Home Blog Page 716

Judgment Tetap Dirilis ke Wilayah Barat, Tapi…

0

Sega baru saja mengumumkan bahwa model karakter sekaligus pengisi suara Jepang untuk karakter Kyohei Hamura dalam game Judgment yang diperankan oleh aktor Pierre Taki akan mendapatkan “penyesuaian” agar game dapat tetap dirilis ke wilayah Barat.

Saat ini diseluruh jaringan resmi Sega, screenshots dan juga trailer dari karakter Hamura telah dicabut untuk sementara waktu, dan rencananya versi terbaru Hamura akan diungkap kepada publik dalam waktu dekat. Sempat beredar kabar beberapa waktu lalu bahwa Sega menghentikan penjualan game Judgment di Jepang karena Taki tertangkap tangan tengah menggunakan kokain, dan hal tersebut merupakan pelanggaran hukum di negara Jepang.

FYI, Judgment tetap dijadwalkan rilis ke PS4 wilayah Barat pada tanggal 25 Juni 2019 mendatang.

Penjualan Devil May Cry 5 Tembus Dua Juta Kopi!

0

Disela-sela presentasi pada event Game Developers Conference 2019, Capcom mengumumkan bahwa penjualan Devil May Cry 5 sudah tembus diangka dua juta kopi.

Devil May Cry 5 sendiri sudah bisa kalian mainkan di PS4, Xbox One dan PC sejak tanggal 8 Maret 2019 kemarin.

Nah, apakah kalian sudah memainkan game ini? Bagaimana menurut kalian?

The Outer Worlds Lewati Steam, Eksklusif di Epic Games Store

0

Satu lagi game PC yang dipastikan menjadi game eksklusif di Epic Games Store dan Microsoft Store. Game ini adalah The Outer Worlds yang dikembangkan oleh Obsidian Entertainment. The Outer Worlds akan dijual secara eksklusif di Epic Games Store dan Microsoft Store selama setahun. Baru setelah itu game ini bisa dibeli melalui Steam.

Diumumkan pada acara The Game Awards 2018, The Outer Worlds akan menceritakan kisah petualangan di angkasa luar, tepatnya di koloni bernama Halcyon. Karena dikembangkan oleh mantan developer Fallout, cerita merupakan unsur penting di The Outer Worlds. Detail lainnya dari The Outer Worlds sampai sekarang masih belum diungkap oleh Obsidian Entertainment.

The Outer Worlds akan dirilis tahun 2019. Gamer PC bisa memainkan game tersebut tahun ini jika menggunakan Epic Games Store atau Microsoft Store. Namun, jika ingin memainkan game ini di Steam, maka sabar harus menunggu sampai tahun 2020.

Thanks PCGamesN

Pine, game Open-world Baru Hadir ke Nintendo Switch Bulan Agustus Tahun Ini

0

Kongregate dan Twirlbound mengumumkan akan merilis Pine, game bergenre open-world action adventure ber-setting di dunia simulasi yang tidak diperuntukkan bagi manusia, ke Nintendo Switch selain ke PC pada bulan Agustus tahun ini.

Dalam game dengan dunia penuh keindahan bernama Albamare ini, gamer akan berperan sebagai Hue, seorang pemuda yang cerdas dan siap untuk menjelajahi, berdagang dan bertarung di dunia yang penuh dengan makhluk-makhluk ajaib. Inti dari game ini adalah kalian harus mencari sumber daya yang ada dengan segala kemampuan untuk dapat menciptakan sesuatu yang berguna agar bisa bisa bertahan hidup dan bersaing dengan makhluk lainnya.

Penasaran? Simak dulu trailer terbaru game pada video di bawah ini.

Detroit: Become Human Versi PC Diumumkan Tapi…

0

Developer Quantic Dream punya kabar baik bagi gamer PC. Tiga game buatan mereka, yaitu Detroit: Become Human, Heavy Rain, dan Beyond: Two Souls dipastikan bakal rilis di PC. Ketiga game ini akan dirilis tahun ini meski belum ada tanggal pastinya.

Meski begitu, ada hal yang kurang mengenakkan. Ketiga game tersebut akan menjadi game eksklusif untuk Epic Games Store. Hak eksklusif ini akan berlangsung selama setahun. Ini adalah kedua kalinya Epic Games Store menggunakan hak eksklusif dalam hal perilisan game. Cara yang sama juga diterapkan pada game Metro Exodus.

