Home Blog Page 704

Review Final Fantasy XIV Shadowbringers: Usai Terang Terbitlah Gelap

0

Puas! Ya, itulah yang saya rasakan usai memainkan ekspansi terbaru dari Final Fantasy XIV Shadowbringers. Ekspansi ke-3 ini luar biasa dari segi cerita bahkan bisa menandingi Heavensward yang digadang-gadang sebagai ekspansi terbaik Final Fantasy XIV.

Ada dua hal yang membuat saya suka dengan Shadowbringers. Pertama jelas adalah dari segi cerita. Bukan Final Fantasy namanya jika memiliki cerita yang dangkal. Musik juga menjadi nilai plus Shadowbringers.

Cerita yang Straight Forward

Dari segi cerita, Shadowbringers bisa dibilang sempurna. Cerita tentang kepahlawanan, keputusasaan, dan harapan, masih menjadi tema utama. Pada ekspansi ini tidak ada cerita yang berbelit-belit, semuanya straight to the point.

Pada ekspansi ke-2 Stormblood, alur cerita begitu banyak dijejali oleh politik. Untuk membebaskan ala Mhigo yang dijajah oleh Empire, kubu aliansi harus mencari bantuan yang lebih banyak. Akhirnya Hero of Light (Karakter kamu) bersama Scion of Seventh Dawn pergi ke timur untuk membantu Doma yang juga dijajah oleh Empire. Setelah memerdekakan Doma, Scion of Seventh Dawn kembali dengan membawa bala bantuan. Terkepung, Empire akhirnya tidak dapat mempertahankan Ala Mhigo. Seperti itulah cerita dari Stormblood.

Pada Shadowbringers alur cerita yang diangkat lebih sederhana, yaitu pahlawan yang menyelamatkan dunia dari kehancuran. Menurut saya pemilihan cerita ini tepat. Setelah dijejali dengan politik di Stormblood, pemain menginginkan cerita yang lebih enteng. Cerita ini menurut saya juga lebih relate dengan tema Final Fantasy itu sendiri.

Thancred vs Ranjit

Di Shadowbringers, hero dan Scion of the Seven Dawn dipanggil untuk menyelamatkan dunia di dimensi lain bernama The First. Dunia tersebut berada di ambang kehancuran karena bencana yang dinamakan flood of light. Satu wilayah yang belum tersentuh flood of light bernama Norvrandt. Wilayah inilah yang menjadi latar di Shadowbringers.

Keunikan Norvrandt

Berbeda dengan Eorzea, Norvrandt memiliki kebudayaan yang berbeda. Misalnya perubahan nama untuk ras, misalnya Hyur menjadi Hume. Ras beastmen yang merupakan musuh di Eorzea ternyata malah sebaliknya di Norvrandt. Mereka justru bisa hidup bersama dengan ras yang lain. Perbedaan ini membuat Norvrandt menjadi lebih menarik.

Shadowbringers memiliki dua ras baru, Viera dan Ronso. Viera adalah manusia kelinci dan Ronso adalah manusia singa. Sayangnya kedua ras ini memiliki keterbatasan. Viera hanya untuk wanita, sedangkan Ronso hanya pria. Kedua ras ini juga memiliki peran besar di wilayah Norvrandt.

Keunikan lain dari Novrandt adalah bagaimana mereka justru menjadikan kegelapan sebagai sesuatu yang baik. Justru cahaya yang selama ini dianggap sebagai simbol kebaikan, malah menjadi sosok antagonis. Keterbalikan ini juga menjadi daya tarik dari ekspansi Shadowbringers.

Musik yang Megah 

Sudah menjadi tradisi jika Final Fantasy XIV memiliki soundtrack yang ciamik. Mulai dari awal sampai sekarang, soundtrack Final Fantasy XIV selalu memuaskan tidak terkecuali Shadowbringers.

Salah satu soundtrack yang paling ikonik adalah soundtrack yang ditampilkan pada trailer Shadowbringers. Liriknya pun mencerminkan pada cerita yang diangkat, yaitu pertempuran antara cahaya dengan kegelapan. Spoiler, soundtrack ini juga digunakan dalam final battle. Jadi buat kamu yang sedang memainkan Shadowbringers, bersiap-siap saja.

Selain main soundtrack, masih banyak soundtrack lain dari Shadowbringers yang memukau. Misalnya soundtrack untuk kota Crystarium terkesan megah, sesuai dengan kondisi kota tersebut. Wilayah Il Meg yang menjadi rumah bagi bangsa peri memiliki soundtrack yang gembira, sesuai dengan mood penghuninya.

Adalah Masayoshi Soken yang berada di belakang pembuatan musik Final Fantasy XIV. Ia juga tidak sendiri. Beberapa nama terkenal juga turut membantunya, seperti Nobuo Uematsu. Mereka sudah mengerjakan musik Final Fantasy XIV sejak A Realm Reborn dan sekarang Shadowbringers.

Tetap Setia dengan Grafis Lama

Secara grafis, tidak ada perubahan. Developer sepertinya masih betah menggunakan gaya yang sama meski sudah 7 tahun lamanya (A Realm Reborn dirilis pada 2013). Namun bukan berarti mereka tidak menginginkan perubahan. Producer Naoki Yoshida pernah mengatakan jika ia tertarik untuk memperbarui tampilan visual Final Fantasy XIV.

Dalam wawancaranya dengan Dualshockers, Yoshida mengatakan jika ia dan timnya memiliki keinginan untuk membuat tampilan visual Final Fantasy XIV menjadi lebih “cantik”. Namun kendalanya adalah perubahan seperti itu bukanlah perubahan kecil. “Saya harus kembali menyesuaikan alur kerja tim jika ingin melakukannya, sedangkan Final Fantasy XIV sendiri adalah game MMO dimana selalu ada update baru setiap bulannya. Selain itu kami juga harus memperhatikan platform yang digunakan oleh pemain. Gamer PS4 mungkin bisa mengikuti, tapi bagi gamer PC tidak semuanya bisa mengikuti,” katanya.

Jika perubahan ini akhirnya bisa terjadi, maka Final Fantasy XIV bisa menjadi game MMORPG paling sempurna. Grafis bagus, soundtrack bagus, cerita bagus, apalagi yang kurang.

Ada Tambahan Job Class Tapi Gameplay Tidak Berubah

Gameplay dari Final Fantasy XIV tidak berubah. Jika ada yang berubah justru adalah mekanik dari job class. Setiap update besar biasanya juga berisi perubahan dalam job class. Selama mencoba Shadowbringers, saya menggunakan job class Dragoon, Samurai, dan Warrior. Ketiga job class ini mengalami perubahan dalam mekanik. Misalnya Dragoon di Shadowbringers memiliki skill AOE (Area of Effect) yang lebih lengkap dan bisa di-chain combo.

Shadowbringers juga menghadirkan dua job class baru, yaitu Dancer dan Gunbreaker. Dancer adalah job class tipe DPS jarak jauh sekaligus memberikan buff. Untuk menggunakan Dancer diperlukan perhatian yang lebih. Karena selain menyerang, Dancer juga harus memberikan buff kepada anggota yang lain.

Gunbreaker adalah job class tipe tank. Gameplay job class ini straight forward, yaitu menahan serangan semua serangan musuh. Keunikan dari Gunbreaker adalah job class ini tidak menggunakan MP, tapi peluru. Jika peluru habis maka beberapa skill tidak bisa digunakan. Gunbreaker juga memiliki skill homage dari Squall dan Seifer.

Selain job class baru, masih ada fitur baru lainnya diimplementasi di Shadowbringers. Trust system, yaitu pemain bisa menyelesaikan dungeon tanpa harus dengan bantuan pemain lain. Kamu akan dibantu oleh NPC yang serba otomatis. Ada dua raid baru, yaitu Eden yang didesain Tetsuya Nomura dan YorHa: Dark Apocalypse buatan Yosuke Saito dan Yoko Taro.

Eden, masih ingat munculnya di Final Fantasy berapa?

Kesimpulan

Naoki Yoshida bersama dengan timnya berhasil membuktikan jika Final Fantasy XIV tidak bisa dianggap remeh. Final Fantasy XIV adalah contoh dari game MMORPG yang tidak hanya menimbun fitur saja, tapi juga mengedepankan cerita. Shadowbringers adalah jawabannya.

Jika kamu sedang mencari game MMORPG, saya sarankan untuk mencoba Final Fantasy XIV. Memang game ini tidak gratis dan harus berlangganan, tapi saya jamin kamu tidak bakal menyesal.   

