Kehadiran game Mega Man baru tidak ada hentinya ditanyakan oleh fans. Respon Capcom yang hanya diam akhirnya menciptakan spekulasi yang agak aneh.
Baru-baru ini muncul teori yang menduga bahwa Pragmata merupakan game rahasia Mega Man atau setidaknya berkaitan dengan franchise tersebut. Dugaan ini muncul karena desain karakter Diana, android kecil dalam Pragmata, dianggap mirip dengan Mega Man. Ditambah latar cerita yang terjadi di markas luar angkasa dan berhubungan dengan AI.
Capcom Luruskan Kabar: Pragmata Bukan Game Mega Man Baru!
Berbicara kepada VGC, Produser Pragmata, Naoto Oyama, buka suara mengenai isu tersebut. Menurutnya teori ini lucu dan tidak benar.
Sambil tertawa, ia menegaskan bahwa Pragmata sama sekali bukan game Mega Man. Ia juga menekankan bahwa Pragmata merupakan proyek baru dengan identitas yang berbeda.
Oyama juga menambahkan, dirinya memang pernah terlibat sebagai produser di Mega Man Battle Network Legacy Collection. Ia sangat senang dan juga berterima kasih kepada fans setia Mega Man yang sudah mau memberikan perhatiannya kepada Pragmata juga.
Sekilas Tentang Pragmata
Pragmata menceritakan tentang pertemuan Hugh, seorang astronot, dengan Diana, android canggih berbentuk anak kecil. Keduanya terjebak di markas luar angkasa karena AI liar yang menguasai fasilitas tersebut.
Gameplay Pragmata cukup unik karena mengkombinasikan elemen action shooter dengan hacking. Hugh bertindak sebagai karakter utama dalam pertempuran, sementara Diana memberi dukungan melalui kemampuan hack untuk membuka celah kelemahan musuh.
Pragmata rencananya akan meluncur pada 2026 di platform PS5, Xbox Series, dan PC via Steam.
Tanggal rilis Kejora dipastikan mengalami perubahan. Game garapan developer Indonesia, Berangin Creative ini awalnya dijadwalkan rilis pada 4 September 2025 melalui Steam. Namun, tanggal rilis ini berubah menjadi 8 Januari 2026.
Alasan Tanggal Rilis Kejora Mundur
Menurut keterangan resminya dari Soft Source, keputusan ini diambil setelah mengetahui bahwa Hollow Knight: Silksong juga akan meluncur pada hari yang sama.
Tidak ingin bersaing dengan dengan salah satu judul game paling dinantikan tahun ini, developer memutuskan untuk mengundur tanggal rilis. Meski keputusan ini berat, namun dianggap langkah terbaik untuk memastikan Kejora bisa bersinar di panggungnya sendiri.
Kejora nantinya akan tersedia di PC (Steam dan Epic Games Store), Nintendo Switch, PS5, PS4, serta Xbox Series.
Sejak awal pengembangannya di tahun 2021, Kejora telah berevolusi signifikan. Dari konsep run-and-gun side-scroller sederhana, game ini berubah menjadi action puzzle naratif yang sarat dengan nilai budaya
Sony Interactive Entertainment bersama Ultizero Games telah mengumumkan kehadiran demo Lost Soul Aside. Demo ini akan menjadi kesempatan bagi pemain untuk mencoba game ini sebelum memutuskan untuk membeli atau tidak.
Gamenya sendiri sudah tersedia di PS5 dan PC (Steam dan Epic Games Store). Bagi yang menggunakan PC, Sony telah mengkonfirmasi bahwa game ini tidak mengharuskan untuk memiliki akun PlayStation Network. Jika disambungkan, maka seluruh achievement yang didapatkan di PC akan muncul profile PlayStation Network.
Isi Demo Lost Soul Aside
Dalam versi demo ini, pemain akan langsung disuguhi pertarungan melawan dua bos epik. Pertama adalah Rose Queen, pendekar legendaris yang mengandalkan serangan cepat dengan tebasan mematikan. Lalu ada Holy Knight Commander Victor, salah satu juara terkuat dari Empire, yang ditemani oleh Ancient Mecha berukuran raksasa.
Perlu dicatat bahwa data dari demo tidak akan dibawa ke versi penuh.
