Home Blog Page 458

Padahal Belum Rampung, The Sims 5 Sudah Diserang Hacker

0

Hacker zaman sekarang memang luar biasa. Game The Sims 5 yang diberi nama Project Rene oleh developer Maxis sudah kena bajak oleh hacker. Akibatnya hacker sudah bisa memainkan dan kemungkinan akan membagikan bocoran informasi dari game tersebut.

Serangan hacker kepada game The Sims 5 ini diberitakan oleh Insider Gaming. Untuk membobol sistem keamanan, hacker rupanya menggunakan playtetster denuvo token untuk membuat kopian dari access token. Ibarat tiket masuk, token ini bisa digunakan untuk masuk ke dalam game tanpa harus menunggu persetujuan dari EA.

Belum diketahui apakah hacker yang membobol The Sims 5 berniat untuk membocorkan lebih banyak informasi atau tidak. The Sims 5 sendiri dibuat dengan menggunakan Unreal Engine. Kemungkinan ini juga menjadi alasan kenapa sistem keamanannya mudah ditembus.

The Sims 5 masih belum memiliki tanggal rilis. Pada keterangan sebelumnya developer Maxis mengklaim bahwa game ini merupakan proyek ambisius. Kira-kira akan seperti apakah gamenya nanti? Kita lihat saja nanti.

DLC Terakhir The Elder Scrolls Online: Legacy of the Bretons, Firesong Rilis Hari ini

0

Bethesda telah mengumumkan kehadiran DLC terakhir dari The Elder Scrolls Online: Legacy of the Bretons yang berjudul Firesong. DLC ini sudah bisa akses mulai hari ini di PC dan Mac. Sementara itu untuk konsol PS5, PS4, Xbox Series, dan Xbox One baru akan tersedia pada tanggal 15 November 2022.

Firesong akan berisi banyak konten baru, mulai dari zona baru, karakter baru, sampai dengan achievement. Lokasi dari Firesong berada di pulau bernama Galen yang berada di bagian paling barat kepulauan Systres. Detail mengenai DLC Firesong bisa dilihat di sini.

Selain Firesong, akan dirilis juga update baru berisi perbaikan. Total ada 36 perbaikan yang sudah disiapkan oleh developer mulai dari perbaikan bug sampai dengan optimalisasi fitur-fitur yang sudah ada. Detailnya bisa kamu lihat di sini.

Plan B: Terraform Siap Meluncur ke Steam Awal Tahun 2023

0

Nicolas Gadenne, pendiri dari Gaddy Games, baru saja mengumumkan bahwa proyek game terbarunya yang berjudul Plan B: Terraform akan dirilis ke Steam Early Access pada awal tahun 2023 mendatang. Game yang dibuat lebih dari tiga tahun oleh pengembang game indie asal Perancis ini sdah banyak sekali berkembang karena masukan dari komunitas.

Nicolas Gadenne yang sebelumnya terkenal dengan game bergenre survival 2D sandbox berjudul Dig or Die (terjual lebih dari 250 ribu kopi di Steam) menggambarkan Plan B: Terraform sebagai calm and contemplative science-fiction management sandbox game dengan poin yang kuat pada otomatisasi berdasarkan masa depan yang kredibel. Tidak hanya itu, Plan B: Terraform juga memberikan pendekatan edukasi yang membahasa masalah efek rumah kaca serta mekanisme siklus air.

Dalam game ini kalian akan menemukan sebuah planet baru dan memperkaya dunia kalian serta mingkatkan populasinya. Cari sumber daya yang tersebar untuk mendukung kota yang ada tetap hidup. Agar lebih jelas, simak teaser trailer game pada video di bawah ini.

Harvestella Hadir ke Nintendo Switch dan PC Minggu Ini!

0

Square Enix baru saja mengumumkan akan merilis Harvestella, game bergenre life simulation RPG, yang akan diluncurkan ke Nintendo Switch pada tanggal 4 November 2022 dan PC lewat Steam pada tanggal 5 November 2022.

Demo game juga sudah disediakan hanya untuk gamer Nintendo Switch. Gamer Nintendo Switch bisa memainkan hingga hari ke-15 dalam game atau setelah menyelesaikan Chapter 2. Nah kerennya lagi save game di versi demo bisa kalian bawa ke game versi penuh.

