Sudah dua film John Wick dirilis, namun belum ada video gamenya. Pada film ketiganya nanti yang dirilis pada bulan Mei ini, John Wick: Chapter 3 – Parabellum akan didampingi oleh video game berjudul John Wick Hex. Game ini dikembangkan oleh Bithell Games dan Good Shepar Entertainment. Berikut adalah trailer perdananya:
John Wick Hex bergenre stealth action. Dalam game ini kamu tidak menembak musuh secara membabi-buta, melainkan dengan strategi. Bisa dibilang dalam game ini kamu akan mengatur koreografi dari John Wick saat ia menghabisi musuhnya.
John Wick Hex memiliki story mode. Kamu juga bisa mengganti baju dan senjata yang digunakan oleh John Wick. Peluru dalam game ini terbatas, sehingga kamu harus bisa menentukan kapan harus menembak dan kapan menghindar.
John Wick Hex akan dirilis di konsol dan PC. Versi PC akan meluncur terlebih dahulu dan tersedia di Epic Games Store. Versi konsol menyusul belakangan.
Game roguelike Dead Cells sempat memukau gamer saat dirilis pada 2018 lalu. Sekarang developer Motion Twin berniat untuk melanjutkan kesuksesan tersebut dengan merilis Dead Cells versi mobile. Game ini nantinya akan dirilis di android dan juga iOS.
Dead Cells versi mobile ini akan tetap sama seperti versi konsol dan PC. Untuk menyerhanakan gameplay, developer akan mengimplementasi fitur baru seperti auto-hit. Interface dan kontrol dari game ini juga akan disesuaikan dengan perangkat mobile.
Dalam Dead Cells, kamu akan berperan sebagai hasil eksperimen yang gagal dan ingin melarikan diri. Dikemas dengan gaya 2D, Dead Cells menggabungkan unsur roguelike dengan gaya permainan hardcore ala Dark Souls. Bunuh, belajar, mati, ulangi, inilah yang kamu lakukan saat memainkan Dead Cells.
Versi mobile Dead Cells rencananya akan dirilis pada tahun ini. Versi iOS akan dirilis lebih dulu pada musim panas nanti. Untuk versi android menyusul.
Game sensasional Apex Legends dipastikan melebarkan sayapnya, dari konsol dan PC menuju ke mobile. EA telah mengkonfirmasi jika pengembangan versi mobile game battle royale tersebut telah berjalan.
CEO EA, Andrew Wilson dalam laporan finansial mengatakan pengembangan versi mobile Apex Legends ini penting untuk rencana ke depan. Saat ini rival dari Apex Legends, yaitu Fortnite dan PUBG telah memiliki versi mobile. EA juga tengah melakukan negoisiasi untuk meluncurkan Apex Legends di China.
Mengingat besarnya pasar game di China, EA berharap bisa mengeruk lebih uang jika merilis game populernya di negara tersebut. EA sendiri belum mengumumkan tanggal pasti kapan versi mobile Apex Legends dirilis.
Informasi lainnya yang diungkap Wilson adalah mengenai battle pass season 2 untuk Apex Legends. EA berencana untuk mengumumkan battle pass season 2 untuk pada event E3 Play 2019 pada bulan Juni nanti.
Sony Interactive Entertainment Singapore Private Limited (SIES) baru saja mengumumkan bahwa game Dreams Universe sudah tersedia di PlayStation Store (Early Access).
Media Molecule, studio dibalik suksesnya LittleBigPlanet dan Tearaway dengan bangga meluncurkan Dreams Universe secara eksklusif ke PS4. Game ini memberikan kesempatan kepada gamer untuk menggali seluas-luasnya imajinasi kreatif yang mereka miliki. Gamer dapat membuat game, musik, film, karya seni dan menjelajahi arti dari kreatifitas. Dengan Early Access kalian dapat mengakses creator tools Dreams Universe lebih dulu sebelum peluncuran game. Dreams Universe sendiri dibanderol seharga IDR 429.000 di PS Store.
Informasi detil mengenai Dreams Universe bisa kalian simak di sini. Saksikan trailer Dreams Universe Early Access pada video di bawah ini.
