Setelah ramai masalah bocornya game Kingdom Hearts 3 sebeum jadwal rilis, Director Tetsuya Nomura angkat bicara. Dirinya menegaskan dan meminta mereka yang telah memainkan “versi leak” game ini untuk menikmatinya sendiri tanpa perlu memngumbar spoiler kepada orang lain.
“Seluruh tim telah bekerja sama sejak kemarin malam untuk menyelidiki apa yang bisa kami lakukan untuk memperbaiki situasi ini, tetapi pertama-tama kami ingin meminta Kami untuk tidak membagikan video ini,” tulis Nomura yang disebarkan melalui akun Twitter resmi Kingdom Hearts.
Dia menambahkan bahwa walaupun game “versi leak” tersebut sudah banyak menimbulkan spoiler, namun masih ada bagian-bagian dari game yang tetap menjadi rahasia. Ini termasuk film rahasia dan epilog yang memang rencananya akan diungkap oleh Square Enix setelah game ini dirilis resmi.
Credit : Kingdom Hearts Twitter Accout
Kingdom Hearts 3 akan dirilis secara resmi pada 29 Januari 2019 untuk PlayStation 4 dan Xbox One.
Kadita, hero baru Mobile Legends: Bang Bang akan hadir dua hari lagi, tepatnya pada 18 Desember 2018. Hero berjenis mage ini sendiri terinspirasi dari sosok mitologi Indonesia Nyi Roro Kidul, ratu penguasa pantai selatan.
Dalam kisahnya, Kadita dikenal sebagai putri kerajaan yang cantik dan mempesona di wilayah Jawa. Namun, seorang anggota kerajaan merasa iri dan berencana menjatuhkan Kadita dengan cara meminta seorang penyihir untuk mengutuknya.
Kutukan itu membuat kekaguman orang kepada Kadita perlahan-lahan memudar. Semua orang berbalik membenci dan menuduh Kadita sebagai penyihir karena penampilan yang sangat menyeramkan. Kadita kemudian terpojok dan diusir, demi menjaga nama baik kerajaan. Setelah terpojok oleh pasukan kerajaan, Kadita memilih melompat ke Laut Selatan sebagai jalan terakhir. Namun, Kadita diselamatkan oleh iblis laut yang mampu mematahkan kutukan tersebut. Sejak hari itu, Kadita menjadi ratu penguasa laut selatan.
Credit: Moonton Official
Kadita sendiri memiliki sejumlah skill yang semuanya merupakan elemen air. Dia mengeluarkan ombak yang bisa menimbulkan beberapa efek negatif bagi musuh, mulai dari slow hingga knock up. Selain memiliki potensi burst damage yang besar, Kadita juga memiliki potensi survive dari beberapa damage yang diterima menggunakan skill pertamanya yang memberikan efek immune.
Kadita sebenarnya sudah diperkenalkan pada Septer 2018 lalu. Dan berarti ini merupakan karakter kedua Mobile Legends: Bang Bang yang mengambil dari sosok mitologi asli Indonesia. Sebelumnya, tokoh wayang Gatotkaca, sudah terlebih dahulu hadir.
Kabar gembira untuk pemain Pokemon Go. Pasalnya pada event liburan kali ini kamu bisa menikmati beragam monster terbaru dan inkubator gratis.
Monster baru tersebut diantaranya Pikachus, Deliberd, dan Munchlax yang merupakan Snorlax yang sudah berevolusi. Tak hanya itu, ada juga Snover dan evolusinya Abomasnow, Chingling, Croagunk, dan Pokemon legendaris legendaris Azelf, Mespirit, dan Uxie.
dan tentunya kamu juga bsia menikmati mode Trainer Battle yang baru diluncurkan dua hari lalu. Event tersebut akan dimulai pada 18 Desember 2018 mendatang. So, jangan sampai ketinggalan ya!
Meskipun sutradara Final Fantasy XV Hajime Tabata baru-baru ini mengumumkan kepergiannya dari Square Enix namun hal tersebut tak membuat membuat Episode Ardyn, DLC terbaru Final Fantasy XV batal dirilis.
Dan kemarin, trailer untuk DLC tersebut telah diluncurkan. Dalam video berdurasi 34 detik tersebut, nampak sosok Ardyn Izunia yang duduk di atas singgasana.
Sosok antagonis ini adalah pria paruh baya, memiliki mata amber dan guratan wajah yang kuat. Dia mengenakan mantel berwarna hitam dan topi fedora dengan warna yang sama.
Sampai berita ini ditulis, masih belum ada kabar kapan DLC tersebut akan rilis.
Salah satu turnamen fighting game Evo Japan, tahun ini tidak akan menghadirkan Dragon Ball FighterZ dan Super Smash Bros. Ultimate dalam daftar game yang akan dipertandingkan.
