Seorang gamer Apex Legends membuat heboh karena curhatannya soal nama club. Ia ditegur secara langsung oleh EA karena memiliki club dengan nama Warteg Nasi. Rupanya EA menganggap nama club tersebut tidak pantas.
Curhatan gamer Apex Legends ini dibagikan di forum Reddit. Menggunakan akun Bernama CrispySalty, ia mengunggah kronologinya. Pada awalnya ia menerima langsung peringatan dari EA bahwa nama Warteg Nasi dianggap memiliki unsur kebencian dan tidak pantas. CrispySalty tidak terima dengan tuduhan tersebut.
Ia lalu mengunggah bukti screenshot dari Google Translate untuk menerjemahkan arti Warteg Nasi ke Bahasa Inggris.
“Warteg nasi adalah rice stall atau warung nasi. Ini bukti jika saya tidak melanggar aturan apapun”, tulisnya.
Postingan CrispySalty ini langsung dikomentari oleh banyak orang. Ada yang berpendapat bahwa sistem sensor secara otomatis mendeteksi penggunaan kata “War” dan juga “Nasi” yang mirip dengan kata “Nazi”. Ada juga yang mengungkap bahwa apa yang dialami oleh CrispySalty mirip dengan peristiwa yang menimpa gamer Apex Legends dari Jepang. Karena mengucapkan kata “Nigeru” yang artinya lari dalam Bahasa Jepang, ia malah diban.
Call of Duty: Vanguard saat ini sedang menjalankan beta testing untuk mode multiplayer. Tahap beta ini bisa diakses secara cross-platform dari PlayStation, Xbox, dan PC. Rupanya bukan cuma fans Call of Duty saya yang tertarik untuk mencoba, tapi juga hacker.
Mereka menggunakan cheat seperti auto aim dan wallhack yang membuat gameplay beta testing Call of Duty: Vanguard menjadi tidak menyenangkan. Bahkan ada hacker yang bisa mengakhiri match semau mereka.
Wait this cheater had walls in the Vanguard Beta and when we called him out he made the whole game end. I'm actually mindblowd! pic.twitter.com/2rz9ARSOVd
Activision selaku publisher dari Call of Duty: Vanguard sudah mengumumkan tindakan yang diambil untuk melawan para cheater. Developer Call of Duty Warzone, Raven Software telah mengimplementasi sistem ban hardware bagi mereka yang kedapatan menggunakan cheat. Sistem ini dinilai efektif karena pengguna cheat tidak akan dapat memainkan game Call of Duty apapun jika sudah dikenai ban. Namun kenyataannya masih ada saja cheater yang beraksi di Call of Duty: Vanguard.
Call of Duty: Vanguard akan dirilis pada tanggal 5 November 2021 di PS4, PX5, Xbox One, Xbox Series, dan PC.
Momen come back adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Momen ini bisa dijadikan sebagai momentum untuk kembali bangkit setelah terpuruk. Come back bisa terjadi pada siapa saja, bahkan dalam industri game sekalipun.
Gamer sudah sering menyaksikan bagaimana sebuah game gagal total saat dirilis. Entah karena masih banyak bug atau kontennya tidak sesuai seperti yang diharapkan. Hal selanjutnya terjadi pada game ini ada dua. Pertama game tersebut dibiarkan apa adanya. Kedua developer memutuskan untuk memperbaiki game tersebut agar suatu saat dapat come back.
Tentunya kita sebagai konsumen mengharapkan yang kedua. Namun yang terjadi justru lebih banyak yang pertama. Berikut adalah game yang berhasil come back setelah gagal total pada perilisan awalnya.
1. Cerita Come Back No Man’s Sky
Berbicara mengenai game yang berhasil come back tidak lengkap tanpa membicarakan No Man’s Sky. Game buatan Hello Games ini bisa dibilang sebagai game yang ‘paling kacau’ ketika dirilis. game eksplorasi angkasa luar ini ternyata tidak sesuai dengan apa yang digaung-gaungkan oleh sang penciptanya, Sean Murray.
Gameplay yang dijanjikan dalam promosi ternyata tidak muncul di dalam gamenya. Planet yang dalam trailer diperlihatkan memiliki flora dan fauna ternyata malah kosong. Selain itu tidak ada konten yang cukup. Akibatnya No Man’s Sky dibombardir oleh review yang buruk. Sean Murray juga menjadi target caci maki.
