Home Blog Page 59

Review Football Manager 26 (PC): Belum Sempurna

0

Ketika Sports Interactive memutuskan untuk membatalkan Football Manager 26, itu adalah langkah yang berani.  Sebabnya sangat jarang ada game olahraga tahunan yang memutuskan untuk melewati satu tahun penuh.

Alasannya adalah peralihan ke engine baru yang diharapkan menjadi inovasi kepada franchise berusia lebih dari 20 tahun ini. Sayangnya pada minggu awal perilisan bahkan sampai sekarang, Football Manager 26 justru dihujani oleh kritik.

Penundaan yang dimaksudkan untuk membuat game sempurna, ternyata justru tidak sesuai dengan ekspektasi. Fans kecewa sekaligus bingung dengan banyaknya perubahan drastis di dalam game. Belum lagi kehadiran bug seperti crash, tombol yang tak merespons, dan berbagai masalah teknis lainnya.

Inilah pengalaman yang kami dapatkan selama memainkan versi review Football Manager 26 di PC. Pada satu sisi, kami ingin game dengan engine baru ini berhasil. Tapi faktanya malah berlawanan.

Peningkatan di Football Manager 26

review football manager 26 pc bagian tactic

Untungnya tidak semua elemen dari Football Manager 26 tampil kurang baik. Dari segi Tactic, game ini justru mengalami peningkatan yang signifikan.

Sekarang ada penanda jelas mengenai Ball Possession ketika tim pemain sedang menyerang atau bertahan. Football Manager 26 adalah seri pertama yang membuat fitur penting ini bisa terlihat. Kehadiran fitur ini membuat pemain bisa secara langsung mengatur formasi tim saat menyerang, dan saat kehilangan bola.

review football manager 26 pc ball possession

Fitur lainnya yang perlu mendapatkan sorotan adalah Player Role. Setiap pemain akan memiliki role atau peran yang harus diikuti di lapangan. Fitur ini disertai dengan penjelasan ringkas mengenai fungsi setiap peran, yang masing-masing memiliki deskripsi singkat, poin-poin pentingnya apa saja, hingga visual animasi 2D untuk memperlihatkan posisi serta kombinasi passing yang bisa dilakukan dalam peran tersebut. Sistem ini sangat intuitif dan semakin memuaskan ketika taktik yang di rancang benar-benar terealisasi di lapangan.

Football Manager 26 juga menghadirkan liga wanita dari berbagai negara. Fitur ini membawa napas baru ke dalam game, memberikan pemain lebih banyak pilihan dalam mengelola tim sepak bola favoritnya. Tidak hanya itu, pemain juga bisa berpindah secara langsung antara tim pria dan wanita, menunjukkan bahwa fitur ini tidak hanya sisipan, melainkan dirangcang dengan matang.

Performa Engine Baru

review football manager 26 pc engine baru

Penggunaan Engine baru juga menjadi elemen krusial dalam Football Manager 26. Visual ketika di lapangan sekarang menjadi lebih halus. Efek pencahayaan juga ditingkatkan, membuat gambar menjadi lebih tajam. Animasi pemain bervariasi, dan setiap gerakan tampil lebih alami.

Dari segi visual, developer Sports Interactive boleh berbangga diri. Pencapaian ini jelas merupakan peningkatan paling drastis dalam sejarah seri Football Manager.

Karena visual semakin baik, sesi pertandingan juga menjadi jauh lebih menyenangkan ketika ditonton. Semua reaksi pemain di lapangan mengingatkan kalian seperti sedang menonton pertandingan bola asli. Mulai dari pemain gelandang yang saling berhantam bahu untuk membuka ruang, diikuti oleh penyerang yang berusaha menanduk bola dari umpan crossing. Sementara di bagian belakang, pemain bertahan melakukan tekel krusial di detik-detik terakhir.

review football manager 26 pc simulasi sepak bola

Perbedaan karakteristik antar pemain sekarang juga terlihat jelas, dan bukan hanya dari angka statistik atau atribut semata. Pemain akan memiliki perilaku yang umum diperlihatkan oleh pemain asli. Misalnya ketika kalian memasukkan pemain cadangan. Karena kondisinya yang masih segar, pemain ini akan terlihat lebih segar ketimbang pemain yang kelelahan, apalagi saat mereka sedang mengejar bola.

Desain UI dan Bug Mengecewakan

review football manager 26 pc UI

Semua peningkatan ini sayangnya kurang bisa dinikmati akibat dua kekurangan yang ada di dalam game. Pertama adalah dari desain UI Football Manager 26. Perubahan yang dilakukan bukannya mempermudah, tapi malah justru mempersulit dan membuat frustrasi. Fans yang sudah mengikuti seri game ini sejak lama, sekarang harus beradaptasi kembali.

