Ubisoft telah membagikan video baru untuk Anno 117: Pax Romana. Video ini menjelaskan secara detail seperti apa saja yang akan dilakukan oleh pemain dalam game ini. Selain itu, Ubisoft juga mengumumkan konten apa saja yang tersedia untuk Year 1 Pass.
Anno 117: Pax Romana akan dirilis secara global pada 13 November 2025 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Amazon Luna, serta PC melalui Steam, Epic Games Store, dan Ubisoft Connect.
Dalam game ini, pemain akan menjadi seorang gubernur Romawi yang memulai perjalanan transformatif dalam karirnya. Mulai dari mengambil keputusan penting yang akan membentuk masa depan provinsi mereka dan menentukan arti sebenarnya dari perdamaian di bawah kekuasaan Romawi.
Detail Mode Campaign Anno 117: Pax Romana
Untuk pertama kalinya dalam sejarah seri Anno, pemain dalam Anno 117: Pax Romana dapat memilih karakter utama dan menentukan jalan cerita mereka sendiri. Ubisoft memperkenalkan dua tokoh utama yang dapat dipilih, masing-masing membawa pengalaman unik dalam memimpin dan membuat keputusan penting bagi kekaisaran.
Pemain dapat memilih Marcus, seorang pria muda yang menghadapi keraguan diri setelah ditunjuk secara tak terduga sebagai Gubernur Romawi. Melalui perannya, pemain harus membuktikan kemampuan kepemimpinan dan menentukan makna sejati menjadi seorang warga Romawi, termasuk memutuskan harga dari perdamaian yang dikehendaki.
Pemain juga dapat mengikuti kisah Marcia, seorang wanita yang menembus batas norma dalam kekaisaran yang didominasi laki-laki. Dengan latar kebangkitan misterius menuju kekuasaan, Marcia menawarkan sudut pandang baru terhadap kepemimpinan dan keadilan dalam dunia Anno.
Isi Konten Year 1 Pass
Konten Year 1 Pass untuk Anno 117: Pax Romana akan memperluas jangkauan kekaisaran dengan tantangan serta wilayah baru untuk dijelajahi. Ekspansi tahun pertama ini menambahkan tiga DLC besar:
DLC pertama, Prophecies of Ash, membawa pemain ke pulau terbesar dalam sejarah Anno, lengkap dengan gunung berapi dan dewa baru yang dapat disembah.
DLC kedua, The Hippodrome, memungkinkan pemain membangun monumen terbesar sepanjang sejarah Anno, terinspirasi oleh Circus Maximus. Pemain dapat menyelenggarakan lomba kereta perang untuk menghibur rakyat, serta memberikan akses untuk unit spesialis dari seluruh kekaisaran.
DLC ketiga, Dawn of the Delta, membawa pemain ke provinsi baru bernuansa Mesir dengan padang pasir luas dan sungai besar. Pemain akan menjumpai dewa-dewa asing serta budaya baru yang menantang, sambil memperluas pengaruh dan kejayaan Romawi di perbatasan selatan kekaisaran.
Setelah melalui tahap persiapan sejak tahun 2024, Forgame resmi diluncurkan sebagai forum kolaboratif yang menjadi wadah bagi pelaku industri gaming dan esports di Indonesia.
Acara peresmian Forgame digelar di Sentinel Cyber Arena, Jakarta Timur, pada Kamis, 16 Oktober 2025, dihadiri oleh berbagai perwakilan brand, developer game, dan media nasional. Acara ini menandai langkah besar dalam upaya memperkuat sinergi antara komunitas, media, serta industri dalam membangun ekosistem gaming Indonesia yang solid, profesional, dan produktif.
Forgame Hadir untuk Menyatukan Industri Gaming dan Esports
Sebagai forum yang lahir dari semangat kolaborasi, Forgame bertujuan menjadi jembatan bagi berbagai pihak yang terlibat di dunia gaming. Dalam acara peresmiannya, Ketua Umum Forgame, Chris Kurniawan, menyampaikan bahwa organisasi ini akan berfokus pada pengembangan program edukatif, kompetitif, dan kolaboratif yang dapat diikuti masyarakat luas.
“Forgame hadir untuk menyatukan berbagai pihak dalam satu visi: membangun ekosistem gaming yang sehat, terbuka, dan produktif,” ujar Chris dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan forum ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam pengembangan sumber daya manusia dan inovasi di industri kreatif digital Indonesia.
Struktur Kepengurusan Forgame
Forgame juga mengumumkan struktur kepengurusan yang terdiri dari individu berpengalaman di berbagai sektor. Chris Kurniawan menjabat sebagai Ketua Umum, dengan dukungan Michael Samuel sebagai Sekretaris Jenderal, serta Basitullah A. sebagai Sekretaris Umum. Posisi keuangan dipegang oleh Ica Juniyanti, sementara Valya Annisya bertugas sebagai Bendahara Umum.
