Franchise populer dari Koei Tecmo, Dynasty Warriors telah melebarkan sayapnya ke perangkat mobile. Game ini berjudul Dynasty Warriors M dan dibuat oleh Nexon. Kabar baiknya Dynasty Warriors M sudah bisa didownload mulai hari ini di Indonesia melalui Google Play (Android) dan Play Store (iOS). Game ini menggunakan sistem F2P dan akan memiliki microtransaction di dalamnya.
Sama dengan versi konsol dan PCnya, Dynasty Warriors M masih menggunakan gaya bermain action. Setidaknya ada 50 karakter yang bisa digunakan dan masing-masing memiliki kemampuan Musou. Game ini juga akan menghadirkan alur cerita yang diangkat dari peristiwa-peristiwa sejarah di era Three Kingdoms seperti Yellow Turban Rebellion.
Lords of the Ring: Gollum dan Redfall bisa bernapas lega. Rupanya ada game lain yang masuk dalam daftar game terburuk tahun 2023. Game ini berjudul Skull Island: Rise of Kong. Ketika trailer pertamanya ditayangkan, Rise of Kong langsung menjadi bahan tertawaan akibat kualitas grafisnya. Ketika akhirnya rilis game ini juga langsung dihujani oleh review negatif.
Berbicara dengan The Verge, narasumber yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan proses pengembangan Skull Island: Rise of Kong yang dilakukan oleh IguanaBee. Menurutnya kegagalan dari Rise of Kong disebabkan oleh ulah dari publisher GameMill Entertainment. Ia mengatakan bahwa GameMill hanya memberikan waktu 1 tahun untuk mengembangkan Rise of Kong. Hal yang lebih mengagetkan adalah jumlah developer yang mengerjakan yaitu hanya 2 sampai dengan 20 orang.
Tidak hanya itu, narasumber ini juga menjelaskan kebijakan pendanaan yang digunakan oleh GameMill menyebabkan mundurnya beberapa developer senior. Akibatnya IguanaBee menjadi hilang arah dan menganggu proses pengembangan.
Bagaimana menurut kalian? Skull Island: Rise of Kong sudah tersedia dari tanggal 17 Oktober.
Setelah Assassin’s Creed Mirage, game selanjutnya yang sedang dipersiapkan oleh Ubisoft adalah Assassin’s Codename Red. Meski informasi mengenai game ini masih sangat terbatas, Ubisoft sudah mengungkap latarnya yaitu di Jepang pada era Shogun.
Barusan muncul kabar baru yang berkaitan dengan Assassin’s Codename Red. Senior Writer dari Ubisoft, Pierre Boudreau mendadak membagikan cover photo di LinkedIn gambar karakter assassin dengan background berwarna merah. Assassin ini kelihatannya adalah seorang wanita dan membawa senjata pedang yang kelihatannya adalah katana. Pada bagian belakang terlihat siluet gambar bangunan yang diduga semacam pagoda. Bahkan terdapat juga logo Assassin’s Creed yang memiliki ciri Jepang.
Banyak yang menganggap bahwa Boudreau secara tidak sengaja atau malah sengaja, memperlihatkan sekilas karakter utama dari Assassin’s Codename Red. Gambar ini juga tidak diperlihatkan lama-lama. Mungkin karena sudah sadar, Boudreau lalu mengganti gambar tersebut dengan gambar Evior dari Assassin’s Creed Valhalla. Untungnya gambar ini sudah sempat disimpan oleh Eurogamer.
Apakah betul gambar itu adalah karakter utama Assassin’s Codename Red? Bagaimana menurut kalian? Game ini sendiri masih belum mendapatkan tanggal rilis pasti, meski kabarnya Assassin’s Codename Red akan rilis di tahun 2024.
Nama job baru yang akan hadir di ekspansi Dawntrail Final Fantasy XVI telah diungkap. Dalam video baru yang dibagikan pada channel YouTube Final Fantasy XVI, disebutkan bahwa nama job tersebut adalah Viper. Job ini menggunakan dua pedang yang dapat disambung menjadi satu seperti senjata milik Zidane Tribal dari Final Fantasy IX.
Selain video tersebut, channel YouTube Final Fantasy XVI juga membagikan video-video lain yang masih berkaitan dengan ekspansi Dawntrail termasuk extended cinematic trailernya:
Dawntrail akan menghadirkan wilayah baru yang bernama Tural dimana pemain akan mengungkap mitos tentang City of Gold. Ekspansi akan dirilis pada musim panas 2024 bersamaan dengan versi Xbox Final Fantasy XVI.