Developer sepertinya lebih memilih arah desain yang memadatkan informasi dan model pop-up. Maksudnya mungkin baik agar pemain bisa lebih efisien dalam mengakses fitur yang ada di dalam game. Namun, pola desain ini juga menyebabkan beberapa fitur yang biasanya bisa diakses dengan mudah menjadi terkubur dalam beberapa lapisan menu.

Akses yang sebelumnya cukup satu klik saja, kini memerlukan beberapa langkah. Belum lagi kurangnya ikon yang menjadi penanda untuk membuka informasi tertentu.

Saat ingin memilih penendang titik putih atau Penalty misalnya, daftar pemain yang ditampilkan justru tidak memperlihatkan atribut mereka. Jadi suka tidak suka, kalian harus membuka satu per satu data dari setiap pemain. Contohnya lainnya adalah dalam Training tidak lagi mendukung drag-and-drop, membuat setiap sesi harus dibuka secara manual.

Lebih mengecewakan lagi, banyak fitur klasik yang absen di Football Manager 26. Mulai dari Touchline Shouts yang ikonik, Squad Depth, Live Cup Draws, Data Hub, Versus Mode, Challenge Mode, dan masih banyak lagi. Memang beberapa fitur yang disebutkan adalah fitur kecil, tapi jangan salah karena kehadiran mereka juga merupakan bagian penting dari pengalaman memainkan game Football Manager.

Ditambah lagi masih banyaknya bug dan glitch. Kami menggunakan PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU RTX 3060, RAM 32GB, dan SSD. Selama bermain, kami beberapa kali mengalami crash dan juga glitch yang menyebalkan sampai lucu.

Untuk game yang sudah ditunda dengan alasan dipoles ulang, masalah seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi. Dari teks yang bertumpuk, scroll bar hilang, crash berulang kali, dan data penyimpanan yang tiba-tiba tidak bisa dibuka. Kombinasikan itu semua dengan adaptasi memahami layout UI untuk game yang sangat kompleks. Hasilnya jelas adalah frustrasi.

Untungnya Sports Interactive tidak hanya diam menghadapi kritik dari fans. Mereka cukup sigap dalam merilis rangkaian update baru untuk memperbaiki kekurangan di dalam game. Jika perbaikan terus dilakukan, fans suatu saat mungkin bisa mendapatkan apa yang mereka cari di Football Manager 26.

Kesimpulan Review Football Manager 26

Kesimpulan kami dari review Football Manager 26 adalah game ini jelas masih harus dioptimalisasi. Bug dan glitch yang masih mewabah di dalam game jelas merusak pengalaman bermain. Ditambah lagi desain UI baru yang ironisnya justru membuat fungsionalitasnya menurun. Ditambah banyaknya fitur-fitur lama yang menghilang.

Sebagai game dengan fans yang tidak sebesar game kasual, yang seharusnya dilakukan oleh developer adalah merangkul mereka seerat mungkin. Sayangnya apa yang terjadi di Football Manager 26 justru membuat banyak fans kecewa.

Padahal, potensi game ini sangat besar. Sistem Tactic yang baru disertai engine baru merupakan fondasi kuat untuk masa depan franchise ini. Jika seandainya saja elemen-elemen tersebut digabungkan dengan UI yang lebih efisien tanpa bug, Football Manager 26 bisa menjadi seri yang terbaik.

Football Manager 26 sudah tersedia di PS5, Xbox Series, PC, Mac, Netflix, dan Apple Arcade.

Season Baru Delta Force Ahsarah Bawa Map dan Operator Baru

0
Season Baru Delta Force Ahsarah Bawa Map dan Operator Baru

Season baru Delta Force resmi diluncurkan dengan nama Season Ahsarah. Akan ada sejumlah pembaruan besar, termasuk peta Warfare skala besar Monument, Operator Engineer terbaru Gizmo, serta peningkatan di mode Operations dan Hot Zone.

Detail Season Baru Delta Force

Season baru Delta Force akan membawa nuansa pertempuran baru lewat kota kuno Xalteva yang menjadi latar map Monument. Map ini berupa reruntuhan akibat perang dan senjata meteorologis, menawarkan jalur flanking dan titik vertikal strategis untuk pertarungan taktis.

Operator terbaru, Gizmo, hadir dengan kemampuan unik sebagai Engineer. Berkat Trait: Firewall, Gizmo memperoleh peningkatan kecepatan handling senjata. Ia juga dilengkapi dengan Crawler Nest yang mampu melacak musuh serta memberi efek corrosion, dan T.I.M, unit mekanik yang bisa menahan serta menonaktifkan musuh.

Season baru ini juga membawa peningkatan pada mode Operations melalui Zero Dam – Sinkpoint, menghadirkan pertarungan boss baru, area banjir, loot tambahan, dan mekanisme ekstraksi yang lebih dinamis.