Lost Soul Aside menampilkan gameplay pertarungan yang cepat dan dinamis. Kaser, sang karakter utama, dibekali senjata yang dapat berubah sesuai gaya bermain. Pemain bebas memilih pendekatan bertarung, mulai dari serangan jarak dekat presisi, serangan jarak jauh yang kuat, hingga mobilitas tinggi untuk menghindari serangan musuh.
Kaser juga akan ditemani oleh Arena, naga pendamping yang memiliki kemampuan spesial untuk membantu membalikkan keadaan dalam pertempuran. Kehadiran Arena menambahkan elemen strategi baru yang membuat pertarungan tidak sekadar soal kombo pedang, tetapi juga manajemen kemampuan dan timing yang tepat.
SEGA resmi mengumumkan bahwa SHINOBI: Art of Vengeance kini telah tersedia di PlayStation®4, PlayStation®5, Xbox One, Xbox Series X|S, Nintendo Switch™, dan Steam.
IP legendaris SHINOBI kembali hadir dengan game 2D Action Platformer terbaru yang dikembangkan oleh Lizardcube, tim di balik kesuksesan Streets of Rage 4. Judul ini menghadirkan kisah balas dendam Joe Musashi dalam balutan visual ilustrasi tangan yang penuh warna. Pemain ditantang untuk menaklukkan berbagai stage penuh rintangan dan mengalahkan musuh dengan beragam kombinasi serangan. Kuasai sistem pertarungan dan temukan arti sebenarnya menjadi seorang ninja.
Game ini telah mendapatkan banyak pujian dari media internasional, meraih skor 90 di Metacritic, situs agregator review (per Jumat, 29 Agustus, berdasarkan versi Xbox).
Di Steam, SHINOBI: Art of Vengeance juga tersedia dalam dua bundle spesial berisi masterpiece2D Action dari pengembang lain. Pemain bisa menggandakan aksi ninja bersama NINJA GAIDEN: Ragebound, atau tambahkan kombinasi serangan stylish lewat BlazBlue Entropy Effect!
Cerita Penuh Balas Dendam!
Ketika desa sang legenda shinobi Joe Musashi, sang master seni ninja, hancur dilalap api dan klannya berubah menjadi batu, ia pun memulai perjalanan penuh balas dendam untuk menghadapi kegelapan yang tak tertandingi.
Bundle Path of the Ninja Tersedia!
Tebas dan ukir jalanmu di SHINOBI: Art of Vengeance dan NINJA GAIDEN: Ragebound dengan diskon 10% lewat Path of the Ninja Bundle! Rasakan kisah dua pahlawan, satu digerakkan oleh dendam, dan yang satunya dipenuhi amarah, dalam game ninja ActionSide-scroller penuh adrenalin!
Beli di sini: https://store.steampowered.com/bundle/58347
Jangan Lewatkan Bundle SHINOBI: Art of Vengeance × BlazBlue Entropy Effect!
Dapatkan diskon 10% untuk SHINOBI: Art of Vengeance dan BlazBlue Entropy Effect lewat paket spesial ini di Steam Store! Lepaskan kombinasi serangan mematikan dan rasakan pertarungan yang penuh tantangan dalam dua petualangan berbeda dengan gaya unik masing-masing!
Beli di sini: https://store.steampowered.com/bundle/57798
Video Kolaborasi dengan The Kinjaz!
Grup tari dunia The Kinjaz berkolaborasi dengan SHINOBI: Art of Vengeance dalam sebuah video crossover terbaru. Dengan koreografi orisinal, penampilan ini diiringi musik dari game serta lagu “The Path Just Begun” karya Young Dirty Bastard (YDB) yang terinspirasi dari SHINOBI. Pertunjukan memukau ini memadukan gaya tari berbasis seni bela diri dengan dunia SHINOBI!
SHINOBI: Art of Vengeance | Official Dance Video by The Kinjaz
Digital Deluxe Edition Out Now!
Contents of the Digital Deluxe Edition
Base Game
Starter Pack
Ghost Outfit
Medic Lite Amulet
In-Game Currency
SEGA Villains Stage (Coming Early 2026)
Adds a gauntlet of bosses based on iconic SEGA villains.
HoYoverse akhirnya memperkenalkan Honkai: Nexus Anima, game terbaru dari franchise Honkai. Game ini pertama kali dipamerkan saat konser ulang tahun Honkai: Star Rail pada Mei 2025. Kini HoYoverse tidak hanya mengungkap detailnya, tetapi juga pembukaan pendaftaran untuk uji coba terbatas pertama yang diberi nama Nexus Bond Test.