EA telah memastikan adanya game Need for Speed baru. Game bertema racing ini dipastikan bakal rilis pada tahun ini. Tidak hanya Need for Speed, EA juga akan merilis Plants vs. Zombies juga di tahun ini.
Informasi ini terungkap dari laporan finansial EA. Disebutkan jika Need for Speed dan Plants vs. Zombies akan dirilis pada kuartal yang sama dengan Star Wars: Jedi Fallen Order. Baik Need for Speed dan Plant vs. Zombies akan rilis di konsol (PS4 dan Xbox One) serta PC. Tidak detail lain yang diiungkap mengenai kedua game tersebut. Kemungkinan EA akan membicarakannya lebih banyak pada event E3 Play 2019 di bulan Juni mendatang.
Need for Speed dan Plant vs. Zombies adalah bagian dari judul game yang menjadi andalan EA. Game seperti ini biasanya dirilis per tahun seperti Battlefield. Karena setiap tahun selalu muncul yang baru, game seperti ini biasanya cenderung monoton dan minim kreativitas.
Bagaimana menurut kamu? Apakah Need for Speed baru nanti akan mengulang gaya dan konsep yang sama dengan game sebelumnya?
Klappanome, tim pengembang game asli Indonesia meluncurkan aplikasi permainan terbarunya berjudul Sunset Road, game cerita singkat di mana tokoh utamanya adalah sepasang kekasih dalam perjalanannya berlibur ke pantai, dan pemain akan menentukan akhir jalan cerita berdasarkan pilihan yang diambil. Sunset Road menyajikan gaya gambar original dengan warna-warna hangat, yang memanjakan mata dan hati.
Sunset Road adalah permainan tentang road trip, mengisahkan sepasang kekasih dalam perjalanannya mengendarai mobil menuju ke pantai. Pemain disuguhi dengan dialog jawaban yang harus dipilih untuk melanjutkan cerita ke berbagai lokasi dengan pemandangan indah, sebelum akhirnya tiba di pantai. Bisa saja pemain menemukan semua lokasi dalam satu kesempatan bermain, atau harus mengulang permainan dengan pilihan jawaban berbeda.
Apakah lebih penting menikmati perjalanan atau menamatkan cerita? semuanya terserah masing-masing pemain. Sah saja jika langsung menuju pantai, atau berhenti sesaat untuk menikmati pemandangan. Yang pasti, pilihan dialog dipengaruhi oleh respon dari sang kekasih—jadi, lihatlah situasi dan baca suasana hatinya sebelum bicara.
Tak hanya soal cerita, tetapi juga estetika. Sunset Road menyuguhkan nuansa retro dan berbagai macam vista. Berbagai pemandangan indah dan adegan menarik menunggu sepanjang perjalanan. Klappanome mengajak para pemain untuk membuat kenangan manis, dan menemukan kejutan di bagian terakhir.
Inti cerita game ini untuk para pemainnya adalah“Sebagaimana indah perjalanan kalian?”
Sunset Road Diberikan Secara Gratis, Fitur Terbuka Lengkap, Tanpa Iklan
Sunset Road adalah bentuk surat cinta dari Klappanome kepada para pemain dan terutama International Mobile Gaming Awards (IMGA) atas perhatian, nominasi, dan penghargaan yang telah diberikan dalam beberapa kesempatan baru-baru ini.
Klappanome menyediakan Sunset Road sebagai game utuh lengkap yang bisa diunduh gratis, dimainkan berkali-kali, dimainkan secara offline – tanpa koneksi internet, tanpa ada iklan, tanpa ada hal apapun yang harus dibeli dalam game.
Sebelumnya di ajang IMGA Asia Tenggara tahun 2018, game lain buatan Klappanome berjudul VALZ telah memperoleh penghargaan Excellence in Audio, dan di IMGA 2019 menjadi satu-satunya nominasi game dari Indonesia untuk kategori People’s Choice Award.
Idea Factory International mengumumkan bahwa peluncuran Arc of Alchemist yang dijadwalkan pada musim panas 2019 ke wilayah Amerika Utara dan Eropa, ditunda menjadi musim dingin 2019 ke PS4. Wilayah Amerika Utara nantinya hanya akan mendapatkan game berformat digital saja, sedangkan wilayah Eropa akan mendapatkan format fisik dan digital.
