Sega dan Atlus telah merilis tiga trailer baru untuk game Persona 3 Reload. Dimulai dari perkenalan dengan karakter utama yaitu Protagonist dan rekannya Yukari Takeba, sampai dengan bagaimana kehidupan pemain di asrama.
Deretan Trailer Baru Persona 3 Reload Dirilis
Sega Siapkan Game Soulslike Enotria: The Last Song Untuk 2024
Sega telah mengumumkan akan membawa game RPG Soulslike Enotria: The Last Song ke wilayah Asia pada musim semi 2024. Game ini dikembangkan oleh studio baru asal Italia, Jyamma Games. Sega telah menandatangani kesepakatan sub-penerbitan dengan Jyamma Games untuk membawa edisi fisik ke pasar Jepang dan Asia serta akan mengawasi produksi dan distribusinya.
Karakter pemain nantinya bisa menggunakan topeng dari musuh yang sudah dikalahkan dan mendapatkan kemampuan baru. Pemain bisa memiliki tiga loadout yang bisa diganti-ganti setiap saat. Enotria: The Last Song juga memiliki mekanik alter reality dengan menggunakan Adore.
Enotria: The Last Song akan tersedia platform PS5, Xbox Series, dan PC (Steam) pada Musim Semi 2024.
Review Assassin’s Creed Mirage (PC): Kembalinya Tradisi Lama
Mungkin review Assassin’s Creed Mirage ini bisa dibilang terlambat. Tapi menurut saya tidak ada kata terlambat, terutama untuk mengulas game Assassin’s Creed yang kembali ke tradisi lamanya. Setelah sekian lama, Ubisoft akhirnya memiliki keberanian untuk kembali mengedepankan elemen stealth di game Assassin’s Creed. Berikut adalah ulasan saya tentang Assassin’s Creed Mirage di PC.
Wisata ke Baghdad Abad ke-9

Cerita dari Assassin’s Creed Mirage berlatar di Timur Tengah tepatnya di kota Baghdad. Pada masa itu Baghdad adalah kota yang paling berkembang peradabannya karena teknologi maupun perdagangan. Meski dikelilingi padang pasir, Baghdad di Mirage sudah memiliki teknologi bercocok tanam, pemukiman penduduk, bahkan sistem hukum serta politik.
Namun setiap kota yang berkembang pastinya akan menyimpan kegelapan di dalamnya. Untuk melawan kegelapan ini diperlukan bukan cahaya, melainkan kegelapan lain. Sinopsis cerita ini tetap tidak pernah berubah dari setiap game Assassin’s Creed.
Pemain akan menjadi Basim Ibn Is’Haq, seorang pencuri jalanan yang akhirnya berubah profesi menjadi assassin dari kelompok Hidden One. Tugas dari Basim adalah mengungkap rencana jahat yang dibuat oleh kelompok misterius bernama Order of the Ancients. Tugas ini akan sangat menantang karena Basim tidak hanya melawan kelompok tersebut, melainkan sistem dari kota Baghdad itu sendiri.

Selain Baghdad, Assassin’s Creed Mirage juga akan mengajak pemain untuk mengunjungi Alamuth yang merupakan markas dari kelompok Hidden One. Benteng ini berdiri di atas bukit dan di sekitarnya terdapat tempat pelatihan calon assassin. Basim akan tinggal di benteng ini selama menjalani masa pelatihannya dibawah Roshan, assassin senior dengan suara yang mengintimidasi.
Assassin’s Creed Mirage juga banyak menggunakan referensi sejarah. Benteng Alamuth ternyata memang ada dan dibangun pada masa Persia yang sekarang sudah menjadi negara Iran. Menurut sejarah, Alamuth tidak hanya berfungsi sebagai benteng tapi juga berisi ilmu pengetahuan dan taman yang indah.
Kota Baghdad sendiri akan kaya dengan nilai sejarah yang bisa dieksplorasi. Melalui fitur History of Baghdad, pemain bisa melihat seperti apa sejarah dari kota Baghdad mulai dari bangunannya, teknologinya, religiusnya, dan masih banyak lagi.

