MOGFest merupakan Festival Gaming Pertama yang ada di Indonesia yang diselenggarakan oleh INDOMOG. Festival ini bukanlah festival game biasa pada umumnya. Pasalnya, selain mengundang tenand game kekinian seperti Nintendo, INDOMOG juga menghadirkan game arcade lawas dari tahun 80an lengkap beserta mesin arcade, game retro dan game konsol lawasnya.
Selain dimeriahkan oleh game konsol besar seperti Nintendo dan developer game saat ini seperti Gravity, MOGFest juga mengundang berbagai game konsol jadul layaknya RGCI konsol. Berbagai jenis game mulai dai gari game fighting hingga zuma versi jadul pun ada.
Tujuan dari MOGFest ini ialah untuk mengajak gamer untuk kembali bernostalgia memainkan game arcade lawas sekaligus mengenalkan kepada anak milenial kepada game generasi tahun 80an hingga 90an.Game-game yang ada juga dapat kamu mainkan sepuasnya secara gratis lho.
Diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 17-19 Mei 2019, MOGFest memiliki banyak ajang perlombaan seperti turnamen PUBG, turnamen LINE Let’s Get Rich, Nintendo Switch ARMS dan Mario Tennis Aces.
Untuk harga tiket masuk kamu gak akan dipungut biasa sepeserpun alias gratis. MOGFest juga bisa menjadi tempat yang pas untuk ngabuburit sembari menunggu waktu berbuka puasa. Kamu cukup datang ke Mall of Indonesia selama periode waktu acara masih ada dan rasakan sendiri sensasi bermain game konsol gratis ala retro.
ASUS hari ini mengumumkan ZenFone 6. Smartphone premium terbaru ini hadir dengan performa yang sangat powerful serta dilengkapi dengan fitur Flip Camera, sebuah inovasi terbaru ASUS yang menandakan era baru fotografi mobile.
Flip Camera merupakan sebuah solusi yang inovatif untuk dua permasalahan besar pada sebuah smartphone premium, yaitu keberadaan notch pada layar serta kamera depan yang selalu hadir dengan resolusi dan kualitas lebih rendah dari kamera utama. Modul kamera yang digunakan di ZenFone 6 sendiri terdiri dari sensor kamera utama Sony IMX586 dengan resolusi 48MP serta sensor kamera ultrawide beresolusi 13MP yang mampu mengambil gambar hingga 125 derajat.
Flip Camera pada ZenFone 6 ditenagai oleh motor elektrik khusus yang dapat membalikkan modul kamera utama sejauh 180. Motor elektrik yang digunakan memiliki gerakan dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Selain dapat berfungsi sebagai kamera selfie,pengguna juga bisa mengambil gambar dari berbagai sudut posisi modul kamera di ZenFone 6. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar secara lebih kreatif dan profesional.
ZenFone 6 menggunakan layar 6,4-inci tanpa notch dan dilengkapi dengan teknologi NanoEdge Display, sebuah teknologi yang memungkinkan bezel tampil sangat tipis. Layar tersebut juga dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 6 untuk proteksi maksimal. Sementara soal performa, ZenFone 6 ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 855 Mobile Platform yang mampu menghadirkan performa CPU 40% lebih tinggi dan performa rendering grafis 20% persen lebih baik dari generasi sebelumnya.
Agar dapat menemani penggunanya seharian, ZenFone 6 dilengkapi dengan baterai berkapasitas super besar yaitu 5.000mAh. Kapasitas baterai tersebut tidak hanya mengukuhkan ZenFone 6 sebagai smartphone flagship dengan baterai terbesar saat ini, tetapi juga membuatnya tampil sebagai perangkat serba bisa, memiliki performa tinggi, daya tahan batrai panjang, serta kamera berkualitas tinggi.
Tampilan visual tanpa batas
Untuk menghadirkan pengalaman visual tanpa batas yang sebenarnya, ZenFone 6 hadir dengan layar berukuran 6,4-inci berteknologi NanoEdge Display yang memiliki screen-to-body ratio hingga 92%. Desain tanpa notch membuat tampilan visual lebih lega, membuat pengguna lebih bisa menikmati konten yang disajikan, baik itu konten dari aplikasi ataupun web.