Selain itu, hadir pula enam lokasi Hot Zone baru dan perangkat Relink Neo yang memberi jalur cerita tambahan, hadiah eksplorasi, dan bonus loot untuk pemain.

Bersamaan dengan peluncuran Season Ahsarah, Garena Delta Force berhasil meraih penghargaan “Best Multiplayer” dalam ajang Google Play’s Best of 2025. Sebagai bentuk apresiasi, Garena menghadirkan hadiah eksklusif dalam game serta rangkaian event spesial untuk seluruh pemain.

Bagaimana menurut kalian?

Anno 117: Pax Romana Cetak Rekor Penjualan Tercepat

0
Anno 117 Pax Romana Cetak Rekor Penjualan Tercepat

Anno 117: Pax Romana berhasil mencetak sejarah yang membanggakan. Game ini merupakan seri dengan penjualan tercepat di seluruh franchise Anno.

Pencapaian Anno 117: Pax Romana

Game ini mencatat rekor penjualan tercepat sepanjang sejarah franchise. Tidak hanya itu, game ini masuk di dalam daftar di best seller di Jerman, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.  Game ini juga memperoleh skor rata-rata 85 di Metacritic dan 94% Critics Recommend dari OpenCritic

Dalam minggu pertama, pemain mencatat waktu bermain rata-rata 3,7 jam per hari, menunjukkan tingkat keterlibatan yang sangat tinggi. Stéphane Jankowski, Executive Producer, menyampaikan apresiasi atas antusiasme komunitas dan menegaskan komitmen tim untuk menghadirkan konten ekspansi Tahun 1, termasuk wilayah baru yakni provinsi Mesir.

Kalian sudah sudah bisa memainkan game di untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Geforce Now, dan PC. Kami juga sudah mereview game ini dan memberikan hasil akhir 4 dari 5 bintang, menyimpulkan jika meski temanya antik, game ini menonjol dari segi kedalaman dan juga visual.

Bagaimana menurut kalian?

DLC Assassin’s Creed Mirage Valley of Memory Telah Rilis

0
DLC Assassin's Creed Mirage Valley of Memory Telah Rilis

DLC Assassin’s Creed Mirage yang berjudul Valley of Memory kini telah tersedia secara global. DLC ini dapat langsung dimainkan oleh semua pemilik base game.

Valley of Memory akan menghadirkan cerita baru di AlUla, Arab Saudi, yang mengungkap misteri tentang ayah Basim. DLC ini akan menambah pengalaman bermain lebih dari 6 jam.

Fitur Baru di DLC Assassin’s Creed Mirage Valley of Memory

DLC Assassin's Creed Mirage Valley of Memory

Valley of Memory dikembangkan oleh Ubisoft Bordeaux dan Ubisoft Paris sebagai pelengkap dari cerita utama. Pemain akan dibawa menjelajahi lokasi ikonik seperti kota tua AlUla, lembah Ramm dengan monumen batu, hingga nekropolis Hegra yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO.

DLC ini juga akan menambah misi Contract, Side Mission, hingga tambahan koleksi item baru. Ubisoft juga menyematkan fitur Animus Sequences yang memungkinkan pemain mengulang misi dengan tantangan tambahan untuk mendapatkan hadiah baru. Gameplay juga dioptimalisasi dengan sistem parkour yang lebih responsif, pengaturan tingkat kesulitan, serta keterampilan baru dalam skill tree Engineer.

Album Musik Baru

Komposer Brendan Angelides akan menghadirkan 14 lagu baru yang menggambarkan pencarian jati diri Basim. Album Assassin’s Creed Mirage: Valley of Memory (Original Game Soundtrack) dijadwalkan rilis pada 21 November di seluruh platform musik

Bagaimana menurut kalian?

Dualitas Sang Dawnwalker Makin Menggigit, The Blood of Dawnwalker Rilis Cuplikan Gameplay Terbaru yang Telah Disempurnakan

0

Bandai Namco Entertainment Asia bersama Rebel Wolves kembali menyulut hype para penggemar RPG gelap dengan merilis extended gameplay terbaru untuk The Blood of Dawnwalker. Judul yang satu ini memang sudah lama dinantikan, sebuah dark fantasy RPG yang mengajak pemain menjelajahi Vale Sangora, sudut terpencil Pegunungan Carpathia yang dipenuhi kabut, misteri, dan para bangsawan vampir haus kekuasaan.

Cuplikan baru ini bukan sekadar potongan visual biasa. Ini adalah hasil kerja keras tim developer setelah mendengar suara komunitas: pertempuran yang lebih mengalir, kamera yang lebih nyaman, peningkatan mekanik, serta detail dunia yang lebih hidup. Pendeknya, Dawnwalker makin matang dan makin ganas.

