Home Blog Page 30

Tales of Berseria Remastered Resmi Rilis di Nintendo Switch, PS5, dan Xbox Series X|S, Versi PC Menyusul!

0

Kabar besar untuk para penggemar JRPG klasik! Bandai Namco Entertainment Asia resmi mengumumkan bahwa Tales of Berseria Remastered kini telah tersedia di Nintendo Switch™, PlayStation®5, dan Xbox Series X|S. Sementara itu, versi PC via Steam® akan dirilis sehari setelah peluncuran konsol.

Bersamaan dengan pengumuman ini, trailer peluncuran resmi juga telah dirilis, memperlihatkan kembali dunia penuh emosi yang dibangun oleh Velvet dan konflik dramatisnya dengan Altorius. Buat kalian yang sudah menunggu momen ini, sekarang waktunya kembali menyelami kisah balas dendam paling emosional dalam sejarah seri Tales.

Kembalinya Kisah Emosi dan Balas Dendam Velvet

Awalnya dirilis pada tahun 2016, Tales of Berseria dikenal sebagai seri pertama Tales yang menghadirkan protagonis wanita solo dengan cerita yang jauh lebih kelam dibanding pendahulunya.

Di Remastered Edition ini, pemain kembali berperan sebagai Velvet — seorang perempuan yang dulu berhati lembut, namun berubah menjadi sosok yang dipenuhi amarah setelah adiknya dibunuh oleh seseorang yang ia percaya.

Konflik antara emosi dan rasionalitas menjadi tema sentral cerita. Dan inilah yang membuat Tales of Berseria berbeda. Ini bukan sekadar petualangan menyelamatkan dunia. Ini adalah perjalanan tentang trauma, kehilangan, dan balas dendam.

Peningkatan Fitur untuk Konsol Generasi Sekarang

Sebagai versi remaster, game ini tetap mempertahankan sistem pertarungan khas Tales yang cepat dan fleksibel, namun kini lebih ramah untuk pemain modern.

Beberapa peningkatan yang hadir di versi Remastered:

  • Ikon tujuan (destination icons) untuk mempermudah navigasi

  • Opsi mematikan encounter musuh di field dan dungeon

  • Fitur “Grade Shop” langsung terbuka sejak awal permainan

  • Optimalisasi untuk konsol generasi terbaru

Hasilnya? Pengalaman bermain jadi lebih nyaman tanpa mengurangi dampak emosional cerita aslinya.

Akses Lebih dari 70 DLC dari Versi Original

Salah satu nilai jual terbesar versi remaster ini adalah akses ke lebih dari 70 DLC dari versi 2016.

Kontennya meliputi:

  • Kostum karakter dari seri Tales lainnya

  • Equipment tambahan untuk membantu perjalanan

  • Beragam item pendukung

Bagi kolektor dan penggemar fan service seri Tales, ini jelas bonus besar. Tidak perlu lagi membeli konten satu per satu seperti dulu.

Pilihan Edisi: Digital Deluxe hingga Bonus Pre-Order

Tales of Berseria Remastered tersedia dalam versi fisik dan digital. Selain edisi standar, tersedia pula Digital Deluxe Edition yang berisi:

  • Base game

  • Battle BGM Pack

  • Digital Artbook & Soundtrack

  • Super Growth Support Herb Set

Sementara itu, pembeli awal dan pre-order mendapatkan Super Adventuring Assistance Set yang berisi berbagai item recovery seperti:

  • Apple Gel x10

  • Grape Gel x10

  • Life Bottle x10

  • Panacea Bottle x10

Untuk versi fisik, tersedia reversible inlay eksklusif dengan dua desain berbeda di bagian depan dan belakang.

Giveaway Eksklusif untuk Fans Asia Tenggara

Sebagai bagian dari perayaan peluncuran, Bandai Namco Entertainment Asia juga mengadakan giveaway eksklusif untuk penggemar di Asia Tenggara.

Fans berkesempatan memenangkan memorabilia bertanda tangan dari pengisi suara karakter favorit mereka. Detail lengkapnya dapat ditemukan melalui akun resmi Facebook dan Instagram Bandai Namco Entertainment Asia.

Selain itu, video spesial yang menampilkan para pengisi suara juga telah dirilis untuk merayakan peluncuran ini.

Kenapa Tales of Berseria Remastered Layak Dimainkan di 2026?

Di tengah banjir RPG modern dengan dunia terbuka super luas, Tales of Berseria tetap berdiri dengan kekuatan cerita dan karakter.

Beberapa alasan kenapa game ini masih relevan:

  • Protagonis dengan karakterisasi kuat dan emosional

  • Tema balas dendam yang matang dan gelap

  • Sistem combat action JRPG yang dinamis

  • Peningkatan kualitas hidup (QoL) di versi remaster

  • Puluhan DLC langsung tersedia

Untuk pemain lama, ini adalah nostalgia yang dipoles lebih tajam. Untuk pemain baru, ini adalah kesempatan menikmati salah satu seri Tales paling berani dalam pendekatan cerita.

Tales of Berseria Remastered bukan sekadar rilisan ulang. Ini adalah versi definitif dari salah satu JRPG terbaik dalam dekade terakhir.

Dengan peningkatan fitur modern, akses DLC melimpah, dan rilis di Nintendo Switch, PS5, Xbox Series X|S serta PC, Bandai Namco memastikan generasi baru gamer dapat merasakan kisah kelam Velvet dengan pengalaman yang lebih nyaman.

Jika kalian mencari JRPG dengan cerita emosional yang tidak hitam-putih, sistem pertarungan fleksibel, dan karakter yang kompleks, maka Tales of Berseria Remastered adalah jawaban yang sulit untuk diabaikan.

Neverness to Everness Dapat Tanggal Rilis

0
Neverness to Everness Dapat Tanggal Rilis

Perfect World dan Hotta Studio ternyata sudah siap dengan peluncuran Neverness to Everness. Game action RPG open world ini dijadwalkan rilis global pada tanggal 29 April 2026 di PS5, PC, dan mobile (iOS dan Android).

Game F2P ini sudah dilengkapi fitur cross-platform, agar pemain dari berbagai perangkat bisa bermain bersama.

Neverness to Everness Ajak Pemain ke Hethereau

Game ini akan mengajak pemain untuk menjelajahi Hethereau, kota metropolitan di mana kejadian supranatural dianggap bagian dari rutinitas. Pemain akan berperan sebagai Anomaly Hunter, yang nantinya akan ditemani oleh para companion unik yang juga memiliki kekuatan supranatural.

Neverness to Everness menjanjikan beragam aktivitas khas game open-world modern. Pemain bisa menjelajah jalanan dengan kecepatan tinggi menggunakan mobil, atau membangun usaha kecil sampai berujung memiliki penthouse dengan pemandangan kota dari atas.

Bersamaan dengan pengumuman tanggal rilis, Neverness to Everness juga membuka pra-registrasi dengan beragam hadiah saat milestone tertentu tercapai. Salah satu hadiahnya adalah karakter A-Class.

Bagaimana menurut kalian?

Dissidia Duellum Final Fantasy Dapat Perkiraan Bulan Rilis

0
Dissidia Duellum Final Fantasy Dapat Perkiraan Bulan Rilis

Square Enix memastikan Dissidia Duellum Final Fantasy dipastikan meluncur pada Maret mendatang di mobile untuk iOS dan Android. Diumumkan pertama kali di akhir tahun 2025, game ini membawa seri Dissidia ke dalam format baru.

Konsep Dissidia Duellum Final Fantasy

Dalam Dissidia Duellum Final Fantasy, pemain akan bertarung dalam mode 3v3 team boss battle arena. Dua tim akan turun ke satu arena bersama monster, dimana mereka akan berlomba menumbangkan boss lebih cepat dari tim yang lain.

Cerita game berpusat di Tokyo modern ketika sebuah kristal raksasa tiba-tiba muncul di tengah kota. Kristal ini awalnya menjadi pemandangan biasa, namun ketenangan runtuh ketika energi misterius mencemari kristal dan memunculkan yang menebar ketakutan.

Pemain akan menjadi petarung yang muncul dan menghilang secara cepat setelah pertempuran selesai. Para petarung ini memiliki kemiripan dengan karakter dari berbagai seri game Final Fantasy.

Cerita utama akan menggunakan voice acting berbahasa Jepang, ditambah akan ada episode pendek yang menampilkan cuplikan kehidupan para petarung. Pemain juga dapat mengkustomisasi para karakter ini dengan kostum orisinal atau menggunakan pakaian dunia modern.

Bagaimana menurut kalian?

Blizzard Umumkan Game Mobile Overwatch Rush

0
Blizzard Umumkan Game Mobile Overwatch Rush

Blizzard secara mendadak telah mengumumkan Overwatch Rush. Game F2P bergenre hero shooter ini dikembangkan khusus untuk perangkat mobile iOS dan Android.

Game ini masih dalam tahap awal pengembangan. Untuk tanggal rilis belum diumumkan, namun Blizzard mengungkap adanya tahap testing untuk game ini.

Overwatch Rush Fokus Pada Pengalaman Mobile

Overwatch Rush akan dikerjakan oleh tim khusus yang terpisah dari Team 4. Tim ini disebut memiliki pengalaman mendalam dalam pengembangan game mobile. Sementara itu, Team 4 akan tetap fokus pada pengembangan game Overwatch utama di PC dan konsol.

Game ini masih berlatar di semesta yang sama dengan Overwatch PC dan konsol, tetapi menghadirkan sudut pandang top-down yang berbeda dari game utamanya. Game ini akan fokus pada elemen hero-centric shooter dengan sistem kustomisasi gaya bermain yang fleksibel. Pemain bisa menyesuaikan karakter sesuai preferensi dan strategi tim.

Spesifikasi Minimum Overwatch Rush di Android dan iOS

Blizzard juga telah membagikan informasi untuk spesifikasi minimum Overwatch Rush. Game ini membutuhkan RAM minimal 3GB. Chipset minimum yang didukung antara lain Snapdragon 480, 675, 720G, 730, 765, MediaTek Dimensity seri 6XXX hingga 8XX, Helio G9X, serta Exynos 980 dan 1380. Salah satu perangkat minimum yang disebut adalah Samsung Galaxy A14 5G.

Untuk pengguna iOS, game ini juga memerlukan RAM minimal 3GB dengan chipset A12 atau lebih baru. Perangkat yang didukung mencakup iPhone SE generasi kedua dan ketiga, iPhone XS dan XS Max, iPhone XR,Phone 11 sampai iPhone 17 Pro.

Bagaimana menurut kalian?

Prestige Series Terbaru MSI Meluncur, Lebih Tipis dan Premium

0
Prestige Series Terbaru MSI Meluncur, Lebih Tipis dan Premium

MSI telah memperkenalkan Prestige Series di CES 2026 sebagai lini laptop bisnis dan produktivitas generasi baru. MSI menargetkan para profesional yang membutuhkan performa tinggi, mobilitas maksimal, dan desain premium.

Prestige Series Hadir Lebih Tipis, Lebih Premium

Dari sisi desain, model Prestige terbaru tampil dengan profil makin tipis hingga 11,9 mm di titik tertipisnya. MSI juga merapikan tampilan lewat siluet modern dengan sudut membulat, plus bodi full aluminium yang memberi kesan lebih elegan dan kokoh. Fokusnya adalah portabilitas untuk pengguna yang sering berpindah lokasi kerja, tanpa mengorbankan durabilitas maupun performa.

Untuk dapur pacu, beberapa model di Prestige Series ditenagai hingga prosesor Intel Core Ultra X9 388H. MSI menonjolkan kemampuan komputasi berbasis AI agar multitasking lebih efisien dan performa grafis generasi terbaru terasa lebih siap untuk beban kerja modern. MSI juga membekali konfigurasi tertentu dengan baterai berkapasitas besar, yang diklaim mampu bertahan lebih dari 30 jam untuk pemutaran video 1080p.

Layar OLED 120Hz dan Sistem Pendingin Senyap

Urusan visual menjadi nilai jual utama di beberapa varian. MSI menyiapkan layar OLED resolusi tinggi dengan refresh rate hingga 120Hz, dukungan variable refresh rate (VRR), serta sertifikasi DisplayHDR True Black 1000. Kombinasi ini ditujukan untuk profesional kreatif yang butuh akurasi warna dan pergerakan gambar yang mulus.

Agar performa stabil, MSI menyertakan solusi pendinginan canggih seperti vapor chamber cooling, arsitektur dual fan, dan desain MSI Intra Flow. Menariknya, sistem ini diklaim tetap senyap dengan kebisingan di bawah 30 dBA.

Bagi pengguna yang suka fleksibilitas, Prestige Series juga hadir dalam varian convertible 2-in-1 (flip) yang mendukung sentuh dan stylus. Di beberapa pasar, MSI Nano Pen disebut hadir dengan fitur pengisian cepat dan akses yang praktis. Sementara itu, Prestige 13 AI+ menjadi opsi ultra-portable dengan bobot mulai 899 gram, menyasar pebisnis yang butuh perangkat ringkas dengan keamanan tingkat enterprise.

Prestige Series terbaru sudah tersedia di MSI Official Store dan dealer resmi MSI dengan harga mulai Rp21.499.000.

Nubia Neo 3 GT 5G Punya Varian Baru

0
Nubia Neo 3 GT 5G Punya Varian Baru

Nubia Neo 3 GT 5G resmi mendapat varian baru yang meningkatkan performa gaming kompetitif. Peningkatan ini menyasar gamer yang sering main ranked, multitasking, hingga streaming lewat smartphone. Varian baru tersebut hadir dengan konfigurasi memori lebih besar dan sejumlah fitur khas gaming.

Nubia Neo 3 GT 5G Bawa Perluasana Memori

Varian terbaru Nubia Neo 3 GT 5G dibekali RAM 12GB dengan dukungan ekspansi Dynamic RAM hingga 12GB tambahan, serta penyimpanan internal 256GB. Kombinasi ini ditujukan untuk skenario gaming yang lebih menuntut, misalnya menjalankan game dengan engine berat, mengaktifkan frame rate tinggi, sambil tetap berada di voice chat atau melakukan live streaming.

Karena memiliki memori yang lebih lega, pengalaman bermain diklaim lebih stabil saat loading peta, perpindahan antar pertandingan, dan menjaga frame agar tidak mudah turun saat momen ramai. Ini penting untuk sesi ranked yang panjang, ketika respons cepat dan koordinasi tim sering jadi pembeda menang atau kalah.

Fitur Pendukung Lainnya

Untuk daya tahan, Nubia Neo 3 GT 5G mengandalkan baterai 6.000mAh yang dipasangkan dengan 80W fast charging. Artinya, waktu jeda untuk isi daya bisa dipangkas agar pengguna kembali bermain lebih cepat. Pada bagian tampilan, layar OLED 120Hz diposisikan untuk memberi visual lebih tajam sekaligus pergerakan yang lebih halus, terutama pada game cepat.

Sistem pendinginnya memakai vapor chamber 4.083 mm² untuk membantu pembuangan panas agar frame rate tetap stabil. Nubia turut menyertakan dual gaming shoulder triggers yang memberi kontrol ala konsol, plus AI Game Space Optimization untuk mengatur CPU, GPU, jaringan, dan alokasi sumber daya. Ada juga DEMI AI Companion yang diklaim mampu memberi bantuan cerdas, tips optimasi, dan insight performa sesuai kebiasaan pengguna.

Varian ini dibanderol Rp 4.499.000 dan tersedia di Blibli, Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, serta Lazada, lengkap dengan promo Ramadan yang berjalan hingga 15 Maret 2026.

Rainbow Six Mobile Telah Tersedia Hari ini

0
Rainbow Six Mobile Telah Tersedia Hari ini

Rainbow Six Mobile telah resmi diluncurkan secara global hari ini untuk iOS dan Android. Game Tactical FPS F2P ini dikembangkan oleh Ubisoft Montreal.

Rainbow Six Mobile Tawarkan Fitur Khas Siege

Melalui game ini, pemain bisa merasakan pengalaman Attack vs Defense 5v5 ala Rainbow Six Siege ke dalam platform mobile. Tim penyerang dapat memakai drone untuk mengumpulkan informasi lalu membobol dinding dan lantai untuk menyerang. Pada sisi lain, tim bertahan menutup akses masuk, memasang kamera, dan mengandalkan jebakan.

Rainbow Six Mobile dilengkapi sejumlah konten yang familiar untuk penggemar: Bomb Mode, Bomb Rush, dan Team Deathmatch. Pemain bisa memilih dari lebih dari 20 operator termasuk Ash, Mute, dan Dokkaebi.

Peta ikonik seperti Bank, Border, Clubhouse, Oregon, dan Villa ikut hadir, ditambah map eksklusif versi mobile seperti Restaurant dan Summit. Fitur lain yang tersedia mencakup tutorial onboarding, Quick Play, Ranked, serta private match, dengan konten musiman yang akan terus ditambah.

Musim Perdana Operation Sand Wraith

Bersamaan dengan perilisan global, Ubisoft juga memulai season pertama berjudul Operation Sand Wraith yang membawa tema gurun dan operator baru, Deimos. Ia adalah pemburu yang presisi, dengan kemampuan DeathMARK Tracker untuk mengunci satu target dan memaksa duel satu lawan satu.

Bagaimana menurut kalian?

Assassin’s Creed Punya Pimpinan Baru, Salah Satunya Mantan Developer Black Flag

0
Bos Assassin's Creed Buka Suara Soal Kepergiannya dari Ubisoft

Ubisoft telah menunjuk pemimpin baru untuk pengembangan Assassin’s Creed. Martin Schelling ditunjuk sebagai pemimpin utama, dengan Jean Guesdon dan François de Billy mengisi posisi strategis lainnya. Penunjukan ini akan menjadi era baru bagi Vantage Studios, anak perusahaan Ubisoft yang kini mengelola franchise ikonik tersebut.

Hal yang menarik adalah keterlibatan Schelling sebelumnya di dalam game Assassin’s Creed Black Flag

Tim Baru Assassin’s Creed

Martin Schelling merupakan Producer veteran i Ubisoft yang pernah menjabat peran senior di sejumlah judul besar, seperti Black Flag, Origins, dan Valhalla. Dalam beberapa waktu terakhir, Schelling juga menjabat sebagai Chief Production Officer Ubisoft, yang tugasnya adalahmengawasi proses produksi skala besar. Rekam jejak ini dipercaya oleh Ubisoft sebagai pengarah franchise Assassin’s Creed.

Jean Guesdon yang ditunjuk sebagai Head of Content juga merupakan “orang lama”. Ia sudah terlibat sebagai desainer bahkan sejak game pertama. Sementara François de Billy yang mengisi posisi Head of Production Excellence sempat menjadi Production Director untuk Valhalla dan Origins.

Ketiganya dijadwalkan mulai menjalankan peran barunya ini dalam beberapa minggu mendatang. Pergantian ini juga merupakan langkah lanjutan setelah pemimpin sebelumnya, Marc-Alexis Côté yang telah meninggalkan Ubisoft.

Terlepas dengan segala drama yang sedang terjadi, pergantian ini bisa membawa nafas baru bagi franchise ini, terutama Black Flag. Nasib proyek remake game tersebut bisa saja membaik karena salah satu anggota tim yang mengerjakannya dulu sekarang telah menjadi pemimpin.

Bagaimana menurut kalian?

Deadlock Melesat di Steam, Bisa Saingi Overwatch

0
Deadlock Melesat di Steam, Bisa Saingi Overwatch

Bagaimana nasib dari Deadlock, game shooter yang sedang digodok oleh Valve? Meski gamenya belum rilis secara resmi, jumlah pemainnya bisa menyaingi game-game sejenis yang sudah rilis seperti Overwatch.

Buat kamu yang belum tahu, game ini mengingatkan dengan MOBA seperti Smite yang menggunakan gaya third-person. Map dari permainan akan terbagi menjadi empat lane, dimana masing-masing memiliki Transit Line untuk membantu mobilisasi pemain. Ada juga monster pengganti Tower yang harus dihancurkan.

Hero yang tersedia di Deadlock bermacam-macam. Mereka memiliki mekanik yang sama dengan DOTA 2 yaitu memiliki empat skill (Satu ultimate) yang dapat dinaikkan kekuatannya jika level up. Perbedaannya adalah semua hero menggunakan senjata shooter dengan melee sebagai alternatif. Pemain juga bisa membeli berbagai macam item untuk memperkuat hero yang dimainkan.

Deadlock Meledak Setelah Update Baru

Menurut data dari SteamDB, jumlah pemain Deadlock belakangan meningkat drastis. Dimulai dari bulan Januari, jumlah pemain game ini terus meningkat sampai sekarang yang mencapai angka 100.000 pemain.

Peluncuran awal Deadlock dilakukan secara soft launch pada musim gugur 2024. Karena rasa penasaran, banyak gamer yang mencobanya. Itupun tidak semua bisa memainkannya karena akses yang terbatas. Namun setelah gelombang tersebut mereda, jumlah pemain menurun dan cenderung stabil di angka yang rendah.

Situasi berubah pada Januari tahun ini ketika Valve merilis update besar bertajuk Old Gods, New Blood. Pembaruan ini sepertinya berhasil kembali menarik perhatian gamer dan membuat jumlah pemain meningkat.

Data dari SteamDB menunjukkan jumlah pemain Deadlock sempat mencapai angka 125.290 ribu pada tanggal 22 Februari kemarin. Untuk pembanding adalah Overwatch (Yang baru dibranding ulang) dengan jumlah pemain Steam sekitar 136.582 ribu pada tanggal yang sama 22 Februari. Selisih keduanya tipis.

Akses yang Masih Terbatas

Hal yang lebih mengagetkan adalah akses game ini yang masih terbatas. Coba saja kalian datang ke halaman Steam Deadlock. Belum ada tanda jika game ini bisa didownload secara bebas. Mereka yang ingin mencoba masih memerlukan undangan dari orang yang sudah pernah memainkannya.

Valve sendiri juga tidak pernah memasarkan game ini secara agresif melalui promosi dan marketing. Bahkan halaman Steamnya pun masih minim informasi.

Sampai saat ini Valve belum mengumumkan kapan game tersebut akan dibuka untuk publik atau setidaknya tanggal rilis resminya. Jika tren pemain yang terus naik ini bisa dipertahankan, ini akan menjadi sinya bahwa Deadlock bisa menjadi kandidat game shooter besar berikutnya di Steam.

Xbox Ditinggal Dua Pucuk Pimpinannya

0
Xbox Ditinggal Dua Pemimpinnya

Xbox sedang mengalami perombakan besar di tingkat manajemen. Pucuk pimpinan dari tim Xbox, Phil Spencer telah memutuskan pensiun. Ia dijadwalkan mundur secara resmi dari posisi CEO Microsoft Gaming pada Senin, 23 Februari.

Posisi Spencer akan diisi oleh Asha Sharma, eksekutif yang bergabung ke Microsoft pada tahun 2024 sebagai presiden produk CoreAI.

Tidak cuma itu, Sarah Bond yang sebelumnya dianggap akan menggantikan peran Spencer justru mengundurkan diri dari posisinya sebagai President dan COO Microsoft Gaming. Kekosongan posisi ini akan diisi oleh Kepala Xbox Game Studios, Matt Booty yang akan bekerja berdampingan dengan Sharma.

Perubahan Besar di Dalam Xbox

Peralihan kepemimpinan ini disebut sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Dikutip dari VGC, Spencer menyampaikan kepada staf Microsoft melalui email internal bahwa ia sudah menyampaikan rencana ini kepada CEO Microsoft Satya Nadella sejak musim gugur tahun lalu.

“Musim gugur lalu, saya berbicara dengan Satya Nadella tentang pemikiran untuk mundur dan memulai babak berikutnya dalam hidup saya,” tulis Spencer.

Ia menambahkan bahwa proses transisi ini sudah disusun untuk menjaga stabilitas fondasi yang sudah dibangun.

Spencer juga menekankan Xbox bukan sekadar unit bisnis. “Xbox selalu lebih dari sekadar bisnis. Ini adalah komunitas yang hidup dari para pemain, kreator, dan tim yang sangat peduli dengan apa yang kami bangun dan bagaimana kami membangunnya,” Tulisnya.

Penunjukan CEO Baru dan AI

Penunjukan Asha Sharma memunculkan pertanyaan karena rekam jejaknya di bidang AI. Latar belakang ini memunculkan pertanyaan seberapa besar AI generatif akan masuk ke ekosistem Xbox ke depan.

Namun, Sharma menepis kekhawatiran itu. Kepada Variety, ia menegaskan dirinya tidak mentoleransi AI yang buruk. “Kami tidak akan mengejar efisiensi jangka pendek atau membanjiri ekosistem kami dengan ‘AI murahan tanpa jiwa’,” kata Sharma.

Menurutnya game adalah dan akan selalu menjadi hasil karya seni yang dibuat oleh manusia.

Rangkaian perubahan dalam struktur kepemimpinan ini pastinya akan menimbulkan efek ke seluruh sistem organisasi Xbox. Harapannya dengan dimulainya era baru ini, divisi gaming milik Microsoft bisa lebih memberikan dampak ke industri game.

Bagaimana menurut kalian?