Tahap testing ini tersedia untuk platform PC dan iOS. Proses pendaftaran sudah dibuka hingga 12 September 2025. Para pemain yang terpilih akan mendapatkan akses khusus untuk mencobanya sebelum perilisan resmi game di masa mendatang.
Namun, perlu dicatat bahwa tahap beta ini akan menggunakan sistem data wipe. Semua progres tidak akan dibawa ke versi final.
Honkai: Nexus Anima Bawa Tema Creature-Collector?
Honkai: Nexus Anima mengusung genre creature-collector berpadu strategi. Pemain akan menjelajahi dunia Nexus, sebuah dimensi di mana konsep berpasangan seperti Cahaya dan Gelap, Hidup dan Mati, hingga Cinta dan Benci. Keseimbangan tersebut hancur akibat sebuah peristiwa besar. Kekuatan yang tersisa berubah menjadi makhluk bernama Anima.
Pemain akan menjadi seorang traveler yang berhasil melarikan diri dari kurungan. Pemain akan memulai perjalanan, diawali dari sebuah kota tenang menuju berbagai wilayah baru yang penuh misteri. Sepanjang perjalanan, pemain akan bertemu Anima dengan beragam kepribadian unik.
Ikatan yang dibangun bersama para Anima bukan hanya berpengaruh pada cerita, tetapi juga menjadi kunci dalam combat. Bagian combat yang disebut Nexus Battles menghadirkan sistem taktis, dimana kemampuan tiap Anima bisa dikombinasikan untuk menciptakan strategi berbeda.
Honkai: Nexus Anima juga akan tetap mempertahankan kekuatan khas seri Honkai, yaitu narasi yang mendalam, desain artistik yang memukau, serta dunia yang penuh detail.
Sega hari ini telah resmi merilis Shinobi: Art of Vengeance. Game ini sudah tersedia di PS5, PS4, Xbox One, Xbox Series, Nintendo Switch, dan juga PC melalui Steam.
Game ini dikembangkan oleh Lizardcube, studio yang sebelumnya sukses menghidupkan kembali Streets of Rage 4. Dikemas dengan gaya visual hand-drawn yang penuh warna, kisah balas dendam Joe Musashi kini tampil lebih hidup dan emosional.
Di Steam, Shinobi: Art of Vengeance hadir dalam bundel eksklusif bersama judul aksi 2D lainnya seperti Ninja Gaiden: Ragebound dan BlazBlue Entropy Effect.
Shinobi: Art of Vengeance Hadirkan Nostalgia dan Tantangan Baru
Sebagai karakter utama, Joe Musashi kembali ke desanya hanya untuk menemukan jasad para anggota klannya yang membatu. Momen tragis itu menjadi pemicu perjalanannya menuntut balas dendam. Dari markas militer yang penuh penjagaan hingga padang pasir tandus yang mematikan, setiap lokasi dirancang menghadirkan tantangan platforming yang padat aksi.
Pemain akan mengandalkan berbagai senjata khas ninja, mulai dari katana, kunai, hingga teknik spesial Ninjutsu. Tidak hanya berguna untuk pertarungan, kemampuan tersebut juga membuka jalur rahasia dan memberi alternatif dalam menghadapi musuh.
Kabar gembira untuk para pecinta JRPG klasik! Bandai Namco Entertainment Asia bersama Square Enix resmi mengumumkan bahwa FINAL FANTASY TACTICS – The Ivalice Chronicles akan rilis pada 30 September 2025 di Asia Tenggara untuk Nintendo Switch™ dan PlayStation®5 dalam bentuk fisik. Sementara versi digital juga tersedia untuk Nintendo Switch 2, PlayStation®4, Xbox Series X|S, dan PC via Steam.
Game legendaris yang pertama kali hadir pada tahun 1997 ini kembali dengan sentuhan modern dalam edisi Enhanced, sekaligus menghadirkan Classic Version untuk para veteran yang ingin bernostalgia.
Drama Epik Ambisi, Pengkhianatan, dan Kehormatan
The Ivalice Chronicles membawa pemain menyelami kisah Ramza Beoulve di Kerajaan Ivalice, dunia penuh konflik politik, ambisi, dan persahabatan yang teruji. Cerita klasik ini kini hidup kembali dengan:
Skrip diperbarui & dialog ber-voice over penuh.
