Home Blog Page 745

Starter Pack Baru PlayStation 4 Hadir Dengan Storage 1TB!

0

Sony Interactive Entertainment Hong Kong Limited Singapore Branch (SIES) baru saja mengumumkan akan merilis starter pack konsol PS4 baru pada tanggal 3 Mei 2019 mendatang. Selain itu akan dirilis pula DUALSHOCK®4 Wireless Controller berwarna Alpine Green pada tanggal 18 Mei 2019.

Starter pack PS4 baru nanti akan dibanderol seharga IDR 5.699.000 dengan isi satu unit PS4™ Slim system (Jet Black, 1TB) dengan bundel game FIFA 19 (English/Chinese Version, Disc) dan Overcooked! 2 (English/Korean/Japanese/Simplified Chinese Version, Digital). Nah, DUALSHOCK®4 Wireless Controller berwarna Alpine Green akan dibenderol seharga IDR 899.000. Kalian yang berminat membeli kontroler tersebut harus gerak cepat karena jumlahnya terbatas.

Oke, selamat berburu!

ASUS Kenalkan Tiga Laptop Gaming Tipis dan Tangguh!

0

Pada tanggal 10 April 2019, ASUS baru saja meluncurkan tidak hanya satu tetapi tiga laptop gaming  yakni  Zephyrus GX701, GX531 dan TUF Gaming FX505DY. Kedua seri Zephyrus sendiri diklaim ASUS sebagai laptop tertipis di dunia dengan ditenagai oleh GPU NVIDIA GeForce terbaru dikombinasikan dengan prosesor Intel terbaik saat ini yakni intel Core 7i generasi kedelapan. Sedangkan untuk TUF Gaming FX505DY ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen 5 dan grafis Radeon RX560.

Kedua seri ROG Zephyrus memiliki bodi ultra tipis dengan ketebalan dibawah 2 cm. ROG Zephyrus memiliki dimensi hingga 40% lebih tipis dan 23% lebih kecil dari laptop gaming tradisional sekelasnya. Keduanya dibekali dengan layar berkualitas tinggi dengan bezel ultra tipis sehingga memiliki screen – to – body ratio yang besar yakni mencapai 81%. Seri ini juga mendukung visual gaming profesional dengan refresh rate sebesar 144 Hz dan responsetime hanya 3ms serta mampu menghasilkan warna pada color space sRGB hingga 100%. Performa yang kuat tentu akan menghasilkan panas bagi laptop, maka dari itu ASUS ROG Zephyrus dilengkapi dengan teknologi pendingin yang disebut Active Aerocooling System (AAS). Bagian bawah dari ROG Zephyrus akan terbuka dan keseluruhan bodi laptop akan terangkat sehingga terdapat rongga udara ekstra yang akan membuat proses pendinginan berjalan lebih optimal.

ASUS ROG Zephyrus GX701 dibekali dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 2080 (MaxQ) VRAM 8 GB DDR6 dengan bentang layar 17 inci dan prosesor Intel Core i7 – 8750H yang ltelah menggunakan konfigurasi 6 core dan 12 thread.Prosesor ini memiliki kecepatan hingga 4,1 Hz dengan dukungan RAM 24 GB DD4 dan penyimpanan menggunakan M.2 NVMe PCIe SSD berkapasitas 1TB yang sangat kencang. Sistem operasi untuk GX701 menggunakan Windows 10 yang mendukung API grafis modern seperti DirectX 12 sehingga menghadirkan pengalaman visual terbaik ketika bermain game. ASUS ROG Zephyrus GX701 dibenderol dengan harga IDR 55,999,000,- .

