Home Blog Page 322

Review Persona 5 Tactica (PC): Ini Baru Tactical RPG Stylish!

0

Persona 5 adalah salah satu judul dari franchise Persona yang paling sukses. Dulu gamenya berhasil meraih penghargaan Game of The Year. Setelah itu dibuatlah edisi lengkap atau definitive edition yang dirilis ke berbagai platfrom. Belum lagi kolaborasi dengan game lain. Persona 5 juga memiliki beberapa game spin-off.

Mendompleng kesuksesan Persona 5, Sega dan Atlus mencoba untuk membuat game tactical RPG Persona 5 Tactica. Apakah game ini tidak hanya sekedar menumpang nama saja, tapi juga masih memiliki kualitas yang sama dengan Persona 5?

Kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba lebih dulu Persona 5 Tactica di PC. Dari segi grafis dan gameplay memang tidak bisa disamakan dengan Persona 5. Tapi game ini masih membawa kekhasan yang menjadi ciri dari Persona 5.

Bertualang Sekali Lagi dengan Joker and the Gang

Cerita dari Persona 5 Tactica masih melibatkan anggota Phantom Thieves of Hearts. Kali ini Joker dan teman-temannya akan terbawa ke dunia misterius dimana mereka akan bergabung dengan tentara pemberontak bernama Rebel Corps. Mereka diminta untuk membantu menghancurkan tirani dari para penguasa yang berkuasa di dunia tersebut.

Hampir seluruh anggota Phantom Thieves of Hearts akan hadir di Persona 5 Tactica. Mulai dari Joker, Panther, Skull, Mona, Fox, Queen, Noir, dan Oracle akan bisa dimainkan. Ditambah karakter baru yaitu Erina yang merupakan pemimpin dari Rebel Corps dan Toshiro Kasukabe yang merupakan seorang politikus dan entah bagaimana ikut terjebak dalam dunia misterius ini.

Karakter yang Menarik dari Desain Maupun Watak

Pada awal permainan setelah Joker dan teman-temannya berpindah alam, kalian akan langsung berhadapan dengan salah satu diktator yang bernama Marie. Ia menggunakan gaun pengantin dan mengendarai tank. Ditambah lagi Marie berani mengucapkan kata-kata vulgar dan melukai musuhnya dengan sadis.

Karakter seperti Marie inilah yang membuat alur cerita Persona 5 Tactica menarik. Ia betul-betul terlihat seperti orang jahat dan membuat pemain termotivasi untuk mengalahkannya. Ini memang sudah merupakan ciri khas dari game Persona yang bisa memiliki karakter sangat dibenci atau disukai, tapi masih tetap terikat dengan jalur cerita.

Dialog dalam game ini menurut saya juga menarik untuk disimak. Karena setiap karakter memiliki watak yang berbeda-beda. Erina meski merupakan pemimpin dari Rebel Corps ternyata sering gegabah saat mengambil keputusan. Berbeda dengan Toshiro yang penakut dan justru lebih berhati-hati dalam membuat keputusan. Interaksi kedua karakter ini menarik untuk disimak karena saling mengimbangi satu sama lain.

Grafis Lebih ke Kartun

Persona 5 Tactica bisa dibilang lebih sederhana dari segi visual. Baik karakter maupun dunia yang ada di game ini memiliki gaya kartun, bukan anime seperti Persona 5. Seperti kebanyakan tactical RPG, kalian sama sekali tidak bisa menggerakkan karakter kecuali pada saat battle. Game ini juga memiliki cutscene dengan gaya anime, tapi hanya pada momen-momen tertentu saja.

Hal yang menarik perhatian adalah tampilan UI dari Persona 5 yang sangat stylish dan out-of-the-box, sama seperti game originalnya. Inilah salah satu kekhasan dari Persona 5 yang kembali diimplementasi di Persona 5 Tactica.