Kisah Dualitas: Manusia di Siang Hari, Vampir di Malam Hari

Di The Blood of Dawnwalker, pemain berperan sebagai Coen, seorang pria biasa yang ditakdirkan memikul kutukan Dawnwalker:

  • Manusia saat matahari terbit, dan

  • Vampir saat malam menjelang.

Dualitas ini bukan hanya gimmick, tapi inti dari gameplay dan cerita. Coen harus memanfaatkan kedua sisi dirinya untuk mencari keluarganya yang diculik oleh para bangsawan vampir yang telah menguasai Vale Sangora. Dunia 14 abad gelap yang dipenuhi bahaya ini membuat perjalanan Coen terasa semakin mendesak—dan semakin personal.

Cuplikan Gameplay Baru: Peningkatan yang Terasa Seperti Malam dan Siang

Video terbaru yang dinarasikan oleh penulis Rebel Wolves, Ariana Siarkiewicz, membawa pemain menyusuri investigasi Coen di sekitar Katedral Svartrau. Lewat narasi ini, kita disuguhkan kombinasi aksi, lore, dan atmosfer gothic yang menegangkan.

Beberapa peningkatan utama dari feedback komunitas:

Alur Pertarungan Kini Lebih Dinamis

Pertempuran melawan manusia dan monster terlihat jauh lebih fluid, dengan transisi serangan yang lebih cepat dan responsif.

Penempatan Kamera Lebih Ideal

Sebelumnya sempat dikeluhkan terlalu sempit atau tidak nyaman. Kini kamera sudah di-set agar pemain bisa membaca situasi lebih jelas dalam pertarungan yang brutal.

Mekanik dan Fitur yang Disempurnakan

Dari animasi hingga interaksi lingkungan, semuanya terlihat lebih polished, membawa pengalaman RPG ke level yang lebih premium.

Cuplikan ini juga memberikan sekilas lore dunia Vale Sangora yang terasa suram, penuh darah-darah abad pertengahan, dan konflik para vampir feodal yang menggenggam kekuasaan dengan kuku besi.

Dikembangkan dengan Unreal Engine 5

Tak heran visualnya tampak begitu memukau. The Blood of Dawnwalker dibangun dengan Unreal Engine 5, memberikan lighting dramatis, tekstur detail, dan atmosfer gothic yang benar-benar menelan pemain.

Platform Rilis

The Blood of Dawnwalker akan hadir di:

  • PlayStation®5

  • Xbox Series X|S

  • PC via Steam

Informasi lebih lanjut tersedia di website resmi Dawnwalker.

Promo Besar! “Nintendo eShop Launch Sale” Hadir di Singapura, Thailand, dan Malaysia, Diskon Hingga 60% untuk Game-Game Populer SQUARE ENIX

0

Kayak angin segar yang mampir di tengah minggu, SQUARE ENIX resmi mengumumkan dimulainya “Nintendo eShop Launch Sale” di Nintendo eShop untuk wilayah Singapura, Thailand, dan Malaysia. Buat kalian yang sudah lama naksir game-game berkualitas dari SQUARE ENIX tapi dompet sering bilang “nanti dulu,” inilah waktu yang tepat. Diskon yang ditawarkan benar-benar legit, sampai 60%, dan mencakup banyak judul besar.

Promo ini berlaku untuk versi digital berbagai game populer SQUARE ENIX, jadi kalian tinggal download dan langsung tancap gas bermain.

Daftar Game Pilihan dengan Diskon Spesial

Berikut beberapa judul utama yang mendapatkan potongan harga menarik:

DRAGON QUEST III HD-2D Remake – 35% OFF

Rasakan kembali kisah klasik dalam visual HD-2D yang modern, penuh warna, dan nostalgia. Cocok buat kalian yang cinta JRPG klasik dengan sentuhan era baru.

DRAGON QUEST XI S: Echoes of an Elusive Age – Definitive Edition – 50% OFF

Salah satu JRPG terbaik dekade ini. Versi Definitive Edition hadir lengkap dengan opsi musik orkestra, mode 2D, skenario tambahan, dan berbagai perbaikan kualitas hidup.

FINAL FANTASY I–VI Bundle – 36% OFF

Paket kombo enam game legendaris RPG klasik. Cocok buat para kolektor dan penggemar seri FINAL FANTASY yang ingin bernostalgia dengan versi Pixel Remaster.

OCTOPATH TRAVELER II – 60% OFF

Diskon paling besar dalam daftar! Game HD-2D paling stylish ini mengusung delapan karakter dengan jalan ceritanya masing-masing dan sistem battle turn-based yang modern dan seru.

PARANORMASIGHT: The Seven Mysteries of Honjo – 50% OFF

Novel visual thriller yang memadukan misteri, horor, dan puzzle. Pilihan tepat buat kalian yang suka cerita gelap nan menegangkan.

Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven – 40% OFF

Kembalinya salah satu seri JRPG kultus dengan sistem open progression yang unik dan kebebasan eksplorasi yang tinggi.

Romancing SaGa 2: Revenge of the Seven – Nintendo Switch™ 2 Edition – 40% OFF

Versi khusus untuk Nintendo Switch 2 yang hadir dengan performa lebih optimal.

STAR OCEAN THE SECOND STORY R – 40% OFF

Salah satu remake terbaik di tahun rilisnya. Visual 2.5D cantik, combat cepat, dan cerita sci-fi yang kuat.

Tactics Ogre: Reborn – 50% OFF

SRPG klasik yang kembali dalam versi remaster penuh peningkatan. Strategi, kedalaman gameplay, dan cerita politik gelap yang tak lekang waktu.

Trials of Mana – 60% OFF

Remake penuh dari judul klasik SNES dengan visual modern dan gameplay action-RPG yang smooth.

Dan tentu saja, masih banyak judul populer lainnya yang ikut turun harga dalam promo ini.

Ikut Giveaway Eksklusif! Menangkan Keycaps LandingPad x Towa and the Guardians of the Sacred Tree

0

Bandai Namco Entertainment Asia datang membawa kabar manis yang bikin jari langsung gatel pengen ikut: mereka mengumumkan kampanye giveaway eksklusif bersama LandingPad untuk merayakan dua bulan rilisnya game roguelite terbaru mereka, Towa and the Guardians of the Sacred Tree.

Giveaway ini terbuka untuk wilayah Asia Tenggara, Taiwan, dan Hong Kong, dan hadiahnya bukan kaleng-kaleng: satu set keycaps eksklusif Towa and the Guardians of the Sacred Tree, menampilkan Towa dan para 8 Guardian, lengkap dengan sebuah keyboard compact custom. Kombinasi yang bukan cuma cakep buat dipandang, tapi juga enak buat dipakai ngetik dan gaming.

Cara Ikut Giveaway (Asia Tenggara)

Buat kalian yang berada di Asia Tenggara, mekanismenya super gampang. Mulai:

Selasa, 18 November 2025, pukul 12.00 SGT
hingga
Selasa, 25 November 2025, pukul 12.00 SGT

Kalian hanya perlu mengunjungi halaman Facebook resmi Bandai Namco Entertainment Asia lalu cek postingan event giveaway. Semua detail cara ikut akan ada di sana, tinggal ikuti instruksinya dan boom, kalian sudah berpeluang menang.

Catatan: S&K berlaku ya, jadi jangan lupa baca detailnya di postingan resmi.

Tentang LandingPad, Sang Maestro Keyboard Custom

LandingPad adalah tim kecil berbasis di Singapura yang fokus bikin pengalaman keyboard custom makin mudah, rapi, dan personal. Mereka menyediakan layanan build keyboard yang benar-benar tailored, dan untuk kolaborasi ini, mereka merakit keyboard compact berisi:

  • Keycaps eksklusif bertema Towa dan 8 Guardians

  • Desain khusus hasil kolaborasi langsung dengan Bandai Namco Entertainment Asia

  • Build yang nyaman, solid, dan asyik untuk ngetik maupun nge-game

Penasaran? Kalian bisa kepoin mereka lewat website, Instagram, Telegram, atau Discord.

Tentang Towa and the Guardians of the Sacred Tree

Game ini membawa pemain ke dunia roguelite penuh aksi cepat, di mana kalian mengendalikan dua karakter sekaligus:

  • Tsurugi (Attacker)

  • Kagura (Supporter)

Dua pedang ini harus menjelajah dungeon, menembus serangan musuh, dan mengejar sumber kejahatan bernama Magatsu yang menanti di akhir perjalanan. Gameplay-nya cepat, intens, dan penuh variasi, cocok buat kalian yang suka tantangan sekaligus eksplorasi.

Game ini tersedia di:

  • PlayStation®5

  • Nintendo Switch™

  • Xbox Series X|S

  • PC via Steam®

Producer Sebut Rumor Leon di Resident Evil Requiem Adalah Fake News

0
Producer Sebut Rumor Resident Evil Requiem Adalah Fake News

Banyaknya rumor tentang Leon di Resident Evil Requiem membuat Capcom kembali memberikan klarifikasi. Jika sebelumnya yang berbicara adalah Director Koshi Nakanishi, sekarang giliran Producer Masato Kumazawa yang bersuara.

Secara gamblang ia mengatakan bahwa informasi yang datang bukan dari Capcom bisa dianggap sebagai “fake news”.

Semua Informasi Resident Evil Requiem Resmi Hanya Datang dari Capcom

Berbicara kepada Stevivor, Kumazawa memberikan komentarnya tentang gambar Leon berpenutup mata yang sempat viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa gambar tersebut hanyalah fan art.

