Pengembang Pokémon Go, Niantic mengumumkan bahwa segera akan merilis Go Snapshot – sebuah cara untuk menggunakan fitur Augmented Reality (AR) permainan untuk mengambil gambar atau mengcapture Pokemon milikmu.
Pemain bahkan bisa mensetting penempatan dan pose Pokémon sesuai keinginan sebelum foto diambil. Tak hanya itu, juga gambar tersebut nantinya juga bisa dibagikan di media sosial.
Untuk membaca info detailnya, kamu bisa membaca pengumuman resmi dari Nianti di sini.
Setelah selesai menggelar private beta, Ubisoft akan menggelar open beta The Division 2 mulai tanggal 1 sampai 4 Maret. Hal tersebut diumumkan melalui situs resminya.
Konten-konten yang bisa dinikmati oleh pemain yang ikut tahap ini tidak akan berbeda dengan saat private beta. Termasuk beberapa campaign missions, satu misi Endgame dan tur singkat di Dark Zone area.
Untuk ikut menikmatinya, gamer bisa mendaftar dan mendapatkan info lebih lanjut di sini.
Selain mengungkapkan tentang alasan kenapa pisah dengan pengembang Bungie, Activision Blizzard juga menyatakan bahwa dalam 12 bulan mendatang tidak akan judul game baru yang akan mereka terbitkan. Ini berarti termasuk seri baru Diablo yang padahal sudah ditunggu-tunggu oleh banyak gamer.
“Kami mengharapkan kinerja keuangan yang lebih rendah secara material tahun ini,” kata Presiden dan Chief Operating Officer Coddy Johnson.
Padahal saat BlizzCon 2018 kemarin, mereka memamerkan sejumlah game baru yang katanya sedang dalam proses pengembangan, seperti Diablo: Immortal dan World of Warcraft Classic.
Akhirnya secara resmi, Activision Blizzard mengungkapkan alasan mereka berpisah dengan Bungie yang merupakan pengembang Destiny. Presiden dan Chief Operating Officer Coddy Johnson mengatakan bahwa pihak perusahaan “yakin” bahwa itu adalah keputusan yang tepat. Dirinya menggambarkan perpisahan itu sebagai perjanjian “bersama, bersahabat”.
“Bungie akan fokus pada Destiny yang telah mereka buat dan kami bisa fokus pada peluang kami pada IP lain yang kami miliki dengan sumber daya terbaik kami,” kata Johnson.
Sedangkan untuk alasan utama keputusan ini, seperti yang sudah banyak pihak duga yaitu karena Destiny gagal memenuhi ekspektasi komersial mereka. Ketika manajemen Activision Blizzard melakukan evaluasi keuangan, perusahaan melihat tanda-tanda yang mengindikasikan franchise tersebut tidak akan menjadi “kontributor” bagi laba perusahaan ke depannya.
“Destiny merupakan game dengan konten berkualitas tinggi, tetapi itu tidak memenuhi harapan keuangan kami,” ungkap Johnson.
Akhirnya, kesepakatan ini dilakukan pada akhir Desember dan diumumkan pada awal Januari.
Untuk diketahui, Ketika Activision Blizzard dan Bungie menandatangani awal kerjasama pada tahun 2010, salah satu komponen utama dari perjanjian ini adalah bahwa Bungie tetap akan menjadi pemilik lisensi franchiseDestiny.
Perilisan Ace Combat 7: Skies Unknown tidak berjalan seperti yang diharapkan. Versi konsol yang dirilis terlebih dahulu mendapat pujian selangit. Sayangnya hal yang sama tidak terjadi kepada versi PC yang dirilis belakangan. Ace Combat 7: Skies Unknown versi PC dihujat oleh gamer, bahkan sempat mendapat review bomb.