Game Strategi Turn Based Modern

Gameplay Persona 5 Tactica mengingatkan saya dengan Final Fantasy Tactic, tapi dengan fitur yang lebih modern. Awalnya pemain akan diminta untuk menggerakkan karakter sesuai dengan jumlah kotak atau grid yang ada. Setelah itu pemain bisa menentukan action apa yang akan dilakukan oleh karakternya. Bisa itu menyerang dengan menggunakan senjata jarak dekat atau jauh, menggunakan serangan magic dengan Persona, atau melakukan combo attack. Setelah itu semua selesai, kalian bisa menyatakan giliran selesai dan bergantian dengan giliran musuh. Secara garis besar inilah gameplay dari Persona 5 Tactica.

Jika hanya mengandalkan gameplay turn based saja, Persona 5 Tactica akan sulit untuk bersaing dengan game lain yang segenre. Untuk membedakan, Atlus telah mengimplementasi fitur modern di dalam gameplay. Game ini memiliki fitur cover dimana karakter kalian bisa bersembunyi di belakang objek untuk mengurangi atau malah memblock sepenuhnya serangan musuh.

Menurut saya fitur cover ini membuat permainan menjadi lebih menantang karena membuat saya harus berpikir dua kali sebelum menggerakkan karakter. Sebabnya bukan hanya karakter saya saja yang bisa melakukan cover, musuh pun juga bisa. Beberapa objek juga dapat dihancurkan untuk memberikan AOE damage misalnya bomb barrel. Jadi jangan pernah bersembunyi dibelakangnya.

Karakter juga bisa mendapatkan giliran berjalan lebih dari sekali jika melakukan critical attack. Jika kalian bisa melakukan critical attack lagi, maka karakter kalian bisa terus berjalan tanpa memberikan giliran kepada musuh.

Musuh yang terkena serangan critical akan mengalami status down dan ini adalah kesempatan untuk melakukan serangan combo alias all-out-attack dengan dua karakter lain. Tapi ingat, musuh juga bisa melakukan hal yang sama dengan kalian.

Kekurangan yang menurut saya perlu dikritik adalah tentang jumlah karakter yang bisa digunakan pada saat battle. Kalian hanya bisa menggunakan tiga karakter dan jika dalam situasi khusus bisa ditambah satu karakter lagi yang berstatus guest. Padahal game ini memiliki sembilan karakter yang bisa dimainkan.

Meski jumlah karakter saat battle dibatasi, sebagai gantinya saya bisa dengan instan mengganti karakter yang sedang saya gunakan dengan yang sedang ada di kursi cadangan dengan memakai fitur Batton Pass. Jika karakter kalian KO, karakter cadangan secara otomatis akan menggantikannya.

Persona!

Adalah ciri game Persona yang menghadirkan beragam jenis monster atau demon dengan beragam atribut. Persona sendiri bisa digunakan oleh pemain untuk melakukan serangan magic. Template ini juga ada di Persona 5 Tactica. Setiap kali menang dari pertempuran, kalian akan mendapatkan beberapa Persona yang nantinya bisa kalian pasangkan ke bagian sub-persona karakter untuk mendapatkan magic, skill pasif, dan juga bonus atribut.

Setiap Persona juga bisa kalian kombinasikan untuk menciptakan Persona baru dengan level yang lebih tinggi. Persona ini juga biasanya memiliki skill yang lebih baik dibandingkan Persona sebelumnya.

Jujur saja bagian ini adalah bagian yang membuat saya agak takut. Banyaknya variasi dengan kombinasi skill yang berbeda-beda membuat saya merasa overwhelm. Pada satu sisi, saya ingin karakter saya terus semakin kuat. Tapi pada sisi yang lain, saya juga tidak bisa sembarangan ketika menggabungkan Persona. Karena tidak semua Persona memiliki skill yang saya perlukan.

Cafe Leblanc Sebagai Intermission

Cafe Leblanc akan hadir kembali di Persona 5 Tactica dan akan menjadi hideout bagi Rebel Corp dan Phantom Thieves of the Hearts. Cafe ini akan berfungsi sebagai intermission atau tempat beristirahat setelah menjalankan misi. Banyak hal yang bisa dilakukan pemain pada saat ini seperti menyaksikan interaksi karakter, menjalankan side quest, atau mengakses Velvet Room untuk mengkonfigurasi Persona.