Tujuan utama dalam game ini adalah mencari Great Power, kunci yang dapat menyelamatkan peradaban manusia. Gamer berperan sebagai Quinn Bravesford, seorang yang mewakili kerajaannya dan memimpin pasukan prajurit untuk bertarung melawan musuh yang menghadang. Raja sudah memerintahkan untuk mengirim tim mencari sesuatu yang penting di Desert of Beginnings, nah Quinn lah yang terpilih menjadi kapten dari misi tersebut.
Untuk saat ini simak saja dahulu beberapa screenshots terbaru game pada kumpulan gambar di bawah.
Platinum Games secara tidak langsung mengumumkan jika mereka sedang mengerjakan game baru. Game ini diklaim akan berbeda dengan apa yang sudah dibuat oleh Platinum Games selama ini.
Dalam wawancaranya dengan videogameschronicle, pemimpin Platinum Games, Atsushi Inaba mengatakan jika tahun 2019 akan menjadi tahun yang spesial. Pertama, Inaba mengakui jika timnya sedang menggarap dua game besar. Kedua game ini adalah Bayonetta 3 dan satu game lagi yang tidak disebut namanya. Ia hanya mengatakan jika game yang masih “rahasia” ini berhasil memotivasi timnya untuk berkreasi. “Kami sebagai developer game veteran mengakui jika belum pernah mendesain game seperti ini. Itulah yang membuat kami menjadi bersemangat,” tuturnya.
Hal kedua yang dibicarakan oleh Inaba adalah mengenai lisensi. Selama ini Platinum Games selaly mengerjakan game yang dimiliki oleh publisher besar. Inaba berencana untuk mendobrak tradisi tersebut dengan merilis game dengan IP yang betul-betul dimiliki oleh Platinum Games.
Selain Bayonetta, Platinum Games juga merupakan pengembang game NieR: Automata yang sukses di 2017. Jika dilihat dari pengalamannya, maka game baru yang sedang digarap oleh Platinum Games patut ditunggu kehadirannya.
Kesuksesan Niantic dengan Pokemon GO menjadi pacuan bagi developer lain untuk melakukan hal yang sama. Microsoft adalah salah satunya. Perusahaan raksasa ini telah memperlihatkan teaser dari game Minecraft AR (Augmented Reality) di acara Microsoft’s annual Build.
Tidak banyak informasi yang diperoleh dari video singkat di atas. Hal yang kamu bisa lihat adalah munculnya babi dan villagers dari game Minecraft melalui layar handphone. Berkat teknologi AR, keduanya seakan muncul di dunia nyata.
Detail lain yang diungkap adalah tanggal 17 Mei. Kelihatannya Microsoft baru akan menjelaskan apa maksud dari teaser tersebut pada tanggal itu.
Jika benar Microsoft akan merilis game Minecraft AR, maka tahun 2019 ini bisa menjadi kebangkitan game AR. Pasalnya Niantic juga berencana untuk merilis game AR berikutnya setelah Pokemon GO, yaitu Harry Potter Wizards Unite.
Bagaimana menurut kamu? Manakah yang bakal dipilih?
Capcom baru saja mengumumkan akan memboyong game Devil May Cry pertama ke Nintendo Switch pada musim panas tahun ini.
FYI, Devil May Cry original ini pertama kali dirilis ke PS2 pada tahun 2001 silam. Pernah pula dirilis edisi koleksi berisi Devil May Cry, Devil May Cry 2, dan Devil May Cry 3: Special Edition ke konsol PS3 dan Xbox 360 pada bulan Maret 2012. Edisi koleksi ini juga sempat mampir ke konsol Xbox One, PS4 dan PC pada bulan Maret tahun lalu. Capcom belum pernah mengumumkan apakah Devil May Cry 2 atau Devil May Cry 3: Special Edition juga akan dirilis ke Nintendo Switch.
Informasi detil mengenai peluncuran game Devil May Cry pertama ke Nintendo Switch saat ini masih dirahasiakan. Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari Capcom.