Layar ZenFone 6 merupakan layar cinema-grade dengan tingkat reproduksi warna pada color space DCI-P3 sebesar 100%, memastikan kualitas visual yang kaya dan lebih hidup. Ditambah dengan tingkat kecerahan hingga 600nits, pengguna ZenFone 6 dapat menikmati konten dalam berbagai kondisi bahkan saat di luar ruangan. Layar tersebut dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 6 yang tahan gores dan telah lolos berbagai pengujian ketahanan ekstrem lainnya.
Performa ekstrem dengan daya tahan baterai panjang
ZenFone 6 ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon855 Mobile Platform, sebuah prosesor mobile terbaru yang hadir dengan konfigurasi octa-core berkecepatan hingga 2,8GHz dan menggunakan arsitektur berbasiskan pemrosesan 7nm. Dikombinasikan dengan RAM sebesar 8GB, ZenFone 6 mampu menghadirkan performa yang sangat kencang dan dipastikan dapat menjalankan aplikasi Android paling berat tanpa masalah.
Qualcomm Snapdragon855 sendiri mampu menghadirkan performa CPU 45% lebih tinggi serta performa rendering grafis 20% lebih kencang dibandingkan prosesor mobile generasi sebelumnya. Didukung dengan baterai berkapasitas besar 5.000mAh, ZenFone 6 dapat menemani penggunanya selama dua hari non-stop.
Flip Camera yang unik
Salah satu keunggulan utama ZenFone 6 terdapat pada modul Flip Camera yang dapat berfungsi sebagai kamera utama dan kamera depan sekaligus. Inovasi tersebut juga memungkinkan ZenFone 6 untuk tampil tanpa notch karena modul kamera depannya sekarang merupakan kamera utamanya. Dengan demikian, foto selfie menggunakan ZenFone 6 akan memiliki kualitas setara dengan kamera utama yang mengusung sensor beresolusi 48MP.
Modul kamera pada ZenFone 6 terdiri dari dua sensor kamera, yaitu sensor kamera utama menggunakan Sony IMX586 beresolusi 48MP dengan apperture f1/7.9, serta sensor kamera ultrawide beresolusi 13MP. Kamera utamanya sudah dilengkapi dengan teknologi Quad Bayer untuk pengambilan gambar lebih sempurna saat kondisi gelap, serta teknologi autofocus 2×1 OCL PDAF untuk fokus lebih akurat dan cepat. Sementara kamera ultrawide pada ZenFone 6 sudah dilengkapi dengan teknologi anti-distorsi.
Modul Flip Camera di ZenFone 6 dibuat menggunakan liquid metal (amorphous alloy), sebuah bahan khusus dengan bobot 20% lebih ringan dari stainless steel namun empat kali lebih tangguh. Sebagai pengaman tambahan, sebuah G-Sensor ditempatkan pada modul kamera untuk mendeteksi akselerasi sehingga modul Flip Camera dapat kembali ke posisi aman jika ZenFone 6 terjatuh.
Modul Flip Camera ditenagai oleh stepper motor khusus yang sangat presisi dan memungkinkan modul ini untuk bergerak sejauh 180. ASUS juga menyediakan mode free angle yang memungkinkan pengguna ZenFone 6 untuk mengambil gambar dengan posisi sudut kamera antara 0 hingga 180. Mode pengambilan gambar ini memberikan kebebasan lebih kepada pengguna untuk menciptakan foto yang lebih kreatif. Selain itu, ZenFone 6 juga telah hadir dengan berbagai mode pengambilan gambar seperti Auto Panorama dan Motion Tracking.
Lebih cepat dan simpel
ZenFone 6 menggunakan sistem antarmuka ZenUI 6 yang berjalan pada Android Pie. ZenUI 6 hadir dengan tampilan yang lebih simpel dan mudah digunakan. ZenUI 6 mengedepankan konsep tampilan yang hanya dibutuhkan oleh pengguna, serta telah dilengkapi dengan Dark Mode, yaitu mode tampilan gelap yang membantu penglihatan pengguna agar tidak cepat lelah ketika menggunakan ZenFone 6 dalam kondisi gelap.
Antarmuka yang sudah didesain ulang juga menghadirkan animasi yang lebih halus serta mendukung penggunaan untuk satu tangan dengan tampilan yang ditempatkan secara khusus sehingga dapat dijangkau oleh jari pengguna.