Ada dua dosa utama yang menjadi sorotan di Ace Combat 7: Skies Unknown versi PC. Pertama, game ini tidak bisa dimainkan oleh kontroler HOTAS (Hands on Throttle and Stick) sembarang. Hanya brand tertentu saja yang compatible. Kedua, gamer PC tidak bisa memainkan game tersebut dengan resolusi 4K. Masih banyak printilan lain menjadi masalah dari Ace Combat 7: Skies Unknown, seperti tidak ada dukungan untuk mode VR, keyboard dan mouse mapping yang buruk.
Kebetulan platform yang saya miliki hanya PC. Jadi mau tidak mau saya hanya bisa memainkan Ace Combat 7: Skies Unknown versi PC yang bermasalah. Apakah saya kecewa?
Tampilan Visual yang Menawan
Meski tidak menggunakan resolusi 4K (PC saya memang belum support) menurut saya tampilan visual Ace Combat 7: Skies Unknown sudah apik alias enak dipandang. Sensasi yang dirasakan saat melihat langit biru dan awan dari kokpit pesawat sangat luar biasa.
Sunset di Ace Combat 7: Skies Unknown
Tidak hanya udara saja, developer Project Ace juga memperhatikan detail dari daratan. Untungnya ada banyak misi di Ace Combat 7: Skies Unknown yang mengharuskan pemain untuk terbang rendah. Pada misi ini saya jadi bisa melihat kilang minyak, landasan pesawat, tank, bukit karang, dan objek lainnya dibuat secara mendetail. Bahkan efek ledakan ketika objek-objek tersebut dihantam rudal sangat memuaskan.
Tebing karang
Daerah perkotaan
Berbicara mengenai Ace Combat tidak lengkap tanpa membicarakan pesawat. Ada 28 jenis pesawat yang bisa digunakan di Ace Combat 7: Skies Unknown. Hampir semuanya adalah pesawat yang memang ada di dunia nyata, seperti seri MiG dan SU. Bentuk pesawat mulai dari body sampai kokpit dibuat mendetail sama seperti aslinya.
A-10C
Su-37
F-14D
Dari segi teknis, game ini bisa dimainkan tanpa masalah di PC saya di setting medium. Ketika mencoba menaikkan setting menjadi high, saya mengalami masalah di cutscene yang mendadak hang. Namun saat gameplay sama sekali tidak ada masalah.
Setting PC saya untuk Ace Combat 7: Skies Unknown
Core Gameplay Tidak Berubah tapi Diperbarui
Tidak ada perubahan gameplay di Ace Combat 7: Skies Unknown. Game ini masih setia dengan formatnya yang memang tidak pernah berubah dari tahun 1995.
Fitur baru yang wajib menjadi perhatian adalah awan. Pada Ace Combat 7: Skies Unknown, awan tidak hanya sekedar hiasan saja, tapi juga memiliki dampak dengan gameplay. Misalnya awan yang tebal bisa digunakan untuk menghindar dari serangan rudal musuh. Tapi awan ini juga bisa membuat beku sayap pesawat (Kamu bisa melihat es muncul di bagian sayap).
Awan dari atas
Butiran air di kaca saat menembus awan
Pada salah satu misi, pemain akan diminta terbang pada saat badai. Menurut saya ini adalah momen paling menegangkan. Saat sedang dikejar oleh pesawat musuh, mendadak pesawat yang saya naiki hilang kendali atau stall karena disambar petir.
Ace Combat 7: Skies Unknown juga mengadopsi fitur aircraft tree dari Ace Combat Infinity. Layaknya game RPG, jika ingin menggunakan pesawat baru pemain harus membukanya terlebih dahulu di aircraft tree. Tidak hanya pesawat, aircraft tree juga berisi mod untuk modifikasi dan special weapon. Untuk membukanya diperlukan poin yang bisa diperoleh dari menyelesaikan misi singleplayer atau multiplayer.
Aircraft tree
Kekurangan di gameplay Ace Combat 7: Skies Unknown adalah pemain tidak memberikan perintah kepada wingman. Padahal menurut saya fitur ini sudah cocok untuk game semacam Ace Combat.
