Home Blog Page 308

Nama Job Baru Ekspansi Dawntrail FFXVI Adalah Viper

0

Nama job baru yang akan hadir di ekspansi Dawntrail Final Fantasy XVI telah diungkap. Dalam video baru yang dibagikan pada channel YouTube Final Fantasy XVI, disebutkan bahwa nama job tersebut adalah Viper. Job ini menggunakan dua pedang yang dapat disambung menjadi satu seperti senjata milik Zidane Tribal dari Final Fantasy IX.

Selain video tersebut, channel YouTube Final Fantasy XVI juga membagikan video-video lain yang masih berkaitan dengan ekspansi Dawntrail termasuk extended cinematic trailernya:

Dawntrail akan menghadirkan wilayah baru yang bernama Tural dimana pemain akan mengungkap mitos tentang City of Gold. Ekspansi akan dirilis pada musim panas 2024 bersamaan dengan versi Xbox Final Fantasy XVI.

Persona 5 Tactica Bakal Miliki New Game+

0

Sega dan Atlus telah mengkonfirmasi bahwa Persona 5 Tactica akan memiliki mode New Game+. Mode ini bisa diakses setelah pemain menamatkan game. Semua progress akan dapat dibawa ke dalam New Game+.

Saat menjalankan story mode, pemain akan dapat menemui mekanik khusus dan clear condition tertentu pada setiap misi. Setiap misi juga akan menawarkan alur cerita unik yang membuka percakapan dengan anggota party yang lain. Menyelesaikan misi juga akan memberi GP yang dapat digunakan untuk mengembangkan skill tree.

Persona 5 Tactica juga menyediakan fitur Replay. Setelah menyelesaikan misi, pemain dapat mengulangi lagi misi tersebut dengan Replay. Selain untuk meningkatkan level karakter, pemain juga bisa menggunakan Replay untuk menyelesaikan tantangan di misi.

Persona 5 Tactica akan dirilis pada tanggal 17 November 2023 di PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC.

 

Review Endless Dungeon (PC): Kejutan di Bulan Oktober

0

Sangat jarang bagi game bergenre roguelite untuk mendapat sorotan. Game seperti Hades, Dead Cell, dan Returnal adalah contoh dari game roguelite yang sudah dikenal banyak orang. Selain itu sebetulnya masih banyak game roguelite lain yang tidak kalah bagus. Tapi karena jarang disorot, game-game ini luput dari perhatian.

Endless Dungeon adalah salah satu contoh dari game roguelite bagus yang luput dari perhatian. Perilisan yang berdekatan dengan raksasa Marvel’s Spider-Man 2 membuat game buatan Amplitude Studios ini kurang mendapat eksposur. Sebelum membuat Endless Dungeon, Amplitude sudah pernah membuat game dengan genre yang sama yaitu Dungeon of the Endless.

Saya mewakili Playcubic telah mendapat kesempatan dari Sega untuk memainkan Endless Dungeon lebih awal. Saya sendiri sebetulnya kurang cocok dengan game bergenre roguelite yang terkenal dengan tingkat kesulitannya. Tapi saya menyukai Endless Dungeon. Sebabnya game ini memadukan roguelite dengan tower defense ditambah unsur shooter dan puzzle.

Labirin Luar Angkasa Tanpa Akhir

Jangan berharap menemukan alur cerita yang kompleks di Endless Dungeon. Cerita dari game ini sangat sederhana yaitu pemain terdampar di stasiun luar angkasa misterius berisi labirin raksasa. Jalan keluar dari tempat ini hanya satu yaitu mencapai bagian terdalam yang dinamakan The Core. Untuk mencapainya tidak mudah, karena labirin ini penuh dengan pintu yang membingungkan sekaligus sarang monster.

Jika penasaran dengan latar belakang cerita Endless Dungeon, kalian bisa menggumpulkan data saat bermain. Data ini bisa kalian gunakan di Library untuk mengetahui asal usul dari stasiun angkasa luar tersebut.

Pada awal permainan, kalian akan menggunakan karakter bernama Sweeper untuk menyelesaikan mode tutorial. Setelah selesai kalian akan dilempar ke tempat bernama The Saloon yang berfungsi sebagai Town Hub. Perjalanan kalian untuk keluar dari labirin pun dimulai.