Game ini menceritakan tentang kisah petualangan karakter protagonis bernama Aria yang tengah mengunjungi Holy Capital Argene untuk memeriksa Winter Seaslight, namun sayangnya hanya mereka yang telah diberikan “Flos-Indulgentia” saja yang bisa masuk ke Divine Cave dimana Seaslight berada. Dalam Harvestella juga terdapat Jobs dengan senjata dan skill yang unik. Dengan merekrut banyak karakter game dengan berbagai macam Job, maka karakter utama kita nantinya bisa menggunakan job yang sama (dengan karakter game yang sudah kita rekrut sebelumnya).

Simak sejumlah screenshots terbaru Harvestella pada kumpulan gambar di bawah ini.

Hideo Kojima Gaet Aktris Film Deadpool 2

0

Hideo Kojima kembali beraksi! Setelah sebelumnya mengajak kerjasama Elle Fanning, kali ini giliran aktris Shioli Kutsuna yang muncul sebagai teaser. Shioli Kutsuna pernah tampil sebagai Yukio dalam film Deadpool 2 yang dibintangi oleh Ryan Reynolds.

Belum diketahui peran apa yang akan dillakoni oleh Shioli Kutsuna dalam proyek terbaru Kojima Productions. Teaser yang dibagikan justru membuat bingung karena hanya menyertakan kalimat Who Am I dan How Come. Teaser poster Shioli Kutsuna diunggah oleh website Kojima Productions.

Kira-kira aktor dan aktris mana lagi yang akan diajak kerjasama oleh Hideo Kojima untuk proyek game barunya?

Trailer Parodi God of War Ragnarok Tampilkan Ben Stiller Sebagai Kratos

0

Sony telah merilis trailer baru untuk mempromosikan game God of War Ragnarok. Trailer ini tidak hanya unik tapi juga lucu karena menampilkan komedian Ben Stiller yang bercosplay sebagai Kratos. Tidak hanya Ben Stiller saja, pada trailer ini juga ada John Travolta dan LeBron James. Mereka semua juga didampingi oleh putra dan putrinya.

Sementara itu PlayStation dan Santa Monica Studio mengumumkan game God of War yang rilis pada 2018 telah terjual lebih dari 23 juta kopi. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 lalu dimana God of War telah terjual 19,5 juta kopi. Angka ini didapat setelah veris porting God of War di PC rilis.

Melihat animo luar biasa dari God of War, wajar jika Sony dan Santa Monica Studios berharap God of War Ragnarok juga akan sukses besar. God of War Ragnarok akan rilis pada tanggal 9 November 2022 di PS4 dan PS5.

Infinix Hot 20S Resmi Rilis, Smartphone Gaming Rp2 Jutaan dengan Refresh Rate Tinggi

0

Brand smartphone dengan perkembangan terpesat di Indonesia, Infinix, siap menghadirkan portfolio terbarunya. Lagi-lagi dengan smartphone gaming gahar,  untuk kali ini Infinix menghadirkan Infinix Hot 20S yang siap sikat habis lawan.

“Infinix Hot 20S dihadirkan untuk meneruskan seri Hot yang sudah lama dikenal dengan kemampuan gaming yang ganas. Infinix Hot 20S adalah smartphone yang menawarkan pengalaman gaming terbaik berkat refresh rate tertinggi dan chipset gaming gahar,” ucap Sergio Ticoalu sebagai Regional Integrated Marketing Manager Southeast Asia Infinix.

Melihat dari sisi otak pemrosesan, Infinix Hot 20S menggunakan MediaTek Helio G96 yang membawa 2 prosesor Arm Cortex-A76 dengan kecepatan clock hingga 2.05GHz. Chipset ini dikenal dengan kemampuannya dalam menghadirkan performa gaming. Sangat cocok bagi pengguna yang rutin bermain game mobile populer, seperti MLBB dan PUBG Mobile.

Chipset gaming yang gahar juga dipasangkan dengan fitur Extended RAM yang menjamin gameplay yang mulus saat bermain game. Dengan fitur ini, RAM 8GB di Infinix Hot 20S dapat diperbesar hingga 13GB yang memungkinkan pengguna 20 aplikasi berjalan di latar belakang.

