Meski sudah dua tahun sejak Cuphead dirilis, game ini ternyata masih menarik perhatian. Layanan streaming Netflix telah mengumumkan bakal membuat serial televisi yang diadaptasi dari game tersebut berjudul The Cuphead Show!. Tidak main-main, Netflix langsung menggandeng developer Cuphead, MDHR untuk pengerjaan.
Dilansir dari IGN, The Cuphead Show akan tetap menggunakan gaya animasi kartun 1930an seperti gamenya. Pembuatan animasi akan dilakukan dengan cara tradisional, yaitu dengan digambar tapi secara digital.
Mengenai alur cerita, Netflix akan tetap menggunakan dua tokoh original dalam game, yaitu Cuphead dan Mugman. Setting lokasi juga masih sama seperti game, yaitu Inkwell Isle. Netflix juga telah memastikan jika serial televisi ini nantinya aman untk dilihat oleh anak-anak, meski memiliki unsur komedi untuk orang dewasa.
Untuk tanggal penayangan The Cuphead Show akan diumumkan nanti.
Aktor Indonesia Joe Taslim akan kembali go internasional. Dikabarkan oleh The Hollywood Reporter, pemeran film The Raid ini bakal tampil sebagai Sub-Zero dalam film Mortal Kombat. Film tersebut digarap oleh sutradara James Wan. Ia akan mulai mengikuti syuting film tahun ini di Australia.
Karakter Sub-Zero yang akan diperankan oleh Joe Taslim adalah salah satu karakter original Mortal Kombat. Ninja dengan kekuatan es ini selalu muncul dalam game dan juga film. Sebelum film Mortal Kombat yang dikerjakan oleh James Wan, franchise ini sudah memiliki dua film layar lebar.
Film pertama adalah Mortal Kombat yang tayang pada 1995 dan dilanjutkan dengan sekuel Mortal Kombat: Annihilation pada 1997. Selain film layar lebar, Mortal Kombat juga pernah diadaptasi menjadi serial televisi dan YouTube series.
Cerita dari film Mortal Kombat garapan James Wan masih belum diketahui. Untuk tanggal rilis, film ini dijadwalkan tayang pada tanggal 5 Maret 2021.
Jadwal rilis game untuk bulan Juli 2019 ibarat tenang sesudah badai. Biarkan kehebohan E3 kemarin dengan segala game-game barunya mereda. Karena di bulan ini tidak banyak game besar yang rilis. Jadi, gunakan masa tenang ini untuk membersihkan backlog dan mempersiapkan diri untuk kedatangan “badai” berikutnya.
Ekspansi Final Fantasy XIV, Shadowbringers adalah highlight utama di bulan Juli, tapi hanya untuk pecinta game MMORPG. Setelah menurun di Stormblood, developer Final Fantasy XIV ditantang untuk kembali bangkit di ekspansi ini.
Selain itu, game lain yang patut mendapat perhatian di bulan Juli adalah Attack on Titan 2: Final Battle, Earth Defense Force 5 versi PC, Wolfenstein: Youngblood, Kill La Kill – If. Game eksklusif untuk Nintendo Switch, Fire Emblem: Three Houses juga merupakan judul game yang wajib ditunggu kehadirannya pada akhir bulan.
Berikut adalah jadwal dari game yang wajib ditunggu rilisnya untuk bulan Juli:
DLC Final Fantasy XIV: Shadowbringers (PS4, PC) – 2 Juli
Stranger Things 3: The Game (PS4, Xbox One, Switch, PC) – 4 Juli
Attack on Titan 2: Final Battle (PS4, Xbox One, Switch, PC) – 5 Juli
Sea of Solitude (PS4, Xbox One, PC) – 5 Juli
Senran Kagura Peach Ball (Switch) – 9 Juli
Dr. Mario World (Android, iOS) – 10 Juli
Earth Defense Force 5 (PC) – 11 Juli
Dragon Quest Builders 2 (PS4) – 12 Juli
Marvel Ultimate Alliance 3: The Black Order (Switch) – 19 Juli
Beyond: Two Souls (PC) – 22 Juli
Kill La Kill – If (PS4, Switch, PC) – 25 Juli
Fire Emblem: Three Houses (Switch): 26 Juli
Wolfenstein: Youngblood (PS4, Xbox One, Switch, PC) – 26 Juli
Itulah daftar dari judul game yang wajib ditunggu kehadirannya di bulan Juli ini. Bagaimana menurut kamu?
