Apex Legends akan segera mendapatkan update baru yang berjudul Arsenal pada tanggal 9 Mei 2023 mendatang. Salah satu konten baru yang diperkenalkan dalam update Arsenal adalah hero baru bernama August Montgomery Brinkman alias Ballistic.
Ballistic dilengkapi oleh skill pasif Sling dimana ia bisa membawa tiga senjata sekaligus. Lalu ia juga memiliki tactical skill Whistler yang bisa membuat senjata lawannya overheat dan skill Ultimate Tempest yang memberikan buff pada rekan timnya amunisi tidak terbatas dan reload yang lebih cepat.
Update Arsenal juga akan menghadirkan beragam konten baru lainnya untuk Apex Legends. Misalnya perbaikan dan peningkatan untuk map World’s Edge, weapon mastery, dan perubahan pada firing range. Detailnya bisa dilihat di sini.
Final Fantasy XVI kemungkinan besar tidak bisa dinikmati oleh fansnya di negara Arab Saudi. Sebabnya adalah pelarangan dari lembaga setempat akibat adanya konten terlarang di game Final Fantasy XVI.
لمحبي لعبة #FinalFantasyXIV، نود التوضيح بأنها لم تفسح بالمملكة، وذلك بسبب عدم رغبة الناشر بإجراء التعديلات اللازمة.
— التصنيف العمري للألعاب الإلكترونية (@VGAR_SA) May 3, 2023
Informasi ini disampaikan oleh lembaga The General Authority for Audiovisual and Media Classifiaction of Games di akun Twitternya (@VGAR_SA). Dalam keterangannya tertulis bahwa Square Enix menolak himbauan dari lembaga tersebut untuk mengubah beberapa kontennya yang dinilai tidak sesuai. Karena permintaannya tidak diikuti, lembaga tersebut memutuskan untuk melarang Final Fantasy XVI dirilis di negara Arab Saudi.
Belum diketahui konten apa yang dimaksud oleh lembaga Arab Saudi dan kenapa bisa termasuk dalam kategori terlarang. Final Fantasy XVI sendiri telah mendapatkan rating Mature karena memiliki konten yang berhubungan dengan seks, narkoba, penyiksaan, dan prostitusi. Bahkan kalian juga bisa melihatnya di trailer.
Final Fantasy XVI akan rilis pada tanggal 22 Juni 2023 eksklusif di PS5.
Frictional Games telah merils trailer baru untuk game horor Amnesia: The Bunker. Video berdurasi 10 menit ini memperlihatkan banyak aspek dari gameplay game tersebut. Dimulai dari berjalan-jalan di lorong gelap, menggunakan obor untuk mengusir tikus pemakan daging, sampai dengan dikejar oleh mahluk misterius yang menjadi penguasa tempat tersebut.
Dalam game Amnesia: The Bunker, pemain akan menjadi tentara Perancis pada era Perang Dunia I. Pemain akan terjebak dalam bunker misterius dan diburu oleh mahluk yang berasal dari dimensi lain. Amnesia: The Bunker akan memadukan unsur survival horror dengan sistem sandbox dimana pemain bisa dengan bebas membuat keputusan saat bermain.
Amnesia: The Bunker akan rilis pada tanggal 23 Maret 2023 di Xbox Series, Xbox One, PS4, dan PC.
Pimpinan Xbox Phil Spencer secara resmi telah meminta maaf karena performa game Redfall yang tidak sesuai ekspektasi. Permintaan maaf ini ia utarakan saat berbicara dalam acara talk show di channel YouTube KindaFunny.
Phill Spencer mengklaim bahwa performa Redfall yang kurang baik merupakan tanggung jawabnya. Ia juga mengakui bahwa Redfall sebagai game next-gen sekaligus game ekslusif Xbox dengan harga premium seharusnya memiliki kualitas yang lebih, bukan sebaliknya. Menurutnya rasa kecewa ini hampir setara dengan pukulan ke dagu,
Ia lalu menjelaskan alasan kenapa Arkane gagal merancang Redfall menjadi game yang diharapkan. Menurutnya game ini adalah satu proyek dimana developer gagal mencapai target yang diinginkan. Ia juga mengakui bahwa selama ini game yang dibuat oleh Arkane selalu membuatnya terkesan kecuali Redfall.