Dalam cuitan akun Twitter resminya, Evo hanya mengumumkan 6 game saja yang akan dipertandingkan yaitu Tekken 7, Blazble Cross Tag Battle, Soulcalibur VI, Street Fighter V Arcade Edition, The King of Fighter XIV dan Guilty Gear Xrd Rev 2.
Mark Julio, Business Developer Evo menyatakan bahwa pihaknya tidak mendapat persetujuan dari penerbit kedua game tersebut. Evo Japan 2019 ini sendiri akan digelar pada 15 – 17 Februari 2019 di Fukuoka, Jepang.
Not every title was included in the main event that we originally hoped for. We couldn’t get approval from the publisher/owner. As unfortunate as this may be, we will still be supporting the communities and events at Evo Japan 2019 — more information on that later.
Hanya beberapa hari dirilis, Epic Games menyatakan bahwa senjata Infinity Blade akan ditarik dari Fortnite. Hal tersebut berdasarkan banyaknya kritik dan protes dari pemain akibat pedang tersebut overpowered alias terlalu kuat dan dinilai bisa berdampak ketidakseimbangan dalam game dan berlawanan dengan semangat kompetitif.
Pemain yang mendapatkan senjata ini dinilai bisa mengalahkan lawan-lawannya secara mudah. Selain bisa mengurangi HP lawan, Infinity Blade juga bisa menghancurkan benda dan structure di sekitarnya. Juga, pemain yang memegang pedang ini bisa mendapatkan auto heal dan auto regeneration HP.
Melalui akun Twitter resminya, Epic mengakui bahwa mereka telah membuat kekacauan dengan meluncurkan sebuah senjata yang kekuatannya tidak mereka perhitungkan secara baik. Untuk itu mereka akan melakukan evaluasi ulang mengenai hal ini.
Heya folks,
We messed up and rolled out the Infinity Blade overpowered / without good counters, especially in the end game.
The Infinity Blade has been Vaulted and we are re-evaluating our approach to Mythic items.
Mulai tanggal 14 Desember 2018 kemarin sampa nanti tanggal 27 Desember, game Subnautica bisa kamu download dan mainkan secara gratis melalui Epic Store.
Subnautica adalah game petualangan survival di dunia terbuka yang menggunakan sistem first-person perspective. Pemain akan berperan menjadi satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan kapal luar angkasa bernama Aurora dan terdampar di planet samudra bernama 4546B
Guna bertahan hidup, pemain diharuskan untuk mengumpukan berbagai sumber daya unik, membuat alat, pangkalan, dan berinteraksi dengan hewan liar di planet ini.
Subnautica dikembangkan dan diterbitkan oleh Unknown Worlds Entertainment, dan dirilis secara resmi pada bulan januari 2018 khusus untuk PC. Kemudian menyusul rilis untuk Xbox One dan PlayStation 4 padaDesember 2018.
Jika tertarik, kamu bisa download gamenya di sini.
Kingdom Hearts 3 tidak bisa dipungkiri adalah game yang paling ditunggu di tahun 2019. Fans Kingdom Hearts harus sabar menunggu bertahun-tahun untuk bisa memainkan game ini. Kingdom Hearts 3 dijadwalkan rilis di 25 Januari 2019, namun ada gamer yang sudah bisa memainkan game tersebut dari sekarang.
Dilansir dari Eurogamer, ternyata orang yang berhasil memperoleh Kingdom Hearts 3 lebih awal. Apakah cara orang tersebut untuk memperoleh game Kingdom Hearts 3 ini melalui jalan resmi atau illegal tidak diketahui. Orang ini juga menjual game tersebut melalui halaman Facebooknya.
Heads up, Kingdom Hearts fans:
The full version (!) of KH3 appears to be out in the wild (some screenshots and videos exist that I won't share here)
Akibatnya adalah di internet saat ini sudah beredar footage dari game Kingdom Hearts 3, seperti loading screen dan title screen. Bukan tidak mungkin kedepannya akan muncul video gameplay dan juga cutscene, bahkan mungkin ending. Bocoran ini jelas menganggu bagi para fans Kingdom Hearts yang pastinya tidak ingin melihat spoiler.
Jadi buat para fans Kingdom Hearts, lebih berhati-hati saat browsing di internet. Jangan sampai kena jebakan betmen berisi spoiler Kingdom Hearts 3.
Pada acara Granblue Festivel barusan, Cygames memperlihatkan gameplay dari game Granblue Fantasy Relink. Game action RPG ini akan awalnya dijadwalkan rilis di PS4 pada tahun 2018. Namun Cygames memutuskan untuk memundurkan tanggal rilisnya sampai waktu yang belum diketahui.