Grafis Gaya Top Down Ala Diablo

Dari segi grafis Endless Dungeon bukanlah game yang penuh dengan special effect dan menggunakan mocap. Sama seperti ceritanya, grafis game ini bisa dibilang biasa-biasa saja. Selama bermain kalian akan disuguhi dengan gaya pandang top-down ala game Diablo.

Dari segi desain, level yang ada di Endless Dungeon akan terus menampilkan desain yang sama yaitu ruangan dan lorong stasiun luar angkasa. Bentuk senjata yang ada juga kurang terlihat secara jelas. Untungnya desain karakter dan monster di game ini menarik.

Karakter yang bisa kalian pilih tidak hanya berbentuk manusia saja. Ada yang berbentuk robot, naga humanoid, sampai dengan turret yang sudah “reinkarnasi” menjadi manusia. Monster memiliki empat tipe yaitu Bots, Bugs, Blurs, dan Blobs. Setiap tipe akan memiliki bentuk dan karakteristik yang berbeda. Ditambah lagi adanya tipe boss monster seperti Bug Momma yang merupakan ratu dari monster tipe Bugs.

Gameplay Dimana Mati Adalah Kunci

Gagal dan mati dalam misi adalah rutinitas di Endless Dungeon. Tugas pemain adalah mengawal Crystal Bot. Jika Crystal Bot hancur, maka otomatis misi akan gagal dan harus mengulang lagi dari awal. Untuk mempertahankan Crystal Bot, pemain akan diminta untuk memilih Hero dengan kemampuan tertentu. Pemain juga bisa membangun turret untuk bertahan dari serangan monster yang datang secara bergelombang.

Setiap level yang ada di Endless Dungeon juga akan terus berubah dan tidak pernah sama layoutnya. Pemain juga akan diminta untuk berpikir karena ada sistem manajemen resource yang dibagi menjadi tiga tipe yaitu Science, Industry, dan Food. Ketiga tipe resource ini vital karena bisa digunakan untuk upgrade atau membangun turret. Itulah inti gameplay dari Endless Dungeon sebagai game rogue-lite plus tower defense.

Endless Dungeon memiliki sistem progression. Beberapa hal yang didapatkan pemain dalam sesi permainan akan dibawa ketika memulai dari awal lagi. Jadi sebelum memulai permainan baru, pemain bisa membuat persiapan agar bisa berhasil atau setidaknya melewati titik kegagalan sebelumnya.

Endless Dungeon bisa dimainkan oleh tiga pemain dalam dua mode yaitu singleplayer dan multiplayer. Jika bermain sendirian maka bisa menggunakan dua NPC sebagai pengganti pemain lain. Mode multiplayer sendiri bisa dimainkan dengan online matchmaking atau langsung dengan menjadi host. Saran saya mainkan game ini dalam mode co-op dengan teman untuk merasakan full experience.

Delapan Karakter dengan Skill Berbeda-Beda

Endless Dungeon memiliki delapan karakter yang bisa dipilih. Setiap karakter akan menawarkan gameplay yang unik karena memiliki skill berbeda-beda.

Misalnya Sweeper yang merupakan karakter pertama yang bisa dimainkan memiliki stats yang balance sehingga ramah untuk pemula. Ada Shroom yang merupakan karakter dengan spesialisasi healing, Blaze cowboy luar angkasa dengan peran DPS karena memiliki stats critical chance tertinggi, atau Fassie yang berprofesi sebagai bartender dan bisa memberikan buff attack ke anggota timnya.

Setiap karakter juga memiliki spesialisasi senjata yang berbeda-beda. Tipe senjata di Endless Dungeon dibagi menjadi dua tipe yaitu one-handed weapon dan two-handed weapon. Kedua tipe senjata ini menggunakan satu dari empat elemen yaitu Electricity, Fire, Acid, dan Light. Elemen inilah yang akan berperan banyak karena setiap monster akan memiliki kelemahan pada elemen tertentu. Tidak peduli sekuat apa daya serang senjata jika elemennya bukan kelemahannya, musuh akan sulit mati. Justru karakter kalian yang akan mati.

Hal yang menyebalkan menurut saya adalah ketika sedang berada di level tertentu dan tidak memiliki senjata dengan tipe elemen yang sesuai dengan kelemahan musuh. Saya harus banyak berdoa karena senjata hanya bisa diperoleh dari peti harta atau NPC penjual yang munculnya random.

