Home Blog Page 566

Mihoyo Perkenalkan Rosaria di Trailer Terbaru

0

Banner Rosaria akan segera datang! Untuk memperkenalkan karakter wanita ini ke para fans Genshin Impact, Mihoyo telah merilis sebuah trailer baru. Dalam trailer perkenalan ini, Rosaria disebut sebagai seorang biarawati yang tidak suka kerja lembur dan menyukai minuman wine.

Website resmi Genshin Impact juga menjabarkan skill yang dimiliki oleh Rosaria. Elemental skill Rosaria bernama Ravaging Confession dimana ia akan teleport ke belakang musuh dan menyerang dengan cryo damage. Sedangkan skill elemental burst Rosaria adalah Rites of Termination. Skill ini adalah skill AOE dengan elemen cryo.

Belum diketahui kapan banner milik Rosaria akan tersedia. Bisa jadi ia akan satu banner dengan Childe atau Tartaglia.

Anime DOTA Rilis, Pick Rate Davion di DOTA 2 Meningkat

0

Menjadi tokoh utama di anime DOTA: Dragon’s Blood ternyata membuat popularitas Davion meningkat. Pada game DOTA 2 sendiri sejak anime tersebut mulai tayang, jumlah pemain yang memilih untuk menggunakan Davion juga meningkat.

Dilansir dari data Dotabuff, pick rate Dragon Knight atau Davion mulai meningkat sejak tanggal 25 Maret 2021. Pada tanggal 24 Maret 2021, pick rate Davion hanya 7,23 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 8,12 persen pada tanggal 25 Maret 2021 dan naik lagi di tanggal 26 Maret 2021 menjadi 9,07 persen. Jumlah pick rate Davion pada angka 9 persen ini bertahan sampai tanggal 30 Maret 2021.

Bukan hanya Davion, Luna yang juga muncul di DOTA: Dragon’s Blood juga mengalami peningkatan dari presentase pick rate. Pada tanggal 25 Maret 2021 presentase pick rate Luna meningkat menjadi 8,89 persen dan terus menanjak sampai 11,08 persen pada tanggal 28 Maret 2021.

Bagaimana menurut kamu? Apakah anime DOTA: Dragon’s Blood turut berperan membuat Dragon Knight dan Luna menjadi lebih sering digunakan di DOTA 2?

Sega Tuduh SteamDB Sebagai Website Pembajak

0

Sega sedang bermasalah dengan website SteamDB. Sega menuduh SteamDB sebagai website pembajak dan meminta mereka untuk menghilangkan game Yakuza: Like A Dragon dari website tersebut. Padahal SteamDB bukanlah pembajak, melainkan website yang menyediakan berbagai macam data dari game yang rilis di Steam.

Tuduhan Sega ini langsung direspon oleh pencipta SteamDB, Pavel Djundik. Melalui Twitter, ia mengatakan bahwa para pengacara Sega berusaha untuk menghilangkan Yakuza: Lika A Dragon dari website SteamDB. Pada akhirnya Pavel terpaksa menurut karena Sega sama sekali tidak merespon email protes yang ia kirimkan.

Meski harus mengalah, Pavel menegaskan bahwa website SteamDB sama sekali tidak mendukung dan memiliki hubungan dengan pembajak. Ia juga menjelaskan bahwa websitenya sama sekali tidak menyediakan jasa jual beli kunci dan melampirkan link download ke website pembajak.

Entah apa yang melatarbelakangi Sega sampai membuat keputusan ini. Apakah karena ada sesuatu dari Yakuza: Like A Dragon yang ingin mereka sembunyikan?

Layanan PlayStation Store Untuk PS3, PS Vita dan PSP Ditutup Tahun ini

0

Sony PlayStation telah mengumumkan bakal menutup layanan PlayStation Store untuk PS3, PS Vita, dan PSP. Penutupan akan dilakukan tahun ini, Diawali oleh PlayStation Store untuk PS3 dan PSP pada 2 Juli 2021. Lalu dikuti oleh PS Vita pada 27 Agustus 2021.

