Square Enix telah merilis trailer baru untuk game Forspoken. Trailer ini mengajak gamers untuk lebih mengenal bentang alam dunia Athia. Ternyata Athia memiliki banyak misteri yang harus dipecahkan Frey. Misalnya monument misterius yang menyimpan energi sihir. Lalu Founts of Blessing yang bisa mengajarkan Frey ilmu sihir baru.
Tidak hanya dipermukaan, bagian bawah tanah Athia juga menyimpan misteri. Untuk mengungkap misteri tersebut, Frey bisa masuk ke dalam Underground Labyrinth. Tempat ini akan dipenuhi oleh musuh dan tantangan. Tapi jika Frey berhasil menyelesaikannya maka akan mendapat equipment yang bagus.
Forspoken akan dirilis pada tanggal 24 Januari 2023 di PS5 dan PC. Jika kamu menyukai game bertema Isekai, maka Forspoken bisa menjadi pilihan, Game ini menceritakan tentang seorang remaja wanita bernama Frey Holland yang berpindah tempat ke dunia bernama Athia. Di dunia ini Frey bisa menggunakan sihir. Forspoken sendiri dibuat dengan menggunakan Luminous Engine yang dibuat oleh studio internal Square Enix, Luminous Productions.
Dari semua franchise Call of Duty yang pernah tim Playcubic mainkan, Modern Warfare adalah yang paling berkesan. Ketika EA dan Infinity Ward memutuskan untuk me-reboot Modern Warfare, tim Playcubic merasa khawatir jika ekspektasi tidak sesuai harapan.
Pada tahun 2019 Modern Warfare rilis. Karena sudah merupakan versi reboot, alur cerita game ini berbeda dengan game originalnya meski masih memiliki tema yang sama. Bagi tim Playcubic ada rasa tidak sreg saat memainkan versi reboot Modern Warfare.
Lalu pada tahun ini Infinity Ward kembali merilis Modern Warfare II. Pada awalnya tim Playcubic agak meremehkan game ini karena mengira akan seperti yang pertama. Untungnya Infiniy Ward telah belajar banyak. Game ini ternyata jauh lebih baik!
Kebetulan tim Playcubic mendapat kesempatan untuk mereview Call of Duty: Modern Warfare II di PC. Setelah mencoba lebih dari 10 jam, tim Playcubic bisa menyimpulkan bahwa game Call of Duty tahun ini adalah game yang bagus baik dari mode singleplayer maupun multiplayer.
Mode Singleplayer Seperti Menonton Film Action
Kesan tim Playcubic saat memainkan mode singleplayer Call of Duty: Modern Warfare II adalah seperti menonton film yang penuh aksi. Peluru dan ledakan ada dimana-mana dipadu dengan kualitas grafis luar biasa.
Para aktor dan aktris yang meminjamkan wajah serta suara melalui teknologi motion capture juga patut diacungi jempol. Karakter mereka yang muncul dalam cutscene terlihat sangat imersif. Call of Duty: Modern Warfare II adalah game, tapi justru terlihat seperti film pada saat bagian cutscene.
Cerita dari Call of Duty: Modern Warfare II dimulai dari operasi yang dilakukan Simon “Ghost” Riley untuk membunuh Jenderal Iran Ghorbrani yang sedang melakukan transaksi pembelian senjata perang di daerah bernama Al Mazrah. Rupanya operasi ini berbuntut panjang ketika tangan kanan dari Ghorbani, Hassan Zyani melancarkan aksi terorisme yang mengancam negara barat sebagai tindakan balas dendam. Keadaan ini semakin kacau karena adanya pengkhianatan yang tim Playcubic tidak bisa ceritakan. Jika penasaran kamu harus memainkan sendiri gamenya.