Peningkatan grafis modern untuk imersi lebih dalam.
UI baru & fitur quality-of-life seperti auto save, fast-forward battle, tactical view, dan pengaturan tingkat kesulitan.
Untuk pemain baru, versi Enhanced memberi akses mudah tanpa kehilangan kedalaman taktis. Bagi penggemar lama, versi Classic setia merepresentasikan rilisan 1997 dengan terjemahan War of the Lions.
Sistem Pertarungan Taktis yang Mendefinisikan Genre
Sebagai salah satu pionir tactical RPG, FINAL FANTASY TACTICS dikenal karena gameplay turn-based yang menantang, penuh strategi, dan berlapis. Di The Ivalice Chronicles, pemain kembali bisa:
Menaklukkan pertarungan taktis berbasis grid melawan musuh kuat.
Menguasai Job System ikonik dengan lebih dari 20 class termasuk Black Mage, Dragoon, Geomancer, Summoner, Time Mage, hingga Thief.
Mengembangkan karakter dengan 300+ kemampuan untuk membangun kombinasi party tanpa batas.
Pengisi Suara & Tim Legendaris Kembali
Edisi ini menghadirkan voice cast bintang seperti:
Joe Pitts (Ramza)
Gregg Lowe (Delita)
Hannah Melbourn (Agrias)
Timothy Watson (Cidolfus)
Harry McEntire (Mustadio)
Plus cameo dari Cody Christian (Cloud, FFVII Remake) dan Briana White (Aerith, FFVII Remake).
Ilustrasi baru karya Akihiko Yoshida menampilkan Ramza, Delita, Ovelia, dan Alma—simbol hubungan kompleks yang jadi inti kisah Ivalice.
Bonus Pre-Order
Pemain yang melakukan pre-order akan mendapatkan berbagai item eksklusif seperti:
White Equipment untuk Ramza (Mythril Knife, Spiked Boots, High Potion x10, Ether x10).
Deluxe Edition Bonus: Akademy Blade, Akademy Beret, Akademy Tunic, Ring of Aptitude (menambah kecepatan belajar ability), hingga Phoenix Down x10.
Alternatif Equipment Colors (Hitam & Merah) untuk Ramza.
Dengan kombinasi versi Enhanced yang modern dan Classic yang penuh nostalgia, FINAL FANTASY TACTICS – The Ivalice Chronicles siap menyatukan penggemar lama dan pendatang baru. Kisah politik, pengkhianatan, dan persahabatan di dunia Ivalice kembali hidup dalam grafis memukau, sistem taktis mendalam, dan suara yang menghidupkan setiap karakter.
Apakah kalian siap kembali ke medan tempur Ivalice dan mengukir ulang sejarah bersama Ramza dan Delita?
Bandai Namco Entertainment Asia resmi merilis system trailer terbaru untuk DRAGON BALL: Sparking! ZERO, khusus menyoroti fitur motion controls yang hadir di Nintendo Switch™ 2 dan Nintendo Switch™. Trailer ini memberikan gambaran pertama tentang bagaimana pemain bisa merasakan sensasi khas Dragon Ball langsung dari genggaman Joy-Con.
Rasakan Kekuatan Kamehameha dengan Motion Controls
Fitur motion controls memungkinkan pemain mengayunkan Joy-Con sesuai gaya bertarung karakter favoritnya. Ingin menyalurkan energi Goku dengan Kamehameha, atau mencoba gerakan ikonik Vegeta? Sekarang kalian bisa menirukannya secara langsung—seolah menjadi bagian dari pertarungan Dragon Ball itu sendiri.
Dengan lebih dari 180 karakter yang bisa dimainkan di base game, pemain juga bisa mengeksplorasi berbagai skenario “what-if” yang belum pernah terlihat di serial aslinya.
Selain itu, Custom Battle Mode memberi kebebasan untuk menciptakan pertempuran sendiri—lengkap dengan pemilihan karakter, dialog, hingga setting unik. Pertarungan bisa dinikmati dalam mode multiplayer lokal maupun online hingga 6 pemain sekaligus.