Baik senjata maupun karakter bisa kalian upgrade dengan menggunakan in-game currency bernama Cells di Workshop. Khusus untuk karakter sebelum bisa diupgrade, kalian harus terlebih dahulu harus menyelesaikan Hero Quest. Biasanya Hero Quest ini meminta kalian untuk mencari item atau menyelesaikan satu level dengan kriteria tertentu.

In-game currency lain adalah Scraps atau bisa dibilang mata uang utama Endless Dungeon. Scraps bisa didapat dengan menyelesaikan misi dan membunuh monster. Scraps nantinya bisa digunakan untuk membuka fitur-fitur baru di The Saloon.

Membangun Turret Juga Perlu Uang

Ada dua jenis turret yang bisa digunakan di Endless Dungeon. Jenis pertama adalah turret yang berfungsi untuk menyerang monster. Sama seperti monster, turret juga dibagi menjadi empat elemen yaitu Electricity, Fire, Acid, dan Light. Untuk jenis kedua adalah turret yang bisa memberikan buff kepada turret lain atau karakter pemain.

Kalian perlu mengetahui turret mana yang perlu dipakai dalam situasi tertentu. Misalnya ketika berhadapan dengan monster tipe bugs yang lemah terhadap Fire, kalian tidak bisa menggunakan turret dengan tipe serangan Acid. Lalu jika ingin turret kalian memberikan damage lebih besar, maka kalian juga harus membangun jenis turret yang bisa memberikan buff.

Kalian juga harus mewaspadai jumlah resource yang digunakan untuk membangun turret. Pastikan mesin yang memproduksi resource tetap terlindungi dari serangan musuh. Jika sampai hancur, kalian tidak bisa lagi mendapatkan resource dan otomatis tidak bisa membangun turret atau melakukan upgrade pada karakter.

Apakah kelihatannya kompleks? Pada awalnya saja juga mengira seperti itu. Tapi setelah akhirnya mengenal mekanik-mekanik yang ada di Endless Dungeon, saya justru merasa tertantang. Mengenal layout dari level sambil memetakan bagian-bagian mana yang perlu dilindungi sekaligus menjaga Crystal Bot agar tetap hidup adalah tantangannya.

Endless Dungeon Dari SegI Grafis

Saya memainkan Endless Dungeon dengan PC. Spesifikasi PC yang saya gunakan adalah i5-9400F, GeForce RTX 3060, dan RAM 16GB. Selama bermain saya tidak pernah mengalami masalah teknis yang disebabkan oleh hardware. Justru satu-satunya masalah yang pernah terjadi disebabkan oleh gamenya.

Pada saat memainkan mode multiplayer bersama teman, mendadak karakter saya stuck dan tidak bisa digerakkan sama sekali. Saya akhirnya terpaksa melakukan force close karena tidak bisa mengakses menu. Mirisnya semua progression yang sudah saya dapat hilang.

Kesimpulan

Harus saya akui bahwa Endless Dungeon adalah salah satu game bagus di bulan Oktober ini. Meski dari grafis tergolong sederhana, Endless Dungeon akan memberikan gameplay penuh tantangan. Kombinasi roguelite dengan tower defense membuat gameplay tidak monoton hanya sekedar untuk git gud saja. Tetapi juga mengajak pemainnya untuk memikirkan strategi.

Sayangnya adalah genre roguelite sendiri yang bukanlah genre mainstream. Ini akan menjadikan Endles Dungeon sebagai game niche dan hanya disukai oleh mereka yang menyukai genre tersebut. Tapi jika seandainya kalian mau mencobanya dulu, bisa jadi kalian pada akhirnya akan jatuh hati ke genre rougelite seperti saya. Asalkan kalian memainkannya bersama dengan teman, jangan sendirian.

*Game untuk review disediakan oleh publisher

Tahap Early Access Football Manager 2024 Diumumkan

0

Sega dan Sports Interactive telah mengumumkan tahap Early Access untuk Football Manager 2024 yang tersedia di PC (Steam dan Epic Games Store). Mereka yang telah melakukan pre-order FM24 akan dapat langsung masuk ke Steam atau Epic Games Store untuk memainkan FM24.

Versi Early Access adalah versi hampir lengkap (tetapi bukan final) dari FM24. Pemain mungkin menemukan beberapa bug dan masalah selama bermain. Masalah ini bisa dilaporkan langsung ke tim Sports Interactive melalui tombol ‘Report Bug’ di sidebar. Mode online juga sudah diaktifkan dalam Early Access, tetapi tidak ada akses ke Steam Workshop atau editor sebelum gamenya dirilis penuh.