Para karakter utama game ini pastinya sudah dikenal oleh para fans Call of Duty. Selain Ghost, ada John “Soap” MacTavish, John Price, dan Kyle “Gaz” Garrick yang kembali muncul. Lalu ada juga karakter baru yang tidak kalah menarik perhatian yaitu Alejandro Vargas. Ia adalah bagian dari pasukan khusus Meksiko yang ditugaskan untuk membantu Ghost dan Soap saat berurusan dengan kartel. Buat tim Playcubic yang suka dengan film seri Narcos, tema kartel yang diangkat Call of Duty: Modern Warfare II membuat cerita menjadi lebih menarik.
Dari segi gameplay, ada banyak variasi gameplay yang disajikan di Call of Duty: Modern Warfare II. Kamu tidak hanya melulu adu tembak dengan musuh dalam gaya first person. Ada skenario dimana kamu akan menjadi pilot dari pesawat perang AC-130. Tugasmu adalah menghancurkan bangunan tempat pasukan musuh bersembunyi dengan senjata berat. Melihat peluru yang meluluhlantakkan bangunan disertai bunyi menggelegar akan memberikan kepuasan tersendiri.
Ada juga misi dimana Price dan Gaz menginfiltrasi markas kartel. Keduanya menggunakan pakaian ghillie suit agar tidak dapat dilihat oleh penjaga. Ada bagian dimana mereka berdua harus menghindari petugas patroli yang lewat tepat disamping. Kamu harus bergerak menghindar dengan gerakan seminimal mungkin agar samaran ghillie suit tidak terbongkar.
Keputusan Infinity Ward untuk memvariasikan gameplay di Call of Duty: Modern Warfare II adalah langkah yang tepat. Variasi ini membuat tim Playcubic tidak merasa bosan saat memainkan gamenya karena selalu ada hal yang berbeda.
Mode Multiplayer yang Lebih dari Battlefield
Mode multiplayer adalah hidangan utama Call of Duty: Modern Warfare II. Disini kamu bisa menemukan kesenangan yang bisa membuat kecanduan. Infinity Ward telah belajar dari pengalaman, mencuri ide dari kompetitor, lalu memasukkan semuanya ke dalam mode multiplayer ini.
Ada banyak variasi dari mode multiplayer Call of Duty: Modern Warfare II. Jika kamu merasa yakin dengan kemampuanmu maka bisa memainkan mode 6vs6. Tipe permainan mode ini ada Free-For-All, Team Deathmatch, Domination, Hardpoint, Headquarters, Control, Prisoner Rescue, Knock Out, Search & Destroy.
Jika ingin memainkan pertempuran kolosal, maka ada mode 32v32. Tipe permainan mode ini adalah Invasion dan Ground War. Mode ini cocok untuk kamu yang mungkin masih kurang yakin dengan kemampuanmu. Karena di mode ini ada NPC juga yang bisa dijadikan sebagai samsak. Dalam mode ini kamu juga bisa menggunakan kendaraan tempur seperti tank atau memanggil serangan udara.
Masih kurang? Mode multiplayer Call of Duty: Modern Warfare II juga memiliki sudut pandang third person selain first person. Mode yang mendukung fitur third person kebanyakan adalah 6vs6, tapi tidak semuanya. Gaya pandang third person ini memiliki keuntungan yang tidak dimiliki oleh first person. Misalnya mudah untuk mengintip dari balik dinding.
Kesan tim Playcubic saat mencoba third person adalah kurang sreg. Kenapa? Karena tim Playcubic sudah terbiasa memainkan game shooter dengan sudut pandang first person. Sehingga saat memainkan Call of Duty: Modern Warfare II yang temponya cepat, tim Playcubic agak kesulitan untuk menyesuaikan.
Mode multiplayer terakhir yang disediakan Call of Duty: Modern Warfare II adalah multiplayer co-op. Tipe permainan mode co-op ini hanya ada satu yaitu Spec-Ops, tapi skenario yang bisa dimainkan bervariasi. Menurut tim Playcubic mode co-op lebih cocok untuk dimainkan dengan teman dibandingkan random.