Publisher D3 telah mengumumkan game shooter Earth Defence Force 5 akan rilis di PC. Game ini bisa mulai dimainkan melalui Steam pada tanggal 11 Juli 2019. Berikut adalah trailernya:
Earth Defence Force 5 mengambil setting di negara Jepang tahun 2022. Pesawat alien raksasa telah mendarat di Jepang dan membuat kekacauan di markas EDF (Earth Defense Force). Pemain akan berperan sebagai pasukan EDF yang telah terlatih untuk mengalahkan alien. Game ini bisa dimainkan secara multiplayer online atau split screen.
Akan ada empat kelas yang bisa dipilih pemain. Setiap kelas akan memiliki senjata dan skill yang berbeda. Halaman Earth Defense Force 5 di Steam bisa kamu lihat di sini.
Developer lokal asal Semarang, Aious Production telah merilis tahap beta game Aious. Tahap beta ini sudah bisa diakses sejak tanggal 8 Juli 2019 di PC. Detailnya bisa kamu lihat di sini.
Aious adalah game bergenre dungeon crawler dengan gaya isometric. Game ini bisa dimainkan secara singleplayer maupun multiplayer dengan jumlah pemain 3 orang. Ada tiga karakter yang bisa digunakan dalam Aious, yaitu Rainard Amor dengan spesialisasi senjata pedang, Dhieval Nik dengan senjata kapak dua tangan, dan ranger bernama Alys Elthana. Musuh dari ketiga karakter ini adalah sosok misterius bernama Mage.
Keunikan Aious terletak pada mode multiplayernya. Interaksi antar karakter sangat dikedepankan dalam game ini. Pemain harus terus bersama saat memainkan game ini, jika tidak health bar karakter yang digunakan akan terus menurun. Jika ada pemain dikalahkan oleh musuh, pemain lain harus membangunkannya. Jika dibiarkan sampai mati maka game akan berakhir.
Belum lama ini ASUS telah meluncurkan lini baru dari laptop VivoBook bernama Asus VivoBook Ultra A412. Laptop ini memiliki desain ringkas dengan mengedepankan performa. Bentuknya yang stylish ini cocok bagi kalangan anak muda dan mainstream.
Tim Playcubic mendapat kesempatan untuk menjajal Asus VivoBook Ultra A412. Laptop ini memiliki beberapa varian:
Intel Core i3-8145U, RAM 4GB
Intel Core i3-8145U, GeForce MX 250, RAM 8GB
Intel Core i5-8265U, RAM 8GB
Intel Core i5-8265U, GeForce MX 250, RAM 8GB
Intel Core i7-8565U, GeForce MX 250, RAM 8GB
Laptop yang saya pakai menggunakan prosesor Intel Core i5-8265u, kartu grafis NVIDIA GeForce MX 250, dan RAM 8GB (Onboard 4GB).
Warna dari laptop yang digunakan tim Playcubic adalah slate grey. Masih ada lagi varian warna dari Asus VivoBook Ultra A412, yaitu coral crush, peacock blue, dan transparent silver.
Desain yang Ringkas
Dari segi desain, VivoBook Ultra A412 memiliki panjang 32cm dengan lebar 21cm. Untuk ketebalan laptop adalah 1,9cm dengan berat 1,5kg. Desain tersebut memang dirancang sedemikian rupa agar laptop ini mudah untuk dibawa kemana-mana. Cocok bagi mereka yang bekerja secara mobile.
Selama mencoba VivoBook Ultra A412, saya sering membawa laptop ini di dalam tas. Dimensi laptop yang ringkas membuatnya sesuai saat dimasukkan dalam tas dan tidak berat saat dibawa.
Layar NanoEdge Display dan Desain ErgoLift
VivoBook Ultra A412 memiliki layar berukuran 14 inci dan sudah Full HD. Asus juga menyematkan teknologi NanoEdge Display. Teknologi ini membuat bezel pada layar menjadi lebih tipis, yaitu 5,7mm. Berkat teknologi ini, dimensi bodi VivoBook Ultra A412 diperkecil sehingga menghasilkan screen-body-to-ratio hingga 83 persen.