Berbeda dengan kakaknya ASUS ROG Zephyrus GX531 memiliki bentang layar sebesar 15,6 inci dengan spesifikasi hardware yang sama dengan GX701 tetapi memiliki pilihan penyimpanan dan GPU RTX yang bervariasi tergantung dari harga. Terdapat tiga varian yang bisa kalian pilih yakni:

  • Nvidia GeForce 2080 (Max-Q), RAM 24 GB dan penyimpanan sebesar 1 TB dibanderol dengan harga IDR 53,999,000,- .
  • Nvidia GeForce 2070 (Max-Q), RAM 24 GB dan penyimpanan sebesar 512 GB dibanderol dengan harga IDR 44,999,000,-.
  • Nvidia GeForce 2060 RAM 16 GB dan penyimpanan sebesar 512 GB dibanderol dengan harga IDR 37,999,000,-

TUF Gaming FX505DY yang disebut ASUS sebagai laptop gaming mainstream merupakan yang termurah. Dilengkapi dengan bentang layar berukuran 15,6 inci dan teknologi NanoEdge Display dengan ukuran bezel yang tipis yakni 6,5 milimeter serta fitur anti glare. TUF Gaming FX505DY memiliki bodi yang tangguh dan memiliki sertifikasi uji ketahanan berstandar militer MIL-STD 810G. Sertifikasi tersebut membuktikan bahwa perangkat ini telah lolos berbagai pengujian ekstrem seperti uji jatuh, temperatur, kelembapan dan radiasi sinar matahari. Ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen 5 3550H memiliki konfigurasi 4 core dan 8 threads dengan kecepatan pemrosesan hingga 3,7 GHz dengan fasilitas penyimpanan sebesar 1 TB. Prosesor ini juga didukung dengan GPU AMD Radeon RX560 yang memiliki VRAM 4GB DDR5 sehingga dapat menjalankan berbagai game terkini dengan baik. Fitur freesync juga sudah disematkan dalam laptop ini sehingga kalian tidak akan mengalami tearing ketika bermain. TUF Gaming FX505DY akan dibanderol dengan harga IDR 11,299,00,-

Event Kolaborasi Monster Hunter World x The Witcher Akhirnya Tiba di PC

0

Setelah rilis di konsol, akhirnya event kolaborasi Monster Hunter World x The Witcher akan rilis di PC. Capcom mengumumkan jika event tersebut bisa mulai dimainkan pada tanggal 9 Mei mendatang.

Buat kamu yang belum tahu, kolaborasi ini akan menghadirkan sosok The Witcher, Geralt of Rivia dalam dunia Monster Hunter World. Pemain bisa bermain sebagai Geralt dan menjalankan misi yang menggabungkan unsur kedua game.

Jika bisa berhasil menyelesaikan misi ini, pemain bisa mendapatkan berbagai macam hadiah unik, mulai dari gesture, background, sampai Geralt Armor set dan Witcher’s Silver Sword. Pada tanggal 17 Mei, akan ada misi lain yang lebih menantang. Hadiahnya adalah Ciri Armor set dan Zireael Dual Blades.

Detailnya lebih lanjut mengenai quest kolaborasi ini bisa kamu lihat di sini.

BEKRAF Game Prime 2019 Diumumkan, Catat Tanggalnya!

0

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) bersama dengan INSIDEA Network dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) akan kembali menggelar BEKRAF Game Prime 2019. BEKRAF Game Prime 2019 digelar selama tiga hari, dimulai dari Business Day pada tanggal 12 Juli 2019 bertempat di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta dan Public Day selama dua hari (13 dan 14 Juli 2019) bertempat di Balai Kartini, Jakarta.

Tema yang diusung pada BEKRAF Game Prime 2019 adalah “Game is the Future of Sport, Entertainment and Business” Diharapkan event ini bisa mengakomodasi dan memberikan informasi kepada para pelaku industri maupun masyarakat umum mengenai masa depan industri game yang terus bergerak cepat mengikuti tren.

“Melalui BEKRAF Game Prime 2019 ini kami ingin menunjukkan seperti apa tren industri gim saat ini dan masa depan. Harapannya, para pelaku industri gim Indonesia bisa mempersiapkan diri dengan baik agar bisa menjadi pemain kunci di pasar dalam negeri. Selain itu, kami juga ingin menunjukkan potensi gim yang sebenarnya dan mengubah persepsi masyarakat awam yang menganggap bahwa bermain gim adalah aktivitas yang dipandang sebelah mata,” kata Monica Kansy, Chief Event and Community Officer dari INSIDEA.

