Developer asal Indonesia Gamecom Team telah mengumumkan sekuel dari game Troublemaker. Game ini berjudul Troublemaker 2: Beyond Dream dan akan dipublikasi oleh Gamecom Team. Rencananya Troublemaker 2: Beyond Dream akan rilis di PC (Steam) di tahun 2025.
Troublemaker 2: Beyond Dream akan menghadirkan dunia open world di kota fiksi bernama Jayakarta dengan gameplay beat’em up. Karakter utama dari game ini adalah Jordan dan Budi bersama dengan band Beyond Dream dan geng Parakacuk. Salah satu mini game yang sudah diperlihatkan adalah karaoke.
Deep Silver dan Dambuster Studio telah mengumumkan judul DLC dari game Dead Island 2. Judul dari DLC ini adalah Haus dan rencananya akan rilis pada tanggal 2 November 2023 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC.
Haus akan berlatar di vila yang berada di Malibu, Hawaii, dimana tempat tersebut digunakan sebagai tempat suaka sekaligus eksekusi. Selain menghadirkan cerita baru, Haus juga akan memiliki lini senjata baru seperti K-rossbow dan Hog Roaster.
Bandai Namco telah mengumumkan tanggal rilis dari game Jujutsu Kaisen: Cursed Clash. Game ini akan tersedia tanggal 1 Februari 2024 di PS5, PS54, Xbox Series, Xbox One, dan Nintendo Switch. Sedangkan versi PC baru akan rilis pada tanggal 2 Februari 2024.
Jujutsu Kaisen: Cursed Clash adalah action brawler game 2 VS 2 dengan format 3D. Game ini akan menampilkan para karakter yang ada di Jujutsu Kaisen, dari Yuji Tadori, Megumi Fushiguro, Nobara Kugisaki, Satoru Gojo, Maki Zen’in, Toge Inumaki, dan Panda. Jujutsu Kaisen: Cursed Clash akan menghadirkan Cursed Techniques yang ada di dalam anime/manga dan juga memiliki fitur tag-team attack dan serangan combo.
Jujutsu Kaisen: Cursed Clash akan memiliki versi fisik dan versi digital. Khusus untuk versi digital akan memiliki standard edition, digital deluxe edition, dan digital ultimate edition.
Electronic Arts Inc. (NASDAQ: EA) telah mengungkapkan preview pertama dari EA SPORTS FC™ Tactical – cara baru untuk memainkan The World’s Game di perangkat mobile. EA SPORTS FC Tactical menyuguhkan simulasi interaktif dengan gameplay turn-based strategy dan akses ke lebih dari 5.000 pemain asli dari lebih dari 10 liga teratas, termasuk Premier League, LALIGA EA SPORTS, Bundesliga, Ligue 1, dan Serie A.
Sebagai tambahan terbaru dalam ekosistem EA SPORTS FC yang semakin berkembang, EA SPORTS FC Tactical menekankan strategi dalam permainan, seperti manajemen stamina dan power-play. Pertandingan akan disimulasikan, dengan eksekusi aksi yang bergiliran untuk bertahan, menyerang, melakukan skill moves, dan menendang bola ke target, sehingga menghasilkan aksi permainan sepak bola asli yang belum pernah ada sebelumnya.
“EA SPORTS FC Tactical merangkul gameplay strategis untuk menciptakan pengalaman sepak bola yang benar-benar baru yang memukau pemain dalam The World’s Game seperti belum pernah ada sebelumnya,” kata Nick Wlodyka, SVP, GM of EA SPORTS FC. “Kami sangat senang menyambut para penggemar turn-based strategy games untuk bergabung dengan klub sebagai bagian dari komunitas pemain EA SPORTS FC dan segera membagikan lebih banyak informasi lainnya tentang EA SPORTS FC Tactical.”
EA SPORTS FC Tactical akan mencakup berbagai mode permainan, mulai dari pertandingan persahabatan online hingga kompetisi online yang intens, termasuk Rank Match, League, dan Guilds. Latih pemain untuk menguasai gerakan tingkat tinggi, buka fitur-fitur sempurna untuk perkembangan yang lebih dalam, dan atur tim impianmu dengan berbagai item seperti desain stadion, seragam, dan bola.
EA SPORTS FC Tactical akan tersedia awal tahun 2024 agar para penggemar dapat merasakan dan memulai petualangan sepak bola yang benar-benar baru.
Bagaimana rasanya menjadi seorang Pharaoh yang menguasai Mesir baik dari segi politik, keuangan, maupun militer? Total War: Pharaoh, game strategi buatan Creative Assembly akan memposisikan pemain sebagai seorang “calon Pharaoh” yang memiliki determinasi untuk menjadi penguasa Mesir.
Sega telah memberikan kesempatan saya untuk mencoba Total War: Pharaoh. Jujur saja saya agak kurang sreg dengan game ini karena berbeda dengan Total War: Warhammer yang saya sukai. Game ini bisa menjadi lebih kompleks, tapi pada sisi lain juga bisa lebih sederhana. Berikut adalah review lengkapnya untuk Total War: Pharaoh:
Antara Memilih Calon Pharaoh Atau Membakar Mesir
Total War: Pharaoh menceritakan tentang periode late bronze age di wilayah Mesir kuno. Pada masa itu Mesir sedang kehilangan sosok pemimpinnya yaitu Pharaoh. Momen ini lalu menyebabkan kelompok-kelompok yang ada di Mesir saling memperebutkan kekuasaan dan memunculkan perang saudara alias civil war.
Ada tiga kelompok yang bisa dipilih pemain di Total War: Pharaoh. Ketiga kelompok ini adalah Ancient Egypt, Canaanite, dan Hittite Empire. Ketiga kelompok ini memiliki beragam pemimpin yang masing-masing memiliki gaya bermain sendiri. Misalnya dari Ancient Egypt ada Ramesses yang mempercayai bahwa dirinya adalah pewaris sesungguhnya untuk tahta Pharaoh. Untuk mendapatkan mimpi itu, Ramesses memiliki pasukan yang terdiri dari pasukan elite Mesir.
Sebaliknya Irsu dari Canaanite adalah seorang penjarah yang hanya ingin melihat Mesir terbakar. Ia memiliki pasukan kelas berat dan dapat merekrut dengan cepat karena sesuai dengan karakteristiknya sebagai seorang penjarah.
Ketika Mesir sedang dilanda perang saudara, Hittite Empire justru memanfaatkan momen tersebut untuk membangun dinastinya sendiri. Kalian bisa memilih antara Suppiluliuma yang hanya ingin hidup dalam damai, atau Kurunta yang haus akan pertempuran.
Menjadi Penguasa Padang Pasir
Total War: Pharaoh adalah game strategi dengan lebih banyak sisi manajemennya. Pemain akan diminta untuk mengatur dan mengelola daerah yang dikuasai, mulai dari kota kecil, ibukota, sampai dengan outpost. Setiap daerah memiliki tingkat kebahagiaan dan produktivitas. Kelalaian dalam merawat kedua hal tersebut dapat berakibat pemberontakan dan penurunan hasil sumber daya.
Total War: Pharaoh memiliki lima jenis sumber daya yaitu tembaga, emas, kayu, makanan, dan batu. Kelima jenis sumberdaya alam ini dapat digunakan untuk bermacam-macam aktivitas. Misalnya makanan, emas, dan tembaga untuk merekrut pasukan, lalu batu dan kayu untuk bahan dalam membuat bangunan.
Jika seandainya wilayah kalian tidak memproduksi salah satu dari sumber daya tersebut, kalian bisa mendapatkannya dengan melakukan barter dengan kelompok lain. Bisa juga lewat jalur yang lebih cepat yaitu perang dan menguasai daerah yang memiliki sumber daya yang diinginkan.
Setiap kelompok juga memiliki dewa dan dewi yang bisa disembah. Para dewa dan dewi ini akan memberikan buff kepada kelompok yang membangun kuil dan memuja mereka. Sayangnya dewa dan dewi ini tidak bisa memberikan kemampuan sihir pemujanya.
Perjalanan Panjang Menuju Tahta Pharaoh
Ketika memainkan Total War, kadang saya lupa dengan main objective yang diberikan. Pada Total War: Pharaoh, saya selalu diingatkan dengan tujuan utama game ini yaitu menjadi penguasa Mesir.
Untuk menjadi Pharaoh, pemain terlebih dahulu harus mendapatkan Legitimacy. Caranya adalah dengan menguasai daerah yang diberi nama Sacred Lands. Semakin banyak Sacred Lands yang dikuasai, maka kesempatan pemain untuk menantang Pharaoh akan semakin terbuka. Jika sudah tiba pada titik tersebut, pemain bisa menciptakan civil war. Pemenang dari civil war ini akan menjadi penguasa Mesir.
Setiap kelompok di Total War: Pharaoh akan memiliki yang namanya High Court. Jika kalian pernah menonton Game of Thrones dimana ada perwakilan dari keluarga-keluarga besar di lingkaran politik istana, High Court sama seperti itu. Kalian bisa menjatuhkan pemimpin lain demi mendapatkan posisinya, atau justru bekerjasama dengan membentuk koalisi. Namun ingat, pada akhirnya hanya akan ada satu pemimpin yang bisa menjadi Pharaoh.
Cara lainnya adalah dengan membangun Landmark atau marka tanah. Semakin banyak Landmark yang dibangun, semakin banyak pula pengaruh yang didapat dan pengakuan karakter kalian sebagai Pharaoh juga akan semakin kuat.
Sistem inilah yang membedakan Total War: Pharaoh dengan Total War: Warhammer. Jika di Total War: Warhammer main objective biasanya hanya mengalahkan kelompok tertentu atau menguasai wilayah yang ditentukan. Pada Total War: Pharaoh kemenangan tidak hanya bisa diperoleh dari medan pertempuran, melainkan juga bisa melalui jalur diplomasi dan politik.
Pertempuran Kolosal Hadir
Salah satu ciri khas dari game Total War adalah pertempuran tingkat kolosal, dimana pemain mengendalikan pahlawan dengan ratusan pasukannya untuk bertarung dengan pahlawan lain. Setiap kelompok akan memiliki tipe pasukan yang berbeda-beda, meski desainnya kurang lebih hampir sama semua.
Jika dibandingkan dengan Total War: Warhammer, menurut saya pertempuran di Total War: Pharaoh ini agak kurang seru. Total War: Pharaoh tidak memiliki unit tipe artileri yang memiliki serangan jarak jauh dengan damage besar. Sebaliknya, pertempuran di Total War: Pharaoh justru didominasi oleh pasukan jarak dekat dan pasukan berkuda. Untuk serangan jarak jauh hanya ada unit tipe archer saja.
Saya yang sudah terbiasa dengan serangan sihir di Total War: Warhammer juga merasa agak canggung di Total War: Pharaoh. Fitur ini tidak tersedia di Total War: Pharaoh dan menurut saya membuat pertempuran menjadi agak membosankan.
Tapi bagi kalian yang lebih menyukai realisme, mungkin akan lebih menyukai pertempuran di Total War: Pharaoh. Pahlawan dan beberapa pasukan kadang memiliki kemampuan khusus, tapi sangat sederhana. Kemampuan ini hanya berupa pengaturan formasi atau menaikkan dan menurunkan attribut lawan.
Total War: Pharaoh juga memiliki mekanik outpost yang bisa dibangun di sekitar kota. Outpost ini berfungsi sebagai pemberi buff untuk kota maupun pasukan pemain yang berada di wilayah yang sama. Outpost bisa dibangun sebagai shrine, fort, dan lain-lain. Fitur ini cukup membantu saya saat akan bertarung dengan pasukan musuh atau mempertahankan kota.
Sebelum bertarung, pemain juga bisa memanfaatkan cuaca di medan pertempuran. Misalnya jika sedang ada badai pasir, pemain bisa memilih untuk menunda pertempuran ke keesokan hari agar badai reda, atau bisa juga memanfaatkan kondisi cuaca itu. Karena ada beberapa pemimpin dan pasukan yang akan mendapatkan bonus jika digunakan saat badai pasir.
Jangan lupakan juga mekanik upkeep. Setiap pahlawan dan pasukan yang pemain punya akan memiliki biaya upkeep. Biaya ini akan diambil secara otomatis setiap turn. Semakin besar dan kuat pasukan yang dimiliki, akan semakin besar pula biaya upkeep-nya. Mekanik ini harus dijadikan perhatian oleh setiap pemain baik itu yang sudah veteran maupun pendatang baru.
Pendapat saya tentang mekanik upkeep di Total War: Pharaoh bisa dibilang cukup brutal. Pada awal permainan ketika sumber daya masih terbatas, menjaga agar biaya upkeep tetap stabil cukup sulit. Apalagi AI musuh tidak memiliki limitasi upkeep seperti saya sehingga bisa bebas membuat pasukan sebesar dan sebanyak apapun.
Total War: Pharaoh dari Segi Teknis
Dari sisi grafis menurut saya Total War: Pharaoh memiliki kualitas grafik yang bisa dibilang biasa. Performa game ini ketika dicoba di PC saya yang memiliki spesifikasi CPU Ryzen 7 2700X, VGA GeForce RTX 4070 Ti, RAM 32GB dan SSD sangat lancar meski menggunakan setting high ke atas. Ukuran file Total War: Pharaoh juga tidak sebombastis Total War: Warhammer yang bisa menyentuh 100GB.
Kesimpulan
Berdasarkan pengalaman saya setelah memainkan Total War: Pharaoh selama lebih dari 10 jam, game ini lebih condong ke arah pengelolaan. Banyaknya variasi sumber daya memerlukan pengelolaan yang baik oleh pemain agar tidak boros. Ditambah lagi sistem politik yang mendalam membuat saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk berpikir bagaimana cara untuk menusuk musuh dari belakang, daripada mengajaknya bertempur di medan pertempuran.
Saya kurang merekomendasikan game Total War: Pharaoh untuk kalian yang ingin menikmati pertempuran kolosal. Game ini lebih cocok bagi mereka yang ingin berpikir dan menyusun siasat.
Game Total War: Pharaoh kepunyaan Sega dan Creative Assembly telah rilis! Game ini bisa dinikmati di Steam mulai hari ini. Total War: Pharaoh mengangkat peristiwa sejarah pada periode late bronze age di Mesir Kuno. Pharaoh, penguasa dari seluruh Mesir pada waktu itu telah meninggal dan menyebabkan munculnya kelompok-kelompok yang menginginkan tahta yang kosong.
Untuk mereka yang membeli Total War: Pharaoh pada minggu pertama akan mendapatkan early adopter bonus yaitu Avatar of the Gods Cosmetic Pack dan Heart of the Shardana Cosmetic Pack.
Bandai Namco telah mengumumkan kehadiran game Pac-Man bertema battle royale. Game berjudul Pac-Man Mega Tunnel Battle: Chomp Champs yang akan rilis di platform PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC.
Pac-Man Mega Tunnel Battle: Chomp Champs bisa dimainkan oleh 64 pemain sekaligus dalam berbagai macam mode, mulai dari yang klasik sampai dengan mode yang baru. Pac-Man Mega Tunnel Battle: Chomp Champs juga mengalami peningkatan dari segi grafis dan visual. Game ini juga sudah didukung oleh ranked dan leaderboards.
Bagaimana menurut kalian? Tertarik dengan gamenya?
Ubisoft telah mengumumkan masa free trial untuk game racing The Crew: Motorfest. Free trial ini bisa dicoba di platform PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, PC (Steam dan Epic Games Store). Pada masa free trial ini pemain bisa memainkan The Crew: Motorfest selama lima jam. Progress yang diperoleh pemain pada free trial juga bisa dibawa ke full gamenya jika memutuskan untuk membeli The Crew: Motorfest.
Berikut adalah jadwal free trial untuk The Crew: Motorfest untuk berbagai platform:
PC (Steam dan Epic Games Store): 10 Oktober sampai dengan 21 Oktober 2023
PS5 dan PS4: 10 Oktober sampai dengan 21 Oktober 2023
Xbox Series dan Xbox One: 10 Oktober sampai dengan 21 Oktober 2023
Bersamaan dengan masa free trial ini, Ubisoft juga akan mendiskon edisi standard The Crew: Motorfest 20% untuk standard edition lalu 15% untuk gold dan premium edition.
The Crew Motorfest sudah rilis dari September 2023 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, dan PC.
Konami Digital dan developer Second Impact Games telah mengumumkan Super Crazy Rhythm Castle akan berpartisipasi dalam Steam Next Fest Oktober 2023. Tidak hanya itu, versi demo Super Crazy Rhythm Castle juga sudah bisa dimainkan oleh semua pemain. Demo ini berisi bagian awal dari game, dari tutorial sampai akses ke area Undergrowth.
Steam Next Fest Oktober 2023 berjalan dari tanggal 9 sampai dengan 16 Oktober 2023. Festival ini menyediakan akses demo Super Crazy Rhythm Castle sepanjang minggu sebelum rilis penuhnya pada tanggal 14 November di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC. Pre-order sudah tersedia di semua toko digital, dengan diskon spesial 10% bagi mereka yang melakukan pre-order sebelum hari perilisan.
HoYoverse hari ini mengumumkan bahwa Honkai: Star Rail telah resmi hadir di PS5 hari ini. Bersamaan dengan dirilisnya versi PS5, Honkai: Star Rail update versi 1.4 berjudul Jolted Awake From a Winter Dream.
Performa PS5 akan memberikan lebih banyak ruang kreatif bagi kreator dan developer Honkai: Star Rail. Selain itu, PS5 juga dapat dijalankan pada resolusi 4K dengan mudah, menyajikan pemandangan alam, dan gambar karakter dunia lain dengan cara yang nyata.
Hal yang lebih menarik lagi adalah Honkai: Star Rail memanfaatkan performa PS5 yang bertenaga secara penuh untuk memberikan pengalaman visual yang luar biasa. Salah satu lokasi paling ikonik dari Xianzhou Luofu, Alchemy Commission akan memanfaatkan performa PS5 untuk menampilkan kabut volumetrik dan gelombang air dengan kualitas yang lebih tinggi. Sehingga pemain dapat mengamati pergerakan permukaan laut pada berbagai tingkat dan panjang gelombang di peta secara detail, serta efek refraksi dan refleksi permukaan air yang lebih realistis.
Selain peningkatan efek visual secara keseluruhan, kinerja perangkat keras SSD dari PS5 juga menjamin pemuatan file yang cepat, menghadirkan pengalaman petualangan antarbintang yang lebih lancar dan mulus. Selain peningkatan pada mesin PS5, developer juga berkomitmen untuk mengoptimalkan elemen yang ada melalui pengembangan konten baru dan pembaruan konten jangka panjang untuk meningkatkan pengalaman bermain bagi para pemain.
Pada update versi 1.4 akan hadir karakter baru yaitu Jingliu, Topaz & Numby, serta Guinaifen. Pemain juga bisa merasakan “Perang Aetherium”, merek video game paling berpengaruh di alam semesta Honkai: Star Rail untuk pertama kalinya.