Side quest di Persona 5 tidak selalu muncul dan hanya tersedia setelah momen tertentu. Jika kalian bisa menyelesaikan side quest, maka bisa mendapatkan skill poin yang bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan karakter. Kalian juga bisa mengulang level yang sudah diselesaikan untuk grinding atau melengkapi challenge dengan fitur Replay.

Persona 5 Tactica dari Segi Teknis

Untuk mereview Persona 5 Tactica saya menggunakan PC dengan spesifikasi i5-9400F, GeForce RTX 3060, dan RAM 16GB. Berhubung versi PC game ini sendiri tidak terlalu menuntut banyak dari segi spesifikasi, saya sama sekali tidak pernah mengalami masalah selama memainkannya.

Kesimpulan

Sebagai game spin-off dari franchise besar, Persona 5 Tactica sama sekali tidak memalukan. Justru menurut saya malah menawarkan sesuatu yang berbeda. Gameplay strategi yang dibalut dengan unsur-unsur modern juga menjadi daya tarik sendiri.

Jika melihat pasar dari game tactical RPG saat ini yang masih kurang, keputusan Sega dan Atlus untuk membuat Persona 5 Tactica sudah tepat. Tapi apakah game ini cukup menarik sehingga bisa menarik perhatian kalangan yang lebih besar dan tidak hanya untuk fans Persona saja? Itulah pertanyaan yang sesungguhnya.

*Game untuk review disediakan oleh publisher

Persona 5 Tactica Telah Rilis!

0

Sega dan Atlus telah mengumumkan bahwa tactical RPG Persona 5 Tactica telah dirilis hari ini! Kalian bisa memainkannya di Xbox Game Pass, Xbox Series, Xbox One, Windows, PS5, PS4, Nintendo Switch, dan Steam. Persona 5 Tactica merupakan game spinf-off dari Persona 5 yang menggunakan gameplay strategi. Game ini masih membawa fitur-fitur khas dari Persona 5 seperti One More dan All-Out Attacks.

Cerita dari Persona 5 Tactica adalah tentang Joker dan teman-temannya yang terbawa ke dunia misterius dengan gaya abad pertengahan. Mereka lalu diserang oleh pasukan berbaju besi bernama Legionnaires. Untungnya Erina bersama Rebel Corp datang menolong dan berhasil membebaskan Joker dan Phantom Thief. Untuk membalas budi Erina, Joker dan teman-temannya memutuskan untuk membantu Rebel Corp melawan penguasa dari dunia tersebut.

Khusus untuk wilayah Asia Tenggara, Sega dan Atlus telah menyiapkan edisi Limited Edition yang berisi full game, Stainless steel tumbler, Metal pin, dan Tote bag. Bagi mereka yang membeli versi fisik Persona 5 Tactica juga akan mendapatkan bonus Rally Towel.

Untuk merayakan perilisan Persona 5 Tactica, Sega mengadakan event giveaway yang berhadiah Nintendo Switch OLED. Detailnya bisa kalian lihat di sini.

Final Fantasy VII Remake Akan Berhubungan dengan Advent Children

0

Final Fantasy VII adalah seri Final Fantasy yang paling sering di monetisasi oleh Square Enix. Mulai dari film sampai dengan game di berbagai platform. Karenam terlalu banyak cabangnya, cerita dari Final Fantasy VII menjadi terlalu luas. Masalah ini sepertinya sedang diatasi oleh Square Enix dengan mencoba menyelaraskan semuanya ke dalam satu cerita. Dimulai dari Final Fantasy VII Remake dengan Advent Children.

Producer Yoshinori Kitase dalam acara French Game Expo telah mengkonfirmasi kepada Gamesradar bahwa cerita dari trilogi Final Fantasy VII Remake akan menyambung dengan Advent Children. Karena rencana ini, Advent Children akhirnya resmi menjadi bagian dari canon Final Fantasy VII Remake.

