Home Blog Page 466

Train Valley Console Edition Sudah Hadir ke Nintendo Switch, PS4 dan Xbox One

0

BlitWorks Games hari ini telah merilis Train Valley Console Edition ke konsol Nintendo Switch, PlayStation 4 dan Xbox One berbanderol USD 11,99.

Game versi konsol merupakan versi ultimate dari game bertema manajemen kereta api ini. Versi PC nya yang hadir lebih dulu di Steam mendapatkan review yang sangat baik oleh gamer. Sejak dirilis di PC, Train Valley sudah mendapatkan beberapa update baik dari sisi konten maupun perbaikan bug dan peningkatan kualitas game. Gamer bisa menjelahi wilayah Eropa, Amerika, Jepang, URSS dan kini Jerman lewat DLC dalam game Train Valley Console Edition.

Kalian dapat menyaksikan trailer peluncuran game pada video di bawah ini.

“The Criminal Enterprises” GTA Online Sudah Bisa Dimainkan!

0

Hari ini Rockstar Games akhirnya merilis update gratis terbaru untuk GTA Online berjudul “The Criminal Enterprises”.

Update ini menghadirkan berbagai misi baru, upgrade Los Santos termasuk ekspansi yang signifikan untuk Criminal Careers, Contact Missions baru bagi gamers yang tergabung pada agent IAA, dan banyak update lainnya. Selain itu, hadir pula berbagai macam item dan akses baru untuk membantu gamers meningkatkan criminal ranks mereka. Kalian yang menyukai kendaraan baru serta koleksi-koleksi baru juga bisa mendapatkannya pada update The Criminal Enterprises.

Informasi lebih detil termasuk bonus lainnya yang bisa kalian dapatkan dalam update The Criminal Enterprises bisa kalian simak di sini. Saksikan trailer kehadiran update The Criminal Enterprises pada video di bawah.

Tower of Fantasy Dapat Tanggal Rilis!

0

Game action RPG Tower of Fantasy telah mendapat tanggal rilis. Diumumkan melalui halaman media sosialnya, Tower of Fantasy akan rilis secara global pada tanggal 10 Agustus 2022. Untuk tanggal di Indonesia adalah 11 Agustus 2022. Untuk pre-load sudah bisa dilakukan sehari sebelum gamenya rilis.

Tower of Fantasy dikembangkan oleh developer Hotta Studio. Game ini sering disebut-sebut sebagai rival dari Genshin Impact karena sama-sama mengusung genre open world. Perbedaannya adalah dalam game ini pemain tidak merekrut karakter, melainkan menggunakan senjata yang digunakan oleh karakter tersebut. Setiap senjata akan memiliki skill yang berbeda-beda.

Grand Theft Auto 6 Bakal Punya Karakter Utama Wanita

0

Informasi baru soal game Grand Theft Auto 6 atau GTA 6 telah beredar. Kabarnya game ini akan menjadikan wanita sebagai salah satu karakter utamanya.

Dibocorkan oleh Bloomberg (Dikutip dari IGN), karakter wanita di GTA 6 ini adalah seorang Latina. Ia tidak sendiri melainkan akan didampingi oleh pasangannya. Profesi keduanya adalah perampok bank. Rockstar menggunakan referensi pasangan kriminal asal Amerika Serikat Bonnie & Clyde dalam membuat karakter karakter tersebut.

Informasi lainnya adalah GTA 6 akan berlokasi di kota fiksi mirip Miami dan wilayahnya. Rockstar nantinya juga akan menambah misi dan kota baru dalam setiap update. Padahal pada awalnya Rockstar memiliki rencana untuk menggunakan wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan dalam game GTA 6. Itu sebabnya awalnya GTA 6 diberi nama Projects America. Sayangnya rencana tersebut gagal dikarenakan terlalu membebani para pegawai.

Mengenai perilisan belum ada kepastian dari Rockstar. Narasumber yang berbicara kepada Bloomberg mengatakan bahwa GTA 6 diperkirakan baru rampung dua tahun lagi. Sebabnya adalah karena seringnya perubahan dalam tim sehingga berdampak pada efektivitas kerja.

Bagaimana menurut kamu?

Gameloft Jelaskan Gameplay Disney Dreamlight Valley di Trailer Terbaru

0

Gameloft telah merilis trailer baru untuk game Disney Dreamlight Valley. Video ini menjelaskan mekanisme gameplay yang ada di game tersebut.