Sega dan Atlus telah mengkonfirmasi bahwa Persona 5 Tactica akan memiliki mode New Game+. Mode ini bisa diakses setelah pemain menamatkan game. Semua progress akan dapat dibawa ke dalam New Game+.
Saat menjalankan story mode, pemain akan dapat menemui mekanik khusus dan clear condition tertentu pada setiap misi. Setiap misi juga akan menawarkan alur cerita unik yang membuka percakapan dengan anggota party yang lain. Menyelesaikan misi juga akan memberi GP yang dapat digunakan untuk mengembangkan skill tree.
Persona 5 Tactica juga menyediakan fitur Replay. Setelah menyelesaikan misi, pemain dapat mengulangi lagi misi tersebut dengan Replay. Selain untuk meningkatkan level karakter, pemain juga bisa menggunakan Replay untuk menyelesaikan tantangan di misi.
Persona 5 Tactica akan dirilis pada tanggal 17 November 2023 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC.
Sangat jarang bagi game bergenre roguelite untuk mendapat sorotan. Game seperti Hades, Dead Cell, dan Returnal adalah contoh dari game roguelite yang sudah dikenal banyak orang. Selain itu sebetulnya masih banyak game roguelite lain yang tidak kalah bagus. Tapi karena jarang disorot, game-game ini luput dari perhatian.
Endless Dungeon adalah salah satu contoh dari game roguelite bagus yang luput dari perhatian. Perilisan yang berdekatan dengan raksasa Marvel’s Spider-Man 2 membuat game buatan Amplitude Studios ini kurang mendapat eksposur. Sebelum membuat Endless Dungeon, Amplitude sudah pernah membuat game dengan genre yang sama yaitu Dungeon of the Endless.
Saya mewakili Playcubic telah mendapat kesempatan dari Sega untuk memainkan Endless Dungeon lebih awal. Saya sendiri sebetulnya kurang cocok dengan game bergenre roguelite yang terkenal dengan tingkat kesulitannya. Tapi saya menyukai Endless Dungeon. Sebabnya game ini memadukan roguelite dengan tower defense ditambah unsur shooter dan puzzle.
Labirin Luar Angkasa Tanpa Akhir
Jangan berharap menemukan alur cerita yang kompleks di Endless Dungeon. Cerita dari game ini sangat sederhana yaitu pemain terdampar di stasiun luar angkasa misterius berisi labirin raksasa. Jalan keluar dari tempat ini hanya satu yaitu mencapai bagian terdalam yang dinamakan The Core. Untuk mencapainya tidak mudah, karena labirin ini penuh dengan pintu yang membingungkan sekaligus sarang monster.
Jika penasaran dengan latar belakang cerita Endless Dungeon, kalian bisa menggumpulkan data saat bermain. Data ini bisa kalian gunakan di Library untuk mengetahui asal usul dari stasiun angkasa luar tersebut.
Pada awal permainan, kalian akan menggunakan karakter bernama Sweeper untuk menyelesaikan mode tutorial. Setelah selesai kalian akan dilempar ke tempat bernama The Saloon yang berfungsi sebagai Town Hub. Perjalanan kalian untuk keluar dari labirin pun dimulai.
Grafis Gaya Top Down Ala Diablo
Dari segi grafis Endless Dungeon bukanlah game yang penuh dengan special effect dan menggunakan mocap. Sama seperti ceritanya, grafis game ini bisa dibilang biasa-biasa saja. Selama bermain kalian akan disuguhi dengan gaya pandang top-down ala game Diablo.
Dari segi desain, level yang ada di Endless Dungeon akan terus menampilkan desain yang sama yaitu ruangan dan lorong stasiun luar angkasa. Bentuk senjata yang ada juga kurang terlihat secara jelas. Untungnya desain karakter dan monster di game ini menarik.
Karakter yang bisa kalian pilih tidak hanya berbentuk manusia saja. Ada yang berbentuk robot, naga humanoid, sampai dengan turret yang sudah “reinkarnasi” menjadi manusia. Monster memiliki empat tipe yaitu Bots, Bugs, Blurs, dan Blobs. Setiap tipe akan memiliki bentuk dan karakteristik yang berbeda. Ditambah lagi adanya tipe boss monster seperti Bug Momma yang merupakan ratu dari monster tipe Bugs.