Tanggal Rilis dan Pre-Order
DRAGON BALL: Sparking! ZERO akan resmi dirilis pada 13 November 2025. Pre-order sudah tersedia sekarang bagi para penggemar yang ingin memastikan tempat mereka di medan tempur sejak hari pertama perilisan.
Tentang DRAGON BALL: Sparking! ZERO
Sebagai penerus spiritual dari seri legendaris Sparking! (atau yang dikenal di Barat sebagai Budokai Tenkaichi), DRAGON BALL: Sparking! ZERO menghadirkan pertempuran 3D penuh energi yang menampilkan semua jurus ikonik Dragon Ball, termasuk Kamehameha, Final Flash, hingga Air Dance Technique.
Dibangun di atas pondasi sistem pertarungan klasik Sparking!, game ini menyempurnakan mekanik seperti:
Impact Action & Ultimate Blast untuk serangan sinematik penuh tenaga.
Counter-attack timing yang menentukan arah pertempuran.
Transformasi Super Saiyan dan pengisian Ki untuk melancarkan jurus pamungkas.
Dengan roster terluas dalam sejarah franchise dan fitur-fitur baru yang segar, DRAGON BALL: Sparking! ZERO siap menjadi game pertempuran 3D Dragon Ball paling ambisius hingga saat ini.
Kehadiran fitur motion controls di Nintendo Switch 2 memberi pengalaman baru bagi para penggemar yang ingin merasakan langsung energi jurus andalan Dragon Ball di dunia nyata. Dengan roster masif, custom battle mode, dan mode multiplayer hingga 6 pemain, Sparking! ZERO tampak akan jadi game Dragon Ball paling lengkap sekaligus paling seru di generasinya.
Apakah kalian sudah siap mengayunkan tangan untuk melepaskan Kamehameha di ruang tamu?
Semua orang pasti ingin punya laptop tipis, tapi bisa dipakai untuk multitasking. Mudah dibawa kemana-mana, kuat untuk buka banyak tab Chrome sambil meeting online, dan sesekali bisa dipakai main game untuk refreshing.
Laptop tipis standar pastinya akan kewalahan untuk memenuhi keperluan tersebut. Laptop gaming? Dari segi performanya sudah mendukung, tapi pastinya berat dan kurang nyaman untuk mobilitas. ASUS mencoba menjawab kebutuhan ini lewat ASUS Vivobook 14 A1405VA.
Selama menguji coba unit review Vivobook 14 A1405VA, kami bisa merasakan bagaimana laptop ini cocok bagi mereka yang menginginkan laptop tipis, tapi tangguh dari segi performa. Ini adalah ulasan detailnya.
ASUS Vivobook 14 A1405VA Dari Segi Desain
Unit review yang kami coba berwarna Cool Silver. Secara keseluruhan desain laptop ini simpel. Sangat cocok untuk dibawa saat meeting offline, atau dipakai santai di kafe. Pada bagian atas laptop, kalian bisa melihat logo Vivobook yang didesain secara stylish.
Untuk berat, Vivobook 14 A1405VA berbobot 1,8 kg. Meski bukan yang paling ringan di kelasnya, laptop ini masih cukup nyaman dibawa. ASUS juga sudah menyematkan sertifikasi standar militer MIL-STD-810H. Artinya, laptop ini lebih tahan terhadap guncangan, perubahan suhu, maupun benturan ringan. Jadi meski tipis, laptop ini tahan banting dan jelas menjadi sebuah nilai plus.
Untuk layar, Vivobook 14 A1405VA sudah menggunakan panel 14 inci IPS WUXGA (1920 x 1200) dengan rasio 16:10. Ukuran ini memberi ruang vertikal ekstra, sehingga lebih nyaman saat digunakan membaca dokumen panjang atau mengolah data di Excel.
Dalam penggunaan di indoor, layar laptop ini sudah mendukung. Layarnya memiliki tingkat kecerahan 300 nits dan lapisan anti-glare. Namun, cakupan warnanya hanya 45% NTSC, sehingga kurang cocok untuk pekerjaan desain yang menuntut akurasi warna tinggi. Sedangkan untuk menulis, atau editing ringan, kualitasnya sudah lebih dari cukup.
Engsel Vivobook 14 A1405VA juga sudah bisa dibuka hingga 180 derajat. Memudahkan kalian yang ingin berdiskusi kelompok tanpa harus memutar atau meminjamkan laptop.