Pada Business Day, BEKRAF Game Prime 2019 akan mengumpulkan para pelaku industri gim Indonesia dan mancanegara untuk saling bertukar ilmu dan membangun relasi. Business Day akan diisi dengan beragam seminar yang mengedukasi dan menginspirasi dari pembicara lokal dan internasional. Tidak hanya itu, akan dihadirkan pula pelaku industri gim lokal yang sukses bekerja di studio internasional untuk berbagi pengalamannya.

Seminar dan berbagi pengalaman soal gim di BEKRAF Game Prime 2019

Sedangkan Public Day akan mengusung konsep eksibisi, dimana ribuan pengunjung akan diajak untuk bermain gim di ratusan booth yang tersedia selama dua hari penuh. Para pelaku industri gim lokal dapat memamerkan hasil karyanya yang kemudian akan dinikmati oleh masyarakat yang hadir. Bukan hanya itu, akan ada juga beberapa hiburan lain seperti Virtual Reality (VR) Area, Board Game, Toys, Artist Alley, serta berbagai kompetisi eSport yang bisa diikuti dan ditonton.

Akan ada turnamen eSport di BEKRAF Game Prime 2019

Salah satu menu utama dalam BEKRAF Game Prime 2019 ini adalah Indie Showcase yang bakal diikuti oleh 50 developer gim indie terbaik Indonesia. Selain itu, BEKRAF Game Prime 2019 juga akan menganugerahkan penghargaan kepada para developer gim Indonesia.

Untuk detail lebih lanjut dari BEKRAF Game Prime 2019 bisa kamu lihat di sini.

Teaser Star Wars Jedi: Fallen Order Muncul!

0

Akhirnya, EA dan Respawn merilis teaser dari Star Wars Jedi: Fallen Order. Namun jika kamu ingin melihat gameplay-nya, kamu harus bersabar sampai weekend ini. EA dan Respawn akan mengunggah trailer perdana dari Star Wars Jedi: Fallen Order pada hari Sabtu, 13 April 6.30 PM waktu GMT (Minggu 14 April 1:30 AM waktu WIB).

Star Wars Jedi: Fallen Order akan masuk dalam timeline Star Wars, tepatnya setelah Star Wars: Episode III-Revenge of the Sith. Karakter utama di game ini adalah seorang padawan yang berhasil selamat dari pemusnahan Jedi oleh Sith. Game ini menggunakan gaya third person dan dibuat dengan Unreal Engine 4. Untuk jadwal rilis, Star Wars Jedi: Fallen Order dijadwalkan rilis tahun ini pada musim liburan nanti.

Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu juga antusias untuk melihat seperti apa game Star Wars buatan EA dan Respawn ini?

Remnant From the Ashes Dapatkan Tanggal Rilis

0

Game buatan Gunfire Games dan Perfect World Entertainment, Remnant From the Ashes akhirnya mendapatkan tanggal rilis. Game ini rencananya akan dirilis pada tanggal 20 Agustus 2019 di PS4, Xbox One, dan PC.

Remnant From the Ashes adalah game third person shooter. Game ini bisa dimainkan sendiri atau bersama dengan pemain lain. Menurut keterangan resminya, Remnant From the Ashes bisa dimainkan oleh tiga pemain sekaligus. Cerita dari game ini adalah bumi yang diinvasi oleh monster dari dimensi lain. Selain di bumi, pemain juga bisa menjelajah dimensi lain. Telah dipastikan, setidaknya ada empat dimensi yang bisa didatangi pemain.

Remnant From the Ashes memiliki fitur crafting dan juga upgrade. Benda yang digunakan untuk crafting dan upgrade bisa diperoleh dari membantai monster. Game ini memiliki 100 jenis musuh dengan 20 boss. Setiap boss membutuhkan taktik yang berbeda untuk dikalahkan.

Detail dari Remnant From the Ashes bisa kamu lihat di website resminya di sini.

Akhir Tahun 2019, Monster Hunter Online akan Ditutup

0

Setelah lima tahun berjalan, akhirnya umur Monster Hunter Online akan mencapai akhirnya. Tencent telah mengumumkan jika game tersebut akan resmi ditutup pada tanggal 31 Desember 2019.

Tercantum dalam website resmi mho.qq.com, Tencent menjelaskan alasan kenapa mereka memutuskan untuk menutup Monster Hunter Online. Penutupan ini ternyata karena kerjasama yang dilakukan oleh Tencent dengan pemegang IP Monster Hunter, Capcom telah berakhir. Capcom ternyata tidak memiliki rencana untuk melanjutkan kerjasama tersebut.