Namun No Man’s Sky akhirnya berhasil come back. Dalam beberapa tahun belakangan game tersebut terus mendapatkan update baru berisi konten-konten yang hilang saat rilis. Game ini bahkan berhasil mendapatkan review Mostly Positive di Steam. Sean Murray menceritakan bahwa diperlukan waktu lima tahun untuk merubah status review dari Mostly Negative menjadi Mostly Positive.
Update No Man’s Sky terbaru adalah Frontiers dan uopdate ini sudah tersedia.
2. Star Wars Battlefront II yang Dihancurkan EA
Cerita kedua datang dari game shooter besutan DICE dan EA, Star Wars Battlefront II. Game ini mengalami momen yang sama luar biasanya dengan perang bintang di Star Wars. Ketika rilis pertama kali Star Wars Battlefront II langsung dikritik akibat sistem microtransaction yang ‘gila’. EA rupanya betul-betul berusaha memeras dompet gamer dengan sistem tersebut.
Bayangkan untuk mendapatkan karakter ikonik seperti Darth Vader, pemain hanya diberi dua pilihan. Pilihan pertama grinding sedangkan pilihan kedua adalah dengan gacha yang memakai uang asli. Wajar jika gamer marah akibat EA mengimplementasi sistem seperti itu. Bahkan masalah ini sampai mendapat sorotan dari pemerintah Amerika Serikat karena dianggap mempromosikan judi.
Pada akhirnya DICE dan EA memutuskan untuk mematikan fitur microtransaction dalam game Star Wars Battlefront II. Setelah diupdate microtransaction hanya terbatas untuk pembelian kosmetik dan tidak memiliki dampak apapun dalam gameplay. DICE juga merilis banyak update baru yang membuat Star Wars Battlefront II menjadi lebih baik.
Apakah menurut kamu Star Wars Battlefront II berhasil come back?
3. Yoshi P dan Sihirnya yang Bisa Bangkitkan Kembali Final Fantasy XIV
Final Fantasy XIV adalah salah satu game MMORPG tertua yang ada di dunia. Bayangkan game ini sudah ada sejak tahun 2010 dengan nama Final Fantasy XIV Online. Sayangnya game ini tidak berhasil dan dianggap hanya menumpang nama Final Fantasy saja.
Ibarat burung Phoenix yang kembali bangkit dari abunya, cerita kesuksesan Final Fantasy XIV dimulai pada tahun 2013. Untuk membenahi Final Fantasy XIV Online, Square Enix menunjuk Naoki Yoshida atau Yoshi P. Melalui ‘sihirnya’ Yoshi P merilis ulang Final Fantasy XIV: A Realm Reborn. Tidak main-main, game ini mengalami banyak perubahan dari segi konten dan gameplay.
Dalam wawancaranya dengan Time, Yoshi P mengakui bahwa proses merombak ulang Final Fantasy XIV tidaklah mudah. Ia dan timnya harus memperbaiki banyak hal dalam waktu singkat. Tidak hanya itu, Yoshi P juga menerima masukan yang diberikan oleh para fans dan menjadikannya sebagai fitur dalam game. Hasilnya Final Fantasy XIV berhasil come back.
Final Fantasy XIV ini akan kedatangan ekspansi terbarunya Endwalker pada bulan Oktober 2021. Dengan adanya Endwalker, Final Fantasy XIV sudah memiliki empat ekspansi. Akankah ada ekspansi kelima di masa depan? Kita lihat saja nanti.
Oizumi Amuzio hari ini mengumumkan bahwa pihaknya akan merilis Magicians Dead: Force of the Soul untuk konsol PS4. Sayangnya jadwal rilis game bergenre team battle action ini belum ada.
Magicians Dead sendiri awalnya merupakan sebuah 3D battle action game untuk mesin arcade yang dikembangkan oleh Byking, sebuah studio yang juga mengembangkan seri game Mobile Suit Gundam VS. dan Gunslinger Stratos. Magicians Dead dirilis pertama kali pada bulan Desember 2016, lalu dirilis ulang dengan judul baru, Magicians Dead NEXT Blazing, pada bulan Juli 20217.
Sayangnya pada November 2018 layanan online untuk game ini dihapus. Magicians Dead mengambil latar dunia yang penuh dengan sihir dan psychokinesis. Keduanya saling beradu dan disinilah letak serunya game Magicians Dead.
Magicians Dead: Force of the Soul akan dipamerkan pada event Tokyo Game Show 2021 Online yang akan digelar secara online mulai tanggal 30 September hingga 3 Oktober 2021. Situs teaser game bisa kalian simak di sini. Simak pula cuplikan gameplay Magicians Dead: Force of the Soul pada video di bawah ini.