“Beberapa waktu lalu sempat beredar foto Leon yang menggunakan eyepatch, ini adalah fake news,” Jelasnya

“Saya menghimbau untuk tidak percaya langsung tentang rumor apapun, karena pada era sekarang foto dan video dapat mudah dimanipulasi oleh AI. Sangat sulit untuk mengetahui mana yang betul dan bohongan,” Tambahanya.

Ia juga memastikan fans diperbolehkan untuk berspekulasi. Namun informasi resmi terkait game ini hanya bersumber langsung dari Capcom.

Apa yang dikatakan oleh Kumazawa juga berlaku bagi rumor tentang kostum DLC Leon. Sebelumnya juga sempat beredar screenshot yang mencantumkan bonus kostum untuk Leon di edisi Deluxe. Kostum ini dinamai DSO Special Agent, yang diduga merupakan throwback dari penampilan Leon di Resident Evil 6.

Resident Evil Requiem dijadwalkan rilis pada 27 Februari 2026 untuk platform PC, PlayStation 5, Switch 2, dan Xbox Series X/S.

Clair Obscur: Expedition 33 Pimpin Nominasi The Game Awards 2025

0
Clair Obscur: Expedition 33 Pimpin Nominasi The Game Awards 2025

The Game Awards 2025 telah mengumumkan daftar kategori dan juga para nominasinya. Pemenang akan dipilih melalui proses seleksi yang dilakukan oleh panitia penyelenggara, media, dan juga kreator global.

Acara ini akan disiarkan secara langsung pada tanggal 11 Desember 2025 dari Los Angeles. Seperti biasa, The Game Awards 2025 tidak hanya membagikan penghargaan saja, tetapi juga ajang pengumuman game baru, dan penampilan musik.

Dominasi Clair Obscur: Expedition 33 di The Game Awards 2025

Game debut dari developer Sandfall Interactive, Clair Obscur: Expedition 33 memimpin dalam The Game Awards 2025 dengan 12 nominasi. Posisi berikutnya adalah Death Stranding 2: On the Beach dan Ghost of Yotei yang masing-masing mendapatkan 8 nominasi.

Setelah itu ada Hades II dengan 6 nominasi, Hollow Knight: Silksong yang mendapatkan 5 nominasi, dan Split Fiction dengan 4 nominasi. Banyaknya game indie yang masuk dalam peringkat 5 teratas game dengan jumlah nominasi terbanyak membuktikan adanya perubahan dalam lanskap industri game.

Untuk publisher, Sony Interactive Entertainment menjadi publisher dengan jumlah nominasi terbanyak yaitu 19 kategori. Kepler Interactive menyusul dengan 13 nominasi, sementara Electronic Arts dan Microsoft masing-masing memperoleh 10 nominasi.

Siapakah yang Menjadi Game of The Year?

Kategori Game of the Year untuk tahun ini menampilkan enam judul game. Keenam game ini adalah Clair Obscur: Expedition 33, Death Stranding 2: On the Beach, Donkey Kong Bananza, Hades II, Hollow Knight: Silksong, dan secara mengejutkan Kingdom Come: Deliverance II.

Kalian bisa ikut menentukan game mana saja yang berhak membawa pulang trofi melalui voting di sini.

Review Anno 117: Pax Romana (PC): Masa Emas Kekaisaran Romawi

0

Roma tidak dibangun dalam sehari. Ungkapan ini sangat tepat untuk Anno 117: Pax Romana, game city-builder simulation yang mengajak pemain mengunjungi masa kejayaan Romawi.

Kami sudah memainkan versi review Anno 117: Pax Romana di PC. Sama seperti game segenre lainnya, Anno 117: Pax Romana akan menempatkan kalian sebagai penguasa yang bertugas memperluas kekuasaan, menjaga stabilitas, dan juga membangun kemakmuran bagi rakyat. Tapi ada elemen yang membuat game ini menjadi berbeda dan menantang.

Anno 117: Pax Romana: Masa Emas Kekaisaran Romawi

review Anno 117 Pax Romana Marcia dan Marcus

Anno 117: Pax Romana berlatar di periode emas bangsa Romawi. Pada masa inilah kekaisaran berada dalam masa damai sekaligus mengalami pertumbuhan yang pesat. Perdagangan berkembang seiring munculnya kota-kota baru di wilayah yang telah ditaklukkan oleh bangsa Romawi.

Game ini memiliki dua mode, dimana yang pertama adalah Campaign. Pada mode ini, kalian bisa memilih untuk berperan sebagai Marcus atau Marcia. Mereka adalah kakak adik yang terpilih sebagai gubernur dan ditugaskan secara langsung oleh Kaisar untuk mengelola wilayah baru.