Dilansir dari website resminya, setelah layanan PlayStation Store untuk PS3, PS Vita, dan PSP ditutup, pengguna PlayStation Store tidak lagi dapat membeli game maupun konten digital lainnya milik ketiga konsol tersebut. Namun untuk game PS3, PS Vita, dan PSP yang sudah dibeli atau dimiliki masih dapat diunduh ulang. Detail lebih lanjut bisa kamu lihat di sini.

Konsol PS3, PS Vita dan PSP termasuk dalam produk lawas milik Sony PlayStation. PS3 dan PSP sudah berbeda sejak tahun 2005-2006. Keduanya sudah tidak lagi diproduksi. Sama halnya dengan PS Vita. Meski masih lebih baru karena dirilis pada tahun 2011, konsol handheld ini juga sudah berhenti diproduksi pada tahun 2019 lalu. Kelihatannya memang sudah saatnya ketiga konsol ini pensiun.

Nyobain Magic Legends: Game MMO Gratis Mirip Diablo

0

Ada yang sedang mencari game MMO gratis yang seru buat dimainkan? Saya sarankan untuk mencoba Magic: Legends. Game buatan Cryptic Studios ini sedang memulai tahap open beta di Epic Games Store.

Kok namanya agak-agak kenal gitu? Wajar kalau kamu merasa kenal dengan Magic: Legends. Game ini diadaptasi dari game kartu Magic: The Gathering.  Developer Cryptic Studios memang punya hobi mengulik game-game tabletop. Sebelumnya mereka juga pernah membuat game MMO yang diadaptasi dari Dungeon & Dragons. Judulnya adalah Neverwinter. Gamenya gratis juga, sama seperti Magic: Legends.

Ok balik lagi ke topik. Alasan saya merekomendasikan game ini adalah karena Magic: Legends mirip Diablo. Cocok buat kamu yang butthurt karena Blizzard tidak merilis Diablo 4 tahun ini dan dan Diablo 2: Resurrected belum bisa dipastikan rilisnya.

Game Mirip Diablo? Apanya yang Mirip?

Gameplay Game MMO Gratis Magic: Legends
Begini gameplaynya!

Jawabannya adalah dari segi gameplay. Magic: Legends menggunakan gaya isometric dimana kamu bisa melihat karaktermu dan daerah sekelilingnya. Kamu juga akan sering dikeroyok oleh musuh yang datang dari segala penjuru. Mirip Diablo, skill yang dimiliki oleh karaktermu juga sangat banyak. Tapi ada keunikan di Magic: Legends yang tidak dimiliki Diablo.

Sistem skill dalam Magic: Legends menggunakan deck ala game kartu. Jadi setelah menggunakan skill tertentu, skill tersebut akan hilang. Skill ini akan diganti oleh skill lain yang sudah kamu masukkan dalam deck. Nah skill baru yang muncul akan random. Konsepnya sama seperti mengambil kartu yang sehabis di-shuffle. Konsep yang menarik untuk game MMO gratis.

Sistem Skill Game MMO Gratis Magic: Legends
Sistem ini menarik!

Buat saya sistem ini membuat gameplay Magic: Legends jadi lebih menantang. Saya harus membuat perhitungan skill mana yang harus saya simpan dan skill yang bisa saya pakai. Enggak lucu dong saat lagi genting skill yang ditunggu malah enggak muncul. Kekurangannya karena jumlah skillnya banyak, saya kadang tidak ingat dengan fungsinya.

Untuk melihat deskripsi skill, saya harus mengarahkan mouse tepat di atas ikon gambar skillnya. Padahal karakter saya sedang dipukuli sama musuh. Ujungnya malah mati.

Fitur Magic: Legends yang Lainnya?

Waktu pertama kali memulai game, kamu akan diminta untuk menentukan Planeswalkers atau kelas. Ada 5 kelas yang bisa kamu pilih yaitu Geomancer, Mind Mage, Beastcaller, Necromancer, dan Sanctifier. Ada satu kelas lagi bernama Dimir Assassin. Tapi kamu harus bayar jika ingin menggunakan kelas tersebut.

Kelas di Game MMO Gratis Magic: Legends
Ada 5 kelas yang bisa dipilih

Setiap kelas juga memiliki skill dan deck yang berbeda. Contohnya karakter saya adalah Necromancer sehingga skill dan decknya memiliki tipe warna hitam. Sedang kelas Sanctifier memiliki skill dan deck dengan tipe warna putih. Tapi bukan berarti karaktermu dibatasi penggunaan skillnya. Setelah menyelesaikan beberapa main quest, kamu bisa mendapatkan kartu skill dengan tipe warna yang lain.