Meski Redfall gagal, Xbox dan developer Arkane berjanji untuk tidak lempar handuk. Untuk kedepannya Arkane akan terus membenahi Redfall dimulai dari masalah FPS. Ia lalu mengambil contoh Sea of Thieves yang juga mengalami nasib yang sama dengan Redfall ketika rilis, tapi sekarang sudah menjadi game yang lebih baik dan sesuai dengan harapan gamer.
Phil Spencer juga berbicara sedikit mengenai Starfield. Ia mengetahui bahwa gamer merasa khawatir dengan pengembangan game tersebut akibat buruknya performa Redfall. Ia menjawab bahwa gamer tidak perlu khawatir dengan Starfield karena tim Xbox dan Bethesda bisa bekerjasama dengan baik. Sebabnya karena rencana pengembangan game sudah ada sebelum Bethesda diakuisisi oleh Microsoft. Sebaliknya Redfall baru dibuat sehingga membuat tim Xbox kesulitan untuk membantu Arkane.
Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sudah mencoba Redfall?
Pada kesempatan kali ini, RF Online Remastered kembali menggelar event menarik yang berjalan di semua server, Cosmic, PVP, dan Origin. Di event terbaru yang sudah berlangsung hingga tanggal 21 Mei 2023 para Patriot RF bisa mendapatkan hadiah menarik yang sangat sayang untuk di lewatkan, berikut detail eventnya:
HMS Hunting Event (03 Mei 2023 – 21 Mei 2023)
Di event HMS Hunting, para Patriot RF diharuskan mengumpulkan Holymetal Scanner (HMS) sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan hadiah langsung. Menariknya, jika berhasil mengumpulkan 1500 HMS, Patriot RF akan memiliki kesempatan mendapatkan hadiah Grand Prize yaitu 1 buah Sun Ring dan Novas Ring untuk total 10 pemenang dari masing-masing server.
Untuk informasi selengkapnya mengenai event HMS Hunting, bisa di cek melalui link berikut ini.
Redfall akhirnya telah rilis sejak tanggal 2 Mei 2023. Ketika diumumkan pertama kali tahun lalu, Redfall cukup menarik perhatian karena tema yang diangkat. Game ini akan menjadikan kalian sebagai pemburu Vampire kekinian. Karakter kalian juga akan dilengkapi oleh kekuatan supernatural untuk mengimbangi kekuatan para Vampire yang diburu.
Apa itu Redfall?
Redfall adalah game shooter cooperative first-person. Latar dari game ini adalah sebuah pulau bernama Redfall di lepas pantai Massachusetts, Amerika Serikat. Pulau ini tiba-tiba diambil alih oleh kelompok Vampire yang berbahaya dan memutus akses keluar masuk pulau. Akibatnya penduduk Redfall yang berada di dalam tidak dapat keluar dan juga sebaliknya.
Siapa yang membuat Redfall?
Redfall dikembangkan oleh Arkane Studios. Developer ini terkenal dengan karyanya yaitu seri Dishonored dan Prey.
Bagaimanakah Gameplay Redfall?
Redfall memiliki mode permainan singleplayer dan multiplayer. Kalian bisa bermain sendiri atau bersama dengan tiga pemain lain di mode Co-op. Kalian juga bisa membuat sendiri gaya permainan. Kalian bisa bermain seperti steath game yaitu menggunakan pengalih perhatian untuk menarik perhatian musuh untuk dibunuh secara diam-diam. Bisa juga langsung terang-terangan menyerang musuh.
Untuk membunuh Vampire di game ini juga memiliki mekanik sendiri. Kalian tidak bisa langsung membunuhnya, melainkan harus ditusuk menggunakan pasak. Selain vampire, kalian juga akan berhadapan dengan manusia pengikut sekte penyembah Vampire.
Redfall memiliki empat karakter yang bisa dipilih yaitu Layla Elison, Jacob Boyer, Devinder Crousley, dan Remi De La Rossa. Keempat karakter ini memiliki skill yang berbeda-beda. Misalnya Jacob dengan skillnya Raven bisa mengungkap keberadaan musuh. Sedangkan Layla bisa menahan peluru dengan skill Umbrella.
