Home Blog Page 643

Scarlet Nexus, Game Action RPG Bandai Namco yang Akan Tuju Konsol Next-Gen

0

Game terbaru Bandai Namco, Scarlet Nexus unjuk gigi dalam event IGN Summer of Gaming 2020. Kamu bisa melihat trailer barunya yang memperlihatkan gameplay dipadu dengan animasi yang ciamik.

Scarlet Nexus dikembangkan oleh developer dari game Tales of. Game ini menggunakan genre action RPG. Buat kamu yang sudah memainkan Code Vein atau Astral Chain pasti akan melihat adanya kemiripan. Cerita dari Scralet Nexus adalah dunia di masa depan dimana manusia telah mengembangkan kekuatan telepati. Namun keberadaan manusia terancam oleh monster bernama The Others. Satu-satunya cara untuk melawan monster ini adalah dengan menggunakan kemampuan telepati.

Karakter utama game ini bernama Yuito Sumeragi yang merupakan anggota dari tim Other Suppression Force atau OSF. Sumeragi digambarkan sebagai karakter dengan jiwa pahlawan. Kekuatannya untuk menggunakan telepati juga dianggap luar biasa. Berbeda dengan Code Vein, Scarlet Nexus tidak menggunakan character creation sebagai karakter utama.

Scarlet Nexus rencananya akan dirilis di multiplatform. Mulai dari PS5, PS4, Xbox One, Xbox Series X, dan PC. Menarik untuk ditunggu inovasi apa yang akan diimplementasi di game ini mengingat akan rilis di konsol next-gen.

Tetsuya Nomura Masih Belum Selesai dengan Kingdom Hearts

0

Kingdom Hearts tidak bisa dipungkiri adalah game RPG yang ‘awet’. Proyek Kingdom Hearts sudah berjalan kurang lebih 17 tahun dari tahun 2002 sampai 2019. Franchise dari game ini juga sudah sangat banyak, mulai dari prequel sampai spin-off. Namun ending dari Kingdom Hearts masih belum terlihat.

Rupanya Director dari game Kingdom Hearts Tetsuya Nomura masih belum selesai dengan game tersebut. Hal ini ia utarakan dalam pernyataan yang dibagikan di akun Twitter Square Enix. Nomura mengatakan jika ia masih memiliki dua proyek lagi yang berkaitan dengan Kingdom Hearts. Nomura juga menyertakan teaser dalam video Kingdom Hearts 2020 yang juga ada di cuitan Square Enix.

Diberi nama Kingdom Hearts Series 2nd Phase, ada 5 game yang sudah direncanakan Tetsuya Nomura. Saat ini sudah ada 3 game Kingdom Hearts dari proyek tersebut yang telah resmi diumumkan, yaitu Kingdom Hearts III Remind, Kingdom Hearts: Dark Road, dan Kingdom Hearts: Melody of Memory. Dua game lainnya masih dirahasiakan. Apakah game ini nantinya akan ditujukan untuk konsol next-gen PS5 dan Xbox Series X? Atau justru mungkin untuk PC? Kita lihat saja nanti.

Kingdom Hearts III Remind adalah DLC dari Kingdom Hearts III dan sudah rilis di awal tahun 2020. Kingdom Hearts: Dark Road adalah game mobile yang rencananya akan rilis tanggal 22 Juni 2020 untuk android dan iOS.

Sedangkan Kingdom Hearts: Melody of Memory adalah spin-off dengan genre rhythm action. Game ini akan rilis tahun 2020 di PS4, Xbox One, dan Switch.

Terungkap Alasan Kenapa PS5 Punya Ukuran Jumbo

0

Konsol terbaru Playstation yaitu PS5 tidak hanya memiliki desain futuristic, tapi juga ukuran yang jumbo. Bahkan jika dibandingkan dengan konsol Playstation generasi sebelumnya, PS5 memiliki ukuran yang paling besar. Apa penyebabnya?