Selain itu, terdapat nama-nama lain seperti Dicky Jatnika (Eksternal dan Kerjasama), Fajar Arifin (Event dan Aktivitas), Alfryan Irgie (Seminar dan Talkshow), Reza Novriansyah (Olahraga dan Esports), M. Akbar Priono (Administrasi dan Legal), Dimas Putra Ganta Sembrani Yanuar (Inovasi dan Pengembangan), serta Haris Firmansyah (Informasi dan Publikasi).
Acara ini juga mendapat dukungan dari Garena Indonesia, ASUS, Electronic Arts (EA), dan Sentinel Cyber Arena, serta mitra pendukung seperti Infinix, Logitech, AKG Entertainment, dan realme.
Visi ke Depan
Forgame akan menggelar berbagai kegiatan yang berfokus pada edukasi, kompetisi, dan inovasi di bidang game dan esports. Program ini diharapkan mampu memperkuat peran komunitas serta memperluas kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang di dunia digital dan olahraga elektronik.
Sebagai organisasi yang terbuka, Forgame juga berencana menjalin kerja sama lintas bidang, mulai dari pengembang game, publisher, media, hingga komunitas olahraga, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan industri secara menyeluruh.
Kabar gembira buat para gamer sekaligus pencinta musik game! Bandai Namco Entertainment Asia resmi merilis soundtrack orisinal Towa and the Guardians of the Sacred Tree yang digarap oleh komposer legendaris Hitoshi Sakimoto — sosok di balik musik-musik ikonik seperti Final Fantasy Tactics, Valkyria Chronicles, dan Tactics Ogre.
Kini, lo bisa menikmati 54 lagu orisinal dari game roguelite penuh pesona ini di berbagai layanan musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan iTunes. Dengarkan sekarang di tautan berikut: lnk.to/PQWpMOyD
Perpaduan Musik dan Dunia Mistis
Sebagai komposer veteran yang selalu dikenal dengan orkestrasi megah dan atmosfer sinematiknya, Hitoshi Sakimoto kembali menunjukkan kelasnya di Towa and the Guardians of the Sacred Tree.
Soundtrack ini menampilkan kombinasi nada-nada lembut bernuansa spiritual dengan dentuman intens yang mencerminkan pertarungan dan perjalanan epik Towa serta para Guardian-nya. Dari musik lembut desa Shinju hingga melodi heroik saat menghadapi Magatsu, setiap track seakan menghidupkan kembali emosi dan keindahan dunia yang digambar tangan dengan begitu indah oleh tim Brownies Inc.
Total ada 54 lagu dalam rilisan ini, menjadikannya salah satu OST terlengkap dari game Bandai Namco tahun ini. Bagi lo yang doyan mendengarkan musik game sambil bekerja, belajar, atau sekadar nostalgia dengan atmosfer Jepang kuno bercampur fantasi, album ini wajib banget masuk playlist.
Video Speed Paint dari Yurina Nakamura
Sebagai pelengkap perilisan OST ini, Bandai Namco juga menghadirkan video speed paint terbaru yang menampilkan Yurina Nakamura dari Brownies Inc., yang memperlihatkan proses pembuatan desain karakter Towa.
Video ini bukan cuma jadi suguhan visual yang memanjakan mata, tapi juga menunjukkan sentuhan artistik dan filosofi desain di balik dunia Towa and the Guardians of the Sacred Tree.
Tentang Towa and the Guardians of the Sacred Tree
Bagi yang belum sempat menjajalnya, Towa and the Guardians of the Sacred Tree adalah game action roguelite terbaru dari Bandai Namco Entertainment Asia, dikembangkan oleh Brownies Inc.
Game ini mengisahkan Towa, pendeta muda dari desa Shinju, yang harus bekerja sama dengan delapan Guardian untuk melawan kekuatan jahat bernama Magatsu yang mengancam dunia. Gameplay-nya menggabungkan aksi cepat dengan sistem dua karakter:
Tsurugi (Attacker), sang pendekar yang fokus pada serangan jarak dekat, dan
Kagura (Supporter), karakter penyihir yang mampu memberikan dukungan dan serangan jarak jauh.
Setiap pasangan Guardian bisa dikustomisasi, sementara sistem crafting memungkinkan pemain menempa senjata dan memperkuat kemampuan karakter sesuai gaya bermain mereka.
Selain gameplay-nya yang menantang dan dunia yang terus berevolusi, visual hand-drawn bergaya Jepang klasik dan musik orisinal Sakimoto jadi dua elemen yang membuat game ini benar-benar berkesan.
Towa and the Guardians of the Sacred Tree sudah tersedia untuk PlayStation®5, Nintendo Switch™, Xbox Series X|S, dan PC via Steam®.
Detail Rilisan Soundtrack
Judul: Towa and the Guardians of the Sacred Tree Original Soundtrack
Jumlah Lagu: 54
Tanggal Rilis: 17 Oktober 2025
Format Distribusi: Streaming & Download Digital
Platform: Spotify, Apple Music, iTunes, dan berbagai layanan musik digital lainnya
Soundtrack Towa and the Guardians of the Sacred Tree adalah bukti nyata bagaimana musik bisa memperkuat jiwa sebuah game. Dengan sentuhan khas Hitoshi Sakimoto, setiap nada membawa pemain kembali ke dunia magis Shinju Village yang penuh emosi, aksi, dan keindahan visual.