Assassin’s Creed Mirage juga memiliki beragam landmark atau bangunan dengan nilai sejarah yang memang ada aslinya. Aspek sejarah yang dimiliki oleh Mirage ini akan menjadi bonus sehingga pemain tidak hanya bermain game saja, tapi juga mendapatkan pengetahuan baru.
Grafis Kota Baghdad yang Otentik

Assassin’s Creed Mirage menggunakan Anvil Engine. Sistem ini memang didesain untuk mengakomodasi game Assassin’s Creed yang banyak mengandalkan special effect seperti pencahayaan, shadow, refleksi, dan lainnya, Hasil akhirnya adalah kota Baghdad menjadi terlihat hidup.
Untuk melihat detail kota Baghdad dari atas, pemain bisa memanjat menara tinggi atau menggunakan mata dari elang milik Basim, Enkidu. Dari atas rumah pemukiman penduduk terlihat saling berdempetan dan biasanya mengelilingi bangunan besar yang menjadi pusat aktivitas misalnya baazar atau masjid.
Ketika turun ke jalanan, kalian akan merasakan sensasi yang bisa didapat dari film bertema timur tengah. Akan ada jalanan besar tempat dimana orang atau NPC lalu Lalang, sementara di sampingnya terdapat pedagang yang sibuk berjualan. Ada juga jalanan sempit yang diapit tembok atau gang dimana hanya ada satu jalur keluar dan satu jalur masuk.
Itu hanya pemandangan Baghdad yang bisa dilihat di dalam kota. Pada bagian luarnya kalian bisa melihat sistem irigasi untuk bercocok tanam dan pemukiman penduduk yang dibangun berdekatan dengan sungai. Selebihnya adalah padang pasir lengkap dengan batu cadasnya yang menjulang seperti patung raksasa. Kalian juga bisa menemukan oase jika mau bertualang lebih jauh ke dalam padang pasir.

Jika dibandingkan dengan Valhalla dan Odyssey, map Assassin’s Creed Mirage tidak terlalu besar. Namun developer bisa mengakalinya dengan membagi Baghdad per wilayah dan membuat seakan-akan terlihat besar serta mengah.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Wa alaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh. Kalian akan banyak mendengar ucapan salam ini di Assassin’s Creed Mirage. Bahasa Arab akan menjadi bahasa utama. Bahkan Ubisoft menyediakan pilihan voiceover untuk menggunakan bahasa Arab agar lebih imersif. Tidak perlu khawatir, kalian masih bisa memilih untuk menggunakan bahasa Inggris meski aksennya akan tetap bernada timur tengah.
Lini pengisi suara dari game Assassin’s Creed Mirage mayoritas juga diisi oleh aktor dan aktris berdarah timur tengah. Pengisi suara Basim yaitu Lee Majdoub adalah pemeran Agent Stone, asisten dari Doctor Robotnik di film live action Sonic The Hedgehog. Tentunya ketika tampil sebagai Basim, ia tidak lagi tampil konyol.
Tapi pengisi suara yang paling ikonik jelas adalah pengisi suara dari Roshan yang diperankan oleh Shohreh Aghdashloo. Suara serak yang menjadi ciri khasnya cocok dengan identitas Roshan sebagai assassin senior yang tegas dalam mengambil keputusan. Selain Assassin’s Creed Mirage, ia juga pernah terlibat sebagai voice actor dalam game lain seperti Mass Effect dan Destiny.
Gameplay yang Membuat Fans Terbagi

Parkour seperti di game Assassin’s Creed yang lain, akan tetap menjadi ciri khas dari Assassin’s Creed Mirage. Tapi hal dari Mirage yang membuat fans terbelah adalah gameplay. Game ini lebih mengedepankan elemen stealth dalam gameplay. Artinya kalian akan lebih banyak mengendap-endap dan bersembunyi. Pertarungan jarak dekat dengan menggunakan pedang masih tetap ada, tetapi tidak sekompleks dan semenarik game Assassin’s Creed Valhalla atau Odyssey.
Kedepannya Ubisoft memang berencana untuk membuat dua tipe Assassin’s Creed. Tipe pertama adalah seperti Mirage yang lebih ke unsur stealth. Sedangkan tipe kedua justru lebih condong ke arah action RPG. Fans sendirinya sebetulnya akan diuntungkan dengan adanya kedua tipe ini karena bisa memilih game mana yang lebih sesuai dengan seleranya.
Kembali lagi ke gameplay Assassin’s Creed Mirage, fitur bersembunyi di balik semak-semak atau lemari akan tetap ada. Basim juga akan dipersenjatai oleh gadget khusus untuk assassination seperti throwing knife, blowdart, trap, dan lainnya Gadget ini bisa diupgrade dan membuat efeknya menjadi lebih efektif. Misalnya throwing knife bisa membuat targetnya “terurai” setelah mati atau panah blowdart yang bisa membuat musuh menjadi berserk. Kalian akan banyak menggunakan fitur-fitur tersebut untuk menyelesaikan misi.