Wakil Presiden UX Design Playstation Matt MacLaurin mengatakan jika ada alasan kenapa ukuran PS5 membengkak. Dalam penjelasannya di LinkedIn (Diikutip oleh VG247), MacLaurin mengatakan jika penyebabnya adalah panas yang dihasilkan oleh PS5.

Ia mengibaratkan PS5 sebagai computer super yang bisa menghasilkan panas luar biasa saat memproses data. Oleh karena, tim desain membuat casing PS5 menjadi lebih besar untuk membantu proses pendinginan.

Tidak hanya berbicara mengenai desain PS5, McLaurin juga membicarakan tentang nasib PS4 setelah PS5 keluar nanti. Menurutnya orang-orang tidak perlu takut PS4 akan ditinggalkan oleh Sony setelah PS5 keluar. “Jika kamu adalah salah satu dari orang yang baru saja membeli PS4 sebelum pengumuman PS5, kamu tidak perlu takut. Kami masih memperhatikan konsol yang satu ini,” kata Laurin.

Jadi buat kamu yang masih galau dengan PS5, jangan buru-buru membuat keputusan dulu. Karena PS4 masih mendapat perhatian ketika PS5 keluar nanti.

Mobile Legends Tampil Lebih Smart Lewat Proyek Next

0

Kabar baik datang bagi para pemain Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), khususnya para sesepuh. Pemain MLBB bakal disuguhkan dengan sesuatu yang baru lewat proyek terbesar tahun ini, NEXT. Bakal ada banyak perubahan yang difokuskan mulai dari penyesuaian hero, visual, peningkatan suara, hingga kontrol game. Bukan cuma itu, fitur-fitur top dengan pengoperasian yang tidak sulit akan bermunculan sehingga MLBB bakal lebih seru ke depannya.

Fitur smart targeting misalnya. MLBB akan menjadi game mobile MOBA pertama yang memperkenalkan dan menyajikan smart targeting. Seperti diketahui, smart targeting adalah fitur yang membuat para pemain untuk secara bebas memilih target lebih akurat tetapi tetap sederhana ketika menggunakan kemampuan hero. Artinya, untuk mendapatkan kepuasan permainan dari hero yang tergolong sangat powerful sekalipun, pemain tidak akan dibebankan dengan sulitnya mengoperasikan fitur ini.

“Proyek NEXT adalah sebuah komponen penting yang bersifat jangka panjang, dan smart targeting adalah fitur pertama yang akan kami perkenalkan. Kami berharap dengan peningkatan di fungsi ini, game ini dapat membawa kompetisi dalam game MOBA ke level yang selanjutnya,” ujar Brand Director Moonton Indonesia Aswin Atonie di Jakarta, Senin kemarin.

Sebagai game mobile MOBA 5×5 paling populer di dunia, Mobile Legends: Bang Bang telah meraih angka 500 juta download dan memiliki 75 juta pemain aktif. Pemain MLBB berasal lebih dari 100 negara dan kawasan dengan berbagai perbedaan budaya, latar belakang, dan pengalaman. Tetapi, di Mobile Legends: Bang Bang, pemain bermain bersama dan menciptakan legenda bersama.

Dalam proyek “NEXT”, tim developer dari Mobile Legends secara progresif bekerja dalam memperbaiki dan meningkatkan hero-hero klasi. Sehingga, Balmond, Layla, Miya, dan kawan-kawan akan menjadi lebih unik dengan fitur mereka masing-masing.

“Hero klasik akan seperti terlahir kembali dan memiliki karakter yang tidak dimiliki hero lain. Perubahannya mulai dari skill, penampilan, animasi, hingga efek suara,” tambah Aswin.

Mobile Legends berkomitmen untuk selalu menjadi yang terdepan dalam hal inovasi. Namun demikian, inisiasi yang dilakukan juga harus memiliki kualitas karena pengalaman bermain untuk para pemain MLBB adalah prioritas utama. Suksesnya Mobile Legends: Bang Bang 2.0 di 2019 telah membuktikan bahwa kualitas di dalam permainan adalah hal terpenting.