Untuk fitur lainnya ada class perk yang berupa skill pasif. Semakin tinggi level karaktermu, semakin banyak class perk yang bisa digunakan. Karaktermu bisa menggunakan equipment seperti armor dan artifact. Kamu bisa upgrade equipment jika mau. Tapi saran saya lebih baik kamu pakai equipment yang ratingnya paling kuat saja.

Magic: Legends juga memiliki kostum. Buat pemain yang ingin karakternya tampil beda dari karakter yang lain bisa memilih untuk menggunakan kostum. Ingat yah, meski Magic: Legends adalah game MMO gratis ada beberapa fitur yang baru bisa diakses jika membayar. Salah satunya adalah kostum ini. Selain itu bisa juga untuk membeli battlepas, material untuk upgrade kartu, dan masih banyak lagi.

Apa Kekurangan Game Mirip Diablo ini?

Menurut saya kekurangan game ini adalah kurang dioptimalisi. Pada map tertentu, pergerakan karaktermu masih patah-patah. Malah ketika day one gamenya ngelag parah. Untung masalahnya sudah mulai diperbaiki oleh developer.

Dari segi visual game ini juga masih terlihat kasar. Dalam cutscene, suara dan scene bisa tidak sinkron. Karena masih open beta semoga kekurangan-kekurangan ini bisa diperbaiki oleh developer. Terlepas dari semua kekurangan tersebut, Magic: Legends sebagai game MMO gratis bisa dibilang ok.

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba?

10 Judul Game yang Paling Absurd dan Bikin Bingung

0

Memikirkan Judul game bukanlah suatu hal yang mudah. Ada banyak kriiteria yang jadi pertimbangan seperti nama yang mudah diingat, catchy, tapi tidak norak. Apa jadinya jika pembuat game tidak mempertimbangkan hal-hal tersebut sehingga asal memberikan nama? Hasilnya judul game buatannya malah jadi bahan tertawaan.

Berikut adalah 10 judul game yang paling absurd. Tidak masuk akal, dan tidak sesuai dengan gamenya:

1. Touch Dic

Touch Dic bukan game melainkan software kamus yang dibuat untuk Nintendo DS. Software ini hanya rilis eksklusif di Korea Selatan. Nama Touch Dic sempat menjadi tertawaan orang karena terkesan vulgar. Pada akhirnya nama Touch Dic dirubah menjadi Touch Dictionary.

2. Spanky Quest

Spanky Quest adalah judul game lawas untuk Game Boy dan SNES. Jika dilihat hanya dari judul game saja, Spanky Quest kelihatan seperti game yang bernuansa erotis. Padahal jika dimainkan, game ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan spanking.

3. Super Ultra Dead Rising 3 Arcade Remix Hyper Edition EX Plus Alpha

Dead Rising 3 berhasil mencetak sejarah. Game ini memiliki DLC dengan nama judul game paling panjang yaitu Ultra Dead Rising 3 Arcade Remix Hyper Edition EX Plus Alpha. Nama ini sendiri merupakan parodi dari nama judul game Street Fighters.

Wajar jika DLC ini diberi nama yang super panjang dan norak. Semua karakter game Dead Rising yaitu Frank West, Chuck Greene, Nick Ramos, dan Katey Greene menjadi playable character di DLC ini.

4. The Lord of The Rings: The Battle For Middle-Earth II – The Rise of The Witch-King

The Battle For Middle-Earth adalah game strategi yang menggunakan tema The Lord of The Rings. Pada eranya, game besutan EA ini sempat populer di kalangan gamer PC. Karena sukses EA memutuskan untuk merilis sekuelnya yaitu The Battle For Middle-Earth II. Kesuksesan ini berlanjut dengan dirilisnya ekspansi The Lord of The Rings: The Battle For Middle-Earth II – The Rise of The Witch-King.

Bayangkan jika kamu harus menulis atau mengucapkan judul game sepanjang itu. Bisa enggak?