Gameplay Dimana Mati Adalah Kunci
Gagal dan mati dalam misi adalah rutinitas di Endless Dungeon. Tugas pemain adalah mengawal Crystal Bot. Jika Crystal Bot hancur, maka otomatis misi akan gagal dan harus mengulang lagi dari awal. Untuk mempertahankan Crystal Bot, pemain akan diminta untuk memilih Hero dengan kemampuan tertentu. Pemain juga bisa membangun turret untuk bertahan dari serangan monster yang datang secara bergelombang.
Setiap level yang ada di Endless Dungeon juga akan terus berubah dan tidak pernah sama layoutnya. Pemain juga akan diminta untuk berpikir karena ada sistem manajemen resource yang dibagi menjadi tiga tipe yaitu Science, Industry, dan Food. Ketiga tipe resource ini vital karena bisa digunakan untuk upgrade atau membangun turret. Itulah inti gameplay dari Endless Dungeon sebagai game rogue-lite plus tower defense.
Endless Dungeon memiliki sistem progression. Beberapa hal yang didapatkan pemain dalam sesi permainan akan dibawa ketika memulai dari awal lagi. Jadi sebelum memulai permainan baru, pemain bisa membuat persiapan agar bisa berhasil atau setidaknya melewati titik kegagalan sebelumnya.
Endless Dungeon bisa dimainkan oleh tiga pemain dalam dua mode yaitu singleplayer dan multiplayer. Jika bermain sendirian maka bisa menggunakan dua NPC sebagai pengganti pemain lain. Mode multiplayer sendiri bisa dimainkan dengan online matchmaking atau langsung dengan menjadi host. Saran saya mainkan game ini dalam mode co-op dengan teman untuk merasakan full experience.
Delapan Karakter dengan Skill Berbeda-Beda
Endless Dungeon memiliki delapan karakter yang bisa dipilih. Setiap karakter akan menawarkan gameplay yang unik karena memiliki skill berbeda-beda.
Misalnya Sweeper yang merupakan karakter pertama yang bisa dimainkan memiliki stats yang balance sehingga ramah untuk pemula. Ada Shroom yang merupakan karakter dengan spesialisasi healing, Blaze cowboy luar angkasa dengan peran DPS karena memiliki stats critical chance tertinggi, atau Fassie yang berprofesi sebagai bartender dan bisa memberikan buff attack ke anggota timnya.
Setiap karakter juga memiliki spesialisasi senjata yang berbeda-beda. Tipe senjata di Endless Dungeon dibagi menjadi dua tipe yaitu one-handed weapon dan two-handed weapon. Kedua tipe senjata ini menggunakan satu dari empat elemen yaitu Electricity, Fire, Acid, dan Light. Elemen inilah yang akan berperan banyak karena setiap monster akan memiliki kelemahan pada elemen tertentu. Tidak peduli sekuat apa daya serang senjata jika elemennya bukan kelemahannya, musuh akan sulit mati. Justru karakter kalian yang akan mati.
Hal yang menyebalkan menurut saya adalah ketika sedang berada di level tertentu dan tidak memiliki senjata dengan tipe elemen yang sesuai dengan kelemahan musuh. Saya harus banyak berdoa karena senjata hanya bisa diperoleh dari peti harta atau NPC penjual yang munculnya random.
Baik senjata maupun karakter bisa kalian upgrade dengan menggunakan in-game currency bernama Cells di Workshop. Khusus untuk karakter sebelum bisa diupgrade, kalian harus terlebih dahulu harus menyelesaikan Hero Quest. Biasanya Hero Quest ini meminta kalian untuk mencari item atau menyelesaikan satu level dengan kriteria tertentu.
In-game currency lain adalah Scraps atau bisa dibilang mata uang utama Endless Dungeon. Scraps bisa didapat dengan menyelesaikan misi dan membunuh monster. Scraps nantinya bisa digunakan untuk membuka fitur-fitur baru di The Saloon.
Membangun Turret Juga Perlu Uang
Ada dua jenis turret yang bisa digunakan di Endless Dungeon. Jenis pertama adalah turret yang berfungsi untuk menyerang monster. Sama seperti monster, turret juga dibagi menjadi empat elemen yaitu Electricity, Fire, Acid, dan Light. Untuk jenis kedua adalah turret yang bisa memberikan buff kepada turret lain atau karakter pemain.