Kedatangan ketiga game buatan Quantic Dream ini ke PC terutama Detroit: Become Human jelas adalah kabar yang baik. Sayangnya kabar baik ini dirusak dengan keegoisan pihak tertentu.

Bagaimana menurut kamu?

Thanks Dualshockers

World End Syndrome Meluncur ke Konsol Wilayah Barat Awal Mei 2019

0

Arc System Works mengumumkan bahwa pihaknya akan merilis World End Syndrome dalam format digital ke PS4 dan Nintendo Switch wilayah Barat (Amerika Utara) pada tanggal 2 Mei 2019 dengan banderol USD 39,99.

Di Eropa, game ini akan dirilis oleh PQube dalam format fisik dan digital tanggal 14 Juni 2019. World End Syndrome sendiri adalah game bergenre romantic mystery visual novel besutan Arc System Works dan Toybox. Dalam game ini gamer akan berpetualang di kota Mihate sambil menyelesaikan misteri yang menyelimutinya. Karakter dalam game ini didesain oleh Yuki Kato, artis sekaligus desainer dari seri game BlazBlue. Selain itu, hadir juga kreator lain seperti desainer cerita Tomio Kanazawa dan dilengkapi oleh musik karya Takashi Nitta.

Karena game ini menghadirkan ending berbeda-beda, maka gamer bisa menggali lebih dalam lagi cerita dalam game. Pilihlah aksi dan jawaban yang sesuai dengan kata hati kalian, dan tentukan sendiri ending game.

Goku Kecil Bergabung ke Dragon Ball FighterZ

0

Bandai Namco telah mengumumkan karakter baru yang akan bergabung ke game Dragon Ball FighterZ. Karakter ini adalah Goku versi kecil. Ia merupakan karakter utama di Dragon Ball GT. Berikut adalah screenshotnya:

Adanya karakter Goku kecil ini membuat jumlah karakter Goku di Dragon Ball FighterZ jadi membludak. Jika dijumlah semua total sudah ada 5 karakter Goku. Mungkin sudah saatnya bagi Bandai Namco untuk melirik karakter lainnya, misal dari bagian villain. Masih banyak karakter villain yang berpotensi misalnya Janemba atau Omega Shenron.

Kapan pastinya karakter Goku kecil ini bisa mulai dimainkan masih belum diumumkan oleh Bandai Namco.

Kotal Khan dan Jacqui Briggs Pamer Kemampuan di Video Terbaru Mortal Kombat 11

0

Karakter baru game Mortal Kombat 11 kembali diperkenalkan NetherRealm Studios. Karakter ini ada dua, yaitu Jacqui Briggs dan Kotal Khan. Keduanya memang sudah sempat muncul dalam video-video sebelumnya. Namun, pada video ini kamu bisa melihat keduanya bertarung.

Jacqui Briggs dan Kotal Khan sudah ada dalam  game Mortal Kombat sejak Mortal Kombat X. Jacqui Briggs merupakan pejuang dari Earthrealm dan putri dari Jax Briggs yang juga merupakan karakter di Mortal Kombat. Sedangkan Kotal Khan adalah penguasa Netherrealm yang menggantikan Shao Khan.

Pada Mortal Kombat 11, Shao Khan diperlihatkan telah kembali. Pastinya bakal ada pertarungan antara Kotal Khan dan Shao Khan untuk memperebutkan tahta Netherrealm.

Mortal Kombat 11 akan dirilis pada tanggal 23 April 2019 di PS4, Xbox One, dan PC.

4 Kolaborasi Unik Final Fantasy dengan Produk Makanan

0

Belakangan Square Enix memiliki cara baru untuk mempromosikan game Final Fantasy. Bukan dengan trailer keren atau tulisan advertorial, tapi dengan berkolaborasi dengan pembuat makanan.

Contohnya adalah saat Square Enix berkolaborasi dengan Kung Fu Tea untuk membuat minuman spesial, yaitu Tidus & Yuna’s Grape Elixir. Sesuai dengan namanya, minuman ini untuk mempromosikan game Final Fantasy X/X-2 Remaster. Game ini akan dirilis bulan depan, tepatnya pada tanggal 16 April 2019 untuk platform Xbox One dan Nintendo Switch.