Cerita yang Lemah
Ace Combat 7: Skies Unknown memiliki dua mode, singleplayer dan multiplayer. Mode singleplayer adalah main story dimana kamu akan menjadi pilot pesawat tempur dengan kode nama Trigger. Latar dari main story Ace Combat 7: Skies Unknown adalah perang antara OSEA dengan USEA. Jika kamu sudah pernah memainkan Ace Combat 4: Shattered Skies dan Ace Combat 5: Unsung War, di game Ace Combat 7: Skies Unknown memiliki banyak referensi dari kedua game tersebut.
Mode singleplayer Ace Combat 7: Skies Unknown terdiri dari 20 misi yang bervariasi. Ada misi yang mengharuskan pemain untuk menghancurkan objek di darat, ada juga misi khusus untuk dog fight (Misi jenis ini yang paling saya sukai), tidak lupa misi stealth ala game Ace Combat.
Dog fight
Kekurangan dari mode singleplayer ini adalah cerita dan sang karakter utama, Trigger. Cerita di game ini terlalu biasa. Saya juga tidak merasakan kepahlawanan dari Trigger. Padahal ia adalah tokoh penting yang menentukan jalannya perang. Jika dibandingkan dengan Blaze di Ace Combat 5: Unsung War atau Cipher di Ace Combat Zero: The Belkan War, Trigger kalah jauh. Mungkin karena Trigger hanya melawan drone, bukan pilot manusia.
Drone merajalela di Ace Combat 7: Skies Unknown
Dari singleplayer saya beralih ke multiplayer. Ada dua mode yang bisa dimainkan, yaitu team deathmatch dan battle royale. Saya paling senang memainkan battle royale karena bisa menembak semua pemain. Tapi jika ingin mencari aman cobalah team deathmatch.
Replay Value
Untuk replay value, Ace Combat 7: Skies Unknown jelas memilikinya. Untuk membuka semua pesawat, mod di aircraft tree, kamu harus memainkan game ini berkali-kali. Game ini mempunyai free mode dimana pemain bisa mengulang misi di mode singleplayer yang sudah diselesaikan. Jika ingin mengulang dari awal setelah tamat, saran saya tingkatkan difficulty menjadi hard agar lebih menantang.
Kesimpulannya
Sebagai gamer yang memainkannya PC, Ace Combat 7: Skies Unknown menurut saya sudah memuaskan dari gameplay maupun visual. Tapi jika kamu adalah seorang PC master race yang ingin game maha sempurna dalam artian punya tampilan 4K dan fitur lengkap, Ace Combat 7: Skies Unknown sayangnya tidak masuk kriteria untuk saat ini.
Sekedar masukan saja bagi developer, mungkin untuk game Ace Combat berikutnya bisa lebih banyak melibatkan manusia dibanding drone.
*Ace Combat 7: Skies Unknown yang direview adalah versi PC
Warner Bros. Japan dan Level-5 baru saja mengumumkan kehadiran sebuah film anime Ni no Kuni dari OLM, Inc. yang rencananya akan dirilis pada musim panas 2019 ke wilayah Jepang.
Diceritakan bahwa “dunia lain” Ni no Kuni benar-benar sesuatu yang berbeda, pararel dengan dunia sebenarnya. Anime ini menceritakan sebuah kejadian tragis dari Kotona, Yuu dan Haru yang kembali berpetualang diantara dua dunia. Kehidupan dari karakter dalam anime ini akan benar-benar berubah, dan ketiga karakter ini harus memilih mana yang pantas mereka pilih.
Berikut ini adalah daftar staff yang mengerjakan anime Ni no Kuni :
Overall Direction / Original Draft and Screenplay: Akihiro Hino (Yo-kai Watch, etc.) Director: Yoshiyuki Momose (Only Yesterday, etc.) Music: Joe Hisaishi (Spirited Away, etc.) Lead Role: Kento Yamazaki (Death Note live-action TV series, etc.) Original Work: Level-5 Animation Studio: OLM, Inc. Production: Ni no Kuni Movie Production Committee Distribution: Warner Bros. Movies
Informasi detil mengenai anime Ni no Kuni bisa kalian simak lewat link berikut ini.