Seperti sudah  menjadi ciri khas seri Hot, Infinix Hot 20S juga membawa layar dengan dengan refresh rate tinggi. Di smartphone ini, tersemat layar 6.78 inci FHD+ HyperVision Gaming-Pro Display. Layarnya mampu menampilkan 120Hz yang sangat cocok untuk pengguna yang suka multitasking antar aplikasi atau bermain game.

Bicara soal gaming, Infinix Hot 20S juga menyematkan fitur-fitur spesial. Seperti misalnya LinkPlus 1.0 yang dapat mengubah jaringan ke mobile data secara otomatis. Hal ini akan bermanfaat untuk mencegah latensi, overheating, dan konsumsi power berlebih saat jaringan WIiFi  lemah. Ada juga teknologi AI yang akan mempelajari rutinitas gaming pengguna.

Di bagian generator daya, Infinix Hot 20S dipersenjatai oleh baterai 5000mAh dengan teknologi 18W fast-charge. Baterai dengan daya besar membuat pengguna dengan mobilitas yang tinggi tak perlu khawatir kehabisan daya. Tak hanya itu, kehadiran teknologi Power Marathon memungkinkan smartphone untuk tetap aktif dalam waktu yang lebih lama.

Sementara itu, di bagian fotografi, tersemat kamera 50MP Super Nightscape Triple Camera yang sudah disokong AI untuk menjamin hasil foto yang lebih tajam. Terdapat pula Super Night Mode yang memungkinkan foto tetap jernih di kondisi rendah cahaya.

Satu hal menarik adalah, Infinix Hot 20S juga hadir dengan edisi neon yang spesial. Berkat teknkologi Multi-phase Color Changing, bodi belakang smartphone ini dapat berubah warna di bawah sinar matahari ataupun di kegelapan.

Bagi yang penasaran dengan kehandalan dan kecantikan Infinix Hot 20S, smartphone ini akan tersedia dalam first sale di Shopee pada 3 November 2022. Dalam sesi tersebut, Infinix Hot 20S dibanderol Rp 2.349.000. Jadi, jangan sampai ketinggalan sesi first sale di Shopee.

Trailer Baru Octopath Traveler II Perkenalkan Karakter Merchant dan Scholar

0

Square Enix telah merilis trailer baru untuk game Octopath Traveler II. Trailer ini memperkenalkan dua karakter yang akan hadir di game tersebut. Mereka adalah The Merchant atau Partitio Yellowil dan The Scholar atau Osvald V. Vanstein.

Partitio layaknya pedangan akan memiliki skill Purchase untuk membeli barang dan Hire untuk mempekerjakan orang. Ia juga akan dibekali dengan kemampuan Business Partner untuk bisa membeli item dengan harga diskon.

Sedangkan Osvald akan memiliki skill Scrutinize yaitu mendapatkan informasi dan Mug yaitu mengambil item setelah battle. Osvald juga memiliki kemampuan Study Foe yaitu mempelajari musuh untuk menemukan titik lemahnya.

Kedua karakter ini memiliki Latent Power yang berbeda. Skill Latent Power milik Partitio adalah Hoot and Holler yaitu mengisi BP anggota party sampai full. Sedangkan skill Latent Power Osvald adalah Concentrate Spell yaitu meningkatkan efek dan kekuatan dari serangan magic.

Octopath Traveller 2 akan rilis pada tanggal 24 Februari 2023 di PS5, PS4, Nintendo Switch, dan PC (Steam).

Tower of Fantasy akan Kedatangan Karakter Baru, Saki Fuwa

0

Tower of Fantasy akan memperkenalkan Simulacra level SSR baru dalam waktu dekat. Ia adalah Saki Fuwa yang akan hadir 10 November 2022! Siapakah dia dan apa saja kehebatannya?

Siapakah Saki Fuwa?

Saki Fuwa adalah kapten dari Security Special Forces di Mirroria, kota kelahirannya. Ia satu-satunya manusia asli dalam pasukan Security Special Forces, karena ia tidak pernah menjalani modifikasi biomekanis sama sekali. Ia menyukai gaya bertarung kuno kendo, dan sering mengenakan seragam kendo tradisional.

Saki Fuwa merupakan Simulacra yang menggunakan elemen Frost. Ia menggunakan senjata andalannya yang bernama Heartstream. Senjatanya ini dapat memberi efek Ice Shell, di mana bila terkena serangan, maka musuh akan membeku dan terkena efek Frostbite yang mengurangi charge rate senjata musuh.

Heartstream juga memiliki Frost Resonance, di mana bila di-equip dengan dua atau lebih senjata Frost lainnya, Frost ATK dan Frost Resistance milik Heartstream akan bertambah.

Selain kehebatan menggunakan senjatanya, keahlian lain Saki Fuwa adalah Super Flow, sebuah kemampuan untuk memusatkan fokus sepenuhnya pada satu titik yang dapat menghasilkan serangan dan kekuatan tempur luar biasa!

Attack dan Skill Saki Fuwa

Attack

  • Attack milik Saki Fuwa terdiri dari Flowing Springs, Heavenbreak Waterfall (lompat, attack), Surging Heart Style – Vortex (hold attack), Frostfall (lompat, hold attack), Calm Style – Broken Spring (hold attack dalam mode Calm Style) serta Frigid Tide (dodge, attack).

Skill

  • Surging Heart Style – Glimpse of Ning Quan: Saat digunakan, skill ini akan melepaskan dash ke arah musuh, menghentikan gerakan musuh dan memberi delayed damage.
  • Calm Style – Gathering Springs: Dalam keadaan charging, skill ini dapat menyerap damage. Setelah charging selesai, musuh akan terkena Frost damage berdasarkan damage yang terserap sebelumnya.
  • Passive: Terdapat dua mode skill passive, yaitu mode Surging Heart Style dan Calm Style. Surging Heart Style memberikan Frost ATK kepada musuh sambil memberi pemulihan health diri dari damage yang diberikan. Calm Style memberikan block terhadap serangan musuh dan bila block berhasil, maka musuh akan terkena counter attack.
  • Heart of Lotus: Saat weapon charge penuh atau saat Phantasia terpicu, skill ini akan menghilangkan seluruh debuff lalu memberikan serangan combo pada musuh.

Nantikan kemunculan Saki Fuwa yang akan menemani para Wanderer mengeksplorasi Vera di Tower of Fantasy, 10 November 2022.

Review Star Ocean: The Divine Force: Serasa Main Game Jadul yang Seru

0

Square Enix memiliki banyak franchise game RPG. Siapa yang tidak kenal dengan Final Fantasy? Ini adalah salah satu contoh dari franchise RPG milik Square Enix yang sudah mendunia. Lalu bagaimana dengan Star Ocean? Apakah kamu kenal dengan judul game ini?

Game buatan developer Tri-Force ini mungkin tidak setenar Final Fantasy. Namun, dari segi umur franchise ini bisa dibilang sudah cukup tua yaitu sejak tahun 1996. Nah pada tahun 2022, Tri-Force kembali menelurkan seri baru game Star Ocean. Game ini berjudul Star Ocean: The Divine Force.

Star Ocean: The Divine Force bisa dibilang sebagai proyek ambisius. Platform yang dituju oleh game ini adalah konsol next-gen yaitu PS5 dan Xbox Series selain PC. Karena rilis di konsol next-gen tentunya kita sebagai gamer berharap game ini akan memiliki tampilan grafis yang memukau. Apakah ekspektasi ini akan terealisasi?

Tim Playcubic telah mendapat kesempatan untuk mereview Star Ocean: The Divine Force di PC. Total waktu yang sudah habis digunakan untuk mencoba game ini kira-kira adalah 10 jam. Bagaimana pengalaman Tim Playcubic ketika memainkan Star Ocean: The Divine Force? Simak reviewnya berikut:

Alur Cerita Tentang Peradaban yang Berbeda-Beda di Angkasa Luar

Game Star Ocean selalu mengangkat tema tentang peradaban di angkasa luar. Tentang bagaimana galaksi yang terdiri dari berbagai macam planet. Dimana setiap planet memiliki peradaban yang berbeda-beda. Ada planet yang peradabannya sudah maju, ada juga yang masih terbelakang. Tema inilah yang diangkat dalam Star Ocean: The Divine Force.

Latar cerita dari Star Ocean: The Divine Force diawali dari planet Aster IV. Sebelum memulai permainan, kamu akan ditawari pilihan untuk memilih dua karakter utama, Raymond Lawrence atau Laeticia Aucerius. Raymond adalah seorang pedagang angkasa luar yang terdampar di planet Aster IV setelah kapalnya diserang. Sedangkan Laeticia adalah putri dari kerajaan Aucerius yang berkuasa di planet Aster IV.

Sistem dua karakter utama ini menghadirkan dua sudut pandang yang berbeda tergantung dengan karakter yang dipilih. Kebetulan Tim Playcubic memilih Raymond. Kebanyakan Raymond memang bertualang bersama Laeticia. Tapi ada momen dimana keduanya berpisah. Karena sudah memilih Raymond, maka tim Playcubic tidak bisa mengikuti cerita dari Laeticia. Mungkin untuk game kedua nanti tim Playcubic baru akan memilih Laeticia untuk mengetahui apa yang terjadi. Ini adalah plus untuk replay value.

Action RPG Tanpa Random Encounter

Star Ocean: The Divine Force adalah game action RPG. Musuh di game ini tidak akan menunggu giliran untuk menyerang, sehingga pemain harus terus membuat keputusan instan saat bertempur. Jika merasa kesulitan untuk beradaptasi, kamu bisa mengubah tingkat kesulitan kapan saja.

Saat bertempur kamu juga bisa mempause permainan untuk sekedar mengambil nafas. Kamu juga bisa dengan bebas mengganti-ganti karakter saat bertempur untuk disesuaikan dengan kondisi.

Game ini tidak memiliki random encounter. Artinya musuh tidak mendadak muncul begitu saja, melainkan bisa dilihat langsung. Ketika musuh melihat karaktermu otomatis battle langsung dimulai. Karena bisa dilihat, kamu juga bisa menentukan strategi apakah mau melawan musuh tersebut atau diskip.

Bertarung melawan monster di Star Ocean: The Divine Force bisa dibilang agak chaotic bagi gamer baru. Tapi begitu sudah beradaptasi, pertarungan justru menjadi menarik karena banyak hal yang bisa dilakukan.

Beragam Playable Character dengan Skill Berbeda-Beda

Dalam petualangannya, Raymond dan Laeticia akan ditemain oleh anggota tim. Ada Albaird Bergholm, kesatria sekaligus teman masa kecil Laeticia. Lalu ada Midas Felgreed, seorang penyihir atau yang di planet Aster IV dikenal sebagai Semiomancer, Tidak lupa dua ‘waifu material’ yaitu Nina DeForges dan Elena. Nina adalah seorang penyembuh atau Iatrimancy sedangkan Elena adalah anggota tim dari Raymond yang ikut terdampar di Aster IV. Masih banyak karakter lain yang Tim Playcubic sengaja tidak sebutkan. Untuk tahu kamu harus memainkan sendiri gamenya.

Setiap karakter akan memiliki skill yang berbeda-beda. Fungsi mereka juga berbeda dalam pertempuran. Misalnya Nina adalah seorang healer sekaligus buffer. Skill yang ia miliki hanya terbatas untuk menyembuhkan dan memberikan efek status tambahan kepada anggota party lain. Berbeda dengan Raymond dan Midas yang merupakan karakter spesialis menyerang. Tapi skill Raymond dan Midas juga tidak sama. Raymond condong kepada serangan physical dan jarak dekat. Sedangkan Midas menggunakan serangan magic dari jarak jauh.

Pastikan juga untuk selalu memeriksa skill tree setiap karakter. Melalui skill tree pemain bisa mengkuatkan atribut atau mempelajari skill tertentu. Skill yang sudah didapat lalu bisa dipasang dalam slot chain combo untuk menghasilkan serangan mematikan. Skill juga dapat ditingkatkan levelnya untuk mendapatkan efek dan damage yang lebih baik. Adalah tugasmu untuk menemukan formasi tim yang paling cocok dalam game ini.

Selain bertempur bersama, setiap karakter juga dapat diajak untuk berinteraksi. Fitur ini dinamakan Private Actions. Melalui fitur ini pemain bisa mengenal lebih jauh kepribadian dan motivasi mereka. Cara mengaktifkannya cukup dengan masuk ke kota dan ajak bicara karakter-karakter anggota party. Jika beruntung, pemain bisa mengaktifkan Private Action.