Tidak hanya Final Fantasy X/X-2 Remaster, kerjasama unik ini juga dijalankan Square Enix bersama dengan pembuat ice cream Dippin’ Dots. Kerjasama ini merupakan bagian dari promosi untuk game Chocobo’s Mystery Dungeon Every Buddy! Meski bukan langsung dari seri Final Fantasy, game tersebut adalah spin-off dan masih memiliki hubungan dengan Final Fantasy.

Ada empat jenis ice cream spesial yang ditawarkan, yaitu White Mage Healing Vanilla, Scholar Book-ies’n Cream, Red Mage Sweet Strawberry Spell, dan Dancer Banana Split. Semua nama ice cream tersebut menggunakan job class yang ada di game Chocobo’s Mystery Dungeon Every Buddy!

Menengok ke belakang, game Final Fantasy XV dan Dissidia Final Fantasy NT juga pernah berkolaborasi dengan produk makanan.

Masih ingat dengan iklan kolaborasi Final Fantasy XV dengan Nissin? Untuk membantu mengingatkan simak video kolaborasinya berikut ini:

Tidak hanya sekedar promosi iseng saja, Nissin bahkan membuat produk mie gelas khusus yang memiliki atribut Final Fantasy XV. Mie gelas ini terdiri dari 15 rasa dan dinamai Cup Noodle XV.

Dalam game Final Fantasy XV sendiri juga ada cameo dari Nissin. Mie gelas ini bahkan menjadi makanan kesukaan Gladio.

Kerjasama Nissin dan Square Enix ini juga terjadi dengan game Dissidia Final Fantasy NT. Produk kolaborasi ini berisi kode khusus yang berisi kostum spesial bagi karakter Noctis. Sama seperti Chocobo’s Mystery Dungeon Every Buddy!, Dissidia Final Fantasy NT adalah game spin-off dari Final Fantasy. Mungkin ini yang menyebabkan game tersebut mendapatkan perlakuan yang sama.

Cara Square Enix untuk mempromosikan gamenya lewat produk makanan atau minuman ini memang unik. Pasalnya tidak ada publisher lain yang melakukannya. Mungkin pada game Final Fantasy selanjutnya bakal ada kolaborasi yang lebih heboh lagi antara Square Enix dengan pembuat makanan lain.

Bagaimana menurut kamu?

 

Google Ungkap Platform Streaming Game Masa Depan, Stadia

0

Google akhirnya mengungkap Platform streaming game miliknya di event Game Developers Conference (GDC) 2019. Platform ini dinamakan Stadia. Menurut Google, Stadia merupakan masa depan dari industri video game.

Melalui Stadia, gamer bisa langsung memainkan game favoritnya secara streaming. Game yang dimainkan juga tidak memiliki batasan. Artinya game yang dimainkan di Stadia bisa dimainkan di mana saja, mulai dari televisi, PC, konsol, tablet, dan handphone. Karena fitur tersebut semua game yang dimainkan di Stadia memungkinkan fitur cross platform antar pemainnya.

Pada video di atas kamu bisa melihat bagaimana game Assassin’s Creed Odyssey dimainkan melalui Stadia. Game tersebut bisa dimainkan di berbagai hardware dan kualitasnya performanya pun tetap terjaga. Google mengklaim jika semua yang distreaming melalui Stadia akan memiliki kualitas 4k dengan 60 FPS.

Google juga mengungkap kontroler milik Stadia. Desain dari kontroler ini tidak berbeda dengan kontroler untuk konsol pada umumnya. Kontroler ini juga dilengkapi oleh fitur voice assistant untuk menggunakan Google Alexa. Selain itu ada juga tombol khusus yang bisa digunakan untuk mengambil screenshot. Kontroler ini nantinya akan tersambung langsung dengan WiFi, bukan dengan bluetooth.

Bentuk stadia controller

Kekurangan dari Google Stadia ini adalah internet. Karena hanya menyediakan layanan streaming, artinya game yang dimainkan tidak dimiliki langsung oleh pemainnnya. Game tersebut tersimpan di data center Google yang tentunya tidak bisa diakses tanpa koneksi internet.

Google berencanan merilis Stadia pada tahun ini, namun hanya di wilayah tertentu saja, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan sebagian wilayah Eropa. Akankah Stadia bakal masuk ke wilayah Asia terutama Indonesia?

Bagaimana menurut kamu?

Thanks PCGamesN