Kalian perlu mengetahui turret mana yang perlu dipakai dalam situasi tertentu. Misalnya ketika berhadapan dengan monster tipe bugs yang lemah terhadap Fire, kalian tidak bisa menggunakan turret dengan tipe serangan Acid. Lalu jika ingin turret kalian memberikan damage lebih besar, maka kalian juga harus membangun jenis turret yang bisa memberikan buff.
Kalian juga harus mewaspadai jumlah resource yang digunakan untuk membangun turret. Pastikan mesin yang memproduksi resource tetap terlindungi dari serangan musuh. Jika sampai hancur, kalian tidak bisa lagi mendapatkan resource dan otomatis tidak bisa membangun turret atau melakukan upgrade pada karakter.
Apakah kelihatannya kompleks? Pada awalnya saja juga mengira seperti itu. Tapi setelah akhirnya mengenal mekanik-mekanik yang ada di Endless Dungeon, saya justru merasa tertantang. Mengenal layout dari level sambil memetakan bagian-bagian mana yang perlu dilindungi sekaligus menjaga Crystal Bot agar tetap hidup adalah tantangannya.
Endless Dungeon Dari SegI Grafis
Saya memainkan Endless Dungeon dengan PC. Spesifikasi PC yang saya gunakan adalah i5-9400F, GeForce RTX 3060, dan RAM 16GB. Selama bermain saya tidak pernah mengalami masalah teknis yang disebabkan oleh hardware. Justru satu-satunya masalah yang pernah terjadi disebabkan oleh gamenya.
Pada saat memainkan mode multiplayer bersama teman, mendadak karakter saya stuck dan tidak bisa digerakkan sama sekali. Saya akhirnya terpaksa melakukan force close karena tidak bisa mengakses menu. Mirisnya semua progression yang sudah saya dapat hilang.
Kesimpulan
Harus saya akui bahwa Endless Dungeon adalah salah satu game bagus di bulan Oktober ini. Meski dari grafis tergolong sederhana, Endless Dungeon akan memberikan gameplay penuh tantangan. Kombinasi roguelite dengan tower defense membuat gameplay tidak monoton hanya sekedar untuk git gud saja. Tetapi juga mengajak pemainnya untuk memikirkan strategi.
Sayangnya adalah genre roguelite sendiri yang bukanlah genre mainstream. Ini akan menjadikan Endles Dungeon sebagai game niche dan hanya disukai oleh mereka yang menyukai genre tersebut. Tapi jika seandainya kalian mau mencobanya dulu, bisa jadi kalian pada akhirnya akan jatuh hati ke genre rougelite seperti saya. Asalkan kalian memainkannya bersama dengan teman, jangan sendirian.
Sega dan Sports Interactive telah mengumumkan tahap Early Access untuk Football Manager 2024 yang tersedia di PC (Steam dan Epic Games Store). Mereka yang telah melakukan pre-order FM24 akan dapat langsung masuk ke Steam atau Epic Games Store untuk memainkan FM24.
Versi Early Access adalah versi hampir lengkap (tetapi bukan final) dari FM24. Pemain mungkin menemukan beberapa bug dan masalah selama bermain. Masalah ini bisa dilaporkan langsung ke tim Sports Interactive melalui tombol ‘Report Bug’ di sidebar. Mode online juga sudah diaktifkan dalam Early Access, tetapi tidak ada akses ke Steam Workshop atau editor sebelum gamenya dirilis penuh.
Pada tahap Early Access juga berisi informasi yang masih dalam proses persetujuan dengan pemegang hak cipta. Sehingga ada beberapa aset klub atau pemain yang mungkin absen. Bagi mereka yang sudah memulai single-player carrers pada tahap Early Access, maka dapat dilanjutkan ke versi full game pada saat perilisan tanggal 6 November 2023.
Detail mengenai Early Access FM24 bisa dilihat di sini.
Sega dan Atlus merilis informasi terbaru untuk Persona 3 Reload. Informasi yang dibagikan adalah tentang combat detail dari karakter Protagonist, Yukari Takeba, dan Junpei Iori.
Pada Persona 3 Reload, anggota Specialized Extracurricular Execution Squad (SEES) akan mengenakan baju tempur saat menghadapi Tartarus. Protagonist akan menggunakan one-handed sword dengan Persona Orpheus, Yukari Taeba akan menggunakan bow dengan Persona Io yang memiliki kemampuan healing dan wind, terakhir adalah Junpei Iori yang menggunakan two-handed sword dengan Persona Hermes yang memiliki kemampuan fire dan slashing.