5. Big Mutha Truckers 2: Truck Me Harder

Apa jadinya jika judul game dibuat menyerempet seperti judul film dewasa? Big Mutha Truckers 2: Truck Me Harder dibuat untuk konsol PS2 dan Xbox. Game ini memiliki gameplay mirip Crazy Taxi dimana pemain harus mencapai destinasi dalam jangka waktu tertentu. Bedanya di game ini pemain akan menggunakan truk gandeng raksasa.

Jadi Lebih Produktif Bersama ASUS ZenBook Classic Terbaru

0

Hari ini ASUS memperkenalkan tiga laptop ZenBook Classic terbaru, yaitu ZenBook Duo 14 (UX482), ZenBook 14 (UX435EG), dan ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL). Ketiganya merupakan laptop premium yang dirancang khusus untuk para insan produktif yang mendambakan laptop dengan desain stylish, elegan, ringkas, ringan, dan powerful untuk multitasking.

“Menjadi insan produktif tidak selalu harus mengesampingkan style. Memiliki laptop yang powerful untuk multitasking, mudah dibawa bepergian, dan punya desain stylish serta elegan kini bukanlah hal yang tidak mungkin,” ujar Jimmy Lin, ASUS Regional Director Southeast Asia. “Jajaran ZenBook Classic terbaru adalah laptop yang hadir untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut.”

Baik ZenBook Duo 14 (UX482), ZenBook 14 (UX435EG), dan ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL), ketiganya memiliki keunggulan yang ditujukan untuk pengguna yang berbeda. ZenBook Duo 14 (UX482) dilengkapi dengan ScreenPad Plus menawarkan performa multitasking terbaik pada sebuah laptop. ScreenPad Plus yang merupakan layar kedua memungkinkan Anda untuk menampilkan banyak aplikasi secara bersamaan, bahkan menggunakannya sebagai alat kontrol khusus pada aplikasi kreatif Adobe.

ZenBook 14 (UX435EG) hadir dengan ScreenPad 2.0 yang merupakan pusat kontrol untuk berbagai fitur di dalamnya. Berkat sistem antarmuka layaknya smartphone, ScreenPad 2.0 menjadi mudah untuk digunakan dan telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi seperti Microsoft Office membuatnya dapat membantu Anda lebih produktif saat bekerja.

Sementara ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) hadir sebagai laptop yang sangat ringan dan ringkas. Dengan bobot hanya 980 gram dan ketebalan hanya 14,9mm membuat ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) menyandang gelar sebagai ZenBook paling ringan hingga saat ini. Desainnya yang sangat portabel tersebut juga membuat ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) sempurna untuk Anda yang sering bepergian dan membutuhkan laptop untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

Desain Ringkas, Ringan dan Elegan

Produktivitas dan mobilitas merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Untuk itulah ASUS merancang ZenBook Duo 14 (UX482), ZenBook 14 (UX435EG), dan ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) sebagai laptop yang sangat portabel dan mobile sehingga memudahkan Anda untuk tetap produktif kapanpun dan di manapun.

Tidak bisa dipungkiri bahwa ZenBook Duo 14 (UX482), ZenBook 14 (UX435EG), dan ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) merupakan laptop yang sangat ringkas. Ketiganya memiliki ketebalan tidak lebih dari 18mm dan bobot tidak lebih dari 1,6Kg. Bahkan ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) memiliki bobot hanya 980 gram saja, membuatnya tampil sebagai laptop seri ZenBook paling ringan yang pernah ada.

Rahasia ketiga laptop ZenBook Classic terbaru kali ini dapat tampil sangat ringkas salah satunya adalah berkat teknologi NanoEdge Display. Teknologi tersebut memungkinkan bezel pada ZenBook Duo 14 (UX482), ZenBook 14 (UX435EG), dan ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) dapat tampil sangat tipis. Tidak hanya itu, ketiga laptop ZenBook Classic terbaru semuanya memiliki screen-to-body ratio lebih dari 91%. Artinya,

Sebagai tambahan, tiga laptop ZenBook Classic terbaru kali ini telah mengantongi sertifikasi lolos uji ketahanan berstandar militer AS (MIL-STD 810H) sehingga durabilitasnya tidak perlu diragukan lagi. Berkat desain yang ultra ringkas, ultra ringan, serta tahan banting, ZenBook Duo 14 (UX482), ZenBook 14 (UX435EG), dan ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL)  merupakan laptop penunjang mobilitas dan produktivitas terbaik.