Redfall Tersedia di Platform Apa?
Redfall hanya bisa dimainkan di konsol Xbox Series dan PC. Game ini juga tersedia bagi mereka yang berlangganan Game Pass. Redfall juga sudah mendukung fitur crossplay.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Redfall bisa kalian lihat di sini.
Genre MMORPG mungkin sudah tidak lagi menjadi favorit. Tapi di Korea genre ini masih menjadi andalan. Developer NPIXEL telah merilis trailer perdana yang memperlihatkan gameplay dari proyek MMORPG ambisius mereka, Chrono Odyssey.
Dari videonya terlihat jelas bahwa Chrono Odyssey akan memiliki grafis yang sangat memanjakan mata. Vibe dari game ini sendiri bisa dibilang memiliki kesamaan dengan soulslike. Chrono Odyssey dibuat dengan menggunakan Unreal Engine 5. Keunikan dari game ini adalah mekanik dimana pemain bisa mengulang atau memajukan waktu bernama Chronotector.
Dikutip dari website resminya, Chrono Odyssey akan berlatar di dunia bernama Setera. Dunia tersebut sedang berada dalam kondisi perang akibat kekuatan yang dinamakan The Void. Setera nantinya akan dihuni oleh berbagai macam kelompok yang masing-masing saling berperang.
Belum diketahui kapan Chrono Odyssey akan dirilis. Developer NPIXEL sudah memastikan bahwa game ini nantinya akan tersedia di platform konsol Next-Gen dan PC. Padahal awalnya game ini ditujukan untuk perangkat mobile.
Publisher Modus Game telah mengumumkan game Double Dragon Gaiden: Rise of the Dragons. Game ini akan dikerjakan oleh developer Secret Base dengan Arc System Works pemilik IPnya. Game ini rencananya akan rilis pada musim panas tahun ini di platform PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC.
Sesuai dengan judulnya, Double Dragon Gaiden: Rise of the Dragons merupakan game kelanjutan dari franchise ikonik Double Dragon. Franchise ini pertama kali dibuat gamenya pada tanggal 1987. Buat kalian yang dulu pernah punya konsol NES atau Sega pasti pernah memainkannya. Pada 2017 Arc System Works membuat Double Dragon IV dan akan diteruskan oleh Double Dragon Gaiden: Rise of the Dragons.
Dikutip dari halaman Steamnya, Double Dragon Gaiden: Rise of the Dragons adalah game bergenre beat’em up klasik. Kalian akan menjadi Billy dan Jimmy Lee, dua karakter utama game Double Dragons. Lawan kalian adalah kelompok geng dan kriminal yang menguasai New York setelah era perang nuklir. Game ini bisa dimainkan singleplayer maupun multiplayer split screen.
EA telah mengumumkan tanggal rilis dari game racing F1 23. Game resmi kejuaraan dunia FIA Formula Satu ini akan dirilis pada tanggal 16 Juni 2023 di PS5, Xbox Series, dan PC, melalui Origin, Epic Games Store, dan Steam.
F1 23 akan dilengkapi oleh mode cerita Braking Point. Kali ini cerita yang diangkat adalah tentang Aiden Jackson dan Devon Butler, pendatang baru di dunia balap F1 yang tergabung dalam tim Konnersport. F1 23 juga akan mengikutsertakan semua tim dan pembalap F1 di musim 2023 sekaligus menghadirkan beragam sirkuit balap termasuk Grand Prix Las Vegas dan sirkuit internasional Losail, Qatar. Juara Dunia berturut-turut, Max Verstappen akan menadi bintang sampul untuk edisi eksklusif digital F1 23 Champions.
Game F1 23 akan mengalami peningkatan dibandingkan dari game sebelumnya dari segi gameplay. Developer Codemasters telah menambahkan sistem fisika kendaraan baru, meningkatkan traksi mobil, dan menambahkan keseimbangan antara aerodinamika dan cengkeraman ban. Teknologi kontroler Precision Drive juga akan memberikan kontrol yang lebih baik saat permainan.