ASUS AIoT Membangun Solusi Manufaktur Pintar Terbaru untuk Mempromosikan Peningkatan Industri

0

Dengan munculnya era AIoT, ASUS telah merangkul teknologi dan metode baru untuk mengembangkan kemampuan manufaktur yang maju. Pada akhir tahun 2019, ASUS memperluas unit bisnis  AIoT untuk dapat mengembangkan lebih banyak solusi untuk industri dan dalam prosesnya, menamai dengan AIoT Business Group (AIoT BG). Setelah mempertimbangkan dan merencanakan sekitar tiga aspek utama dari manufaktur yang sukses – desain daya, kemampuan teknis dan profitabilitas berkelanjutan – ASUS mengubah operasi untuk mencapai fleksibilitas, kecepatan, produktivitas dan kualitas yang diperlukan untuk peningkatan pasokan Industri 4.0.

Mendeteksi cacat secara manual adalah kesulitan utama dan penyebab ketidakefisienan dalam proses pembuatan. Dengan berinvestasi pada solusi pabrikan pintar yang memanfaatkan teknologi AI untuk memproduksi periferal logam, kipas, papan sirkuit cetak dan komponen komputer lainnya serta untuk perakitan sistem, ASUS dapat menghilangkan hambatan efisiensi dan mengurangi kerugian akibat kesalahan penilaian cacat pabrikasi oleh karyawan pabrik. Kedepannya, ASUS akan terus menggunakan kecerdasan buatan dan big data untuk secara statistic mengklasifikasikan berbagai jenis cacat kualitas, menentukan penyebabnya dan meningkatkan proses pada sumber cacat untuk lebih meningkatkan dan mendorong batas-batas kualitas manufaktur.

“ASUS saat ini memiliki ratusan pemasok, dan setiap kali kami dapat meningkatkan proses pemeriksaan kualitas, pemasok akan menerima dan bersedia melakukan perubahan,” ujar Jackie Hsu, Wakil Presiden Senior, Co-Head of Open Platform BG & AIoT Business Group  mengatakan.“Ini adalah situasi paling menguntungkan bagi ASUS dan seluruh industri yang selalu mementingkan kualitas produk.”

Sistem Inspeksi Visual AI

Dalam industri manufaktur, adalah merupakan hal umum untuk mengganti inspeksi visual manual dengan inspeksi optik otomatis (AOI). Namun, inspeksi optik tidak efisien untuk produsen komponen logam mekanis. Inspeksi visual manual seringkali membutuhkan tampilan permukaan produk dari berbagai sudut untuk melihat cacat akibat pantulan cahaya. Sangat penting untuk memahami karakteristik permukaan optik dan komponen untuk mendapatkan data cacat yang lengkap dan benar.

Inspeksi optik adalah salah satu teknologi inti dari AIoT Business Group, yang menggunakan pembelajaran mesin, pembelajaran mendalam dan teknologi jaringan saraf tiruan untuk melatih model deteksi AI dengan benar. “Keakuratan inspeksi optic otomatis secara umum adalah sekitar 80-90%, yang berarti bahwa lebih dari 10% kesalahan penilaian cacat dapat terjadi, dan akurasi inspeksi visual manual adalah sekitar 90%,” kata Albert Chang, Corporate Vice President, Co-Head of AIoT Business Group. “Saat ini, ASUS telah memungkinkan AI untuk meningkatkan akurasinya sangat tinggi hingga 98% setelah proses pembelajaran.”

Sistem deteksi gelombang AI

Kipas adalah bagian penting dari banyak komputer dan elektronik konsumen, komponen pendingin dan membantu memperpanjang usia produk. Untuk memastikan kualitas kipas, pabrikan mengandalkan inspektur yang mampu mendeteksi masalah dengan kipas hanya dengan mendengarkannya. Melatih personel yang sangat terampil untuk posisi penting ini memakan waktu tiga hingga enam bulan, dan pengawas kadang-kadang akan mengalami kelelahan telinga jangka pendek atau jangka panjang, dan faktor pekerjaan lainnya yang berdampak negatif terhadap kesehatan pekerja dan mengurangi tingkat deteksi masalah.