Rupanya Disney Dreamlight Valley juga memiliki gameplay eksplorasi. Pemain nantinya bisa menerima permintaan dari karakter Disney dalam game untuk menjelajah wilayah baru. Setiap menjalankan permintaan dari karakter tertentu, pemain juga akan meningkatkan level pertemanan.

Highlight Disney Dreamlight Valley adalah gameplay simulasi dimana pemain bisa mendesain rumah sesuai dengan selera. Selain itu ada juga aktivitas lain yang bisa dilakukan seperti memancing atau menanam tanaman. Gameplay ini mengingatkan kita dengan game The Sims. Hanya saja bedanya Disney Dreamlight Valley menggunakan karakter dari Disney dan Pixar.

Disney Dreamlight Valley tersedia di platform PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC (Steam dan Epic Games). Tahap early access akan dimulai pada tanggal 6 September 2022. Sedangkan untuk perilisan resminya pada tahun 2023 nanti.

Demo Troublemaker Sudah Rilis di Steam

0

Masih ingat dengan tawuran made in Indonesia Parakacuk alias Troublemaker? Versi demo dari Troublemaker saat ini sudah rilis di Steam dan bisa didownload. Bersamaan dengan perilisan demo, halaman Indiegogo Troublemaker juga telah dibuka. Detailnya bisa dilihat di sini.

Troublemaker dibuat oleh developer Indonesia Gamecom Team. Game ini menceritakan Budi, siswa dari sekolah Cipta Jaya di kota Jayakarta yang ingin menjadi petarung terbaik di sekolah. Untuk mencapai mimpi tersebut, Budi harus membentuk geng sekolah bersama dengan teman-temannya Boby, Rani, dan Zaenal.

Gameplay dari Troublemaker menurut developer terinspirasi dari Yakuza, Godhand, dan Bully. Jadi siap-siap saja disajikan gameplay aksi beat’em up dengan karakter dan dialog yang over the top. Mengenai kapan Troublemaker dirilis masih belum diketahui tanggal pastinya.

8 Game yang Karakter Utamanya Adalah Hewan

0

Tidak jarang game menjadikan hewan sebagai karakter utama. Game dengan tema ini bisanya menawarkan perspektif baru yang unik dan tidak ada di game lain. Perspektif ini bisa berupa gameplay yang menantang atau bisa juga penggambaran dunia yang absurd.

Penasaran apa saja gamenya? Simak daftarnya berikut ini:

1. Goat Simulator

Game ini mencoba menggambarkan hewan dengan cara yang nyeleneh. Sesuai judulnya pemain akan menjadi seekor kambing. Tugas pemain bukanlah menyelamatkan dunia, melainkan merusak semuanya yang ada di dalam game.

Meski temanya tidak jelas, game kambing pembuat onar ini justru sukses. Game buatan Coffee Stain Studios sampai dibuat sekuelnya yaitu Goat Simulator 3.

2. Okami

Seharusnya judul game yang satu ini tidak terlalu asing di telinga kalian. Okami adalah game dimana karakter utamanya adalah seekor serigala. Tapi ia bukan sembarang serigala, melainkan serigala dewa.

Game ciptaan Capcom ini dirilis pada tahun 2006 di Playstation 2. Mekanisme dan visual dalam game Okami cukup menarik karena menggunakan konsep dari lukisan cat air. Okami sendiri mengangkat latar cerita dari mitologi Jepang tentang dewa Amaterasu yang menjelma sebagai serigala putih untuk menyelamatkan Jepang dari bencana.

3. Untitled Goose Game

Untitled Goose Game konsepnya mirip seperti Goat Simulator. Hanya hewan karakter utamanya saja yang beda. Pada game ini kamu akan menjadi seekor angsa pengacau yang tugasnya mengganggu manusia.

Mekanisme dari Untitled Goose Game adalah stealth dan puzzle. Sebagai angsa pemain harus memutar otak untuk menyelesaikan tugas yang ditentukan. Kadang pemain juga diminta untuk mengendap-endap dan mengagetkan manusia dengan teriakan khas angsa. Untitled Goose Game dibuat oleh developer indie House House.

4. Maneater

Banyak game yang memposisikan hiu sebagai musuh, tapi tidak dengan Maneater. Game ini justru menjadikan pemain sebagai seekor hiu banteng yang haus akan darah manusia. Mekanisme gameplay dari Maneater sangat brutal. Sebagai hiu tugas pemain adalah menyantap para manusia dan juga hewan air yang lain. Jika memakan objek tertentu, hiu karakter pemain dapat berubah wujud dan memiliki skill layaknya monster laut.