Hujan Senjata dan Skill
Call of Duty: Modern Warfare II memiliki 51 jenis senjata yang dibagi berdasarkan kategori yaitu Assault Rifle, SMG, LMG, Shotgun, Sniper Rifle, Marksman Rifle, Handgun, Launcher, dan Melee. Jumlah senjata ini akan terus bertambah kedepan bersamaa dengan implementasi update baru untuk Call of Duty: Modern Warfare II.
Tapi kamu mungkin tidak bisa langsung menggunakan senjata yang kamu mau. Karena beberapa senjata baru dapat diakses ketika karaktermu mencapai level tertentu. Mekanik grinding di Call of Duty: Modern Warfare II tidak berhenti sampai disitu. Ketika sudah mendapatkan senjata yang diinginkan kamu harus menaikkan levelnya juga dengan cara menggunakan terus senjata tersebut.
Semakin tinggi level senjata, semakin banyak pula mod dan attachment yang bisa digunakan untuk upgrade senjata lewat fitur Gunsmith. Selain itu kamu juga bisa mengakses varian dari senjata tersebut. Misalnya senjata Assault Rifle Kastov 545 bisa dipakai jika kamu menaikkan level Kastov 762 sampai level 13.
Sistem leveling ini mungkin kurang cocok bagi mereka yang tidak suka grinding. Apalagi ada beberapa jenis senjata yang cara unlock-nya melenceng yaitu menaikkan senjata yang kategorinya berbeda dengan yang digunakan. Misalnya ada senjata kategori SMG yang baru bisa digunakan jika menaikkan level senjata kategori Assault Rifle.
Selain untuk unlock senjata, menaikkan level karakter juga akan membuka berbagai jenis skill pasif atau perk. Semakin tinggi level karaktermu, semakin banyak perk yang bisa dipilih. Kamu hanya tinggal memilih perk mana yang sesuai dengan gaya permainanmu.
Call of Duty: Modern Warfare II Dari Segi Teknis
Tim Playcubic menggunakan PC dengan spesifikasi Ryzen 7 2700x, GeForce 3070, RAM 32GB plus SSD. Setting grafis yang digunakan oleh Tim Playcubic adalah custom. Ada beberapa fitur grafis yang memang sengaja disetting high (Seperti texture). Sedangkan fitur yang dirasa oleh tim Playcubic kurang berguna diturunkan menjadi medium atau low. Selama mencoba tidak ada masalah performance seperti FPS drop.
Justru kendala yang paling sering dialami oleh tim Playcubic adalah nge-crash. Tapi masalah ini bukan datang dari PC yang digunakan, melainkan dari optimalisasi game ini sendiri. Masalah crash ini sudah menjadi masalah umum yang dirasakan oleh gamer PC lain ketika memainkan Call of Duty: Modern Warfare II.
Kesimpulan
Sudah biasa bagi franchise Call of Duty untuk mendapat cacian dan hujatan saat merilis game baru. Tapi khusus untuk Call of Duty: Modern Warfare II tidak ada cacian dan hujatan yang pas, melainkan justru pujian yang wajib diberikan.
Dari kualitas grafis yang memanjakan mata, efek suara yang membuat eargasm, gameplay yang bervariasi dan menantang terutama mode multiplayer, Infinity Ward patut diacungi jempol karena bisa membuat game yang sempurna dan yang pasti tidak membuat malu seri Modern Warfare.
Kompetisi dari komunitas game Apex Legends Mobile bertajuk Indonesian Living Legends S2 telah selesai diselenggarakan. Ada lebih dari 1.500 peserta dari dalam dan luar negeri yang telah bergabung untuk bertanding dalam turnamen online musim kedua yang berlangsung sebanyak 5 gelombang ini.
