Home Blog Page 315

Realme Perkenalkan Teknologi Telefoto Periskop

0

Realme hari ini memperkenalkan teknologi telefoto periskop pada acara realme Exclusive Preview 2024 di Las Vegas, Amerika Serikat. Pada acara tersebut realme mengkonfirmasi kehadiran teknologi ini pada seri smartphone terbaru yakni realme 12 Series 5G yang akan segera muncul di pasar global dalam waktu dekat, sekaligus menjelaskan mengenai slogan baru yang diusung realme di awal tahun ini, yakni ‘Make it real.’.

Berdasarkan pendekatan yang mendalam tentang generasi muda dalam lima tahun terakhir, realme kini memiliki positioning brand baru sebagai “Brand teknologi yang lebih memahami pengguna muda”. realme percaya bahwa positioning baru ini bukanlah perubahan radikal dari masa lalu, tetapi merupakan pendekatan yang lebih inklusif. Dengan positioning yang baru, investasi, dan pengembangan jangka panjang, akan membantu realme untuk terhubung secara lebih baik dengan lebih banyak pengguna muda, di lebih banyak pasar, dan lebih banyak wilayah di dunia.

Menurut Canalys, pasar smartphone global diperkirakan akan pulih pada tahun 2024, mencapai 1,17 miliar unit pengiriman. Dengan pulihnya pasar, realme melalui slogan baru ini menegaskan kembali komitmennya terhadap pengguna muda. Dengan misi baru, realme akan meningkatkan investasinya di bidang riset dan pengembangan serta melakukan inovasi teknologi pada tiga pilar utama: performa, fotografi, dan desain. realme menargetkan total 100+ pasar dan secara khusus berfokus pada 15 pasar dengan pengiriman satu juta unit dalam lima tahun ke depan, agar para pengguna muda di seluruh dunia dapat menikmati pengalaman teknologi yang melebihi ekspektasi dan menjadi brand teknologi yang lebih memahami para pengguna muda.

Fotografi Generasi Terbaru Melalui Lensa Telefoto Periskop Kelas Flagship untuk Anak Muda

Berdasarkan penelitian internal yang dilakukan oleh realme terkait dengan lensa telefoto, para anak muda memiliki preferensi lebih terhadap zoom 3x atau lebih, dibandingkan dengan hanya 2x. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, telefoto periskop merupakan pilihan terbaik untuk tetap membuat smartphone tetap tipis dan nyaman digunakan. Meskipun demikian, teknologi ini menghadirkan tantangan teknis dan biaya yang tinggi, sehingga biasanya teknologi ini hanya disematkan di golongan smartphone flagship. realme menjembatani kesenjangan tersebut dengan menyediakan teknologi telefoto periskop eksklusif flagship untuk dapat dimiliki oleh para anak muda.

Realme telah mengembangkan formula telefoto periskop yang eksklusif untuk memastikan pencitraan berkualitas tinggi dalam berbagai kondisi, yang pertama kali diperkenalkan pada realme GT5 Pro. Formula itu telah menempatkan performa telefoto realme GT5 Pro di posisi terdepan dalam industri smartphone. realme 12 Series 5G yang akan datang mengadopsi pendekatan yang sama, dengan mengintegrasikan ukuran sensor terbesar di segmennya, platform berkinerja tinggi, dan algoritma canggih untuk menghasilkan performa fotografi yang superior.

Teknologi telefoto periskop pada realme 12 Series 5G akan membawa empat poin keunggulan utama dalam sektor fotografi. Pertama adalah The Next-gen Telephoto: Lensa Telefoto Periskop Terbaik di Segmennya. realme 12 Series 5G meningkatkan kejernihan dan stabilitas pengambilan gambar di malam hari sekaligus meminimalisir flare dan ghosting melalui gabungan teknologi yang juga digunakan pada realme GT5 Pro.

Kedua, The Next-Gen Sensor: Sensor Telefoto Periskop Terbesar di Segmennya. realme 12 Series 5G menawarkan sensor telefoto periskop terbesar di segmennya melalui sensor flagship OV64B, yang mengungguli para pesaing dan menyamai pengalaman fotografi di smartphone flagship.

Ketiga adalah The Next-gen Lossless Zoom: Kemampuan Pencitraan Zoom Lossless Full-Focal-Length yang Unggul. Kamera utama realme 12 Series 5G memiliki fitur Sony IMX890 OIS, yang meningkatkan fotografi di malam hari. Selain itu, realme 12 Series 5G memiliki fitur telefoto periskop dan kamera sudut ultra lebar. Kamera ini menawarkan zoom lossless pada 0.6x, 1x, 2x, 3x, 6x, memberikan pengalaman fotografi zoom lossless dengan full-focal-length yang sebanding dengan perangkat flagship.

Keempat, The Next-gen Algorithm: Kustomisasi Eksklusif dari Algoritma MasterShot. realme bekerja sama dengan Qualcomm, telah meningkatkan pemrosesan gambar dengan Algoritma MasterShot. realme 12 Series 5G adalah perangkat pertama dan satu-satunya di segmennya yang memproses domain RAW, memastikan kejernihan, rentang dinamis, dan realisme terbaik dalam potret sinematik.

Realme Hadirkan Harga Baru untuk realme 11 Pro Series 5G di Tahun Baru 2024

Masih dalam rangka semangat tahun baru 2024, realme kembali menghadirkan kejutan bagi para anak muda dengan memberikan harga baru untuk realme 11 Pro Series 5G. realme 11 Pro+ 5G merupakan smartphone pertama di dunia dengan kamera 200MP dan 4x SuperZoom serta desain mewah Milan Luxury Design berbahan dasar Premium Lychee Vegan Leather. Smartphone ini juga mengusung pengisian daya cepat 100W SUPERVOOC Charge dan 120Hz Curved Vision Display. realme 11 Pro+ 5G kini dapat dimiliki dengan harga Rp6.599.000 untuk varian memori 12GB+12GB*|512GB dari sebelumnya Rp6.999.000

Sedangkan realme 11 Pro 5G hadir sebagai Number Pro Series terbaik dari realme dengan membawa layar lengkung 120Hz Curved Vision Display, desain mewah Milan Luxury Design, 100MP OIS ProLight Camera serta performa terbaik dari chipset Dimensity 7050, dan memori besar 8GB+8GB*|256GB, kini dijual dengan harga Rp4.599.000 dari sebelumnya Rp5.599.000.

Realme 11 Pro Series 5G dengan harga baru telah tersedia di seluruh Indonesia dan bisa didapatkan di seluruh kanal penjualan resmi realme pada platform online maupun offline.

ASUS Luncurkan PC Ultra Ringkas di CES 2024

0

Pada gelaran CES 2024, ASUS menegaskan kembali komitmennya terhadap inovasi dengan memperkenalkan jajaran PC ultra ringkas yang menarik sekaligus menciptakan standar performa, gaya, dan keberlanjutan terbaru. ASUS terus mendorong batas-batas kemampuan yang ada dalam dunia teknologi, dimulai dari PC ultra ringkas ASUS NUC 14 Pro+ yang ramping dan bertenaga, hingga kehebatan gaming dari ASUS Republic of Gamers (ROG) NUC, lalu ASUS Fanless Chromebox CF40 dan ASUS ExpertCenter PN65 semi industrial.

ASUS NUC merepresentasikan komitmen ASUS untuk terus meningkatkan teknologi dengan menghadirkan desain produk yang mudah digunakan. Dikembangkan atas kemitraan antara ASUS dan Intel, ASUS NUC yang ringkas ini memadukan tenaga komputer ukuran penuh dengan kualitas, keandalan, desain modular, masa pakai yang lebih lama, solusi pendinginan cerdas, dan kecanggihan kemampuan AI yang terbaik. Fleksibilitasnya terlihat melalui serangkaian konfigurasi yang dapat memenuhi beragam kebutuhan pengguna, mulai dari pengguna profesional hingga penggunaan rumah. Dirancang sebagai pilihan utama untuk bisnis, industri, dan pengguna sehari-hari, ASUS NUC memadukan kinerja yang luar biasa dengan berbagai fitur untuk menghadirkan pengalaman PC generasi berikutnya. Selain itu, ASUS NUC bercita-cita untuk membuat dampak jangka panjang dalam lanskap teknologi yang terus berkembang dengan fokus mendukung beragam bisnis dan meningkatkan aplikasi PC.

ASUS NUC 14 Pro+: Gaya yang berpadu dengan performa mumpuni

ASUS NUC 14 Pro+ menjadi pusat perhatian pengunjung sebagai lambang atas gaya dan kinerja di gelaran CES 2024. Chassis aluminium anodized yang dibuat dengan presisi ini hadir dalam form factor 5 x 4 inci yang ramping untuk menjadi powerhouse ringkas yang memukau dan tahan lama.

Ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 9 perdana, NUC 14 Pro+ siap mendukung AI dan memenuhi ekspektasi pengguna dengan kemampuan menangani beban kerja berat dengan mudah, mulai dari rendering komputer yang rumit hingga pemodelan finansial yang kompleks. Perangkat ini bagaikan “pekerja keras” sejati untuk para profesional yang mengingkan kinerja kelas atas.

Terakhir, rangkaian port I/O yang beragam semakin mempermudah produktivitas, sehingga pengguna dapat terhubung ke beragam periferal, layar eksternal, dan perangkat lain dengan mudah untuk menyederhanakan alur kerja.

ASUS NUC 14 Pro: Daya Ringkas, Performa Cerdas

ASUS NUC 14 Pro yang merupakan ultra-small form factor (USFF) ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 7 untuk menghadirkan kinerja yang luar biasa. ASUS NUC 14 Pro merupakan NUC pertama yang siap mendukung AI karena dibekali dengan Intel WiFi 6E AX211 berkecepatan tinggi, Intel vPro® Enterprise, dan dukungan hingga empat layar eksternal. Dengan kinerja unggul dan desain yang ringkas, NUC 14 Pro dapat memenuhi beragam kebutuhan profesional modern.

ROG NUC: Kekuatan Gaming yang Ringkas

ASUS mendefinisikan ulang perangkat gaming dengan ROG NUC pertama. Dilengkapi dengan prosesor Intel Core Ultra 9 / Ultra 7 dan grafis diskrit NVIDIA RTX 4070 atau 4060, perangkat yang ringkas ini menghadirkan pengalaman gaming yang mumpuni. Selain itu, chassis berukuran 2,5 liter ini dirancang untuk menghadirkan akses sistem yang cepat agar proses upgrade dan pembersihan perangkat menjadi cepat dan mudah. ROG NUC adalah pilihan utama bagi para gamer yang menginginkan performa tangguh dalam bentuk yang mungil.

ASUS Fanless Chromebox CF40: Pengoperasian senyap, pengelolaan mudah

ASUS Fanless Chromebox CF40 menyuguhkan pengoperasian tanpa suara dan perawatan yang lebih rendah. Dirancang untuk menghadirkan kesederhanaan, perangkat ini dibekali fitur Chrome Enterprise dan zero-touch enrollment yang ideal untuk penggunaan digital signage atau kios. CF40 juga menyuguhkan manajemen TI yang efisien, sehingga menghasilkan solusi efisien yang menawarkan pengalaman komputasi yang lancar.

ASUS ExpertCenter PN65: Melepaskan kekuatan dan produktivitas.

Ditenagai oleh prosesor mobile Intel Core Ultra terbaru beserta Intel Arc Graphics, ASUS ExpertCenter PN65 merupakan sebuah desktop yang ringkas. ASUS ExpertCenter PN65 ini menawarkan konektivitas yang mumpuni dengan memori dual-channel DDR5, dukungan dual PCIe 4.0 x4, dan beragam opsi port yang dapat dikonfigurasi, seperti HDMI , DisplayPort 1.4, COM, VGA, dan LAN Intel 2,5 Gbps. Selain itu, dukungan quad-display dan resolusi 8K UHD hingga 60 Hz menjadikan perangkat ini pilihan ideal bagi para profesional di berbagai bidang, dengan ruang kerja yang sederhana dan efisien serta kemampuan edge computing yang stabil.

ASUS Perkenalkan Motherboard dan Kartu Grafis BTF dengan Konektor Tersembunyi

0

ASUS mengumumkan kehadiran ekosistem ROG BTF dan TUF Gaming BTF White yang masing-masing didesain untuk menyembunyikan kabel sehingga para perakit mendapatkan tampilan PC yang bersih dan tertata rapi di beragam kondisi. Inovasi ini diwujudkan melalui konektor PCIe daya tinggi pada kartu grafis yang kompatibel dengan slot daya tinggi kartu grafis pada motherboard BTF.

BTF vs Advanced BTF

Ekosistem komponen BTF ASUS memberikan beragam opsi rakitan PC dengan konektor tersembunyi kepada pengguna. Dengan kombinasi chassis BTF dan motherboard BTF seperti TUF Gaming B760M-BTF WiFi D4, pengguna dapat menyembunyikan semua kabel yang terhubung langsung ke motherboard, misalnya kabel pemasok daya ke motherboard, penyambung drive SATA 2,5 inci, penyambung kipas casing, dan kabel penyambung tombol front panel dan port I/O.

Tetapi, rakitan PC modern yang dibekali kartu grafis bertenaga tinggi memiliki kabel yang lebih beragam. GPU sering kali membutuhkan lebih banyak daya dibandingkan daya yang disediakan slot PCIe x16, sehingga pengguna diharuskan menggunakan kabel daya PCIe. Oleh karena itu, ASUS menawarkan pendekatan Advanced BTF untuk mendukung pengguna yang ingin menyembunyikan kabel tersebut. Motherboard Advanced BTF dilengkapi slot kartu grafis daya tinggi yang siap menyediakan semua daya yang dibutuhkan kartu grafis BTF. Pengguna akan membutuhkan kartu grafis dengan konektor PCIe daya tinggi untuk membuat PC Advanced BTF.

Pilihan kelas atas dengan konektor tersembunyi: ROG Maximus Z790 Hero BTF 

ASUS meluncurkan dua motherboard BTF terbaru yang dibekali dengan konektor tersembunyi, salah satunya ROG Maximus Z790 Hero BTF yang canggih. Dari segi desain dan spesifikasi, motherboard premium ini memiliki benyak kesamaan dengan ROG Maximus Z790 Dark Hero. Seperti halnya Dark Hero, motherboard ini memiliki corak bayangan, panel lapis baja, dan heatsink VRM yang besar. Pencahayaan Polymo pada shroud I/O menyempurnakan semuanya dengan menghadirkan aksen yang sempurna. Susunan mikrostruktur cahaya dan warna ini dilengkapi dengan dua lapisan pencahayaan RGB yang bekerja sama untuk menampilkan desain ROG yang berkilau.

Terlepas kemiripan dari motherboard tersebut, keduanya terlihat sangat berbeda dengan adanya konektor dan header yang tidak terlihat. Elemen lapis baja ROG Maximus Z790 Hero BTF kini diperpanjang hingga ke sudut bagian bawah rakitan. Tepinya lebih mulus dan terlihat jelas. Fitur diagnostik Q-Code dan Q-LED yang menunjukkan status sistem menjadi lebih mudah terlihat karena sekelilingnya lebih rapi. Bagi setiap perakit yang menganut prinsip desain sederhana lebih bagus, ROG Maximus Z790 Hero BTF adalah terobosan besar.

Sebagai salah satu motherboard ROG Z790 terbaru, ROG Maximus Z790 Hero BTF menawarkan serangkaian fitur yang canggih. Slot PCIe 5.0 x16 yang ada siap untuk grafis terbaik kini dan masa depan. Selain itu, motherboard ini juga memiliki slot kartu grafis berdaya tinggi yang memungkinkan pengguna memasang kartu grafis BTF. Konektor dual Thunderbolt 4 pada rear panel siap mendukung periferal berkecepatan tinggi generasi terbaru, sedangkan audio ROG SupremeFX 7.1 yang dipasangkan dengan ESS ES9218 Quad DAC untuk koneksi front-panel menghadirkan audio gaming yang jernih dan jelas, apa pun headset atau speaker yang dipakai. Di sisi lain, konektor USB 20Gbps menghadirkan koneksi bandwidth yang tinggi ke port USB Type-C yang ada di front panel.

ROG Maximus Z790 Hero BTF siap dipasang dengan prosesor Intel terbaik karena dibekali voltage regulator module dengan 20 + 1 + 2 power stage yang masing-masing dinilai untuk menangani arus hingga 90 amp. Setiap power stage memiliki output hingga 90 ampere dan masing-masing power stage mengirimkan daya yang paling bersih ke prosesor, bahkan di bawah beban tertinggi.

Dukungan M.2 yang luas pada ROG Maximus Z790 Hero BTF memberikan opsi kelas atas kepada pengguna untuk membangun sistem penyimpanan yang cepat dan luas. Selain itu, slot PCIe 5.0 M.2 onboard memungkinkan pengguna memasang salah satu drive tercepat yang ada di pasaran, sedangkan empat slot PCIe 4.0 M.2 tambahan mendukung pengguna untuk melengkapi perangkat penyimpanan yang ada dengan drive tambahan.

ROG Maximus Z790 Hero BTF memberikan opsi jaringan kelas atas kepada pengguna. Dukungan WiFi 7 dapat mengakses jaringan nirkabel generasi terbaru saat pengguna memasangkan motherboard ini dengan router WiFi 7. Bagi pengguna yang lebih menyukai koneksi kabel, port Ethernet 2,5 Gbps juga disediakan dengan bandwidth yang lebih tinggi.

Terakhir, ROG Maximus Z790 Hero BTF menawarkan salah satu inovasi DIY-friendly terbaru ASUS, yaitu PCIe Slot Q-Release Slim. Dengan mekanisme ini, pengguna tidak perlu merasa kesulitan dalam melepaskan pengait atau bahkan menekan tombol untuk melepaskan kartu grafis mereka dari slot. Pengguna hanya perlu memiringkan kartu ke arah mekanisme penguncian agar kartu dapat terlepas secara otomatis dari slot PCIe. Mekanisme ini membuat proses upgrade dan perawatan menjadi lebih mudah dari sebelumnya.

Motherboard BTF dengan aksen putih yang menonjol: TUF Gaming Z790-BTF WiFi 

Saat ini, banyak perakit PC yang menyukai tampilan rakitan bertema putih yang berkelas dan bersih. ASUS telah menawarkan jajaran periferal, monitor, casing, kartu grafis, pendingin AIO, dll dengan warna putih, kini ASUS siap untuk menambahkan motherboard BTF bertema putih ke dalam jajaran produknya. Oleh karena itu, ASUS memperkenalkan motherboard WiFi TUF Gaming Z790-BTF.

Tampilan warna yang mencolok antara PCB hitam premium dengan shroud dan heatsink putih membuat motherboard ini berbeda dari yang lain. Desain konektor tersembunyi memungkinkan peningkatan dan perluasan heatsink M.2, sehingga pengguna mendapatkan pendinginan yang baik pada SSD sekaligus tampilan rakitan yang mengesankan. Bahkan ASUS WiFi Q-Antenna dibekali dengan lapisan berwarna putih untuk memastikan rakitan PC memiliki tampilan yang serasi.

Para perakit PC mempercayakan motherboard TUF Gaming dalam menghadirkan fitur gaming yang hebat, desain yang tangguh, dan performa yang dapat diandalkan. TUF Gaming Z790-BTF WiFi dilengkapi solusi daya yang ditingkatkan dengan power stage 16+1+1, PCB enam lapis, soket ProCool, choke alloy, serta kapasitor yang tahan lama untuk menghadirkan pengiriman daya yang stabil. Motherboard ini juga telah siap untuk prosesor Intel Core Generasi ke-14. Seperti ROG Maximus Z790 Hero BTF, TUF Gaming Z790-BTF WiFi juga siap untuk rakitan Advanced BTF dengan slot kartu grafis berdaya tinggi yang siap menyalurkan daya pada kartu grafis BTF.

Dukungan WiFi 7 meyuguhkan jaringan nirkabel generasi berikutnya kepada pengguna melalui router yang kompatibel, sedangkan port Ethernet Intel 2,5 Gb menyediakan koneksi kabel berkecepatan tinggi. Pengguna akan menemukan port USB Type-C 20 Gbps bawaan di panel I/O belakang yang akan memberikan kecepatan transfer file luar biasa ke penyimpanan eksternal. Selain itu, sebanyak empat slot PCIe 4.0 M.2 mendukung pengguna untuk memasang beragam perangkat penyimpanan yang luas dan cepat untuk menyimpan semua game mereka.

Dua opsi chassis untuk rakitan BTF

Sebagian besar komponen DIY PC standar dapat digunakan dengan motherboard BTF. Pengguna tidak memerlukan pendingin CPU, power supply, SSD, atau RAM khusus. Sebaliknya, pengguna akan memerlukan chassis yang kompatibel, karena pengguna tidak dapat mengakses konektor pada motherboard BTF jika menggunakan motherboard tray standar.

Untuk menghadirkan kompatibilitas yang luas, ASUS menawarkan dua opsi. Pertama adalah ROG Hyperion GR701 BTF Edition. Edisi chassis khusus yang telah memenangkan penghargaan ini mengadopsi rangkaian fitur premium chassis asli, kemudian menambahkan bentuk motherboard tray yang dapat dipasang dengan pas, sehingga pengguna dapat mengakses konektor motherboard BTF mereka. Seperti versi standar, chassis ini menawarkan performa pendinginan yang luar biasa dengan dukungan radiator ganda berukuran 420 mm, empat kipas berukuran 140 mm, dan hub kipas internal. Chassis ini juga menawarkan banyak ruang untuk memasangkan kartu grafis yang paling besar sekalipun, sekaligus menyediakan ruang manajemen kabel sedalam 34 mm dengan jalur rute kabel sepanjang 46 mm yang membantu proses perakita.

Untuk memasang motherboard TUF Gaming Z790-BTF WiFi dengan sempurna, ASUS memperkenalkan chassis TUF Gaming terbaru, yaitu TUF Gaming GT302 ARGB. Chassis tipe mid-tower berwarna putih yang memukau ini siap dipakai untuk motherboard BTF serta menawarkan sejumlah peningkatan pendinginan dan fitur inovatif yang dapat menyederhanakan proses perakitan.

TUF Gaming GT302 ARGB dibekali dengan empat kipas ARGB berukuran 140 mm untuk menyediakan aliran udara yang luar biasa. Sementara itu, ukurannya yang sangat tebal, yaitu 28 mm, memastikan aliran udara dan tekanan statis terbaik. Karena akhir-akhir ini banyak perakit yang memilih mengugnakan pendingin CPU cair AIO, ASUS juga meluncurkan fitur baru pada GT302 yang akan menyederhanakan proses pemasangan AIO: Seluruh bagian top panel dapat dilepas sehingga pengguna dapat memasang dan membersihkan radiator dengan mudah.

GT302 juga menawarkan keseimbangan ukuran dan kompatibilitas komponen yang pas. Sebagai chassis tipe mid-size tower, chassis ini tidak membutuhkan ruang meja seluas chassis ROG Hyperion BTF. Meskipun begitu, chassis ini masih dapat mengakomodasi motherboard ATX dan kartu grafis kelas atas beserta solusi pendinginan yang substansial secara nyaman.

Kartu grafis BTF siap bergabung dalam pertarungan

Pengguna dapat menggunakan kartu grafis tradisional atau kartu grafis BTF pada motherboard BTF, karena ASUS telah menghadirkan slot PCIe 5.0 x16 yang dapat digunakan pada GPU apa pun. Meskipun demikian, jika pengguna menggunakan kartu grafis standar, mereka membutuhkan kabel daya yang terhubung seperti biasa serta dapat menonjol keluar dari rakitan konektor tersembunyi. Oleh karena itu, ASUS telah mengembangkan dua kartu grafis BTF: ROG Strix GeForce RTX 4090 BTF Edition dan TUF Gaming GeForce RTX 4070 Ti SUPER BTF White Edition. Alih-alih menggunakan konektor daya eksternal 16-pin tradisional, kedua kartu grafis tersebut ini memiliki konektor PCIe daya tinggi di bagian bawah untuk transmisi daya – sebuah mekanisme yang sama seperti pada server GPU. (Harap diperhatikan, meskipun pengguna tidak memerlukan kartu grafis BTF saat menggunakan motherboard BTF, jika pengguna membeli kartu grafis BTF, mereka harus memasangnya di motherboard BTF).

Di samping daya tarik desain konektor tersembunyi, konektor PCIe daya tinggi juga menawarkan beberapa keunggulan. Pertama, pengguna tidak perlu khawatir tidak memiliki ruang horizontal yang cukup untuk mencegah kabel daya GPU tidak menekan side panel. Kedua, konektor ini berfungsi sebagai titik pemasangan tambahan pada motherboard, sehingga dapat mengatasi penurunan GPU. Selian itu, pengguna tidak perlu menghubungkan kabel daya karena slot ini dipasang secara tepat saat pengguna memasang kartu grafis.

Konektor PCIe daya tinggi ini cocok dipasang dengan kartu grafis paling bertenaga di jajaran produk ASUS karena dapat memberikan daya hingga 600 watt. Oleh karena itu, ASUS memperkenalkan ROG Strix GeForce RTX 4090 BTF Edition. ASUS tidak merancang GPU yang dahsyat ini dari awal: GPU ini menawarkan performa ultra-kompetitif yang sama seperti pada ROG Strix GeForce RTX 4090 yang telah dikenal dan dicintai oleh para pengguna. Strix GeForce RTX 4090 BTF Edition menawarkan GDDR6X 24 GB, fitur akselerasi AI NVIDIA RTX 40 Series, solusi pendinginan yang bertenaga dan senyap, serta diecast shroud yang sama, tetapi dengan tampilan yang lebih baik karena tidak dibekali konektor daya eksternal 16-pin yang menggantung di bagian samping.

Untuk rakitan konektor tersembunyi bertema putih, ASUS menawarkan TUF Gaming GeForce RTX 4070 Ti SUPER BTF White Edition. Kartu grafis ini mempertahankan kinerja, pendinginan, dan gaya dari TUF Gaming GeForce RTX 4070 Ti, bedanya TUF Gaming GeForce RTX 4070 Ti SUPER BTF White Edition dibekali konektor PCIe daya tinggi. Kartu grafis ini adalah pilihan yang tepat untuk rakitan BTF serta menghadirkan gaya snowy white yang sempurna untuk melengkapi TUF Gaming Z790-BTF WiFi dan TUF Gaming GT302 ARGB.

Standar baru untuk showcase build

Desain satu arah dengan memperlihatkan beragam komponen motherboard telah mendukung pelanggan ASUS selama beberapa dekade dengan baik, tetapi kini ASUS siap menghadirkan desain dengan pendekatan baru. Para perakit PC telah lama menggunakan beragam cara untuk menjaga kabel mereka tetap rapi. Oleh karena itu, ini lah saatnya ASUS menyembunyikan kabel tersebut sepenuhnya.

Dengan motherboard WiFi ROG Maximus Z790 Hero BTF dan TUF Gaming Z790-BTF WiFi, pengguna memiliki dua opsi konektor tersembunyi berkinerja tinggi yang siap menyederhanakan proses perakitan dan memberikan tampilan PC yang bersih dan profesional. ROG Strix GeForce RTX 4090 BTF Edition dan TUF Gaming GeForce RTX 4070 Ti SUPER menawarkan gaya yang saling melengkapi dan performa gaming yang luar biasa, sedangkan ROG Hyperion GR701 BTF Edition dan TUF Gaming GT302 ARGB memberikan kompatibilitas yang dibutuhkan pengguna dalam dua pilihan warna yang berbeda.

Gambar dan detail lebih lanjut tentang spesifikasi ekosistem ASUS BTF terbaru dapat ditemukan di halaman Panduan Pembeli Edge Up, atau kunjungi halaman web ASUS BTF untuk melihat tampilan dari setiap seri.

Opsi chassis BTF lebih banyak dari BTF Alliance

Sebangga apapun ASUS terhadap tampilan dan kesan dari ROG Hyperion GR701 BTF Edition dan TUF Gaming GT302 ARGB, kami mengetahui bahwa para perakit ingin memiliki pilihan yang lengkap saat memilih chassis untuk PC berikutnya. Oleh karena itu, ASUS telah bermitra dengan berbagai nama besar dalam industri case PC untuk menciptakan BTF Alliance. Melalui kemitraan ini, pengguna memiliki beragam pilihan case PC yang sepenuhnya kompatibel dengan motherboard ASUS BTF.

Para pengguna dapat melihat opsi-opsi case ini pada kuartal pertama 2024. Pada bulan Januari, Thermaltake, Inwin, dan Phanteks akan memulai meluncurkan beragam case seperti Thermaltake Ceres 330 TG ARGB, Inwin F5, dan Inwin D5. Pada bulan Februari, Cooler Master akan meluncurkan MasterBox 600, dan Corsair akan meluncurkan seri 6500. Selain itu, Silverstone juga berencana untuk meluncurkan SETA A2 series dari beragam case PC yang siap untuk BTF pada kuartal pertama 2024. Selain itu, penggemar produsen be quiet!, Lian Li, dan Aerocool juga akan senang karena semua produsen ini juga akan meluncurkan desain chassis BTF. Nantikan pengumuman mereka dalam beberapa minggu ke depan.

Sedangkan untuk case ASUS, kami menargetkan peluncuran pada awal kuartal kedua tahun 2024. Harap diperhatikan bahwa tanggal peluncuran semua opsi chassis ini dapat berubah. Hubungi masing-masing produsen untuk mendapatkan informasi terbaru.

Review Prince of Persia: The Lost Crown (PC): Gaya Baru Tapi Biasa Saja

0

Berbicara tentang franchise Prince of Persia, harapan gamer kepada Ubisoft adalah game AAA. Entah itu remake atau kelanjutan, tidak masalah asalkan game Prince of Persia terbaru memiliki grafis kelas atas dan gameplay yang memuaskan. Tapi pada kenyatannya gamer justru disuguhi oleh game Prince of Persia: The Lost Crown yang bergenre side-scrolling dengan gaya Metroidvania.

Prince of Persia: The Lost Crown dikembangkan oleh studio Ubisoft Montpellier. Studio ini jugalah yang menghadirkan game Rayman Origins dan berhasil sukses. Jadi wajar saja jika formula kemenangan dari Rayman Origins diimplementasi ke Prince of Persia: The Lost Crown. Tentunya ini dilakukan tanpa menghilangkan ciri khas dari Prince of Persia.

Saya mendapatkan kesempatan untuk memainkan review copy Prince of Persia: The Lost Crown dari Ubisoft. Versi yang saya mainkan adalah versi PC.

Game Prince of Persia terakhir yang saya mainkan adalah The Warrior Within di PS2. Dari gameplay keduanya sudah jelas sangat berbeda. Prince of Persia: The Lost Crown meski masih memiliki elemen platforming, tapi memiliki sudut pandang side-scrolling. Bagaimana kesan saya dengan game ini? Simak reviewnya!

Pemain Bukan Menjadi Prince, Tapi Menolong Prince

Terobosan yang dilakukan oleh Ubisoft Montpellier di Prince of Persia: The Lost Crown dari segi cerita adalah tentang karakter utamanya. Karakter utama di game ini bukan seorang Prince atau Pangeran. Justru tugas pemain adalah menolong Pangeran yang diculik.

Karakter utama dari Prince of Persia: The Lost Crown adalah Sargon. Ia adalah bagian dari pasukan elit yang dinamakan Immortals. Bersama dengan anggota Immortal yang lain, Sargon diperintahkan mendapatkan kembali putra mahkota Persia yang diculik di Mount Qaf. Tanpa mereka sadari, Mount Qaf merupakan tempat misterius dimana waktu tidak berjalan dengan semestinya.

Selama menjelajahi Mount Qaf, pemain akan berjumpa dengan berbagai macam NPC. Beberapa merupakan penghuni dari gunung tersebut. Sedangkan yang lainnya seperti sudah tersesat selama bertahun-tahun di Mount Oaf. Ada NPC yang akan memberikan side quest kepada Sargon. Ada juga membantunya dengan memberikan peta dan upgrade untuk senjata serta atribut lainnya.

Cerita dari Prince of Persia: The Lost Crown menurut saya biasa saja. Game ini memiliki plot twist, tapi tidak terlalu mengagetkan. Intinya jangan berharap terlalu tinggi dari segi cerita. Nikmati saja gameplaynya.

Grafis Bukan Lagi Inovasi Baru, Tapi Ok

Belakangan banyak game yang menggunakan grafis 2.5D yang memadukan 2D dengan 3D. Prince of Persia: The Lost Crown adalah salah satunya. Grafis 2.5D di game ini dipadu dengan desain karakter dengan gaya kartun. Karena trend ini sudah menjamur, jadi menurut saya grafis Prince of Persia: The Lost Crown bukan lagi sebuah inovasi baru.

Mount Qaf yang digambarkan sebagai tempat misterius divisualisasikan dengan baik di game ini. Mount Qaf dibagi menjadi beberapa bagian atau biome. Setiap biome memiliki desain level yang berbeda-beda. Ada yang berupa kuil kuno, hutan, selokan yang penuh dengan air limbah menjijikkan, sampai dengan catacomb atau pemakaman bawah tanah.

Setiap biome juga memiliki musik yang berbeda. Jenis musuh yang muncul juga bervariasi dan disesuaikan dengan biomenya. Misalnya ketika berada di biome hutan, lawan Sargon berbentuk seperti suku pedalaman yang memakai topeng. Boss fight di Prince of Persia: The Lost Crown menurut saya juga memuaskan dari segi desain musuh dan mekaniknya. Salah satu boss yang sudah diperlihatkan adalah Manticore, monster dengan badan singa bersayap dan berekor kalajengking.

Pertarungan dengan Dua Pedang Penuh Aksi

Menurut saya highlight dari Prince of Persia: The Lost Crown adalah gameplaynya. Kalian akan disajikan oleh gameplay penuh aksi. Game ini juga meminjam mekanik parry seperti yang ada di game Sekiro: Shadows Die Twice.

Untuk melawan monster yang menghuni Mount Qaf, Sargon dibekali oleh dua bilah pedang. Kalian bisa menggunakan kedua pedang Sargon untuk melakukan serangan combo. Sargon juga memiliki serangan launcher untuk melontarkan musuh ke udara dan sweep untuk menjatuhkan musuh.

Kalian wajib menguasai mekanik parry di Prince of Persia: The Lost Crown. Karena Sargon tidak memiliki guard. Sehingga satu-satunya cara bertahan dari serangan musuh adalah parry atau menghindar.

Musuh di Prince of Persia: The Lost Crown memiliki beberapa tipe serangan. Jika menyala merah artinya serangan tidak bisa diparry dan harus dihindari. Jika menyala kuning maka kalian wajib memparry serangan itu untuk memicu animasi counter attack yang keren.

Untuk musuh biasa, Parry adalah cara untuk melakukan instant kill. Untuk boss Parry akan membuat stagger dan menjadi peluang memberikan free hit.

Mekanik parry ini menurut saya membuat gameplay Prince of Persia: The Lost Crown menjadi balance dan tidak terlalu punishing. Jika melawan musuh yang merepotkan, saya hanya perlu mencari peluang untuk melakukan instant kill dengan parry. Musuh yang dikalahkan dengan parry juga akan menjatuhkan health crystal yang bisa menyembuhkan health point Sargon.

Selain pedang, Sargon juga dibekali oleh panah yang bisa berubah menjadi senjata cakram. Saya lebih sering menggunakan panah dan cakram untuk membuka jalan daripada melawan musuh.

Sargon juga memiliki skill semacam limit break yang dinamakan Athra Surges. Skill ini memiliki daya serang yang kuat tapi mengkonsumsi energi, sehingga tidak bisa digunakan sering-sering. Saya juga memanfaatkan skill ini untuk menghindar dari serangan. Karena saat digunakan skill ini akan membuat Sargon mendapatkan momen iFrame alias kebal dari serangan dalam waktu singkat.

Kustomisasi dengan Trinket

Prince of Persia: The Lost Crown memiliki Trinket yang bisa digunakan untuk kostumisasi. Setiap Trinket akan memiliki efek yang berbeda-beda kepada Sargon. Ada yang menambah health point, menambah daya serang, dan masih banyak lagi. Trinket juga dapat diupgrade untuk meningkatkan efeknya.

Jumlah Trinket yang bisa dipakai Sargon terbatas. Sehingga pemain harus memilih Trinket apa yang digunakan agar sesuai dengan gaya bermainnya.

Elemen Platforming yang Bisa Dibilang Cukup Brutal

Jujur, saya lebih sering mati karena tertusuk duri atau terjepit batu dibandingkan mati oleh musuh di game ini. Elemen platforming di Prince of Persia: The Lost Crown menurut saya cukup brutal dan kadang tidak kenal ampun. Jika Sargon mati, kalian harus mengulang dari checkpoint yang bernama Wak-Wak Tree. Jika lokasi Wak-Wak Tree jauh dari tempat Sargon mati, artinya pemain harus mengulangi perjalanan lagi.

Sedikit spoiler, akan ada level dimana pemain harus bermanuver gila-gilaan. Bagian dinding memiliki duri sedangkan lantainya adalah papan penggilas. Jika menyentuh salah satunya Sargon akan langsung mati dan kalian harus mengulang dari awal.

Hal yang menyebalkan adalah Sargon sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk double jump di bagian awal. Sargon memang bisa melompat lebih tinggi dengan menahan tombol lompat, tapi menurut saya tetap kurang pas dibandingkan dengan double jump.

Sebagi gantinya, Sargon akan memiliki kemampuan untuk mengendalikan waktu atau Time Power. Skill ini tidak bisa langsung diakses, melainkan harus mengikuti alur cerita untuk membukanya. Salah satu skill yang menurut saya keren adalah Sargon bisa membuat semacam Kage Bunshin dan digunakan untuk teleport. Skill ini bisa digunakan untuk memecahkan puzzle dan juga untuk menyerang titik lemah musuh terutama boss.

Platforming dan kemampuan Time Power juga merupakan ciri khas dari game Prince of Persia. Developer Ubisoft Montpellier berhasil mengintegrasikan keduanya dengan pas ke dalam game Prince of Persia: The Lost Crown.

Map Bisa Menyesatkan, Bisa Juga Dibuat Lebih Gampang

Kalian tidak suka platforming atau ingin dipandu saat bermain? Dalam menu Accessibility kalian bisa mengatur fungsi-fungsi tersebut. Misalnya dengan Platforming Assist kalian bisa menskip level yang memiliki platforming. Ada juga fungsi Guided yaitu penanda untuk menandai tempat yang harus dituju atau daerah yang tidak bisa diakses.

Kalian bisa menghilangkan semua fitur-fitur tersebut jika ingin game menjadi lebih menantang. Tingkat kesulitan dari game ini juga dibagi menjadi empat yaitu Rookie, Warrior, Hero, dan Immortal.

Setiap tingkat kesulitan memiliki parameter yang berbeda. Tidak perlu khawatir salah pilih karena tingkat kesulitan bisa diubah kapan saja.

Prince of Persia: The Lost Crown Dari Segi Teknis

Untuk spesifikasi PC yang saya gunakan adalah i5-9400F, GeForce RTX 3060, dan RAM 16GB. Prince of Persia: The Lost Crown tidak terlalu menuntut banyak dari segi spesifikasi. Selama mencoba sesi review, saya tidak pernah mengalami masalah teknis.

Tapi ada beberapa bug cukup aneh yang saya temui. Salah satunya ketika berhadapan dengan boss Undead Prisoner. Pintu tempat ruangan bertarung ternyata terbuka sehingga saya bisa langsung kabur dari bossnya. Anehnya ketika saya kembali ke ruangan tersebut bossnya mendadak hilang.

Ubisoft juga telah memastikan bahwa Day One Patch akan tersedia ketika game ini rilis. Update ini berisi berbagai macam perbaikan yang saya harap bisa memperbaiki masalah teknis di dalam game.

Jika kalian berniat untuk memainkan Prince of Persia: The Lost Crown di PC, saya sangat menyarankan untuk menggunakan controller. Sebabnya karena controller lebih responsif dibandingkan keyboard.

Kesimpulan

Menurut saya Prince of Persia: The Lost Crown bukanlah game yang bagus juga bukan game yang buruk, melainkan biasa saja. Gaya 2.5D yang dihadirkan di game ini memang memberikan nafas baru untuk IP Prince of Persia. Tapi menurut saya ini masih kurang. Karena yang sebetulnya dinantikan oleh fans adalah game Prince of Persia sesungguhnya.

Hal yang menarik perhatian saya di Prince of Persia: The Lost Crown adalah sistem parry. Menurut saya sistem ini adalah inovasi terbaik di game ini dan seharusnya diimplementasi ke game Prince of Persia selanjutnya.

*Game untuk review disediakan oleh publisher

Konami Umumkan Kehadiran Felix the Cat Collection Untuk PS4, PS5 dan Nintendo Switch

0

Konami baru saja menumumkan bahwa pihaknya dan Limited Run Games akan merilis game Felix the Cat edisi koleksi berisi dua seri game klasik Felix the Cat untuk konsol PS4, PS5 dan Nintendo Switch. Nantinya game ini akan berjalan menggunakan Carbon Engine besutan Limited Run Games, namun sayang jadwal rilis game masih dirahasiakan.

Game berformat fisik dan edisi “Classic” juga akan disediakan oleh Limited Run Games. Kalian sudah bisa melakukan pre-order game mulai tanggal 9 Februari sampai 10 Maret 2024.

# Edisi standar (PS4, PS5, Nintendo Switch)
– Bundel kopi fisik Felix the Cat keluaran tahun 1992 di Nintendo Entertainment System (NES) dan keluaran tahun 1993 yang dirilis ke Game Boy dengan judul yang sama.

# Edisi Klasik (PS4, PS5, Nintendo Switch)
– Bundel kopi fisik Felix the Cat keluaran tahun 1992 di NES dan keluaran tahun 1993 yang dirilis ke Game Boy dengan judul yang sama.
– CD Soundtrack fisik musik dari game Felix the Cat
– Poster
– Sampul paket game yang terinspirasi dari box game Felix the Cat bersi NES

Sejak debutnya pada tahun 1919, Felix the Cat telah menjadi ikon budaya pop. Di film, televisi, dan game, penggemar tetap menyukai semangat ceria dan imajinatif Felix selama hampir 105 tahun. Kini, petualangan 8-bit Felix si Kucing kembali untuk ditemukan oleh penonton baru dan dinikmati bersama oleh generasi penggemar.

Rilisan ini mencakup judul klasik Nintendo Entertainment System dan judul Game Boy yang dirilis setahun kemudian. Melalui Carbon Engine, dan bantuan dari Felix’s Magic Bag of Tricks, fitur-fitur baru untuk judul-judul tersebut, termasuk status penyimpanan dan perbaikan kualitas hidup lainnya, membawanya ke era game modern.

Tiga Teknologi Revolusioner Infinix Diungkap di CES 2024

0

Infinix, brand teknologi global yang beroperasi di lebih dari 70 negara, membuka tahun 2024 dengan memamerkan tiga teknologi terbaru di event ShowStoppers yang berlangsung di Consumer Electronics Show (CES) 2024, Las Vegas. Ketiga teknologi tersebut adalah AirCharge untuk kemudahan mengisi daya secara nirkabel, Extreme-Temp Battery untuk durabilitas baterai di segala kondisi, serta E-Color Shift untuk bodi belakang smartphone yang dapat dipersonalisasi. Salah satu teknologi yang di-highlight Infinix adalah E-Color Shift. 

“Di Infinix, kami berkomitmen untuk memberikan solusi yang berpusat pada pengguna kepada konsumen di seluruh dunia. Lewat E-Color Shift, kami menjajaki kemungkinan personalisasi smartphone lebih lanjut melalui aplikasi perangkat lunak, memungkinkan hingga 60 area yang dapat disesuaikan. Pengguna juga dapat mempersonalisasi panel belakang ponselnya dengan menampilkan waktu, suasana hati, dan fitur lainnya dalam susunan matriks. Pendekatan ini memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan individualitas mereka dan menyampaikan informasi yang berbeda melalui desain ponsel yang unik, tanpa perubahan warna dasar. Hal ini memberikan tampilan dan nuansa segar pada perangkat mereka,” jelas Liang Zhang, selaku Deputy General Manager Infinix Mobility.

Kustomisasi Bodi Belakang Smartphone Sesuai Mood

Infinix mendengar kebutuhan pengguna yang menginginkan smartphone yang dapat dipersonalisasi sesuai karakter pengguna. Lewat sebuah komponen bernama E Ink Prism 3, Infinix resmi menghadirkan teknologi E-Color Shift yang memungkinkan bodi belakang smartphone untuk dimodifikasi sesuai dengan keinginan hati. 

Berkat E Ink Prism 3, terdapat penyesuaian ekstensif pada panel belakang. Teknologi ini menggunakan struktur mikro di mana partikel warna membawa muatan positif dan negatif. Dengan menerapkan tegangan yang berbeda, medan listrik di dalam struktur mikro berubah, sehingga menyebabkan partikel warna yang bersangkutan bergerak dan menampilkan warna yang diinginkan. Tak hanya berganti warna dan tampilan, teknologi E-Color Shift juga tidak memerlukan banyak daya. 

Solusi Pengisian Baterai Nirkabel Tanpa Hassle

Infinix meningkatkan standar charging nirkabel ke level berikutnya lewat teknologi bernama AirCharge, Infinix memanfaatkan resonansi magnetik multi-koil yang inovatif dan algoritma adaptif. Alhasil, pengguna terfasilitasi dengan pengisian daya nirkabel yang berjarak hingga 20 cm dan pada sudut 60 derajat. Teknologi ini juga dipastikan tetap aman berkat frekuensi di bawah 6,78 MHz dan menghasilkan daya 7,5W.

Metode AirCharge ini akan melampaui standar pengisian daya konvensional, sehingga pengguna dapat dengan mudah mengisi daya perangkat dengan berbagai posisi dan aktivitas. Sebuah inovasi yang tentunya akan memudahkan pengguna terutama yang hobi bermain game mobile. 

Durabilitas Tinggi Baterai Smartphone di Kondisi Ekstrem

Gelaran ShowStoppers CES 2024 juga menjadi momen bagi Infinix untuk menampilkan teknologi baterai yang tahan di kondisi ekstrem. Berkolaborasi dengan produsen teknologi ternama, Infinix memperkenalkan Extreme-Temp Battery. Baterai inovatif ini menggabungkan teknologi elektrolit biomimetik dan fusi solid-state di elektrodanya, yang memungkinkan baterai beroperasi dengan lancar bahkan pada suhu serendah -40°C.  

Bisa dibilang, Extreme-Temp Battery memastikan kinerja dan daya tahan yang dapat diandalkan di lingkungan dingin sehingga mengatasi masalah umum seperti pembekuan lithium-ion pada baterai standar.

Kolaborasi Influencer Global Lewat Show Bertema Carpool

Tak hanya memamerkan 3 teknologi terbaru, Infinix juga meluncurkan show bernama ‘Infinix Carpool Show’, di mana para influencer teknologi dan gaya hidup terkemuka mempelajari teknologi AirCharge dan merasakan langsung inovasinya dalam perjalanan menuju ke ShowStoppers CES 2024. Seri ini akan diluncurkan di platform media sosial global resmi Infinix sejalan dengan event teknologi tahunan ini. 

Musuh di Granblue Fantasy: Relink Diungkap

0

Sega dan Cygames telah membagikan informasi baru tentang Granblue Fantasy: Relink. Informasi yang diungkap adalah tentang musuh di game tersebut. Nama dari musuh ini adalah organisasi The Church of Avia. Organisasi ini bergerak ketika pemain memulai petualangannya di Zegagrande Skydom.

Salah satu anggota organisasi yang akan menjadi lawan pemain adalah Id. Ia adalah salah Jenderal di The Church of Avia dan terkenal dengan reputasinya sebagai ahli pedang terbaik di Zegagrande.

Informasi lain yang diungkap adalah tentang karakter-karakter yang akan hadir di Granblue Fantasy: Relink. Mereka adalah:

  • Rolan
  • Lancelot
  • Vane
  • Percival
  • Siegfried

  • Charlotta
  • Yodarha
  • Narmaya

  • Zeta
  • Vaseraga
  • Ferry
  • Ghandagoza

Belum lama ini dua trailer baru untuk Granblue Fantasy: Relink juga telah rilis. Kedua trailer ini memperlihatkan tentang boss battle dan juga theme song dari game tersebut:

Granblue Fantasy: Relink akan rilis pada tanggal 1 Februari 2024 di PS5, PS4, dan PC.

Bandai Namco Perlihatkan Gameplay Panda di Tekken 8

0

Bandai Namco telah merilis trailer baru untuk Tekken 8. Trailer ini memperlihatkan Panda, beruang dari negara China yang merupakan murid Xiaoyu. Pada trailer sebelumnya yang memperlihatkan Kuma, Panda juga sempat muncul dan diperlihatkan menolak ajakan untuk menikah dari Kuma.

Tekken 8 akan menjadi babak pamungkas dari perseteruan keluarga, antara sang ayah Kazuya dengan anaknya Jin. Agar gamer lebih mengerti tentang alur cerita dari Tekken 8, Bandai Namco telah merilis video penjelasan tentang cerita di game Tekken. Video ini dinarasikan oleh aktor Brian Cox.

Tekken 8 akan rilis pada tanggal 26 Januari 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC.

Spesifikasi Dragon’s Dogma II PC Diungkap

0

Capcom telah memperlihatkan spesifikasi dari versi PC Dragon’s Dogma II. Sepertinya gamer PC tidak memerlukan PC dengan spek tinggi untuk bisa memainkan game ini. Capcom juga menginformasikan bahwa Dragon’s Dogma II di PC sudah mendukung fitur ray tracing. Berikut adalah spesifikasi lengkapnya sesuai dengan keterangan yang ada di Steam:

MINIMUM:

  • Requires a 64-bit processor and operating system
  • OS: Windows 10 (64 bit)/Windows 11 (64 bit)
  • Processor: Intel Core i5 10600 / AMD Ryzen 5 3600
  • Memory: 16 GB RAM
  • Graphics: NVIDIA GeForce GTX 1070 / AMD Radeon RX 5500 XT with 8GB VRAM
  • DirectX: Version 12
  • Network: Broadband Internet connection
  • Additional Notes: Estimated performance: 1080p/30fps. Framerate might drop in graphics-intensive scenes. NVIDIA GeForce RTX 2080 Ti or AMD Radeon RX 6800 required to support ray tracing.

RECOMMENDED:

  • Requires a 64-bit processor and operating system
  • OS: Windows 10 (64 bit)/Windows 11 (64 bit)
  • Processor: Intel Core i7-10700 / AMD Ryzen 5 3600X
  • Memory: 16 GB RAM
  • Graphics: NVIDIA GeForce RTX 2080 / AMD Radeon RX 6700
  • DirectX: Version 12
  • Network: Broadband Internet connection

Additional Notes: Estimated performance: 2160i/30fps. Framerate might drop in graphics-intensive scenes. NVIDIA GeForce RTX 2080 Ti or AMD Radeon RX 6800 required to support ray tracing.

NVIDIA baru saja merilis trailer Dragon’s Dogma 2 yang mengkonfirmasi adanya dukungan DLSS 3 di game tersebut. Sayangnya Capcom belum mengumumkan berapa ukuran file dari Dragon’s Dogma II.

Dragon’s Dogma II akan rilis pada tanggal 22 Maret 2024 di PS5, Xbox Series, dan PC (Steam).

ASUS dan Republic of Gamers Tampilkan Jajaran Monitor Inovatif di Gelaran CES 2024

0

ASUS dan Republic of Gamers (ROG) mengumumkan jajaran monitor yang memukau untuk gaming, pembuatan konten profesional, hybrid work, serta hiburan di gelaran CES 2024. ROG terus mendorong inovasi layar gaming dengan memperkenalkan monitor layar lengkung berukuran 39 inci yaitu ROG Swift OLED PG39WCDM 800R, monitor gaming 32 inci dual-mode pertama di dunia dengan fitur Frame Rate Boost untuk berganti mode antara 4K 240 Hz dan FHD 480 Hz yaitu PG32UCDP, serta monitor OLED 27 inci tercepat di dunia yaitu PG27AQDP. Selain itu, ROG juga meluncurkan ROG Aura Monitor Light Bar ALB01 dan ROG Ergo Monitor Arm AAS01 yang telah memenangkan penghargaan untuk meningkatkan pengaturan game apa pun.

Kreator konten akan sangat menyukai ProArt Display PA278CFRV terbaru, yaitu sebuah monitor IPS QHD (2560 x 1440) yang ramah lingkungan dengan fitur 95% DCI-P3 dan USB-C® dengan 96 W  Power Delivery yang cocok untuk laptop Windows dan MacBook®.

ASUS meluncurkan tiga layar portabel, yaitu ZenScreen Fold OLED MQ17QH sebagai layar portabel OLED lipat pertama di dunia, ZenScreen MB229CF 21,5 inci, 100 Hz dengan beberapa opsi stand yang fleksibel, serta ZenScreen MB166CR 15,6 inci dengan kickstand 360° yang berfungsi ganda untuk pemasangan di dinding.

Selain itu, ASUS juga mengeluarkan ASUS AirVision M1 Wearable Display yang memanfaatkan teknologi tampilan virtual, sekaligus mampu menghasilkan beberapa layar virtual dengan aspect ratio yang berbeda untuk produktivitas dan hiburan saat bepergian.

Semua monitor ASUS sudah dibekali dengan ASUS DisplayWidget Center, yaitu sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna mengubah pengaturan monitor dengan mouse tanpa harus menggunakan tombol di monitor. Aplikasi ini akan menyimpan pengaturan monitor, memunculkan notifikasi sistem, dan memperbarui monitor secara otomatis. Selain itu, aplikasi ini kompatibel dengan seluruh jajaran monitor lain untuk menjamin pengalaman tanpa batas bagi semua pengguna.

Monitor ROG OLED yang Inovatif

Peluncuran ROG Swift OLED PG39WCDM menandai lompatan signifikan lain dalam teknologi gaming imersif. Kehadiran monitor gaming dengan layar OLED melengkung ultrawide (3440 x 1440) 240 Hz 800R berukuran 39 inci ini menunjukkan dedikasi ROG untuk mendorong batas-batas teknologi monitor gaming. Selain itu, ROG Swift OLED PG32UCDP adalah monitor gaming dual-mode pertama di dunia dengan fitur Frame Rate Boost yang memungkinkan pengguna beralih dari 4K 240 Hz hingga FHD 480 Hz kapan pun.

Model lain yang melengkapi jajaran monitor terbaru adalah ROG Swift OLED PG27AQDP, sebuah monitor OLED 27 inci tercepat di dunia. Berbekal ROG OLED generasi ketiga terbaru dan teknologi META, monitor Swift terbaru ini dapat mencapai tingkat kecerahan puncak yang lebih tinggi sebesar 30% dan sudut pandang yang lebih lebar hingga 20% dibanding versi sebelumnya. Kecerahan puncak 1300-nit dan kesesuaian dengan standar DisplayHDR True Black 400 memastikan visual game yang memukau. Panel terbarunya juga didesain untuk mengatasi color fringing dengan menggunakan algoritma Clear Pixel Edge. Algoritma tersebut akan mengurangi green fringing dan red fringing pada teks dan garis untuk meningkatkan pengalaman visual. Selain itu, teknologi Extreme Low Motion Blur (ELMB) eksklusif memungkinkan gerakan game yang serba cepat terlihat lebih tajam dan lebih jelas. Response time 0,03 ms dan dukungan AMD FreeSync™ Premium Pro memastikan visual yang halus dan bebas tearing dengan latensi rendah. Untuk memastikan masa pakai layar yang awet, layar ini dibekali heatsink khusus untuk mengurangi suhu pengoperasian sekaligus melindungi layar dari resiko burn-in.

Di sisi lain, ROG Swift OLED PG39WCDM dengan Smart KVM bawaan memungkinkan pengguna mengontrol dua perangkat dengan keyboard dan mouse secara mudah, sedangkan konektivitas USB 3.2 memungkinkan transfer file dengan cepat. Pilihan konektivitas yang luas, seperti DisplayPort™, HDMI® 2.1, dan USB-C dengan 90 W Power Delivery menjadikan ROG Swift OLED sebagai hub yang fleksibel untuk pengaturan gaming. Di samping fitur-fitur inovatif di atas, monitor ini juga menyertakan kit pemasangan di dinding bernama ROG VESA untuk mempermudah pemasangan di dinding atau partisi. Dengan kelengkungan panel sebesar 800R, ROG Swift OLED dapat disematkan sebagai monitor paling melengkung yang tersedia saat ini yang memberikan pengalaman bermain game begitu imersif.

Ketiga model terbaru ini dilengkapi teknologi ROG Gaming Artificial Intelligence dengan Dynamic shadow boost, Dynamic cross-hair, Variable Overdrive 2.0, Dynamic GameVisual (pada model tertentu) yang meningkatkan pengalaman gaming pengguna.

ROG Swift OLED PG32UCDM – monitor ROG pertama dengan dukungan Dolby Vision

Monitor ROG Swift OLED PG32UCDM 4K 240 Hz terbaru ini akan menjadi monitor ROG pertama yang menawarkan Dolby Vision® untuk menghadirkan visual yang memukau dengan rentang warna yang luas, kecerahan, detail, dan kontras yang luar biasa.

Maksimalkan tampilan dengan ROG Aura Monitor Light Bar dan Ergo Monitor Arm

ROG juga memperkenalkan ROG Aura Monitor Light Bar ALB01 yang telah memenangkan Innovation Award CES 2024 serta ROG Ergo Monitor Arm AAS01 untuk meningkatkan pengaturan gaming.

ROG Aura Light Bar memiliki desain optik yang meminimalisir mata tegang. Perangkat ini dibekali mode front-light Eye Care, mode backlight Aura Sync, dan kombinasi keduanya untuk hadirkan tampilan yang imersif. Pengguna juga dapat menyesuaikan temperatur warna dan kecerahan sesuai dengan tingkat yang diinginkan. ROG Aura Light Bar dapat dipakai pada monitor melengkung dan datar serta dapat dipadukan dengan pengaturan gaming yang sudah ada secara mudah pada produk dan periferal yang mendukung Aura Sync. Selain itu, software ASUS DisplayWidget Center memiliki beragam fitur canggih, seperti App Sync yang mengubah mode pencahayaan sesuai aplikasi yang digunakan, preset jadwal pencahayaan, dan System Sync.

Di sisi lain, ROG Ergo Monitor Arm dirancang untuk mendukung monitor hingga 39 inci, sekaligus menahan monitor dengan bobot 3 -11,5 kg untuk monitor standar dan 3 -8,5 kg untuk monitor melengkung[i]. Dengan desain cyberpunk, fitur manajemen kabel dua sisi, dan dukungan VESA, Ergo Monitor Arm mendukung pengguna untuk membuat pengaturan gaming kustomisasi yang rapi. Mekanisme mechanical spring arm memungkinkan penyesuaian yang mulus dan mudah melalui berbagai gerakan: layar yang terpasang dapat dimiringkan 75°  ke atas dan 15°  ke bawah dan berputar penuh 360°.  Perangkat ini juga telah melalui uji ketahanan yang ketat selama fase desain, termasuk uji range-of-motion sebanyak 10.000 siklus.

Kembangkan kreativitas dengan monitor ProArt

ProArt Display PA278CFRV adalah monitor IPS QHD berukuran 27 inci (2560 x 1440) yang dirancang untuk mendukung para profesional di bidang kreatif dan pengguna yang memiliki perhatian terhadap visual. Tampilan luar biasa ini menawarkan gamut warna 95% DCI – P3 yang luas untuk memastikan kejernihan dan presisi warna yang tinggi di setiap karya visual. Variable Refresh Rate (VRR) 100 Hz menyuguhkan render visual yang halus dan cepat. Panel Anti-Glare, Low-Reflection (AGLR) juga menawarkan pengalaman memandang layar yang lebih nyaman dan menarik secara visual.

Sensor cahaya sekitar yang ada membuat monitor ini dapat beradaptasi dengan kondisi pencahayaan di sekitarnya, sekaligus menyesuaikan kecerahan layar ke tingkat optimal secara cerdas untuk menyuguhkan pengalaman yang nyaman. Monitor ini dapat menyeimbangkan variasi temperatur dan kecerahan warna secara efektif dari cahaya sekitar untuk mempertahankan konsistensi warna di lingkungan apa pun.

Port USB-C dengan 96 W Power Delivery menghadirkan solusi satu kabel yang nyaman untuk menangani transfer data, sinyal video, dan daya, sehingga cocok digunakan untuk laptop Windows dan MacBook.

ProArt Display PA278CFRV telah memenuhi standar EPEAT® Gold yang sejalan dengan komitmen ASUS untuk mengurangi dampak lingkungan.

Monitor portabel ZenScreen untuk produktivitas ketika bepergian

ASUS ZenScreen Fold OLED (MQ17QH): Monitor portabel OLED lipat pertama di dunia. Monitor OLED lipat QHD 17,3 inci (2560 x 1920) ini dilengkapi waterdrop-style hinge yang menghasilkan lipatan yang sempurna, sehingga menambah keindahan desain serta mendukung kemudahan transisi antar sudut pandang. Saat dibuka, monitor ini memiliki ukuran 9,7 mm yang sangat tipis dan bobot ringan 1,17 kg untuk menciptakan standar baru terhadap portabilitas dan kinerja. Layar dengan standar DisplayHDR True Black 500 ini menawarkan warna yang beragam serta kontras yang menakjubkan untuk mempertahankan visual yang nyata melalui gamut warna DCI-P3 100%. Di samping itu, konektivitas serbaguna yang dimiliki monitor ini, seperti HDMI mini dan port dual USB-C, dapat menghubungkan ZenScreen Fold OLED dengan ekosistem digital apa pun secara mudah. Lubang tripod standar yang tersedia dapat digunakan untuk berbagai pengaturan, sehingga memberikan stabilitas pada pekerjaan atau kreatifitas.

Di sisi lain, ZenScreen MB229CF adalah monitor IPS FHD berukuran 21,5 inci yang menampilkan visual menakjubkan, sudut pandang lebar, dan refresh rate 100 Hz yang halus, sehingga ideal untuk menonton video dan memainkan game kasual. Ketebalan 5 mm dan berat keseluruhan 2,3 kg membuat monitor ini mudah dibawa ke mana pun. Sementara itu, variasi koneksi seperti HDMI, USB Type-C (fungsi lengkap), dan jack output headphone memberikan fleksibilitas untuk terhubung ke berbagai perangkat. ZenScreen MB229CF hanya membutuhkan satu koneksi USB-C untuk terhubung ke perangkat yang kompatibel, sehingga dapat mengurangi jumlah kabel yang dibutuhkan pengguna. Selain itu, monitor ini dibekali dua speaker 2 W bawaan dan subwoofer 1 W. C-clamp stand dapat menyuguhkan posisi yang nyaman sekaligus hemat ruang. Selain itu, ZenScreen MB229CF dilengkapi kickstand bawaan, C-clamp stand, dan bundel kit pengait agar dapat digunakan secara fleksibel di berbagai pengaturan kerja. ZenScreen MB229CF dikemas menggunakan bahan yang ramah lingkungan bersertifikat FSC.

Terakhir, ZenScreen MB166CR adalah layar tipis portabel FHD berukuran 15,6 inci yang dibekali panel IPS anti silau. Monitor ini memiliki konektivitas USB-C dengan mode DP Alt untuk memastikan kompatibilitas dengan berbagai input perangkat. Dengan fitur ASUS DisplayWidget Center, ZenScreen MB166CR juga dapat mendeteksi orientasi secara cerdas kemudian mengubah antara mode lanskap dan potret secara langsung. Untuk menambah kenyamanan dan fleksibilitas, ASUS menghadirkan kickstand 360° serbaguna yang dapat dilepas untuk menopang ZenScreen MB166CR di atas meja. Monitor ini juga dapat dipasang di dinding atau dipasang pada tripod melalui soket yang terletak di bagian belakang layar.

Revolusi penglihatan Anda: ASUS AirVision M1 Wearable Display

ASUS AirVision M1 Wearable Display yang canggih ini hadirkan pengalaman visual multi-monitor pada sepasang kacamata yang penuh gaya. Kacamata ini menyuguhkan pengalaman visual yang luar biasa melalui layar OLED Mikro FHD (1920 x 1080) dengan tingkat kecerahan 1100 nits yang memukau serta gamut warna 95% DCI-P3 yang luar biasa untuk menghasilkan ketajaman dan detail yang sempurna. AirVision M1 menawarkan field of view sebesar 57° dan transmisi sebesar 60% untuk memastikan pandangan yang sangat nyaman. Pengguna dapat menghubungkan AirVision M1 ke layar di lokasi tertentu untuk memastikan kontrol dan kenyamanan yang tinggi, sehingga pengguna dapat menikmati posisi 3 Degrees of Freedom (3DoF) dan desain aplikasi yang intuitif. Pengguna kacamata ini juga dapat membuat beragam layar virtual dalam format 16:9, 21:9, dan 32:9, serta orientasi lanskap atau potret . Dengan mengutamakan kenyamanan pengguna, AirVision M1 menghadirkan fitur low blue-light bersertifikat TUV dan flicker reduction, sekaligus mikrofon dan speaker yang dibekali fitur noise-canceling untuk menghadirkan pengalaman audio yang imersif. Kacamata ini juga dibekali dengan sensor internal yang mendeteksi apakah kacamata sedang dipakai oleh pengguna, jika tidak maka sensor tersebut secara otomatis akan mematikan layar OLED untuk menghemat daya. Selain itu, sensor cahaya sekitar akan menyesuaikan kecerahan ketika kacamata sedang dipakai oleh pengguna . Untuk menjaga privasi, kacamata dibekali jaminan bahwa konten antarmuka tetap tidak terlihat oleh orang lain. Kacamata ini memiliki touchpad intuitif di bagian pelipis kiri untuk menyuguhkan penyesuaian kontrol kecerahan, aktivasi mode 3D, dan penyematan layar secara mudah. Lebih dari itu, konektivitas USB-C dengan mode DP Alt memastikan kompatibilitas dengan perangkat seperti ROG Ally dan deck konsol.

Kenyamanan yang maksimal dengan ASUS DisplayWidget Center

ASUS DisplayWidget Center didesain untuk meningkatkan pengalaman memandang konten apa pun dengan cara mempermudah pengguna untuk mengubah pengaturan monitor secara intuitif. Fitur ini dapat digunakan untuk mengubah kecerahan layar, kontras, dan temperatur warna hanya dengan beberapa klik mouse tanpa harus menggunakan tombol pada monitor. Aplikasi ini secara otomatis menyimpan pengaturan secara langsung pada monitor, sehingga konfigurasi yang diinginkan tetap dipertahankan meskipun layar sedang tidak terhubung. Notifikasi dan pembaruan otomatis memastikan DisplayWidget Center selalu diperbarui, sehingga pengguna memiliki fitur terbaru saat dirilis. Aplikasi ini kompatibel di seluruh jajaran model ASUS dan ROG 2023 sehingga memberikan pengalaman yang mulus bagi semua pengguna.