Selain dapat menemani Anda untuk tetap produktif di manapun dan kapanpun, tiga laptop ZenBook Classic terbaru kali ini kembali hadir dengan tampilan serta desain premium seperti pendahulunya. Desain Spun Metal Finish yang sangat elegan kembali dihadirkan di bagian belakang layarnya. Dilapisi oleh warna Celestial Blue yang bernuansa mewah, ZenBook Duo 14 (UX482), ZenBook 14 (UX435EG), dan ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) akan membuat Anda tetap percaya diri saat menggunakannya di café, kantor, atau saat bertemu dengan klien.

Lebih Produktif dengan ScreenPad 2.0, ScreenPad Plus, dan NumberPad 2.0

ZenBook 14 (UX435EG) kini dilengkapi dengan ScreenPad 2.0, yaitu layar ganda yang dapat berfungsi sekaligus touchpad. Tidak hanya sekadar menampilkan aplikasi layaknya layar kedua, ScreenPad 2.0 juga dilengkapi berbagai fitur khusus serta integrasi dengan aplikasi seperti Microsoft Office sehingga dapat membuat Anda lebih produktif saat bekerja. ScreenPad 2.0 telah diperbarui dan kini memiliki sistem antarmuka yang lebih intuitif layaknya smartphone.

Berbeda dengan ZenBook 14 (UX435EG), ZenBook Duo 14 (UX482) dilengkapi dengan ScreenPad Plus, yaitu layar kedua dengan ukuran yang lebih besar dari ScreenPad 2.0. ScreenPad Plus menawarkan pengalaman menggunakan layar ganda pada sebuah laptop yang sangat portabel dan fitur ini sangat cocok untuk Anda yang gemar melakukan multitasking. Selain dapat digunakan untuk menamp[ilkan baragam aplikasi, ScreenPad Plus juga hadir dengan fitur khusus serta integrasi dengan aplikasi kreatif Adobe. Integrasi tersebut memunculkan panel kontrol khusus yang membuat Anda untuk dapat berkreasi secara lebih intuitif menggunakan aplikasi kreatif Adobe.

Sementara itu, ASUS tidak menghadirkan layar kedua di ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) agar laptop ini tetap tampil sangat ringan. Sebagai gantinya, fitur NumberPad 2.0 pun dihadirkan. NumberPad 2.0 memungkinkan touchpad untuk dapat dialihfungsikan sebagai numberpad virtual. Cukup tekan satu tombol yang ada di touchpad dan angka pada numberpad akan muncul sehingga langsung bisa digunakan. Bagi Anda yang sering bekerja secara mobile dan mengolah data menggunakan spreadsheet atau merupakan pengguna tombol-tombol numberpad, ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) adalah pilihan paling tepat untuk Anda.

Cocok untuk Berbagai Aktivitas

Disamping hadir dengan layar ganda serta layar ekstra, tiga laptop ZenBook Classic terbaru kali ini juga dibekali dengan layar utama berkualitas. Layar utama ZenBook Duo 14 (UX482), ZenBook 14 (UX435EG), dan ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) menggunakan panel IPS dengan resolusi Full HD yang cocok untuk berbagai aktivitas.

Agar dapat digunakan sebagai penunjang para content creator, layar tiga laptop ZenBook Classic terbaru kali ini telah mampu menghasilkan warna hingga 100% pada color space sRGB. Tingkat akurasi pada reproduksi warnanya juga tidak perlu diragukan karena telah mengantongi sertifikasi PANTONE Validated Display khusus ZenBook Duo 14 (UX482). Tidak hanya sangat mumpuni untuk kegiatan content creation, layar tiga laptop ZenBook Classic terbaru kali ini juga sangat nyaman untuk menikmati konten multimedia. Kombinasi kemampuan menampilkan warna yang kaya serta screen-to-body ratio yang besar membuat konten multimedia dapat ditampilkan secara lebih immersive.