Saat Monster Hunter Online diluncurkan pada 2015 lalu, game ini langsung diminati oleh para fans di PC. Ketika Monster Hunter World akhirnya muncul di PC, para fans pun berpindah. Mungkin hal itulah yang menjadi alasan kenapa Capcom akhirnya memutuskan untuk mengakhiri Monster Hunter Online yang dipegang oleh Tencent.

Mulai dari tanggal 9 April, pemain baru sudah tidak bisa registrasi untuk memainkan Monster Hunter Online. Ketika server akhirnya ditutup pada tanggal 31 Desember nanti, Tencent akan menghapus semua akun dan data.

Pengakuan Mantan Developer: Steam Membunuh PC Gaming!

0

Membicarakan mengenai Steam vs Epic seakan tidak ada habisnya. Selalu ada saja kontroversi baru yang diributkan.

Suara bising ini akhirnya membuat mantan developer Valve, Richard Geldreich angkat bicara di Twitter. Secara blak-blakan ia menyebut jika Steam justru membunuh PC gaming.

Hal utama yang dipermasalahkan oleh Geldreich adalah mengenai  pajak penjualan. Menurutnya pajak sebesar 30 persen yang diambil Steam tidak masuk akal. Ia juga menyebut jika Valve bisa berbuat seenaknya kepada developer. “Anda tidak tahu berapa besar uang yang dikeruk oleh Valve dari Steam. Jika diibaratkan, Steam adalah mesin pencetak uang. Apa yang dilakukan oleh Epic adalah memperbaiki semua itu,” tulisnya.

Geldreich juga memprediksi masa depan dari Steam. Menurutnya Epic akan meneruskan trend eksklusif dan Steam akan ketinggalan kereta. “Epic dan launcher lainnya pada akhirnya akan menjadi destinasi game AAA, sedangkan Steam dipenuhi oleh game indie dan game porno,” tulisnya.

Meski begitu, Geldreich setuju jika Epic Games Store tidak memiliki fitur pendukung sebagus Steam. Menurutnya itu adalah PR yang harus secepatnya diselesaikan oleh Epic.

Belum lama ini Epic telah mendapat hak eksklusif untuk Borderlands 3 di PC. Tidak hanya itu, sempat muncul rumor jika Epic akan menjadi platform ekslusif  bagi Red Dead Redemption jika akhirnya rilis di PC. Akankah hal itu terjadi?

Bagaimana menurut kamu?

3 Era yang Mungkin Jadi Latar Assassin’s Creed Selanjutnya

0

Sudah menjadi semacam tradisi bagi gamer untuk menebak-nebak era dari Assassin’s Creed terbaru. Biasanya sebelum tebak-tebakan ini muncul, beredar lebih dulu bocoran atau teaser yang tersembunyi.

Masih ingat pada 2014 saat Kotaku membocorkan mengenai Assassin’s Creed Victory aka Assassin’s Creed Syndicate. Hal yang sama berlanjut pada 2016. Muncul bocoran mengenai Assassin’s Creed Origins yang saat itu disebut dengan kode nama Empire. Kesamaan dari dua hal ini adalah semua bocoran ternyata adalah fakta.

Sekarang di 2019, gamer sepertinya sudah tidak sabar untuk mengetahui informasi tentang Assassin’s Creed selanjutnya. Ubisoft sendiri sudah mengumumkan jika tidak ada game Assassin’s Creed baru yang diumumkan pada 2019. Namun, hal tersebut tidak menghentikan para fans untuk mencari tahu sendiri. Hasilnya muncul berbagai macam rumor:

Era Shogun di Jepang

Teori jika game Assassin’s Creed selanjutnya akan berada di Jepang muncul pada tahun 2018. Teori ini diungkap oleh seseorang bernama DoktahManhattan di Reddit. Ia menggunakan screenshot dari Assassin’s Creed sebagai petunjuk.