ZenFone 6 dilengkapi dengan teknologi OptiFlex yang membuat aplikasi dapat dibuka dan dijalankan lebih cepat. OptiFlex dapat mempelajari aplikasi mana saja yang sering digunakan oleh pengguna dan aplikasi tersebut disimpan secara khusus pada memori sehingga dapat dijalankan lebih cepat kapan saja. Selain itu terdapat juga mode Private Listening yang memungkinkan pengguna untuk memutar pesan suara dan berinteraksi dengan Google Assistant hanya melalui earpiece, sehingga tidak akan terdengar oleh orang sekitar.
Paket penjualan ZenFone 6 termasuk ASUS ZenEar, yaitu premium earphone yang dirancang khusus oleh produsen headphone ternama 1MORE. ZenEar memastikan pengguna ZenFone 6 untuk mendapatkan kualitas suara premium tanpa kompromi, termasuk ketika berinteraksi dengan Google Assistant yang kini bisa diakses langsung melalui Smart Key yang ada di ZenFone 6.
ZenFone notchless pertama dengan Flip Camera yang inovatif membuat debut globalnya pada acara peluncuran di Spanyol, menandakan era baru mobile fotografi.
POIN PENTING
Defy Ordinary: Chairman ASUS Jonney Shih memperkenalkan ZenFone 6, ZenFone notchless pertama dengan Flip Camera inovatif, pada acara peluncuran global di Spanyol
Kinerja ekstrem, baterai tahan lama: Platform Mobile Flagship Qualcomm Snapdragon 855 dengan RAM hingga 8GB, ROM 256GB, dan baterai 5000mAh
Kamera Flip Unik: Modul dengan mesin flip-up 180° memungkinkan kamera utama Sony IMX586 48MP dan kamera ultrawide 13MP 125° dapat digunakan di depan atau belakang
Chairman ASUS Jonney Shih hari ini meluncurkan ZenFone 6 baru yang luar biasa, ZenFone notchless pertama yang menggabungkan Kamera Flip inovatif, pada acara peluncuran global yang diadakan di City of Arts and Sciences di Valencia, Spanyol.
Dengan kinerja ekstrem yang disediakan oleh Platform Mobile Qualcomm Snapdragon 855, ZenFone 6 andalannya tidak seperti biasanya, dengan fitur-fitur inovatifnya termasuk display NanoEdge semua layar, Flip Camera yang unik – modul kamera flip-up gabungan depan dan belakang yang menawarkan pengguna fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya untuk mengambil gambar berkualitas tinggi dalam situasi apa pun, dan yang menandai era baru mobilefotografi – dengan baterai besar 5000mAh untuk penggunaan tanpa henti hingga dua hari.
Jonney Shih bergabung di atas panggung dengan Jussi Nevanlinna, VP Marketing, Qualcomm EMEA, dan Marcel Campos, ASUS Head of Global Marketing Operations. “ZenFone 6 adalah ilustrasi utama dari semangat dan kegigihan kami untuk inovasi dan teknologi. Ini adalah lambang untuk menghormati basis penggemar hardcore kami, dan penghargaan terhadap asal-usul teknik tanpa henti kami – yang telah membuat kami lebih bijaksana bersama, dan lebih kuat bersama,” kata Mr. Shih. “Ini dirancang untuk menentang yang biasa dengan yang luar biasa.”
“Kami sangat senang melihat smartphone flagship ASUS terbaru, ZenFone 6, yang diluncurkan di Valencia hari ini,” kata Cristiano Amon, Presiden, Qualcomm Incorporated. “Platform Mobile Snapdragon 855 dibangun dengan mempertimbangkan pengguna yang paling menuntut dan pemilik ZenFone 6 dapat merasakan kinerja yang cepat dan halus. Desain kamera yang benar-benar inovatif dan kekuatan pemrosesan dari Snapdragon 855 akan memberikan gambar dan video yang luar biasa kepada pengguna di seluruh dunia.”
ZenFone 6: Defy Ordinary
Flip Camera ZenFone 6 yang inovatif adalah solusi inovatif yang secara bersamaan mengatasi masalah identik dari tampilan ‘notches‘ dan kamera depan beresolusi rendah. Modul kamera flip-up dengan mesin berisi kamera utama Sony IMX586 48MP dan kamera sekunder ultrawide 13MP 125°, digerakkan oleh mesin stepper presisi khusus yang membalik modul sebesar 180° penuh untuk mengganti kamera dari belakang ke depan. Ini juga dapat digunakan di posisi mana pun di antara keduanya, memberikan pengguna kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengambil bidikan kelas profesional dari posisi apa pun.