Untuk mengatasi masalah yang sulit ini, ASUS memperkenalkan Sistem Ciri Khas Gelombang AI ( AI Wave Signature System), yang menganalisa suara kipas yang beroperasi dengan benar dan menggunakannya untuk mengembangkan ciri khas suara. Ciri khas suara ini kemudian digunakan untuk melatih model AI agar dapat mengidentifikasikan dengan cepat kipas berkualitas tinggi. AI Wave Signature System dapat dikombinasikan dengan pengujian arus listrik, tegangan, getaran dan karakteristik produk lainnya selama inspeksi untuk memastikan kualitas produk secara keseluruhan. Selain itu, sistem dapat diterapkan untuk memantau peralatan produksi secara real time untuk menghindari waktu henti pabrik. Sebagai contoh, dengan memonitor motor peralatan di pabrik menggunakan AI Wave Signature System, operator akan diberitahu segera jika motor mulai berperilaku tidak normal. Motor kemudian dapat diperbaiki sebelum gagal sepenuhnya, menghindari penghentian produksi secara tiba-tiba dan kerugian yang menyertainya.

Reproduksibilitas sebagai model bisnis ASUS AIoT

Tahun ini, Grup Bisnis ASUS AIoT telah menetapkan target agresif dengan pemasok kipas dan komponen mekanis serta diperkirakan akan mengakuisisi 30 proyek inspeksi pintar. “Tujuan asli dan prioritas utama grup bisnis adalah untuk mempromosikan peningkatan bersama di industri dan membantu peningkatan rantai pasokan untuk menghadapi persaingan internasional dan terus mengumpulkan pengalaman,”ujar Jackie Hsu, Senior Vice President dan Co-Head of the Open Platform serta AIoT business groups.

Mengomentari pengenalan manufaktur pintar dan solusi deteksi AI oleh pabrik-pabrik besar, Albert Chang, Corporate Vice President dan Co-Head AIoT business group mengatakan, “Di masa lalu, algoritma dan model AI sangat disesuaikan,meningkatkan potensi solusi deteksi AI. Reproduksibilitas adalah tujuan dari tahap berikutnya, memungkinkan popularisasi cepat dan adopsi bersama dengan skalabilitas. Akhirnya, visi akhir dari grup bisnis ASUS AIoT adalah untuk fokus pada ‘analisis kualitas penuh‘.”

Target ASUS AIoT untuk tiga hingga lima tahun kedepan adalah analisis data. Dengan menyelidiki penyebab cacat, membantu rantai pasokan untuk menemukan solusi mendasar untuk hasil tinggi, membuat formula untuk sukses dan mengumpulkan nilai jangka panjang, analisis data akan menjadi pilar penting dari merek ASUS.

EA Ungkap Star Wars: Squadrons, Janjikan Sistem Loot Box yang Lebih Ramah

0

Setelah keberadaannya sempat bocor, EA akhirnya secara resmi mengungkap game Star Wars: Squadrons. Game ini bergenre combat flight simulator. Pemain bisa memilih untuk menjadi pilot kelompok Rebel atau Empire dan menggunakan pesawat-pesawat ikonik Star Wars.

Star Wars: Squadrons dikembangkan oleh developer Motive Montreal. Game ini bisa dimainkan dalam mode singleplayer maupun multiplayer. Mode singleplayer Star Wars: Squadron akan memiliki storyline yang diambil setelah event Battle of Endor. Pemain bisa memilih pihak yang digunakan, New Republic Vanguard Squadron atau Galactic Empire Titan Squadron. Ada 3 mode yang disiapkan untuk multiplayer, yaitu skirmish, fleet battle, dan dogfight. Gameplay dari Star Wars: Squadron akan diungkap pada event EA Play Live Event tanggal 18 Juni nanti.