Seperti pada laptop ASUS umumnya, bagian keyboard sudah menggunakan teknologi ErgoSense. Setiap tekanan yang diberikan kepada keypad akan memberikan feedback empuk dan juga presisi, sangat mendukung untuk mengetik dalam durasi panjang. Ada juga fitur backlight untuk membantu saat bekerja di ruangan minim cahaya.
Touchpad yang cukup besar sudah mendukung fitur multi-touch gesture, dan sangat responsif. Ditambah lagi sudah ada sensor sidik jari. Tapi untuk kerja intens atau bermain game, kami tetap lebih menyarankan menggunakan mouse eksternal. Ditambah lagi, engsel yang bisa dibuka 180° serta sensor sidik jari untuk login cepat membuat pengalaman kerja jadi lebih praktis.
Dari segi konektivitas, Vivobook 14 A1405VA terbilang cukup lengkap untuk ukuran laptop tipis. Port yang tersedia adalah USB 2.0 Type-A, USB 3.2 Gen 1 Type-A, USB 3.2 Gen 1 Type-C, HDMI 1.4, Audio jack 3.5mm, dan DC-in.
Port USB Type-C sudah mendukung Power Delivery. Artinya kalian bisa mengisi daya lewat charger smartphone atau powerbank. Fitur ini sangat mendukung bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Seandainya lupa bawa charge laptop, masih ada cara lain untuk mengisi daya.
Untuk mendukung meeting online, Vivobook 14 A1405VA sudah dilengkapi fitur AI Noise Cancelling. Fitur ini sangat membantu, karena pada saat ini meeting online bisa terjadi di mana saja. Melalui fitur ini, suara bising sekitar dapat tersaring, sehingga lawan bicara hanya mendengar suara kalian.
Kamera bawaan laptop kualitasnya standar, tapi sudah cukup untuk keperluan Google Meet atau Zoom. Ada privacy shutter untuk menjaga privasi pengguna. Laptop ini juga sudah dibekali Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.3, untuk proses koneksi internet yang stabil dan transfer file cepat.
Cari laptop yang bisa untuk main game dan multitasking dengan harga terjangkau? ASUS Vivobook 14 A1405 sudah menggunakan prosesor Intel Core i5 Generasi 13, RAM 16GB DDR4, dan storage SSD 512GB. Laptopnya juga punya dua mode, Dynamic performace untuk meningkatkan performa, dan standard yang hemat baterai. Bisa juga dibuka sampai 180 derajat. Untuk harganya adalah Rp9 jutaan. #ASUS#vivobook#laptoppelajar#multitasking
Dari segi performa Vivobook 14 A1405VA sudah terbilang mumpuni. Prosesor yang digunakan adalah Intel Core i5 generasi ke-13. Untuk unit yang kami gunakan sudah memakai Intel Core i7-1355U generasi ke-13. Prosesor hemat daya ini cukup buas kerjanya.
Dalam pengujian kami bisa membukan belasan tab Chrome tanpa melambat, membuka MS Office plus video call sekaligus, lalu editing ringan menggunakan Photoshop. Kombinasi RAM 16GB DDR4 dan SSD NVMe PCIe 4.0 512GB ikut membuat proses multitasking tetap lancar. Tidak ada lagi proses loading, karena semuanya bisa berjalan nyaris instan.
Dari segi daya, laptop ini mengunakan baterai 42WHrs. Vivobook 14 A1405VA mampu bertahan sekitar 5–7 jam untuk pemakaian normal (browsing, mengetik, meeting online). Durasi ini sudah cukup untuk mendukung setengah hari kerja.
Keunikan dari laptop ini adalah fitur pemilihan mode. Kalian bisa menggunakan Dynamic performace untuk meningkatkan performa, dan standard yang hemat baterai. Dynamic performance bisa kalian pakai ketika sedang mengerjakan pekerjaan yang intens atau bermain game. Jika sedang santai, kami menyarankan untuk menggunakan mode standard.
Untuk sistem pendingin, ada sistem pendingin kipas IceBlade yang mendorong udara panas melalui lubang-lubang ventilasi udara.