Kalau lo pencinta musik game orisinal dengan kualitas sinematik, OST ini wajib lo dengerin. Dan kalau lo belum main gamenya? Yaudah, ini saatnya lo berpetualang bareng Towa dan para Guardian, sambil menikmati iringan musik yang bakal bikin bulu kuduk merinding.
NetEase Games bersama ZhuRong Studio resmi mengumumkan tanggal rilis global untuk MMORPG Sword of Justice. Game ini akan tersedia mulai dari tanggal 7 November 2025 di platform di Android, iOS, Steam, dan PC. Dengan dukungan cross-platform play, pemain dapat menjelajahi dunia fantasi bergaya Dinasti Song Utara secara bebas dan menciptakan kisah mereka sendiri dalam dunia penuh petualangan ini.
Apa Itu Sword of Justice?
Dalam Sword of Justice, pemain akan memasuki dunia fantasi open world yang mengambil latar abad ke-12 di China, tepatnya pada masa Dinasti Song Utara. Dunia ini dipenuhi dengan kota, lembah magis, dan juga rahasia tersembunyi yang menunggu untuk ditemukan. Pemain bebas memilih jalan hidupnya, apakah menjadi prajurit tangguh, petualang pemberani, pengrajin ahli, atau bahkan sosialita yang gemar berinteraksi.
Sword of Justice menggunakan NPC berbasis AI. Setiap NPC memiliki kepribadian dan memori unik, mampu mengingat interaksi sebelumnya dan merespons pemain secara dinamis. Dunia dalam game juga bereaksi terhadap setiap tindakan pemain, menciptakan pengalaman yang benar-benar personal.
Selain eksplorasi dan pertempuran, Sword of Justice juga menawarkan interaksi sosial. Pemain bisa menjalin persahabatan, persaudaraan, dan membentuk guild di game ini. Lebih dari 100 jam cerita single-player juga tersedia, lengkap dengan karakter pendukung unik yang membantu pemain membangun kisah mereka sendiri.
Sword of Justice dirancang sepenuhnya F2P tanpa elemen Pay-to-Win. Semua progres karakter didasarkan pada kemampuan bermain dan penguasaan skill. Game ini juga memiliki sistem progres Converging Path, yang memastikan semua pemain dapat memperoleh hadiah utama yang sama.
Event Cloud Face Edit: Hadiah Pra-Peluncuran Eksklusif untuk Asia Tenggara
Menjelang perilisan, Sword of Justice menghadirkan kembali event Cloud Face Edit khusus bagi pemain di Asia Tenggara. Melalui teknologi AI canggih, pemain dapat menciptakan karakter impian mereka hanya dengan menggunakan perintah teks atau gambar. Ada lebih dari 300 parameter kustomisasi, termasuk bentuk wajah, riasan, hingga proporsi tubuh, memungkinkan setiap karakter tampil unik.
Fitur ini bahkan mampu menampilkan ekspresi mikro, detail iris mata, dan simulasi rambut realistis, menciptakan visual yang mendalam dan autentik. Setelah hasil desain selesai, pemain dapat menyimpannya untuk digunakan pada versi rilis penuh nanti.
EA telah mengumumkan bahwa Battlefield 6 menjadi peluncuran tersukses dalam sejarah franchise ini. Game perang skala besar tersebut mencatat rekor penjualan tertinggi sepanjang masa untuk seri Battlefield.
Rekor Baru
Battlefield 6 mencatat angka penjualan lebih dari 7 juta kopi hanya dalam tiga hari pertama sejak dirilis pada 10 Oktober 2025. Game ini juga menembus rekor jumlah pemain aktif dengan 747.440 pemain di Steam, tertinggi sepanjang sejarah seri tersebut.
Byron Beede, General Manager dari Battlefield, menyampaikan rasa terima kasih kepada komunitas pemain yang telah mendukung penuh proses pengembangan game ini. Menurutnya, game ini dibangun berdasarkan masukan pemain, mulai dari tahap konsep awal hingga pelaksanaan Open Beta. Ia menegaskan bahwa peluncuran besar ini hanyalah permulaan dari perjalanan panjang Battlefield 6.
Vince Zampella, Executive Vice President di Electronic Arts, juga menyampaikan apresiasi kepada Battlefield Studios dan komunitas global yang berperan besar dalam keberhasilan ini. Ia menekankan bahwa kesuksesan game ini merupakan hasil kerja keras ribuan kreator dan antusiasme pemain di seluruh dunia.
Season 1 Battlefield 6
EA memastikan bahwa Season 1 akan segera dimulai pada 28 Oktober 2025 dengan tema Rogue Ops. Musim pertama ini menghadirkan map baru bernama Blackwell Fields, yang dirancang khusus untuk menghadirkan kekacauan khas pertempuran skala besar, serta mode baru 4v4.
Sega telah membagikan informasi baru untuk Football Manager 26. Game simulasi manajemen sepak bola yang dibuat oleh Sports Interactive ini membawa tampilan UI yang diperbarui, debut sepak bola wanita, hingga taktik baru yang lebih mendalam.