Selain itu kalian juga bisa menggunakan jasa pengalih perhatian saat akan menyusup. Misalnya membayar pedagang untuk membantu menyusupkan Basim ke daerah terlarang atau mempekerjakan tentara bayaran untuk membuat kerusuhan dan menarik perhatian penjaga. Untuk menggunakan jasa ini, Basim tidak bisa menggunakan uang melainkan token spesial.
Token ini bisa kalian dapatkan dari menyelesaikan contract yang diiklankan di Hidden One Bureau. Contract ini bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari assassination, mencuri objek tertentu, atau mengawal seseorang. Kalian juga bisa mendapatkan token dengan cara mencopet. Cara ini beresiko karena setiap kali Basim melakukan kejahatan dan jika ketahuan, maka akan menaikkan wanted level. Semakin tinggi wanted level, semakin sulit pula Basim bergerak karena akan selalu dikejar-kejar oleh penjaga.

Dari mekanik gameplay ini sudah terlihat jika Ubisoft memang sangat mengedepankan elemen stealth dibandingkan action di Assassin’s Creed Mirage. Bahkan gadget yang disediakan untuk Basim lebih cocok digunakan untuk menghabisi musuh secara diam-diam atau membuat pengalihan.
Mekanik Pertarungan Pedang: Attack, Block, Dodge, Repeat

Ada kalanya Basim ketahuan dan harus berhadapan dengan penjaga. Inilah saatnya pedang dan pisau digunakan. Assassin’s Creed Mirage hanya memiliki dua mekanik yang harus kalian ingat saat pertarungan pedang yaitu block dan dodge.
Ketika musuh berwarna kuning, maka kalian harus memblock serangannya untuk mentrigger instant kill. Jika musuh berwarna merah artinya kalian harus menghindari serangannya karena tidak bisa diblock. Basim juga bisa melakukan normal dan heavy attack, tapi menurut saya ini tidak efisien. Lebih baik memblock serangan musuh untuk mendapatkan instant kill.
Secara garis besar hanya itulah mekanik dari pertarungan pedang di Assassin’s Creed Mirage. Jenis senjata yang bisa dipakai juga terbatas hanya dua yaitu sword dan dagger. Setiap jenisnya akan memiliki efek yang berbeda-beda dan bisa ditingkatkan dengan cara diupgrade. Beberapa kostum juga akan memberikan efek tambahan kepada serangan pedang dan pisau Basim.

Jika dikeroyok musuh, saran saya adalah lari dan jangan melawan semuanya. Basim bukanlah Evior atau Kassandra yang ahli dalam pertempuran jarak dekat. Bahkan Ubisoft akan selalu mengingatkan hal tersebut dalam note pendek yang muncul ketika loading.
Assassin’s Creed Mirage dari Segi Teknis
Saya menggunakan PC dengan spesifikasi i5-9400F, GeForce RTX 3060, dan RAM 16GB untuk memainkan Assassin’s Creed Mirage. Dari spesifikasi ini saya sudah bisa memainkan game dengan lancar dengan graphic setting antara high dan medium. Masalah yang sering muncul adalah pada bagian cutscene yang sering mengalami stutter. Kemungkinan masalah ini muncul karena PC saya masih menggunakan HDD, bukan SSD.
Masalah lainnya adalah penurunan FPS ketika berada di tempat atau momen tertentu. Biasanya masalah ini terjadi ketika Basim sedang berada di tempat yang banyak objeknya atau dikeroyok musuh. Penurunan FPS ini sebetulnya tidak terlalu berdampak pada gameplay, tapi tetap terasa kurang sreg bagi saya.
Kesimpulan