Kitase juga mengungkap bahwa akan ada beberapa tambahan di Final Fantasy VII Remake. Tujuannya adalah agar cerita game ini tidak basi. Ia memastikan bahwa meski ada perubahan, tapi akan tetap berada di dalam jalur agar tidak melenceng jauh dari Advent Children nantinya.

Kitase juga mengakui bahwa proyek Final Fantasy VII Remake yang ia kerjakan juga terinspirasi dari film Star Wars” The Empires Strikes Back. Menurutnya film tersebut adalah contoh bagaimana cara membuat karya trilogi yang sukses.

Final Fantasy VII Rebirth akan rilis pada tanggal 29 Februari 2024 eksklusif di PS5.

Mekanik Game Strategi Unicorn Overlord Diungkap

0

Sega telah merilis informasi baru untuk game strategi Unicorn Overlord. Informasi yang diungkap adalah mengenai berbagai macam mekanik yang ada di dalam game. Dimulai dari membebaskan kota yang dikuasai oleh pasukan Imperial. Setelah kota tersebut bebas, pemain bisa mengakses toko dan fasilitas lainnya. Pemain juga bisa membangun ulang kota tersebut dan merekrut penjaga.

Mekanik lainnya adalah membangun benteng dimana pemain bisa melakukan mock battle dengan unit yang sudah disusun. Untuk membiayai benteng, pemain harus menggunakan Honor yang bisa didapat dari menyelesaikan quest, menang dalam pertarungan, dan masih banyak lagi. Semakin besar bentengnya, semakin besar pula popularitas pemain sehingga dapat merekrut tentara bayaran.

Selain bertempur dan mengurus kota, pemain juga bisa bercocok tanam atau menambang. Sumber daya yang didapat bisa digunakan untuk mengembangkan kota.

Unicorn Overlord akan menggabungkan unsur-unsur baru dengan elemen klasik game 16-bit untuk menciptakan game yang unik. Cerita dari Unicorn Overlord terjadi di Fevrith yang menjadi rumah bagi lima negara: Kingdom of Cornia, Drakenhold, Elheim, Bastorias, dan Holy Kingdom of Albion. Pemberontakan dipimpin oleh Jenderal Valmore terjadi di Kingdom of Cornia dan menciptakan perang. Karakter utama dari Unicorn Overlord adalah Alain, adalah pangeran dari Cornia yang selamat dan pemberontakan dan memimpin Liberation Army.

Unicorn Overlord akan rilis pada tanggal 8 Maret 2023 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan Nintendo Switch.

Granblue Fantasy: Relink Punya Dua Karakter Utama Beda Gender

0

Sega dan Cygames telah merilis informasi baru untuk game RPG Granblue Fantasy: Relink. Salah satu informasi baru yang diungkap adalah tentang karakter utama.

Pemain bisa memilih untuk menggunakan karakter utama pria bernama Gran atau karakter utama wanita bernama Djeeta. Selain itu diungkap juga dua karakter pendampung yaitu naga kecil bernama Vyrn dan Lyria, seorang gadis misterius yang memiliki kemampuan untuk menjinakkan primal beast.

Granblue Fantasy: Relink merupakah mahakarya seni dari Cygames dan CyDesignation yang merubah format 2D ke dalam bentuk 3D. Mulai dari lanskap, karakter, hingga objek yang dibuat dengan sedetil mungkin. Untuk desain karakter tim developer telah mengimplementasi fitur-fitur seperti lighting dan shading. Bagian ekspresi wajah juga akan ditingkatkan agar karakter terlihat lebih hidup.

Selain itu diungkap juga mekanik gameplay yang ada di Granblue Fantasy: Relink. Karakter kalian bisa menggunakan serangan jarak dekat maupun jauh dan juga magic. Ada juga mekanik Skybound Arts, serangan combo, dan fitur auto battle. Game ini juga memiliki lebih dari 100 side quest yang bisa dikerjakan sendiri atau bersama pemain lain dalam mode online multiplayer.