VivoBook Ultra A412 juga memiliki desain ErgoLift. Fitur ini merupakan fitur premium dari seri Zenbook dan Asus menyematkannya di laptop ini. Fitur ini tidak hanya memberikan kesan premium saja, tapi juga kenyamanan saat penggunaan.
Desain ErgoLift mengangkat laptop dan menambah kemiringan pada keyboard sebanyak 2°. Posisi ini membuat pengguna menjadi lebih nyaman saat mengetik. Fitur ini sangat membantu apalagi bagi saya yang banyak melakukan aktivitas mengetik dan mengedit gambar.
Desain ErgoLift juga membantu sistem pendingin laptop dengan menciptakan rongga udara di bawah casis. Rongga ini membuat sirkulasi udara menjadi lebih lancar. Udara panas dari laptop bisa dikeluarkan dan tidak terakumulasi. Suara dari speaker yang posisinya berada di bagian bawah casis juga ikut terbantu.
Keyboard Plus Sensor Sidik Jari
Tidak ada yang spesial dari bagian keyboard Vivobook Ultra A412. Keyboard di laptop ini sudah dilengkapi oleh LED Backlit. Kamu bisa tetap mengetik saat dalam kondisi kurang cahaya. Jika merasa tidak perlu, LED Backlit ini juga dapat dimatikan.
Tepat di bawah keyboard terdapat touchpad dan sensor untuk sidik jari. Sensor sidik jari sudah terintegrasi dengan Windows Hello. Adanya sensor ini memudahkan bagi pengguna yang tidak ingin repot-repot menghapal password. Sayangnya laptop ini tidak memiliki sistem sensor untuk wajah.
VivoBook Ultra A412 memiliki beragam port. Pada bagian kanan laptop terdapat port untuk kensington lock, port USB 2.0, dua lampu indikator, dan port MicroSD Card Reader. Pada bagian kiri terdapat port untuk charging, port HDMI, port USB Gen 3.1, port Gen USB 3.1 Type-C, dan port jack audio.
Untuk konektivitas, VivoBook Ultra A412 memiliki WiFi Dual Band 802.11ac (2×2) dan Bluetooth 4.2.
Membedah Jeroan VivoBook Ultra A412
Pada bagian jeroan, VivoBook Ultra A412 yang saya pakai menggunakan Intel Core i5-8265u dengan konfigurasi 4 core dan 8 thread. Jika kamu ingin prosesor yang lebih baik, Asus juga menyediakan versi dengan Intel Core i7-8565u. Prosesor ini bisa memproses data dengan kecepatan 4,6GHz.
Untuk urusan grafis, VivoBook Ultra A412 sudah dilengkapi oleh GeFroce MX-250. Kartu grafis ini juga didukung oleh RAM 8GB DDR4 yang terdiri dari 4GB on-board dan 4GB tambahan.
Komposisi jeroan ini membuat VivoBook Ultra A412 dapat optimal saat digunakan untuk mengedit gambar dan video. Adanya kartu grafis juga memungkinkan laptop ini bisa digunakan untuk memainkan game, tapi dengan catatan bukan game dengan spesifikasi berat. Game yang sempat saya coba adalah Stardew Valley dan berjalan dengan sempurna di laptop ini. Berikut adalah benchmark VivoBook Ultra A412:
PCmark 10
Sky Diver
Time Spy
Kapasitas penyimpanan VivoBook Ultra A412 menggunakan SSD 512GB. Jumlah tersebut cukup mengingat laptop ini ditujukan kepada golongan mainstream.
Kekurangan dari jeroan VivoBook Ultra A412 terletak pada daya tahan baterainya. Laptop ini menggunakan baterai 37WHrs yang daya tahannya tidak terlalu lama. Dari pengalaman saya, laptop ini bisa bertahan sampai 3 jam dalam keadaan standar yaitu untuk browsing, mengetik, dan menonton video di YouTube.
Kesimpulan
Desain Asus VivoBook Ultra A412 yang ramping dan ringan memudahkan laptop ini untuk dibawa kemana-mana. Fitur ErgoLift juga membantu dalam hal kenyamanan saat mengetik. Kamu juga tidak perlu repot-repot lagi membawa cooling stand untuk mendinginkan laptop.
