tempat bertemu Licker. Ruangan kedua adalah ruang kantor dimana Leon akan disambut di hari pertama kerja.

4. Perhatikan Terus Timernya

Sekali lagi, waktu adalah hal utama yang harus dipehatikan saat memainkan versi demo Resident Evil 2 Remake. Jadi pastikan untuk terus memperhatikan timer selama bermain. Jika mau, timer di demo Resident Evil 2 Remake bisa dihilangkan dengan manipulasi.

Seseorang bernama “Capcom” mengklaim telah berhasil menemukan cara untuk mereset timer. Menurutnya ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama dengan mengunduh file khusus. Cara kedua adalah dengan memanipulasi data dalam file dan cloud saving. Cara ini jelas illegal dan rekomendasi tim Playcubic adalah jangan menggunakannya.

5. Spoiler Alert! Ini “Hadiah Spesial”nya

Tim Playcubic sudah mengingatkan. Bagian ini mengandung spoiler dan jika kamu tidak ingin melihatnya silahkan dilewati.

Setelah berhasil menyelesaikan versi demo Resident Evil 2 Remake, kamu akan mendapat kesempatan untuk melihat ending trailer. Sebetulnya isi video ini tidak berbeda dengan trailer-trailer sebelumnya. Kamu bisa melihat Claire Redfield, Ada Wong, Keluarga Birkin, dan beberapa jenis monster yang akan muncul dalam game.

Hal yang menarik adalah trailer ini juga memperlihatkan karakter rahasia, HUNK dan Tofu. Buat kamu yang belum tahu, HUNK adalah pasukan khusus dari Umbrella sedangkan Tofu adalah tahu yang bisa berjalan. Keduanya juga muncul sebagai karakter rahasia di game Resident Evil 2 klasik.

Jadi selamat mencoba demo Resident Evil 2 Remake. Jangan lupa, game aslinya baru dirilis tanggal 22 Januari mendatang di PS4, Xbox One, dan PC.