Ucapkan Selamat Tinggal pada Dongle

Pengguna laptop sudah seharusnya dipermudah, bukannya dipersulit saat menggunakan laptopnya. Untuk itulah ASUS berinisiatif mengembalikan semua port modern pada jajaran laptop terbarunya termasuk jajaran ZenBook Classic terbaru. Dengan demikian, Anda tidak perlu lagi membawa dongle untuk menghubungkan berbagai perangkat tambahan ke laptop ini.

Baik ZenBook Duo 14 (UX482), ZenBook 14 (UX435EG), maupun ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL), ketiganya tetap dibekali dengan USB Type-A dan HDMI, dua port modern yang masih banyak digunakan hingga saat ini. Selain itu, terdapat juga microSD card reader, 3.5mm combo audio jack, serta port Thunderbolt 4 yang menggunakan USB Type-C.

Ketiga laptop ZenBook Classic terbaru kali ini juga dibekali dengan teknologi USB Power Delivery yang memungkinkan pengisian daya melalui port USB Type-C. Tidak hanya itu, teknologi USB Power Delivery juga memungkinkan Anda untuk mengisi ulang daya menggunakan power bank. Menggunakan ZenBook Classic terbaru berarti mempermudah hidup Anda.

Tidak Merusak Kesehatan Mata

Menggunakan laptop terlalu lama memang tidak baik untuk kesehatan karena akan membuat mata cepat lelah akibat radiasi gelombang cahaya biru yang dipancarkan oleh layarnya. Untuk menjaga kesehatan mata Anda, ASUS membekali ZenBook Classic terbaru dengan layar khusus yang memiliki tingkat radiasi gelombang cahaya biru yang lebih rendah. Selain itu, layar ZenBook Duo 14 (UX482), ZenBook 14 (UX435EG), dan ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) juga dilengkapi teknologi anti-flicker. Hasilnya adalah layar laptop yang tidak mudah membuat mata Anda lelah dan menangkal kerusakan mata dalam jangka panjang.

Tidak tanggung-tanggung, kemampuan layar ZenBook Classic terbaru yang tidak merusak kesehatan mata juga diakui secara global melalui sertifikasi Low Blue Light dan Anti-Flicker dari TÜV Rheinland. Selain itu, ZenBook Duo 14 (UX482), ZenBook 14 (UX435EG), maupun ZenBook 14 Ultralight (UX435EAL) juga dirancang sangat ergonomis berkat fitur ErgoLift Design. Fitur tersebut membuat bodi utama laptop terangkat dan membentuk sudut tertentu sehingga membuat pergelangan tangan tidak mudah sakit saat mengetik.

Dilengkapi Office Pre-Installed

Nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2019. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya.

Penggunaan aplikasi Office dapat memastikan Anda untuk selalu memiliki akses ke fitur yang Anda kenal dan sukai. Dilengkapi dengan 100% aplikasi Office asli, software juga akan terus mendapatkan pembaruan keamanan yang rutin untuk melindungi perangkat, program dan data Anda.

ASUS Mengumumkan Server Berbasis AMD EPYC 7003 Series Terbaru untuk Mendorong Kinerja dan Nilai untuk Pusat Data Moderen Server

0

ASUS, salah satu perusahaan IT terkemuka dalam sistem server, motherboard server dan workstation, hari ini mengumumkan pengenalan portofolio server yang komprehensif berdasarkan prosesor seri AMD EPYC 7003 terbaru.

Penawaran baru ini memiliki fitur server soket ganda dan soket tunggal dalam sasis 4U, 2U dan 1U dengan arsitektur, sasis dan desain modular baru untuk meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas sistem. Asus juga memberikan dukungan untuk teknologi PCI Express® (PCIe®) 4.0, OCP 3.0 dan BMC terbaru untuk mendorong kinerja terdepan dan TCO yang ditingkatkan dengan kinerja server yang lebih baik.

Portofolio server berbasis AMD EPYC 7003

Server seri ASUS RS720A, RS700A, RS520A dan RS500A-E11 yang baru menawarkan desain yang diperbarui berdasarkan prosesor seri AMD EPYC 7003 soket ganda dan soket tunggal. ASUS juga akan menawarkan pembaruan BIOS untuk mengaktifkan server berdasarkan prosesor EPYC 7002 generasi sebelumnya, termasuk seri ESC4000A-E10, RS620SA-E10-RS12 dan RS500A-E10, untuk memanfaatkan semua fitur generasi baru ini, memastikan peningkatan dan kinerja yang konsisten, serta kompatibilitas dengan platform AMD terbaru.