Pada setiap gelombang, tim yang berlaga berkesempatan mendapatkan total hadiah sebanyak 10 juta rupiah yang disponsori oleh Codashop. Rinciannya adalah sebagai berikut:
Juara 1: 5 juta rupiah
Juara 2: 2,5 juta rupiah
Juara 3: 1,5 juta rupiah
Juara 4: 1 juta rupiah
Indonesian Living Legends merupakan rangkaian pertandingan yang berperan sebagai wadah yang dipakai oleh Electronic Arts untuk menjajaki infrastruktur dan antusiasme kompetitif Apex Legends Mobile di tanah air. Selain itu, kompetisi ini juga telah dijadikan acuan oleh tim-tim komunitas di Indonesia untuk menakar kebolehan mereka pada rancangan scene kompetitif Apex Legends Mobile.
Bermula dari gelombang 1 hingga 4, banyak nama-nama tim lokal dalam komunitas Apex Legends Mobile yang ikut serta dalam kompetisi ini, termasuk ZETHWOLFPACK, CzR, The Pillars, TP, EZT, MORPH, dan VOIN.
Khusus di Gelombang 5 yang baru saja selesai diselenggarakan pada pekan lalu, Indonesian Living Legends S2 sengaja mengundang tim komunitas dari Thailand untuk ikut bertanding dalam rangka memberikan angin segar dalam berkompetisi sekaligus menakar kemampuan dari tim lokal. Sayangnya, Sang Dewi Fortuna belum berada di pihak tim Indonesia karena harus puas sebagai juara 4, oleh tim Albarto’z. Sedangkan, juara 1 hingga 3 ditempati oleh tim Thailand, yaitu Amaze Ball, 10 Seconds Esports, dan BBK Meteor.
Gaya permainan yang berbeda disinyalir menjadi alasan kekalahan tim komunitas Apex Legends Mobile Indonesia. Walaupun demikian, pengalaman adalah guru terbaik yang dapat dijadikan pelajaran oleh tim tanah air untuk dapat naik kelas sekaligus menjadi bahan untuk membenahi kemampuan saat ini.
Apex Legends Mobile adalah battle royale strategis yang menyuguhkan sentuhan unik berdasarkan gameplay karakter legendaris, pertempuran tim terbaik di kelasnya, dan pertarungan serba cepat yang mengukuhkannya sebagai salah satu game shooter top dunia, semuanya dalam bentuk mobile game.
Nantikan Indonesian Living Legends musim selanjutnya – segera!
Rapatkan barisan dan persiapkan kemampuan tim agar lebih baik untuk menghadapi tantangan pertandingan yang lebih lanjut!
FIFA telah mengumumkan game barunya yang dipersiapkan untuk menyambut Piala Dunia 2022. Tidak tanggung-tanggung, ada empat game yang telah disiapkan oleh FIFA. Namun semua game ini dibuat dengan format Web 3.0 dan berbasis blockchain yang kebetulan kurang disukai oleh gamers.
Dilansir dari halaman resminya, keempat game yang dibuat oleh FIFA adalah:
Altered State Machine – AI League: FIFA World Cup Qatar 2022 Edition
Uplandme – FIFA World Cup Watar 2022 in the Upland Metaverse
Matchday – Matchday Challenge: FIFA World Cup Qatar 2022 Edition
Phygtl – FIFA World Cup Qatar 2022 on Phygtl
Semua game buatan FIFA ini bergenre casual dan menggunakan sistem AI, dimana pemain tidak perlu memainkan gamenya. Ada juga yang menggunakan konsep metaverse dimana pemain bisa membeli video, foto, dan ornament-ornamen World Cup lainnya dalam bentuk NFT.
Pada bulan Mei FIFA memang telah mengutarakan keinginannya untuk membuat game bertema sepak bola usai tidak lagi bekerjasama dengan EA. Awalnya gamer mengira FIFA memang akan membuat game sepak bola seperti seri FIFA. Namun pada kenyataanya justru malah membuat game blockchain.
Siapakah yang menjadi juara Piala Dunia 2022? Menurut prediksi yang dibuat oleh raksasa publisher game EA, pemenang Piala Dunia 2022 adalah Argentina. Uniknya prediksi ini didapat dari update World Cup 2022 yang digulirkan untuk game FIFA 23.