Game Mobile Mega Man X Diumumkan!

0

Capcom Taiwan telah mengumumkan game mobile Rockman X Dive. Game action RPG ini akan dirilis di Android dan iOS. Game ini nantinya bisa dimainkan secara gratis. Berikut adalah trailer perdananya:

Berdasarkan keterangan dari website resminya, Rockman X Dive akan mengumpulkan semua karakter dari game Mega Man X. Dalam trailer di atas, kamu bisa melihat X, Zero, dan Axel yang akan hadir di game tersebut.

Diceritakan jika peristiwa “Deep Log” membuat error dalam sistem digital. Akibatnya semua data dari game Mega Man X berkumpul menjadi satu.

Kapan Rockman X Dive dirilis masih belum diumumkan. Jadi harap bersabar yah.

Simak Trailer Karakter Kane “Jump Force” di Sini, DLC Karakter Ini Gratis Lho!

0

Bandai Namco baru saja merilis trailer resmi untuk memperlihatkan penampakan dan aksi karakter baru dalam game Jump Force, Kane, yang diluncurkan gratis. Karakter Kane hadir bersama update 1.10/1.11 yang sudah dirilis hari ini.

Berikut ini adalah isi dari update terbaru Jump Force seperti yang diungkap Bandai Namco :

Added playable character “Kane”
Added playable character “Galena”
Added sword fighting style “Type D”
Added Online Event “Raid Boss Battle”
Added Clan Boost (Raid Attack Boost / Raid Physical Resistance Boost)
Added purchasable event tickets at Shop Counter
Added purchasable costumes at Shop Counter
Improved game stability

Jump Force sudah tersedia di PS4, Xbox One dan PC. Selamat menyaksikan trailer di atas.

Kedepannya Tencent Bakal Buat Game Pokemon

0

Raksasa China, Tencent telah resmi menjalin kerjasama dengan The Pokemon Company. Adanya kerjasama ini membuat Tencent dapat membuat game Pokemon berlisensi resmi. Mengenai gamenya sendiri masih belum diungkap oleh Tencent.

Sebelum menjalin kerjasama dengan The Pokemon Company, Tencent pernah membuat clone dari game Pokemon bernama Let’s Hunt Monster. Game tersebut dirilis untuk perangkat mobile khusus di China saja. Hasilnya Let’s Hunt Monster laku keras. Game ini sempat menjadi pemuncak dalam chart bulanan game mobile di China.

Melihat animo gamer China yang besar terhadap Pokemon, kerjasama Tencent dan The Pokemon Company akhirnya terealisasi. Belum lagi Tencent juga akan menjadi satu-satunya distributor resmi Nintendo Switch di China.

Berhubung game Pokemon buatan Tencent masih mengawang-awang, kamu bisa menunggu Pokemon Masters yang rencananya rilis sebentar lagi. Game mobile ini memiliki gameplay team battle 3vs3 dengan para trainer Pokemon terkenal dari game sebelumnya.

Thanks Dualshockers

Hero Baru “Sigma” Hadir Ditambahkan ke Overwatch

0

Blizzard Entertainment mengumumkan bahwa Overwatch akan menambahkan hero baru mereka yang ke-31 bernama Sigma.

Blizzard Entertainment mengatakan bahwa Sigma memiliki berbagai kemampuan yang “menarik”. Overwatch sendiri saat ini sudah tersedia di PS4, Xbox One dan PC. Selamat menyaksikan trailer karakter Sigma pada video di atas

Dragon Star Varnir Versi PC Ditunda Peluncurannya

0

Idea Factory International mengumumkan telah menunda peluncuran game Dragon Star Varnir versi PC dari yang awalnya dijadwalkan rilis pada bulan September 2019 menjadi bulan Oktober 2019. Penundaan ini disebabkan game masih perlu dipoles agar lebih optimal berjalan di PC.

Nantinya Dragon Star Varnir versi PC akan dirilis lewat Steam. Game versi PC sendiri berisi seluruh gameplay dan art content dari game versi Jepang-nya. Gamer bisa memilih beragam subtitle dalam game ini nanti seperti bahasa Inggris, Jepang dan Cina.