Tidak sedikit gamer yang “jatuh cinta” dengan latar musik dan lagu yang mengiringi game yang dimainkannya. Jika sudah begitu, biasanya kita akan berusaha mencari dan mendownloadnya di berbagai website, torrent, bahkan Youtube.
Dan buat kamu yang menyukai lagu dan musik latar sejumlah game-game Capcom, kini bisa menikmatinya di Spotify.
Akun twitter @_watsu menunjukkan bahwa ternyata sudah ada banyak lagu dan musik latar game-game Capcom yang hadir di Spotify. Diantaranya adalaha Mega Man, Devil May Cry, Monster Hunter, Ace Attorney, Breath of Fire, dan banyak lagi. Kendati masih belum jelas apakah ini diupload secara resmi oleh penerbit game asal Jepang tersebut atau bukan.
So, Capcom just added
uh
everything?
to their Spotify
There’s way too much stuff to list but there’s Devil May Cry, Monster Hunter, Street Fighter, Phoenix Wright, Mega Man and lots of arranged albums too pic.twitter.com/pV8ykvgglF
Dikutip dari Game Informer, Sony Interactive Entertainment telah mengumumkan bahwa Jim Ryan akan menggantikan John (Tsuyoshi) Kodera sebagai President dan CEO mulai tanggal 1 April nanti.
Kodera sendiri akan mengisi posisi Ryan sekarang yang fokus menangani area user dan user experiences. Jadi bisa dikatakan mereka akan bertukar posisi saja. Kendati begitu, ini merupakan kabar yang sangat tiba-tiba dan cukup mengejutkan.
Ryan telah berada di Sony yaitu sejak 1994. Tahun lalu, dirinya bahkan sudah menjadi Deputy President SIE. Sedangkan Kodera sudah mengisi kursi CEO sejak 2017 menggantikan Andrew House.
Dengan duduknya Ryan di kursi pimpinan tertinggi, sedikit banyak nampaknya akan menepis rumor bahwa PS5 akan memiliki kompabilitas dengan seri PS sebelumnya. Apa pasal? Karena Ryan diketahui merupakan sesorang yang menolak gagasan tersebut.
“Ketika kami mencoba-coba kompatibilitas ke (versi) belakang, saya bisa mengatakan itu adalah salah satu fitur yang banyak diminta tetapi sebenarnya tidak banyak berguna. Game PS1 dan PS2, mereka tampak kuno, mengapa masih ada orang yang memainkan ini? ungkap Ryan menambahkan sebagaimana Playcubic kutip dari Game Informer.
Mri kita tunggu saja, seperti apa Sony di bawah kepemimpinan baru ini!
Focus Home Interactive dan Saber Interactive baru saja merilis trailer baru untuk memperkenalkan sistem Players vs. Players vs. Zombies dalam game World War Z.
World War Z sendiri dijadwalkan rilis ke PS4, Xbox One dan PC pada tahun ini. Selamat menyaksikan trailer di atas.
Menurut informasi yang didapat dari @SpyroUniverse, GameStop wilayah Jerman dikabarkan telah menaruh daftar game Spyro Reignited Trilogy untuk konsol Nintendo Switch. Game yang terkenal di konsol PlayStation ini kabarnya akan hadir ke Switch pada tanggal 16 Agustus 2019.
FYI, Spyro Reignited Trilogy pertama kali dirilis ke PS4 dan Xbox One pada tanggal 13 November 2018 lalu. Saat pertama kali diumumkan kehadirannya dulu, daftar game ini sebenarnya juga sempat hadir di situs resmi Nintendo Britania Raya. Kalian yang membeli Spyro Reignited Trilogy akan mendapatkan game remake dari Spyro the Dragon, Spyro 2: Ripto’s Rage!, dan Spyro: Year of the Dragon.
Nah, bagaimana gamer Nintendo Switch, kalian senang dengan kabar ini?