Wilayah dalam game Maneater dibagi menjadi beberapa kawasan. Setiap kawasan dikuasai oleh predator puncak. Jika hiu pemain sudah semakin kuat maka bisa menantang penguasa puncak untuk menguasai wilayah tersebut.

Review ROG Fusion II 500: Headset Berkualitas Premium untuk Gamer

0

Ingin bermain game sambil menikmati suara dentuman atau soundtracknya secara mantap di telinga? Mungkin kamu bisa mencoba headset ASUS ROG Fusion II 500. Headset ini diklaim oleh ASUS tidak hanya menghasilkan suara yang baik, tapi juga mampu menyaring suara melalui mic secara otomatis.

Kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk menjajal headset ASUS ROG Fusion II 500. Jika dilihat secara sekilas, headset ini memang memiliki tampilan yang meyakinkan. Tapi bagaimana dengan fitur-fitur dan fungsinya? Saya akan jelaskan secara pertahap dimulai dari deskripsinya terlebih dahulu

Deskripsi Produk

Headset ASUS ROG Fusion II 500 memiliki bagian body berwarna hitam yang memang identik dengan produk ROG. Ukuran headset ini terbilang besar. Meski begitu bobot dari headset ini hanya 310 gram saja. Tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan alias pas.

Keseluruhan bagian body headset dilapisi oleh bahan plastik hitam yang terlihat kokoh dan terkesan premium. Untuk bagian headband terbuat dari besi. Pada bagian atasnya dilapisi oleh bantalan busa. Uniknya jika headband ini ditarik maka akan terlihat ukiran bertuliskan ROG.

Bagian earcup ROG Fusion II 500 adalah yang membuat headset ini terlihat besar. Pada bagian luar earcup terdapat logo sekaligus tulisan ROG dengan warna silver. Pada bagian ini juga terdapat fitur RGB Aura yang menyala jika headset ini disambung dengan menggunakan kabel USB type-c.

Bantalan busa cushion pada bagian earcup sangat empuk dan terbukti dapat meredam suara dari luar secara baik. Jika kamu merasa kurang nyaman dengan busa pada earcup, kamu bisa menggantinya dengan bantalan yang terbuat dari kain. Kamu juga tidak perlu membeli lagi karena bantalan kain ini sudah tersedia sebagai ekstra.

Tombol pengaturan headset terletak pada bagian earcup. Mulai dari tombol on/off untuk mic, pengaturan volume suara dari headset, tombol untuk aktivasi fitur 7.1 surround sound, dan tombol sinkronisasi untuk PC/konsol.

Untuk konektivitas, kamu bisa memilih untuk menggunakan kabel USB type-c atau kabel audio jack 3,5mm. Sayangnya ASUS belum menyematkan fitur wireless pada headset ini.

Suara yang Mantap!

Ketika seseorang menggunakan headset, hal pertama yang dicari pasti adalah suaranya. Untuk suara yang dihasilkan oleh ASUS ROG Fusion II 500 saya bisa mengkonfirmasi jika hasilnya sangat baik. Kualitas suara yang muncul jernih terutama pada untuk bassnya yang nendang.

Ini berkat teknologi yang disematkan dalam headset ROG Fusion II 500. Headset ini telah menggunakan chip ESS 9280 Quad DAC dan tidak hanya satu, melainkan 4 chip. Teknologi ini memungkinkan proses penyaringan suara menjadi lebih smooth dalam 4 frekuensi yaitu low, medium, high, dan ultra high. Teknologi ini lalu ditambah dengan ASUS Essence drivers berukuran 50mm yang disematkan pada bagian earcup. Hasilnya adalah suara yang dihasilkan menjadi jernih.

Saya sempat menyebut bahwa ROG Fusion II 500 memliki fitur 7.1 surround sound. Jika fitur ini diaktifkan, kamu akan bisa mendengar suara sesuai dengan arah datangnya. Fitur ini cocok untuk digunakan saat bermain game FPS. Saya sudah mencoba menggunakan fitur 7.1 surround sound untuk menonton film. Hasilnya adalah saya mendapatkan pengalaman menonton yang imersif.

Untuk aktivasi fitur 7.1 surround sound cukup dengan menekan tombol yang ada di bagian earcup. Untuk pengaturan yang lebih mendalam bisa dengan menggunakan aplikasi ASUS armoury crate. Selain untuk pengaturan fitur suara, melalui armoury crate kamu juga bisa mengatur sistem pencahayaan RGB.