Assassin’s Creed Mirage jelas akan membuat fans terbelah. Bagi mereka yang sudah mengikuti game ini sejak era Altair dan Ezio akan menikmati gameplay Assassin’s Creed Mirage yang kembali ke asalnya. Tapi untuk yang baru mengenal franchise ini dari Origin, Odyssey, dan Valhalla kemungkinan besar akan kecewa dan bingung.
Saran saya adalah kembalikan semuanya ke selera masing-masing. Jika tertarik untuk mencoba Assassin’s Creed dengan gaya tradisionalnya silahkan coba Mirage. Tetapi jika mengharapkan gameplay penuh aksi, mungkin kalian bisa menunggu game selanjutnya yaitu Assassin’s Creed Red.
*Game untuk review disediakan oleh publisher
PS5 Slim Dirilis Bulan November 2023!
Kalian pasti sudah melihat video kehadiran PS5 Slim yang tiba-tiba diluncurkan oleh Sony beberapa hari lalu kan? Nah ternyata PS5 Slim ini direncanakan untuk dirilis pada tanggal 10 November 2023 di wilayah Jepang. Wilayah lain di luar Jepang juga mendapatkan jadwal rilis bulan November 2023, namun tanggal pastinya belum ada.
PS5 Slim ini kabarnya 30 persen lebih kecil dan 24 persen lebih ringan dari dari versi yang ada sekarang (Fat). Ada 4 panel terpisah di PS5 Slim, berbeda dibandingkan versi PS5 yang ada sekarang (hanya 2). Tekstur pada PS5 Slim juga berbeda dibandingkan versi yang ada saat ini, PS5 Slim memiliki tekstur glossy pada bagian atas dan matte pada bagian bawah. Dari sisi jeroan ternyata tidak ada perubahan berarti. Oh iya, di PS5 Slim ini kalian akan mendapatkan sedikit peningkatan ukuran dari storage konsol.

Berikut ini adalah harga internasional dari PS5 Slim :
PlayStation 5 with Ultra HD Blu-ray disc drive – $499.99 / £479.99 / €549.99 / 66,980 yen
PlayStation 5 Digital Edition – $449.99 / £389.99 / €449.99 / 59,980 yen
Ultra HD Blu-ray Disc Drive add-on – $79.99 / £99.99 / €119.99 / 11,980 yen
Vertical stand – $29.99 / £24.99 / €29.99 / 3,980 yen
Informasi detil lainnya bisa kalian simak di PlayStation Blog.
Troublemaker 2 Hadirkan Mini Game Karaoke
Developer asal Indonesia Gamecom Team telah mengumumkan sekuel dari game Troublemaker. Game ini berjudul Troublemaker 2: Beyond Dream dan akan dipublikasi oleh Gamecom Team. Rencananya Troublemaker 2: Beyond Dream akan rilis di PC (Steam) di tahun 2025.
Bagaimana menurut kalian?
DLC Pertama Dead Island 2 Berjudul Haus
Deep Silver dan Dambuster Studio telah mengumumkan judul DLC dari game Dead Island 2. Judul dari DLC ini adalah Haus dan rencananya akan rilis pada tanggal 2 November 2023 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC.
Haus akan berlatar di vila yang berada di Malibu, Hawaii, dimana tempat tersebut digunakan sebagai tempat suaka sekaligus eksekusi. Selain menghadirkan cerita baru, Haus juga akan memiliki lini senjata baru seperti K-rossbow dan Hog Roaster.
Bagaimana menurut kalian?
Jujutsu Kaisen: Cursed Clash Dapat Tanggal Rilis
Bandai Namco telah mengumumkan tanggal rilis dari game Jujutsu Kaisen: Cursed Clash. Game ini akan tersedia tanggal 1 Februari 2024 di PS5, PS54, Xbox Series, Xbox One, dan Nintendo Switch. Sedangkan versi PC baru akan rilis pada tanggal 2 Februari 2024.
Jujutsu Kaisen: Cursed Clash akan memiliki versi fisik dan versi digital. Khusus untuk versi digital akan memiliki standard edition, digital deluxe edition, dan digital ultimate edition.
Ekspansi EA SPORTS FC! Perkenalkan EA SPORTS FC Tactical, Turn-Based Strategy Game untuk Mobile
Electronic Arts Inc. (NASDAQ: EA) telah mengungkapkan preview pertama dari EA SPORTS FC™ Tactical – cara baru untuk memainkan The World’s Game di perangkat mobile. EA SPORTS FC Tactical menyuguhkan simulasi interaktif dengan gameplay turn-based strategy dan akses ke lebih dari 5.000 pemain asli dari lebih dari 10 liga teratas, termasuk Premier League, LALIGA EA SPORTS, Bundesliga, Ligue 1, dan Serie A.
Sebagai tambahan terbaru dalam ekosistem EA SPORTS FC yang semakin berkembang, EA SPORTS FC Tactical menekankan strategi dalam permainan, seperti manajemen stamina dan power-play. Pertandingan akan disimulasikan, dengan eksekusi aksi yang bergiliran untuk bertahan, menyerang, melakukan skill moves, dan menendang bola ke target, sehingga menghasilkan aksi permainan sepak bola asli yang belum pernah ada sebelumnya.