Seperti yang kamu lihat di atas, screenshot tersebut memperlihatkan 3 lambang. Lambang pertama adalah mata milik Horus dari Assassin’s Creed Origins. Lambang kedua adalah milik Assassin’s Creed Odyssey. Lalu lambang ketiga menurut DoktahManhattan merupakan lambang dari kuil di Jepang. Inilah yang akhirnya ia simpulkan sebagai semacam petunjuk untuk lokasi dari Assassin’s Creed selanjutnya.

Assassin’s Creed Legion di Roma

Pada awal tahun 2019, muncul lagi kabar jika Ubisoft akan menggunakan Roma sebagai lokasi dari Assassin’s Creed yang baru. Tidak hanya itu, bocoran yang diunggah di website Fireden ini juga mengungkap tanggal rilis serta gameplay.

Assassin’s Creed Legion akan dirilis pada tahun 2020. Platform yang dituju adalah platform saat ini dan next-gen. Gameplay akan lebih condong ke gaya Assassin’s Creed klasik. Storyline berhubungan dengan politik pada masa pemerintahan Commodus, putra Marcus Aurelius. Karakter utama ada dua, seorang pria dan wanita yang merupakan keturunan langsung dari Assassin’s Creed Odyssey. Detail lebih lanjutnya bisa kamu lihat di sini.

Petualangan Berlanjut di Dunia Viking

Informasi terbaru mengenai era Assassin’s Creed selanjutnya menjadi teaser dalam game The Division 2. Teaser ini muncul dalam bentuk poster.

Informasi ini dipublikasikan oleh seorang YouTuber bernama JorRaptor. Ia membicarakan mengenai poster di The Division 2 yang berada di dalam Potomac Event Center. Poster ini bergambar seorang dewa/dewi yang membawa semacam benda yang mirip dengan Apple of Eden. Apple of Eden merupakan salah satu artifak yang memegang peran penting di dunia Assassin’s Creed. Pada bagian atas poster tertulis Valhalla yang merupakan tempat suci dari mitologi nordik. Game ini diberi kode nama Kingdom.

Apakah poster ini merupakan teaser yang sengaja dibuat oleh Ubisoft? Atau jangan-jangan hanya imajinasi dari yang melihat saja?

Tahun 2020 masih jauh. Artinya rumor mengenai Assassin’s Creed masih akan terus berkembang. Belum tentu Ubisoft akan merealisasikan rumor tersebut. Mungkin saja mereka malah menggunakan tema yang tidak disangka-sangka misalnya masa depan.

Bagaimana menurut kamu?

Review Sekiro Shadows Die Twice: Game Parry Simulator 2019

0

Seperti yang sudah diprediksi, Sekiro: Shadows Die Twice bukanlah sembarang game. Dibuat oleh From Software yang juga pencipta dari Dark Souls dan Bloodborne, Sekiro: Shadows Die Twice tidak ditujukan bagi mereka yang berjiwa lemah. Game ini menuntut pemainnya untuk “git gud” jika tidak ingin mati terus-terusan.

Jujur, saya bukanlah game hardcore semacam Dark Souls. Biasanya saya berusaha menghindari game semacam itu. Tapi khusus untuk Sekiro: Shadows Die Twice, ada alasan khusus kenapa saya memutuskan untuk memainkannya.

Saya ingat dengan pernyataan developer From Software pada 2018 dulu jika Sekiro: Shadow Die Twice awalnya akan dibuat menjadi game Tenchu. Dari gameplay yang saya lihat pada trailer juga terdapat unsur gameplay stealth. Saya lalu berpikir jika game ini akan berbeda dengan Dark Souls dan Bloodborne. Belum lagi saya juga kangen dengan game Tenchu. Berdasarkan pemikiran tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk memainkan Sekiro: Shadows Die Twice. Hasilnya ternyata tidak disangka.

Meski sempat putus asa sekaligus kagum akan tingkat kesulitan game ini, entah kenapa saya betah untuk terus memainkannya. Ada beberapa hal yang menurut saya membuat game ini “lebih jinak” dibandingkan Dark Souls dan Bloodborne.

Cerita Sekiro: Shadow Die Twice

Sudah menjadi kebiasaan dari From Software untuk mengutamakan gameplay dari storyline. Meskipun adapun, pemain tidak bisa merasakannya karena sudah frustasi duluan dengan gameplay.