Bagaimana, sudah siap untuk untuk menyerap kekuatan Dragon? Sabar ya!

Netflix Perlihatkan Trailer Perdana The Witcher

0

Netflix akhirnya merilis trailer perdana untuk serial televisi The Witcher. Film ini akan dibintangi oleh Henry Cavill sebagai Geralt of Rivia, seorang pemburu monster sekaligus “pecinta wanita”.

Hadir juga dalam serial televisi tersebut Yennefer (Anya Chalotra) dan Ciri (Freya Allan). Serial televisi ini akan mengadaptasi novel yang dibuat oleh Andrezj Sapowski. Novel ini menceritakan sosok Geralt of Rivia, manusia super yang dilatih oleh organisasi The Witcher untuk membunuh monster. Selain novel, The Witcher juga diadaptasi oleh CD Projekt Red menjadi video game.

Jika kamu sudah memainkan The Witcher 3: Wild Hunt, pasti kamu mengetahu adegan bathub. Nah ternyata di serial televisinya nanti adegan tersebut akan muncul. Showrunner Lauren Schmidt Hissrich telah mengkonfirmasinya kepada io9. Sayangnya tidak diketahui siapa yang akan ada di bathub tersebut.

Sampai saat ini Netflix masih belum mengumumkan kapan The Witcher akan mulai tayang.

DOTA 2 Masih Menjadi Turnamen eSport dengan Hadiah Tertinggi

0

Turnamen DOTA 2 The International selalu menjadi perhatian gamer. Selain karena diikuti oleh tim-tim eSport terbaik dunia, The International juga identik dengan prize pool yang gila-gilaan.

Turnamen The International 2019 berhasil memecahkan rekor sebagai turnamen eSport dengan hadiah tertinggi. Menurut data dari website resmi DOTA 2, jumlah total uang hadiah yang terkumpul sudah mencapai USD30.132.583 (Jumlah tersebut masih bisa terus bertambah). Silahkan konversikan sendiri jumlahnya ke Rupiah jika penasaran.

Jumlah uang total hadiah The International 2019 adalah yang tertinggi dari semua turnamen The International yang pernah digelar selama ini. Berikut adalah rangkumannya yang dilansir dari esportsearnings.com:

  • The International 2018: USD25.532.177
  • The International 2017: USD24.687.919
  • The International 2016: USD20.770.460
  • The International 2015: USD18.429.613
  • The International 2014: USD10.931.103

Jumlah uang yang sebegitu besarnya dalam turnamen The International tidak datang sendiri. Uang tersebut terkumpul dari pembelian battle pass. Salah satu fitur baru yang ada dalam battle pass tahun ini adalah Wrath of the Mo’rokai.

Main event dari The International 2019 akan berlangsung tanggal 18 s/d 25 Agustus 2019. Turnamen ini akan digelar di Mercedez-Benz Arena, Shanghai, China. Ada 18 tim yang akan bertanding di turnamen tersebut.

Menurut kamu tim mana yang akan menjadi pemenang di The International 2019?

Roguelike Hero Diumumkan Hadir ke PS4, Nintendo Switch dan PC

0

X.D. Network dan Carrya.Tec baru saja mengumumkan kehadiran Roguelike Hero, game terbaru mereka yang bertema comedy action dimana gamer berperan sebagai aktor yang harus “bertarung” diberbagai lokasi film aksi.

Roguelike Hero nantinya direncanakan rilis ke PS4, Nintendo Switch dan PC (lewat Steam) dalam bahasa Inggris, Jepang, dan Cina. Saat ini sayangnya tanggal rilis game belum diumumkan. Nah untuk lebih jelasnya, silahkan simak trailer pengumuman game pada video di bawah ini.

Selamat menyaksikan.

Trailer “Bertarung” Game Waking Diluncurkan

0

tinyBuild dan Jason Oda hari ini merilis trailer baru untuk mempromosikan game mereka yang mengusung bertema “emotional action adventure” berjudul Waking.

Trailer kali ini memperlihatkan aksi bertarung dalam game. Informasi detil mengenai game bisa kalian simak lewat halaman Steam-nya di sini. Waking sendiri dijadwalkan rilis ke Xbox One dan PC (lewat Steam dan Discord) pada musim panas tahun ini.

Selamat menyaksikan trailer di atas.