Granblue Fantasy: Relink akan rilis pada tanggal 1 Februari 2024 di PS5, PS4, dan PC.

Krafton Buat Game Pesaing The Sims, inZOI

0

EA dan gamenya The Sims harus berhati-hati. Sebabnya semakin banyak publisher dan developer yang tertarik untuk membuat game dengan genre sama seperti The Sims. Salah satunya adalah Krafton yang saat ini sedang mengembangkan game simulasi berjudul inZOI. Game ini diumumkan menjelang acara  G-STAR 2023 yang diselenggarakan di Korea Selatan.

Video ini diambil pada masa awal pengembangan game sehingga terlihat masih kasar, namun secara kualitas sudah lebih baik dari The Sims. Dari gameplay bisa dilihat inZOI kurang lebih sama dengan The Sims. Game ini dikembangkan dengan menggunakan Unreal Engine 5. Belum ada pengumuman kapan game ini dirilis dan platform mana saja yang akan dituju.

Bagaimana menurut kalian?

Lama Tak Ada Kabar, NCSoft Rilis Trailer Baru Project LLL

0

Masih ingat dengan game third person shooter kepunyaan NCSoft yang diberi kode nama Project LLL? Semenjak pengumumannya pada tahun 2022, Project LLL lalu menghilang tanpa kabar. Barulah pada event G-Star 2023 yang berlangsung sekarang di Korea Selatan, NCSoft telah merilis trailer baru untuk game tersebut. Sayangnya masih belum ada keterangan kapan game tersebut akan dirilis.

Project LLL adalah game MMO Shooter dengan konsep Open World. NCSoft  mengklaim bahwa dunia Open World di Project LLL akan sangat luas tanpa dibatasi oleh waktu loading. Dunia yang ada di game tersebut juga berbeda waktu. Mulai dari kota Seoul yang sudah hancur sampai dengan masa Byzantine Empire pada abad ke-10. Project LLL dibuat dengan menggunakan Unreal Engine 5.

Bagaimana menurut kalian?

Sega Akan Mengulangi Kesuksesan Sonic dengan IP Lainnya

0

Keberhasilan mengadaptasi Sonic dari game menjadi film layar lebar rupanya membuat Sega semakin percaya diri. Kedepannya tidak menutup kemungkinan jika akan ada IP lain dari Sega yang akan mengikuti jejak Sonic dan tidak terbatas hanya untuk film saja, melainkan bisa juga dalam bentuk yang lain.

Informasi ini diungkap oleh CNBC saat mewawancarai Sega Chief Operating Officer Shunji Ustumi. Ia mengakui bahwa saat ini Sonic sudah kembali berkat banyak kolaborasi yang dilakukan oleh Sega. Mulai dari film sampai dengan bekerjasama dengan platform yang lain. Ia juga menambahkan bahwa Sega masih memiliki banyak IP dan beberapa mungkin akan mendapatkan perlakukan yang sama seperti Sonic.

Dalam wawancara ini Ustumi juga sedikit membicarakan tentang bocoran tentang game baru yang sedang dipersiapkan oleh Sega untuk 2024. Ia mengatakan bahwa ada satu game Yakuza dan dua game Persona yang akan dirilis pada tahun 2024. Game Yakuza yang dimaksudnya ini jelas adalah Like a Dragon: Infinite Wealth. Sedangkan dua game Persona yang ia maksud salah satunya adalah Persona 3 Reload. Sedangkan satunya lagi masih belum diketahui. Apakah yang dimaksud oleh Utsui adalah Persona 6?

Bagaimana menurut kalian?

Spesifikasi PC Suicide Squad: Kill the Justice League Diungkap

0

WB Games dan Rocksteady telah merilis video developer dairy untuk game Suicide Squad: Kill the Justice League. Pada video pertama, tema yang diangkat adalah mengenai latar cerita dari game tersebut sekaligus cuplikan dari gameplay. Kalian bisa melihat bagaimana Harley Quinn, Captain Boomerang, Deadshot, dan King Shark memperoleh gadgetnya masing-masing.