Kami memilih bermain sebagai Marcia. Alur ceritanya cukup menarik, dimana ia terjebak dalam pernikahan formal tanpa pernah bertemu pasangannya. Selama permainan, Marcia langsung terlibat dalam drama politik campur opera sabun yang kompleks. Pada satu sisi ia sangat ingin menemui suaminya, tapi Kaisar sendiri yang menghalang-halanginya dengan berbagai alasan.

review Anno 117 Pax Romana drama politik

Cerita yang disajikan cukup menarik, dan tidak banyak game segenre yang memiliki cerita seperti ini. Pada mode Campaign pemain juga akan diajari pengetahuan dasar untuk Anno 117: Pax Romana. Jadi kurang lebih mode ini lebih mirip tutorial yang panjang. Tapi apa yang diajari dalam mode ini hanya menyentuh sebagian kecil saja, dari apa yang ada di mode sandbox atau Endless Mode.

review Anno 117 Pax Romana endless mode

Dalam Endless Mode, pemain akan langsung diberikan pilihan untuk memulai di dua wilayah, Albion atau Latium. Keduanya memiliki tingkat kesulitan dan rival berbeda. Bahkan kalian bisa sampai ikut mendesain seperti apa rival yang dihadapi dalam mode ini.

Saran kami sebaiknya tetap ikuti lebih dulu tutorial melalui mode Campaign untuk mengenal game ini lebih baik. Jujur saja, seri Anno terutama bagi pendatang baru akan mengintimidasi. Ada banyak hal yang harus dikuasai jika ingin mendapatkan semua pengalaman yang ditawarkan oleh game ini.

Kami sendiri sempat beberapa kali bangkrut saat playthrough awal. Namun begitu sudah memahami alurnya lewat tutorial, roda perekonomian kota akhirnya bisa berjalan. Inilah fungsi bagian tutorial yang membantu mempercepat adaptasi.

Kota yang Hidup

Dari segi visual, Anno 117: Pax Romana perlu diacungi jempol. Setiap bangunan mulai dari villa megah, ladang tanaman lavender, hingga pelabuhan dipenuhi oleh detail, membuat kota dalam game seakan-akan hidup. Coba saja perbesar kamera di jalanan dan kalian akan melihat warga lalu Lalang menjalankan aktivitas sehari-hari. Ada yang mengangkut kayu, bekerja di bengkel, atau marah-marah karena kebutuhannya tidak terpenuhi.

Begitu juga dengan tampilan bentang alam di sekitar, mulai dari hamparan bukit di Latium hingga lautan biru lengkap dengan ombaknya. Sedangkan wilayah Albion (Kelak dikenal sebagai Britania) lebih condong memiliki tanah berbatu dan berkabut.

Albion memiliki sumber daya alam dan masyarakat berbeda. Pemain bahkan bisa memilih apakah ingin mempertahankan tradisi Celtic yang merupakan khas Albion, atau mengimplementasikan budaya Romawi secara penuh.

Membangun, Mengelola, dan Menguasai

review Anno 117 Pax Romana menjadi kota

Dari segi gameplay, struktur Anno 117: Pax Romana masih terasa familiar. Kalian akan memulai karir di sebuah pulau dengan sumber daya terbatas. Tujuan pertama kalian adalah membangun pemukiman dan menciptakan ekonomi yang stabil.

Ketika kebutuhan berkembang, kalian harus memperluas wilayah ke pulau lain, dan mendirikan kota baru sebagai sumber ekonomi baru. Proses ini juga akan menciptakan konflik dengan gubernur lain yang juga ingin memperbesar wilayahnya. Konflik bisa diselesaikan melalui diplomasi atau perang.

Perjalanan pemain dimulai dengan mendirikan rumah sederhana untuk Liberti atau rakyat jelata. Saat semua kebutuhan mereka sudah terpenuhi, rakyat jelata ini akan naik kasta menjadi Plebian atau kaum elit. Sifat mereka juga berubah menjadi sombong dan penuh tuntutan, mulai dari makanan eksotis hingga barang mewah dari berbagai penjuru kekaisaran.

Tapi bukan berarti pemain harus menjadikan semua penduduk kota sebagai Plebian. Masih ada lapangan kerja yang hanya bisa diisi oleh Liberti.

Pemain juga harus memperhatikan lingkungan tempat para penduduk ini tinggal. Kaum elit Plebian memiliki keinginan untuk tinggal berdekatan dengan bangunan prestisius seperti teater atau kuil. Jika rumah mereka terlalu dekat dengan bangunan yang menghasilkan polusi seperti Charcoal Burner, maka akan menurunkan status sosial wilayah tersebut.

Sistem ini menciptakan dinamika kota yang sangat hidup. Kawasan elit terbentuk di pusat kota yang penuh dengan fasilitas, sementara rakyat jelata harus menetap di area industri tempat mereka bekerja.