Rangkaian baru ini akan didukung oleh server GPU seri ASUS ESC yang akan datang dalam sasis 4U untuk mendukung hingga delapan GPU NVIDIA atau kartu akselerator Xilinx FPGA dalam satu sistem, dan dioptimalkan untuk AI, pembelajaran mendalam, dan beban kerja HPC. Daftar lengkap semua produk server ASUS tersedia di: https://www.asus.com/Commercial-Servers-Workstations.

Keamanan server dan infrastruktur yang ditingkatkan akan diterapkan dalam seri baru ini dengan mengintegrasikan PFR FPGA[i] sebagai solusi Root-of-Trust platform untuk ketahanan firmware, ditambah firmware reguler penjaga deteksi ancaman dan pemulihan dari serangan keamanan.

Prosesor seri AMD EPYC 7003 terbaru bertujuan untuk menawarkan kinerja yang luar biasa dan terus meningkatkan standar untuk pusat data moderen. Berdasarkan arsitektur inti Zen 3, prosesor AMD EPYC terbaru membantu bisnis memberikan waktu yang lebih baik untuk mencapai hasil, diharapkan dapat memberikan peningkatan kinerja generasi hingga dua digit. CPU EPYC 7003 series dapat membantu perusahaan memaksimalkan keuntungan dari investasi software mereka dan memberikan keuntungan ROI yang menarik untuk pusat data.

Kinerja pemecah rekor, diverifikasi oleh SPEC.org

Memanfaatkan kinerja kepemimpinan komputasi prosesor AMD EPYC 7003, server ASUS RS720A-E11 yang baru mencapai hasil No. 1 untuk kinerja dengan prosesor AMD EPYC 7763 ganda – mengamankan peringkat teratas di seluruh benchmark SPEC CPU2017, termasuk integer ratefloating- point rate, kecepatan integer dan floating-point untuk aplikasi komputasi intensif.

Hasilnya menunjukkan bahwa RS720A-E11 melanjutkan kepemimpinan ASUS dengan prosesor AMD EPYC baru, memberikan kinerja luar biasa untuk industri server.

Arsitektur ASUS CPU-balanced

Prosesor seri AMD EPYC 7003 baru, unggul dalam menyediakan fitur dan fungsionalitas lengkap untuk platform soket ganda dan soket tunggal. Server ASUS yang baru memperkenalkan arsitektur yang seimbang dengan CPU untuk memungkinkan efisiensi kinerja CPU yang aman dan optimal. Arsitektur ini memperluas bandwidth penuh ke konfigurasi CPU ganda atau tunggal, memungkinkan lebih banyak kemampuan komputasi dan efisiensi daya keseluruhan yang jauh lebih baik untuk beban kerja komputansi intensif. Arsitektur ini memungkinkan pelanggan untuk memanfaatkan sepenuhnya kemampuan bandwidth dari arsitektur CPU ganda dengan satu CPU, sambil menawarkan fleksibilitas untuk mengupgrade di waktu mendatang dengan penambahan CPU kedua.

Desain modular serbaguna

Server ASUS terbaru memperkenalkan desain modular baru untuk memungkinkan peningkatan konfigurasi yang mudah untuk memenuhi beban kerja pusat data yang semakin meningkat. Misalnya, desain modul LAN onboard memungkinkan port LAN panel belakang default diganti dengan empat port LAN 1 Gb atau dua 10 Gb, dan satu slot PCIe 4.0 panel belakang dapat dialihkan untuk OCP Modul 3.0 – memungkinkan kecepatan transfer tingkat pusat data hingga 200 GB/s.