Informasi lainnya yang diungkap adalah mengenai spesifikasi dari game tersebut di PC. Berikut adalah spesifikasinya yang diambil dari Steam:

MINIMUM:

  • OS: Win 10 (64 bit)
  • Processor: Intel i5-8400 or AMD Ryzen 5 1600 3.20 GHz
  • Graphics: NVIDIA GTX 1070 or AMD Radeon RX Vega 56
  • DirectX: Version 12
  • Storage: 65 GB available space
  • Additional Notes: RAM: 16 GB (2×8)

RECOMMENDED:

  • OS: Win 10 (64 bit)
  • Processor: Intel i7-10700K or AMD Ryzen 7 5800 X3D
  • Graphics: NVIDIA RTX 2080 or AMD RX 6800-XT (16GiB)
  • DirectX: Version 12
  • Storage: 65 GB available space
  • Additional Notes: RAM: 16 GB (2×8)

Suicide Squad: Kill the Justice League rencananya akan dirilis pada tanggal 2 Februati 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC.

Review Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name (PC): Baku Hantam Terakhir

0

“Apakah anda adalah Kazuma Kiryu?”, “Kiryu? kamu masih hidup?”, “Ayo ungkap jati dirimu yang sebenarnya Kiryu sang Naga!”. Sepanjang permainan kalian akan terus dibombardir oleh pertanyaan itu.

Inilah yang bakal kalian sering temui ketika memainkan Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name. Gameplay beat’em up yang disajikan dalam game ini patut diacungi jempol. Bahkan jika dibandingkan dengan game sebelumnya yaitu Like a Dragon: Ishin! yang menggunakan gaya sama, saya lebih menyukai yang ini.

Setelah memainkan Like a Dragon Gaiden versi PC lebih dari 10 jam, saya bisa menyimpulkan bahwa game ini sudah tepat untuk menjadi awal dari akhir cerita Kazuma Kiryu di game Yakuza.

Anda Kiryu atau Joryu?

Cerita Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name dimulai dari ending Yakuza 6: The Song of Life. Pada waktu itu Kazuma Kiryu dinyatakan meninggal dunia setelah tertembak. Ternyata itu semua adalah kebohongan belaka. Kazuma Kiryu masih hidup dan ia memalsukan kematiannya sendiri.

Agar kebohongan tersebut bisa dipercaya, Kiryu bekerjasama dengan organisasi bernama Daidoji. Sebagai ganti sudah menyembunyikan rahasainya, Kiryu harus bekerja dengan Daidoji sebagai salah satu agen lapangan. Ia juga mengubah namanya menjadi Joryu.

Meski sudah berusaha menjauh dari dunia Yakuza, keberadaan Kiryu dapat kembali tercium. Pada akhirnya ia kembali tertarik ke dalam dunia gelap yang sudah ia tinggalkan. Begitulah alur cerita dari Like a Dragon Gaiden.

Agak lucu rasanya melihat Kiryu yang selalu denial ketika identitas aslinya dibongkar oleh musuh. Ia selalu mengklaim bahwa mereka salah orang dan namanya bukan Kazuma Kiryu, tetapi Joryu. Seandainya saja ia mau lebih totalitas dalam menyembunyikan identitasnya dan tidak hanya sekedar memakai kacamata hitam, pasti tidak bakal ketahuan.

Seperti cerita di game-game Yakuza yang lain, cerita Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name mirip seperti sinetron. Ada momen yang seharusnya bisa selesai dengan cepat, tapi malah diperpanjang. Bagian klimaks sengaja ditunda-tunda supaya ada alasan untuk memperpanjang durasi permainan. Untungnya para pengisi suara di Like a Dragon Gaiden tampil dengan totalitas penuh dan sangat menjiwai karakternya masing-masing.