Mekanisme yang tidak kalah penting adalah kepercayaan atau Belief. Baik wilayah Latium maupun Albion memiliki dewa yang berbeda. Tugas pemain sebagai Gubernur untuk menentukan dewa apa yang dipilih untuk menjadi pelindung kota. Semakin besar tingkat kepercayaan penduduk, semakin kuat pula bonus yang bisa pemain dapatkan dari mekanisme ini.

Tapi sistem yang paling memukau dari Anno 117: Pax Romana adalah sistem perdagangan. Tugas pemain tidak hanya menggunakan barang-barang dari industri untuk memenuhi kebutuhan kota pemain saja. Game ini akan memaksa pemain untuk melakukan perdagangan dengan wilayah lain.

Karena setiap pulau yang dikuasai memiliki sumber daya yang berbeda, pemain harus menciptakan sistem rantai produksi. Dimulai dari pulau tempat sumber daya didapatkan lalu dibawa ke pulau lain yang memiliki sarana untuk proses produksi. Setelah itu baru hasil akhir dibawa oleh kapal untuk dikirim dan dijual. Tidak lupa rute kapal untuk perdagangan juga harus diatur oleh pemain.

review Anno 117 Pax Romana storage

Mekanisme perdagangan ini sangat kompleks. Tapi jika pemain bisa menguasainya dan mulai mendapatkan hasilnya, rasanya memuaskan. Itu semua belum ditambah dengan pemahaman dari upgrade yang tersedia di bagian Skill Tree.

Perang atau Diplomasi

Sebagai game city-builder simulation, Anno 117: Pax Romana juga menawarkan sistem combat yang cukup matang. Menurut kami pertempuran laut pantas menjadi highlight di game. Perang di laut terasa memuaskan dengan mekanisme manuver kapal. Setiap tipe kapal akan memiliki tingkat pengendalian yang berbeda-beda, baik itu menggunakan layar, maupun dayung.

Perang di daratan meski tidak tidak sekompleks perang di laut, menurut kami sudah memadai. Pilihan unit tidak terlalu banyak, yaitu melee, ranged, dan siege. Semuanya memiliki fungsi berbeda, dan menghadirkan dinamika taktis ala rock-paper-scissors seperti dalam game Total War.

Baik itu perang di daratan maupun dengan kapal di laut, sistem combat ini telah dipoles dengan baik oleh developer. Rasanya juga tidak seperti minigame asal-asalan karena hanya untuk sekedar ada.

Untuk bagian diplomasi memiliki perbedaan. Jika bernegosiasi dengan gubernur, maka pemain cukup mencari jalan tengah dari masalah yang dialami. Tapi ketika berhubungan dengan Kaisar, maka prosesnya berbeda.

Kaisar tidak akan menerima perjanjian, tetapi akan memberikan tuntutan. Menolak atau gagal memenuhi permintaan Kaisar akan mempengaruhi reputasi dengan kekaisaran Romawi. Selain itu, pemain juga akan menerima hukuman jika permintaan Kaisar tidak dapat dipenuhi.

UI Mudah Dimengerti

review Anno 117 Pax Romana contoh ui

Aspek UI yang biasanya menjadi masalah dalam game seperti ini, berhasil diatasi dengan baik oleh developer. Anno 117: Pax Romana menurut kami sudah memiliki optimalisasi UI yang mudah dimengerti.

Salah satu contohnya adalah kebutuhan roti bagi kaum Libertus. Untuk mengetahui bahwa roti membutuhkan bahan gandum, tepung, dan charcoal, pemain harus lebih dulu membuka menu khusus Libertus, lalu menekan ikon roti, setelah itu muncul semua yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan produk tersebut.

Anno 117: Pax Romana Dari Segi Teknis

Game ini bisa dibilang cukup demanding untuk spesifikasi PC. Kami menggunakan PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU RTX 3060, RAM 32GB, dan SSD. Untuk memainkan game ini dengan nyaman, kami masih harus menurunkan setting ke medium.

Anno 117: Pax Romana juga sudah dilengkapi dengan teknologi Upscalling. Kami sangat menyarankan untuk mengaktifkan NVIDIA DLSS karena game tergolong berat.

Kesimpulan Review Anno 117: Pax Romana

Kesimpulan kami untuk review Anno 117: Pax Romana adalah game ini merupakan game city-builder simulation yang antik dan mempesona, baik dari segi visual, sistem ekonomi, maupun kedalamannya. Sistem perdagangan yang rumit, eksplorasi wilayah baru, hingga perang di laut membuat Anno 117: Pax Romana seperti paket lengkap.

Bagi pecinta game simulation city-builder, Anno 117: Pax Romana adalah sebuah mahakarya yang wajib dicoba.

Anno 117: Pax Romana sudah tersedia di PS5, Xbox Series, Amazon Luna, Geforce Now, Blacknut, serta PC.