Game ini akan diluncurkan pada 5 November 2025 di berbagai platform, termasuk PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch, Steam, Epic Games Store, Windows, Mac, Netflix, dan Apple Arcade.
UI Baru di Football Manager 26
Football Manager 26 memperkenalkan navigasi bar baru di bagian atas layar, menggantikan sidebar klasik yang selama ini menjadi ciri khas seri tersebut. Perubahan ini menawarkan akses yang lebih cepat ke berbagai fitur penting seperti rekrutmen pemain, pengaturan taktik, serta persiapan sebelum pertandingan.
Fitur baru bernama Portal juga hadir sebagai pusat kendali klub, memungkinkan pemain untuk memeriksa berita, pesan, hasil pertandingan, kalender, dan banyak lagi dalam satu tempat.
Selain itu, sistem pencarian dalam game kini jauh lebih efisien berkat pembaruan besar yang memungkinkan akses cepat ke data pemain, klub, pelatih, serta panduan strategi melalui fitur baru FMPedia.
Debut Sepak Bola Wanita
Salah satu terobosan paling menarik dari Football Manager 26 adalah hadirnya sepak bola wanita untuk pertama kalinya dalam sejarah seri ini. Game ini menampilkan 14 liga di 11 negara dan 3 benua, menjadikannya salah satu basis data sepak bola wanita terbesar yang pernah dibuat.
Setiap aspek permainan direpresentasikan dengan detail tinggi, mulai dari pasar transfer, kontrak, hingga pola cedera. Animasi yang dihasilkan dari motion capture pemain asli memberikan pengalaman realistis dalam setiap gaya bermain, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Sistem Taktik Lebih Fleksibel
Taktik menjadi fokus utama dalam Football Manager 26. Pemain kini dapat menetapkan formasi terpisah antara In Possession dan Out of Possession, memberikan kendali lebih rinci terhadap posisi dan peran pemain di lapangan.
Fitur baru bernama Visualiser menampilkan bagaimana tim bergerak di lini pertahanan, tengah, dan serangan secara visual, membantu manajer memahami strategi mereka secara lebih mendalam. Selain itu, transisi menyerang dan bertahan kini ditempatkan pada area yang lebih sesuai dengan sistem formasi baru.
Uji coba Bleach: Soul Resonance resmi dimulai hari ini oleh Nuverse selaku pengembang resmi. Melalui program Resonance Prelude Test atau Tes Dengung Pedang, pemain Indonesia kini dapat merasakan langsung pengalaman bermain sebagai Shinigami.
Uji coba closed beta ini akan berlangsung selama satu minggu penuh. Tes akan mencakup beberapa wilayah, termasuk Korea, Thailand, Indonesia, serta HongKong-Macau-Taiwan.
Detail Uji Coba
Uji coba Bleach: Soul Resonance dijadwalkan berlangsung mulai dari tanggal 16 Oktober pukul 10:00 hingga 23 Oktober pukul 17:00. Tes ini bersifat terbatas dan berbayar, dengan seluruh data pemain akan dihapus setelah periode berakhir. Platform uji coba difokuskan pada perangkat Android.
Pemain yang belum berpartisipasi masih memiliki kesempatan untuk ikut melalui dua cara, yaitu dengan mencari Bleach: Soul Resonance di Google Play atau mengunduh langsung dari website resmi.
Nantinya paket tes dapat diunduh secara langsung pada 16 Oktober. Namun, slot akses sangat terbatas sehingga hanya pemain tercepat yang bisa bergabung.
Apa itu Bleach: Soul Resonance?
Bleach: Soul Resonance menghadirkan sensasi pertarungan cepat dan penuh aksi khas dunia Bleach. Pemain akan merasakan pertempuran bersama Zanpakuto secara real-time dengan sistem kontrol responsif dan animasi yang halus. Setiap duel berlangsung dalam hitungan detik, menuntut strategi dan refleks cepat seperti yang terlihat dalam anime-nya.
Game ini juga akan menghadirkan karakter-karakter populer seperti Ichigo Kurosaki, Rukia Kuchiki, dan Byakuya Kuchiki. Ada pula sistem rate-up menarik yang menjamin pemain bisa memperoleh karakter favorit dalam maksimal 80 undian. Fitur ini memberikan peluang besar bagi para penggemar untuk melengkapi koleksi karakter ikonik mereka dengan lebih mudah.
Game Bleach: Soul Resonance rencananya akan dirilis secara global pada 21 November 2025. Pemain yang melakukan pra-registrasi lebih awal akan mendapatkan berbagai benefit spesial seperti item eksklusif, bonus karakter, dan hadiah in-game saat perilisan resmi berlangsung.
ASUS ROG Xbox Ally series resmi mendarat di Indonesia. Kami mendapatkan kesempatan untuk mencoba perangkatnya di acara Media Hands On yang berlangsung di kantor ASUS Indonesia, The Kensington Office Tower, Jakarta.
Ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Z2 Extreme yang memiliki kemampuan hingga 50 TOPS, handheld gaming PC ini diklaim mampu memberikan pengalaman bermain tanpa batas, baik secara portabel maupun saat terhubung ke layar eksternal.
Berikut adalah video ketika tim Playcubic melakukan hands-on:
ASUS ROG Xbox Ally hadir dalam dua varian utama yaitu ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X. Untuk detail perbedaan spesifikasinya, bisa dilihat di sini. Keduanya menampilkan desain ringan dan compact yang siap mendefinisikan ulang pengalaman handheld gaming masa kini.
Lenny Lin, Country Manager ASUS Indonesia, mengungkap pengiriman pertama ASUS ROG Xbox Ally sudah dimulai untuk pelanggan yang melakukan pre-order. Sebanyak lebih dari 1.700 unit sudah mendarat di Indonesia dan sebagian besar telah dibeli oleh gamer tanah air. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan peluncuran seri sebelumnya di tahun 2024.
Pengalaman Gaming AI
ASUS menggandeng Xbox untuk menghadirkan pengalaman bermain yang semakin intuitif. Pengguna akan langsung disambut antarmuka Xbox Fullscreen Experience yang menampilkan semua game dan layanan dalam satu tampilan. Pengguna dapat dengan mudah mengakses Game Pass, Xbox App, maupun aplikasi seperti Steam, Epic Games Store, dan platform lainnya tanpa perlu keluar dari mode fullscreen.
ASUS juga memperbarui Armoury Crate Special Edition yang memudahkan penyesuaian pengaturan daya, joystick, serta tombol grip. Semua pengaturan disimpan di cloud, memungkinkan transisi cepat antara mode casual dan performance.
Tidak hanya itu, perangkat ini juga menjadi bagian dari program Xbox Handheld Compatibility, di mana ribuan game telah diuji dan dioptimalkan untuk format handheld.
Peningkatan Performa dan Efisiensi ASUS ROG Xbox Ally
Baik ROG Xbox Ally series versi 2025 hadir dengan peningkatan besar dalam performa dan efisiensi energi. Seri X dibekali prosesor AMD Ryzen AI Z2 Extreme berbasis arsitektur Zen 5 dengan GPU RDNA 3.5, memberikan peningkatan kinerja grafis hingga 20% dibanding generasi sebelumnya.
Selain itu, integrasi NPU berkapasitas 50 TOPS memungkinkan pemrosesan AI secara real-time untuk penghematan daya dan peningkatan performa visual. Baterai 80WHr dan desain pendinginan Zero Gravity Thermal memastikan perangkat tetap dingin dalam berbagai posisi bermain. Ditambah bobot hanya 715 gram, ASUS ROG Xbox Ally X tetap nyaman digunakan sepanjang hari.
Sementara itu, varian standar ROG Xbox Ally 2025 hadir lebih ringan dengan bobot 670 gram, dilengkapi baterai 60WHr, prosesor AMD Ryzen Z2 A, RAM 16GB LPDDR5, serta SSD 512GB PCIe 4.0 NVMe.
ASUS Gelar Exhibition Eksklusif ROG CHAMP10N di Jakarta
Untuk memperkenalkan lebih dekat produk ini kepada publik, ASUS menggelar pameran ROG CHAMP10N Exhibition di Central Park Mall, Jakarta Barat pada 20–26 Oktober 2025. Dalam acara ini, pengunjung dapat menjajal langsung ASUS ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X melalui berbagai game AAA maupun indie.
Selain area uji coba, pameran ini menghadirkan zona interaktif, program trade-in, diskon hingga Rp6 juta, serta kesempatan memenangkan ROG Xbox Ally X melalui Lucky Draw.
NetEase Games, divisi online games dari NetEase, Inc. (NASDAQ: NTES, HKEX: 9999), dan ZhuRong Studio telah mengumumkan tanggal rilis global untuk Sword of Justice pada 7 November, sebuah MMORPG open world gratis yang memungkinkan pemain untuk menciptakan kisah mereka sendiri di dunia yang terinspirasi oleh budaya Timur. Game ini akan tersedia di perangkat Android dan iOS, serta PC melalui Steam dan Windows, dengan dukungan cross-platform.
Sword of Justice adalah game MMORPG fantasi dengan latar dunia yang terinspirasi dari Dinasti Song Utara pada abad ke-12 di Tiongkok. Dalam Sword of Justice, pemain dapat merasakan petualangan epik di Negeri Tirai Bambu. Kamu bisa jadi siapa pun, mulai dari seorang prajurit tangguh, petualang pemberani, pengrajin terampil, atau seorang sosialita yang suka bermain peran dengan pemain lain. Legendamu milikmu, bentuk dan ciptakan sesuai keinginanmu sendiri!
Nantikan perilisannya dan masuki dunia fantasi bergaya Timur yang megah ini yang semakin dekat, karena Sword of Justice akan diluncurkan secara global pada 7 November 2025 di perangkat Android dan iOS, serta PC melalui Steam dan Windows.