Takaya Kuroda, pengisi suara dari Kazuma Kiryu kembali memperlihatkan kualitasnya bahwa tidak ada yang bisa menyuarakan karaker itu selain dirinya. Selain Kuroda, saya juga menyukai peran dari Summer Uika yang menjadi Akame. Ia adalah seorang informan wanita di Osaka dan akan mendampingi Kiryu dalam cerita.

Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name juga menyediakan suara dengan bahasa Inggris. Tapi saran saya sebaiknya tetap gunakan suara dengan voice actor Jepang supaya tidak cringe.

Kembali ke Dua Lokasi Lama

Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name akan mengunjungi kembali dua lokasi lama. Pada bagian awal cerita Kazuma Kiryu eh maksudnya Joryu akan mendatangi Yokohama yang juga merupakan lokasi dari game sebelumnya Yakuza: Like a Dragon. Sisanya sampai tamat berlokasi di daerah Sotenbori yang berada di Osaka.

Developer RGG Studios masih menggunakan aset yang lama untuk kedua lokasi ini. Malahan ruang lingkupnya lebih terbatas karena ada beberapa zona yang tidak bisa dimasuki. Saya awalnya berharap ada lokasi baru di Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name. Tapi berhubung game ini hanyalah filler untuk menyambungkan game Yakuza dengan Like a Dragon yang baru, suka tidak suka pemain harus tetap bisa menerimanya.

Grafis yang Sangat Detail

Untuk mengerjakan Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name, RGG Studios menggunakan Dragon Engine. Padahal untuk Like a Dragon: Ishin! mereka menggunakan Unreal Engine 4. Jika dilihat dari kualitasnya saya lebih menyukai Like a Dragon Gaiden yang menggunakan Dragon Engine. Bagian cutscene terlihat sangat detail. Bahkan ekspresi sampai dengan pori-pori wajah karakter bisa terlihat dengan jelas.

Pemandangan kota pada saat malam hari juga patut jadi nilai plus. Sotenbori pada malam hari terlihat lebih hidup dengan lampu-lampu neon yang menyinari toko dan tempat hiburan. Tapi tidak ada yang bisa menanding terang benderangnya The Castle.

Tempat ini merupakan lokasi baru di Like a Dragon Gaiden dan merupakan pusat hiburan bagi orang dewasa. The Castle diapit oleh kasino mewah pada bagian kiri dan kanannya. Tepat di bagian tengah terdapat replika dari kastil Osaka sekaligus arena untuk duel.

Pemain bisa mengabadikan pemandangan-pemandangan indah di Like a Dragon Gaiden dengan selfie. Game ini menyediakan fitur kamera dimana Kiryu akan menggunakan handphonenya untuk mengambil foto. Fitur ini juga dilengkapi dengan filter dan sticker.

Gameplay Penuh Baku Hantam

Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name sangat cocok dimainkan ketika kalian sedang stress atau kesal. Daripada mencari perkara, lebih baik disalurkan dengan memukuli musuh yang ada di dalam game ini. Sensasinya sangat luar biasa. Mungkin ini disebabkan oleh kembalinya gaya beat’em up. Karena pada sebelumnya yaitu Yakuza: Like a Dragon lebih ke arah RPG dengan sistem turn-based.

Joryu bisa menggunakan dua style saat bertarung yaitu Agent atau Yakuza. Ketika menggunakan Agent, Joryu akan memakai berbagai macam gadget saat bertarung. Contohnya Spider yang berbentuk tali dan bisa menjerat musuh. Lalu ada Firefly, bom berukuran mini yang berbentuk rokok, absurd!

Berkelahi melawan musuh dengan menggunakan style Agent membuat Joryu seperti James Bond dan menawarkan gameplay baru yang fresh. Meski pada akhirnya ia masih tetap menggunakan tinjunya untuk membuat KO musuh.

Style Yakuza adalah gaya bertarung tradisional Joryu. Ia tidak bergantung kepada alat, melainkan hanya dengan tinju dan semangat untuk menghajar musuh dengan brutal. Style ini sangat straightforward, tanpa gimmick seperti Agent, ditambah damagenya juga lebih besar. Gaya ini cocok digunakan untuk menghabisi musuh kelas berat seperti boss.