Solusi penyimpanan yang skalabel

Server ASUS berdasarkan prosesor seri AMD EPYC 7003 yang baru memiliki fitur solusi penyimpanan yang dapat diskalakan untuk mendukung kinerja maksimum untuk fleksibilitas pusat data, dan memungkinkan interface SAS/SATA/NVMe standar industri melalui adaptor Broadcom Tri-Mode RAID untuk meningkatkan konektivitas dan keamanan. Drive NVMe yang fleksibel di panel depan memungkinkan penyimpanan yang luas

Manajemen infrastruktur IT jarak jauh

Dengan generasi ini, ASUS juga memperkenalkan solusi manajemen server ASUS ASMB10-iKVM baru untuk mendukung platform AMD terbaru. Dibangun di atas chipset ASPEED 2600 yang berjalan pada AMI MegaRAC SP-X terbaru yang memberikan waktu boot BMC lebih cepat hingga 39% dibandingkan dengan chipset 2500, dan menampilkan kinerja jaringan BMC yang ditingkatkan, semua server ASUS hadir dengan solusi ini dan memungkinkan manajemen jarak jauh server band melalui interface WebGUI, Intelligent Platform Management Interface (IPMI) dan Redfish® API. ASUS Control Center (ACC) adalah software IT terintegrasi yang memungkinkan pembaruan BIOS jarak jauh, pemantauan beberapa sistem melalui perangkat seluler, dan pembaruan dan pengiriman perangkat lunak sekali klik, memungkinkan manajemen server yang lebih mudah untuk infrastruktur IT apa pun.

Ringkasan server seri ASUS

Server seri ASUS RS720A-E11 adalah server 2U soket ganda berkinerja tinggi yang mendukung hingga 32 DIMM, empat GPU slot ganda, 24 drive NVMe, sembilan slot PCIe 4.0 dan dua M.2 semua dalam satu sistem, dan ideal untuk HPC, Pelatihan AI dan analitik data.

Server seri ASUS RS700A-E11 juga merupakan server soket ganda berkinerja tinggi, namun dalam sasis 1U yang ringkas dengan hingga 32 DIMM, satu GPU slot ganda, 12 drive NVMe, dan tiga slot PCIe 4.0. Mereka dirancang untuk lingkungan HCI, cloud, dan virtualisasi.

Server seri ASUS RS520A-E11 adalah mainstream, sistem soket tunggal 2U dengan kinerja luar biasa, termasuk dua dukungan GPU soket ganda, 24 drive NVMe dan tujuh slot PCIe 4.0. Mereka adalah pilihan tepat yang bagus untuk perusahaan dan pusat data.

Terakhir, untuk server edge atau aplikasi SMB, server seri ASUS RS500A-E11 memiliki fitur CPU soket tunggal dengan dukungan untuk 16 DIMM, 12 drive NVMe, dan empat slot PCIe.

KETERSEDIAAN & HARGA

Informasi lebih lanjut mengenai harga dan ketersediaan produk Server ASUS AMD EPYC 7003 series, silahkan hubungi perwakilan ASUS di kota Anda.

Game Action Platformer Balan Wonderworld Rilis Hari ini

0

Game Action Platformer milik Square Enix Balan Wonderworld telah rilis hari ini. Game ini sudah dapat dimainkan melalui berbagai macam platform. Dari PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC (Via Steam).

Balan Wonderworld menceritakan petualangan dari Leo dan Emma di dunia penuh fantasi Wonderworld. Dipandu oleh maestro Balan, mereka berdua akan melawan Negati atau perasaan negatif yang memenuhi dunia tersebut. Leo dan Emma akan dipersenjatai oleh kostum yang memiliki kekuatan spesial. Setidaknya ada 80 kostum yang tersedia. Bagi mereka yang memainkan versi demo akan mendapatkan kostum spesial.

Monster Hunter Rise Rilis Hari Ini, Simak Launch Trailernya

0

Game Monster Hunter Rise telah rilis resmi hari ini di Nintendo Switch. Untuk merayakan peluncuran game tersebut, Capcom juga mengunggah trailer yang merangkum berbagai hal baru di Monster Hunter Rise.

Untuk kedepannya Capcom juga berencana akan merilis monster baru. Pada trailer di atas kamu bisa melihat monster Apex Rathalos yang akan hadir sebagai free update. Sebelumnya Capcom juga mengumumkan bakal menghadirkan Chameleos.

Buat kamu yang sedang menjajal Monster Hunter Rise, jangan lupa untuk mendapatkan Hunter Intro Card dengan desain yang unik. Hunter Intro Card ini bisa didapatkan gratis dengan mengunduhnya di website Monster Hunter Asia.