F1 World hub memperkenalkan pemain ke dunia F1 dengan beberapa mode permainan. Beberapa diantaranya adalah Time Trial dan Grand Prix dimana pemain bisa menaikkan level dengan menyelesaikan tantangan untuk membuka upgrade mobil baru, pakaian balap, helm, dan masih banyak lagi.
Edisi eksklusif digital F1 23 Champions akan dilengkapi dengan konten Las Vegas, pack khusus edisi Max Verstappen, Braking Point 2 Icons dan Vanity Item Pack, Dual Entitlement, empat ikon My Team yang baru, XP booster, F1 World Bumper Pack, 18.000 PitCoin. Pembeli edisi ini juga akan mendapatkan akses awal tiga hari sebelum game rilis, mulai dari tanggal 13 Juni 2023.
Edisi standar untuk versi fisik dan digital juga sudah tersedia mulai tanggal 16 Juni 2023 dengan EA SPORTS ambassador Charles Leclerc, Lewis Hamilton, dan Lando Norris sekaligus paket awal F1 World dan 5000 PitCoin bagi yang melakukan pre-order. Detail lebih lanjut bisa kalian lihat di sini.
Salah satu kendala dari gamer ketika akan mencoba RPG pertama kali adalah takut dengan kontennya. RPG dikenal memiliki segudang konten, dari yang penting sampai yang tidak penting. Live A Live, RPG kepunyaan Square Enix justru sebaliknya. Meski genrenya RPG, game ini tidak ribet, mudah dimengerti, plus bisa cepat ditamatkan.
Live A Live sendiri sebetulnya bukanlah game baru. Game ini merupakan versi remake dari RPG klasik yang dulu hadir di konsol jadul SNES. Pada tahun 2022 versi remake game ini dirilis di Nintendo Switch. Barulah pada tahun 2023 versi PS5, PS4, dan PC dirilis. Hal yang luar biasa adalah versi remake ini juga dikerjakan oleh pencipta dari game original Live A Live, Takashi Okita.
Kebetulan saya mewakili Playcubic mendapat kesempatan untuk mereview Live A Live versi PC. Bagaimana kesan yang didapat? Simak reviewnya berikut ini.
Cerita Dari Delapan Masa yang Berbeda
Live A Live memiliki cerita yang unik. Game ini tidak berdasarkan satu cerita saja. Melainkan delapan cerita dari rentang waktu berbeda. Setiap cerita juga akan memiliki karakter utamanya sendiri.
Berikut adalah delapan cerita yang bisa kalian pilih di Live A Live:
Prehistory: The First dengan karakter utama Pogo
Imperial China: The Successor dengan karakter utama Shifu
Twilight of Edo Japan: The Infiltrator dengan karakter utama Oboromaru
The Wild West: The Wanderer dengan karakter utama Sundown Kid
Present Day: The Strongest dengan karakter utama Masaharu Takahara
The Near Future: The Outsider dengan karakter utama Akira Tadokoro
The Distant Future: The Mechanical Heart dengan karakter utama Cube
The Middle Ages: The Lord of Dark dengan karakter utama Oersted
Alur dari masing-masing cerita mudah untuk dimengerti dan diikuti. Tapi biasanya ada plot twist yang tersembunyi di dalamnya. Spoiler alert! misalnya cerita tentang kebangkitan The Lord of Dark di cerita Middle Ages. Ternyata identitas The Lord of Dark ini adalah karakter pemain sendiri.
Cerita lainnya misalnya The Successor dari Imperial China justru mirip dengan cerita di film-film Kung-fu tentang seorang guru beladiri yang sedang mencari penerus ajarannya. Ada juga cerita yang mirip dengan film Aliens dari The Mechanical Heart di The Distant Future. Tidak semua cerita dari game ini mungkin bisa kalian terima. Tapi setidaknya pasti ada salah satu yang sesuai dengan selera kalian.