Dilansir dari website resminya, EA memprediksi Argentina akan bertemu dengan Brazil pada babak final Piala Dunia 2022. Skor akhir dari pertandingan ini adalah 1-0 untuk kemenangan Argentina. Kapten timnas Argentina, Lionel Messi juga akan mendapatkan sepatu emas pada Piala Dunia 2022. Menurut prediksi EA, Messi akan mencetak tujuh gol dari delapan pertandingan yang ia lakoni. Selain sepatu emas, Messi juga akan mendapatkan penghargaan bola emas sebagai pemain terbaik di Piala Dunia 2022.
Bagaimana menurut kamu? Apakah ramalan EA akan terbukti? Saat ini update World Cup 2022 untuk FIFA 23 telah rilis. Sayangnya gamer FIFA di Nintendo Switch tidak kebagian update gratis ini.
Bulan November akan menjadi bulan yang sibuk untuk game Call of Duty. Pada tanggal 16 November mendatang Activision akan menggulirkan season 01 untuk Call of Duty: Modern Warfare II. Pada tanggal yang sama pula Call of Duty Warzone 2.0 akan rilis. Salah satu konten baru yang paling menarik dari season 01 Call of Duty: Modern Warfare II adalah kehadiran operator Neymar, Pogba, dan Messi.
Ketiga atlit sepak bola ini muncul dalam game untuk Call of Duty: Modern Warfare II dalam rangka Piala Dunia 2022. Operator Neymar akan memulai debutnya pada tanggal 21 November 2022, diikuti oleh operator Paul Pogba pada tanggal 25 November, dan yang terakhir adalah operator Leo Messi pada tanggal 29 November 2022.
Selain itu masih banyak konten baru lainnya yang akan hadir pada season 01. Mulai dari battle pass baru, empat jenis senjata baru Victus XMR Sniper Rifle, BAS-P SMG, Chimera Assault Rifle, dan M13B Assault Rifle dan masih banyak lagi.
Call of Duty Warzone 2.0 juga akan rilis pada tanggal 16 November 2022. Ada banyak konten baru yang telah disiapkan pada Warzone 2.0. Kota Al Mazrah dari game Call of Duty: Modern Warfare akan menjadi map baru di Warzone 2.0. Selain itu gameplay pada Warzone 2.0 juga telah dioptimalisasi agar menjadi lebih menarik dan menantang.
Detail lebih lanjut mengenai season 01 Call of Duty: Modern Warfare dan Warzone 2.0 bisa kamu lihat di sini.
EA dan Industrial Toys mengumumkan tahap beta untuk game FPS Battlefield Mobile telah dibuka di Indonesia. Kamu bisa langsung mengunduh gamenya melalui Google Play. Game ini akan menggunakan sistem F2P dengan in-game purchase yang bisa dibeli di dalam game.
Friends, thanks for your patience! Excited to announce a #BattlefieldMobile open beta is live in🇲🇾🇸🇬🇹🇭🇮🇩🇵🇭
We’ve worked hard on your feedback on movement (gyro?!), graphics and more. We can’t wait for you to play the new changes! pic.twitter.com/buGO5lq3mQ
Meski beda platform, Battlefield Mobile diklaim memiliki kualitas yang sama dengan versi konsolnya. Game ini akan memiliki beberapa jenis mode dari Rush, Team, dan Conquest. Mode Conquest Battlefield Mobile bisa dimainkan oleh 32 pemain. Dalam medan pertempuran pemain juga bisa menggunakan peralatan tempur seperti tank.
Mulai tahun depan Riot Games telah memutuskan untuk mengambil alih League of Legends dan Teamfight Tactics di kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya Riot mempercayakan Garena sebagai publisher dari kedua game tersebut untuk Asia Tenggara. Kerjasama antara Riot dengan Garena yang sudah berjalan selama 12 tahun akan resmi berakhir tahun ini.