Didukung oleh Platform flagship Mobile Qualcomm Snapdragon 855 untuk kinerja yang lebih baik dan respons yang lebih cepat, ZenFone 6 – 6.4 inci memiliki display layar notchless NanoEdge yang tertutupi dengan CorningGorilla Glass 6 untuk pengalaman menonton mendalam tanpa batas dan perlindungan terkuat yang tersedia. Baterai besar 5000mAh – salah satu yang terbesar yang tersedia di smartphone andalan – menyediakan hingga dua hari penggunaan tanpa henti. Antarmuka pengguna ZenUI 6 terbaru memberikan pengalaman yang lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih perhatian bagi pengguna, berkonsentrasi pada hal-hal penting untuk memberikan peningkatan kehalusan dan tampilan yang lebih bersih.
ZenFone 6 benar-benar menentang yang biasa, menggabungkan kinerja ekstrem dan fotografi fleksibel berkualitas tinggi dalam desain yang ringkas dengan gaya futuristik yang langsung dapat dikenali.
Laporan finansial Ubisoft untuk periode 2018-2019 mengungkap informasi menarik seputar perilisan game baru. Perusahaan asal Perancis ini ternyata sudah mempersiapkan empat judul game AAA. Keempat game ini ditargetkan rampung dan rilis sebelum akhir Maret 2020.
Tidak diketahui apa saja judul dari keempat game AAA milik Ubisoft ini. Jika boleh menebak, maka salah satu judul game AAA ini adalah Ghost Recon Breakpoint. Game ini telah dikonfirmasi rilis pada tanggal 4 Oktober tahun ini. Lalu bagaimana dengan ketiga judul game lainnya?
Assassin’s Creed Viking, Watch Dogs 3 dan Splinter Cell, mungkin salah satu dari ketiga judul tersebut masuk dalam daftar. Berbeda nasibnya dengan game bajak laut Skull and Bones. Saat game lain sudah mulai mendapat jadwal, game ini malah semakin terbenam.
Dilansir dari IGN, Skull and Bones tidak masuk dalam game yang akan dirilis Ubisoft sampai akhir Maret 2020. Kemungkinan game ini malah baru dirilis sesudah Maret 2020. Skull and Bones awalnya ditargetkan rilis pada 2018 namun batal. Ubisoft lalu memutuskan untuk menunda lagi di 2019. Game ini juga dipastikan tidak hadir pada event E3 2019 nanti.
Konferensi pers Ubisoft di E3 2019 akan berlangsung pada tanggal 10 Juni. Game apa yang paling kamu nantikan dari Ubisoft?
Konami baru saja merilis opening movie serta trailer gameplay untuk mempromosikan game Jikkyou Powerful Pro Baseball yang akan dirilis untuk konsol Nintendo Switch.
Jikkyou Powerful Pro Baseball sendiri dijadwalkan rilis ke Nintendo Switch wilayah Jepang pada tanggal 27 Juni 2019 mendatang. Kalian bisa mengakses situs resmi game di sini.
Saksikan trailer gameplay game pada video di bawah dan opening movie pada video di atas.
Bandai Namco baru saja merilis trailer baru Doraemon Story of Seasons untuk memperkenalkan kepada gamers sistem permainan dalam game.
Doraemon Story of Seasons sendiri dijadwalkan rilis ke Nintendo Switch pada tanggal 13 Juni 2019 ke wilayah Jepang. Game versi Nintendo Switch dan PC (lewat Steam) wilayah Barat baru akan dirilis pada musim gugur 2019.
Muncul pertanda jika game mobile Digimon ReArise bakal dirilis juga di luar wilayah Jepang. Tanda ini bisa dilihat pada akun Twitter Digimon ReArise (@digimon_rearise) dimana diperlihatkan logo game tersebut dengan tiga bahasa yang berbeda.
Ketiga bahasa yang digunakan pada cuitan di atas adalah bahasa Inggris, Mandarin, dan Korea. Kemungkinan game Digimon ReArise akan diterjemahkan ke dalam tiga bahasa tersebut. Selama ini Digimon ReArise hanya tersedia untuk gamer Jepang saja. Game ini diluncurkan pada tahun 2018 lalu.