Hadiah Pra-Peluncuran untuk Asia Tenggara: Event Cloud Face Edit dengan AI Kembali
Pemain di negara Asia Tenggara yang ingin mendesain protagonis impian mereka sebelum peluncuran dapat memanfaatkan kembali event Cloud Face Edit di Sword of Justice. Dengan memanfaatkan teknologi AI canggih, pemain dapat mengedit penampilan karakter mereka hanya dengan perintah berupa teks atau gambar. Setelah puas dengan hasilnya, mereka dapat menyimpannya untuk digunakan ke versi rilis penuh Sword of Justice.
Dengan lebih dari 300 parameter yang dapat dikustomisasi untuk pemain eksplorasi, termasuk kontur wajah, riasan, dan bentuk tubuh. Sehingga pemain dapat menciptakan penampilan yang benar-benar unik. Teknologi canggih ini juga mampu menampilkan ekspresi mikro, iris mata yang realistis, dan simulasi rambut yang realistis, menghasilkan desain karakter yang sangat detail dan kaya.
Free-to-Play dengan Sistem Progresi Berbasis Skill dan Fleksibel
Sword of Justice bukan game yang hanya kamu mainkan di waktu luang. Sword of Justice sepenuhnya Free-to-Play, dengan progres karakter yang berfokus pada skill gameplay, hal ini dikarenakan ada batas atribut yang ketat dan reset musiman. Di Sword of Justice, perkembangan karakter terhubung dengan sistem Converging Path, sehingga pemain akan selalu mendapatkan hadiah utama yang sama, baik pemain kasual maupun yang main saat luang atau juara PvP yang fanatik. Tidak ada mekanisme Pay-to-Win dalam game ini! Di Sword of Justice, pemain tidak perlu mengeluarkan uang untuk menikmati seluruh fitur utama dalam game ini.
Sword of Justice adalah game yang ideal untuk dimainkan saat bepergian. Ingin menjadi master bela diri yang menantang semua lawan dalam pertarungan brutal, atau memilih gaya hidup yang lebih santai sebagai petani, nelayan, seniman kaligrafi, atau arkeolog? Pemain bisa menjadi semua itu. Mainkan Sword of Justice sesuai gayamu, tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun.
Open World yang Hidup: NPC Berbasis AI & Cerita yang Dibentuk oleh Pemain
Sword of Justice menawarkan dunia yang luas dan terbuka, dipenuhi dengan musuh untuk dikalahkan dan rahasia untuk diungkap. Ada kota-kota ramai yang dipenuhi dengan pemain dan NPC yang saling berinteraksi. NPC-NPC ini didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI), memberikan mereka kepribadian dan memori unik, sehingga mereka dapat mengingat interaksi sebelumnya dan merespons secara real-time. Ucapkan selamat tinggal pada rutinitas yang kaku dan membosankan, karena dunia Sword of Justice bereaksi terhadap semua pemain, memungkinkan pemain untuk membentuk cerita sendiri di dunia bela diri.
Bagi mereka yang ingin menjalin hubungan di dunia indah Sword of Justice, ada banyak cara untuk melakukannya, karena game ini menawarkan berbagai pengalaman sosial yang santai dan terbuka. Pemain dapat menjalin ikatan melalui mentoring orang lain, bersumpah persaudaraan sebagai petualang, membentuk guild, dan bahkan jatuh cinta. Ada lebih dari 100 jam cerita single-player yang bisa dieksplorasi, dengan teman-teman unik yang akan membantu pemain menciptakan cerita mereka sendiri. Dunia Sword of Justice menawarkan pengalaman yang kaya bagi para pemain yang suka bersosialisasi dan menikmati permainan bersama orang lain, serta pemain solo yang lebih suka bermain secara fokus.
Sword of Justice menawarkan pengalaman epik yang tak tertandingi, dengan ratusan jam gameplay menanti para pemain yang menjelajahi dunia indah dan isinya. Game ini adalah tentang pertarungan epik dan gua-gua berbahaya, membuat senjata dan mengumpulkan harta karun, tentang cinta yang hadir dan persaingan yang berbahaya. Segala keputusan ada ada di tangan para pemain. Jadi jangan lewatkan Sword of Justice saat diluncurkan di mobile dan PC pada 7 November, dan ikuti saluran media sosial game resminya untuk mendapatkan informasi terbaru.
Untuk info lebih lanjut tentang Sword of Justice, kunjungi:
Jika berbicara tentang game yang mampu bertahan di hati fansnya selama puluhan tahun, maka Final Fantasy Tactics adalah salah satunya. Dirilis pada era konsol PlayStation tahun 90-an, game ini berhasil memikat gamer dengan sistem job yang kompleks, karakter yang berkesan, serta kisah bertema moralitas dan kekuasaan.
Meski tidak sepopuler saudara dan saudarinya, Final Fantasy Tactics tidak selesai hanya dengan satu game saja. Pada 2003 ada Final Fantasy Tactics Advance dan berlanjut dengan sekuel Grimoire of the Rift. Lalu di 2007 dibuatlah Final Fantasy Tactics: The War of Lions yang merupakan versi terupdate Final Fantasy Tactics.
Kini, Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles hadir sebagai versi modern dari Final Fantasy Tactics. Secara keseluruhan game ini tidak berubah, melainkan hanya dipoles ulang agar sesuai dengan ekspektasi gamer masa kini.