Kalian bisa memilih cerita mana yang ingin kalian mainkan lebih dulu dan setelah selesai bisa memainkan cerita yang lainnya. Jika ternyata ceritanya tidak sesuai, kalian juga bisa berhenti di tengah jalan dan pindah ke cerita yang lain. Dari pengalaman saya bermain tidak perlu waktu lama untuk menamatkan satu cerita. Setidaknya perlu 45 sampai 60 menit jika kalian memainkannya terus tanpa berhenti.
Hal yang cukup mengagetkan dari cerita Live A Live adalah siapa sangka di game seperti ini, Square Enix berani menyisipkan elemen yang bisa dibilang cukup vulgar. Mulai dari kata-kata kotor sampai joke yang menjurus ada di game ini. Saya jamin kalian pasti akan kaget ketika melihatnya sendiri.
Grafis Ala Octopath Traveler dan Hal-Hal Baru Lainnya
Grafis yang ditampilkan dalam versi remake Live A Live remake menggunakan gaya dan desain dari Octopath Travler. Gaya ini menggabungkan desain sprite dengan 3D yang dinamakan HD-2D. Hadir dengan tampilan baru, game ini terlihat lebih segar tapi tetap setia dengan unsur originalnya.
Hal yang perlu saya ingatkan adalah gaya game HD-2D seperti ini Live a Live tidak untuk semua orang. Mungkin untuk gamer zaman sekarang yang sudah biasa dimanjakan oleh game AAA, gaya HD-2D pasti akan dianggap kurang menarik.
Perubahan lain yang dimiliki Live A Live versi remake adalah desain karakter yang dibuat ulang. Tidak hanya pada bagian potret karakter saja yang berubah, tapi juga desain karakter secara keseluruhan. Soundtrack dari Live A Live remake juga merupakan hasil aransemen ulang tapi tetap tidak menghilangkan unsur originalnya. Beberapa karakter juga sudah memiliki voice actor di Live A Live versi remake.
Gameplay Cukup Sulit
Live A Live menggunakan sistem turn-based. Agar karakter kalian bisa mengeluarkan skill saat bertarung adalah menunggu sampai action barnya penuh. Hal yang membuat unik adalah sistem grid.
Kalian bisa dengan bebas menggerakkan karakter kalian saat bertarung asalkan sesuai dengan grid yang ada. Grid ini juga merupakan penentu dari skill yang akan digunakan. Jika musuh berada di grid yang sesuai dengan skill, maka skill bisa digunakan.
Meski kelihatannya sederhana, gameplay ini cukup sulit untuk dikuasai. Selain itu beberapa pertarungan seperti boss battle akan menempatkan kalian dalam situasi yang sulit. Boss memiliki daya serang gila-gilaan dan satu-satunya cara agar karakter kalian tidak mati kena one-hit kill adalah tahu grid mana yang tidak masuk ke jangkauan serangan.
Sistem experience point untuk menaikkan level karakter juga ada di game ini. Namun menurut saya sistem ini tidak terlalu penting. Sebabnya game ini tidak memiliki random encounter seperti RPG biasanya. Kebanyakan adalah scripted battle yang tidak bisa diulang kembali setelah selesai.
Live A Live Dari Segi Teknis
Spesifikasi Live A Live versi PC tergolong ringan. Saya memainkan Live a Live dengan PC i5-9400F, GeForce RTX 2060, dan RAM 16GB. Sama sekali tidak ada masalah ketika memainkan gamenya. Kalian juga bisa bebas mau memainkannya dengan keyboard atau controller karena menurut saya keduanya tidak memiliki perbedaan.
Replay Value
Dari segi replay value kalian akan mengulang Live A Live setidaknya sampai delapan kali untuk bisa menamatkan semua cerita. Tentunya ada alasannya kenapa semua cerita harus diselesaikan semua.
Kesimpulan
Ingin memainkan game RPG yang sederhana dan cepat ditamatkan? Live A Live adalah jawabannya. Syaratnya hanya satu, kalian tidak keberatan untuk melihat game dengan grafis HD-2D alias “jadul-kekinian”.
Buat kalian yang dulu memainkan gamenya di SNES, versi remake ini juga bisa sebagai ajang nostalgia. Dulu mungkin kalian mainnya masih di konsol SNES dengan TV tabung, sekarang sudah lewat PC pakai monitor HD 4K pula.