“EA SPORTS FC Tactical merangkul gameplay strategis untuk menciptakan pengalaman sepak bola yang benar-benar baru yang memukau pemain dalam The World’s Game seperti belum pernah ada sebelumnya,” kata Nick Wlodyka, SVP, GM of EA SPORTS FC. “Kami sangat senang menyambut para penggemar turn-based strategy games untuk bergabung dengan klub sebagai bagian dari komunitas pemain EA SPORTS FC dan segera membagikan lebih banyak informasi lainnya tentang EA SPORTS FC Tactical.”

EA SPORTS FC Tactical akan mencakup berbagai mode permainan, mulai dari pertandingan persahabatan online hingga kompetisi online yang intens, termasuk Rank Match, League, dan Guilds. Latih pemain untuk menguasai gerakan tingkat tinggi, buka fitur-fitur sempurna untuk perkembangan yang lebih dalam, dan atur tim impianmu dengan berbagai item seperti desain stadion, seragam, dan bola.

EA SPORTS FC Tactical akan tersedia awal tahun 2024 agar para penggemar dapat merasakan dan memulai petualangan sepak bola yang benar-benar baru.
Daftar sekarang untuk perangkat mobile di Google Play dan App Store!
Review Total War: Pharaoh (PC): Seluas dan Sekering Padang Pasir
Bagaimana rasanya menjadi seorang Pharaoh yang menguasai Mesir baik dari segi politik, keuangan, maupun militer? Total War: Pharaoh, game strategi buatan Creative Assembly akan memposisikan pemain sebagai seorang “calon Pharaoh” yang memiliki determinasi untuk menjadi penguasa Mesir.
Sega telah memberikan kesempatan saya untuk mencoba Total War: Pharaoh. Jujur saja saya agak kurang sreg dengan game ini karena berbeda dengan Total War: Warhammer yang saya sukai. Game ini bisa menjadi lebih kompleks, tapi pada sisi lain juga bisa lebih sederhana. Berikut adalah review lengkapnya untuk Total War: Pharaoh:
Antara Memilih Calon Pharaoh Atau Membakar Mesir

Total War: Pharaoh menceritakan tentang periode late bronze age di wilayah Mesir kuno. Pada masa itu Mesir sedang kehilangan sosok pemimpinnya yaitu Pharaoh. Momen ini lalu menyebabkan kelompok-kelompok yang ada di Mesir saling memperebutkan kekuasaan dan memunculkan perang saudara alias civil war.
Ada tiga kelompok yang bisa dipilih pemain di Total War: Pharaoh. Ketiga kelompok ini adalah Ancient Egypt, Canaanite, dan Hittite Empire. Ketiga kelompok ini memiliki beragam pemimpin yang masing-masing memiliki gaya bermain sendiri. Misalnya dari Ancient Egypt ada Ramesses yang mempercayai bahwa dirinya adalah pewaris sesungguhnya untuk tahta Pharaoh. Untuk mendapatkan mimpi itu, Ramesses memiliki pasukan yang terdiri dari pasukan elite Mesir.
Sebaliknya Irsu dari Canaanite adalah seorang penjarah yang hanya ingin melihat Mesir terbakar. Ia memiliki pasukan kelas berat dan dapat merekrut dengan cepat karena sesuai dengan karakteristiknya sebagai seorang penjarah.