Konsep tersebut bisa kami mengerti setelah memainkan versi review Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles di PC selama lebih dari 10 jam. Kami yang dulu pernah memainkan game originalnya di PSOne, sekarang bisa memainkannya lagi di platform baru.
Inilah pengalaman yang kami rasakan selama memainkan gamenya.
Kembali ke Negeri Ivalice
Dari cerita Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles sama sekali tidak mengalami perubahan. Narasi masih disampaikan oleh seorang sejarawan di masa depan, yang menceritakan tentang fakta yang tersembunyi di balik perang, yaitu tentang sang tokoh utama Ramza Beoulve. Sejatinya ia adalah seorang pahlawan, namun justru dikenang sebagai penjahat dan penganut aliran sesat.
Cerita dari Final Fantasy Tactics sendiri akan dibagi menjadi 3 chapter. Dimulai dari awal ketika Ramza masih remaja dan masih menjadi seorang Squire, lalu ketika ia sudah dewasa dan bergabung dengan tentara bayaran, dan yang terakhir ketika ia dicap sebagai heretic.
Pada awalnya, cerita yang disajikan terkesan sederhana. Namun seiring waktu berkembang menjadi cerita yang penuh intrik. Tema politik, pengkhianatan, dan moralitas, terutama tentang kasta yang melibatkan bangsawan, pendeta dan rakyat biasa, hingga kekuatan supranatural, disajikan secara baik dalam game ini.
Kalian tidak perlu takut terintimidasi dengan ceritanya. Karena developer berhasil merajut semua elemen tersebut dalam satu alur cerita yang enak untuk diikuti. Dalam versi modern juga sudah diimplementasi fitur State of the Realm. Fungsi dari fitur ini adalah agar pemain bisa terus terupdate dengan situasi politik di Ivalice yang terus berubah. Untuk mengaksesnya kalian tidak perlu sampai membongkar bagian option, karena fitur ini mudah untuk ditemukan.
Pengisi Suara Mengubah Segalanya
Dulu di game originalnya, kami hanya bisa merasakan bagaimana kehidupan di Ivalice dengan membaca teks dialog. Pada versi modern pesan yang disampaikan menjadi dua arah, dari teks dan juga dialog lengkap dengan suara. Oleh karena itu, penambahan voice actor dalam game ini menurut kami adalah terobosan yang paling berpengaruh.
Setiap karakter di dalam game akan memiliki aksen masing-masing. Rakyat biasa dan tentara akan berbicara dengan logat yang agak kasar, sementara kaum bangsawan memiliki tutur yang elegan. Fitur baru ini tidak hanya membuat game jadi lebih imersif, tetapi juga memberi kedalaman emosional yang tak mungkin dicapai dengan teks semata.
Berbicara tentang dialog, developer juga sudah menyesuaikan teks agar lebih relevan dan tidak menyimpang. Ketika dulu memainkan versi originalnya, banyak kata-kata yang terkesan tidak tepat dan aneh karena disebabkan oleh lokalisasi bahasa yang kurang. Sekarang masalah ini sudah tidak ada lagi.
Visual dengan Polesan Baru
Secara visual, kami menyimpulkan Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles tampil lebih tajam dibandingkan game originalnya. Warna menjadi lebih hidup dengan penambahan special effect di visual seperti blur. Semua perubahan ini ditambahkan tanpa menghilangkan nuansa isometrik retro khas game ini.
Sebelum memulai permainan, pemain lebih dulu akan disuguhkan oleh dua pilihan dari segi visual. Bagi yang ingin merasakan nostalgia dengan tampilan lawas bisa memilih versi klasik. Sedangkan pilihan satu lagi adalah versi modern dengan visual dan konten yang sudah dipoles ulang. Kesempatan untuk memilih memainkan game legendaris dengan dua style ini sebetulnya adalah sebuah bentuk penghormatan, tidak hanya untuk gamenya tapi juga para puris yang ingin merasakan pengalaman klasik sepenuhnya.
Perubahan secara signifikan juga terjadi pada desain UI. Tampilan Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles didesain semodern mungkin, yang tidak hanya enak dilihat tetapi juga efisien.
Saat battle misalnya, pemain sekarang bisa melihat urutan giliran di sisi layar, tampilan Job Point dan Experience Point yang terlihat secara real-time, mengubah tampilan menjadi vertikal sementara waktu, dan juga opsi menampilkan atau menyembunyikan bar HP dan nama karakter.
Kini pemain juga bisa meninjau ulang formasi pasukan langsung di medan perang, bukan di ruang abstrak seperti dulu. Bahkan random encounter kini bisa dihindari. Jika secara tidak sengaja pemain masuk dalam random encounter dan ingin keluar secara instan juga bisa.
Mekanisme Gameplay yang Sudah Dua Abad Tapi Tidak Pernah Membosankan
Keseruan sistem combat turn-based strategy di Final Fantasy Tactics tidak pernah pudar meski sudah dimakan waktu. Apa yang kami rasakan dulu pada tahun 1997, masih terasa di tahun 2025.