Memiliki Microphone dengan Teknologi AI

Awalnya saya bingung ketika melihat headset ASUS ROG Fusion II 500 tidak memiliki boom mic. Karena biasanya headset gaming wajib memiliki boom mic untuk alat komunikasi ketika bermain game terutama yang kompetitif. Ternyata microphone dari ROG Fusion II 500 memang tidak berbentuk boom mic, melainkan dalam bentuk AI Beamforming Microphones.

ASUS mengklaim bahwa teknologi AI Beamforming Microphones lebih efektif dalam menyaring suara. Memang fitur noise canceling yang dimiliki teknologi ini bisa dibilang cukup baik. Suara dari luar bisa diredam dengan baik sehingga membuat suara saya menjadi jelas.

Mic dari headset ini juga bisa digunakan dalam aktivitas di luar bermain game. Misalnya saat meeting dengan menggunakan Google Meet atau sekedar ngobrol melalui aplikasi obrolan seperti Discord,

Headset Multiplatform

Headset ASUS ROG Fusion II 500 adalah headset multiplatform. Headset ini bisa digunakan pada berbagai macam perangkat, tidak terbatas hanya PC saja. ROG Fusion II 500 bisa digunakan untuk beragam konsol dari PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series bahkan Nintendo Switch dan perangkat mobile pun juga bisa.

Kesimpulan

Untuk ukuran headset gaming, ASUS ROG Fusion II 500 bisa dibilang sempurna. Dari segi kenyaman headset ini sangat memanjakan kuping penggunanya. Untuk suara headset ini juga bisa memenuhi kebutuhan akan suara yang jernih dan nendang. Bentuk mic yang tidak lagi fisik juga membuat headset ini bisa digunakan selain untuk bermain game.

Sangat disayangkan headset ini tidak memiliki fitur wireless. Padahal fitur ini sudah menjadi keharusan untuk headset gaming sekarang.

Saat ini headset ASUS ROG Fusion II 500 sudah dijual di Indonesia dengan harga sekitar Rp2,9 juta.

Stray Berhasil Jadi Game dengan Review Paling Positif di Steam

0

Bagi developer fitur user review di Steam bisa menjadi mimpi indah atau mimpi buruk. Karena fitur ini bisa menentukan reputasi dari game tersebut. Apakah baik atau buruk. Stray, game terbaru dari Annapurna Interactive ternyata berhasil masuk dalam daftar game dengan review paling positif di Steam.

Menurut website Steam250.com, Stray saat ini duduk di posisi pertama dalam daftar game dengan review paling positif di Steam. Stray berhasil mengumpulkan 46.244 votes dengan jumlah rata-rata 8,61 (98%). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan God of War yang duduk di posisi kedua dengan angka 53.182 votes dengan jumlah rata-rata 8,56 (97%).

Kepopuleran Stray ini cukup unik karena game ini sebetulnya sangat sederhana. Bahkan karakter utamanya hanya seekor kucing oyen. Namun kelihatannya resep yang sederhana ini justru paling dicari oleh gamer.

Bukti kesukaan gamer terhadap Stray selain memberikan review positif adalah dengan mengabadikan momen mereka bermain game sambil ditonton kucing peliharaannya. Apakah kamu termasuk salah satunya?

EA Dikabarkan Buat Game Singleplayer Black Panther

0

Kabar angin datang dari raksasa industri game EA. Dikabarkan EA sedang membuat game untuk superhero Marvel, Black Panther. Game Black Panther ini nantinya akan menggunakan konsep open world dengan sistem singleplayer.

Informasi tersebut dibocorkan oleh (Dikutip VGC). Menurut Giant Bomb, game Black Panther ini akan dikerjakan oleh studio baru EA yang dipimpin oleh mantan Monolith Productions, Kevin Stephens. Proyek game Black Panther ini diberi kode Project Rainier dan masih dalam tahap awal pengembangan. Uniknya cerita dari game Black Panther ini akan diawali dari kematian superhero tersebut. Pemain nantinya akan menjadi penerus dari Black Panther.

Saat ini kehadiran Black Panther dalam game masih sangat terbatas. Salah satu game superhero Marvel yang menampilkan Black Panther adalah game Marvel’s Avengers. Dalam game ini Black Panther adalah salah satu superhero yang bisa digunakan pemain.

Akankah rumor tersebut menjadi realita? Kita lihat saja nanti.