Setiap karakter di Persona 3 Reload akan memiliki stats yang dibagi menjadi tiga tipe; Academics, Charm, dan Courage. Cara untuk meningkatkan stats dengan menjalankan aktivitas sehari-hari di Dorm seperti belajar atau bersosialisasi dengan para murid lain di sekolah.
Bagi mereka yang melakukan pre-order versi fisik atau versi digital, akan mendapatkan Persona 3 Reload: Persona 4 Golden BGM Set DLC sebagai bonus terbatas. DLC eksklusif ini berisi soundtrack dari Persona 4 Golden seperti “Reach Out to the Truth”, “Time To Make History”, “I’ll Face Myself -Battle-”, “A New World Fool”, “The Fog”, dan “Results”.
ersona 3 Reload dijadwalkan rilis pada tanggal 2 Februari 2024, di Xbox Series, Xbox One, Windows, PS4, PS5, dan PC (Steam).
ASUS telah mengumumkan ketersediaan Pen Display ASUS ProArt PA169CDV, sebuah layar UHD 4K portabel 15,6 inci dengan panel IPS 10-bit. Dalam paketnya, monitor ini telah dilengkapi ProArt Pen yang dibekali teknologi EMR Wacom untuk menghadirkan pengalaman menulis dan menggambar yang nyaman. PA169CDV adalah monitor portabel pertama di dunia yang telah PANTONE® Validated dan Calman Verified untuk menampilkan warna yang paling akurat kepada kreator. Monitor ini juga memiliki desain inovatif dengan menghadirkan kickstand atas dan bawah yang membuat pengguna dapat mengatur sudut kemiringan yang berbeda untuk produktivitas harian dan alur kerja kreatif.
Visual sempurna dengan detail luar biasa
ProArt PA169CDV dirancang untuk mendukung para kreator dan menyederhanakan alur kerja dunia kreatif. Panel 4K UHD (3840 x 2160) menawarkan 4X pixel density dan onscreen space hingga 3X lipat seperti yang ditampilkan layar FHD dalam ukuran yang sama. Tingkat kecerahan hingga 500 nits dan sertifikasi VESA DisplayHDR™ 400 memberikan gambar yang lebih cerah dan nyata dengan detail yang luar biasa.
Pengalaman Menggambar dan Menulis Natural
ASUS ProArt Pen mendukung kreativitas tanpa batas dengan menghadirkan teknologi EMR Wacom bawaan untuk mendeteksi setiap gerakan tangan secara akurat, meskipun ketika pena dimiringkan hingga 40°. ProArt Pen memiliki 4096 sensitivitas tekanan, sehingga semuanya terasa intuitif dan akurat meskipun sedang menggambar dengan cepat atau lambat, membuat garis tipis atau tebal, maupun membuat bayangan objek yang halus. ProArt Pen juga dibekali dengan dua pen nib tambahan.
Panel pada PA169CDV telah dilapisi sepenuhnya untuk meminimalkan kesalahan paralaks, sehingga menawarkan akurasi piksel yang presisi untuk menghadirkan sensasi menulis atau menggambar di atas kertas asli. Permukaan layar juga dibekali lapisan anti-silau dan anti sidik jari untuk mencegah noda serta pantulan cahaya yang tidak nyaman.
Di sisi lain, software ASUS Control Panel menawarkan kontrol yang mudah saat menggunakan aplikasi kreatif seperti software Adobe, DaVinci Resolve, Clip Studio Paint, dan masih banyak lagi. Control Panel tersebut menyuguhkan kontrol sentuh dial, slider, button, dan scroll yang dapat disesuaikan, sehingga memudahkan pengguna untuk menerapkan kontrol ke berbagai fungsi, seperti mengubah ukuran kuas atau saturasi warna. Control Panel juga memiliki fungsi Color Management terbaru untuk membantu kreator mengoptimalkan tool warna. Selain itu, Asus berkolaborasi dengan PANTONE untuk menyediakan data warna digital agar memastikan proyek kreatif memiliki warna yang paling akurat.