Berawal dari game mobile, Cygames telah menunjukkan kerja yang luar biasa dengan game Granblue Fantasy Relink. Karena akan dirilis di PS4, game tersebut memiliki grafis dan tampilan visual yang luar biasa. Gamer PS4 beruntung bisa memainkan game seperti ini di konsol. Sayangnya belum ada detail yang jelas mengenai game ini.
Selain mengumumkan game Granblue Fantasy Relink, Cygames juga membawa game lain di acara Granblue Festival. Game ini adalah game bergenre fighting, Granblue Fantasy Versus. Game ini akan dikerjakan oleh Arc System Works yang karyanya sudah tidak disangsikan lagi. Berikut adalah trailer perdananya:
Granblue Fantasy Versus akan dirilis di PS4 pada tahun 2019 nanti. Bagaimana menurut kamu? Pilih Granblue Fantasy Relink atau Granblue Fantasy Versus?
Akhir tahun 2018 akan segera tiba. Selama 12 bulan gamer telah dihibur oleh berbagai jenis game. Ada yang meninggalkan kesan bagus, ada juga yang membuat kesal, marah, pusing, dan gejala-gejala lainnya.
Sesuai tradisi yang dianut oleh media game, tim Playcubic akan merangkum 10 game paling mengecewakan di tahun 2018. Beberapa judul yang masuk dalam daftar ini adalah game eksperimen, jadi wajar jika kualitasnya tidak seperti harapan. Tapi jika gamenya adalah game AAA yang dibuat oleh developer dan publisher besar, itu tidak bisa diterima.
Apa sajakah game-gamenya? Berikut adalah daftarnya:
Fallout 76
Bencana! Itulah kata singkat untuk menjelaskan Fallout 76. Sejak diluncurkan pada tanggal 14 November 2018, game ini terus didera masalah. Salah satu masalah utama dari game ini adalah banyaknya bug dan glitch. Misalnya Power Armor bug yang membuat karakter pemain seperti gorila atau bom nuklir yang menyebabkan DC massal.
Fans game Fallout juga mengkritik dunia dalam Fallout 76 yang dinilai kosong. Selama ini game Fallout selalu memiliki alur cerita yang menarik. Tidak hanya itu, dunia dalam game tersebut dipenuhi oleh berbagai macam NPC yang bisa diajak berinteraksi dengan karakter pemain. Sayangnya hal-hal tersebut tidak ada di Fallout 76. Inilah yang akhirnya membuat fans merasa diasingkan.
Agony
Game siksa neraka, Agony juga tidak sesuai dengan ekspektasi gamer terutama para backernya. Gameplay yang monoton, lalu adegan penuh darah dan hubungan seksual dalam trailer malah tidak semuanya ada dalam game.
Developer Agony, Madmind sengaja mensensor beberapa adegan dalam game tersebut. Tujuannya adalah agar Agony mendapatkan persetujuan lembaga sensor dan bisa dipasarkan. Padahal Madmind berjanji kepada bara backer jika Agony tidak akan disensor. Janji Madmind untuk membuat versi director cutAgony pun dibatalkan karena masalah finansial.
Metal Gear Survive
Game yang satu ini memang sudah diprediksi gagal saat rilis. Penyebab utamanya tidak lain adalah Hideo Kojima. Karena sudah didepak, Konami sendiri yang mengerjakan Metal Gear Survive. Akibatnya game ini langsung dihakimi oleh para fans saat rilis. Mereka menganggap game ini tidak pantas menyandang nama Metal Gear. Bahkan Hideo Kojima pun mempertanyakan hubungan zombie dengan game Metal Gear.
Terlepas dari Kojima effect, gameplay Metal Gear Survive juga tidak spesial. Game ini menggunakan sistem yang sudah ada dalam game Metal Gear V: Phantom Pain, lalu mengganti tentara dengan zombie.
Overkill’s The Walking Dead
Overkill’s The Walking Dead merupakan contoh game yang termakan oleh hype trailer. Aiden yang menggunakan tongkat baseball untuk menghajar zombie, Grant yang tidak bisa move on dari cucunya yang sudah meninggal, Maya yang sebelumnya adalah seorang perawat, dan Heather yang babak belur. Semua trailernya dikemas dalam cinematic yang apik. Tapi sayang, dari segi gameplay ternyata tidak sesuai ekspektasi.
Koneksi dalam game Overkill’s The Walking Dead tidak stabil dan sering terputus tanpa alasan. Belum lagi tidak adanya fitur voice chat, kesulitan untuk matchmaking, sampai zombie glitch. Kegagalan game ini juga membuat publisher yang menaungi Overkill, Starbreeze, jatuh ke masalah finansial.
The Quiet Man
Game eksperimen milik Square Enix, The Quiet Man ibarat monster yang tercipta karena percobaan gagal. The Quiet Man adalah game unik karena sama seperti sang karakter utama yang tuli, game ini sama sekali tidak bersuara dan memiliki subtitle. Bagaimana gamer bisa mengerti game yang dimainkannya jika tidak ada penjelasan?