Kekurangan dari laptop ini adalah daya tahan baterainya. Jika digunakan untuk pemakaian jangka panjang, laptop ini kurang mendukung. Apalagi jika banyak menggunakan aplikasi berat. Kapasitas penyimpanan juga harus diperhatikan.
PROS:
Ringkas, cocok untuk mereka yang bekerja secara mobile
Game baru Digimon Survive ternyata tidak akan dirilis sesuai dengan tanggal yang dijadwalkan. Game yang awalnya ditargetkan rampung pada tahun 2019 malah diundur menjadi tahun 2020.
Informasi ini diumumkan oleh Bandai Namco dalam acara Anime Expo 2019. Sayangnya tidak penjelasan yang jelas kenapa game tersebut diundur. Ketika rilis di tahun 2020 nanti, Digimon Survive akan tersedia di PS4, Xbox One, dan PC.
Digimon Survive menceritakan kisah dari sekelompok anak muda yang terjebak di dunia digital saar sedang camping. Kelompok ini dipimpin oleh Takuma Momozuka. Gameplay Digimon Survive akan menggunakan gaya klasik strategic RPG yang dikombinasi dengan tampilan 2D.
Setelah 4 tahun menunggu, akhirnya Bandai Namco mengumumkan versi PC dari game Digimon Story: Cyber Sleuth. Game ini berjudul Digimon Story: Cyber Sleuth Complete Edition. Selain PC, game ini juga akan rilis di Switch.
Digimon Story: Cyber Sleuth Complete Edition merupakan kompilasi dari dua game, yaitu Digimon Story: Cyber Sleuth dan Digimon Story: Cyber Sleuth-Hacker’s Memory. Berikut adalah trailer perdananya:
Cerita dari kedua game Digimon ini saling berhubungan, yaitu ketika dunia nyata dan dunia digital saling bersinggungan. Digimon Story: Cyber Sleuth akan menjadi alur cerita utama, sedangkan Hacker’s Memory menjadi pelengkapnya.
Gameplay Digimon Story: Cyber Sleuth Complete Edition masih tetap setia dengan game bergenre Digimon, yaitu turn based. Setidaknya ada 300 jenis Digimon yang bisa digunakan dalam kedua game tersebut.
Digimon Story: Cyber Sleuth Complete Edition versi PC dan Switch akan dirilis pada tanggal 18 Oktober 2019.
Bandai Namco telah mengumumkan One Piece: Pirate Warriors 4 di acara Anime Expo 2019. Game One Piece ala Dynasty/Samurai Warriors ini rencananya akan dirilis tahun 2020 di PS4, Xbox One, Switch, dan PC. Untuk pengerjaan One Piece: Pirate Warriors 4, Bandai Namco akan kembali bekerjasama dengan Koei Tecmo. Berikut adalah teaser trailernya:
Jika dilihat dari trailernya, One Piece: Pirate Warriors 4 akan mengangkat cerita One Piece dimulai dari New World Arc. Luffy pada trailer di atas tampil menggunakan gear 4. Lawan dari Luffy adalah salah satu Yonko, yaitu Big Mom. Detail lainnya mengenai game ini masih belum diketahui.
Bagaimana menurut kamu? Tertarik untuk memainkan One Piece: Pirate Warriors 4 ika rilis nanti?
Rumor mengenai Red Dead Redemption 2 versi PC memang paling enak untuk dibicarakan. Seorang bernama JakoMako51 mengklaim telah menemukan petunjuk tentang adanya Red Dead Redemption 2 di PC.
Melalui akun Twitternya @JakoMako51, ia menjelaskan jika petunjuk tersebut berupa source code di website Rockstar Social Club. Petunjuk ini berisi referensi “RDR2_PC_Accomplishments” yang menunjukkan jika Red Redemption 2 versi PC memang ada.
Ini bukan satu-satunya petunjuk mengenai keberadaan Red Dead Redemption 2 versi PC. Program di dalam aplikasi companion app buat Rockstar juga mencantumkan referensi Red Dead Redemption 2 versi PC. Belum lagi halaman Linkedin salah satu developer juga mencantumkan referensi yang sama. Detailnya bisa kamu lihat di sini.
Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu percaya jika suatu saat nanti Rockstar akan merilis Red Dead Redemption 2 di PC?