ASUS Dial adalah kontroler fisik yang akurat untuk aplikasi kreatif. Tombol Dial ini dibekali switch yang memungkinkan kreator memilih mode stepped atau stepless. Tombol Dial juga menawarkan shortcut khusus yang dapat digunakan untuk memperbesar dan memperkecil gambar atau menyesuaikan ukuran kuas dengan mudah. Antarmuka default bahkan dapat diatur agar menyesuaikan gaya kerja setiap orang.
Warna Memukau
Profesional di bidang kreatif sangat mengandalkan layar dengan warna yang akurat untuk memastikan proyek mereka sesuai yang mereka inginkan. PA169CDV adalah layar portabel pertama di dunia yang memenuhi standar PANTONE Validated dan Calman Verified untuk memastikan warna yang akurat. PA169CDV memiliki kedalaman warna 10-bit, 100% sRGB, 100% Rec.709, dan gamut DCI-P3 kelas bioskop untuk menampilkan visual yang sangat realistis. Warna yang tampak di layar lebih beragam dan lebih nyata, sehingga cocok untuk proyek dengan warna intensif. Selain itu, setiap unit PA169CDV telah dikalibrasi dari pabrik untuk memastikan akurasi warna Delta E < 2 dan diuji dengan cermat untuk memastikan gradasi warna yang halus untuk tampilan visual terbaik.
Fitur yang Sesuai dengan Kebutuhan
PA169CDV menawarkan beberapa port untuk memenuhi kebutuhan kreator, misalnya solusi USB-C® kabel tunggal1 yang mendukung Mode Alt DisplayPort™ dan input daya secara bersamaan. Selain itu, tersedia juga port USB-C lain khusus untuk adaptor daya. PA169CDV memiliki fleksibilitas tambahan dengan menghadirkan port HDMI untuk kompatibilitas terhadap berbagai sumber input.
PA169CDV memiliki dua kickstand bawaan yang menyangga monitor pada sudut yang berbeda. Kickstand bawah memberikan sudut pandang yang ideal sebagai tampilan sekunder untuk produktivitas sehari-hari, sedangkan kickstand atas memberikan posisi miring dengan sudut 17° yang landai untuk berbagai tugas kreatif.
Siap untuk Masa Depan yang Berkelanjutan
PA169CDV diuji secara ketat untuk memenuhi persyaratan sertifikasi keberlanjutan terkemuka di dunia. Beragam pengujian canggih ini telah seseuai dengan kriteria sertifikasi terbaru, diverifikasi secara independen, serta berfungsi sebagai sistem terstruktur untuk memastikan peningkatan berkelanjutan produk ASUS.
Sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian lingkungan, kemasan PA169CDV terbuat dari karton yang dapat didaur ulang. ASUS telah merancang kemasan yang dapat mengurangi berat dan volume, sehingga membantu melestarikan sumber daya alam serta memuat lebih banyak perangkat yang dapat diangkut dalam satu kontainer pengiriman.
Gratis langganan Adobe Creative Cloud
ASUS telah bekerjasama dengan Adobe untuk mendukung alur kerja kreatif dengan rangkaian aplikasi dan layanan Creative Cloud ®yang terkenal. Setiap pembelian ProArt Display PA169CDV di wilayah tertentu telah disertai langganan Adobe Creative Cloud gratis selama tiga bulan (senilai hingga USD 238,47). Langganan tersebut memberikan akses ke lebih dari 20 aplikasi, seperti Photoshop®, Premiere® Pro dan After Effects® serta dengan penyimpanan cloud sebesar 100 GB untuk para kreator.
Sony telah mengumumkan harga dari PS5 Slim untuk negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Untuk Indonesia, harga dari PS5 Slim dipatok dari angka IDR 8 juta sampai dengan IDR 9 juta. Berikut adalah daftar lengkapnya yang dikutip dari website PlayStation Blog:
PS5 with Ultra HD Blu-ray disc drive – IDR 9,699,000
PS5 Digital Edition – IDR 8,199,000
Selain itu Sony juga mengumumkan harga dari aksesoris PS5 Slim. Untuk aksesoris Vertical Stand akan dijual dengan harga IDR 499.000. Khusus untuk PS5 Digital Edition yang tidak memiliki disc drive, Sony juga akan menjual Ultra HD Blu-ray Disc Drive secara terpisah dengan harga IDR 1.839.000.
Mengenai kapan PS5 Slim bisa mulai dibeli, Sony menargetkan konsol tersebut mulai dijual di Amerika Serikat pada bulan November 2023. Untuk wilayah lainnya termasuk Indonesia baru akan mendapatkan setelahnya.