Sekali lagi kami dibawa ke medan pertempuran berbentuk persegi panjang yang memiliki desain bentang alam bermacam-macam. Dimana setiap langkah Ramza dan pasukannya diwakili oleh CT (Charge Time) serta persegi penanda lokasi karakter. Semakin cepat CT terisi, semakin cepat pula giliran karakter untuk bergerak tiba, entah itu musuh atau tim Ramza.
Tugas kami hanya satu, yaitu memenuhi objective yang diminta untuk menyelesaikan battle. Bisa itu mengalahkan semua musuh, melindungi karakter tertentu, atau menghabisi satu target utama. Apapun misinya, kami tidak bisa hanya sekedar menjalankan karakter tanpa strategi. Salah langkah sedikit saja, battle akan berakhir dengan kemenangan bagi musuh.
Sistem battle seperti ini membutuhkan waktu untuk dimengerti. Seandainya kalian seperti kami yang sudah veteran, maka PRnya hanya cukup mengingat kembali. Tapi bagi pemain baru sistem ini bisa mengintimidasi. Developer menyadari hal tersebut dengan memberikan pilihan tingkat kesulitan. Jika ingin tantangan, kami menyarankan kalian untuk memilih tingkat kesulitan tertinggi.
Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles masih memiliki sistem job ikoniknya yang terdiri dari sekitar 20 kelas. Mulai dari Squire, Knight, Black Mage, hingga Arithmetician yang dulu bernama Calculator. Setiap kelas memiliki keunikannya sendiri, dengan beragam skill untuk action, reaction, support, dan juga movement.
Misalnya kelas Geomancer yang memanipulasi tipe permukaan tanah sebagai serangan, Arithmetician yang mampu menggunakan berbagai tipe sihir secara instan tanpa mengkonsumsi MP, tapi berdasarkan kalkulasi seperti, tipe bilangan, level, atau ketinggian karakter. Kalian juga bisa merekrut musuh on-the-go menjadi anggota tim memakai Mediator, atau mungkin malah menjadi Super Squire?
Semua skill yang dimiki oleh masing-masing kelas juga dapat dikombinasikan sesuka hati. Beberapa bisa menciptakan sinergi yang luar biasa, menjadikan karakter yang menggunakannya broken alias IMBA. Inilah fokus utama sekaligu sumber kekuatan dari gameplay Final Fantasy Tactis, yaitu kebebasan dan fleksibilitas dalam menciptakan unit sesuai dengan kemauan.
Review Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles: Grinding, Grinding, dan Grinding
Kekurangan semua game RPG adalah grinding yang tiada akhir. Keharusan inilah yang membuat tidak semua gamer bisa menyukai game dengan genre tersebut, tidak terkecuali pada Final Fantasy Tactics.
Kami dengan berat hati menyampaikan bahwa elemen grinding ini masih ada di versi modern gamenya. Grinding ini juga penting tidak hanya untuk menaikkan level karakter, tapi juga memperkuat kelas yang dipakai sekaligus membuka yang baru. Setidaknya sekarang pemain bisa mempercepat waktu battle dengan fitur fast-forward.
Kami juga perlu menyoroti sistem progression di game ini yang sebetulnya mencoba untuk mengeliminasi grinding. Setiap tindakan yang dilakukan oleh karakter saat battle akan memberikan reward secara langsung dalam bentuk experience point atau job point. Experience ditujukan untuk menaikkan level karakter, dan job point untuk menaikkan level kelas sekaligus mata uang untuk mendapatkan skill baru.
Jadi alih-alih menunggu battle selesai untuk mendapatkan reward, kalian bisa memilih untuk berlama-lama demi memaksimalkan kemampuan setiap anggota tim. Cukup dengan satu battle saja kalian bisa membuat level Ramza dan timnya naik 10 sampai dengan 20 level. Sehingga pada battle-battle selanjutnya kalian tidak perlu lagi grinding.
Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles Dari Segi Teknis
Selama memainkan versi review Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles, kami menggunakan PC dengan spesifikasi CPU i5-14400F, GPU RTX 3060, RAM 32GB, dan SSD. Karena gamenya sendiri yang bisa dibilang enteng, kami tidak pernah mengalami masalah teknis atau bug selama memainkan gamenya.
Kesimpulan Review Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles
Kesimpulan kami dari review Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles adalah game ini merupakan bukti bahwa karya besar tak pernah lekang oleh waktu. Game ini sebetulnya tidak membutuhkan remaster karena memang sudah bagus apa adanya. Pembaruan dan polesan ulang hanya membuat game ini menjadi lebih sempurna.
Alur cerita yang penuh Intrik dan pengkhianatan, serta sistem job yang luar biasa masih menjadi pondasi utama Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles. Apalagi ditambah dengan optimalisasi UI, fitur modern, serta perubahan yang menurut kami adalah gamechanger yaitu kehadiran pengisi suara.
Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles berhasil membawa salah satu RPG strategi terbaik sepanjang masa ke generasi baru tanpa kehilangan jiwanya.
Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles sudah tersedia di PS5, PS4, Xbox Series, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, dan PC.