Pada tahap Early Access juga berisi informasi yang masih dalam proses persetujuan dengan pemegang hak cipta. Sehingga ada beberapa aset klub atau pemain yang mungkin absen. Bagi mereka yang sudah memulai single-player carrers pada tahap Early Access, maka dapat dilanjutkan ke versi full game pada saat perilisan tanggal 6 November 2023.

Detail mengenai Early Access FM24 bisa dilihat di sini.

Informasi Baru Persona 3 Reload Tentang Karakter Dibagikan

0

Sega dan Atlus merilis informasi terbaru untuk Persona 3 Reload. Informasi yang dibagikan adalah tentang combat detail dari karakter Protagonist, Yukari Takeba, dan Junpei Iori.

Pada Persona 3 Reload, anggota Specialized Extracurricular Execution Squad (SEES) akan mengenakan baju tempur saat menghadapi Tartarus. Protagonist akan menggunakan one-handed sword dengan Persona Orpheus, Yukari Taeba akan menggunakan bow dengan Persona Io yang memiliki kemampuan healing dan wind, terakhir adalah Junpei Iori yang menggunakan two-handed sword dengan Persona Hermes yang memiliki kemampuan fire dan slashing.

Setiap karakter di Persona 3 Reload akan memiliki stats yang dibagi menjadi tiga tipe; Academics, Charm, dan Courage. Cara untuk meningkatkan stats dengan menjalankan aktivitas sehari-hari di Dorm seperti belajar atau bersosialisasi dengan para murid lain di sekolah.

Bagi mereka yang melakukan pre-order versi fisik atau versi digital, akan mendapatkan Persona 3 Reload: Persona 4 Golden BGM Set DLC sebagai bonus terbatas. DLC eksklusif ini berisi soundtrack dari Persona 4 Golden seperti “Reach Out to the Truth”, “Time To Make History”, “I’ll Face Myself -Battle-”, “A New World Fool”, “The Fog”, dan “Results”.

ersona 3 Reload dijadwalkan rilis pada tanggal 2 Februari 2024, di Xbox Series, Xbox One, Windows, PS4, PS5, dan PC (Steam).

ASUS Umumkan Ketersediaan Pen Display ProArt PA169CDV di Bulan Oktober

0

ASUS telah mengumumkan ketersediaan Pen Display ASUS ProArt PA169CDV, sebuah layar UHD 4K portabel 15,6 inci dengan panel IPS 10-bit. Dalam paketnya, monitor ini telah dilengkapi ProArt Pen yang dibekali teknologi EMR Wacom untuk menghadirkan pengalaman menulis dan menggambar yang nyaman. PA169CDV adalah monitor portabel pertama di dunia yang telah PANTONE® Validated dan Calman Verified untuk menampilkan warna yang paling akurat kepada kreator. Monitor ini juga memiliki desain inovatif dengan menghadirkan kickstand atas dan bawah yang membuat pengguna dapat mengatur sudut kemiringan yang berbeda untuk produktivitas harian dan alur kerja kreatif.

Visual sempurna dengan detail luar biasa 

ProArt PA169CDV dirancang untuk mendukung para kreator dan menyederhanakan alur kerja dunia kreatif. Panel 4K UHD (3840 x 2160) menawarkan 4X pixel density dan onscreen space hingga 3X lipat seperti yang ditampilkan layar FHD dalam ukuran yang sama. Tingkat kecerahan hingga 500 nits dan sertifikasi VESA DisplayHDR™ 400 memberikan gambar yang lebih cerah dan nyata dengan detail yang luar biasa.

Pengalaman Menggambar dan Menulis Natural 

ASUS ProArt Pen mendukung kreativitas tanpa batas dengan menghadirkan teknologi EMR Wacom bawaan untuk mendeteksi setiap gerakan tangan secara akurat, meskipun ketika pena dimiringkan hingga 40°. ProArt Pen memiliki 4096 sensitivitas tekanan, sehingga semuanya terasa intuitif dan akurat meskipun sedang menggambar dengan cepat atau lambat, membuat garis tipis atau tebal, maupun membuat bayangan objek yang halus. ProArt Pen juga dibekali dengan dua pen nib tambahan.

Panel pada PA169CDV telah dilapisi sepenuhnya untuk meminimalkan kesalahan paralaks, sehingga menawarkan akurasi piksel yang presisi untuk menghadirkan sensasi menulis atau menggambar di atas kertas asli. Permukaan layar juga dibekali lapisan anti-silau dan anti sidik jari untuk mencegah noda serta pantulan cahaya yang tidak nyaman.

Di sisi lain, software ASUS Control Panel menawarkan kontrol yang mudah saat menggunakan aplikasi kreatif seperti software Adobe, DaVinci Resolve, Clip Studio Paint, dan masih banyak lagi. Control Panel tersebut menyuguhkan kontrol sentuh dial, slider, button, dan scroll yang dapat disesuaikan, sehingga memudahkan pengguna untuk menerapkan kontrol ke berbagai fungsi, seperti mengubah ukuran kuas atau saturasi warna. Control Panel juga memiliki fungsi Color Management terbaru untuk membantu kreator mengoptimalkan tool warna. Selain itu, Asus berkolaborasi dengan PANTONE untuk menyediakan data warna digital agar memastikan proyek kreatif memiliki warna yang paling akurat.

ASUS Dial adalah kontroler fisik yang akurat untuk aplikasi kreatif. Tombol Dial ini dibekali switch yang memungkinkan kreator memilih mode stepped atau stepless. Tombol Dial juga menawarkan shortcut khusus yang dapat digunakan untuk memperbesar dan memperkecil gambar atau menyesuaikan ukuran kuas dengan mudah. Antarmuka default bahkan dapat diatur agar menyesuaikan gaya kerja setiap orang.

Warna Memukau 

Profesional di bidang kreatif sangat mengandalkan layar dengan warna yang akurat untuk memastikan proyek mereka sesuai yang mereka inginkan. PA169CDV adalah layar portabel pertama di dunia yang memenuhi standar PANTONE Validated dan Calman Verified untuk memastikan warna yang akurat. PA169CDV memiliki kedalaman warna 10-bit, 100% sRGB, 100% Rec.709, dan gamut DCI-P3 kelas bioskop untuk menampilkan visual yang sangat realistis. Warna yang tampak di layar lebih beragam dan lebih nyata, sehingga cocok untuk proyek dengan warna intensif. Selain itu, setiap unit PA169CDV telah dikalibrasi dari pabrik untuk memastikan akurasi warna Delta E < 2 dan diuji dengan cermat untuk memastikan gradasi warna yang halus untuk tampilan visual terbaik.

Fitur yang Sesuai dengan Kebutuhan

PA169CDV menawarkan beberapa port untuk memenuhi kebutuhan kreator, misalnya solusi USB-C® kabel tunggal1 yang mendukung Mode Alt DisplayPort™ dan input daya secara bersamaan. Selain itu, tersedia juga port USB-C lain khusus untuk adaptor daya. PA169CDV memiliki fleksibilitas tambahan dengan menghadirkan port HDMI untuk kompatibilitas terhadap berbagai sumber input.

PA169CDV memiliki dua kickstand bawaan yang menyangga monitor pada sudut yang berbeda. Kickstand bawah memberikan sudut pandang yang ideal sebagai tampilan sekunder untuk produktivitas sehari-hari, sedangkan kickstand atas memberikan posisi miring dengan sudut 17° yang landai untuk berbagai tugas kreatif.

Siap untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

PA169CDV diuji secara ketat untuk memenuhi persyaratan sertifikasi keberlanjutan terkemuka di dunia. Beragam pengujian canggih ini telah seseuai dengan kriteria sertifikasi terbaru, diverifikasi secara independen, serta berfungsi sebagai sistem terstruktur untuk memastikan peningkatan berkelanjutan produk ASUS.

Sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian lingkungan, kemasan PA169CDV terbuat dari karton yang dapat didaur ulang. ASUS telah merancang kemasan yang dapat mengurangi berat dan volume, sehingga membantu melestarikan sumber daya alam serta memuat lebih banyak perangkat yang dapat diangkut dalam satu kontainer pengiriman.

Gratis langganan Adobe Creative Cloud

ASUS telah bekerjasama dengan Adobe untuk mendukung alur kerja kreatif dengan rangkaian aplikasi dan layanan Creative Cloud ®yang terkenal. Setiap pembelian ProArt Display PA169CDV di wilayah tertentu telah disertai langganan Adobe Creative Cloud gratis selama tiga bulan (senilai hingga USD 238,47). Langganan tersebut memberikan akses ke lebih dari 20 aplikasi, seperti Photoshop®, Premiere® Pro dan After Effects® serta dengan penyimpanan cloud sebesar 100 GB untuk para kreator.

Langganan Creative Cloud dapat digunakan pada akun baru atau akun yang sudah ada dan dapat diklaim melalui website pendaftaran. Untuk detail lengkap, kunjungi https://www.asus.com/content/asus-offers-adobe-creative-cloud.

Ketersediaan & Harga

Untuk informasi ketersediaan, harga dan informasi lebih lanjut mengenai ASUS ProArt Display PA169CDV, silakan hubungi perwakilan ASUS setempat.

Sony Ungkap Harga PS5 Slim di Indonesia

0

Sony telah mengumumkan harga dari PS5 Slim untuk negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Untuk Indonesia, harga dari PS5 Slim dipatok dari angka IDR 8 juta sampai dengan IDR 9 juta. Berikut adalah daftar lengkapnya yang dikutip dari website PlayStation Blog:

  • PS5 with Ultra HD Blu-ray disc drive – IDR 9,699,000
  • PS5 Digital Edition – IDR 8,199,000

Selain itu Sony juga mengumumkan harga dari aksesoris PS5 Slim. Untuk aksesoris Vertical Stand akan dijual dengan harga IDR 499.000. Khusus untuk PS5 Digital Edition yang tidak memiliki disc drive, Sony juga akan menjual Ultra HD Blu-ray Disc Drive secara terpisah dengan harga IDR 1.839.000.

Mengenai kapan PS5 Slim bisa mulai dibeli, Sony menargetkan konsol tersebut mulai dijual di Amerika Serikat pada bulan November 2023. Untuk wilayah lainnya termasuk Indonesia baru akan mendapatkan setelahnya.

Early Unlock Endless Dungeon Sudah Tersedia Sekarang!

0

Endless Dungeon sekarang sudah tersedia di PC, PlayStation, dan Xbox bagi semua pemilik Last Wish Edition. Sedangkan pemilik Standard Edition baru bisa memainkan game rogue-lite ini tanggal 19 Oktober 2023.

Dalam Endless Dungeon, pemain akan menemukan dirinya terdampar di stasiun luar angkasa misterius. Tujuan pemain adalah berjuang mencari jalan keluar sambil melindungi kristal dari gelombang monster tanpa akhir. Endless Dungeon bisa dimainkan dalam mode co-op hingga tiga pemain, atau pemain juga bisa bermain sendiri dengan AI.

Bagi mereka yang sudah melakukan pre-order Last Wish Edition dari sekarang sampai dengan 19 Oktober, maka akan mendapatkan pre-order eksklusif Dawn of the End dan skin Pioneer Elite.

Sonic Superstars Sudah Rilis!

0

Game Sonic Superstars akhirnya sudah rilis dan bisa dimainkan sekarang juga di platform PS5, PS4, Xbox Series, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC (Steam dan Epic Games Store).

Sonic Superstars akan menggabungkan nuansa klasik dari seri game Sonic dengan grafis 3D. Untuk pertama kalinya kalian akan dapat bermain dengan tiga pemain lainnya dalam mode local co-op. Petualangan Sonic Superstars dimulai di Northstar Islands yang dihuni oleh makhluk-makhluk raksasa. Dengan kekuatan Emerald yang baru ditemukan, Sonic dan kawan-kawannya harus menghentikan Dr. Robotnik dan Fang yang menggunakan makhluk-makhluk tersebut untuk rencana jahat.

Untuk merayakan perilisan Sonic Superstars, Sega telah membagikan DLC gratis yaitu LEGO Sonic Skin. Selain itu juga akan diadakan turnamen digital Sonic Superstars di kawasan Asia Tenggara dari tanggal 17 Oktober sampai dengan 14 November 2023. Detailnya bisa kalian lihat di halaman Facebook Sonic the Hedgehog SEA.

Buat kalian yang penasaran dengan Sonic Superstars bisa membaca dulu review gamenya yang dibuat oleh tim Playcubic.

Review Sonic Superstars (PC): Klasik Tapi Modern

0

Setiap tahun Sega tidak ada habisnya merilis game Sonic the Hedgehog yang baru. Untuk berinovasi, semua gamenya selalu menggunakan gaya baru yang tidak dimiliki game sebelumnya. Jika tahun lalu ada Sonic Frontiers yang memukau dengan gaya 3D open worldnya, tahun ini ada Sonic Superstars yang menggabungkan unsur klasik dengan moderen. Grafis dari Sonic Superstars memadukan 2D klasik dengan 3D yang kekinian.

Saya telah mendapatkan kesempatan dari Sega untuk lebih dulu memainkan Sonic Superstars di PC (Steam). Awalnya saya menganggap game ini tidak beda dengan game Sonic 2D. Tapi setelah mencobanya lebih dari 10 jam, saya harus menarik kembali kata-kata itu. Sonic Superstars ternyata tidak hanya grafisnya saja yang menarik, tapi juga dari gameplay. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Lagi-Lagi Robotnik Berulah

Alur cerita dari Sonic Superstars masih menggunakan format yang sama dengan hampir semua game Sonic lain. Cerita ini berpusat kepada si biang masalah Robotnik yang lagi-lagi berbuat ulah. Ia berniat untuk menguasai Northstar Islands dan menjadikan semua penghuninya sebagai robot bawahannya alias Badnik. Pada aksinya kali ini Robotnick juga didampingi dua sidekick yaitu Fang dan Trip.

Pemain seperti biasa akan menjadi Sonic yang harus menghadapi Robotnik dan rencana jahatnya. Tapi Sonic juga tidak sendirian ketika menghadapi Robotnik. Si landak biru ini akan ditemani oleh teman-temannya; Tails, Knuckles, dan Amy.

Saya agak kecewa dengan peran dari Fang dan Trip. Seharusnya mereka mendapat porsi tampil lebih banyak di Sonic Superstars, bukan cuma sekedar jadi comic relief saja. Ada level dimana pemain akan berhadapan langsung dengan Fang. Bahkan Trip ternyata memiliki rahasia yang hanya bisa diketahui setelah menamatkan gamenya. Tapi menurut saya itu tetap saja kurang.

Grafis 2D Dikombinasi dengan 3D

Dari segi grafis, Sonic Superstars bisa dibilang ambisius. Game ini menggabungkan dua gaya yang berbeda dalam satu game yaitu 2D platformer yang menjadi ciri khas game Sonic klasik dengan 3D dari zaman sekarang. Hasilnya adalah kombinasi yang menurut saya menarik untuk dilihat.

Grafis 3D membuat Sonic Superstars terlihat seperti game modern. Efek 3D ini juga membuat level yang ada menjadi terlihat lebih menawan. Setidaknya ada delapan level di Sonic Superstars dan semuanya dibangun ulang oleh developer. Ada beberapa yang terlihat seperti throwback dari game Sonic klasik dulu.

Bentuk dari pasukan Badnik juga terlihat lebih moderen dengan format 3D. Tapi dari segi kesulitan jangan kalian anggap game ini gampang. Gaya 2D platformer yang masih digunakan merupakan bukti bahwa tingkat kesulitan Sonic Superstars masih sama dengan game yang dulu. Semakin tinggi levelnya, semakin sulit pula untuk menyelesaikannya.

Pergerakan cepat yang menjadi ciri khas game Sonic juga tetap ada di Sonic Superstars. Jalur yang berputar-putar, permainan pinball, bahkan level di dalam air hadir di game ini. Ada yang mengeluhkan bahwa grafis 2D 3D Sonic Superstars justru membuat game ini terasa lebih lambat. Menurut saya justru tidak terasa lambat, masih tetap cepat.

Pilih menjadi Sonic, Tails, Knuckles, atau Amy

Dari core gameplay Sonic Superstars masih menggunakan gaya dari game Sonic yang lain. Hal yang membedakan adalah variasi dari karakter yang bisa dimainkan. Keempat karakter yaitu Sonic, Tails, Knuckles, dan Amy masing-masing akan menawarkan gameplay yang berbeda. Sonic tetap mengandalkan kecepatannya, Tails dapat terbang, Knuckles bisa melayang dan memanjat, lalu terakhir Amy memiliki kemampuan double jump serta perlindungan dengan palunya.

Keempat karakter ini bisa dipilih mana yang akan digunakan. Pemain juga tidak perlu mengulang permainan jika merasa salah memilih karakter yang digunakan. Kemampuan dari setiap karakter dapat menentukan jalur mana yang akan diambil. Misalnya jika menggunakan Tails yang bisa terbang, kalian bisa mencapai tempat-tempat yang tinggi. Jika memakai Knuckles kalian bisa menghancurkan penghalang seperti batu untuk membuka jalur baru.

Tidak hanya dari karakter saja, developer juga mengubah mekanik dari Chaos Emerald. Dulu tujuan pemain mengumpulkan Chaos Emerald hanya untuk mendapatkan kekuatan Super Sonic. Sekarang setiap Chaos Emerald yang berhasil didapat, akan memberikan kekuatan spesial. Ada Chaos Emerald yang memberikan kekuatan untuk memperlambat waktu, ada juga yang memberikan semacam sixth sense untuk membuka tempat tersembunyi, bisa juga untuk memunculkan Kagebunshin yang bisa menyerang musuh, dan masih banyak lagi.

Secret stage dan bonus stage juga mengalami perombakan. Menurut saya yang paling terasa perubahannya adalah secret stage untuk mendapatkan Chaos Emerald. Secret stage yang baru akan menjadikan Sonic seperti Spider-Man yang berayun-ayun untuk mengejar Chaos Emerald. Memainkan secret stage ini akan lebih seru jika dalam mode co-op.

Mode Co-op yang Seru

Selain segi grafis, Sonic Superstars juga menghadirkan terobosan baru untuk mode multiplayer. Kalian bisa memainkan story mode Sonic Superstars dalam mode co-op. Mode co-op ini bisa untuk dua sampai empat pemain sekaligus. Sayangnya mode co-op untuk story mode terbatas untuk local co-op saja.

Ketika mencoba mode co-op di Steam, saya hanya bisa mabar dengan orang-orang yang sudah saya undang. Sonic Superstars tidak menyediakan mode matchmaking untuk story mode. Setidaknya kalian dan teman kalian tidak perlu semuanya membeli game Sonic Superstars. Cukup satu orang saja yang punya dan kalian bisa langsung mabar.

Saya sangat menyarankan untuk memainkan story mode di Sonic Superstars dengan mode co-op. Permainan akan menjadi lebih seru ketika dimainkan bersama. Bermain dengan co-op juga adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan level atau boss yang sulit.

Lantas dimanakah mode multiplayer Sonic Superstars yang bisa menggunakan matchmaking online? Kalian bisa mencoba battle mode yang merupakan mode PVP game ini. Battle mode bisa dimainkan oleh delapan pemain sekaligus dimana mereka akan berlomba mendapatkan poin paling banyak.

Ada empat kategori yang bisa dipilih di battle mode yaitu Racing, Fighting, Star Collect, dan Survival. Pemain yang berpartisipasi dalam battle mode akan mendapatkan medali yang nantinya bisa ditukarkan dengan item kosmetik untuk avatar. Medali selain dari battle mode, juga bisa didapatkan dari story mode. Battle mode juga sudah mendukung cross play, sehingga kalian bisa bertanding melawan pemain dari platform yang berbeda.

Sonic Superstars dari Segi Teknis

Saya menggunakan PC dengan spesifikasi i5-9400F, GeForce RTX 3060, dan RAM 16GB untuk memainkan Sonic Superstars. Selama bermain saya tidak pernah mengalami masalah teknis. Dari segi spesifikasi Sonic Superstars juga tergolong ringan sehingga tidak terlalu membebani PC yang digunakan.

Jika kalian memainkan Sonic Superstars di PC seperti saya, sangat disarankan untuk menggunakan controller. Sensasi memainkan game Sonic dengan controller tidak bisa dibandingkan dengan mouse dan keyboard.

Kesimpulan

Secara keseluruhan saya menyukai apa yang Sega lakukan dengan Sonic Superstars. Menggabungkan grafis 2D dengan 3D merupakan cara yang tepat untuk membuat game Sonic yang polanya sama-sama saja, menjadi terlihat lebih moderen dan tidak ketinggalan zaman. Jika memang kedepannya Sega tidak lagi berniat untuk membuat game Sonic dengan gaya seperti ini, menurut saya sangat disayangkan.

Tapi yang membuat saya senang dengan game ini adalah mode local co-opnya. Bermain bersama teman atau saudara sambil duduk bareng membuat saya teringat masa lalu ketika memainkan game Sonic di Sega Megadrive. Pada era sekarang dimana semua game kebanyakan sudah memakai sistem matchmaking online, bisa bermain game bersama secara langsung dengan orang yang ada di samping justru lebih menyenangkan.

*Game untuk review disediakan oleh publisher