Ketika Mesir sedang dilanda perang saudara, Hittite Empire justru memanfaatkan momen tersebut untuk membangun dinastinya sendiri. Kalian bisa memilih antara Suppiluliuma yang hanya ingin hidup dalam damai, atau Kurunta yang haus akan pertempuran.
Menjadi Penguasa Padang Pasir

Total War: Pharaoh adalah game strategi dengan lebih banyak sisi manajemennya. Pemain akan diminta untuk mengatur dan mengelola daerah yang dikuasai, mulai dari kota kecil, ibukota, sampai dengan outpost. Setiap daerah memiliki tingkat kebahagiaan dan produktivitas. Kelalaian dalam merawat kedua hal tersebut dapat berakibat pemberontakan dan penurunan hasil sumber daya.
Total War: Pharaoh memiliki lima jenis sumber daya yaitu tembaga, emas, kayu, makanan, dan batu. Kelima jenis sumberdaya alam ini dapat digunakan untuk bermacam-macam aktivitas. Misalnya makanan, emas, dan tembaga untuk merekrut pasukan, lalu batu dan kayu untuk bahan dalam membuat bangunan.

Jika seandainya wilayah kalian tidak memproduksi salah satu dari sumber daya tersebut, kalian bisa mendapatkannya dengan melakukan barter dengan kelompok lain. Bisa juga lewat jalur yang lebih cepat yaitu perang dan menguasai daerah yang memiliki sumber daya yang diinginkan.

Setiap kelompok juga memiliki dewa dan dewi yang bisa disembah. Para dewa dan dewi ini akan memberikan buff kepada kelompok yang membangun kuil dan memuja mereka. Sayangnya dewa dan dewi ini tidak bisa memberikan kemampuan sihir pemujanya.
Perjalanan Panjang Menuju Tahta Pharaoh
Ketika memainkan Total War, kadang saya lupa dengan main objective yang diberikan. Pada Total War: Pharaoh, saya selalu diingatkan dengan tujuan utama game ini yaitu menjadi penguasa Mesir.
Untuk menjadi Pharaoh, pemain terlebih dahulu harus mendapatkan Legitimacy. Caranya adalah dengan menguasai daerah yang diberi nama Sacred Lands. Semakin banyak Sacred Lands yang dikuasai, maka kesempatan pemain untuk menantang Pharaoh akan semakin terbuka. Jika sudah tiba pada titik tersebut, pemain bisa menciptakan civil war. Pemenang dari civil war ini akan menjadi penguasa Mesir.

Setiap kelompok di Total War: Pharaoh akan memiliki yang namanya High Court. Jika kalian pernah menonton Game of Thrones dimana ada perwakilan dari keluarga-keluarga besar di lingkaran politik istana, High Court sama seperti itu. Kalian bisa menjatuhkan pemimpin lain demi mendapatkan posisinya, atau justru bekerjasama dengan membentuk koalisi. Namun ingat, pada akhirnya hanya akan ada satu pemimpin yang bisa menjadi Pharaoh.
Cara lainnya adalah dengan membangun Landmark atau marka tanah. Semakin banyak Landmark yang dibangun, semakin banyak pula pengaruh yang didapat dan pengakuan karakter kalian sebagai Pharaoh juga akan semakin kuat.

Sistem inilah yang membedakan Total War: Pharaoh dengan Total War: Warhammer. Jika di Total War: Warhammer main objective biasanya hanya mengalahkan kelompok tertentu atau menguasai wilayah yang ditentukan. Pada Total War: Pharaoh kemenangan tidak hanya bisa diperoleh dari medan pertempuran, melainkan juga bisa melalui jalur diplomasi dan politik.
Pertempuran Kolosal Hadir

Salah satu ciri khas dari game Total War adalah pertempuran tingkat kolosal, dimana pemain mengendalikan pahlawan dengan ratusan pasukannya untuk bertarung dengan pahlawan lain. Setiap kelompok akan memiliki tipe pasukan yang berbeda-beda, meski desainnya kurang lebih hampir sama semua.
Jika dibandingkan dengan Total War: Warhammer, menurut saya pertempuran di Total War: Pharaoh ini agak kurang seru. Total War: Pharaoh tidak memiliki unit tipe artileri yang memiliki serangan jarak jauh dengan damage besar. Sebaliknya, pertempuran di Total War: Pharaoh justru didominasi oleh pasukan jarak dekat dan pasukan berkuda. Untuk serangan jarak jauh hanya ada unit tipe archer saja.

Saya yang sudah terbiasa dengan serangan sihir di Total War: Warhammer juga merasa agak canggung di Total War: Pharaoh. Fitur ini tidak tersedia di Total War: Pharaoh dan menurut saya membuat pertempuran menjadi agak membosankan.
Tapi bagi kalian yang lebih menyukai realisme, mungkin akan lebih menyukai pertempuran di Total War: Pharaoh. Pahlawan dan beberapa pasukan kadang memiliki kemampuan khusus, tapi sangat sederhana. Kemampuan ini hanya berupa pengaturan formasi atau menaikkan dan menurunkan attribut lawan.
Total War: Pharaoh juga memiliki mekanik outpost yang bisa dibangun di sekitar kota. Outpost ini berfungsi sebagai pemberi buff untuk kota maupun pasukan pemain yang berada di wilayah yang sama. Outpost bisa dibangun sebagai shrine, fort, dan lain-lain. Fitur ini cukup membantu saya saat akan bertarung dengan pasukan musuh atau mempertahankan kota.
Sebelum bertarung, pemain juga bisa memanfaatkan cuaca di medan pertempuran. Misalnya jika sedang ada badai pasir, pemain bisa memilih untuk menunda pertempuran ke keesokan hari agar badai reda, atau bisa juga memanfaatkan kondisi cuaca itu. Karena ada beberapa pemimpin dan pasukan yang akan mendapatkan bonus jika digunakan saat badai pasir.

Jangan lupakan juga mekanik upkeep. Setiap pahlawan dan pasukan yang pemain punya akan memiliki biaya upkeep. Biaya ini akan diambil secara otomatis setiap turn. Semakin besar dan kuat pasukan yang dimiliki, akan semakin besar pula biaya upkeep-nya. Mekanik ini harus dijadikan perhatian oleh setiap pemain baik itu yang sudah veteran maupun pendatang baru.
Pendapat saya tentang mekanik upkeep di Total War: Pharaoh bisa dibilang cukup brutal. Pada awal permainan ketika sumber daya masih terbatas, menjaga agar biaya upkeep tetap stabil cukup sulit. Apalagi AI musuh tidak memiliki limitasi upkeep seperti saya sehingga bisa bebas membuat pasukan sebesar dan sebanyak apapun.
Total War: Pharaoh dari Segi Teknis
Dari sisi grafis menurut saya Total War: Pharaoh memiliki kualitas grafik yang bisa dibilang biasa. Performa game ini ketika dicoba di PC saya yang memiliki spesifikasi CPU Ryzen 7 2700X, VGA GeForce RTX 4070 Ti, RAM 32GB dan SSD sangat lancar meski menggunakan setting high ke atas. Ukuran file Total War: Pharaoh juga tidak sebombastis Total War: Warhammer yang bisa menyentuh 100GB.
Kesimpulan

Berdasarkan pengalaman saya setelah memainkan Total War: Pharaoh selama lebih dari 10 jam, game ini lebih condong ke arah pengelolaan. Banyaknya variasi sumber daya memerlukan pengelolaan yang baik oleh pemain agar tidak boros. Ditambah lagi sistem politik yang mendalam membuat saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk berpikir bagaimana cara untuk menusuk musuh dari belakang, daripada mengajaknya bertempur di medan pertempuran.
Saya kurang merekomendasikan game Total War: Pharaoh untuk kalian yang ingin menikmati pertempuran kolosal. Game ini lebih cocok bagi mereka yang ingin berpikir dan menyusun siasat.
*Game untuk review disediakan oleh publisher
Total War: Pharaoh Telah Rilis!
Game Total War: Pharaoh kepunyaan Sega dan Creative Assembly telah rilis! Game ini bisa dinikmati di Steam mulai hari ini. Total War: Pharaoh mengangkat peristiwa sejarah pada periode late bronze age di Mesir Kuno. Pharaoh, penguasa dari seluruh Mesir pada waktu itu telah meninggal dan menyebabkan munculnya kelompok-kelompok yang menginginkan tahta yang kosong.









![FC-Tactical_Logo-Banner[38]](https://playcubic.com/wp-content/uploads/2023/10/FC-Tactical_Logo-Banner38-696x392.jpg)