Sekiro: Shadow Die Twice menceritakan kisah dari seorang Shinobi bernama The Wolf. Ia adalah seorang Shinobi yang ditugaskan untuk melindungi seorang anak dengan kemampuan misterius yang dinamai The Divine Heir. Kemampuan unik ini menyebabkan anak tersebut menjadi perhatian banyak pihak yang juga menginginkannya.

Deflect Simulator 2019

Sistem baru yang diperkenalkan oleh From Software di Sekiro: Shadows Die Twice adalah deflect. Sistem ini lalu dikombinasi dengan sistem posture. Jika meteran posture musuh telah habis, pemain bisa memberikan deathblow dengan animasi yang keren.

Saya akan ulas mengenai sistem deflect terlebih dahulu. Sistem ini merupakan core dari game Sekiro: Shadows Die Twice. Jika ingin menyelesaikan game ini, pemain wajib menguasainya. Semua serangan musuh di game Sekiro: Shadows Die Twice dapat di-deflect, kecuali serangan spesial. Ini alasannya kenapa saya menyebut Sekiro: Shadows Die Twice sebagai game deflect simulator 2019.

Mekanisme dari sistem deflect ini adalah setiap serangan yang berhasil di-deflect akan mengisi meteran dari posture. Jika meteran ini sudah penuh, maka musuh akan stun sejenak. Inilah saatnya bagi pemain untuk memberikan deathblow. Biasanya diperlukan satu deathblow untuk menghabisi musuh biasa, sedangkan untuk bos biasanya dua kali.

Jika tidak memungkinkan untuk deflect, pemain bisa menahan dengan block biasa. Tapi hati-hati, karena block justru membuat meteran posture dari Wolf terisi. Pemain harus paham kapan momen untuk melakukan deflect, menyerang, dan block.

Sistem deflect sebetulnya bukanlah sesuatu yang baru di game milik From Software. Dark Souls dan Bloodborne juga memiliki sistem ini, namun tidak intens seperti Sekiro: Shadows Die Twice.

Bisa Assassinate Juga

Meski bukan lagi game Tenchu, From Software berbaik hati dengan mengimplementasi skill untuk assassinate. Pemain bisa membunuh musuh dengan sekali serang jika menggunakan skill ini. Saya sering menggunakan assassinate, karena menurut saya inilah cara paling mudah untuk membunuh musuh.

Tidak hanya creep atau musuh biasa saja yang bisa di-assassinate. Bahkan mini boss pun juga bisa. Pastikan target tidak melihat saat didekati dan BOOOM! Buat kaget dengan serangan diam-diam.

Memilih Prostetic dan Arts

Seperti yang sudah kamu lihat di trailer, karakter utama Sekiro: Shadow Die Twice memiliki tangan buatan atau prostetic. Tangan ini memiliki banyak fungsi, bisa digunakan sebagai grapling hook dan juga senjata untuk melempar kunai atau menyabet dengan kapak.

Jenis prostetic yang bisa dipilih

Prostetic memiliki banyak variasi, tapi hanya tiga saja yang bisa di-equip oleh Wolf. Seperti game Mega Man, beberapa boss di Sekiro: Shadow Die Twice memiliki kelemahan dengan prostetic jenis tertentu. Jadi pastikan untuk menggunakan prostetic arm yang sesuai dengan kondisi. Prostetic arm ini juga bisa diupgrade agar kemampuannya meningkat.

Selain prostetic arm, ada juga arts. Kemampuan ini bisa diperoleh dengan menggunakan experience point. Arts dibagi menjadi dua tipe, yaitu active dan passive. Khusus untuk active, pemain hanya bisa menggunakan dua arts saja. Sedangkan passive bisa digunakan sebanyak apapun. Pada awal permainan hanya ada tiga arts. Sisanya diperoleh dari mengalahkan boss tertentu.

Menu arts dan skill yang bisa di-unlock

Ada kekurangan yang menurut saya cukup vital dari sistem arts. Pemain tidak diizinkan untuk mereset skill yang sudah mereka unlock. Padahal untuk memperoleh experience point tidaklah mudah. Experience point hanya bisa didapat dari membunuh musuh, dan semua musuh di game ini sangat berbahaya, tidak peduli itu creep atau boss. Salah sedikit nyawa melayang plus experience point yang sudah didapat. Ya, experience point akan turun jika pemain terbunuh, dan parahnya lagi tidak bisa didapatkan kembali! Jadi sebisa mungkin jangan sampai mati di game ini.