Digimon ReArise adalah game RPG dengan gameplay turn based. Cerita dari game ini adala kelompok bernama Spiral yang mengancam dunia nyata dengan membuka portal menuju dunia digital. Digimon flaghsip di game ini bernama Erismon yang berbentuk seperti landak.
Bagaimana? Tertarik untuk mencoba Digimon ReArise saat rilis nanti?
Game online klasik Gunbound dipastikan memiliki sekuel. Game yang diberi judul New Gunbound ini telah resmi diumumkan pada event PlayX4 di Korea belum lama ini.
New Gunbound dikerjakan oleh developer Korea, Softnyx. Mereka menggandeng publisher dari Thailand, Electronic Extreme untuk merilis game tersebut di 10 negara di kawasan Asia Tenggara (Termasuk Indonesia). New Gunbound diperkirakan rilis antara bulan Juli sampai September. Untuk tanggal pastinya masih belum dipastikan.
New Gunbound tidak lagi menggunakan gameplay turn based seperti game pendahulunya. Softnyx telah mengimplementasi gameplay bergaya real time strategy. Game ini bisa dimainkan di mobile dan PC. Akan ada juga fitur cross platform dimana gamer PC dan mobile bisa bermain bersama. Selain konten PVP, New Gunbound juga memiliki konten PVE seperti adventure mode dan boss mode.
Bagaimana? Tertarik untuk menjajal New Gunbound jika rilis nanti?
Ubisoft telah dipastikan hadir pada event E3 2019. Dari berbagai judul game yang dibawa, apakah salah satunya adalah Splinter Cell? Franchise ini seakan menghilang sejak game terakhirnya dirilis pada 2013. Cuitan Creative Director The Division 2, Julian Gerighty di TwItter telah menjawab pertanyaan tersebut.
Secara terang-terangan ia mengatakan sedang mengerjakan game Splinter Cell baru. Ia juga menyebutkan jika game tersebut akan diungkap pada E3 2019.
Cuitan Juilan semakin menjadi-jadi saat ia merubah gambar profile picture menjadi google ikonik Splinter Cell. “Tolong jangan retweet. Saya sedang dalam masalah besar,” tuturnya dalam cuitan berikutnya.
Pernyataan Julian ini langsung ditanggapi oleh para fans, Mereka senang karena akhirnya Ubisoft kembali membuat game Splinter Cell. Tapi sayangnya pernyataan Julian malah dibantah oleh Ubisoft.
Dalam keterangan resminya, pihak Ubisoft mengklarifikasi dengan menyebut jika Julian hanya bercanda. Ubisoft juga menegaskan jika mereka tidak memiliki pengumuman baru yang terkait dengan Splinter Cell untuk saat ini.
Bagaimana menurut kamu? Apakah ini semua menurutmu hanyalah akting belaka untuk menutupi fakta atau Julian Gerighty memang sedang ngasal?
Tidak bisa dipungkiri jika trailer Final Fantasy 7 Remake yang diperlihatkan pada acara Playstation State of Play minggu kemarin betul-betul menusuk hati terdalam gamers. Game RPG yang menjadi hits pada tahun 1997 ini telah mengalami makeover yang luar biasa. Tidak ada lagi gambar pixel alias kotak-kotak.
Sebelumnya Square Enix dan Sony juga sempat memperlihatkan trailer Final Fantasy 7 Remake pada E3 2017. Jika diperhatikan ada perbedaan antara kedua trailer tersebut. Grafis dalam game ternyata mengalami beberapa perubahan, baik itu visual maupun dari karakter. Perbedaan ini bisa kamu lihat pada video perbandingan trailer Final Fantasy 7 Remake 2019 versus 2017 yang dibuat oleh YouTubers Cycu1:
Perbedaan yang bisa kamu lihat pada video di atas misalnya adalah desain helm yang dikenakan oleh Soldiers. Karakter utama Final Fantasy 7, Cloud Strife juga mengalami perubahan struktur badan.
Jika ingin perbandingan yang lebih drastis, kamu bisa membandingkan Final Fantasy 7 Remake dengan game originalnya. Netizen bernama aibo (@aibo_ac7) telah berbaik hati dengan membagikan screenshot perbandingan kedua game.
Square Enix berencana untuk mengungkap lebih banyak mengenai Final Fantasy 7 Remake pada event E3 2019 mendatang. Apapun hasilnya nanti semoga akan ada kejelasan mengenai kapan game tersebut akan dirilis.