D.U.M.A. Si Robot yang Serba Bisa

Untuk membuat gameplay Star Ocean: The Divine Force menjadi lebih seru, dibuatlah D.U.M.A. oleh developer Tri-Force.

Ia adalah robot kecil yang akan menemani petualangan Raymond dan Laeticia. Tapi fungsi D.U.M.A. bukan sebagai karakter comic relief, melainkan adalah aset penting baik dalam pertempuran maupun eksplorasi.

Pada pertempuran kamu bisa menggunakan D.U.M.A. untuk serangan kombinasi bernama VA Rush. Karaktermu bersama dengan D.U.M.A. akan menabrak musuh dan menghasilkan damage besar. Sesaat sebelum menabrak, kamu bisa membelokkan karaktermu untuk menciptakan serangan Blindside. Serangan ini akan memberikan efek stun kepada musuh yang diserang sekaligus musuh lain yang ada disekitarnya. Perhatian, VA Rush tidak bisa digunakan secara terus menerus karena mengkonsumsi VA Gauge.

Untuk eksplorasi, kamu bisa menggunakan D.U.M.A. untuk terbang dan mengakses wilayah-wilayah tertentu dalam map. Sekedar informasi, map di Star Ocean: The Divine Force cukup luas tapi bukan sepenuhnya open world. Biasanya dalam satu map bisa terdapat peti harta karun atau yang lebih penting D.U.M.A. Point. Fungsi D.U.M.A. Point adalah mendapatkan skill baru untuk D.U.M.A. dan juga bisa untuk meningkatkan efektivitasnya. Semakin kuat skill yang dimiliki oleh D.U.M.A. maka akan semakin optimal pula penggunaanya dalam battle maupun eksplorasi.

Memiliki Fitur Crafting

Layaknya game RPG yang lain, Star Ocean: The Divine Force juga memiliki fitur crafting. Ada beberapa tipe crafting yang bisa dilakukan di game ini. Tipe crafting yang sudah tim Playcubic unlock adalah Compunding, Crafting, dan Smithery. Tipe crafting yang lain baru bisa dibuka setelah menjalankan misi yang diberikan oleh Welch Vineyard.

Desain Karakter Kaku

Ada beberapa kekurangan yang tim Playcubic temukan di Star Ocean: The Divine Force. Kekurangan yang paling kentara adalah dari segi grafis. Untuk ukuran game yang sudah rilis di konsol next-gen, Star Ocean: The Divine Force justru terlihat seperti game jadul yang dibuat untuk konsol lawas. Ditambah desain dan animasi karakter terkesan kaku sehingga kurang enak untuk dilihat.

Ada juga masalah sinkronisasi antara gerakan mulut karakter dengan suara dari VA. Kebetulan tim Playcubic menggunakan VA berbahasa Inggris. Sering terjadi gerakan mulut karakter yang tidak sinkron dengan suara VA.

Kekurangan lainnya adalah penggunaan font huruf di bagian menu yang terlalu kecil. Ini cukup membingungkan terutama ketika sedang menaikkan level skill. Font untuk huruf skill point kurang terlihat sehingga sempat membuat bingung tim Playcubic.

Star Ocean: The Divine Force Dari Segi Teknis

Selama memainkan Star Ocean: The Divine Force, tim Playcubic tidak menemukan kendala teknis. Game ini bisa lancar dimainkan dengan spesifikasi PC yang Playcubic gunakan yaitu i5-9400F, GeForce RTX 2060, dan RAM 16GB.

Untuk pilihan grafis, Star Ocean: The Divine Force menyediakan setting untuk tingkat grafis low, normal, dan high. Ada juga pilihan custom dimana pemain bisa menghidup-matikan fitur-fitur grafis yang tidak diinginkan.

Kesimpulan

Sebagai entry terbaru dari seri game utama, Star Ocean: The Divine Force tidak mengecewakan. Dari segi cerita ada dua sudut pandang berbeda karena adanya dua karakter protagonist. Ini otomatis menjadi alasan untuk memainkan gamenya lebih dari sekali. Gameplay action tanpa random encounter juga menjadi nilai plus

Kekurangan Star Ocean: The Divine Force menurut tim Playcubic datang dari segi grafis. Seandainya kamu memainkan game ini dengan konsol next-gen atau PC high end, bersiaplah untuk kecewa.

*Game untuk review disediakan oleh Square Enix