Selain itu tidak ada penjelasan yang cukup jelas dari skill yang akan diambil. Ibarat kucing dalam karung, pemain sama sekali tidak tahu seperti apa nantinya skill yang diambil karena tidak bisa mencoba dulu. Jika ternyata skillnya tidak sesuai maka habis sudah. Pemain harus farming experience point dari awal lagi.

Resurrection

Ini alasannya kenapa game ini diberi judul Sekiro: Shadow Die Twice. Jika terbunuh, Wolf bisa hidup kembali dengan resurrection. Kemampuan ini memastikan pemain memiliki continue jika mati dalam pertempuran. Namun kemampuan ini juga memiliki dampak negatif terhadap NPC yang berinteraksi dengan Wolf.

Jika mati pilihannya ada dua, die atau resurrect

Jika sering mati, maka Wolf akan menularkan semacam penyakit bernama Dragonrot ke NPC. Pada awalnya saya mengira jika NPC yang terkena Dragonrot akan mati dan berdampak dengan storyline. Namun pada kenyataannya tidak, NPC-NPC tersebut tidak mati.

Efek Dragonrot ini hanya berdampak kepada Unseen Aid. Sedikit penjelasan, Unseen Aid satu-satunya cara agar experience point dan uang tidak berkurang saat Wolf mati. Unseen Aid ini menggunakan presentase, artinya skill tidak muncul setiap saat. Jika NPC terkena Dragonrot maka presentase Unseen Aid menurun. Jadi kesempatan untuk mendapatkan bantuan tersebut juga semakin jarang.

Tidak Ada Atribute yang Detail Seperti Dark Souls

Tidak perlu khawatir untuk mendistribusikan attribute setiap level up di Sekiro: Shadows Die Twice. Tidak seperti Dark Souls, Sekiro: Shadows Die Twice tidak memiliki attribute yang mendetail. Namun, kamu tetap bisa menaikkan limit dari health bar, attack, dan posture.

Prayer Bead untuk health dan posture, Memory untuk attack

Setiap kali melawan mini boss dan boss, pemain akan mendapatkan item khusus. Jika jumlah item yang dibutuhkan sudah sesuai, pemain bisa menggunakannya untuk meningkatkan attribute. Jadi ingat, pastikan untuk membunuh semua mini boss dan boss yang dijumpai.

Kesimpulannya

Saya ulangi lagi, Sekiro: Shadows Die Twice bukan untuk gamer yang mudah memyerah, bukan untuk gamer yang gampang emosi, bukan untuk gamer yang mencari game casual.

Sekiro: Shadows Die Twice adalah game hardcore. Meski memiliki skill assassinate, deflect, resurrection, hal-hal tersebut sama sekali tidak terlalu berdampak dengan tingkat kesulitan Sekiro: Shadows Die Twice yang memang sudah susah. Namun fitur-fitur tersebut berhasil membuat game ini menjadi lebih berwarna.

Sekiro: Shadows Die Twice juga sangat punishing bagi pemainnya. Tidak reset untuk skill artinya pemain akan stuck jika mengambil skill yang salah. Belum lagi farming experience point di game ini sedikit menyebalkan. Karena setiap kali mati, experience point akan berkurang/

Tapi, jika kamu suka dengan game seperti Dark Souls dan Bloodborne, maka kamu akan menyukai Sekiro: Shadows Die Twice. Tema Jepang yang diangkat dalam game ini ibarat menyegarkan suasana. Karena di Dark Souls dan Bloodborne, From Software selalu menggunakan tema dari Eropa.

Selain mencoba di PS4, saya juga memainkan game ini PC. Khusus untuk PC, saya bisa mengkonfirmasi jika spesifikasi Sekiro: Shadows Die Twice tidak demanding. Untuk masalah replay value, saya ragu ada gamer yang ingin memainkan game ini sekali lagi setelah tamat.

*Sekiro: Shadows Die Twice yang direview adalah versi PS4 dan PC