Skill Heat Move juga kembali di Like a Dragon Gaiden. Heat Move bisa digunakan sebagai serangan pamungkas untuk melakukan one-hit-kill bagi musuh yang merepotkan. Variasi Heat Move di Like a Dragon Gaiden tidak sebanyak game sebelumnya. Jujur saja saya lebih suka dengan yang sekarang. Karena terlalu banyak Heat Move menurut saya justru mubazir dan malah membuat bingung.

Kekurangan dari gameplay Like a Dragon Gaiden ada pada sistem lock. Tidak ada fungsi agar pemain bisa memilih target mana yang ingin dilock atau mengganti dari satu target ke target yang lain. Ini sangat menganggu apalagi jika sedang dalam situasi dikeroyok.

Cabaret Club yang Semakin “Nakal”

Mini game yang sangat menarik perhatian di Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name adalah Cabaret Club. Karena di game para hostes tidak lagi menggunakan karakter game, tetapi langsung live-action dengan wanita asli. Tugas dari kalian adalah merayu mereka dengan memberikan pertanyaan dan jawaban yang tepat atau memberikan hadiah. Jika level affection sudah maksimum, kalian akan mendapatkan cutscene special yang bisa dibilang “wah”.

Selain Cabaret Club, masih banyak mini game lain yang bisa dimainkan di Like a Dragon Gaiden. Ada permainan kartu, shogi, biliar, melempar dart, golf, lomba tamiya, dan lain-lain. Jika ingin mendengar suara Joryu, kalian bisa membuatnya bernyanyi di mini game karaoke. Akan ada beberapa cutscene absurd dan juga nostalgia pada saat karaoke yang wajib kalian lihat.

Like a Dragon Gaiden juga memiliki berbagai macam side quest. Kalian bisa memulainya setelah membuka fitur Akame Network. Saya merekemondasikan untuk memainkan side quest ini karena selain ceritanya, menjalankan side quest juga akan memberikan kalian Akame Point. Mata uang ini bisa digunakan untuk membuka skill baru Joryu atau membeli item-item khusus yang hanya dijual oleh Akame.

Aktivitas lainnya yang bisa kalian lakukan di Like a Dragon Gaiden adalah mengunjungi coliseum di The Castle. Di arena ini kalian bisa bertarung sepuasnya. Keunikan dari coliseum kalian bisa bermain sebagai joryu yang didampingi oleh NPC, atau justru menggerakkan NPC tersebut.

Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name dari Segi Teknis

Untuk mereview Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name saya menggunakan PC dengan spesifikasi CPU Ryzen 7 2700X, VGA GeForce RTX 4070 Ti, RAM 32GB dan SSD. Untuk setting grafis saya menggunakan high ditambah fitur NVIDIA DLSS untuk quality. Selama bermain saya tidak pernah mengalami ganggungan teknis seperti crash, frame rate drop, maupun glitch atau bug.

Kesimpulan

Seperti game Yakuza yang lain, Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name dari segi cerita maupun gameplay tidak mengecewakan. Alur cerita yang seperti drama dalam sinetron menarik untuk ditonton. Itu lalu dikombinasi dengan gameplay beat’em up yang pastinya memuaskan rasa kangen fans Yakuza. Karena pada game selanjutnya yaitu Like a Dragon: Infinite Wealth akan kembali ke format RPG turn-based.

Like a Dragon Gaiden bisa diibaratkan sebagai filler untuk mengisi kekosongan sebelum Like a Dragon: Infinite Wealth rilis. Game ini menjadi awal bagi Joryu alias Kazuma Kiryu untuk memberikan tongkat estafet franchise ke penerusnya, Ichiban Kasuga. Jika kalian penggemar game Yakuza pasti tidak akan kecewa dengan Like a Dragon Gaiden.

*Game untuk review disediakan oleh publisher