Hal yang menarik adalah sistem loot box. EA mengakui jika Star Wars: Squadron akan memiliki item untyuk memodifikasi pesawat dan juga item kosmetik. EA berjanji cara untuk memperolehnya akan lebih ramah. Baik item untuk modifikasi dan kosmetik ini bisa diperoleh melalui gameplay.

Tidak hanya itu, Star Wars: Squadrons juga sudah mendukung fitur cross-platform. Artinya saat rilis tanggal 2 Oktober 2020 nanti di PS4, Xbox One, dan PC bisa bermain bersama. Game ini juga mendukung cross-platform untuk VR di PC dan PS4.

Surgeon Simulator 2 Ungkap Gameplay dan Tanggal Rilis

0

Game “horor” Surgeon Simulator 2 dipastikan bakal rilis pada bulan Agustus tahun ini. Untuk platformnya, Surgeon Simulator 2 lagi-lagi akan rilis eksklusif di Epic Games Store.

Buat kamu yang belum tahu, Surgeon Simulator 2 adalah game simulasi bedah-membedah. Pemain akan menjadi seorang dokter yang ditugaskan untuk membedah pasien. Buat yang mungkin belum kesampaian mimpinya jadi dokter bedah, bisa mencobanya di game ini.

Surgeon Simulator 2 memiliki fitur baru yang membedakan dengan game pertamanya. Game ini sudah memiliki sistem multiplayer. Pemain bisa mengajak 3 orang yang lain untuk membantu proses pembedahan.

Surgeon Simulator 2 akan memiliki dua edisi, standard edition dan deluxe edition. Untuk deluxe edition berisi season pass dan item kosmetik sebagai bonus. Buat yang sudah pre-order dapat mengikuti CBT dan mendapatkan item spesial Mad Scientist Set.

Story of Seasons: Friends of Mineral Town Muncul di PC

0

Kabar baik buat para pecinta game Harvest Moon. Publisher XSEED Games telah mengumumkan versi PC dari game Story of Seasons: Friends of Mineral Town. Game ini akan dirilis di Steam tanggal 14 Juli 2020.

Story of Seasons: Friends of Mineral Town adalah versi remake dari game Harvest Moon. Game ini akan memiliki berbagai macam fitur dan sistem baru. Karakter dalam game juga akan bertambah. Artinya akan ada calon pasangan baru yang bisa dinikahi oleh pemain.

Untuk grafis, versi PC Story of Seasons: Friends of Mineral Town sudah mendukung resolusi 4k. Game ini juga dapat dimainkan dengan menggunakan keyboard dan mouse. Jadi buat yang pengin nostalgia lagi jangan sampai ketinggalan gamenya!

The Outlast Trials Siap Takuti Gamer, Rilis Tahun Depan

0

Developer Red Barrel Games telah mengumumkan The Outlast Trials. Game ini nantinya akan rilis di PC via Steam dan Epic Games Store pada tahun 2021 mendatang. Berikut adalah teaser trailernya:

Cerita The Outlast Trials adalah pada era Perang Dingin. Pemain akan menjadi kelinci percobaan dari program cuci otak milik perusahaan bernama Murkoff Corporation.

Developer menjelaskan meski menyandang judul Outlast, The Outlast Trials ternyata bukanlah lanjutan dari game Outlast sebelumnya. Namun game ini tapi masih berada di satu universe.

Fitur baru yang diimplementasi di The Outlast Trials adalah mode multiplayer. Game ini nantinya bisa dimainkan oleh 4 pemain sekaligus. Mending ketakutan bareng daripada ketakutan sendiri, betul tidak?

Ngobrol Ngerandom Bareng Playcubic #1 : Kenapa Sony Ngeluarin PlayStation 5 Digital Edition?

0

Ngobrol Ngerandom Bareng Playcubic #1

 

~Enjoy