Kesimpulan
Kesimpulan kami untuk review Vivobook 14 A1405VA adalah laptop ini meskipun tipis, tapi tidak mengorbankan performanya. Susunan dapur pacu sudah terbilang baik. Kehadiran prosesor Intel Core i5 dan i7 generasi ke-13 tidak hanya mendorong performa saja, tapi juga hemat daya. Desainnya simple, kokoh, dan kaya fitur yang relevan untuk pekerjaan modern. Ukurannya layarnya juga sudah sesuai, meski jika digunakan untuk desain masih kurang.
Vivobook 14 A1405VA cocok untuk profesional muda, mahasiswa tingkat akhir, maupun pekerja dengan tingkat mobilitas tinggi.
ASUS Vivobook 14 A1405VA sudah tersedia di Indonesia dengan harga dimulai dari Rp9 juta.
Setelah 9 bulan menjalani masa Early Access, Gemelli Games akhirnya mengumumkan bahwa Skygard Arena, game strategi turn-based dengan sentuhan skirmish combat dan elemen MOBA, akan resmi meluncurkan versi 1.0 pada 18 September 2025.
Game ini akan dijual dengan harga penuh €14,79, namun pemain bisa mendapatkannya dengan diskon 35% (€9,61) selama dua minggu pertama perilisan di Steam.
Trailer terbaru Skygard Arena bisa kalian tonton di sini:
Apa yang Baru di Versi 1.0?
Peluncuran versi penuh Skygard Arena membawa sederet konten segar, termasuk:
Champion baru: Seraphine, dengan dua Persona unik: Angel dan Avenger.
Arena baru untuk mode multiplayer: Seraphine’s Throne Room.
8 Relic baru, item pasif yang bisa mengubah gaya bermain setiap Champion.
Steam Achievements untuk melengkapi perjalanan para pemain.
Gameplay: MOBA Bertemu Turn-Based Tactics
Dalam Skygard Arena, pemain membangun tim impian berisi 3 Champion dengan mekanik ala MOBA namun dalam format taktis berbasis giliran. Setiap Champion punya spell unik sehingga pemain harus jeli memanfaatkan kekuatan mereka, menguasai posisi dan pergerakan, serta merebut objektif di Arena.
Fitur utama Skygard Arena antara lain:
Kampanye single-player penuh dengan 13 misi utama dan 26 quest sampingan, mencakup pertempuran skala besar, infiltrasi, pertahanan markas, hingga boss fight.
Mode multiplayer Arena dengan duel PvP 1v1 berdurasi rata-rata 20 menit. Tersedia Ranked Mode untuk memanjat leaderboard global dan Casual Mode untuk bermain santai dengan teman.
10 Champion unik dengan masing-masing 2 Persona (gaya bermain berbeda + skin khusus).
80 spell dan 80 relic, menghasilkan lebih dari 500.000 kombinasi tim berbeda.
AI modular canggih terinspirasi mesin catur Stockfish, dengan 4 tingkat kesulitan yang mengubah kualitas strategi lawan, bukan jumlah musuh.
Cerita Skygard Arena berawal dari Shattering, peristiwa yang memecah dunia Skygard menjadi pulau-pulau melayang di langit. Lima faksi kini berjuang mempertahankan hidup:
Katia: aliansi Elf dan Dwarf yang membangun kota terbang.
Crimson Empire: bangsa penakluk haus kekuasaan.
Clouds Clan: suku nomaden bebas.
Guardians: penjaga sihir kuno.
Silver Kingdom: pengikut fanatik ratu malaikat.
Untuk mencegah perang terbuka, setiap lima tahun sekali digelar Factions Tournament. Para Champion terbaik dipertemukan di Arena untuk memperebutkan hak atas tambang kristal raksasa di Felden. Tahun ini, sebuah hadiah tambahan muncul—mahkota kuno penuh sihir dan bisikan dari masa lalu.
Tanggal Rilis dan Harga
Rilis versi 1.0: 18 September 2025
Harga penuh: €14,79
Diskon 35% (harga €9,61) selama dua minggu pertama di Steam
Skygard Arena juga mendukung teks dalam Bahasa Inggris, Prancis, Cina, Spanyol, Portugis Brasil, dan Jerman, menjadikannya semakin ramah bagi pemain global.
Dengan perpaduan strategi turn-based, elemen MOBA, dan dunia fantasi penuh intrik antar faksi, Skygard Arena siap jadi salah satu game taktis yang paling menarik di tahun 2025.
Apakah kamu sudah siap membangun tim Champion terbaikmu dan menaklukkan Arena Skygard?