Meski keberadaannya masih belum bisa dipastikan, game bajak laut Skull and Bones ternyata memiliki detail yang cukup menjanjikan. Informasi soal mekanik dan fitur dari game tersebut bocor di internet. Informasi ini diungkap oleh Tom Henderson di Twitter.
You start the game as a nobody, building a raft and then eventually a small fishing boat, where you can then explore the open sea.
You collect quests, increase your pirate rep and collect resources to get your first pirate ship. pic.twitter.com/JyqCHhltEq
Tom mencuitkan beberapa informasi mengenai fitur, mekanik, dan gameplay yang akan dihadirkan dalam Skull and Bones. Menurutnya pada awal permainan pemain tidak akan memiliki kapal bajak laut besar, melainkan kapal nelayan. Untuk mendapatkan kapal bajak laut pemain harus menyiapkan item-item tertentu karena kapal tersebut harus dibangun. Setelah memiliki kapal bajak laut, pemain bisa bebas memodifikasi kapal tersebut.
Gameplay dari Skull and Bones berbeda saat di kapal dan di daratan. Menurut Tom jangan berharap ada atraksi parkour saat pemain berada di daratan. Saat mengarungi lautan pemain bisa menyerang kapal pedagang. Game ini akan menghadirkan dunia open world yang diadaptasi dari perairan di Samudera Hindia. Untuk pengembangan Tom mengungkap bahwa game ini masih belum rampung.
Jika Bandai Namco memiliki Elden Ring sebagai game mitos, maka Ubisoft memiliki Skull and Bones. Game ini diumumkan pertama kali pada tahun 2017. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan kapan Skull and Bones selesai.
Mantan CEO Capcom Amerika Serikat dan Eropa, Kiichiro Urata, dikabarkan telah bergabung ke Sony Interactive Entertainment dengan jabatan senior vice president and head of the Japan Asia Partner Development & Relations Division. Informasi ini langsung dikonfirmasi oleh pihak Sony Interactive Entertainment melalui situs resmi perusahaan.
FYI, Urata menjabat sebagai pimpinan business division di Capcom wilayah Amerika Serikat dan Eropa mulai dari bulan September 2011 sampai Agustus 2021. Apakah dengan hadirnya pak Urata di Sony ini akan membawa angin segar bagi perusahaan dan juga gamer PlayStation? Kita tunggu saja tanggal mainnya.
Muncul kabar mengenai prediksi dari game Call of Duty baru. Kabarnya game ini adalah sekuel dari game Call of Duty: Modern Warfare yang rilis pada tahun 2019 lalu. Rencananya Activision akan merilis game ini pada tahun 2022.
Informasi mengenai game Call of Duty baru ini diungkap oleh dua pihak, seseorang bernama Tom Henders di Twitter dan website VideoGamesChronicle. Melalui akun Twitternya @_Tom_Henderson_, ia mencuit jika game Call of Duty 2022 diberi nama samara Project Cortez. Ia juga yang mengungkap bahwa game tersebut merupakan sekuel dari Call of Duty: Modern Warfare.
Informasi ini diperkuat oleh bukti yang didapatkan oleh VideoGamesChronicle. Menurut narasumber mereka, game Call of Duty baru akan memiliki mode singleplayer campaign dimana pemain menjadi pasukan khusus Amerika Serikat yang melawan gembong narkoba di Kolombia.
Karena informasi ini masih sebatas desas-desus atau rumor, belum dapat dipastikan apakah betul atau tidak. Anggap saja sebagai informasi tambahan. Bagaimana menurut kamu?
Stunlock Studios telah merilis trailer perdana untuk game V Rising. Trailer ini memperlihatkan seperti apa gameplay dari game bertema vampire tersebut. Game ini nantinya akan dirilis di Steam.
Dilansir dari dari website resmi, V Rising akan menceritakan kehidupan seorang vampire yang baru bangun dari tidur panjangnya. Tugas pemain adalah mengembalikan masa kejayaan sang vampire dengan membangun istana dan merekrut para manusia untuk menjadi budak.
Dunia open world di V Rising akan diisi oleh berbagai macam hal seperti binatang buas, bandit, dan desa. Para penduduk desa bisa dijadikan sebagai sumber makanan. Keunikan game ini adalah vampire yang dimainkan oleh pemain tidak berdaya ketika terkena sinar matahari. Developer menjanjikan gameplay yang berbeda saat waktu siang hari dan malam hari.
V Rising juga memiliki mode multiplayer. Pemain bersama dengan pemain lainnya bisa bermain bersama baik dalam mode co-op atau PVP. Salah satu contoh dari mode PVP ini adalah menyerang istana milik pemain lainnya untuk mengambil alih wilayah.
Electronic Arts dan DICE baru saja mengumumkan terpaksa menunda peluncuran Battlefield 2042 daru yang tadinya 22 Oktober 2021 menjadi 19 November 2021. Battlefield 2042 nantinya akan dirilis ke PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, dan PC.
Berikut ini pernyataan resmi dari studio general manager DICE, Oskar Gabrielson, mengenai penundaan peluncuran game:
“We’ve made the decision to shift the launch of Battlefield 2042. The game will now be released worldwide on November 19th, 2021.
Building the next generation of Battlefield during a global pandemic has created unforeseen challenges for our development teams. Given the scale and scope of the game, we had hoped our teams would be back in our studios together as we move towards launch. With the ongoing conditions not allowing that to happen safely, and with all the hard work the teams are doing from home, we feel it is important to take the extra time to deliver on the vision of Battlefield 2042 for our players.
Your enthusiasm for the game has been very inspiring. We believe in the game we’re making, and we thank you for your patience as we put some finishing touches into the experience.
Updates on the Open Beta will be coming later this month.
Oskar Gabrielson and the Battlefield 2042 Development Team Studio GM, DICE“
Bountie akan menggelar serangkaian turnamen esports khusus untuk pemain esports amatir di Indonesia, bertajuk Bountie Zero pada 20 September 2021 sampai Desember 2021. Musim kompetisi esports akan menyaksikan penawaran turnamen yang menarik dan baru di “Bountie Zero”, yang ditargetkan untuk membantu para pemain amatir meningkatkan keterampilan bermain mereka dan suatu hari nanti mewujudkan impian mereka untuk bermain secara profesional. Terdiri dari 3 turnamen game populer dan lebih dari 10 minggu turnamen, “Bountie Zero” akan mengakhiri kalender turnamen esports Indonesia dengan menarik.
“Bountie Zero” akan menampilkan para pemain esports amatir bersaing di beberapa game populer seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Free Fire (FF), dan PUBG Mobile (PUBGM). Pemain dapat menantikan untuk berpartisipasi dalam turnamen mingguan untuk setiap judul game, yang berpuncak pada final pertandingan Super Series (seri super) dimana tim terbaik akan bersaing untuk mendapatkan kumpulan hadiah yang lebih besar. Pemain juga akan mencetak poin peringkat saat mereka bersaing dan dapat melacak performa mereka selama turnamen. Tak hanya itu, semakin banyak poin yang kalian kumpulkan, akan semakin besar kesempatan kalian untuk membawa pulang hadiah jutaan rupiah dengan mengikuti turnamen di “Bountie Zero”.
“Kami berharap melihat banyak pemain amatir mendaftar pada turnamen ini karena pemain amatir, terutama yang baru memulai, akan merasa takut untuk bergabung dengan turnamen esports saat ini yang memiliki banyak tim berpengalaman yang terbukti terlalu kuat untuk mereka. Kami sangat yakin bahwa komunitas game akan menyambut konsep baru ini dan mudah-mudahan para sponsor juga akan menyadari peluang besar ini untuk terhubung dengan calon gamer baru di ruang esports yang masih berkembang,” kata Pratama Indraputra, selaku Business Development Manager di Bountie.
“Bountie Zero bertujuan untuk mempromosikan peluang bagi calon gamer profesional yang ingin bermain di liga teratas. Semua pemain harus mulai bermain dan berlatih di lingkungan yang ramah dan bersahabat dan kami merasa Bountie Zero adalah platform yang sempurna bagi pemain amatir untuk membangun permainan mereka dan menaiki tangga turnamen esports,” kata Ryan Quek, sebagai Chief Operating Officer di Bountie.
Bountie menargetkan 4.500 tim dan 18.000 pemain atau lebih untuk berpartisipasi dalam “Bountie Zero” yang membuka pendaftaran registrasinya pada Jumat, 10 September 2021, untuk menyaksikan turnamen esports besar dengan semua pemula untuk menutup akhir tahun yang baik, dan memulai kesempatan baru dengan tingkat yang lebih tinggi di turnamen-turnamen Bountie mendatang pada tahun 2022.
“Bountie Zero” memiliki total prize pool sebesar 24 juta rupiah dengan pembagian 500 ribu rupiah pada setiap pemenang di level Regular Series, dan 5 juta rupiah pada setiap pemenang di level Super Series.
Untuk informasi lebih lanjut tentang pendaftaran registrasi Bountie Zero dapat dilihat pada Website, Discord, dan Instagram Bountie.