Gameplay brawl yang disuguhkan dalam game ini juga terkesan dangkal. Belum sudut pandang kamera bermasalah yang kerap menganggu pemain.
Dynasty Warriors 9
Ketika Koei Tecmo mengumumkan jika Dynasty Warriors 9 adalah game open world, para fans gembira. Sayangnya ketika dirilis, Dynasty Warriors 9 tidak sesuai ekspektasi.
Hal pertama yang dikeluhkan adalah ukuran map yang besar, namun kosong. Bahkan gamer menjuluki game ini sebagai horse simulator karena pemain lebih banyak menghabiskan waktu menunggang kuda daripada bertarung. Ironisnya Koei Tecmo justru menganggap hal tersebut sebagai terobosan baru untuk game Dynasty Warriors.
Masalah voice acting juga tidak luput dari sasaran para fans yang kesal. Ditambah lagi performa dari Dynasty Warriors 9 yang memang bermasalah.
Shadow of the Tomb Raider
Ambisi Square Enix dan Crystal Dynamics untuk memberikan ending yang sempurna di Shadow of the Tomb Raider ternoda. Dari segi grafis, game ini memang luar biasa. Namun dari segi cerita, Shadow of the Tomb Raider mengecewakan.
Gameplay tidak banyak mengalami perubahan dari dua seri sebelumnya. Untungnya platforming di game ini lebih baik dan bisa menutup kelemahan tersebut. Lalu untuk cerita juga ada masalah. Ada kesulitan untuk mengikuti alur cerita karena ada beberapa bagian cerita yang seakan hilang.
Pada bagian awal, Lara dianggap sebagai bad guy karena membuat dunia kiamat berkat keegoisannya. Namun perasaan ini entah kenapa menghilang pada pertengahan sampai akhir permainan. Ending dari Shadow of the Tomb Raider juga bisa dibilang anti-klimaks.
Sea of Thieves
Game eksklusif untuk konsol Xbox ini mengulang apa yang dilakukan oleh No Man’s Sky. Banyak konten yang hilang atau malah belum dibuat saat game ini dirilis. Belum lagi harganya yang tidak sesuai dengan kondisi gamenya.
Tema bajak laut yang diusung Sea of Thieves memang menarik. Tapi misi yang berulang-ulang dan tidak variatif membuat game ini jadi membosankan. Pada awal-awal Sea of Thieves memang menakjubkan pada awal, namun setelah dimainkan lama baru menunjukkan game ini menunjukkan bentuk aslinya.
Untungnya pihak developer mengerti kekurangan Sea of Thieves. Banyak update baru diimplementasi untuk menambal kekurangan game ini, tapi apakah itu akan membantu reputasi Sea of Thieves yang sudah rusak?
Battlefield V
Duel klasik Activision/Call of Duty dengan EA/Battlefield di tahun 2018 akhirnya mendapatkan pemenang. Diluncurkan lebih dulu, Call of Duty: Black Ops 4 sukses menarik gamer battle royale dengan mode Blackout. Lalu bagaimana dengan Battlefield V? Sayangnya game shooter ini seakan belum rampung dan dirilis terburu-buru karena deadline.
Beberapa konten Battlefield V saat hari peluncuran pertama belum dapat diakses. Developer dari Battlefield V, DICE mengimplementasi konten-konten tersebut secara berkala. Sayangnya mode battle royale Firestorm belum tersedia. DICE baru mengimplementasi mode ini pada bulan Maret 2019.
EA juga dikritik karena telah memberi diskon game Battlefield V dua minggu setelah dirilis. Harga diskonnya pun tidak main-main yaitu 50 persen. Kebijakan ini dikritik oleh fans yang membeli pre-order game tersebut.
Artifact
Memang genre game kartu bukanlah untuk semua kalangan. Tapi Artifact melakukan satu hal yang salah, yaitu Pay to Win. Sistem ini sudah menjadi sorotan sejak game tersebut dirilis. Apalagi mengingat Artifact mengambil tema dari game DOTA 2, game yang sudah dikenal dengan sistem Free to Play.
Jika di game kartu lain pemain diberikan kesempatan untuk mendapat kartu baru secara gratis, di Artifact kartu baru diperoleh dengan membayar. Akibatnya muncul ketidakseimbangan antara pemain yang membayar dengan yang tidak. Padahal base game Artifact sendiri tidaklah gratis, tapi harus dibeli.
Belakangan muncul kabar jika jumlah pemain Artifact terus menurun. Penurunan ini terjadi sejak tanggal 29 November, ketika Artifact dirilis pertama kali.
Itulah 10 game paling mengecewakan di tahun 2018 menurut tim Playcubic. Apakah salah satu dari judul di atas termasuk game yang kamu punyai.