Dilansir dari website resminya, Riot menjelaskan bahwa keputusan in dibuat agar para pemain League of Legends dan Teamfight Tactics bisa mendapatkan pengalaman terbaik saat bermain. Selain itu Riot juga mengungkap rencana mereka untuk melakukan strukturisasi di kawasan Asia Pasifik. Untuk kedepannya Riot berencana untuk membuka kantor di negara-negara kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Bisa saja kedepannya turnamen League of Legends World Championship akan digelar di kawasan Asia Tenggara seperti yang sudah dilakukan oleh Valve dan The International 2022. Bagaimana menurut kamu?
EA telah resmi menghentikan pengembangan Project CARS. Artinya tidak ada lagi game Project CARS baru kedepannya.
Dilansir dari GamesIndustry.biz, juru bicara EA mengatakan bahwa penghentian pengembangan Project CARS diputuskan setelah melalui tahap evaluasi yang panjang dan ketat. Kelihatannya EA memandang Project CARS tidak lagi menguntungkan untuk jangka panjang sehingga memutuskan untuk menutup franchise tersebut.
Game Project Cars pertama kali dirilis pada 2015. Game ini sempat menarik perhatian karena banyaknya variasi mobil dan tampilan grafis yang memukau. Project CARS sendiri dibuat oleh developer The Slightly Mad yang pada 2019 diakuisisi oleh Codemasters. Pada 2021 Codemasters dibeli oleh EA yang ironisnya berujung dengan dihentikannya franchise Project CARS.
Event sepak bola terbesar dunia, FIFA World Cup™ 2022, segera dimulai pada bulan November hingga Desember mendatang. Pada momen empat tahun sekali ini, para pecinta sepak bola di seluruh dunia akan bersatu untuk mendukung tim favoritnya untuk menjadi yang terbaik dari 32 negara yang berhasil lolos kualifikasi di wilayahnya masing-masing.
Dalam rangka semakin menyemarakkan event dunia ini, EA SPORTS, akan menyulap game mobile sepak bolanya, FIFA Mobile, satu-satunya game mobile FIFA World Cup™ 2022 yang berlisensi resmi, sebagai menjadi wadah bagi para pemainnya untuk dapat menikmati Piala Dunia 2022 di mana saja dan kapan saja dalam genggaman mereka.
Mulai 9 November 2022, para pemain FIFA Mobile akan dapat rasakan ketegangan berkompetisi bersama negara favoritmu dalam mode single-play FIFA World Cup™ 2022. Pada mode permainan ini, pemain bisa mengendalikan 32 tim nasional (timnas) otentik dari negara-negara yang lolos kualifikasi Piala Dunia dalam memperebutkan tahta juara, mencapai kejayaan, dan menyaksikan mereka mengangkat piala juara FIFA World Cup™ 2022!
Selain itu, mulai 18 November, pemain juga bisa ikut ambil bagian dalam acara live FIFA World Cup™ 2022 di dalam game FIFA Mobile dan berkesempatan mendapatkan hadiah maupun pemain spesial untuk memperkuat Ultimate Team™ milik mereka selama turnamen berlangsung.
Wujudkan kemenangan tim nasional favoritmu untuk mencapai kejayaan kasta tertinggi dalam kompetisi sepak bola kelas dunia melalui mode single-play FIFA World Cup™ 2022.
Persiapkan dirimu untuk perjalanan autentik FIFA World Cup™ 2022 dengan EA SPORTS™ FIFA Mobile. Bangun Ultimate Team™ kamu dan mulai perjalanan sepak bolamu di FIFA World Cup™ 2022 hari ini.
Disamping kemeriahan Piala Dunia, Musim baru juga telah tiba di FIFA Mobile. Pada musim 23 ini akan ada pembaruan untuk pemain, kit, klub, liga, dan tim nasional agar mencerminkan musim sepak bola 22/23 sesungguhnya di dunia nyata.
FIFA Mobile sudah dapat diunduh dengan gratis di Google Play bagi pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS.